Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1041-1047 of 1,047

Analytics

Dyah Palupiningtyas; Heru Yulianto

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2018 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to analyze and explain the influence of Attractions, Activities, Amenities, and Accessibility (4A) on tourist satisfaction at Taman Nusa Bali which is experiencing unfavorable conditions including a decrease in the level of tourist visits every year, besides that there are several conditions of tourism components that need to be improved. The sample used in the study was 100 respondents. The research data was processed by quantitative statistical analysis using multiple regression analysis to determine the effect of the independent variable on the dependent variable. The results of the regression analysis show that an increase in variable 4A will increase tourist satisfaction. The results of the multiple regression analysis test show a significant F value, the adjusted R2 square coefficient value of 0.604 indicates that all 4A variables have a significant effect on tourist satisfaction together with a close relationship of 60.4%. This shows that to increase tourist satisfaction it is necessary to increase all tourism components in order to increase tourist satisfaction in the next period. 

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2018 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Stunting is defined as the condition of children aged 0 – 59 months, where the height for age is below minus 2 Standard Deviations (<-2SD) from the WHO median standard. The aim of the research is to determine the factors associated with the incidence of stunting in toddlers at Community Health Centers. Rumbia, Jeneponto Regency. The type of research used was an analytical survey with a cross sectional study approach. The sample was 72 toddlers in Rumbia village using a purposive sampling technique. The results of the research show that there is a relationship between maternal employment and the incidence of stunting in toddlers at the Rumbia health center, Jeneponto Regency with a p value = 0.034 < ? 0.05, there is a relationship between maternal education and the incidence of stunting among toddlers at the Rumbia health center, Jeneponto Regency with a p value = 0.003 < ? 0.05, there is a relationship between the number of children and the incidence of stunting in toddlers at the Rumbia health center, Jeneponto Regency with a p value = 0.016 < ? 0.05. Conclusion: There is a relationship between mother's employment, mother's education and number of children with the incidence of stunting among toddlers at the Rumbia Community Health Center, Jeneponto Regency.

Rusmayani, Rusmayani

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (2) kendala guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (3). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, dan (4) upaya guru PAI dalam meningkatkan profesionalismenya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAI di MA Al Ma’ruf Denpasar. Objek penelitian ini adalah profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan, ialah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner/angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, dan lembar kuesioner/angket. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran di MA Al Ma’ruf Denpasar dapat disimpulkan cukup profesional hal ini dapat dilihat dari sekitar 66,67% guru sudah cukup menguasai definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran sedangkan sisanya sekitar 33,33% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran, dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru-guru MA Al Maruf memiliki keberagaman dalam hal intensitas penggunaan sumber belajar, 2) kendala yang dialami guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah kurangnya tersedianya media pembelajaran yang dapat digunakan guru PAI di sekolah, kurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI, guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran elektronik, kurangnya pemahaman guru PAI mengenai keanekaragaman media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, dan tidak tersedianya tempat khusus untuk menyimpan dan merawat media pembelajaran, 3) upaya yang dilakukan Kepala Sekolah MA Al Ma’ruf dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru PAI dalam hal pemanfaatan media pembelajaran adalah mengikutsertakan guru-guru PAI dalam penataran yang diselenggarakan nantinya oleh lembaga-lembaga pendidikan khususnya LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, mendorong guru-guru PAI untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta berupaya meningkatkan ketersediaan media pembelajaran baik dari pendanaan khusus dari sekolah maupun bantuan dari Kementerian Agama, dan 4) upaya yang dilakukan guru PAI untuk meningkatkan profesionalismenya dalam hal pemanfaatan media pembelajaran termasuk kategori cukup bagus, hal ini di lihat dari indikator prosentase membaca, diskusi, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti seminar. Hanya saja kurang dalam melakukan penelitian secara mandiri.

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita; Rejeki, Rara Sri Artati

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Manajemen rumah sakit perlu melakukan monitoring dan pengukuran secara terus-menerus terhadap kinerja layanan pasien untuk memastikan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Proses monitoring kinerja memerlukan data dan informasi yang didapatkan dari umpan balik pasien terhadap layanan dokter dan perawat. Hasil monitoring kinerja selanjutnya akan disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, secara efisien dan efektif. Performance Dashboard merupakan alat untuk menyajikan informasi secara sekilas . Dashboard menginformasikan Key Performance Indicators (KPI) dengan menggunakan media penyajian yang efektif. KPI yang digunakan dalam pembangunan Dasboard adalah kuesioner tingkat kepuasan layanan pasien terhadap dokter dan perawat. Penelitian ini lebih menitikberatkan bagaimana rancangan dashboard ini bisa memberikan kemudahan informasi terhadap manajemen rumah sakit untuk memonitor dan mengevaluasi capaian kinerja layanan pasien.

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah

Arifah, Khilda Faoziyah

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2014 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

International Financial Reporting Standards are standards focusedin fair value approach on measurement and disclosure criteria that requirethe greater extent of the exerciseof professional judgment. This study aims tounderstand the exercise of auditor professional judgment in InternationalFinancial Reporting Standards (IFRS) in fair value of fixed assets, tounderstand the factors that contribution in exercising professional judgmenton fair value of fixed assets and what constrains that emerge whenexercising professional judgment in fair value of fixed assets as well assolution that can be done to overcome these problem.This study uses qualitative research methods with aphenomenological approach as it is meant to analyze and look for themeaning behind the experiences of the auditor in exercising their professionaljudgment. This study focused on the exercise of professional judgment on thefair value of fixed assets. The research was conducted through interviewswith auditors who work as public accountants in public accounting firm.Results of this study indicate that auditors exercise their professionaljudgment to review the appraisal value by assessing the reasonableness of theassumptions, methods and data used. Auditors exercise their professionaljudgment by considering the factors that influenced such as consideration ofmateriality, subjectivity, knowledge, and experience as well as factors such asthe audit job IFRS requirements, the nature of accounts, compliances withIFRS, audit history, engagement management, fraud risk and going concern.The auditor had no difficulties in using professional judgment in assessingthe fair value of fixed assets due to the existing appraisal valuation. Insteadauditor experienced problems when assessing the fair value of financialinstruments is important for future research. Finally, team work anddiscussion are solution that auditors used to overcome the problem inexercising professional judgment.

Februariyanti, Herny

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Hampir setiap aplikasi termasuk berbasis web dengan pengelolaan basis data membutuhkan proses temu kembali informasi. Pada proses temu kembali selain query dan umpan balik pengguna terlebih dahulu dilakukan proses pengindekan data yang. Proses indek kata merupakan salah satu tahapan pada penyiapan basis data untuk keperluan operasi temu kembali informasi. Pengindekan meliputi proses menghilangkan noise, dimana noise pada kalimat diantaranya adalah : imbuhan, angka dan stop word.  Proses indek juga meliputi pengelompokan kata menurut maknanya atau biasa disebut clustering. Dari hasil proses indek dihasilkan basis data yang siap untuk di query untuk diambil informasinya.  Dalam text preprocessing ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan teks yang bebas derau (noise) atau bebas kata-kata yang tidak bermakna. Selain membebaskan dari derau, text preprocessing juga mengembalikan kata menjadi  kata dasar atau root word.Langkah-langkah dalam Text preprocessing dalam bahasa Indonesia adalah :Proses Filtering, Proses Tokenizing, Proses Stemming.   Kata kunci : indek kata, temu kembali