Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 10041-10060 of 10,101

Analytics

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Irmade, Oka; Widjanarko, Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pendidik dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya baik ditingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah menengah bahkan Perguruan tinggi. Salah satu bentuk kompetensi pedagogik dan profesional seorang pendidik adalah kemampuanya dibidang penguasaan (ICT) Information Communication Technologi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ke TK Rumah Pelangi, Dukuh Banukan RT.06/RW.09 DS. Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar penguasaan dan pemanfaatan guru terhadap ICT sangat minim terlebih lagi dalam proses pembuatan media karena masih melum terbiasa dan belum terlatih dalam membuat media berbasis ICT. Sehingga perlu diadakan pelatihan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis ICT yang berupa Powerpoin menarik, Flipbook dan Comiclife yang di aplikasikan dalam proses pembelajaran.Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir.Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini telah mencapai target yang diharapkan, 9 guru yang mengikuti pelatihan, telah mampu membuat media pembelajaran berbasis ICT yang terdiri dari Powerpoin menarik, Flipbook, dan Comiclife. Luaran yang dihasilkan berupa media pembelajaran berbasis ICT serta implementasi media pembelajaran yang digunakan pada materi tertentu dan publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.Kata Kunci: Pembuatan Media, ICT

Sri Yus Angelia

Jurnal Visi Manajemen 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

This research was motivated by the results of the BPJS assessment of the Guguk Panjang Health Center where the impression value of the Guguk Panjang Health Center was 66.25%. The research method used is a quantitative approach. Data collection technique used is the distribution of questionnaires. Data analysis uses Outer Loading and Inner Loading Analysis, while data processing is assisted by using SemPLS software. Based on the research results, the authors conclude that the quality of basic health services is related to patient satisfaction. There is a relationship between the dimensions of service quality simultaneously. From the results of the study, it was found that the variable dimension of service quality that has the greatest effect on patient satisfaction is the Assurance (Skills) dimension with an Original Sample value of 0.222, the second is environmental comfort with hypothetical results (p value 0.017), while the smaller dimension is Empathy. (p.Value 0.50%). Whereas for the dimension of Staff Reliability there is no relationship with Patient Satisfaction with a hypothesis value of 0.449 > 0.05 as well as the Responsiveness and provision of information dimension has no relationship with patient satisfaction with a value of 0.535 > 0.04. Thus patient satisfaction with services at the Bukittinggi City Health Center is prioritized for an increase in the dimensions of Reliability and Responsiveness of Officers.

Nisak, Khoirun; Jaeni, Jaeni

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

The purpose of this study is to examine the Determinants to Corporate Social Resposibility Disclosure in Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The dependent variable is Corporate Social Resposibility Disclosure. Independent variable are Firm Size, Liquidity, Profitability, Industrial Type, Managerial Ownership, and Size of Board of Commissioner. The population in this study was all Manufacturing Company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. Samples were 247 manufacturing companies. This study used purposive sampling method.The analysis used in this reseacrh are multiple linear regression analysis. The results of the testing of hypotheses partial evaluation shows that there are significant influence on Firm Size, Liquidity,Profitability, and Size of Board of Commisioner while for Industrial Type and Managerial Ownership not have significant influence to the Corporate Social Responsibility Disclosure.  Keywords: firm size, liquidity, proftitability, industrial type, managerial ownership, size of board of commissioner, corporate social resposibility disclosure

Ahmad, Deni Nasir

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kepada lingkungan masyarakat mengenai perbaikan lingkungan serta menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan mencegah banjir atau longsor dengan akibat terkikisnya tanah di tepian sungai ciliwung dengan menanam tanaman anti longsor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah a. Observasi langsung, b. Melakukan kegiatan perencanaan proyek perbaikan lingkungan dimana kami membagi tim dengan beberapa tugas dan kegiatan yakni, langkah pertama membersihkan aliran sungai ciliwung, langkah kedua penanaman tanaman anti longsor dan terakhir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik. c. Melakukan evaluasi dan shering bersama untuk menemukan kesepakatan bersama dalam melakukan perbaikan lingkungan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terdiri dari : a. peserta diberikan pengetahuan umum mengenai jenis tanaman tepian sungai dan diberikan bibit tanaman yang akan ditanam untuk tanaman pencegah longsor sekaligus untuk penghijauan sekitar tepian sungai kegiatan dilakukan bersama komunitas “ngumpal” (Ngumpul Anak Lintas Ciliwung). b. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim pengabdi membagi 3 kelompok dengan lokasi tugas berbeda-beda dan dengan tugas kelompok yang sama. c. Setelah membagikan kelompok kerja maka tim pengabdi melakukan kegiatan membersihkan sekitar aliran sungai dan kegiatan penanaman pohon atau tanaman tahan longsor. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu : a. Masyarakat sangat menerima dan menyambut secara positif dari kegiatan yang tim pengabdi telah lakukan. b. Masyarakat mulai terlihat peduli dengan mau mendengar penyuluhan dan mengikuti seluruh kegiatan yang telah tim pengabdi rancang untuk kegiatan pengabdian.

Putri, Alvianita Gunawan

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

The purpose of this study is to evaluate the internal control system for the management of fixed assets and assess the obstacles faced in managing fixed assets in the Government of Brebes Regency. This type of research is a case study with a qualitative approach using descriptive methods. Effectiveness is assessed using 5 (five) elements of the Internal Control System by giving weight to each element. Assessment is done by assessing the results of interviews using the Internal Control Questionnaire (ICQ) test list that refers to PP No. 60 of 2008 and equipped with observations and documents. Based on the results of the interview completed with the results of observations and documents, the results obtained were the elements of the control environment were given a weight of 30% so as to obtain a value of 27.27%. Risk assessment is given a weighting of 20% so as to obtain a value of 8.57%. Control activities are given a weighting of 25% so as to obtain a value of 19.70%. Information and communication are given a weight of 10% so that they get a value of 7.88%. Monitoring was given a weighting of 15% so that it obtained a score of 10.18%. The total value of 5 (five) elements of the internal control system in the Government of Brebes Regency is 73.60% which are classified as effective criteria.  Keywords: management of fixed assets, internal control systems (spi).

Marianus Dinata Alnija

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Today Christians has faced various challengge that plunge many christian into consumerism, terrible sadness, hedonism and covetous. As the result many christian become selfish, irritable, and  egoist. For that  reason, Pope Francis urged  many  preachers should  work  hard  in proclaiming the gospel especially through homilies because homilies beyond all form of catechesis. This paper aims to explore Pope Francis' theological ideas about concerning homily. In a way of exploring the theological conception regarding homily, the writer treats the apostolic exhortation of evangelii Gaudium article number 135-159.

Rispantyo, Anita Trisiana, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu perwujudan karakter masyarakatIndonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini menemukan desain pengembangan ModelPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter masyarakatIndonesia di era media digital dan Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakanpenelitian dan pengembangan yaitu untuk menguji validitas dan efektivitas produk. Penelitianini menggunakan model pengembangan prosedural. Prosedur model ADDIE yang diadaptasi(Analisis, Desain, Pengembangkan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil penelitianmenunjukkan sebagai berikut: Analisis, Desain, dan Pengembangan inovasi media digitaldapat mengadopsi media digital dan revolusi teknologi; yang Implementasinya adalahlangkah nyata untuk sistem pembelajaran yang dibuat; Evaluasinya adalah proses untukmelihat apakah sistem yang dibangun sesuai dengan harapan awal atau tidak, yaitu padamodel desain sistem pembelajaran ADDIE. Berdasarkan model pengembangan instruksionalADDIE, model ini diadopsi pada tahap pengembangan model pembelajaran PendidikanKewarganegaraan, dengan modifikasi bernama "MPC" (Modification of Project Citizen).Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Media Digital,Revolusi Industri 4.0

Erria Dilasetiara

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2019 UNIVERSITAS STEKOM

Based on observations, the learning method used at SD N JatisariSemarang in the form of lectures, discussions, questions and answers with the book media. Learning methodswhich so far has not been implemented enough to have an impact on the level of student understanding ofmaterial taught. The method used was less successful so students felt boredand saturated. Efforts to overcome the problems of the learning process need a solutionwith new methods that can be developed. This research uses the concept of mediainteractive Talking Stick method by adding interaction and bringing interesting featuresas well as a system for better and more varied enjoyment through prominent figureshas a good character and at the same time has a history of using puppet media.From the results of the analysis, the concept of the media chosen as interactive media is character recognitionPandawa puppets in the form of a cartoon Manga (Japanese style cartoon) so it becomesmore attractive without reducing the value of local kerifan contained therein. The strength of the mediathis is modifying wayang recognition products through digital services on a system-based basiscomputers that respond to user actions, besides that the product has other advantages, namely the teachercan change or replace evaluation questions. The results are from student questionnaire data beforeusing learning media that is in the average category 41% - 60% includedin a fairly low category, while from the data the value of students after using the mediain the category 81% - 100% included in the very high category.

Rusmayani, Rusmayani

Evaluasi program ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan praktik pengalamanlapangan (PPL) mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam(MPI) STAI Denpasar Bali Tahun 2018. Evaluasi program ini difokuskan pada evaluasi proses dan evaluasihasil. Evaluasi ini menggunakan model CIPP yang salah satu dimensinya adalah procces serta product. Datadikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi, serta observasi. Data yang terkumpul kemudiandianalisis dengan tahapan penetapan kriteria mengenai kualitas, menganalisis dan menginterpretasi databerdasarkan kriteria, yang selanjutnya sebagai bahan pertimbangan pengambil keputusan untuk menentukankebijakan pelaksanaan program selanjutnya. Hasil evaluasi menunjukkan, bahwa 1) Pelaksanaan programPPL berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, 2) semua pihak bekerja sesuaidengan tugasnya masing-masing, 3) pelaksanaan program tidak ada hambatan yang berarti, namun kedepannya perlu dipertimbangkan untuk memperpanjang waktu pelaksanaan PPL, 4) Visi, misi, dan tujuanProdi khusunya tujuan institusi untuk mencetak tenaga pendidik dan kependidikan islam yang handal danmumpuni sudah tercerminkan dalam pelaksanaan program PPL, 5) Untuk kompetensi personal dan sosial,rata-rata kepala sekolah memberikan nilai 91.67 dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk kompetensipedagogik yang meliputi persiapan praktek perkantoran pendidikan dan praktek mengajar guru pamong rataratamemberikan nilai 88.92 berada pada kategori baik.

Sudarman Sudarman; Yetti Iswahyuni; Nanik Qosidah; Aniqotunnafiah Aniqotunnafiah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Youth organizations have the potential to build the nation and as agents of change, therefore their existence needs to be managed professionally so that they truly contribute to regional development. Within the village environment, there are many potentials that can be developed as alternative capital for regional development. It is hoped that the implementation of strategic management in its management will produce work programs that are appropriate to the needs and potential resources owned by the village/kelurahan, as capital in developing the village. The concept of strategic management includes how an organization makes strategic plans, coordinates and implements programs and evaluates them. In several kelurahans within the sub-district, the existence of youth organizations tended to show less of their role in promoting village development. The existence of this organization seems to be just a formality to complement activities in the village. The awareness of residents to use this organization as a forum for activities and to participate in developing their area is very lacking. The organizing process requires funds to run the programs that have been planned. In general, the obstacles to realizing work programs include funding issues. With sufficient funding, young people can develop their potential, to empower villages and their communities (carry out the activities needed) and provide added value and increase welfare. However, in reality in society, these organizations are not managed properly and optimally because they are constrained by financing. One of the efforts to attract funds is by submitting proposals for funds to certain institutions, both government and non-government organizations. Most of them do not know how to make a proposal for funding an activity. Furthermore, the regional autonomy policy provides opportunities for regions to develop themselves and their communities in accordance with regional needs/interests, so the role of youth as a nation's potential and development constellation cannot be separated from village/sub-district development.

Ni Made Wina Krisnayani; I Gede Yudiana Putra; Ni Luh Made Asri Dewi

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Pos Pelayanan Terpadu or Posyandu are Post of Integrated Service. Posyandu were an effort to empower the community to support health development, especially in improving community health status through reducing infant mortality. Posyandu activities in Guwang Sukawati Gianyar village are one of the public health services. However, each banjar is still very minimal in terms of organizing the posyandu because the cadres do not really understand how the activities of the good posyandu. The purpose of this activity is to establish a Posyandu cadre of toddlers who are able to provide optimal health services for children under five through the implementation of a toddler posyandu. Method: Training was carried out through Community Empowering, involving 35 people who were trained as cadres. The training results are analyzed qualitatively (based on observations and results ofdiscussion). Results: Based on the evaluation in the form of pretest and posttest, it was found that there was an increase in cadre knowledge, namely from 30% to 70%. Posyandu has been conducted in 7 Banjar in the Guwang Gianyar Village. Conclusion: The establishment of skilled and trained Posyandu toddlers and able to provide optimal health services for children under five through the implementation of toddlers posyandu 

Komang Agus Jerry Widyanata; I Made Sukma Wijaya; Kurniasih Widayati

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Every two minutes one person dies of cardiac arrest. death rates can  be prevented if the victim gets immediate assistance, if someone who is trained in pulmonary cardiac resuscitation (CPR) provides basic life support until medical assistance takes over. Basic life support can be done by anyone and anywhere as soon as possible at the beginning of the occurrence of cardiac arrest to increase survival. This activity aims to provided health education to the community so that they can know and demonstrate how to provide basic life support in cases of cardiac arrest. Methods: Health education uses the lecture method of discussion accompanied by demonstration with power point media which is assisted with LCD and projector for 30 minutes then followed by demonstration using CPR manikin(Cardiopulmonary Resuscitation) for 10 minutes. A sample size of 30 people in Br. Tek-Tek, Desa Peguyangan, Denpasar Utara with accidental sampling technique. Results: The minimum results achieved are 80% at the point of practicing how to provide pulmonary heart resuscitation and a value of 100% is at 2 points of each evaluation which mentions the meaning of basic life support and mentions the steps of basic life support, while for indications and contraindications from basic life support 90% of participants were able to mention it. Conclusion: Health education program activities and demonstrations about basic life support that have been implemented are very useful to increase knowledge and are expected to be able to practice and provide first aid in cases of respiratory arrest and cardiac arrest. 

Ni Made Sri Muryani; Komang Agus Jerry Widyanata; I Wayan Warditha

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Aging is a process of disappearing slowly the ability of the network to repair, replace itself and maintain its normal structure and function. In an effort to improve the health of the elderly effectively, it needs to be supported by adequate human resource skills where one of them is an elderly Posyandu cadre. After training for elderly cadres and posyandu and elderly gymnastics, it is expected that the performance of the elderly posyandu cadres can be optimized so that they can provide better health services to the elderly. Method: This activity uses the Community Empowering approach with the method of lecturing, discussion and demonstration and this activity is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Result: The formation of elderly cadres, increasing knowledge of the elderly, elderly posyandu and the implementation of elderly gymnastics. Conclusion: Training of elderly posyandu cadres and elderly gymnastics has been carried out well in the form of selection of elderly cadres, implementation of elderly posyandu, andelderly gymnastics through the provision of materials and training for elderly posyandu. It is expected that Puskesmas officers will always supervise and evaluate the elderly posyandu activities in Guwang Village, so that the elderly was monitored for their health conditions.

Siti Supeni, Venny Andreany Sidauruk &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKndalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran PPKn terhadappembentukan karakter disiplin siswa. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 6Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif assosiatif.Populasipenelitian siswa Kelas X SMA Negeri 6 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebanyak 136siswa dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel dengan teknik sensus. Teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan pembelajaranberpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswadengan nilai t hitung 3,148 dan p value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalammelakukan pengelolaan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadappembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 2,561 dan p value 0,012 <0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan evaluasi pembelajaran berpengaruh positif dansignifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 3,120 danp value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan danevaluasi Pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin siswasebesar 32,3% sedang sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar modelpenelitian.Kata kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pembelajaran dan KarakterKedisiplinan

Suprayitno, Erni Widajanti &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan bagi muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 April 2018 jam 19.00 WIB, bertempat di Balai Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Dengan judul: ”Penyuluhan tentang Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan pada muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. Luaran dari kegiatan dari ini diharapkan dapat: 1. Meningkatkan pengetahuan muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.tentang konsep-konsep kewirausahaan agar mereka memiliki pengetahuan yang benar tentang kewirausahaan, sehingga tidak ada kesalahan persepsi tentang kewirausahaan. 2. Membekali muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.wawasan tentang bagaimana mengelola usaha untung mebcapai keunggulan kompetitif. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: 1. Pemilihan peserta pengabdian pada masyarakat, yaitu, Muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. 2. Penyampaian materi penyuluhan, 3. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal dari peserta tentang wirausaha dan cara mengelola usaha kecil, setelah penyuluhan selesai, dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan tentang wirausaha.Kata Kunci: Kewirausahaan dan keunggulan kompetitf.PENDAHULUANJati merupakan sebuah dusun di desa Pilang, kecamatan Masaran, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, negara Indonesia. Dusun ini terletak di bagian utara desa Pilang. Merupakan wilayah yang banyak terdapat produsen batik tulis. Desa Jati Merupakan 1 (satu) dari 13 (Tiga belas) Desa di Kecamatan Masaran dan terletak di sebelah Barat ibu kota Kecamatan Masaran dengan jarak 1 (satu) km dan batas wilayah desa:o Sebelah barat : Desa Kliwonano Sebelah timur : Desa Masarano Sebelah Utara : Desa Pringanomo Sebelah Selatan : Desa KarangmalangJumlah

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

A. Roedy Koesdyantho, Lydia Ersta Kusumaningtyas &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The title of this devotion is "Tutoring to overcome learning difficulties" the guidance of learning is part of the guidance and counseling that has the purpose of guiding the child in order to achieve optimum learning achievement (according to his ability), especially for children who have learning difficulties or those whose value is ugly even though the IQ is not low. Parents and teachers are expected to be mentors for children who like it. However, not all parents and teachers can become mentors to children who are having difficulty learning it well. They need to know what they can do to overcome / guide the child in order to perform optimally. To overcome this it is necessary to have additional knowledge and understanding of learning guidance. The target audience in this devotion program is Non-Productive Society of teachers and parents of kindergarten Lakshmi 7 Surakarta. They need to be given additional knowledge because the kindergarten teacher Lakshmi 7 does not have S1 background but Lakshmi 7 kindergarten teacher only from SMK, so the knowledge about guidance and counseling that should be given to the child is not found in school and not understood at all. so also with the parents of students who only average background of high school graduates they also understand the Guidance and Counseling that should be given also for Children. So that both at school and home children do not get guidance as it should be. While the method used in this devotion is Lecture / counseling and discussion and training. In this case, counseling is deemed best suited to increase their knowledge and understanding of counseling and guidance for children. As the evaluation is used questionnaires and discussions to explore their implementation in the field after counseling. The results of this dedication of parents and teachers to understand the importance of tutoring for children overcome learning difficulties. While the results of training as a guide in learning obtained 77.8% (21 Parents and teachers) can carry out its role as a mentor learning for children. So it can be concluded that the implementation of the devotion of learning guidance to overcome learning difficulties in parents and teachers Kindergarten Lakshmi 7 Turisari Surakarta successful. This can be evidenced from the results of the training that was attended by 27 people already able to be a mentor of 21 people.Keywords: Counseling, Guidance learn to overcome learning difficulties, teachers and parents.

Yusuf, Anita Trisiana &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Various problems with the destruction of the Indonesian nation and state life institutions are increasingly approaching concerns. The emergence of grassroots movements that undermine the people of this nation is increasingly visible and shows a crisis of exemplary in the community, thus giving rise to a series of socio-cultural conflicts that occur in the midst of society in various regions. The participants in this service program are, non-productive society, civic teachers at Senior High School Teacher in Surakarta City. They are a pioneer of Pancasila Teachers who need education and training in the form of Character Development Training activities as one of the activities that will sustain and filter the problems of socio-cultural conflicts that arise in society so that peace and comfortable will be achieved in people's lives. The results of this program are as a part of this service activity in the form of Social manipulation and Models that reflect systematically arranged steps, from an activity consisting of a guide module for Character Building Training with national-scale scientific articles that will support character nation building in the framework of implementing mental revolution . While the method used in this service is CIPP stands for evaluation of the whole based on Context, Inputs, Process, and Product. The results of this service are reducing socio-cultural conflicts in the life of the Pancasila, in order to implement the Mental Revolution. Hopefully all service activities will improve and provide services, and community empowerment.Keywords: Mental Revolution, Education and Training, Character Education, Pancasila

Priyono, Siswadi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PKM yang berjudul: Megolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pakan dan Pupuk Organik Cair melibatkan kelompok mitra yang bisa bersinergis. merupakan kelompok ibu-ibu ”Ngrekso Tuwuh” yang berkecimpung dalam mengelola sampah rumah tangga, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga yang biasanya dibuat pupuk kompos kemudian dikembangkan untuk dibuat pakan ternak/ikan maupun pupuk cair. Dengan demikian lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta mampu menambah penghasilan mitra. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk pakan ternak/ikan dan pupuk cair kemasan serta artikel ilmiah yang dipublikasikan. Untuk mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan sekaligus praktek langsung. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa 1.Kelompok wanita tani ngrekso tuwuh sangat antosias menerima program PKM ini. 2. Pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan pakan dan pupuk organik cair serta padat. 3.Telah dibentuk ketua kelompok untuk menangani program ini yaitu ibu suswati.Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi.Kata kunci: Pakan, Pupuk Cair, Sampah