Publication Search

73,128 articles from 692 journals · 2,111 citations tracked

Showing 981-1000 of 1,253

Analytics

Sintawati, Susi; Jailani, M. Syahran; Arifullah

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Media video animasi merupakan gabungan audio dan visual yang dapat menarik perhatian peserta didik dan mampu memahami objek secara detail. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media video animasi terhadap motivasi pada mata pelajaran fikih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, subjek penelitian adalah guru dan siswa dengan jumlah populasi 1 orang guru dan 36 siswa. Teknik pengumpulan data tes, observasi dan dokumentasi, teknik analisa data menggunakan rumus rata-rata dan uji T. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengaruh media video animasi pada mata pelajaran fikih dengan rata-rata akhir 4,4 dengan kategori sangat baik karena berada pada interval 4,0 – 5,0, motivasi belajar siswa dengan rata-rata akhir  3,73 dengan kategori baik karena berada pada interval 3,0 – 4,0, hasil belajar siswa dengan rata-rata akhir 87,2 dengan kategori baik karena berada pada interval 80 – 89, berdasarkan uji yang menggunakan uji T diperoleh hasil thitung sebesar  35,96 dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikan 1/2 α = 0,025 dan didapatkan ttabel sebesar 2.040, karena thitung berada didaerah penolakan maka penelitian ini H0 ditolak dan Ha diterima

Rizki Ilman Mubaroqah; Iwit Prihatin; Muhamad Firdaus

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis pada materi relasi dan fungsi  yang mencapai tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan model rancangan pengembangan 4D, yang dimodifikasi menjadi 3D, yaitu define (definisi), design (perancangan), development (pengembangan), tanpa menggunakan tahap keempat yaitu disseminate (penyebaran), karena hal ini merujuk kepada tujuan awal dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan media yang valid, praktis dan efektif yang terdapat pada langkah  ketiga pengembangan  model ini yaitu development. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Sengah Temila dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket, dan soal pre-test post test. Berdasarkan hasil penelitian yang pertama adalah validasi aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning yaitu dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebesar 85,416% dalam kriteria sangat valid dengan kategori sangat baik. Yang kedua adalah nilai kepraktisan, dilihat dari nilai angket yang diisi guru dam siswa diperoleh persentase sebesar 83,93% dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya keefektifan, dilihat dari nilai rata-rata siswa dengan merujuk pada skala likert. Artinya, terdapat peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam kemampuan komunikasi matematis, sehingga aplikasi dompet pintar dikatogerikan efektif. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning terhadap kemampuan komunikasi matematis pada materi relasi dan fungsi di SMPN 8 Sengah Temila tergolong valid, praktis, dan efektif untuk digunakan.    

Nadya Elsa Surbakti; Ahmad Zaki; Ahmad Fuadi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan secara khusus yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu di MTs. Negeri 1 Langkat bahwa siswa kelas VII-A bahwasanya guru bidang studi Al-Qur’an Hadits menggunakan model pembelajaran langsung seperti model ceramah dan pemberian tugas berbentuk soal latihan. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan tes. Teknik analisis menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 3 (tiga) siklus. Hasil penelitian bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam meningkatkan Pemahaman siswa pada bidang studi Al-Qur’an Hadits bagi siswa Kelas VII MTs. Negeri 1 Langkat sudah terlaksana dengan baik dan terdapat peningkatan sejak awal pra Siklus yaitu jumlah siswa yang mendapatkan ketuntasan nilai rata-rata yaitu 56,55 siswa yang mendapatkan nilai tuntas pada bidang studi Al-Qur’an Hadits, pada Siklus I meningkat menjadi 63 siswa yang tuntas dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada materi pemahaman. Pada Siklus II tingkat ketuntasan siswa dalam belajar Al-Qur’an Hadits yaitu 78,4 di Kelas VII MTs. Negeri 1 Langkat. Kemudian dianalisis dari Siklus III ketuntasan siswa mencapai 89,8. Dengan demikian, hipotesis penulis telah diuji kebenarannya dan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan fakta-fakta dilapangan yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan melalui hasil tes kemampuan pemahaman siswa pada siklus I, II dan siklus III.

Haerani Haerani

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu kemampuan guru yang harus dilakukan penilaian oleh Kepala Madrasah yaitu menilai hasil pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan bahwa guru hanya melakukan penilaian pada aspek kognitif saja tanpa melakukan penilaian pada aspek afektif dan psikomotorik, masih adanya guru yang tidak membuat analisis hasil belajar siswa, dan masih banyak guru yang tidak membuat dan melaksanakan program remedial bagi siswa yang belum tuntas. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas supervisi akademik Kepala Madrasah sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa di MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2022-2023. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Hasil yang didapatkan selama melaksanakan penelitian yaitu terjadi peningkatan kemampuan guru pada siklus I, II, dan III sebesar 68,63%, 77,88%, dan 86,88%. Sedangkan ketuntasan individu pada siklus I, II, dan III sebesar 25%, 50%, 100%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pembinaan melalui penerapan supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa. Kegiatan supervisi akademik ini juga memiliki efektivitas dalam meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa.

Dayanara Hazrati; Tiur Malasari Siregar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memperoleh E-LKPD yang valid dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (2) Untuk memperoleh E-LKPD yang praktis dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (3) memperoleh E-LKPD yang efektif dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Medan dengan instrumen penelitian yang berupa lembar validasi RPP, lembar validasi materi dan media bahan ajar interaktif, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) E-LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian validator materi dan media, dengan perolehan skor rata-rata berturut-turut 3,68 dan 3,76 yang mana keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). (2) Ditinjau dari aspek kepraktisan, E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan praktis berdasarkan hasil angket respon siswa dan guru. Dari hasil angket respon siswa diperoleh nilai kepraktisan produk yaitu sebesar 79,31% dan hasil angket respon guru memperoleh nilai kepraktisan sebesar 91,66%. Dikarenakan hasil angket respon siswa dan guru berada pada kategori rentang 76%-100%, maka E-LKPD dikategorikan sangat praktis (3) Ditinjau dari aspek keefektifan, E-LKPD dinyatakan efektif. Hal ini dilihat dari: (a) tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal yaitu sebanyak 93% siswa yang mengikuti pembelajaran mencapai nilai 65, (b) tercapainya indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran, dimana rata-rata ketuntasan belajar individual sebesar 86,30 dan (c) siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran

Ratna Dewi Purwati; Tiurlina; Fatihaturosyidah

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada umumnya media yang sering digunakan di sekolah antara lain media gambar dan media abstrak lainnya, media laptop atau komputer, proyektor, pengeras suara, dan alat sejenis lainnya. Kadang-kadang guru lalai menggunakan sumber belajar yang tersedia di daerah terdekat untuk mempromosikan kegiatan belajar.Namun pada penelitian ini peneliti bertujuan menumbuhkan keaktifan siswa dengan menerapkan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran matematika pada materi bangun ruang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian yaitu kualitatif, untuk metode penelitiannya peneliti menggunakan metode deskriptif yang mana dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik yaitu observasi dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SDN Cilegon IX yang beralamatkan di Jl Tumenggung No.9, Jombang Wetan, Kec. Jombang, Kota Cilegon Prov. BantenSaat melakukan pengumpulan data di lapangan peneliti juga melakukan analisis data. Semua data yang telah di dapat kemudian diolah melalui tiga tahap analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan pada penelitian ini bahwa penggunan barang bekas sebagai media pembelajaran ini dapat membuat situasi kelas menjadi hidup karena media ini sangat menarik minat dan perhatian siswa terutama jika siswa dilibatkan langsung untuk berkreasi dan membuat media pembelajaran itu sendiri sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran pada pembelajaran matematika ini dapat mempermudah siswa dalam memahami materi bangun ruang karena dengan menggunakan barang bekas ini siswa dapat mengeksplorasi dan berkreasi membuat media pembelajaran sendiri.

Gita Sonia Simbolon; Glory Indira D. Purba

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang berkualitas dengan kategori valid, praktis, dan efektif, untuk menaikkan kemampuan memecahkan permasalahan matematika peserta didik pada materi program linear. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi bahan ajar interaktif, lembar validasi RPP, lembar validasi angket respon, lembar validasi tes kemampuan, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan siswa. Setelah bahan ajar interaktif, RPP, angket respon dan tes kemampuan dinyatakan valid oleh para ahli, tahap selanjutnya dilakukan uji coba lapangan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari aspek kevalidan menurut penilaian para ahli dengan rata-rata validitas bahan ajar interaktif yaitu 3,44 untuk validasi materi dan 3,49 untuk validasi media dengan kategori sangat layak serta rata-rata validitas RPP adalah 3,54 dengan kategori sangat layak, (2) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari kepraktisan dengan: a) hasil angket respon peserta didik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 80,46% dengan kategori sangat praktis; b) hasil angket respon pendidik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 90,47% dengan kategori sangat praktis; (3) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif melalui: a) aktivitas waktu pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang dikembangkan sama dengan waktu pembelajaran biasa, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di dalam RPP, (b) respon peserta didik terhadap produk pembelajaran positif, dan (c) ketuntasan belajar siswa secara klasikal 88,89%. Melalui uji Gain, tampak bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan menggunakan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual mengalami kenaikan sebesar 0,74 dengan kategori tinggi.  

Muzaro’ah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Setiap guru memiliki kesulitan dan pengalaman mengajar  yang berbeda-beda. Untuk  meningkatkan pemahaman  metode belajar mengajar dan dalam mengatasi kesulitan belajar mengajar, maka dibutuhkan program yang dapat mendukung pengembangan kemampuan guru. Penelitian best practice merupakan salah satu proses pembelajaran bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas diri. Sebab menjadi seorang guru bukanlah akhir dari proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, menginformasikan, meyakinkan, dan menyampaikan kepada pembaca mengenai sesuatu informasi  berbagi best practice baik berupa fakta, pendapat,  pengalaman , dan peristiwa/cerita. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus  Ayodya Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Kegiatan penelitian ini  menggunakan metode  deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan data, Reduksi dan kategorisasi data, Penampilan data, dan Penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrument dihasilkan data bahwa motivasi dan keberhasilan guru dalam  kemampuan berbagi best practice sangat rendah. Jumlah  guru yang menjadi sasaran penelitian  keseluruhan berjumlah 37 orang. Guru yang pernah mengikuti pelatihan dalam  berbagi best practice di prosentasikan  hanya  5,4 % dan keberhasilan dalam menulis  karya sebagai laporan berbagi best practice berada pada angka 0 %. Kondisi ini terjadi karena   masih kurangnya  ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan  berbagi best practice dan cara menulis laporan sebagai karya publikasi,  sarana dan prasarana yang belum memadai , waktu dan modal yang kurang mendukung. Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai analisa awal kebutuhan pengembangan kompetensi guru, sehingga menciptakan guru-guru yang  kreatif , inovatif dan  dan produktif dalam  menciptakan  suasana  edukatif . dan dapat di rasakan kebermanfaatannya oleh dirinya sendiri maupun orang- orang yang ada di sekitarnya.

Chery Yanti

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan yang sering terjadi dalam proses pembelajaran bahwa masih banyak hasil belajar siswa yang tergolong rendah. Siswa kurang dalam memahami materi pembelajaran khususnya pelajaran PKn karena siswa menganggap PKn hanya pelajaran yang memerlukan hafalan. Kurangnya pemanfaatan sumber belajar baik cetak maupun non cetak. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan, terjadi peningkatan daya serap klasikal pada Siklus I dan II sebesar 2,64 dan 3,09. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal pada Siklus I dan II sebesar 63,33% dan 90,00%. Dan daya serap individu pada Siklus I dan II sebanyak 19 siswa dan 27 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw yang digunakan guru dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada pokok bahasan memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia siswa kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Pallangga Kab. Gowa tahun 2021-2022. Selain itu juga, penerapan model Cooperative Learning tipe Jigsaw sangat efektif digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada pokok bahasan memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia siswa kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Pallangga Kab. Gowa tahun 2021-2022.  

Mesi Dewi Wanti; Salmi Wati; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi Afrinaldi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang satu kelompok dengan memperhatikan keheterogenan kelompok, berkerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1 SMK Negeri 1 Koto Baru serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1, wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas XI Multi 1 serta  dokumentasi seperti RPP. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengembangan yang diterapkan kurang sesuai dengan teori yang telah dijabarkan oleh Rusman seperti guru membagi kelompok dengan cara berhitung yang membuat kelompok kurang heterogen yang mana salah satu ciri khas kooperatif adalah kelompok yang berbentuk heterogen, lalu di dalam kelompok ada yang beranggota 6 orang yang disebab kan oleh kondisi atau jumlah siswa yang berlebih. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, setelah persentasi guru mengevaluasi dengan memberikan tugas latihan secara individu dan selesai mengerjakan latihan guru memberikan penjelasan materi yang masih diragukan lalu guru menutup pembelajaran. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, faktor penghambat yaitu saat penempatan kelompok membutuh kan lebih banyak waktu, siswa kurang serius dalam berdiskusi sehingga membuat anggota kelompok lain terganggu, dan ada juga siswa kurang percaya diri saat berdiskusi. Faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw yaitu memicu siswa lebih aktif serta bebas mengemukakan pendapat saat diskusi, meningkatkan daya ingat siswa, meningkatkan hasil belajar, membuat siswa lebih percaya diri, dan meningkatkan keterampilan kerja sama dalam kelompok saat berdiskusi.

Chery Yanti

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menumbuhkan motivasi belajar pada siswa bukanlah hal yang mudah sebab sebagian dari mereka belum menyadari akan pentingnya motivasi belajar bagi dirinya sendiri. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dari 20 siswa kelas VI hanya ada 9 siswa (45%) yang mencapai ketuntasan belajar dengan motivasi belajar yang tinggi dan 11 siswa (55%) lainnya masih belum tuntas. Dari permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terjadi peningkatan daya serap kelompok terhadap motivasi belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik yang terjadi pada Siklus I dan II masing-masing sebesar 69,91% dan 81,43%. Sedangkan peningkatan ketuntasan kelompok terhadap motivasi belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik yang terjadi pada Siklus I dan II masing-masing sebesar 60,00% dan 85,00%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Bajeng Kab. Gowa tahun pelajaran 2019-2020. Selain itu juga, pendekatan saintifik sangat efektif diterapkan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VI MI Negeri 2 Gowa Kec. Bajeng Kab. Gowa tahun pelajaran 2019-2020.  

Rahayu, Ria; Rianty, Ida; Yennizar

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Kartu kata bergambar merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat mendongkrak minat belajar anak usia dini, dengan kartu kata bergambar akan melahirkan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pra siklus, siklus I, siklus II, persentase prasiklus 70% BB, 30% MB, dan pada siklus I 40% BB, 20% MB, 20% BSH, 20% BSB, dan siklus II 0 % BB,  10% MB, 10% BSH, 80% BSB, hasil siklus tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pra siklus anak BB 7 orang anak pada siklus I BB menjadi 4 orang anak, artinya meningkat 50% dan pada siklus II anak BB menjadi 0 yang menunjukkan kemampuan berbahasa anak meningkat 100% pada siklus II. Kesimpulan bahwa dengan penggunaan kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini

Michael Purba; Glory Purba

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk lembar kerja peserta didik (LKPD) Berbasis Problem Based learning (PBL). Penelitian ini menggunakan model pengembangan atau R&D ( Research and development). Subyek penelitian ini sebanyak 30 orang peserta didik di kelas VIII-A SMP Negeri 1 Doloksanggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dikembangkan adalah : (1).Valid dengan indikator penilaian aspek kelayakan isi memproleh nilai presentase 91,79% dengan kategori sangat valid, indikator penelitian berupa aspek penyajian materi memproleh nilai presentase sebesar 95,55% dengan kategori sangat valid, aspek kebahasaan dan nilai presentase sebesar 90% dengan kategori sangat valid dan aspek kegrafikan dengan nilai presentase sebesar 97,03% dengan kategori sangat valid, serta validitas LKPD secara keseluruhan memproleh nilai presentase 94,16% dengan kriteria sangat valid, (2) LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif berdasarkan aspek keefektifan. Keefektifan diproleh dari hasiil ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah 84,33% sehingga secara klasikal telah memenuhi kriteria pencapaian ketuntasan dan siswa yang tuntas belajar dengan presentase 86,66% yang termasuk dalam kategori tuntas. (3) LKPD yang dikembangkan mampu meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa yang mencakup 4 indikator, pada indikator pertama 93% indikator kedua 86% indikator ketiga 81% dan indikator keempat 78%. Sehingga kemampuan penalaran matematis siswa meningkat dari uji coba pretest dan uji coba posttest.

Muhammad Azmi Khoirullah; Syahrul Rihmaul Hikam; Heny kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media smart card (kartu pintar) pada pembelajaran tematik di MI Maslakul Huda Gunungsari. Penelitiannya merupakan lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah Guru kelas IV dan Kepala Sekolah. Adapun teknik pengumpulan data melalu wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media smart card pada pembelajaran tematik dilakukan dengan permainan tepuk kartu dengan langkah-langkah yang telah ditentukan, adapun kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan media smart card ini adalah adanya keterbatasan waktu untuk menyiapkannya sehingga hanya digunakan untuk beberapa pembelajaran saja. Peran media smart card pada pembelajaran tematik adalah sebagai media yang dapat membuat siswa lebih aktif berinteraksi, membuat suasana kelas lebih kondusif, mempermudah guru dalam penyampaian materi, memudahkan siswa mengingat dan memahami materi, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat dikatakan implementasi media smart card sesuai dengan kemampuan.

Ulvia Risa; Zulfani Sesmiarni; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The main problem in this paper is the unsatisfactory student learning outcomes caused by several factors, namely factors from within the students themselves, namely student interest, attention, talent and student IQ and factors from outside the student's self, namely environmental factors. This is evidenced by the lack of students' understanding of historical material about Islam in the modern era (1800-present). In addition, learning activities often only store event names, chronologies, years, and character names. Therefore it is hoped that the use of audio-visual learning media can arouse students' interest and not be boring. The purpose of this research is to find out how the learning outcomes are using audio-visual media in learning Islamic Religious Education Class XI SMKN 2 Bukittinggi. With the research hypothesis, Ha: learning outcomes with audiovisual media are better than learning outcomes without audiovisual media and Ho learning outcomes with audiovisual media are worse than learning outcomes without audiovisual media. Experimental design with group pre-test post-test design. Population and sample class XI. One class was selected as a random sample, namely class XI Boga 3 as the research object. Data collection techniques with testing. The sampling technique used is the sampling technique. Data analysis using statistical analysis. Class XI students of SMKN 2 Bukittinggi perform better when using audiovisual media, according to the author's research on the effect of audiovisual media on student learning outcomes on the topic of PAI. We can see this from the results of the analysis of the t-test (Paired Sample t-Test) with the final data obtained, namely t count = 8.926 > t table = 2.120 with a significant level α = 0.05, it can be concluded that the hypothesis Ha is accepted and Ho was rejected

Elmi Masfufah; Erna Sari; Asshofarul Munafi’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efektivitas proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh peran guru dalam pengelolaan kelas. Hal ini menantang bagi guru untuk mengelola kursus, keragaman kepribadian siswa, kebutuhan, dan gaya belajar. Dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dan efisien, sebuah kelas harus dikelola. Pengajar berusaha untuk menggunakan potensi kelas, memperhatikan siswa secara dekat, dan mengenal mereka satu per satu dalam mencegah munculnya perilaku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar. Pembelajaran sebagai proses memiliki strategi dengan pengelolaan kelas dalam upaya mengefektifkan pembelajaran. Pengajar berupaya menciptakan dan memelihara lingkungan dan kondisi pembelajaran yang t, ideal, dan membahagiakan guna menjamin proses pembelajaran yang efisien dan pembelajaran yang tujuan berhasil dipenuhi. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan teknik pengelolaan kelas yang meningkatkan hasil dan proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari perpustakaan dan bersifat deskriptif kualitatif. Menurut sejumlah penelitian yang telah efektif dalam mengevaluasi, tantangan utama pengajaran adalah mengelola persiapan, demonstrasi, dan pengelolaan proses dan hasil akhir untuk evaluasi diri. Namun, penting untuk ditekankan bahwa instruktur harus memahami model pembelajaran berbasis masalah untuk menerapkan teknik diskusi, presentasi, dan diskusi kelompok yang efisien di kelas.

Amelia Riskika; Charles Charles; Arifmiboy Arifmiboy; Muhiddinur Kamal

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Berdasarkan pada data nilai peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII yang berjumlah 70 orang pada mata pelajaran akidah akhlak tergolong rendah, di mulai dari nilai ulangan harian (UH), ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS) rata-rata berada di bawah KKM, rendahnya hasil belajar siswa di atas sebagai proses pembelajaranyang dilakukan selama ini. Dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penefsiran data, serta penampilan dari hasilnya. Sdangkan jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu peneltian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dari eksperimen berdasarkan perlakuan (Treatment) terhadap suatu unit percobaan dalam batas-batas desain yang ditetapkan pada kelas eksperimen sehingga di peroleh data yang  menggambarkan apa yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Quasy Eksperimental subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII1 jumlah populasi 20 peserta didik. Sampel penelitian yaitu kelas VII3 sebagai kelas ekpsperimen dengan model pembelajaran pemberian Reward, kelas VII1 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Konvesional . teknis analalisis data menggunakan uji nolmalitas dengan uji Shapiro Whilk, dan homogenitas dengan Chi – Square. Dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-t post Group. Berdasarkan data yang telah peneliti kumpulkan menunjukkan bahwa hasil belajar dalam kelompok eksperimen diperoleh rata-rata = rata-rata= 13,29 dan pada kelompok kontrol di peroleh rata-rata= 8,57, sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran reward terhahadap hasil belajar akidah akhlak. Hal ini sesuai dengan perhitungan uji- t dan uji menggunakan SPSS17 yangmana dari uji-t diperoleh hasil t hitung = 11.766 dan nilai t table = 1,734, maka t hitung > t table maka Ho ditolak dan Hi di terima serta perhitungan dengan menggunakan SPSS17 di peroleh nilai signifikan 2-tailed atau nilai sig. (2-tailet)= 0.000 pada taraf nyata,a = 0,05. Karena nilai signifikan 2-tailet <a, yaitu 0, 000< 0,05 maka Ho di tolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh terhadap penerapan model pembelajaran Pemberian Reward terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak kelas VII di MTS S Terpadu guguak Randah.

Tika Syafya Ananda; Supriadi Supriadi; Iswantir Iswantir; Ulva Rahmi

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas X MAN 2 Kota Payakumbuh. Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa ada yang tidak mencapai KKM, siswa belum mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, dan proses pembelajaran diikuti oleh beberapa siswa yang kurang aktif, cenderung diam, melamun, asyik bermain dengan teman sebangku dan bahkan ada yang tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode demonstrasi pada topik bahasan berbasis psikomotor terhadap hasil belajar fikih siswa kelas X di MAN 2 Kota Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di MAN 2 Kota Payakumbuh Tahun Pelajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes akhir belajar yang berbentuk objektif dengan validitas tes. Analisis tes akhir yang diperoleh bahwa kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah dengan teknik korelasi Pearson Product Moment diperoleh signifikansi 0,5262 ≥ 0,2144 maka dapat disimpulkan Ho  ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadap hasil belajar Fikih siswa kelas X  di MAN 2 Kota Payakumbuh.

Zainal Arifin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sudah bukan rahasia lagi dan seolah-olah sudah menajadi asumsi umum bahwa hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah dasar kurang memuaskan.” Masalah yang dimaksud adalah dilihat dari hasil ujian sebagai salah satu barometer keberhasilan pengajaran bahasa Indonesia. Kenyataan tersebut juga pernah penulis jumpai dalam beberapa kali pengalaman mengoreksi hasi ujian cerita rakyat bahasa Indonesia pada siswa. Dari hasil karangan para siswa tersebut banyak sekali penulis jumpai kelemahan-kelemahan siswa dalam penguasaan unsur-unsur pembentuk karangan itu sendiri. Terlepas dari faktor-faktor lain dari kenyataan tersebut, kita dapat berasumsi bahwa pembelajaran bahasa Indonesia khususnya cerita rakyat masih perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari para guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa SDN 15 Pulau Kumbang. Data yang diperoleh berupa hasil tes tanya jawab, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (70,73%), siklus II (80,50%), siklus III (90,24%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah merode pembelajaran imajinatif dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN 15 Pulau Kumbang, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran cerita rakyat bahasa Indonesia.    

Malikhatun Nafi’ah; Ana Naila Miftahuz Zahro; Heni kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.