Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 81-100 of 894

Analytics

Fatahillah, Javandalas Nanda Yasser; Sabani, Agil; Najib, Ramanda Faik Hilmi; Rajib, Rayi Kharisma

Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The development of information technology has driven significant changes in contracting practices, including the emergence of electronic contracts as a form of agreement in digital transactions. This study aims to analyze the legal basis, validity requirements, constituent elements, and legal status of electronic contracts under the Law of ITE, Government Regulation No. 71 of 2019, Government Regulation No. 80 of 2019, and the general principles of agreement in the Civil Code. The research employs a normative juridical method with a qualitative analytical approach through a literature review of legislation and relevant legal doctrine. The study’s findings indicate that electronic contracts fundamentally possess the same validity as conventional written contracts, provided they satisfy the validity requirements of Article 1320 of the Civil Code and the technical provisions set forth in the implementing regulations of the UU ITE. These provisions include the use of reliable electronic systems, adherence to the principles of prudence and good faith, and the provision of clear electronic information. Electronic contracts must also contain the essentialia, naturalia, and accidentalia elements as regulated in Government Regulation No. 71 of 2019, and they are subject to additional rules applicable to electronic transactions under Government Regulation No. 80 of 2019. The implications of this study underscore the importance of raising electronic system security standards, providing legal education for participants in digital transactions, and strengthening regulations on digital proof and evidentiary rules so that electronic contracts can deliver optimal legal certainty.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Nurul Hidayat; Januari Darung; Kartini Kartini; Nirwana Nirwana; Syarima Z +1 more

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Sharing love is a form of caring for others, especially for orphans in orphanages. On Friday 20 September 2024, we held a love sharing event by distributing green bean porridge to orphans at the Puteri Melati `Aisyiyah Orphanage in Sebengkok, Tarakan. This event aims to provide simple happiness and strengthen ties between the community and children in orphanages. Social activities such as sharing food are often considered trivial. In fact, for those living in orphanages, healthy and nutritious food is an important need that is sometimes difficult to meet regularly. By distributing green bean porridge, we not only provide nutritional intake that is beneficial for the body, but also provide happiness and new enthusiasm for the children there. This activity is a form of love that they can feel directly, both through the taste of the food they enjoy and through our presence who provides attention and care. Apart from that, green bean porridge has its own meaning in the tradition of sharing in Indonesian society. As a food that is often associated with moments of togetherness and mutual cooperation, green bean porridge is a symbol of simplicity and sincere love. When this porridge is distributed in orphanages, it is not just food, but becomes a symbol of concern from those who care about the welfare of the children there.  Social concern is an attitude of connection with humanity in general, an empathy for every member of the human community, for example female students. Community service is one of the media to hone student awareness in carrying out community service.

Putri Festiyanti, Wilda; Fikriyah, Nafidatul; Akbar, Jelang; Salsabila, Zulfa; Wahyuningsih, Sri +4 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

kuliah kerja nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi  dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan desa. KKN kelompok 04 STIKes Ibnu Sina Ajibarang dilaksanakan di Desa Kotayasa, kecamatan sumbang, kabupaten Banyumas pada 28 juli – 5 september 2025. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan pelaksanaan program berbasis kebutuhan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat, antaralain melalui sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dasar, kegiatan posyandu balita dan lansia, penyuluhan stunting, serta sosialisasi penggunaan obat  NSAID dan kortikostiroid. Selain itu, kegiatan inovatifs seperti pembuauan sabun cuci piring, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) , senam Bersama PKK, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak berhasil meningkatkan partisipasi dan kemandirian Masyarakat. Factor pendukung meliputi antusiasme warga, dukungan perangkat desa, dan kerja sama lintas sektor.sementara hambatan yang mucul berupa keterbatasan waktu, dana, serta kondisi cuaca. Secara keseluruhan, kegiatan ini  memberikan kontribusi positif dalam aspek Kesehatan, Pendidikan, ekonomi kreatif, dan sosial budaya di Desa Kotayasa.

JAMRONI; Khotimah, Anis; dian, Pramukti

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar belakang : Di seluruh dunia, kemajuan teknologi digital telah mengubah perilaku, gaya hidup, dan cara orang bersosialisasi satu sama lain, terutama melalui penggunaan internet dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kehidupan remaja. Remaja adalah usia transisi dari anak- anak ke dewasa, berkisar antara 10 dan 20 tahun. Pada masa transisi ini, orang biasanya mengalami kegelisahan, konflik dengan orang tua, keinginan untuk mencoba hal baru, dan fantasi tentang masa depan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui penyuluhan bertema menjaga kesehatan mental di era digital yang diikuti oleh 52 siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul Yogyakarta. Dalam penyuluhan ini diberikan paparan tentang pengaruh media sosial dan teknologi digital terhadap kesehatan mental khususnya para remaja adalah sangat beragam, dilanjutkan dengan upaya pencegahan dan dukungan kesehatan mental online, kontrol diri, peranan orang terdekat, masyarakat dan pemerintah. Kegiatan penyuluhan ini diikuti peserta dengan antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi antara peserta dengan nara sumber selama kegiatan berlangsung. Pemaparan materi disampaikan secara interaktif dengan pemutaran video, permainan, diskusi dan berbagi tentang isu- isu terkini seputar masalah remaja yang sedang hangat diberitakan di media sosial. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan. Tujuan: agar siswa siswi dapat menjaga kesehatan mentalnya di era digital ini yang dampaknya ada yang positif juga dampak negatif. Sasaran: Siswa-siswi Kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul,  Yogyakarta. Hasil: Pada Siswa-siswi kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul, Yogyakarta menunjukkan pengetahuan yang meningkat setelah dilakukan penyuluhan tentang Edukasi Menjaga Kesehatan

Arjuna Seva Aristya; Alip Suroto; Arinta Desti Larasati

Jurnal Pariwisata Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Mozzarella cheese is traditionally made using rennet, an enzyme derived from the stomach lining of ruminant animals that plays a key role in coagulating milk. While effective, rennet has certain limitations such as its limited availability, relatively high cost, and concerns among vegetarians and certain religious groups regarding its animal origin. As a result, alternative coagulants that are easier to obtain, plant-based, and more environmentally friendly have gained interest. One such natural ingredient is lemon juice, which contains citric acid and can mimic the coagulation effect of rennet. This study aims to explore the effectiveness of lemon juice as a rennet substitute in the production of mozzarella cheese, specifically when applied in a food product like cheese-stuffed potato balls. The research involved organoleptic testing by 30 panelists to evaluate five sensory aspects: color, aroma, taste, texture, and overall acceptance. Several formulations were tested, and the sample containing 20 ml of lemon juice, 2 grams of citric acid, and an additional herb mix (Sample C) was rated the highest in preference across most parameters. The findings suggest that lemon juice is a viable alternative to rennet in mozzarella cheese making, particularly for small-scale or home-based production. It not only delivers acceptable sensory qualities but is also more accessible and affordable. Moreover, using lemon juice supports the development of more sustainable and vegetarian-friendly food options. In conclusion, lemon juice can successfully replace animal-based rennet, making mozzarella cheese production more inclusive, cost-effective, and environmentally conscious.

Muhammad Abdullah Mafahir; Nofi Puji Lestari; Ferdiyan Yefta Melkisua Berelaka; Agustina Puji Nilamsari; Adhelia Ayu Putri +1 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Through the Field Work Lecture (KKL) program at PT Yakult Indonesia Persada, this community service activity was carried out with the aim of providing practical experience for students related to the implementation of Human Capital Management (HCM) in the industrial world. This program not only aims to provide theoretical insight, but also introduces students to the application of important concepts in human resource management in companies. The focus of the activity covers various aspects, such as the recruitment process, training programs and career development, and the reward system implemented at PT Yakult. This activity also provides an understanding of the important role of HCM in improving company performance through effective employee management. The results of the activity show that PT Yakult has developed a continuous training pattern aimed at improving employee competencies as a whole. In addition, the company also conducts employee talent mapping that allows for a systematic career path, which provides development opportunities for each individual within the company. The benefits obtained by students from this activity are not only increased knowledge of HCM, but also strengthened analytical skills, developed professional attitudes, and preparedness to face challenges in an increasingly dynamic workplace. Therefore, this KKL program is a very important tool for building stronger synergy between universities and the industrial world, so that students can be better prepared and competent in facing the ever-growing needs of industry.

Muhammad Abdullah Mafahir; Nofi Puji Lestari; Ferdiyan Yefta Melkisua Berelaka; Agustina Puji Nilamsari; Adhelia Ayu Putri +1 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Through the Field Work Lecture (KKL) program at PT Yakult Indonesia Persada, this community service activity was carried out with the aim of providing practical experience for students related to the implementation of Human Capital Management (HCM) in the industrial world. This program not only aims to provide theoretical insight, but also introduces students to the application of important concepts in human resource management in companies. The focus of the activity covers various aspects, such as the recruitment process, training programs and career development, and the reward system implemented at PT Yakult. This activity also provides an understanding of the important role of HCM in improving company performance through effective employee management. The results of the activity show that PT Yakult has developed a continuous training pattern aimed at improving employee competencies as a whole. In addition, the company also conducts employee talent mapping that allows for a systematic career path, which provides development opportunities for each individual within the company. The benefits obtained by students from this activity are not only increased knowledge of HCM, but also strengthened analytical skills, developed professional attitudes, and preparedness to face challenges in an increasingly dynamic workplace. Therefore, this KKL program is a very important tool for building stronger synergy between universities and the industrial world, so that students can be better prepared and competent in facing the ever-growing needs of industry.

Lulus Anggun Listiyani; Anissahrotul Hidayah; Masna KhoerotuNisa; Fitria Handayani; M. Alwi Athoillah +2 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to examine the effect of applying Dual Coding-based audiovisual learning methods on the learning comprehension of fifth- and sixth-grade students at SDN 2 Korowelanganyar. The research background arises from the issue of low student understanding due to monotonous teaching methods and lecture dominance. Dual Coding integrates verbal (audio) and visual (images, videos) channels, making information easier to process and retain. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, namely the Nonequivalent Control Group Design. A total of 60 students were involved, divided into experimental and control groups. Data were collected through pretest and posttest, then analyzed using a t-test. Results indicated no significant difference between groups in the pretest. However, the posttest revealed a significant difference, with the experimental group achieving a higher mean score (94.67) compared to the control group (84.00). These findings demonstrate that audiovisual Dual Coding significantly improves students’ learning comprehension. Therefore, this method can serve as an effective and interactive learning strategy aligned with the cognitive development of elementary school students.

Trisnabura Trisnabura; Nur Sakinah; Natalia Merciyana; Elisabeth Bela; Magdalena Nona Irmin +2 more

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to describe the form and function of negation elements in the syntactic structure of Chairil Anwar's poetry anthology. The research method is descriptive qualitative with linguistic approach. The data sources are poetry texts by Chairil Anwar consisting of nine titles of Chairil Anwar's poems: Aku, Diponegoro, Karawang-Bekasi, Derai-Derai Cemara, Senja di Pelabuhan Kecil, Cintaku Jauh di Pulau, Hampa, Tak Sepadan and Siap Sedia. The data was collected using the documentation method, namely reading and scrutinizing the poetry texts to identify sentences that contain negation elements. The data found were then recorded and classified based on the form and location of the negation element in the syntactic structure of the sentence. Data analysis was conducted through several stages, namely: 1) identifying negation elements (all word/phrase elements containing negation elements in the poem); 2) classifying negation forms based on their types such as not, not, none, yet or don't; 3) analyzing syntactic structure (how the negation element functions in the syntactic structure, whether in predicate, subject, object or adverb; 4) interpreting the meaning and semantic and stylistic functions of negation elements in the context of the whole poem. To maintain data validity, this research uses theoretical triangulation by referring to various linguistic references (especially syntax and semantics) as well as previous studies on Chairil Anwar's poetry. In addition, data validation is done through cross-checking between readers on the results of identification and analysis. The results show that the element of negation plays a central role in shaping the syntactic structure, meaning and ideological and emotional character of his poetry. 

Wulandari, Septi; Rizka Syahira Ramadhani; Nadia Salsa Bila; Fiza Istanti Nur Rosida; Dimas Syahputra Aidil Laqod

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang memiliki potensi culture site gerabah. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1930an, produk awal yang dihasilkan berupa bentuk boneka pengantin. Tantangan yang dihadapi pengrajin gerabah meliputi tantangan internal dan tantangan eksternal. Pengabdian masyarakat dilakukan menggunakan metode kualitatif pendekatan partisipatif perajin gerabah yang terlibat dalam merencanakan kegiatan berdasarkan wawancara untuk menelaah permasalahan, FGD (Focus Group Discusson), serta mengimplementasi sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Tujuan pengabdian ini memberikan pendampingan kepada pengrajin gerabah untuk meningkatkan strategi pemasaran digital, membantu pengrajin gerabah untuk membuat desain inovasi yang sesuai dengan tren pasar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman pengrajin gerabah terkait pengelolaan platform digital sebagai sarana pemasaran. Pendampingan ini mencakup pelatihan strategi digital marketing melalui penggunaan media sosial, pengelolaan marketplace (Shopee dan Tokopedia) yang digunakan untuk menjangkau pasar secara luas.

Amalia, Nabilla; Afrizal Afrizal; Rizky Octa Putri Charin

JUREKSI (Journal of Islamic Economics and Finance) 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pada masa kepengurusan sebelumnya, BUMDes Teluk Bakau belum berjalan secara maksimal, sehingga belum dapat memberikan sumbangan terhadap PADes. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk inovasi yang diterapkan oleh BUMDes Teluk Bakau dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa pada tahun 2023. Penelitian ini mengacu pada teori inovasi yang dikemukakan oleh Geoff Mulgan dan David Albury (2003), serta menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini mencakup unsur Pemerintah Desa, Direktur BUMDes “Bina Sejahtera”, BPD, Tokoh Masyarakat, serta pihak ketiga (kemitraan) yang diperlukan untuk mendapatkan informasi terkait BUMDes dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Inovasi produk, yang dijalankan oleh BUMDes berhasil menciptakan dan mengembangkan produk baru yang memanfaatkan potensi lokal, menciptakan peluang kerja dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa. (2) Inovasi proses, Pemerintah Desa memberikan dukungan berupa pelatihan kepada pengurus BUMDes untuk memperkuat kemampuan dalam mengelola unit usaha, menerapkan surat perjanjian yang sebelumnya tidak ada. (3) Inovasi metode pelayanan, pada inovasi ini BUMDes hanya melakukan optimalisasi terkait komunikasi antara BUMDes dengan masyarakat. (4) Inovasi strategi kebijakan, sejauh ini BUMDes tidak ada inovasi baru terkait strategi kebijakan, hanya menekankan keterbukaan dan keterlibatan masyarakat melalui pelaksanaan rapat monitorng dan evaluasi setiap tiga bulan sekali, pendekatan ini berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. (5) Inovasi sistem, BUMDes mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak eksternal. Inovasi ini merupakan inovasi baru. Kemitraan ini mencerminkan kapasitas BUMDes dalam memperluas jaringan kerja, meningkatkan pendapatan unit usaha, serta membuka peluang ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Agung Citra Resmi Wulangsih; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan abad ke-21 menuntut adanya pengembangan kognitif sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik penghayat Sapta Darma Kelas 5 di SDN  Samban 2 Kabupaten Semarang, melalui penerapan media puzzle simbol pribadi manusia. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu media belajar puzzle Simbol Pribadi Manusia, sedangkan kemampuan kognitif sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan puzzle simbol pribadi manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Budi Pekerti. Data dikumpulkan melalui instrumen penilaian observasi kemampuan kognitif, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data yang bersifat naratif dan verifikasi data dengan penarikan kesimpulan yang digunakan untuk menentukan peningkatan kemampuan anak dalam memahami dan menjelaskan makna, warna serta bentuk pada simbol pribadi manusia menggunakan permainan puzzle. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif peserta didik. Siklus I memperoleh persentase 33% dengan nilai rata-rata 62 meningkat pada siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 82,5. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran puzzle Simbol Pribadi Manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.

Yunita Rahmawati; Agus Cahyono

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ledhek Mbarang is a form of folk art typical of Blora Regency which still survives and develops amidst the currents of modernization and social change. This art is characterized by performances that are performed by moving from house to house, resembling the concept of traveling buskers, but with a strong content of dance, music, and local traditions. This study aims to describe in depth the form of Ledhek Mbarang performance in Dologan Village, Japah District, Blora Regency, including its supporting elements, the performance process, and the challenges faced in its preservation. The research method used is a qualitative method with an ethnochoreological approach, which combines ethnographic studies with dance art analysis. Data were collected through direct observation of the performance, visual documentation, and in-depth interviews with artists, audiences, and local community leaders. The research results show that the Ledhek Mbarang performance comprises several key elements: sound design involving gamelan as musical accompaniment, performers consisting of dancers and gamelan musicians, communicative and interactive dance movements, makeup and costume that reflect traditional identity, and the use of specific props to enhance the performance's expressiveness. The performance typically begins with the beating of drums or jedor (a traditional drum) on the roadside to signal the beginning of Ledhek Mbarang. 

Aurellia Zayyani; Lucky Nurhadiyanto

FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Dating violence among adolescents is a phenomenon that is often unnoticed and hidden behind relationships considered to be normal. Many adolescents get caught in unhealthy relationships due to a lack of understanding about boundaries and the types of violence that can occur in dating relationships, such as physical, verbal, emotional, and sexual abuse. Dating violence is often seen as part of the normal dynamics of a relationship, but it can have significant negative impacts on the mental and physical health of adolescents involved. This study aims to provide education on the importance of recognizing signs of dating violence and to encourage adolescents to build healthy, equitable relationships. Through educational activities, it is hoped that adolescents can increase their awareness of dating violence, understand the importance of boundaries, and gain the courage to take action if they or their partners experience violence. This education also aims to foster empathy, respect, and healthy communication skills between adolescent couples. The education provided includes information that helps adolescents recognize the different forms of violence and how to avoid them. It also emphasizes the importance of open communication and mutual support in relationships. With good communication skills, adolescents are expected to resolve conflicts constructively and keep their relationships positive. Values of equality and mutual respect in relationships are also introduced to ensure that both partners feel valued and respected. With a better understanding of healthy relationships, it is hoped that adolescents will be able to make better decisions in their relationships. Through ongoing education, dating violence can be prevented from an early age. This will allow adolescents to engage in safer, more respectful, and positive relationships, while reducing the negative effects of dating violence.

Grace Stella Amoreta Lomi; Eny Kusumastuti

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Golek Gonjing Miring Dance is one of the classical dance works created by Dona Dhian Ginanjar in 2019. This work is interesting to study because it combines two classical Javanese dance styles, namely the soft and feminine Surakarta style and the firm and masculine Yogyakarta style, as a symbol of the duality of women's nature. The theme of this dance tells the story of the angels who came down from heaven to have fun on earth, which is visualized through smooth and expressive choreography with a variety of traditional movements. The accompanying music uses Gendhing Ladrang Gonjing Miring Laras Pelog Nem, which supports the mystical and graceful atmosphere in the performance. Supporting aspects such as make-up, costume design, stage design, and lighting design also strengthen the delivery of artistic and symbolic meaning in this work. This study aims to describe the choreographic form of the Golek Gonjing Miring Dance, musical structure, and supporting visual elements that form an aesthetic unity in the performance. The results of the study show that the Golek Gonjing Miring Dance is not only a medium for preserving Javanese classical dance culture, but also a form of innovation that represents female characters in a more complex way.

Dwi Ely Wardani

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Era baru dan alih fungsi bangunan membawa dampak perubahan pada fasad bangunan dari langgam arsitektur aslinya, hal tersebut juga terjadi di Jalan Malioboro yang merupakan kawasan Cagar Budaya dan tujuan wisata. Kajian Langgan Arsitektur Fasad Bangunan Sisi barat Jalan Malioboro adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mempertankan nilai historis kawasan dan mengembalikan visual arsitektur yang berada di poros imajiner Sumbu Filosofis. Penelitian ini berdasar pada sebuah kajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis langgam Arsitektur fasad bangunan komersial khususnya di sisi Barat Jalan Malioboro. Dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam menghasilkan suatu dokumen perencanaan teknis fasad sumbu filosofi yang sesuai dengan langgam arsitektur aslinya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu sebuah metode yang memberikan gambaran atau mendeskripsikan detail dari objek penelitian, dimana dalam prosesnya dimulai dengan mengumpulkan data-data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Sedangkan analisis, dilakukan terhadap elemen-elemen fasad bangunan yang meliputi elemen bentuk, ornamen, komposisi simetri, irama, geometri, unsur warna, pintu, jendela dan bentuk atap bangunan.

Sri Rahayu Ningsih; Ikaputra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini membahas transformasi morfologi Desa Sesua, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sejak masa awal pembentukannya pada tahun 1932 hingga tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi visual, dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi desa mengalami tiga fase utama: fase pembentukan dengan hunian rumah panjang komunal, fase transisi yang ditandai pergeseran ke rumah-rumah pribadi, serta fase perkembangan di mana permukiman menyebar mengikuti pembangunan infrastruktur jalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan meliputi nilai budaya Dayak Bulusu, kebijakan pemerintah, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan akses jalan menuju kebun serta jalur utama desa. Studi ini menegaskan bahwa perubahan bentuk fisik desa tidak menghapus nilai-nilai budaya lokal, melainkan menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan kebijakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan permukiman yang sensitif terhadap konteks lokal dan berkelanjutan.

Jeanny Laurens Pinassang; Stivani Ayuning Suwarlan; Gladies Imanda Utami Rangkuty

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Urbanisasi yang berkembang pesat telah menjadi isu utama dalam peningkatan konsumsi energi di wilayah perkotaan. Sebagian besar rumah-rumah di zona permukimam pada zaman kini juga dikonstruksi melekat satu sama lain, menyebabkan ventilasi udara alami bekerja tidak optimal dan mengharuskan para penghuni untuk menggunakan alat pengontrol termal untuk mencapai kenyamanan termal mereka. Dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif melalui simulasi digital, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apabila bentukan rumah panggung seperti Rumah Limas Potong mampu mencapai kenyamanan termal untuk penggunaannya di masa depan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah panggung mustahil untuk meraih kenyamanan termal dengan iklim tropis terkini. Perlu dilakukan lagi eksperimen waktu-nyata pada rumah-rumah panggung dengan atau tanpa sistem pendinginan pasif untuk hasil dan akurasi yang lebih baik dalam meraih permukiman yang hemat energi.