Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 81-89 of 89

Analytics

Neni Randan, Salti; Srima Ayurein, Nisa; Andarias Allo, Dewi

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pernikahan telah dirancang oleh Allah sendiri dengan tujuan kebaikan manusia. Dalam keluarga Kristen, pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting. Hal ini telah diamanatkan Allah kepada manusia sejak semula “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi …” (Kejadian 1:28). Pernikahan dianugerahkan agar suami dan istri dapat saling meneguhkan, dengan hidup bersama dengan setia dalam kekurangan dan kelimpahan, dalam suka dan duka. Pasangan suami-istri dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui kesenangan persatuan tubuh dapat meneguhkan persatuan hati dan hidupnya. Karena pernikahan adalah salah satu mandat dari Allah, manusia patut menjaga kekudusan pernikahan. Dengan demikian, kehidupan pernikahan akan menjadi harmonis dengan dasar Takut akan Allah. Namun, telah banyak pernikahan Kristen yang berujung pada perceraian. Pandangan tentang berkat yang terkait dengan pernikahan alkitabiah semakin susut. Padahal, pernikahan merupakan suatu perjanjian sakral. Karena itu, menjadi permasalahan dalam tulisan ini ialah bagaimana teologi Paulus mengenai pernikahan ditinjau dari kitab 1 Korintus 7. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, melalui studi kepustakaan dengan tujuan bahwa pasangan suami-istri mengerti makna, tujuan, dan dasar yang menjadi keteguhan sebuah pernikahan yakni teladan kasih Kristus, yang sekaligus menjadi hasil dari pembahasan ini.

Jabar Ali , Suyuti Malik

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2022 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pada era globalisasi saat ini dengan mudahnya kita dapat menemukan berbagai macam teknologi, dari yang sederhana sampai dengan yang tercanggih. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ini membantu mempermudah pekerjaan. Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam suatu perusahaan ataupun instansi dapat dikomputerisasikan,dalam hal ini bidang-bidang yang dianggap penting dan utama, contohnya ; membuat surat pengantar KTP, SKCK, mengurus Surat Kematian, dan membuat Surat ijin usaha, karena hal ini dapat mendukung keberhasilan suatu peusahaan dalam mencapai tujuanya Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dibawah Kecamatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada camat. Kelurahan mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Camat serta melaksanakan tugas pemerintahan lainnya sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Kelurahan sebagai sentra pelayanan publik diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada warga yang mengurus segala keperluan yang terkait dengan administrasi kependudukan. Semua urusan mulai dari pengurusan KTP, PBB, IMB bahkan urusan pernikahan atau perceraian bemuara di kantor ini.

Jabar Ali , Suyuti Malik

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2022 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pada era globalisasi saat ini dengan mudahnya kita dapat menemukan berbagai macam teknologi, dari yang sederhana sampai dengan yang tercanggih. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ini membantu mempermudah pekerjaan. Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam suatu perusahaan ataupun instansi dapat dikomputerisasikan,dalam hal ini bidang-bidang yang dianggap penting dan utama, contohnya ; membuat surat pengantar KTP, SKCK, mengurus Surat Kematian, dan membuat Surat ijin usaha, karena hal ini dapat mendukung keberhasilan suatu peusahaan dalam mencapai tujuanya Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dibawah Kecamatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada camat. Kelurahan mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Camat serta melaksanakan tugas pemerintahan lainnya sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Kelurahan sebagai sentra pelayanan publik diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada warga yang mengurus segala keperluan yang terkait dengan administrasi kependudukan. Semua urusan mulai dari pengurusan KTP, PBB, IMB bahkan urusan pernikahan atau perceraian bemuara di kantor ini.

Ali Qosim

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2021 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The marriage agreement is an agreement made between the prospective spouses which regulates the rights and obligations between the prospective partners after the marriage occurs. The main problem in this thesis is how Islamic law views the content and existence of a marriage agreement before the marriage ceremony and how the effectiveness of the marriage agreement is in an effort to prevent divorce. The writing method in this thesis is a descriptive qualitative method using a type of library research, namely research that aims to be carried out by reading books and collecting data contained in rooms related to libraries, such as books, journals and materials related to problems in research and etc. Data and data sources used in this study are primary data sources, secondary data sources and tertiary data sources. Methods of data collection using the method of research literature and documentation.‎ What is the view of Islamic law regarding the contents and existence of a marriage agreement before the marriage ceremony is that the law of a marriage agreement is mubah law (permit), in the sense that not everyone who is about to get married must agree, there are also those who do not want to make an agreement. Meanwhile, the content of the marriage agreement is related to anything, as long as it does not violate legal boundaries. How is the effectiveness of a marriage agreement in an effort to prevent divorce, namely in making a marriage agreement that has benefits including avoiding divorce, for example a husband and wife make an agreement if there is a divorce, the agreement is that if there is a divorce, property belongs to a wife, therefore the husband does not divorce his wife because if the husband divorces his wife then nothing will get.

Budi NU, Santoso; Rahmat, Doris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bentuk kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan (suami) berisiko mengakibatkan efek psikologis bagi korban (istri/perempuan), diantaranya, mengalami peningkatan depresi, rendah diri, dan tekanan psikologis. Tingkat keparahan kekerasan fisik ini juga dapat memprediksi tingkat depresi pada korban. Rata- rata gangguan stres pasca trauma pada perempuan yang mengalami siksaan secara fisik cukup tinggi menyatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dikaitkan dengan kuantitas kejadianya, kualitas peristiwa dan perilaku negatif anggota keluarga dapat menjerumuskan kepada kehancuran dan perceraian keluarga. Efek kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya menimpa perempuan yang menjadi korban. Kekerasan tersebut juga berakibat buruk pada anak, yaitu mengganggu perkembangan Anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, mengalami masalah psikologis, emosional, perilaku, masalah sosial dan akademik. Kekerasan sering kali terjadi pada perempuan disebabkan adanya pandangan masyarakat Kata kunci:Perlindungan, Kdrt

Alfina Wildatul Fitriyah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Sexual needs are one of the factors that often cause rifts in the household, the harmony that should be created is lost little by little because the needs of mental sustenance are not met. This can have a negative impact on the sustainability of the household so that it does not cause a little divorce. To minimize the number of divorce rates, the sexual needs of couples must be considered again. This research uses the field research method, which is research carried out directly into the field to ask and observe the people who are being researched through interactions to learn about them, their life history, their habits, their hopes, fears, and dreams. Researchers meet new people or communities, develop friendships, and discover new social worlds, often considered fun. The results of research on divorce problems caused by factors of sexual need are caused by the lack of good communication between husband and wife in conveying the desire of sexual desire that makes husband and wife no longer able to maintain their domestic relationship. According to Islamic law, sexual relations are one of the obligations of the husband and become the right of isti in his mental sustenance.

Qoidul Khoir

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This article aims to describe the review of Islamic law on the obligations of a father who abandoned the maintenance of the child in the decision of the Supreme Court number 608/K/AG/2003 and describing a living madliyah children after divorce based on the protection of children's rights in Law Number 23 Year 2002 on the Protection of Children. This research is included in the type of normative legal research, using a statutory approach and a conceptual approach. The processing of legal materials in normative legal research is by means of literature studies which are described and then linked between one legal material and other legal materials, especially the relationship between the elements covered in the research problem. So it is presented in a systematic writing form to answer the problems that have been formulated in this research. The result showed that the duty of a father to meet child support does not become payable if the elapsed time, but it could be due to maintenance if there is a decision of the judge. This imposition on the grounds that the father in condition to be able to work deliberately remiss. Supreme Court Decision No. 608/K/AG/2003 does not conflict with Islamic law. Every parent has an obligation to be responsible for nurturing, nurture, educate, and protect children. Deliberateness of a father neglects the obligation to provide maintenance, so that children can not get their rights and suffer a loss, then it can be described as acts of negligence as regulated in Law Number 23 of 2002 on the Protection of Children

Putri Pertiwi, Erinda Dhayana; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau biasa disebut kekerasan domestik (domestic violence) merupakan suatu masalah yang sangat khas karena kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada semua lapisan masyarakat. Sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga khususnya penelantaran rumah tangga ini adalah anak. Kedudukan anak dalam rumah tangga lebih lemah, dan lebih rendah dari pada orang dewasa dan masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya. Penelantaran anak merupakan bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak, karena ia masuk kedalam kekerasan secara sosial (social abuse), Kekerasan yag bersifat psikis dan sosial (struktural) juga membawa dampak buruk dan permanen terhadap anak. Berdasarkan uraian diatas, perumusan masalah dalam penulisan skripsi ini yang pertama adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga, kedua adalah bagaimana kajian kriminologi terhadap penelantaran anak sebagai jenis kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Untuk mendekati permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Analisis ini yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga dapat dijelaskan menggunakan teori kriminologi meliputi teori differential association dan teori sosio-kultural (sosiologi kriminal), adapula faktor-faktor lain yang berkaitan dengan penelantaran terhadap anak, antara lain: faktor perceraian orang tua, faktor kemiskinan, faktor lingkungan dan faktor pendidikan. Kajian Kriminologi Terhadap Pelaku Penelantaran Anak dapat dijelaskan dengan teori kriminologi yaitu differential association terkait dengan perilaku kejahatan yang dipelajari karena faktor eksternal dan yang meliputi teknik dan motifnya. Kajian Penelantaran Anak Sebagai Jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu berupa penelantaran anak yang dilakukan oleh orang tuanya temasuk dalam jenis kekerasan yang terjadi dalam lingkup rumah tangga yaitu penelentaran dalam rumah tangga yang sesuai menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada pasal 9 ayat 1.

Bambang Ali Kusumo, Nur Cholifah &

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

AbstractProvision of living child after the divorce is the duty of parents, especially fathers, In prctice the father of the obligations does not conform to the religious court’s decition. Given this, the parties raising and educating children should be proactively reminded to fulfill its obligations and the religious must be proactive to oversee the execution of its decition. Key words: a living child,  religious court decition.