SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 81-99 of 99

Analytics

Dea Pitaloca; Nasywa Iedha Khaerunisa Anrose; Nadia Aristawati Daniswara; Maulia Depria Kembara

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Sexual harassment, which jeopardizes human rights and poses a threat to individual’s well-being within society, is a type of violence. The increasing prevalence of sexual harassment cases has become a crucial societal concern, as it can transpire indiscriminately. This study intends to elucidate how Pancasila is implemented to address sexual harassment in the community. Pancasila, as the fundamental principles of the Indonesian state, encompasses pertinent values such as justice, unity, equality, and humanity, which serve as a foundation for combating sexual harassment. The research methodology employed entails a literature review incorporating library studies.

Hanifah Miftahul Jannah; Insani Nurul Qolbi; Naila Nabila Fuadi; Maulia Depriya Kembara

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Sexual violence in campus settings has become an increasingly concerning issue in Indonesia. From the perspective of Pancasila as an ethical system, sexual violence is an action that contradicts the noble values of the Indonesian nation. Campuses should be a safe and comfortable environment for everyone, especially students, but the reality is that there are still many cases of sexual violence occurring within them. The purpose of this article is to discuss sexual violence in campus settings from the perspective of Pancasila as an ethical system. The method used is a qualitative approach by conducting a literature review related to sexual violence in campus settings and the values of Pancasila. The results show that sexual violence is an action that contradicts the values of Pancasila, such as social justice, fair and humane treatment, and mutual cooperation. Therefore, efforts to prevent and address sexual violence in campus settings must prioritize these Pancasila values. Some efforts that can be taken include raising awareness among students and campus staff about sexual violence, promoting a culture that values diversity and strengthens solidarity between students and campus staff, and improving the effectiveness of legal action against perpetrators of sexual violence. Thus, it is hoped that a safe, comfortable, and human rights-respecting campus environment can be created.

Oktavia Theresia Ompu Sunggu; Khairunnisa Khairunnisa; Ratna Sari Dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah kurangnya tingkat penerapan karakter baik dalam masyarakat Indonesia dapat membahayakan penurunan nilai karakter di masyarakat. metode penelitian yang kami gunakan yaitu pendekatan kualitatif secara deskriptif yang hasil datanya kami dapat dengan melakukan kajian studi literatur pada buku, jurnal beserta artikel ilmiah yang sangat relevan. Penelitian ini membahas tentang menciptakan masyarakat berkarakter. Untuk menciptakan masyarakat berkarakter maka masyarakat diharuskan untuk belajar Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter harus mampu menumbuhkan karakter baik di masyarakat Indonesia. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Hasil dari penelitian yang kami buat yaitu pentingnya menciptakan masyarakat yang berkarakter di Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan karakter masyarakat dan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat Pancasila. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Maka dari itu, menciptakan masyarakat berkarakter sangatlah perlu guna menjadi masyarakat Indonesia yang memiliki karakter baik sesuai dengan yang ada dalam nilai-nilai Pancasila dan UUD.

Lenni Sitorus

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kepercayaan atau Keyakinan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sudah dimiliki oleh suku Batak Toba ini sudah mereka yakini sejak dahulu kala jauh sebelum agama asing memasuki nusantara Indonesia. Kepercyaa atau keyakinan tersebut adalah Ugamo Malim. Kepercayaan Ugamo Malim merupakan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui persembahan suci dan yang mempersembahkan juga harus bersih dan suci yang juga merupakan perwujudan sila pertama Pancasila, dan diatur dalam Undang Undang Dasar 1945. Ugamo Malin memiliki ajaran dan tuntunan yang sesuai dengan Pancasila. Penganut kepercayaan Ugamo Malim terus berkurang jumlahnya, namun masyarakat adat Batak Toba terus melestarikan budaya leluhur ini.

Fadilah, Nida; Ulfatun Najicha, Fatma

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Pancasila merupakan landasan dalam berbagai pelaksanaan kehidupan bermasyarakat maupun pendidikan bagi warga negara. Sila pertama pancasila yaitu ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ merupakan salah satu kunci dalam membangun keyakinan beragama dan toleransi warga negara karena tanpa adanya keyakinan beragama dan toleransi suatu bangsa akan terpecah belah melalui ancaman dari dalam negeri sendiri. Universitas Sebelas Maret atau sering disebut UNS merupakan salah satu universitas negeri terbesar yang ada di Surakarta, Jawa Tengah. Dalam era pandemi Covid-19 UNS menerapkan sistem pembelajaran daring dimana terdapat kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui implementasi nilai-nilai pancasila sila pertama oleh mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring di UNS. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian, dilakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner ke subjek penelitian terkait. Dari hasil yang didapat, mahasiswa dapat menanamkan sikap toleransi dan melaksanakan ibadah dengan baik sebagai bentuk dari implementasi nilai-nilai pancasila sila pertama. Kata Kunci: pancasila, implementasi, sila pertama, mahasiswa   ABSTRACT Pancasila is the foundation in various implementations of social life and education for citizens. The first principle of Pancasila, namely ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ is one of the keys in building religious belief and tolerance of citizens because without religious belief and tolerance a nation will be divided through threats from within its own country. Universitas Sebelas Maret or often called UNS is one of the largest public universities in Surakarta, Central Java. In the era of the Covid-19 pandemic, UNS implemented an online learning system where there were advantages and disadvantages. This research was conducted to determine the implementation of the first Pancasila values ​​by students in the implementation of online learning at UNS. To meet the research needs, data was collected by distributing questionnaires to related research subjects. From the results obtained, students can instill an attitude of tolerance and carry out worship properly as a form of implementing the values ​​of the first precepts of Pancasila. Keywords: Pancasila, implementation, the first principle, student

Hanifa Sukma, Hanifa Sukma; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRACTThe purpose of this study is to know the application of the results and factors in the inventor yof cooperative learning of google meet based jigsaw type in improving the achievement oflearning outcomes of PPKn. Subjects Pancasila Class XI SMAN Gondangrejo in pandemicpomemi Covid-19 years lesson 2020/2021. The type of research in qualitative research usingdescriptive approach. The subjects studied were the mp and the study of the class of educationclass and the study of XI class. Data mining research using interviews, The observation anddocumentation. The result of the study are the Covid-19 period of the Covid-19 pandemicthat encourage learners to be particularly generous in their learning, using the google meetmethod of cooperative learning , the cooperative learning type jigsaw meet, they can beconsistent with specifically off civic education on the subject of Pancasila. Which is acomplex enough subject for students to understand.Key word : Cooperative Learning Tipe jigsaw, Google Meet, Study achievement.

Bambang Agus Windusancono; M. Daeni

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Perempuan memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan dunia dan perkembangan manusia setiap era kehidupan manusia. Dengan adanya perkembangan agar  bisa  melakukan  adaptasi  pada  perkembangan zaman,  hal  ini  memberi  peluang perempuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pola asuh  keluarga dan kreatifitasnya sesuai profesi yang ditekuni. Baik buruknya bangsa tergantung pada baik buruknya perempuan dalam membimbing keluarga dalam menjalankan fungsi manusia secara utuh sebagai warga negara yang beretika,berbudaya dan khususnya berjiwa Pancasila di Indonesia. Hal ini juga terlihat dari peran, fungsi, dan Profesi perempuan yang ada disemua bidang kehidupan, mulai dari perempuan dalam keluarga, perempuan dalam masyarakat, perempuan dalam dunia industry, perusahaan, politik, profesi.      Kemampuan              dan keahlian perempuan bisa lebih baik apabila memperoleh pelatihan, Pendidikan dan pengalaman hidup dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh perempuan masa kini dalam penerapan nilai Pancasila. Untuk mendeskripsikan kemampuan perempuan tersebut dalam implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, perlu dilihat dari   data dan kehidupan perempuan di masyarakat. Dalam menyajikan data dari makalah ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan dokumentasi lainnya yang mendukung. Berdasarkan data tersebut didapatkan hasil bahwa peran perempuan sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara yang dimulai dari memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk anak-anaknya atau dengan kata lain “Ibu merupakan perpustakaan pertama seorang anak”. Sehingga dapat disimpulkan terkait  Pendidikan Pancasila adalah perempuan mampu memberi bimbingan dan pendampingan yang pertama dalam pola asuh anak dalam implementasi langsung nilai-nilai Pancasila sejak dini.

Sutoyo, Sutoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

       Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung konsekuensi logis untuk dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk  : (1) menghasilkan profil   pembelajaran pendidikan Pancasila yang saat ini berlangsung; (2) Mengetahui penguatan karakter mahasiswa melalui pembelajaran pendidikan Pancasila ;(3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter mahasiswa.          Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Strategi penelitian menggunakan sudi kasus tunggal. Subjek penelitian ini adalah para dosen Pancasila dan mahasiswa yang menempuh mata kuliah pendidikan Pancasila. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik trianggulasi. Data yang terkumpul  dinalisis dengan teknik interaktif.        Hasil penelitain dapat disimpulkan bahwa : (1). Pembelajaran pendidikan Pancasila dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan. Masih ada dosen yang mengajar belum seseuai dengan kompetensinya.. Pada umunya dosen dalam mengajar masih menggunakan model pembelajaran konvensional melalui metode ceramah bervariasi; (2) Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah memiliki peran yang strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa; (3) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran pendidikan Pancasila dalam penguatan pendidikan karakter  yaitu : (a) dosen pengajar; (b) mahasiswa; (c) materi pembelajaran ;  (d) sarana  prasarana; dan (e) lingkungan.      Kata kunci : Pembelajaran,  Karakter, Pendidikan Pancasila

Salsabila, Ajeng Tiara Putri; Shafia Khalisan, Anisa anindya

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Bandung dijuluki sebagai kota pendidikan, karena di dalamnya terdapat 90 perguruan tinggi. Pancasila merupakan landasan dalam berbagai pelaksanaan hukum maupun bermasyarakat bagi warga negara. Sila ke-3 yaitu ‘Persatuan Indonesia’ merupakan salah satu kunci dalam membangun bangsa karena tanpa adanya persatuan dan kesatuan suatu bangsa akan mudah goyah baik itu melalui ancaman dalam maupun luar negeri. Salah satu bentuk persatuan dan kesatuan adalah toleransi. Generasi muda sebagai agen perubahan bangsa diharapkan mampu memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa, berada di barisan paling depan untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan nilai pancasila. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbedaan yang dirasakan serta tanggapannya, dan pengaruh perbedaan tersebut dalam mengimplementasikan nilai - nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan perguruan tinggi Bandung. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian, dilakukan pengumpulan data dengan menyebarkan formulir ke objek penelitian terkait. Dari hasil yang didapat, mahasiswa perguruan tinggi di Bandung dinilai sudah menanamkan toleransi dalam dirinya sebagai bentuk dari semangat persatuan dan kesatuan.

Anna Aisyah Prihatin; Akhmad Qomaru Zaman

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2021 International Forum of Researchers and Lecturers

Education is an effort to educate the nation's life so that they become fully human with the spirit of Pancasila. The learning process carried out by teachers tends to achieve curriculum material targets and emphasizes memorization rather than understanding. In terms of improving learning achievement, creative teachers are needed who make learning interesting and liked by students. SAL Type Cooperative Learning is a teaching method by distributing question and answer sheets with available alternative answers. The aim of this research is to improve learning outcomes for Indonesian Social and Cultural Diversity Material using SAL Type Cooperative Learning for Class VIIA students for the 2022-2023 academic year at SMPN 12 Surabaya. This research uses Classroom Action Research (PTK) with a descriptive qualitative and quantitative approach consisting of two cycles. The subjects of this research involved 30 students of class VII A. Qualitative data was collected through student activity observation sheets. Meanwhile, quantitative data was collected from learning outcomes tests. The results of the research showed that there was an increase in the learning outcomes of Class VII A students at SMPN 12 Surabaya, the average score for cycle 1 was 72.3, with the highest score being 90, there was 1 person, and the lowest score was 55, there were 4 people with learning completeness of 80.0% and the incomplete 20.0%. Meanwhile, the average score obtained for cycle II was 79.5 with the highest score being 100, there were 2 people, and the lowest score was 60, there were 2 people with 90.0% learning completeness and 10.0% incomplete.

Winarto, Winarto; Sarafuddin, Sarafuddin; Devika, BelaVista Dian

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service aims to (1) instill self-confidence to grow development and introduce children to the basic schools to love more and more ancestral culture based on local wisdom; (2) Promote a sense of trust with mental education with good character, based on the development guidelines of Pangkur Pupuh 3Serhatama Fiber, and (3) Fostering a smart and quality society, through basic education that has the spirit of Pancasila. The method of implementation used in this service with learning and training socialization papers. The population of this study were 20 teachers, prospective teachers and students of SDN 3 Suruh. The result of this community service is that the teacher can understand the songs and practice the PangkurPupuh 3SeratWedhatama song. Thus, the method of learning through training and socialization is more effective in making teachers, prospective teachers and students understand the philosophy of Armageddon 3Swedhatama fiber.

Sari, Rika Puspita; Sugiaryo, Sugiaryo; Sutoyo, Sutoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRACKThe purpouse of this study was to determine whether there is a correlation between religious independence and the character building based on Pancasila at the tenth grade students of SMA Negeri Colomadu in 2019/2020 Academic year. This research was a quantitative research. In this study, the population was 298 students in class X SMA Negeri Colomadu. The sampling technique used was proportional rondom sampling technique. The documentation technique was used to collect data on students at SMA Negeri Colomadu. The questionnaire technique was used to collect data on religious independence and character formation based on Pancasila. The data analysis technique used the productmoment correlation technique. The annalysis results showed thah the value of = 0,742 > r = 0,312 at the 5% significance level. Thus the hypothesis which stated that “There is a positive correlation between religious independence and character formation based on Pancasila at the tenth grade students of SMA Negeri Colomadu in 2019/2020 academic year” was proven true.

Suyahman, Suyahman

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran problem based learning berbasis nilaipancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjekpenelitiannya: guru PPKn dan siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kartasura, dan objeknya adalahpembelajaran inovatif berbasis nilai pancasila dan refolusi industri 4.0. Metode pengumpulandata menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengantrianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatifterdiri dari 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasilpenelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan dari tanggal 14-20 maret2019 ditemukan hal-hal sebagai berikut: dalam pembelajaran terlihat siswa aktif, siswa beranimengemukakan pendapat, guru neghargai pendapat siswa yang berbeda, guru bersikapdemokratis, guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya, guru memposisikan diri hanyasebagai fasilitator, guru mengakui potnsi yang dimiliki siswa berbeda, guru tidak hanyamenekankan pada aspek pengetahuan akan tetapi lebih mengedepankan aspek sikap, gurumemberikan contoh-contoh konkrit sikap positif yang harus dimiliki siswa untuk menghadapirevolusi industri 4.0, guru menginstruksikan pada siswa untuk tidak menolak globalisasi akantetapi menerima dengan filter nilai-nilai pancasila. Simpulannya bahwa dengan penerapanpembelajaran problem based learning yang berbasis nilai-nilai pancasila dapat mendaya dayadukung siswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa kelas VIIIsiswa kelas VII diSMP Negeri 1 Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019.Kata-kata Kunci: Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Nilai Pancasila dan RefolusiIndustri 4.0

Anita Trisiana, Anisah Nasih Zulfa, Eka Putri Permata Sari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Politik mungkin sudah tak asing lagi di Indonesia. Polemik politik yang bermacammacamsering mejadi daya tarik tersendiri di masyarakat khususnya utuk para kaum mudaIndonesia. Kaum milenial sering disebut pula sebagai cikal bakal penurus bangsa. Kaummuda sangat dibutuhkan bagi kemakmuran bangsa karena diharapkan para kaum muda inimempunyai ide-ide yang kreatif untuk bisa merubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik.Namun, sering kali juga kaum muda sekarang menjadi sasaran bagi pemain politik. Anakmuda selalu diperebutkan politikus. Mendekati anak muda dengan segala cara, demi meraupsuara para pemilih pemula. Cara pemikiran kaum muda yang belum matang dan terkesanmasih labil sering dimanfaatkan. Terkadang pemikiran awam tentang politik oleh anak mudamalah dijadikan point emas bagi mereka. Padahal kemuda bukan hanya sekedar tampilan,muda berarti juga kaya dengan berbagai terobosan. Apalagi anak muda yang notabeniberperan sebagai pemeran paradigma pembangunan bangsa yang senantiasa mengedepankanetika yang tercantum pada nilai-nilai luhur pancasila.Anak muda jangan hanya dianggaptambang suara belaka, tapi gunakanlah suara anak muda sebagai penyambung aspirasi demipembangunan bangsa ini agar tetap dengan nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila itusendiri.Kata Kunci : Politik, Pancasia, Anak Muda

Basuki, Udiyo; Jaelani, Abdul Kadir

Wacana Hukum 2019 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

In the legislative system, Pancasila is a basic norm (staatsfundamental), which successively then verfassungnorm UUD 1945, grundgezetznorm or MPR provisions, and gezetznorm or the Act. But in reality, Pancasila is equalized and equated with the 1945 Constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, which is then referred to as the Four Pillars of Nation and State. The Constitutional Court as the constitution gatekeeper institution returns the position of the Pancasila as the state foundation through the Decision of the Constitutional Court Number 100/PUU-XI/2012. The decision is part of the implementation of the authority of the Constitutional Court which has 4 (four) authorities and 1 (one) obligation as stipulated in Article 24C paragraph (1) and paragraph (2) of the 1945 Constitution. In addition to being a guardian of democracy ) The Constitutional Court is also the Protector of the state's foundation and legal source.

Anita Trisiana, Dia Indriyana, Dinda Aulia Putri Jalasenastri &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pancasila adalah dasar filsafah Negara Indonesia yang terdapat di dalampembukaan UUD 1945.Pancasila dijadikan pedoman untuk mengkaji,menganalisis dan memecahkan permasalahan.Pancasila sebagai norma kehidupanmasyarakat, bangsa dan Negara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptifyaitu metode yang mencari fakta dengan interpretasi yang tepat. Metode inimempelajari tata cara berlaku dan masalah yang ada dalam masyarakat sertasituasi tertentu. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang laindan tidak dapat hidup sendiri. Manusia perlu berinteraksi. Tidak hanya interaksidalam lingkup satu individu dengan individu yang lain, namun juga interaksi yangmelibatkan banyak orang seperti masyarakat, bangsa dan negara. Dalam hal ini,potensi yang ada di masyarakat perlu dikembangkan sebagai upaya untukmencapai suatu perubahan. Pembangunan adalah proses perubahan dimana adasuatu kondisi yang tidak diharapkan menuju kondisi yang lebih lebih baik.Realitasyang dianggap sebagai masalah sosial menjadi pendukung atau memberi doronganbagi munculnya tindakan perubahan dan perbaikan.Perubahan pola pikir sertailmu pengetahuan sangat penting dan diperlukan saat ini.Namun, seperti yang kitaketahui bahwa tidak semua upaya perubahan berjalan dengan baik. Banyakmasalah sosial yang akan muncul.Masyarakat yang lebihbaik tentunya adalahmasyarakat yang kritis, kreatif, memiliki kemampuan untuk menemukan solusidari masalah yang ada dan selalu mengutamakan kepentingan bersama sesuaidengan pancasila.Pancasila merupakan pedoman serta ciri atau kepribadianbangsa Indonesia.Pancasila menjadi pedoman tingkah laku masyarakat sebagaimakhluk sosial.Kata kunci: Makhluk Sosial, Pembangunan, Pancasila

Anita Trisiana, Felisia Mega Sri Ayu &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pancasila adalah dasar dan Ideologi Negara Republik Indonesia yang ada sejaknegara Indonesia belum berdiri. Pancasila adalah pilar bangsa yang mengandung nilainilaiBermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara. Kedudukan Pancasila sebagai Dasardan Ideologi Negara yaitu sebagai fondamen, filsafat, pikiran yang mendalam,pandangan hidup, dan pemersatu bangsa. Studi ini menggunakan metode deskriptifanalitik yakni dengan menganalisis secara kritis terhadap permasalahan secaramendalam mengenai globalisasi, dengan mengedepankan alternatif penyelesaianpermasalahan melalui Pancasila.Rumusan sila-sila dalam sila Pancasila adalah hukumpositif indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruhlembaga negara, lembaga masyrakat, dan setiap warga negara tanpa terkecuali.NamunPancasila yang begitu penting tidak lagi dipikirkan. Pengaruh globalisai kehidupan yangsemakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Karakteristikglobalisasi yang individual-liberal menggerus nilai-nilai keluhuran Pancasila. Olehkarena itu kita sebagai bangsa indonesia perlu kembali menjadi karakter dasar bangsaIndonesia sendir yaitu Pancasila dan penumbuhan Eksistensi Pancasila yang bernilaifilosofis dan sosiologis menjadi hal perlu di era globalisasi ini.Kata kunci : Eksistensi, Pancasila, Globalisasi

Leki, Aplonia

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan lingkungan belajar dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI, Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI, untuk mengatahui ada tidaknya hubungan lingkungan belajar dan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Kelas XI yang berjumlah 300. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel bertujuan atau purposive sampel yaitu sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Sampel sejumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai Hubungan lingkungan belajar, kehermonisan di dalam keluarga dan pengamalan nilai-nilai pancasila.Peneliti menguji coba instrumen dengan mengunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumus product moment dinyatakan valid untuk angket tentang lingkungan belajar (X1), keharmunisan di dalam keluarga (X2), dan pengamalan nilai–nilai pancasila (Y). Teknik analisis data dengan mengunakan rumus korelasi ganda dan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI. Dilihat dari nilai diperoleh rxy = 0,934. selanjutnya nilai rxy dibandingkan dengan r tabel N = 30 signifikan 5% = 0,361. Dan signifikan 1% = 0,463. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI” dilihat dari nilai diperoleh rxy = 0,795 selanjutnya nilai rxy dibandingkan dengan r tabel N = 30 signifikan 5% = 0,361. Dan signifikan 1% = 0,463. ada hubungan lingkungan belajar dan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI, dibiktikan nilai F hitung F = 7,86. Selanjutnya nilai F hitung dibandikan dengan nilai F tabel signifikan 5% yaitu 3,33.Kata Kunci : Lingkungan Belajar, Keharmonisan Di dalam Keluaraga Dan Pengamalan Nilai-NilaiPancasila.

-, SUNARNO

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstraksi   Penyebab utama terjadinya perselisihan antara pekerja/buruh dengan pengusaha didominasi oleh masalah pengupahan, meskipun landasan hubungan perburuhan kita adalah Hubungan Industrial Pancasila. Oleh karena itu, untuk mengurangi masalah tersebut pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan. Semua peraturan tersebut sebagai pelaksana dari UU Nomor  13 Tahun 2003 yang sifatnya imperative, oleh karenanya setiap pelanggaran dapat dijatuhi sanksi berupa denda, pidana kurungan , atau pidana penjara. Sanksi ini dimaksudkan agar pengusaha betul-betul memperhatikan masalah upah.  Ada beberapa kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh, antara lain upah minimum dan upah kerja lembur Dasar perhitungan upah minimum dan upah lembur adalah upah pokok dan tunjangan tetap. Penangguhan upah minimum kepada gubernur, sedangkan masalah perbedaan besarnya upah lembur diajukan ke lembaga pengawas ketenagakerjaan.   Kata kunci: pengupahan dan melindungi