Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 81-100 of 19,151

Analytics

Haryanto; Fauzan Pratama, Ahmad; Roudhina, Arisya; Nur Athifah, Andi; Helendika Al Asyahra, Niska +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.

Haryanto; Amalia, Fitrah; Ramadhan, Ahmad; Kartika Ayu Ridwan, Maretta; Hatima, Husnul +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Wahyuni, Adela Rahma; Yumei Santi, Mina; Meilani, Niken

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anxiety during pregnancy is one of the most common psychological problems experienced by pregnant women, particularly during the third trimester when they face childbirth preparation as well as various physical and emotional changes. If not properly managed, anxiety may adversely affect both maternal and fetal health. This study aimed to describe the level of anxiety among third-trimester pregnant women at Mlati II Public Health Center in 2026. This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study involved 40 third-trimester pregnant women selected using a total sampling technique. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and analyzed through univariate analysis in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that most respondents were of healthy reproductive age (20–35 years) (92.5%), primigravida (67.5%), had a secondary level of education (70%), and were unemployed (70%). The respondents' anxiety levels were categorized as no anxiety (47.5%), mild anxiety (47.5%), and moderate anxiety (5%), while no cases of severe anxiety or panic were identified. The most dominant anxiety indicators were anxious feelings, tension, respiratory symptoms, and sleep disturbances. These findings indicate that some third-trimester pregnant women still experience anxiety, highlighting the need for early detection, health education, and psychological support through antenatal care services to promote maternal mental well-being during pregnancy.

Haryanto; Buna, Nafila; Hafifah, Nurul; Arrahmah, Muftiha; Febrianti, Febi +1 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.

Haryanto; Auliya Alja, Dzakiyyah Azizah; Adzzariaat Zalza, Sysca; Munsir, Ana; Selviana, Murni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.

Muhammad Rizwar Azis; M. Dwi Agam Rifa’i; Fauzan Ainur Habib; Dera Jaidda Dzahabiyyah

This study discusses the concept of polygamy from the perspectives of Islamic law and positive law in Indonesia, focusing on the principles of justice and its impact on women and families. Polygamy is one of the issues in fiqh munakahat that continues to generate debate because it is considered closely related to patriarchal culture, gender inequality, and violence against women. This study aims to analyze the legal basis of polygamy in the Qur’an, the views of scholars of tafsir and fiqh regarding polygamy, as well as the regulation of polygamy in Indonesian legislation. This study employs a library research method with a normative-sociological approach. Data sources were obtained from books of tafsir, fiqh, hadith, Islamic legal literature, and laws and regulations related to marriage in Indonesia. The findings indicate that Islam permits polygamy under very strict conditions, particularly regarding the husband’s ability to act justly both materially and emotionally. However, justice in emotional aspects and affection is considered very difficult for ordinary people to achieve, as emphasized in Qur'an Surah An-Nisa verse 129. In Indonesian positive law, the primary principle of marriage is monogamy, while polygamy is only permitted under certain circumstances with administrative requirements and court approval. This study concludes that the practice of polygamy in the modern era should be understood contextually by considering aspects of public welfare (maslahah), the protection of women’s rights, family justice, and the primary objectives of Islamic law in establishing a harmonious family characterized by sakinah, mawaddah, and rahmah.             

Andi Dita Kobayashi; Putri Dea Syahhira; Chelsha Christy Napitupulu

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to analyze the discrepancy between regulations and social realities in fulfilling the right to education in Indonesia. Normatively, the state has established a strong legal framework to guarantee the right to education, as stipulated in the 1945 Constitution and various educational policies. However, in practice, there remains a significant gap between policy and actual conditions in society. This research employs a qualitative approach using a juridical-normative method combined with an empirical (sociological) approach. Data were collected through library research from various sources, including laws and regulations, academic journals, and reports from official institutions. The findings indicate that the discrepancy is reflected in three main aspects: unequal distribution of educational facilities, disparities in the quality of education, and the existence of children who have not accessed education. These issues are influenced by factors such as limited infrastructure, unequal distribution of teachers, geographical challenges, and socio-economic conditions. Therefore, it can be concluded that the fulfillment of the right to education in Indonesia has not been fully optimal due to ineffective and non-adaptive policy implementation. Hence, more comprehensive and contextual efforts are required to achieve an equitable, inclusive, and accessible education system for all.

Rio Pratama; Kumalasari, Intan; Bhayu Rhama; Nurul Hikmah; Gradila Apriani +5 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

The low literacy rate and limited infrastructure continue to be ongoing issues in the city of Palangka Raya. As an effort to improve the literacy value of the community, especially in the narrower social sphere. Therefore, in this case, the establishment of libraries at the Village or Subdistrict Government level is very much needed. As a step to regulate the management and organization of libraries from the city level to the sub-district level, the Palangka Raya City Government has enacted Regional Regulation No. 9 of 2019 concerning Library Management. This Community Service Program focuses on improving community literacy, particularly for students of SD Negeri 1 Kereng Bangkirai, conducted in the village of Kereng Bangkirai. Thru this activity, it is expected that there will be an increase in community visits to the "Harati" Library in the village of Kereng Bangkirai and that it will enhance interest and awareness of literacy, especially among the students of SD Negeri 1 Kereng Bangkirai. Thus, this Community Service activity can run and have a maximum impact.

Muhammad Ahwan; Agus Suryanto; Tri Rahayuningsih; Sunarso Sunarso; Suyani Suyani +3 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This community service program aims to enhance farmers’ literacy on independent fertilizer production and strengthen their understanding of farmers’ rights within national fertilizer governance as an effort to achieve food sovereignty. The program was implemented in Belang Village, Bungkal Sub-district, Ponorogo Regency, involving GAPOKTAN Baungan consisting of farmer groups from Tempel, Kepuh, Pakal, Kanigoro, and Klatakan hamlets. This initiative represents cross-university synergy involving lecturers from Universitas Merdeka Malang, Universitas Soerjo Ngawi, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, and Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang. The implementation adopted a participatory hybrid approach combining Zoom Meeting dissemination and offline field activities. Activities included literacy enhancement on independent fertilizer production, training on organic fertilizer processing, strengthening farmer group institutions, and legal literacy regarding farmers’ rights in accessing subsidized fertilizers, including RDKK mechanisms and national policies. Methods comprised participatory socialization, hands-on training, group discussions, field practice, and monitoring and evaluation. Results show improved understanding of independent fertilizer concepts, increased technical skills in organic fertilizer production, and greater awareness of farmers’ rights and obligations in the fertilizer distribution system. The program strengthened inter-university collaboration and farmer networks, supporting sustainability, farmer independence, reduced dependence on chemical fertilizers, and community-based food sovereignty.

Jessyca Natasya Kaunang

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study examines the gap between Nestlé’s sustainability commitments and the reality of ecological damage caused by the use of unsustainable raw materials in its global supply chain. Using a descriptive qualitative approach based on literature reviews and case study analysis, this study evaluates various data sources, ranging from scientific journals and corporate reports to documentation from independent organizations such as Greenpeace and the Rainforest Action Network. Findings indicate that Nestlé’s procurement of key commodities such as palm oil, cocoa, soy, dairy products, and singleuse plastics significantly contributes to deforestation, systemic plastic pollution, water extraction in vulnerable regions, and greenhouse gas emissions exceeding 87.5 million tons of CO₂e per year. In Indonesia, these highrisk areas are evident in palm oil sourcing in Sumatra and Kalimantan and cocoa sourcing in Sulawesi. Theoretically, this study argues that Nestlé’s sustainability governance exhibits a pattern of strategic decoupling, where public reporting on progress in primary supply chains is deliberately used to mask ongoing environmental damage within their hidden supply networks. Thus, this article makes a critical contribution by integrating supply chain management theory, environmental accountability, and the governance of multinational corporations.

Nur Aisyah Yusran

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study examines how Nicolás Maduro's anti-neoliberal politics in Venezuela triggered a systematic securitization process by the US from 2014 to 2026. Drawing on Securitization Theory (Buzan et al., 1998) and a Neo-Gramscian perspective (Cox, 1981), this study argues that Maduro's anti-neoliberal policies constitute a counter-hegemonic challenge created by the United States. This threat is framed as a threat to democracy, regional security, and ultimately the narco-state, ultimately leading to the military intervention of January 2026. Economic sanctions failed to pressure the regime, exacerbated the humanitarian crisis, and set a dangerous precedent for the norm of state sovereignty in international law, suggesting that this securitization process proved ineffective. By addressing temporal and conceptual gaps in previous research, this study adds to the Security Studies literature. This study also highlights implications for international law, regional stability in Latin America, and the broader debate on securitization practices in contemporary global politics and US foreign policy strategy and international security governance frameworks debates.  

Monika Handayani Br Ginting; Diah Ayu Suryani Sitanggang; Ermina Waruwu

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

This study aims to implement the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model to improve collaboration skills and learning outcomes among phase E students in class X-3 at SMA Katolik 2 Kabanjahe in Catholic Religious Education. This research employed Classroom Action Research conducted in two cycles, consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation sheets, learning outcome tests, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative analysis supported by process and learning achievement indicators. The findings showed that the implementation of the CIRC learning model improved across learning stages, including orientation from 87% to 95%, organization from 90% to 97%, concept introduction from 87% to 92%, publication from 93% to 98%, and reflection and reinforcement from 87% to 98%. Students’ collaboration skills also increased in each indicator, namely working productively from 75% to 88%, actively participating in problem solving from 82% to 88%, maintaining a balance between listening and speaking from 76% to 86%, appreciating group members’ contributions from 73% to 87%, and demonstrating responsibility as group members from 77% to 93%. Learning outcomes also improved, as shown by the increase in the proficient category from 27% to 77%, while the basic and developing categories decreased to 0% in cycle II. These results indicate that CIRC effectively enhances students’ active participation, collaboration, responsibility, and learning achievement. Therefore, CIRC is recommended as an alternative collaborative learning model for Catholic Religious Education, particularly in strengthening cooperative interaction and meaningful understanding of religious learning materials in classroom practice.

Farrel Nabil Guslan; Aniek Tyaswati Wiji Lestari; Markus Suryoutomo

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Perseroan Terbatas (PT) merupakan pilar utama hukum ekonomi Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi perseroan memiliki kewenangan eksklusif yang pelaksanaannya dibebankan kepada Direksi. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) akibat hukum dari pelaksanaan RUPS yang tidak sah; (2) analisis atas pelaksanaan RUPS yang tidak sah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 773 PK/Pdt/2019; dan (3) tanggung jawab Direksi atas pelaksanaan RUPS yang tidak sah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan RUPS yang tidak sah menimbulkan akibat hukum pada status keputusan, akta notaris, dan perbuatan hukum turunan, di mana cacat materiil mengakibatkan batal demi hukum, sedangkan cacat formil dapat dibatalkan melalui pengadilan; (2) analisis Putusan MA No. 773 PK/Pdt/2019 menunjukkan adanya ketidakpastian hukum akibat perbedaan penafsiran, menegaskan bahwa substansi lebih penting daripada formalitas, serta menjamin perlindungan hukum bagi pemegang saham yang dirugikan; dan (3) Direksi bertanggung jawab secara pribadi atas RUPS yang tidak sah dan tidak dapat berlindung pada badan hukum perseroan, serta tidak dapat menggunakan prinsip business judgment rule apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Muhammad Rivaldy Fazza; Junaidi

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini mengkaji tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terhadap Akta Jual Beli yang cacat hukum, dengan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 2721 K/Pdt/2017. Penelitian bertujuan mengkaji pengaturan hukum prosedur pembuatan Akta Jual Beli dan kriteria cacat hukum, pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan tersebut, serta bentuk tanggung jawab PPAT atas akta yang cacat hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, prosedur pembuatan Akta Jual Beli diatur dalam Pasal 38 PP Nomor 24 Tahun 1997, yang mewajibkan kehadiran para pihak secara bersamaan, minimal dua saksi, pembacaan akta, dan penjelasan isinya oleh PPAT. Akta dikategorikan cacat hukum apabila mengandung cacat lahiriah, formal, atau materiil. Kedua, Mahkamah Agung menyatakan Akta Jual Beli Nomor 66/2014 batal demi hukum karena para pihak tidak hadir bersamaan, akta tidak dibacakan, penandatanganan dilakukan di luar kantor PPAT, dan syarat kesepakatan tidak terpenuhi karena penggugat hanya menandatangani blangko kosong. Ketiga, tanggung jawab PPAT bersifat kumulatif: perdata berupa ganti kerugian (Pasal 1365 KUHPerdata); administratif berupa sanksi hingga pemberhentian (Pasal 10 PP Nomor 37 Tahun 1998); dan pidana berdasarkan Pasal 263, 264, dan 266 KUHP.

Nibrosyia, Hamid Ahmad An; I Nyoman Sujana; I Nyoman Sukandia

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini dilandasi oleh banyaknya kasus di Pengadilan Agama, khususnya pada kasus pembagian harta bersama pasca perceraian. Hukum dalam kasus ini masih belum menjelaskan detail mengenai pembagian harta bersama, sehingga hakim harus memiliki jalan keluar untuk menyelesaikan kasus pembagian harta bersama. Hakim harus mengkaji dan menafsirkan pembagian harta bersama dengan Undang-Undang yang masih terbilang terbatas tersebut. Hakim mempunyai peran yang sangat vital untuk memutuskan putusan pada proses persidangan, yang mana putusannya adil untuk kedua belah pihak atau berat sebelah. Maka dari itu, demi mewujudkan keadilan yang substantif, hakim harus menggunakan pertimbangan ratiolegis untuk memutuskan putusan pada proses pengadilan dengan bermodalkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menganalisis mengenai ratiolegis pertimbangan Hakim terkait pembagian harta bersama pasca perceraian dalam perkara nomor 346/Pdt.G/2022/PA. YK dan apakah putusan dari Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta telah mengakomodasi nila-nilai keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan penelitian ini juga menggunakan teori keadilan, dan teori kepastian hukum dengan pendekatan secara konseptual, serta perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hakim telah memutuskan putusan secara profesional untuk pembagian harta bersama, baik itu dari pertimbangan ratiolegis yang mana hakim mampu menafsirkan serta mengkaji peraturan perundang-undangan yang terbilang terbatas, dan juga hakim mampu memberikan keadilan yang substantif bagi kedua belah pihak.

Mohammad Ghofirin; Dina Anggraeni Susesti; Endah Tri Wahyuningtyas; Muhammad Zidan Alabror; Achmad Amir Adz Dzikro

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Amanatul Ummah Surabaya mengenai akuntansi sektor publik, transparansi, dan akuntabilitas keuangan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning Approach (PLA) melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan studi kasus kepada 40 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,4 pada pre-test menjadi 90,8 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 43,22%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi siswa terkait tata kelola keuangan sektor publik yang transparan dan akuntabel.

Muchammad Ali Fikri; Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa’; R Mohammad Alghaf Dienullah; R Mohammad Alghaf Dienullah

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

The drainage system is critical infrastructure for managing stormwater runoff in densely built urban areas, including higher education institutions. This study aims to evaluate the capacity performance of the existing drainage channels in the UPN "Veteran" Jawa Timur campus area. The evaluation was conducted through two main stages: hydrological analysis using the rational method to estimate the design runoff discharge for a 10-year return period, and hydraulic analysis using Manning's equation to calculate the channel cross-sectional capacity in accordance with Permen PU No. 12 of 2014. Based on the assessment of 43 drainage channels, the results showed that 33 channels (76.7%) are still functioning optimally and capable of accommodating the design discharge. Conversely, 10 channels (23.3%) were identified as having insufficient capacity. This capacity deficit was triggered by initial designs that did not accommodate the 10-year return period flood discharge, increased runoff coefficients due to massive pavement development, and effective cross-section narrowing caused by sedimentation. To mitigate inundation issues, this study recommends redesigning the failing channels using an economical hydraulic cross-section, accompanied by periodic normalization and dredging for functional channels. The findings of this study are expected to serve as technical guidelines for the optimal and sustainable management of campus drainage infrastructure.

Alya Maha Devi Tahta Amrina; Gladys Greselda Gosal

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In an increasingly competitive business environment, particularly within the tourism industry, an organisation's ability to innovate and design effective strategic planning has become a critical factor in sustaining and improving organisational performance. This study aims to analyse the effect of innovation and strategic planning on organisational performance at Kampung Coklat Blitar Educational Tourism. This study employed a quantitative approach, with data collected through questionnaire distribution involving 53 respondents. The sampling was conducted using a saturated sampling technique (census), in which all members of the population were used as research samples. The sampling criteria consisted of senior-level active employees with a minimum of eight years of work experience and managers at Kampung Coklat Blitar Educational Tourism. Data analysis was carried out using the SPSS software. The results of the study indicate that innovation has a positive and significant effect on organisational performance with a P-value of 0.006 and a T-statistic of 2.869. Furthermore, strategic planning also has a positive and significant effect on organisational performance with a P-value of < 0.001 and a T- statistic of 5.573.

Solehudin, Solehudin; Sancka Stella; Wilda Nur Anggraini

Jurnal Siti Rufaidah 2026 PPNI UNIMMAN

This study aimed to analyze the influence of workload and burnout on nurses’ sleep quality while controlling for age, gender, and education as potential confounding variables. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted among 156 nurses working in a private hospital in Depok City. Data were collected using a workload questionnaire, the Maslach Burnout Inventory (MBI), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The data were analyzed using Chi-Square tests and multiple logistic regression. The findings showed that both workload and burnout had significant effects on sleep quality (p < 0.05), with burnout identified as the most dominant factor. Age and gender were also significantly associated with sleep quality, whereas education did not show a statistically significant effect. The regression model demonstrated excellent fit, indicated by a McFadden pseudo R² value of 0.908. These results suggest that occupational factors, particularly burnout, play an important role in determining nurses’ sleep quality. Therefore, effective stress reduction and workload management strategies are needed to support nurses’ well-being and improve sleep quality.