SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 941-960 of 1,059

Analytics

Hamu, Fransiskus Janu

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh prosocial engagement dalam pendidikan agama Katolik terhadap pembentukan karakter siswa melalui keteladanan guru. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru agama Katolik, dan survei siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa prosocial engagement memainkan peran krusial dalam membentuk karakter siswa, seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, keteladanan guru memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong siswa untuk terlibat dalam perilaku sosial yang positif.  Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidikan agama Katolik dalam memperkuat nilai-nilai kristiani dan menciptakan siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dibahas untuk membantu pengembangan pendekatan dan strategi yang lebih efektif dalam pendidikan agama Katolik.

Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Peran pendidikan dalam mengembangkan potensi manusia yang beriman, sesuai dengan UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Menurut undang-undang tersebut, pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi individu, termasuk bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dalam beberapa kasus, mereka tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan, penghayat kepercayaan kini mendapatkan legalitas pendidikan dan dapat mengikuti mata pelajaran tersebut. Hal ini merupakan langkah strategis dalam memberikan ruang kaderisasi dan mengembalikan eksistensi penghayat kepercayaan, sehingga mereka dapat memiliki pelayanan pendidikan yang setara dengan penganut agama lainnya.

Paulina Nirmayazitha Pusparani; Nerita Setyaningtiyas; Andarweni Astuti; Gregorius Sukur

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research seeks deeper information about religious moderation in terms of acceptance of tradition. The research was conducted using a qualitative approach, and several of these methods were intended to obtain information and a clear picture of the focus of the problem discussing religious moderation within the framework of acceptance of tradition. By conducting field observations, interviews, and inputting literacy sources that are relevant to the research theme, the researcher categorizes the data, presents the data, and concludes the data according to the focus of the problem. This study confirms that, religious moderation must be carried out by every human being, because basically in an order in society the realization of harmony is desired, especially in the realization of religious moderation through the implementation of traditions. In carrying out this tradition, the community wants to create unity, brotherhood and harmony by upholding the value of religious moderation as an effort to accept the tradition. They mingle with everyone because this is a form of love and self-awareness as creatures that are able to be tolerant of inter-religious beliefs, so as to create a balanced life in the aim of religious moderation. In establishing social relations, Christians must also not close themselves off. In line with the teachings in the Church's document, Gaudium Et Spes 24. In the perspective of harmony and spirituality of the people in Tegalsambi Village towards tradition, they are not fanatical and exaggerated in their religious practices. Habits and traditions that are still carried out today are factors that increase harmony, harmony and harmony in society. The community feels free, and is given space to channel inspiration, creation, and aspirations in social life. In Javanese terminology, it is commonly referred to as Manunggaling Kawula Gusti, which means life manifested in harmony without any tension or mental disturbance.

Jenius Harita

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The meaning of Abraham's call for Christian Religious Education is important in practicing Christian teachings today. By understanding Abraham's calling, Christian teachers can apply the steps that Abraham used during his life to the teaching of Christianity. The research method used is qualitative through analysis of scriptural texts and related literature. The values contained in the history of Abraham's call, such as faith, patience, obedience, and submission are very relevant to Christian religious education. This paper also discusses how to apply these values in the context of Christian education, including reflective and interactive learning. However, understanding the meaning of Abraham's call in the context of Christian religious education presents challenges, including differences in interpretation and understanding that arise from different Christian traditions. The solution to this challenge is to increase insight and understanding through dialogue between Christian traditions and interfaith studies. This paper also provides solutions to overcome challenges in understanding the meaning of Abraham's call, and the need for greater insight and understanding through dialog between Christian traditions and interfaith studies.

Hafizh Ahmad Fajar Rizal Hadi; Zulfatuz Zakiyah; Izatil Hidayah Sajidah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini memuat sebuah analisis yang berasal dari penelitian dengan metode etnografi yaitu melalui wawancara dengan tokoh Reog Ponorogo dan juga observasi Reog Ponorogo di Jember. Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur yang tersohor di Indonesia bahkan juga beberapa wilayah di dunia. Sebagai kesenian tradisional, Reog Ponorogo erat dengan sesuatu yang bersifat mistis dalam praktik kebudayaannya, seperti yang terjadi dalam upacara ritual yang biasa dilakukan. Ritual-ritual yang biasa disajikan merupakan perwujudan dari penghormatan kepada harimau yang digunakan sebagai ikon dari Reog. Dengan keadaan tersebut menjadikan Reog dapat diidentifikasi sebagai kesenian yang didalamnya memuat prinsip totemisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kesenian Reog Ponorogo memuat keadaan yang merupakan bagian dari prinsip totemisme yang sejalan dengan praktik dasar dalam dasar kehidupan agama sebagaimana yang dijelaskan oleh Emile Durkheim. 

Moh Rosyid

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel in membahas tentang respon Komunitas Samin di Kudus terhadap peraturan wajib belajar dalam dua bentuk, sekolah formal, ada pula yang belum sekolah formal. Bagi yang sekolah formal belum mendapat pendidikan agamanya, Adam. Kata agama Adam oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan. Data riset tahun 2022 ini diperoleh penulis dengan wawancara, observasi, telaah Pustaka dan dianalisa dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Pemerintah perlu menelaah secara mendalam amanat UUD 1945, UU Nomor 20/2003, dan prinsip HAM dalam realisasi pelaksanaannya. UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 ayat (1) huruf (a) tiap anak didik pada satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianut dan diajarkan oleh guru seagama, (b) mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Di sisi lain, pemerintah perlu ‘membuka lebar’ daya dengarnya bahwa warga Samin merespon wajib belajar dalam dua bentuk: tidak sekolah formal dan sekolah tetapi belum mendapat pendidikan agama lokalnya (Adam). Hal ini memerlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah dengan mengedepankan kearifan lokalnya dengan pendekatan persuasif agar menaati perundangan. Selain itu melibatkan MLKI sebagai lembaga yang menaungi warga penghayat.

Belen Keban, Yosep; Soi Leton, Susana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Persoalan bangsa yang akhir-akhir ini mengemuka bahkan menjadi semacam hantu adalah fenomena yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Aneka konflik terjadi baik itu kasus suku, ras, agama, dan antar golongan yang membuktikan bahwa wawasan kebangsaan di Indonesia mulai luntur terutama pada era disrupsi ini. Sikap ini tentu sangat disayangkan di tengah keberagaman agama di tanah air Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan untuk menghadapi era disrupsi di SD Inpres Ekasapta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa pendidikan moderasi agama di  SD Inpres Ekasapta sejauh ini sudah dipraktekkan oleh lembaga pendidikan ini namun belum secara optimal diterapkan. Pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan di SDI Ekasapta dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.  Untuk itu lembaga pendidikan SD Inpres Ekasapta perlu terus melakukan peningkatan pendidikan moderasi keagamaan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terstruktur agar dapat menanamkan sejak dini pendidikan moderasi agama dalam penguatan wawasan kebangsaan peserta didik.  

Aprianto Ruru

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan mengajarkan tentang pencipta langit dan bumi serta Dia sendiri datang kedalam dunia menebus manusia. Karena itu, guru PAK sangat penting di sekolah, untuk memberikan pemahaman  kepada peserta didik, supaya mengerti dan memahami tentang dunia ini. Peserta didik seringkali tidak memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru. Sebab, metode yang digunakan guru PAK kurang efektif dan efesien. Untuk itu guru PAK harus  menerapkan metode inkuiri dalam pembelajaran. Sebab metode inkuiri yang akan mengajak peserta didik mengambil bagian secara aktif di dalamnya.  Metode inkuiri megajak peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisa, memecahan masalah serta memberikan kesimpulan.  Metode inkuiri memberikan manfaat dalam proses pembelajaran. Manfaat tersebut adalah mengatasi kebosanaan, kejenuhan peserta didik untuk belajar dan akan membangkitkan minat peserta didik dalam belajar PAK.

Nur Azzira; Charles Charles; Iswantir Iswantir; Wedra Aprison

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang melakukan kegiatan masih ada sebagian siswa yang kurang menghargai gurunya, bertutur kata yang tidak baik kepada guru atau kepada orang yang lebih tua. Kemudian disaat bel masuk telah dibunyikan masih banyak dari siswa yang belum masuk ke ruangan kelas. Disaat jam istirahat sudah berakhir masih ada dari siswa yang berkeluyuran di luar kelas, jajan dan sibuk bermain dengan teman-temannya. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penulisan ini  yaitu informan kunci guru Pendidikan Agama Islam Mata Pelajaran Akidah Akhlak, dan informan pendukung adalah tiga orang siswa. Teknik analisis data yang penulis lakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data.Berdasarkan hasil penulisan dapat dipahami bahwa penerapan karakter disiplin di MTs TI Koto Tuo Kumpulan berupa mengerjakan tugas tidak secara individu, mereka mencontek, dalam bentuk pengumpulan tugas tepat waktu masih kurang. Sikap siswa di dalam kelas kurang baik, seperti siswa yang tidak memperhatikan saat guru mengajar di kelas, mereka menguap, mengantuk bahkan menganggu teman di sebelahnya,  keluar kelas, pergi ke kantin, ke luar gerbang, adanya siswa yang datang terlambat datang ke sekolah serta telat masuk ke dalam kelas, masih banyak siswa tidak mematuhi peraturan berpakaian seperti tidak memasukkan baju ke dalam celana, dan membuang sampah sembarangan. Faktor pendukung penerapan karakter disiplin di MTs TI Koto Tuo Kumpulan adalah kerja sama semua guru di MTs TI tersebut dalam menerapkan disiplin kepada siswa, faktor penghambatan dalam penerapan karakter disiplin siswa adalah perilaku siswa itu sendiri yang tidak mau mendengarkan dan menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan di sekolah baik itu peraturan di dalam kelas maupun peraturan di lingkungan sekolah.

Ripka Margaretha Ponggele; Dety Mulyanti

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berpikir kritis adalah keterampilan yang memiliki banyak tujuan diantaranya memacu siswa, mahasiswa atau pun seorang pengajar dalam hal menumbuhkan inovasi baru. Kajian ini menggunakan content analysis terhadap sejumlah artikel yang telah dipublikasikan di jurnal Pendidikan ekonomi di seluruh Indonesia sejak tahun 2014 sampai januari 2023, dengan yang menjadi fokus utamanya adalah keterampilan berpikir kritis. Dari kajian analisis ini mengungkapkan bahwa jumlah publikasi yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis mengalami penurunan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang paling dominan adalah kuantitatif. Selain itu, 38% siswa kelas sepuluh sekolah menengah menjadi subjek penelitian lebih tinggi dari subjek penelitian lainnya. Pre-tes dan post-tes serta T-Test secara serial merupakan instrument dan metode analisi yang paling umum digunakan. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, beberapa saran dan rekomendasi telah diusulkan untuk penelitian mendatang yang mendasari keterampilan berpikir kritis sebagai fokus utama penelitian. Beberapa rekomendasi tersebut antara lain meningkatkan keragaman subjek dan jenis penelitian.

Diva Tazkya Audya; Elsa Nurpadila; Ateng Supriyatna

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang banyak tetapi seringkali dieksploitasi oleh manusia sehingga mengalami kepunahan. Inventarisasi tumbuhan bertujuan untuk melestarikan tumbuhan. Salah satu famili pada tumbuhan yang ada di Indonesia yaitu Asteraceae. Famili Asteraceae banyak dikenal karena tumbuhan ini memiliki spesies yang banyak di berbagai daerah seperti daerah dengan iklim sedang, iklim dingin, dan subtropis. Asteraceae sendiri memiliki beberapa subfamili yaitu Asteroideae, Barnadesioideae, dan Cichorioideae. Famili ini memiliki ciri khas bunganya yang berbentuk tabung. Selain bunganya yang indah, famili ini memiliki banyak manfaat yang terkandung. Penelitian ini dilakukan di kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Metode yang digunakan yaitu eksplorasi secara langsung. Tumbuhan yang ditemukan kemudian diidentifikasi apakah termasuk dalam famili Asteraceae atau tidak. Tumbuhan yang sudah didapatkan kemudian dideskripsikan klasifikasinya. Tumbuhan yang didapatkan juga diamati karakteristik morfologinya mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya. Ditemukan 8 spesies famili Asteraceae pada kawasan UIN Sunan Gunung Djati yaitu Artemisia vulgaris, Tagetes erecta, Cosmos caudatus, Youngia japonica, Cyanthillium cinereum, Emilia sonchifolia, Crassocephalum crepidioides, dan Sonchus arvensis. Tumbuhan famili Asteraceae yang ditemukan di kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki banyak manfaat yang berguna khususnya bagi manusia.

Luthfi Akmal Aji; Jeninur Saidah; Ateng Supriyatna

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia diperkirakan memiliki 4.000-5.000 jenis spesies anggrek. keanekaragaman jenis yang begitu tinggi, Indonesia  sering disebut Negara yang besar biodiversitasnya. Tanaman anggrek memiliki nilai jual yang tinggi sebagai tanaman hias, serta terdapat beberapa speies yang memiliki bahan aktif untuk dijadikan sebagai obat. Hasil pengamatan ditemukan 6 jenis spesies tanaman yang tergolong ke dalam famili Orchidaceae di lokasi tersebut, yaitu Cattleya sp., Paphiopedilum sp., Dendrobium nobile, Oncidium baueri, Vanda sp, dan Grammatophyllum scriptum. Setiap spesies dari family Orchidaceae memiliki perbedaan karakteristik dan daya tariknya masing-masing. Melalui ini diharapkan masyarakat Indonesia dapat memiliki pengetahuan dan cinta yang lebih dalam terhadap anggrek sebagai bunga nasional Indonesia.  

Febri Yanti Siregar; Khamimah Khamimah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  dari  Keberagaman Gender,  Keberagaman Kebangsaan, Dan Pendidikan Dewan Komisaris Dan Direksi terhadap Corporate Social Responsibility (CSR). Data  yang digunakan dalam penelitian ini  adalah menggunakan laporan tahunan (annual report) seluruh perusahaan manufaktur yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2018-2019. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 150 perusahaan manufaktur. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk komitmen yang diberikan perusahaan kepada lingkungan sekitarnya. Corporate Social Responsibility (CSR) mengacu pada kepedulian sosial perusahaan untuk kepentingan masyarakat sekitar, sehingga perusahaan dapat menjaga citra perusahaan di masyarakat. Tidak hanya mencari keuntungan terbaik, tetapi juga menjaga kondisi lingkungan sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Keberagaman Gender tidak berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility (CSR). Variabel Keberagaman Kebangsaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Social Responsibility (CSR). Dan Pendidikan Dewan Komisaris Dan Direksi tidak berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility (CSR).

Indah Khairani Hasibuan; Khairani Munadia; Muhammad Basri

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Harun Nasution lahir pada 19 September 1919 di Pematang Siantar, Sumatera Utara dan meninggal pada 19 September 1998 di Jakarta. Semasa hidupnya, Harun mengikuti beberapa tingkat pengetahuan, maupun didalam ataupun di luar negeri, antara lain Hollandsh Indlandsche School (HIS)., pendidikan Belanda., Modern Islamic Kweek school (MIK), Padang, Sumatera Barat, juga belajar di Mekkah serta di Universitas Al-Azhar pada tahun 1939, selanjutnya di McGill Institute of Islamic Studies, Monteral, Kanada. Kedua, upaya Harun Nasution untuk mengembangkan Islam di Indonesia adalah: Cara fikir Islam membuat bermacam karya ilmiah berupa buku di bidang Pengetahuan Islam, sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, beliau kadang pernah menjadi Direktur IAIN Syarif Hidayatullah pada tahun 1973. Ketiga, Pengaruh Pemikiran Islam dalam Sosio Islam - Organisasi Keagamaan di Indonesia oleh Harun Nasution. Dalam hal ini Nahdatul Ulama menemukan pengaruh pemikiran Harun Nasution dalam organisasi, walaupun di bidang pendidikan maupun dalam pemikiran Islam.

Maghfirah Insannia; Fauzan Fauzan; Alimir Alimir; Januar Januar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan pengamatan peneliti berdasarkan pelaksanaan remedial teaching yang dilakukan di SMPN 2 Bukittinggi. Guru melakukan remedial pada siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. Setelah dilakukannya remedial masih ada nilai siswa yang di bawah KKM, maka dapat dilihat dimana kesalahan prosedur yang dilakukan oleh guru dan keadaan siswa dalam melaksanakan remedial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana prosedur remedial teaching pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bukittinggi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Informan kunci adalah guru bidang studi Pendidikan Agama Islam dan informan pendukungnya siswa kelas 9 yang mengikuti remedy dan waka kurikulum SMPN 2 Bukittinggi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Keabsahan data yang digunakan ialah triangulasi data membandingkan apa yang dikatakan guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bisa disimpulkan bahwa guru belum melakukan semua prosedur remedial teaching sesuai dengan teori yang dikemukakan. Pada pelaksanaan remedial ini guru menggunakan metode pengulangan dan penugasan. Setelah dilakukan remedial ternyata masih ada nilai siswa di bawah KKM, disebabkan karena siswa menganggap pelaksanaan remedial hanya sebagai penunjang nilai dan tidak percaya diri dengan jawabannya pada saat pelaksanaan remedial. Jika setelah dilakukan remedy siswa sudah mencapai KKM maka siswa bisa melanjutkan pembelajaran selanjutnya. Setelah remedial guru membandingkan hasil remedial dengan ulangan siswa, maka akan terlihat nilai siswa yang sudah mencapai KKM atau belum. Jika nilai siswa belum mencapai KKM maka guru akan memberikan tugas tambahan.

Rani Olivia; Salmi Wati; Arman Husni; Zulfani Sesmiarni

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas. XI IPS di SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah guru PAI sebagai informan kunci dan informan pendukung yaitu kepala sekolah, perwakilan kurikulum, dan siswa kelas XI IPS. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan inferensi data. Kemudian teknik keabsahan data penulis menggunakan triangulasi teknis dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS adalah dukungan pemerintah kabupaten sebagai pembuat kebijakan terkait pendidikan agama di sekolah dukungan masyarakat, dukungan orang tua yang merupakan pendidikan pertama di pembentukan karakter religius anak, lingkungan di sekolah, dukungan teman sebaya yang membawa pengaruh baik. Sedangkan faktor penghambat penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI kelas XI IPS adalah lingkungan di sekolah yang memberikan pengaruh buruk, kurangnya kemauan dan motivasi dari siswa itu sendiri untuk melaksanakan karakter religius dalam kehidupan.

Muhammad Arifandi; Fitriya Putri; Sofyan Salmanan

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan spiritual menunjukkan iman dalam pendekatan, harapan dan keyakinan kepada Tuhan dan kebutuhan untuk melatih agama yang di anut, yang harus dihargai dan dimaafkan oleh Tuhan yang sepenuhnya di katakan dan harus di pertahankan oleh individu secara konsisten untuk mendapatkan bantuan, kedamaian, keamanan, kekuatan, penghiburan dan pemulihan (Hardianto, 2017)

Lilis Hulumudi; Sabirin B. Syukur; Rosmin Ilham

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sebagai tenaga kesehatan, perawat berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan untuk pelayanan spiritual seperti membantu memberikan nasehat agama untuk meningkatkan semangat hidup pasien. Hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan di rumah sakit, dan kebanyakan perawat memperhatikan kondisi fisik saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan studi pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pada bulan Desember yang berjumlah 54 orang. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Uji analisis data yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian uji analisis chi square didapatkan nilai p-value = 0,036 < dari nilai α 0,05 yang artinya ada hubungan antara penerapan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. Kesimpulan penelitian ini, kebutuhan pasien beranekaragam yang salah satunya adalah ibadah. Mendukung ibadah berarti perawat selalu ada untuk membantu atau memfasilitasi pasien dalam beribadah.. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan spiritual dalam kesembuhan.    

Della Tri Utami; Fadhilla Yusri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar belakang dari penelitian ini yaitu bagaimana orang tua asuh membina disiplin dan moral anak-anak di panti asuhan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan disiplin dan moral anak panti asuhan dengan peran orang tua asuh di dalam panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pembinaan disiplin dan moral anak dengan memberikan kasih sayang kepada anak panti, memberikan nasehat kepada anak untuk selalu menghormati dan menyayangi sesama, anak diajarkan untuk bertanggung jawab dengan tugasnya di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh. Orang tua asuh juga menyekolahkan anak-anak asuh dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). Upaya memberikan motivasi kepada anak, memberikan pendidikan keagamaan di dalam panti agar anak bisa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menuntun anak untuk rajin belajar baik baik di sekolah maupun di dalam panti asuhan. Dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh orang tua asuh di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh dapat memberikan dampak yang baik untuk anak-anak asuh panti asuhan karena mereka sebagai pendorong yang  menuntun anak kepada hal-hal yang baik serta orang tua asuh harus mampu memberi contoh dan perilaku yang baik, agar anak-anak panti asuhan dapat meniru kebaikan ari orang tua asuh.

Robingun Suyud El Syam; M. Yusuf Amin Nugroho; Siti Lailiyah; Muhammad Saefullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk merefleksi satu abad nahdhatul ulama: dialektika capaian dan tantangan. Dengan menggunakan setting teoretik, penelitian menyimpulkan: bahwa Nahdhatul Ulama dalam satu abad, setidaknya memperoleh lima capaian: 1) sebagai organisasi pelestari tradisi, NU sukses mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia, 2) berhasil memainkan peran elok dalam percaturan politik Indonesia, dari pra-kemerdekaan, kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga saat ini, 3) dalam konteks pendidikan, berhasil mengintegrasikan sistem pendidikan modern dengan tetap mempertahankan identitas pesantren, 4) pada dimensi budaya, menjadi garda depan sebagai aktor pelestari kebudayaan berbasisi lokal, menjadi media dakwah 5) menjadi penyokong utama beragam agenda pemerintah, terkait isu radikalisme beragama di Indonesia, dan secara gemilang berhasil menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin bagi dunia luar.  Adapun tantangan kedepan meliputi: 1) memiliki kelemahan di bidang ekonomi maupun SDM terutama terkait riset dan teknologi, 2) meski selalu berperan penting dalam setiap peristiwa politik Tanah Air, namun kerap ditinggal ketika berbicara sharing kekuasaan, 3) pesantren berhasil eksis hingga saat ini, namun masih kental asumsi hanya melahirkan ulama yang menguasai kitab kuning dan memimpin ritual keagamaan, perlu kurikulum yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi, 4) Secara ekonomi, masih basis massa berada di kelas menengah ke bawah sehingga pekerjaan besar ke depan menciptakan para saudagar baru di NU dengan memobilisasi etos pemberdayaan ekonomi.