Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 881-900 of 903

Analytics

Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Lia Puji Lestari; Novia Ariani; Priyono +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Anak Bawah Lima Tahun (balita) adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu 12 – 59 bulan. Usia balita sebagai usia yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi jenis tertentu. Gizi kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang makan yang terjadi pada balita ketika kebutuhan normal terhadap satu atau beberapa nutrien tidak terpenuhi atau nutrien-nutrien tersebut hilang dengan jumlah yang lebih besar daripada yang didapat. Pola pengasuhan yang berkontribusi dalam status gizi anak salah satunya adalah keterjaminan makanan. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh peran ibu untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas. Berdasarkan hasil pengkajian awal di wilayah RW IX Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang yang merupakan wilayah binaan Puskesmas Rowosari terdapat 64 balita yang terdaftar di Posyandu, terdapat 1 balita yang beresiko tinggi mengalami gizi kurang (bawah garis merah) serta pengetahuan Ibu dalam masalah nutrisi masih kurang. Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro mengadakaan kegiatan Parenting Class untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita melalui pendekatan keluarga.    

Kristine Dareda; Irma Yahya; Hermin B. Korah

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektifitas Inovasi metode edukasi  Remaja  dalam upaya preventif  Penyakit Menular Seksual ( PMS ) /Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMK V Manado. Desain penelitian yaitu two group pretest posttest. Sampel diambil sebanyak 40 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data mengunakan tehnik wawancara dan observasi dan mengisi  kuesioner. Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan program komputer SPSS untuk dianalisa menggunakan uji T-Berpasangan. Hasil penelitian diketahui nilai mean sebelum diberikan edukasi secara langsung yaitu 1.25 dan nilai mean sesudah yaitu 1.60 dengan nilai p=0.00, kemudian diketahui nilai mean sebelum diberikan edukasi menggunakan whatsapp yaitu 1.15 dan nilai mean sesudah yaitu 1.65 dengan nilai p=0.000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah metode yang paling efektif pada peningkatan pengetahuan siswa SMK Negeri V Manado adalah metode edukasi menggunakan media internet (whatsapp).

Retno, Nadiah Dwi; Widiatmoko, j

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study examines the effect of PAD, DAU, DAK, DBH, Area on Capital Expenditures and their impact on Economic Growth. The population in this study is the Province / Region of Sumatra, Java, and Bali in 2012-2017.The sampling method uses purposive sampling with the study period from 2012-2017 producing 96 samples. The relationship and or influence between variables is explained by using the multiple regression analysis method. the results of the study show that PAD, DAK and area have a significant positive effect on Capital Expenditures, DAU and DBH have no effect on Capital Expenditures, Capital Expenditures have a significant negative effect on Economic Growth. Testing the control variable shows that the relationship between the Human Development Index has no effect on Economic Growth, while Direct Foreign Investment has a significant positive effect on Economic Growth.  Keywords: Capital Expenditures, PAD, DAU, DAK, DBH, Area, Human Development Index, Direct Foreign Investment, and Economic Growth

Fahrunisah, Noora; Badjuri, Achmad

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study aimed to examines the influence of the regional revenue, general allocation funds and general special allocation funds on the capital expenditures moderated by economic growth. The population of this research are District/City Central Java Province which consists of 35 District/City. The study uses secondar data such as Realization Report 2013 until 2015 budget. The technique of data analysis is used multiple regression analysis.The results of this study shows that General Allocation Fund has a positive influence on Capital Expenditure. However, Local Revenue and Special Allocation Fund does not affect on Capital Expenditure. While Economic Growth proved to moderate Local Revenue to Capital Expenditure. But Economic Growth does not moderate the relationship between the General Allocation Fund and the Special Allocation Fund  to Capital Expenditures.  Keywords : local revenue, general allocation fund, special allocation fund,   economic growth and capital expenditure.

Kusjuniati, Kusjuniati

Abstrak Dasar pembentukan Otoritas Jasa Keuangan mempertimbangkan berbagaiaspek terutama aspek teknologi dimana pertumbuhan dan pengembangan sertasistem layanan jasa keuangan semakin dibutuhkan oleh masyarakat secara cepat dantepat. Dengan lahirnya Otoritas Jasa Keuangan maka pengaturan dan pengawasanlembaga jasa keuangan dapat dengan mudah dilakukan melalui satu pintumengingat bahwa lembaga jasa keuangan tidak hanya perbankan saja tetapi juga adalembaga jasa keuangan non bank dan pasar modal. Dengan terbentuknya OJKdiharapkan dapat mendukung kepentingan sektor jasa keuangan secara menyeluruhdan meningkatkan daya saing lembaga jasa keuangan itu sendiri dalam memberikankontribusi dalam pembangunan nasional.

Wahyudi, Eko Nur; Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan kota pusat perdagangan dan industri dengan sektor unggulan di bidang manufaktur, agrikultur dan pariwisata. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi (LPE), kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,7 di tahun 2015 menjadi 5,8 di tahun 2016. Artinya laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sangat tinggi, khususnya di sektor pariwisata. Banyak industri kecil tumbuh yang menopang laju pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, seperti di bidang makanan dan minuman olahan dan kerajinan. Beberapa wilayah dikhususkan dalam pengembangan industri tersebut, namun demikian tidak semua dapat menjadi sentra dari setiap bidang industri tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, seperti contoh dalam usaha kerajinan batik ada di beberapa lokasi demikian juga dengan industri olahan pangan.Pola pertumbuhan industri mikro, kecil dan menengah tersebut agar dapat dimonitordan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah industri dengan metode KMeans untuk bisa memetakan pembinaan dan pendampingan pengembangan yang tepatsesuai dengan bidang usaha para pelaku industri mikro, kecil menengah dan potensi wilayahkecamatan.

Anita Trisiana, Arif Ramadhan, Awaludin Sinur Kholis &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pemikiran dan pembahasan tentang sistem ekonomi kerakyatan secaratidak langsung berkaitan dengan Pancasila, khususnya nilai kerakyatan, yaitu“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratanperwakilan“. Yang mempunyai arti yaitu seluruh wakil rakyat harus ikut sertadalam menentukan kebijakan ekonomi harus sesuai dengan kesepakatan bersamaatau mufakat. Hal ini bertujuan untuk menggapai suatu cita-cita masyarakat yangadil, jujur, bertanggung jawab, dan sejahtera. Sehingga kekuatan ekonomi disuatunegara itu lebih dipengaruhi dengan bagaimana sistem ekonomi yang di terapkanoleh negara tersebut. Indonesia saat ini menerapkan sistem ekonomi yang strategisyaitu sistem ekonomi kerakyatan, dimana dalam melaksanakan sistem ekonomiitu dikendalikan oleh rakyat. Tetapi dalam melaksanakan sistem ekonomikerakyatan harus membutuhkan pertimbangan yang matang, seperi indonesiadalam menentukan sisem ekonomi kerakyatan. Jika dilhat dalam sejarah, padaawal mulanya suatu negara berkembang,khususnya indonesia sebelumnyamenganut teori pertumbuhan dalam sistem ekonominya. Indonesia sekarang tidakmenganut teori pertumbuhan karena prinsip tersebut malah mengalami suatukegagalan. Oleh karena itu, Indonesia saat ini memegang teguh pada asasekonomi kerakyatan.Kata kunci: Kerakyatan, Keadilan, Pancasila

Kusjuniati, Kusjuniati

Pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah di Indonesia memberikan pilihan kepada masyarakat terutama masyarakat muslim untuk memilih alternatif perbankan dalammenjalankan transaksinya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perbankan syariah melalui berbagaiaturan dan surat edaran agar perbankan syariah dapat bersaing dengan perbankan konvensional. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana Kinerja keuangan ditinjau dari KewajibanPemenuhan Modal Minimum (KPMM), Net Performance Financing (NPF), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Operating Margin (NOM), Biaya OperasionalTerhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Financing To Debt Ratio (FDR),perbankan syariah di Indonesia? Metodologi penelitian dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari websiteBank Indonesia melalui laporan publikasi perbankan syariah, Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, 4 bank syariah yaitu BNI Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan Ban Syariah Mandiri. Pendekatan penelitian adalah diskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verivikasi data. Hasil dari peneltian ini adalah bahwa rasio kinerja keuangan ditinjau dari PemenuhanModal Minimum (KPMM), Net Performance Financing (NPF), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Operating Margin (NOM), Biaya Operasional TerhadapPendapatan Operasional (BOPO) dan Financing To Debt Ratio (FDR),rata-rata cukup baik sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia.

Fatiyah, Nur; Sulistiyo, Heru; Sam’an, Sam’an

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This research is about the value of manufacture company in Indonesian stock exchange from 2012 until 2016. The purpose of this research is to analyze profitability, and good corporate governance in mediating the influence of company growth and capital structure to firm value. The sample is selected through purposive sampling as many as 46 manufacturing companies in Indonesian stock exchange. The data obtained by analyzing the company's financial statements of the year 2012 to 2016. Data analysis is using multiple linear regression with SEM-PLS 4.0 program. The result showed that company growth has a significant positive effect to profitability, capital structure has positive effect not significant to profitability. The company growth has a negative effect not significant to good corporate governance, capital structure has positive effect not significant to good corporate governance. The company growth has positive effect not significant to firm value, capital structure has negative effect not significant to firm value. Profitability, and good corporate governance have a significant positive effect on firm value. Profitability mediates the influence of company growth, and the capital structure to firm value. Good corporate governance does not mediate the effect of company growth, and the capital structure to firm value, good corporate governance mediates the influence of capital structure to firm value.

Carorin, Carorin

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Dalam pelaksanaan otonomi daerah Pemerintah Kabupaten/Kota pada umumnya mempunyai 3fungsi yaitu alokasi, distribusi dan stabilisasi. Pelaksanaan fungsi Pemda di bidang alokasi antaralain adalah memberikan pelayanan dan fasilitas publik, yang diwujudkan dalam pembangunanterminal di Desa Widorokondang Kabupaten Pati. Dengan dibangunnya terminal ini akanmendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati dan mendukung perkembangan kotasekitarnya, mengingat Kabupaten Pati letaknya cukup strategis yaitu berbatasan denganKabupaten Kudus, Jepara, Grobogan,Blora dan Rembang. Lokasi penelitian ini adalah DesaWidorokondang Kabupaten Pati. Adapun alat analisis yang digunakan Analisis net present value(NPV), Analisis payback period, Analisis Return on Investment (ROI), Analisis hasilpengembalian (internal rate of return)/IRR serta analisis kerjasama Pemerintah-Swasta.Kesimpulan yang diperoleh adalah Potensi kepadatan lalu lintas tinggi di kawasan ini akanmemberikan peluang pemasukan (Cash In Flow) sebesar Rp 149.743.501. Biaya investasipembangunan di kawasan ini sebesar Rp29.515.745.000. Dengan batas masa investasi 25tahun, maka didapatkan :DF 10%, Payback periode adalah 23 tahun, DF 12%, tidak layak (diatas 25 tahun), DF 14%, tidak layak (di atas 25 tahun)

Alfasadun, Alfasadun; Hardiningsih, Pancawati; Wakhidati, Indri Nur

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2018 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study aims to analyze the effect of the Original Income, the difference between the expenditure budget, and the Area of Capital expenditure with economic growth as a moderating variable. Population in this research is Regency / City of Province of Central Java counted 35 which consist of 29 regency and 6 municipality. Sample Samples selected were 35 districts / cities with census technique. Secondary data retrieval method using report from BPS in Regency / Municipality of Central Java Province. The analysis used multiple linear regression model of moderation model with the basis of interaction. The results showed that PAD has a positive effect on capital expenditure. Similarly, SiLPA has a positive effect on capital expenditure. The area has positive effect on capital expenditure. Economic Growth is a positive influence on capital expenditure. Economic growth strengthens the effect of PAD on capital expenditures. While Economic Growth is not proven to strengthen the influence of SiLPA on capital expenditure. Keywords: local original revenue, SiLPA, area, economic growth, capital expenditure

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Akhmad Mustofa, Mutiara Gustina Rohmawati Yannie Asrie Widanti

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ampas tahu memiliki potensi gizi sebagai sumber protein dan mengandung serat yang tinggi. Labukuning merupakan sumber Beta-karoten. Beta-karoten adalah pembentuk Vitamin A atau retinol yangbermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan jenis gula dengan tingkat penambahan ampas tahu dan tepung labukuning terhadap karakteristik fisikokimia snack bars dan tingkat kesukaan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbandinganampas tahu dan tepung labu kuning (80:20, 60:40, 50:50) dan faktor yang kedua yaitu jenis gula (gula jawa,madu, fruktosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bars ampas tahu dengan penambahan tepunglabu kuning (80:20) dan variasi jenis gula (gula jawa) yang memiliki karakteristik terbaik yaitu: protein(7,77%), betakaroten (25,52 mg/g), kadar air (20,73%), kadar abu (2,41%), gula total (18,18%), warna coklat(3,66), rasa labu kuning sedikit terasa (2,06), rasa ampas tahu terasa (1,86), tekstur sedikit lengket (2,26),dan kesukaan keseluruhan yang paling disukai (3,40).Kata kunci: ampas tahu, labu kuning, snack bars.

Farida, Aini; Kartika, Andi

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2017 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

The study examines the effect of internal cash flow, insider ownership, profitability, investment opportunity and sales growth on capital expenditure. This research was conducted at the Indonesian Stock Exchange by using a go public manufacturing company as the unit of analysis.Population in this research is manufacturing company listed on the Indonesian Stock Exchange period form 2010 to 2014. The sampling method used purposive sampling. The research sample includes companies that have insider ownership, releasing financial statement, has the completeness of data, used the rupiah currency  Relationship and (or) influence between variables is describe by using multiple regression analysis.The result showed that the insider ownership has significant negative effect and investment opportunity has significant positive effect to the capital expenditure. Where as the internal cash flow and sales growth has no significant positive effect, and profitability has no significant negative effect to the capital expenditure.Keywords:   Internal Cash Flow, Insider Ownership, Profitability, Investment Opportunity, Sales Growth and Capital Expenditure.

Jaeni, Jaeni; Anggana L, Greg.

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2017 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Regional autonomy makes the region able to develop in accordance with its capabilities and does not depend on the Central Government. Efforts to increase the Original Revenue will not give meaning if not followed by an increase in regional economic growth. This study aims to analyze the effect of Local Revenue and Provincial Assistance on Capital Expenditures Moderated by Regional Economic Growth The research was conducted in the administrative area of Central Java Province Regency, which is 35 districts / cities consisting of 29 districts and 6 municipalities. The analytical technique used moderate quasi-model regression with the basis of interaction. The results of the hypothesis show that the Original Revenue, Provincial Assistance, and Economic Growth affect the Capital Expenditure. While Economic Growth is also proven to moderate the influence of Original Revenue on Capital Expenditure. The results of this study show that the model is able to explain the variance of Capital Expenditure of 85.5%. Keywords: Local Revenue, Provincial Assistance, Economic Growth, Capital Expenditure.

Kapti Rahayu Kuswanto, Niko Listiyo, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri. Asam Laktat (BAL) halofil yang mampu menghasilkan enzim proteolitik. Isolat yang diperoleh diidentifikasi awal untuk menentukan genus bakteri, sehingga didapatkan isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai kultur starter pada pembuatan kecap ikan lele.Dalam penelitian ini, kecap ikan lele dibuat dengan kadar garam 10% dan difermentasi selama 3, 5, dan 7 hari, dilakukan analisis total populasi BAL dengan cara ditumbuhkan pada medium deMann Rogosa Sharpe (MRS) yang telah ditambahkan CaCO3 1%, NaCl 7% dan Na Azida. Pengujian isolat BAL penghasil enzim proteolitik, dilakukan dengan cara menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Bakteri asam laktat yang tumbuh pada medium dengan kadar garam 7%, selanjutnya dilakukan skrining sifat penghasil enzim proteolitik, dengan menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Isolat yang diperoleh, dikarakterisasi menggunakan metode standar antara lain: uji morfologi sel, pengecatan Gram, uji katalase, uji produksi gas, uji pertumbuhan pada suhu, dan pH.Isolasi bakteri selama fermentasi kecap ikan lele, diperoleh isolat sebanyak 71 isolat bakteri penghasil asam. Namun berdasarkan uji konfirmasi hanya diperoleh 6 isolat BAL, dari 6 isolat tersebut dipilih 2 isolat BAL. Dengan melihat sifat-sifat karakterisitik fenotip yang muncul, berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, isolat diidentifikasi sebagai genus Pediococcus sp.Kata kunci: BAL halofil proteolitik, isolasi, identifikasi, kecap ikan lele

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah

Linda Kurniawati, Suratmiyati, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nata merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, yang selama ini dibuat dari air kelapa.Tetapi air kelapa semakin lama semakin sulit untuk didapatkan. Selama ini setiap keluarga menghasilkan limbah leri yang dihasilkan dari pencucian beras yang akan dikonsumsi setiap harinya. Tetapi limbah leri oleh masyarakat hanya dibuang karena dinilai tidak mempunyai nilai ekonomis. Dalam air limbah leri masih mengandung karbohidrat jenis pati sebanyak 85-90%. Jenis karbohidrat dalam beras berupa pati dapat terbuang bersama air ketika proses pencucian. Kandungan karbohidrat ini memenuhi syarat pertumbuhan bakteri Acetobacter sp. dalam pembuatan Nata. Bakteri akan mensintesis selulosa dari karbohidrat yang terkandung dalam air cucian beras sehingga dihasilkan Nata de Leri.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis beras hitam, merah, dan putih. Faktor kedua yaitu lama fermentasi 8, 10, 12, 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan jenis beras merah dengan lama fermentasi 14 hari adalah yang terbaik yang memiliki kadar air 97,48%; kadar abu 0,048%; kadar serat 2,57%, dan kadar gula yang dimanfaatkan dalam proses fermentasi 5,64%; ketebalan nata 0,61 cm; berat nata 521 gram; tekstur 28,85 mm/g; cairan sisa fermentasi 100 ml serta warna nata de leri coklat muda.Kata Kunci : Leri, Nata de leri, jenis beras, lama fermentasi

Adyatma, Erdi; Meita Oktaviani, Rachmawati

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2016 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

The local government allocated funds in the form of capital expenditure in the local budget to increase fixed assets. During this shopping areas more used to spending relatively less productive routine. The purpose of this study is to prove empirically the effect of regional revenue and general allocation funds for capital expenditures in the District / City Central Java Province Year 2011-2013 with moderation variables Economic Growth. The population in this study is the Regency / City Central Java province which consists of 35 District / City. This study uses secondary data such as Realization Report 2011-2013 budget. In this study, the test model for hypothesis testing will be done using Moderated Regression Analysis. The data has been collected and analyzed in advance with the classic assumption test. Based on the results of this study concluded that the original income has no effect on Capital Expenditure. General Allocation Fund has a positive influence on Capital Expenditure. Directions regression coefficient is positive, meaning that an increase in the General Allocation Fund will increase capital expenditures. Economic growth does not affect the Capital Expenditure. Economic growth does not moderate relationship with the Regional Income Capital Expenditure. Economic growth does not moderate the relationship with the general allocation fund capital expenditures. Keywords:  Local Revenues, General Allocation Funds, Economic Growth and Capital Expenditure

Rahmawati, Teti

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2016 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aim to examine the effect of the ratio likuiditas, leverage,operating capacity, sales growth, audit committee size, independentcommissioner and public ownership on financial distress.The population ofthis study is manufacture company listed on the Indonesia Stock Exchangefor period of 2009-2015. Based on purposive sampling method, this sampleof this study are 281 companies (159 financial distress and 122 nonfinancial distress). The criteria is used to categorize a financial distresscompany in this study based on earning per share (EPS) negative. Dataanalysis using regression logistic.The result show that the sales growth,operating capacity, independent commissioner and public ownership have asignificant on financial distress.