Macroeconomics is the study of economic activity in a country. Macroeconomic indicators are inflation, unemployment, and economic growth. The purpose of this study is to see the effect of unemployment and inflation on economic growth in North Sumatra. This study uses the multiple regression method where the data is taken from 1998-2022 per semester. Finally, this study only shows that unemployment has a significant effect on economic growth, while inflation has no significant effect on economic growth.
Poverty is a problem in a complex and multidimensional economy. Therefore it is necessary to find a solution to overcome or at least reduce the level of poverty. This study aims to analyze the effect of the level of economic growth on the level of poverty in the province of North Sumatra. The author uses library research instruments, documentation studies, internet browsing, where the data taken is secondary data from related agencies, especially the Central Bureau of Statistics of North Sumatra, and in analyzing the data using a simple linear regression analysis technique. The results of data processing show that economic growth has a negative and significant effect on poverty rates in the province of North Sumatra.
This study aims to examine and analyze the effect of income on consumption patterns of students of the Faculty of Islamic Economics and Business at UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten and to determine differences in consumption patterns of FEBI students at UIN BANTEN based on scholarship recipients, gender and place of residence. This study used a quantitative approach by distributing questionnaires to 30 respondents. Then the collected data were analyzed using a simple regression equation with the help of the Eviews program and the average difference test with the help of the SPSS program. The results of the simple linear regression equation obtained Y = 1.850 + 0.680X a constant of 1.850 which is the value of consumption before it is affected by income, then the regression coefficient equal to 0.680 is the value of income which has a positive and significant influence on the level of student consumption and if increased Rp. 100,000 it will increase consumption by Rp. 68,000. Then it can be seen that the coefficient of determination is 0.345 or when multiplied by 100 percent, 34.5% of the income variable will influence the level of consumption of FEBI students at UIN Banten in Serang City and the remaining 65.5% is influenced by other variables not included in the study This. The variable is additional income. The t test obtained t count > t table or obtained 3.840 > t table 2.048 thus Ho was rejected and Ha was accepted so that it can be stated that income has a positive and significant effect on the level of consumption of FEBI Banten UIN students in Serang City.
This study aims to analyze the influence of the agricultural sector on the economy in Medan Province. The agricultural sector plays a vital role in the economy of a region, particularly in agrarian areas like Medan Province. The data used in this study are secondary data obtained from relevant institutions and statistical agencies. The research method employed is linear regression analysis, using the dependent variable of economic growth in Medan Province and the independent variable of agricultural sector production value. The results of the analysis indicate a positive relationship between the agricultural sector and economic growth in Medan Province. The regression results show that the production value of the agricultural sector contributes significantly to economic growth in the region. This indicates that the development of the agricultural sector has a positive impact on the economy of Medan Province. The study also identifies other factors that can influence the relationship between the agricultural sector and the economy, such as climate factors, government policies, and market factors. The findings of this research can serve as a basis for relevant stakeholders, both the government and industry players, in formulating policies and development strategies for the agricultural sector to enhance economic growth in Medan Province.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan sistem pembayaran yang berbasis teknologi telah mengubah secara signifikan arsitektur sistem pembayaran konvensional yang mengandalkan fisik uang sebagai instrumen pembayaran meski fisik uang sampai saat ini masih banyak digunakan masyarakat dunia sebagai alat pembayaran namun sejalan dengan perkembangan teknologi sistem pembayaran yang pesat pola pembayaran tunai atau cash secara berangsur beralih menuju pembayaran non tunai. Salah satu produk keuangan digital tersebut adalah uang elektronik (e-money).[1] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepercayaan, persepsi manfaat dan religiusitas terhadap keputusan pembelian menggunakana e-money. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 267 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan alat hitung spss versi 22. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t (parsial) dan uji f (simultan) didapatkan sebuah jawaban bahwa variabel kepercayaan, persepsi manfaat, dan religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian menggunakan e-money dengan hasil tersebut sekaligus menjawab tujuan dari penelitian.
The development of information and communication technology has significantly affected social change. One social media platform that is very popular among teenagers is Instagram. This study aims to analyze social changes that occur in the context of Instagram use and their influence on the formation of adolescent self-identity. This research uses’a literature study research method where the data used comes from journals, articles, the internet, literature reviews containing the material studied.
The results of this study show that Instagram has a significant influence in shaping adolescent self-identity. Teenagers have the opportunity to build and manage their self image through the photos and content they upload on this platform.
Instagram use also affects social norms and beauty standards of teens. Teenagers are often influenced by images uploaded by peers, celebrities, or influencers who are considered ideal models. This can lead to social pressure for adolescents to conform to these standards, both in physical appearance and lifestyle. Because excessive use can affect the mental health and personal development of adolescent. Therefore, it is important for parents to provide guidelines and support teenagers in using social media wisely.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga terhadap pola konsumsi masyarakat miskin dan Dampak Pola Konsumsi Masyarakat Miskin Setelah Kenaikan Harga Beras di Kelurahan Tempino Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis data regresi linier sederhana dan metode kualitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 sampel masyarakat miskin yang ada di Kelurahan Tempino Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil analisis data yang diolah menggunakan metode penelitian kuantitatif, menunjukkan koefisien harga (X) sebesar 0,464 dan bertanda positif. maka konsumsi sebesar 0,464%, artinya variabel harga ada hubungan positif dan signifikan dengan variabel konsumsi. Selanjutnya Konsumsi beras dan pembelian beras masyarakat miskin menjadi berkurang pengeluaran menjadi bertambah dari sebelumnya karena semua kebutuhan sehari – hari harganya mulai malonjak naik. Pembelian kebutuhan yang lain pun menjadi berkurang karena harga yang melonjak naik.
K-Pop, has become increasingly popular in Ponorogo in recent years. One significant impact of this popularity is the change in the clothing fashion of teenagers in Ponorogo. This article will discuss the influence of K-Pop culture on teenagers' clothing fashion in Ponorogo. K-Pop has brought a different and unique fashion style, which influences fashion trends in Ponorogo. Ponorogo teenagers are especially impressed by the styles popularized by K-Pop stars, including hairstyles, make-up, and accessories. The fashion industry in Korea has grown rapidly along with the popularity of K-Pop, and this has also had an impact on fashion in Ponorogo. Several Korean fashion brands have entered the Ponorogo market and offer products inspired by K-Pop fashion styles. As a result, the influence of K-Pop culture on teenagers' clothing fashion in Ponorogo is significant. There is a shift in fashion trends from the traditional Ponorogo style to the more modern and unique K-Pop style. However, this can also lead to problems such as an imbalance between indigenous and imported cultures. Overall, the influence of K-Pop culture on teenagers' clothing fashion in Ponorogo has brought many changes and become a popular trend. However, it is important for P communities to maintain their cultural identity and not be overly influenced by outside cultures.
Mengetahui kenakalan remaja ataupun tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja Desa x Kabupaten Ngawi dan mendreskripsikan secara mendalam tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja di Desa x Kabupaten Ngawi. Sumber data diperoleh melalui dokumentasi maupun wawancara dengan masyarakat sekitar. Perilaku seks pranikah pada remaja merupakan suatu fenomena yang semakin marak terjadi, tak terkecuali di Desa x Kabupaten Ngawi. Faktor-faktor penyebab munculnya perilaku seks pranikah berdasarkan hasil penelitian diantaranya adalah 1) Kurangnya pengawasan keluarga terhadap anak 2) Pengaruh media yang semakin berkembang 3) Rendahnya pendidikan nilai agama. Upaya pencegahan perilaku seks bebas dapat dilakukan dengan yang pertama yaitu melalui diri kita sendiri yang kedua yaitu melalui keluarga dan yang ketiga yaitu melalui lingkungan yang dimana kita harus bisa memilah anttar teman yang baik maupun teman yang buruk dalam berperilaku dan kita juga harus memiliki kegiatan diluar yang lebih baik semisal dalam sekolah kita mengikuti ekstrakulikuler.
Fenomena Korean Wave atau hallyu telah menguasai dunia. Korean Wave atau Hallyu adalah budaya pop yang berasal dari negara ginseng. Korean wave merupakan salah satu contoh keberhasilan suatu negara mengembangkan budaya dan mampu memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan negara Istilah ini mengacu pada popularitas budaya pop Korea Selatan yang lebih luas di seluruh dunia. Salah satu yang sangat umum di berbagai belahan dunia adalah fashion style atau gaya busana korea. Busana Korea dinilai unik karena menampilkan warna cerah pada pakaian dan mudah menyatu dengan tubuh dan warna kulit Asia. Fashion Korea ada dan mempengaruhi pengikutnya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dari sini dapat disimpulkan bagaimana masalah ketergantungan gaya fashion Korea mempengaruhi perilaku penduduk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi pengaruh Korean Wave terhadap Fashion Style remaja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan menggunkaan media Googleform yang disebarkan kepada komunitas dance cover. Hasil analisis menunjukkan bahwa Korean Wave berpengaruh terhadap Fashion Style remaja di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh Kompetensi, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui metode pengumpulan data yaitu kuisioner terhadap 90 responden karyawan PT Pandawa Mitra Sejahtera di Jawa Tengah. Kemudian teknik analisis yang digunakan adalah analisi persamaan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS dan menggunakan metode non probability sampling dengan pengambilan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan variabel kompetensi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Variabel kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.
The negative impact of the Covid-19 pandemic has caused problems with the protection of consumer rights. This happens when their access to basic goods and services is poor as a result of unfair economic practices and causes unfair business competition. In Law No.8 of 1999 concerning Consumer Protection Article 4 which regulates consumer rights. During the Covid-19 pandemic, it has caused various impacts that go hand in hand with the era of disruption, causing consumers to be in a weak position. In dealing with the Covid-19 pandemic case, it is not only regulated by national legislation or legislation, but also by human rights law, especially those that have been officially recognized by the state. These activities have implications for the implementation of business competition supervision carried out by the Business Competition Supervisory Commission (KPPU).
This study aims to determine the effect of e-service quality, price perceptions, and sales promotions on customer loyalty (a study on Grab online transportation service customers at KH. A. Wahab Hasbullah University, Jombang). This research uses quantitative methods with type research used, namely surveys. The population in this study are students of the economics faculty who use the Grab online transportation service. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 respondents. The data collection technique uses an online questionnaire that has been tested for validity and reliability. The data analysis technique used is multiple regression, coefficient of determination R2, T-test, and F-test. The results of this study show 1) There is no effect of e-service quality on customer loyalty study on Grab online transportation service customers at KH University. A. Wahab Hasbullah Jombang. 2) There is an influence of price perceptions on customer loyalty study on Grab online transportation service customers at KH University. A. Wahab Hasbullah Jombang. 3) There is an effect of sales promotion on customer loyalty study on Grab online transportation service customers at KH University. A. Wahab Hasbullah Jombang. 4) There is the effect of e-service quality, price perception, and sales promotion simultaneously on customer loyalty study on Grab online transportation service customers at KH University. A. Wahab Hasbullah Jombang.
This study aims to determine the effect of gold prices on investment intentions. The data analysis technique used is descriptive quantitative. With a sample of 50 respondents through purposive sampling method. The results of this study, namely the Correlation Coefficient test, obtained an rxy value of 0.710, meaning that the price of gold has a positive and strong effect on Islamic investment intentions. For the regression equation, Y = 9.423 + 0.710 X, where the price of gold has a significant influence on the interest of customers to invest using gold savings products. The value of the coefficient of determination (R2) is 0.552 or 55.2%, which means that the price of gold affects the interest of customers to invest in using gold savings products at PT. Pegadaian (Persero) Lubuk Pakam Branch Office. Knowing whether the hypothesis in this study is accepted or not, the t (partial) test is used which is obtained from the price of gold (x) which has a tcount of 4.581 > ttable of 2.010. Thus Ha is accepted because tcount>ttable. Therefore, it can be concluded that the price of gold partially has a significant effect on Islamic investment intentions.
Islamic banks are one of the many types of banks that implement sharia principles in their operational activities. Islamic banks play an important role in supporting economic and financial growth in Indonesia, and have become an alternative for people to save and manage their money. However, there are still many Banten UIN students who do not know about Islamic banking and how it works. The level of financial and banking literacy within the scope of UIN Banten students is an important factor that has the potential to influence their interest in saving money in Islamic banks. A low level of financial and banking literacy can make students not have adequate insight into products and services of Islamic banks, thus hindering their interest in saving at the bank. Therefore, this research is aimed at examining the effect of the literacy level of UIN Banten students regarding Islamic banks on their interest in saving in Islamic banks. This research is aimed at reviewing the level of Islamic financial literacy of students of Islamic economics and Islamic banking study programs and the influence of Islamic financial literacy levels on the use of Islamic banking products. Research categorized as quantitative research. Thus, increasing literacy around Islamic banking can strengthen the interest of UIN Banten students in saving money in Islamic banks.
Keywords: Influence, literacy level, Islamic bank, interest in saving
Di Indonesia, sebagian orang lebih percaya untuk menggunakan obat herbal, disamping harga yang relatif murah, obat herbal dianggap bersifat alami, sehingga bebas dari efek samping yang tidak diinginkan. Tanaman salam secara ilmiah mempunyai nama Latin Eugenia polyantha Wight dan memiliki nama ilmiah lain, yaitu Syzygium polyantha Wight. dan Eugenia lucidula Miq. Tanaman ini termasuk suku Myrtaceae. Tanaman salam merupakan salah satu contoh obat herbal yang dianggap efektif dalam pengobatan berbagai macam penyakit. Khasiat yang terkandung dalam daun salam mempunyai senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tanin, dan flavonoid. Dalam pengobatan, daun salam digunakan untuk pengobatan kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit maag (gastritis), diare dan kandungan kimianya mempunyai aktivitas sebagai obat asam urat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam dalam pengobatan berbagai macam penyakit, terkhusus hipertensi, dan asam urat. Dengan tulisan ini diharapkan daun salam bisa menjadi alternatif pengobatan dalam menurunkan kadar hiperteensi dan asam urat. Penelitian ini menggunakan Metode Literature Review dengan pencarian artikel dengan menggunakan search engine Google Scholar. Pencarian tersebut menghasilkan 23 makalah yang sesuai dengan judul penelitian, namun hanya 6 publikasi yang memenuhi persyaratan inklusi penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh pemberian rebusan danu salam terhadap penderita hipertensi dan asam urat.
Limbah organik dari sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pupuk organik cair (POC). Secara umum pupuk organik cair mengandung unsur hara seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium serta C-Organik yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pupuk organik cair dari limbah organik berupa sisa makanan terhadap pertumbuhan awal tanaman kangkumg darat dan konsentrasi POC yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan awal dari tanaman kangkung darat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memberikan 3 perlakuan berdasarkan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang berbeda, yaitu P1= 50%, P2= 75%, P3= 100%. Penelitian dilakukan selama 1-2 bulan. Hasil penelitian pada perbandingan kosentrasi pupuk organik cair (POC) memperlihatkan terdapat beda signifikan terhadap pertumbuhan kangkung darat, yaitu pada tinggi batang, lebar daun dan panjang daun yang diberi perlakuan tidak sama. Perlakuan paling tepat yaitu perlakuan P1 dengan jumlah konsentrasi pupuk organik cair (POC) sebesar 50% (9,52 ml POC + 191,48 ml air) dengan hasil pengukuran tinggi batang 17,5 cm, lebar daun 1,1 cm, dan panjang daun 3,4 cm.
Introduction: Diplopia is a visual disorder in which a person sees two images of one object. This case is a neurological case caused by lesions on nerve III (Oculomotor nerve), nerve IV (Trochlear nerve), and nerve VI (Abducens nerve). The purpose of this study was to determine the effect of giving electrical stimulation, saccades exercise and pursuits exercise in cases of left monocular diplopia. The method used in this study was a case study conducted on a 44-year-old female patient with left monocular diplopia. The interventions provided such as electrical stimulation, saccades exercise and pursuits exercise were carried out 2x a week and this study was conducted for 3 weeks. After 6x interventions, the results showed a decrease in the degree of pain and an increase in functional eye movement. In future research, it is hoped that there will be research with a long enough period of time so that it can determine the effectiveness of saccades exercise and pursuits exercise in increasing visual ability.
This study aims to determine how much influence employee discipline and work environment have on employee performance in the PGS Cimanggis Village. The research method is a quantitative approach using non-probability sampling data collection techniques. The number of samples taken using the slovin formula is as many as 52 respondents. Primary data was collected using questionnaires in Likert scale units. Data processing uses SPSS 26 software for instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and the coefficient of determination. The results of the study show that work discipline partially has a positive and significant relationship to employee performance. The work environment also has a positive and significant relationship to employee performance. Then through simultaneous testing of the two variables of work discipline and the work environment have a positive and significant relationship to employee performance