Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-72 of 72

Analytics

Muhtar Lutfi; Dedy Rusmiyanto, S.Tr., M.T; Sunu Arsy pratomo, S.T., M.T

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kebakaran merupakan salah satu resiko yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dalam setiap kegiatan pelayaran kapal laut. Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran kapal ini pun menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar bahkan bisa sampai memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 186/KepMen/1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja, pasal 2 ayat 1 dan 2 mewajibkan kepada pengurus dan pengusaha untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran dan wajib memiliki unit penanggulangan kebakaran dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukanlah suatu sistem penanggulangan kebakaran di atas kapal yang mencakup sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal. Variabel sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sistem pemadam kebakaran pada kapal secara keseluruhan. Metode Penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan software SPSS. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 orang dihitung menggunakan rumus slovin.  Hasil menunjukkan  bahwa  variabel  sistem proteksi kebakaran, peralatan pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kesesuaian sistem pemadam kebakaran dengan kontribusi sebesar 64,4%, sedangkan faktor-faktor lain diluar variable penelitian ini yang berpengaruh sebesar 35,6%.

Alvionita Damayanti

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

program upaya pembuatan jalur evakuasi dan Titik Kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora bertujuan untuk mendukung Permen PUPR No.14 Tahun 2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Jalur evakuasi dan titik kumpul ini didesain untuk kasus darurat seperti kebakaran, gempa bumi, dan situasi darurat lainnya. Fasilitas ini menyediakan petunjuk evakuasi dan titik kumpul yang memudahkan seluruh pengguna layanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora untuk mencari tempat yang aman dan berkumpul di titik kumpul setelah proses evakuasi. Tujuan dari pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora adalah untuk menyusun rencana tanggap darurat yang praktis, sederhana, dan mudah dimengerti, yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan cidera, kerusakan aset, dan kerugian material akibat dari berbagai bentuk dan tingkat resiko atau bahaya di tempat kerja. Meskipun tempat kerja yang sepenuhnya aman dari keadaan darurat sulit dicapai, rencana tanggap darurat yang matang dapat menormalisasi situasi dan menyelamatkan banyak nyawa. Lokasi titik kumpul yang jelas merupakan bagian penting dari perencanaan tersebut. Kegiatan ini diawali dengan melakukan koordinasi bersama pejabat struktural dan Pembimbing Kegiatan sehingga dapat ditentukan kepastian waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan program  di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora.                               

Dony Wardana; Ferdi Firmansyah; Widayana Tri Meiliya; Moch Luqman Ashari; Denny Oktavina Radianto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seiring dengan meningkatnya populasi manusia di dunia, tentu akan meningkatkan jumlah hunian sebagai tempat tinggal. Namun, hunian yang digunakan sebagai tempat menyimpan harta benda, jiwa, juga bangunan memiliki potensi lenyap akibat kebakaran non alam. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gorden anti api menggunakan bahan dasar kain terpal katun, karbon aktif dari kulit Esculenta Manihot, buah Citrus sp, dan resin yang berfungsi sebagai fire active dan passive protection sehingga bisa mengurangi kerugian akibat kebakaran kelas A dan B. Metode penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan desain dan prototipe dengan menguji coba ketahanan api pada sampel menggunakan pemantik api kompor secara maksimal. Gorden yang dibuat dapat menahan panas dan api karena zat aktif pada kulit Esculenta Manihot mampu mencegah lompatan energi elektron.

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Affrilia Khusnul Khotimah; Beatrix, Michella

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan dalam pelaksanaan suatu proyek, seperti pembangunan jalan nasional di Jawa Timur. Pentingnya untuk melakukan analisis terhadap faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inti permasalahan yang menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan suatu proyek dan memberikan penjelasan secara rinci tentang mengatasi masalah yang terjadi pada proyek. Berdasarkan dari analisis, penyebab yang paling mempengaruhi terjadinya keterlambatan pada proyek jalan nasional di Jawa Timur adalah aspek eksternal dan force major. Aspek ini merupakan faktor-faktor yang tidak dapat diantisipasi dan dihindari, seperti cuaca buruk, kebakaran, dan bencana alam. Aspek lingkup  dokumentasi pekerjaan (kontrak) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya keterlambatan proyek. Masalah yang terkait dengan lingkup pekerjaan dan dokumentasi yang tidak jelas dapat menyebabkan keterlambatan proyek. Aspek sistem organisasi, koordinasi, dan komunikasi serta aspek sistem inspeksi, kontrol, dan evaluasi juga memil iki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya keterlambatan proyek. Masalah yang terkait dengan sistem organisasi, koordinasi, dan komunikasi serta sistem inspeksi, kontrol, dan evaluasi dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan proyek. Nilai probabilitas persentase untuk setiap aspek tersebut secara berurutan adalah 25%, 19%, 19%, dan 19%. Kata kunci: keterlambatan proyek, faktor keterlambatan, probabilitas,  

Hantanto Budisarwono

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Peristiwa kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang yang mengakibatkan tewasnya puluhan narapidana baru-baru ini, menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia. Sistem pemidanaan yang mengedepankan sanksi penjara selama ini tidak lagi efektif sebagai sarana penanggulangan kejahatan bahkan sebaliknya menjadikan Lembaga Pemasyarakatan mengalami over kapasitas yang berpotensi menjadi sumber kerawanan permasalahan di Lembaga Pemasyarakatan.  Salah satu sumber permasalahan adalah lebih dari setengah jumlah narapidana di setiap Lembaga Pemasyarakatan adalah narapidana kasus narkotika.  Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana kebijakan sistem sanksi tindakan dalam tindak pidana narkotika saat ini ? serta Bagaimana pembaharuan kebijakan sistem sanksi tindakan dalam tindak pidana narkotika di masa yang akan datang ?.  Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya kebiasaan dari aparat penegak hukum, khususnya hakim yang dalam menjatuhkan putusan lebih mengutamakan sanksi pidana penjara bukannya sanksi tindakan, meskipun sebenarnya dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur adanya sanksi tindakan dalam bentuk rehabilitasi.   Saran dalam Penelitian ini adalah mengingat pelaku tindak pidana penyalahguna narkotika adalah juga merupakan korban dari tindak pidana yang dilakukannya sehingga terhadap mereka akan lebih tepat bila dijatuhi sanksi tindakan berupa rehabilitasi dibandingkan dengan penjatuhan sanksi pidana.

Nurbaiti Nurbaiti; Sanghati Sanghati; Nurhayati Nurhayati; Basmalah Harun; Nijar Wijayanti +1 more

Jurnal DIKMAS 2021 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Disasters are events either natural or non-natural that cannot be predicted in advance. The impact of natural disasters can be in the form of comprehensive environmental damage that can cause mass human deaths. Fires can occur anywhere and at any time, fire management needs to be understood so that when a fire occurs there are no casualties. Thus, preparedness is needed to face disasters. Indonesia is one of the disaster-prone countries. The age groups that are vulnerable to this problem are babies and toddlers. Disaster management specifically for this age group includes the Infant and Child Feeding (IYCF) program. The aim of this service is to meet the nutritional needs of the infant and toddler age group in the Maccini Sawah Community Health Center Working Area, so that it can prevent nutritional problems due to disasters and can handle nutritional problems. The method used in service activities is demonstrating IYCF to the community and also providing IYCF counseling at disaster sites. The results achieved were that IYCF education ran smoothly so that feeding services for the infant and toddler groups were carried out well in phase one of the emergency. IYCF is mandatory in disaster situations to prevent and treat acute nutritional problems during disasters

M. Harry Mulya Zein; Sisca Septiani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study evaluates the quality of local government public services in fire disaster management. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on interviews, observation, and documentation techniques for data analysis. The results identified a shortage of firefighting equipment and a significant reliance on the sub-district as the primary coordinator with the DPKPB. Despite rapid response efforts from the subdistrict government, more public education on fire prevention and handling still needs to be done. The main challenges are inhibiting factors such as natural conditions, lack of public awareness, and lack of infrastructure. This research suggests improved equipment provision, more effective community outreach, infrastructure development, and coordination between agencies and communities to quickly and efficiently respond to fire emergencies.    

Mulyono, Joko; Djuniadi; Esa Apriaskar

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

Peristiwa kebakaran merupakan kejadian yang sangat umum terjadi, banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya ialah; hubung pendek arus listrik, kebocoran gas, putung rokok. Kebakaran yang terjadi pasti akan berujung pada kerugian baik itu kerugian materil maupun korban jiwa. Pencegahan sejak dini sangat diperlukan yaitu dengan penerapa sitem pendeteksi kebakaran atau alarm kebakaran. Rancangan alat pendeteksi kebakaran terdiri dari flame sensor sebagai pendeteksi api, sensor MQ-2 sebagai mendeteksi adanya asap dalam ruangan. Serta dilengkapi dengan mikrokontroler Arduino. Berdasarkan kedua sensor indikator kebakaran ini akan ditampilkan melalui LCD dan apabila terjadi kebakaran akan di iringi dengan suara peringatan dari buzzer. Uji coba sistem terlebih dahulu melalui software proteus 8 profesional dengan tujuan membangun suatu alat pendeteksi kebakaran secara otomatis menggunakan flame sensor dan sensor asap MQ2, yang dilengkapi dengan LCD LM016L berbasis mikrokontroller arduino. Hailnya mampu memberikan gambara kepada kalayak umum bagaimana sistem kerja dari alat pendeteksi kebakaran/ alarm kebakaran yang dapat di representasikan memalui software proteus.

Rahmanti, Ainnur; Anugrah Tegar L; Dita Ayu R; Damayanti A; Inka Nur S +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia merupakan negara yang secara geografis, demografis, sosioekonomis dan politis merupakan kawasan yang rawan bencana, dan juga perpotensi mengalami bencana alam, non alam dan sosial, seperti bencana: gempa bumi, banjir, letusan gunung api, kebakaran, tanah longsor, wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial, terorisme. Kejadian bencana akan mengakibatkan timbulnya kedarurtan, korban massal serta permasalahan kesehatan pada masyarakat, selain itu kejadian bencana juga mengakibatkan, rusaknya fasilitas umum, fasilitas kesehatan, terganggunya saluran komunikasi dan lain-lain yang akan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir besar melanda wilayah kota Semarang pada pekan pertama dan kedua Februari 2021. Banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu merendam setidaknya 43 titik pada 5-7 Februari lalu, demikian data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Selain banjir kiriman dan banjir lokal, banjir rob merendam sejumlah kawasan di Kota Semarang, seperti di Kelurahan Kaligawe (Kecamatan Gayamsari) dan wilayah di Kecamatan Genuk. Kondisi pandemic Covid-19 memperburuk dalam penanganan bencana yang terjadi.    

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Kelik Bayu Susatyo

Jurnal Elektronika dan Komputer 2019 STEKOM PRESS

Guava is a fruit plant with various benefits for humans. Both the leaves and the fruit can be used to treat various diseases. As an example of the fruit to treat Dengue Hemorrhagic Fever, Tyfus, and so forth. The leaves can be used as traditional medicine to treat cough and diarrhea. In the highlands it is indeed cold and there is little possibility of plantation fires. However, fires can occur as a result of human activity both intentional and unintentional. The location of the plantation land that is relatively far from the residential population makes fires sometimes known too late. Therefore, it is necessary to create a tool to monitor the temperature and concentration of guava plantation smoke from a distance every day so that if the temperature or the density of smoke reaches a certain number that indicates the occurrence of fire then the tool will immediately send a notification via SMS to the plantation owner. In addition, the tool will immediately pour water from the reservoir or water reservoir into the guava plantation. In the water reservoir there is a tool to detect the volume of water. The device to be created uses the LM35 temperature sensor, MQ-2 smoke sensor, HC-SR04 Ultrasonic sensor, Relay, Arduino Uno R3 microcontroller and GPRS Shield along with the GSMSIM Card.