Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 927

Analytics

Santi Susanti; Selvi Anggraeni; Ikal Ludya Hakim

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Flood disasters that struck Cikahuripan Village significantly affected the physical, psychological, and learning motivation conditions of elementary school students, particularly at SD N 1 Cikahuripan. In the post-disaster period, students experienced a decline in learning motivation caused by psychological trauma, loss of a sense of security, and limited learning facilities. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) aimed to restore students’ psychological conditions while strengthening their learning motivation through an integrated psychosocial and pedagogical approach. The implementation methods included an initial assessment of students’ conditions, trauma healing activities based on play therapy, and the application of Fun Learning methods combined with the “Tree of Dreams” activity to rebuild students’ intrinsic motivation. The program was conducted from 15 to 22 November 2025 and involved 31 elementary school students as well as teachers as sustainability partners. The evaluation results showed significant positive changes, indicated by increased cheerfulness, active participation, confidence in social interaction, and improved learning focus among students. In addition, teachers’ capacity to implement trauma-sensitive teaching practices also improved. This program demonstrates that post-disaster learning motivation recovery requires a holistic approach integrating psychological and academic recovery, and it has the potential to serve as a replicable model for educational interventions in disaster-prone areas.

Frans Mitran Ajami; Abas, Mamat; Iken Meyti Katili; Marwan Bakari Suleman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemanfaatan lahan kosong di wilayah perdesaan sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ruang terbuka hijau dan konsep desain lanskap. Desa Suka Makmur, Kabupaten Pohuwato, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan terbuka cukup luas namun berada dalam kondisi gersang dan belum tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan kosong melalui sosialisasi dan edukasi desain lanskap ruang terbuka hijau sebagai upaya awal pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah KKN-PAR (Participatory Action Research) dengan tahapan identifikasi awal, sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi perubahan pemahaman masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap 24 responden. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh indikator yang diukur, meliputi fungsi ruang terbuka hijau, manfaat ekologis dan sosial, serta konsep dasar desain lanskap. Peningkatan pemahaman ini mengindikasikan terjadinya perubahan perilaku awal masyarakat pada aspek kognitif. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.

Yuniarti, Nur Atika; Atika Mutiarachim; Ryan Arya Pramudya; Ery Fatarina Purwaningtyas; Eleny Sania Putri

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tantangan utama yang dihadapi warga Kelurahan Pesantren, Kota Semarang adalah belum optimalnya pengelolaan limbah lingkungan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan masih kurang dimanfaatkan secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dengan inovasi ekonomi kreatif. Tahapan pelaksanaannya meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program partisipatif, pelaksanaan lokakarya, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Kegiatan program terdiri dari pendidikan kewirausahaan, pelatihan langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan peningkatan kapasitas dalam pembuatan konten digital dan pemasaran digital melalui media sosial dan pasar online. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha di kalangan ibu-ibu PKK, yaitu meningkat dari 40% sebelum program menjadi 80% setelah lokakarya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah ramah lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Lamatenggo, Nina; Razak, Intan Abdul; Abas, Mamat

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman guru terhadap manajemen sekolah dan penerapan disiplin kerja yang berdampak pada optimalisasi kinerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru melalui pelatihan manajemen sekolah dan pembinaan disiplin guru di SMP Negeri 03 Limboto Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi, praktik, dan pendampingan. Pengukuran kinerja guru dilakukan menggunakan angket sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajemen sekolah dari 62% menjadi 82%, pengelolaan pembelajaran dari 65% menjadi 85%, serta disiplin kerja guru dari 60% menjadi 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan manajemen sekolah dan pembinaan disiplin guru efektif dalam meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan.

Liberto Ripan Petrus Hutagalung; Hisardo Sitorus; Baginda Sitompul

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The environmental crisis is a global issue that has become increasingly evident and directly affects human life, including rural communities. Deforestation, environmental pollution, and changes in human lifestyles reflect an imbalanced relationship between humanity and nature. From a Christian faith perspective, the environmental crisis is not merely an ecological or social problem. This article aims to examine ecotheology as a foundation of Christian faith in responding to environmental crises, while also describing its practical implementation through a Community Service program conducted by lecturers and students of the Master’s Program in Christian Religious Education at IAKN Tarutung in 2025 in Situmeang Pintu Bosi Village, Sipoholon District, North Tapanuli Regency. The method employed is a qualitative approach using a participatory service model, which includes ecotheological material presentations, Bible-based reflective discussions, and the accompaniment of simple environmental care actions with the local community. The service materials emphasize the understanding of God as the Creator and Owner of all creation, the cultural mandate and stewardship, the reality of sin and its impact on the degradation of creation, and the role of the church and believers in preserving environmental integrity. The results indicate an increased theological understanding among the community regarding Christian responsibility toward the environment, along with the growth of ethical awareness to care for nature through concrete actions in daily life. This activity affirms that ecotheology is not merely conceptual, but has practical relevance in fostering faith-based ecological awareness.

Robyan Endruw Bafadal; Siti Hidayatul Jumaah; M. Dirangse Samudra; Baiq Dewi Kamariani

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Low levels of political literacy and political participation awareness among female university students remain a challenge for strengthening democracy at the local level. This condition is also found among female students in East Lombok, who tend to perceive political participation narrowly and lack the skills and confidence to engage actively as citizens. This community service program aims to enhance political literacy, participatory awareness, and the capacity of female students to understand and practice political participation in a critical and responsible manner. The program was implemented at the Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan Muhammadiyah Selong using a community organizing approach integrated into the academic learning process. The methods included participatory discussions, mentoring, simulations, and critical reflection, positioning female students as active subjects throughout the activities. The results indicate an improvement in participants’ understanding of the meaning and forms of political participation, increased confidence in expressing opinions, and the emergence of new awareness regarding their roles as democratic citizens. In addition, a female student discussion group was formed as a space for collective learning and an early platform for local leadership. This program highlights the role of higher education institutions in promoting social transformation and strengthening women’s political participation at the local level.

Dwi Ulina Sari; Mauly Arzak Julika

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aims to develop the communication strategy of Grandma Foundation through a corporate storytelling approach to enhance public awareness of its social programs. The main challenge faced by the foundation is the limited communication strategy, which has predominantly focused on informative reporting and has not yet effectively built emotional engagement with the public. The program employed interactive lectures, storytelling workshops, digital content production simulations, and mentoring and evaluation sessions. The results indicate a significant improvement in the foundation’s internal capacity to produce human-centered, authentic, and impact-oriented narratives. The implementation of corporate storytelling led to more consistent, emotionally engaging, and effective communication content, particularly through digital media. The discussion highlights that storytelling plays a strategic role in building public trust, strengthening organizational identity, and increasing public engagement. This program concludes that corporate storytelling is a relevant and effective communication strategy for nonprofit organizations to expand social impact and ensure the sustainability of their programs.

Hani Rarti Syahara Harahap; Inna Muthmainnah Dalimunthe; Muhammad Murdani; Riyanti Riyanti; Siti Izzati Sarah +1 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Stunting is a chronic nutritional problem that is still prevalent in the community and has long-term impacts on physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. One effort to prevent stunting is through a community service-based nutrition education program. This activity aims to analyze the implementation of a nutrition education program as a stunting prevention effort in Pasar Rawa Village, Gebang District, Langkat Regency, North Sumatra. The method used was a descriptive qualitative approach with a community service approach. The target group included PKK mothers and local mothers with toddlers. The activity was carried out through the delivery of balanced nutrition education materials, an introduction to stunting, and a discussion and question-and-answer session. The results of the activity showed active participant participation and increased awareness of the importance of fulfilling children's nutritional needs. However, some mothers still did not fully understand the concept of stunting, and some toddlers still experienced stunting. Therefore, nutrition education needs to be carried out sustainably and integrated with other health programs.

Mochamad Reza Adiyanto; M. Bagas Adi Saputra; Cindy Mildawati Virgina Putri; Nadaa Avria Hanum; Marta Margareta Dubri

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Community Service Program (KKN) is an implementation of the Tridharma of Higher Education aimed at dedicating knowledge and technology to society. This article analyzes the implementation of the KKN program by students of Universitas Trunodjoyo Madura Group 30 in Buddagan Village, Pademawu District, Pamekasan Regency, focusing on community empowerment through aspects of environment, education, entrepreneurship, and village digitalization. The activities were carried out using a participatory approach with observation techniques, interviews, and discussions with the community and village stakeholders. The flagship programs include the socialization of used cooking oil for making aromatherapy candles, installation of environmental education plaques, anti-bullying socialization at SDN Buddagan 2, and the creation of the official social media for Buddagan Village. The results show an increase in community awareness, especially among PKK mothers, regarding the health and environmental dangers of used cooking oil and the potential for a creative economy based on domestic waste. The anti-bullying program successfully instilled empathy and mutual respect values in students, while the village digitalization strengthened public access to information and a positive village image. The KKN program in Buddagan Village has had a positive impact on social behavior changes in the community and serves as a model for sustainable community service.

Khairul Umam; Achmad Taufik; Ria Kasanova

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Limited legal literacy among village officials may contribute to disorderly village administration, inconsistent document formats, weak record-keeping, and poor archive traceability, ultimately affecting public service quality. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to strengthen the legal literacy of village officials in Larangan Luar Village, Pamekasan Regency, to improve orderly and accountable village administrative governance. The program applied a hands-on training model combined with mentoring/document clinics and a pretest–posttest evaluation involving village officials (n = 18). Implementation consisted of three core training sessions and two mentoring sessions over four weeks, focusing on document legality, official correspondence standards, numbering and registers, and basic archive management. Results showed an increase in the average legal literacy score from 54.1 (pretest) to 74.6 (posttest), an improvement of 20.5 points. Beyond knowledge gains, document quality and administrative order improved through the adoption of practical administrative tools developed during the program. Key outputs included a concise module (±22 pages), 10 village administrative document templates, one village administrative SOP, and a simple filing system based on document classification and folder numbering. In conclusion, strengthening village officials’ legal literacy through practice-based training and mentoring effectively supports improvements in village administrative governance and is potentially replicable in other villages in Pamekasan with context-specific adjustments.

Juwairiyah, Juwairiyah; Kurnia Indrianti; Muhammad Farhus Sururi; M. Taufik Rohman

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai epistemologi keaswajaan dalam pembiasaan khidmah santri di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Tradisi khidmah dipandang bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi sebagai jalan epistemologis khas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam memperoleh ilmu yang barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh, ustadzah, santri aktif, serta alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keaswajaan seperti tawadhu’, ta’dzim, ikhlas, dan tawazun terinternalisasi melalui sistem khidmah, pembelajaran kitab Ta’lim al-Muta’allim, dan keteladanan pengasuh. Tradisi ini melahirkan karakter santri yang beradab, rendah hati, dan berjiwa pengabdian, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat sosial. Dengan demikian, khidmah menjadi manifestasi nyata epistemologi keaswajaan yang menegaskan bahwa adab dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam memperoleh ilmu sejati.

Felista Mohamad; Nurfadilah Muthalib; Rapi US. Djuko; Fiola Indah Putri Pratama; Nunung Suryana Jamin +2 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This parenting seminar was designed to increase parents' capacity to understand and implement integrative holistic parenting, encompassing education, health, nutrition, and psychosocial aspects of children. An integrative holistic approach is considered important because child growth and development are influenced not only by formal education but also by health conditions, adequate nutrition, and emotional and social support from the family environment. This activity aims to provide comprehensive education to parents so they can carry out their parenting role optimally and sustainably. The activity was implemented using an interactive seminar method involving the delivery of material by competent speakers in the fields of childcare, education, and health, accompanied by discussions and a question-and-answer session that encouraged active participant participation. The material presented focused on understanding the concept of integrative holistic parenting, strategies for implementing positive parenting patterns, and the role of parents in supporting children's physical, emotional, social, and cognitive development. The results of the activity showed a significant increase in parents' knowledge, understanding, and attitudes regarding the importance of comprehensive and integrated parenting. Parents became more aware of their role as key figures in shaping character and optimizing children's potential from an early age. This seminar made a real contribution in equipping parents to be able to create a healthy, safe, and supportive parenting environment. This activity is expected to become a model for developing parental capacity in a sustainable manner with an integrative holistic approach as the key to successful child growth and development.

Afifah Cahya Natasyari; Intan Heni Susiyanto; Erika Agusti Harsya; Pera Sari; Salsabila Salsabila +15 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia which can lead to serious complications if not properly managed. This community service activity aimed to increase public knowledge regarding diabetes mellitus and its prevention among residents of Rejomulyo Village, Jati Agung District, South Lampung. The method used was health education through lectures supported by leaflets and blood glucose screening, followed by evaluation using pre-test and post-test. A total of 25 community members participated in this activity. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. Pre-test results indicated limited understanding of blood glucose control and dietary management, while post-test results showed increased knowledge levels in both aspects. This activity demonstrates that health education is effective in improving community awareness and knowledge regarding diabetes mellitus prevention and management. This educational program is effective in increasing the knowledge of the people of Rejomulyo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency regarding diabetes mellitus.

Mia Kusmiati; Sovian Aritonang; Hari Imbrani; Megha Sakova; Alice Agatha Delfreeta Aritonang +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This article examines the effectiveness of fermented kombucha drinks in enhancing the immunity of menopausal women through an evidence-based nutrition approach. Additionally, the study highlights how community-based kombucha production and consumption programs can be part of non-military health diplomacy, supporting community resilience, especially for vulnerable groups like menopausal women who experience immune function decline due to hormonal changes. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, the study analyzes 30 relevant articles published between 2018–2025 from reputable sources such as Scopus, PubMed, and others. The findings show that (1) kombucha improves immunity through cytokine modulation and increased antioxidant activity, (2) kombucha normalizes gut microbiota, contributing to the immune health of menopausal women, (3) fermentation variations and microbial composition affect kombucha's effectiveness, and (4) community-based kombucha production programs have potential in enhancing health literacy and local economic empowerment. This study provides a basis for local governments, health centers, and communities to integrate kombucha as a preventive health intervention, while also strengthening community resilience through nutrition education and functional food entrepreneurship. The article also offers a new conceptual model, “Kombucha Intervention – Immunity – Health Diplomacy,” that connects biological evidence, community health, and non-military resilience integratively.

Ahlul Aflakha; Putra, Firsta Pramudita Utomo

Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi Kurikulum Berbasis Konteks Minoritas dalam pembentukan karakter siswa, khususnya toleransi, tanggung jawab sosial, dan kemandirian, di Madrasah Aliyah (MA) Kalifa Nusantara, sebuah institusi Islam yang beroperasi di tengah mayoritas Hindu Bali. Masalah utamanya adalah kebutuhan lembaga minoritas menyeimbangkan penanaman nilai-nilai keagamaan dengan adaptasi kultural untuk menciptakan individu yang kokoh identitasnya namun partisipatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (single case study) di MA Kalifa Nusantara, dengan pengumpulan data melalui triangulasi sumber. Hasil utama menunjukkan Kurikulum Berbasis Konteks Minoritas berhasil mengintegrasikan filosofi Islam dengan kearifan lokal Bali (Tri Hita Karana dan menyama braya) melalui kurikulum formal, kokurikuler, dan budaya sekolah. Implementasi ini sukses mentransformasi toleransi pasif menjadi toleransi aktif dan partisipatif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan pemahaman kognitif siswa terhadap budaya mayoritas dan partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas non-agama (Pengabdian Kontekstual). Kurikulum Berbasis Konteks Minoritas juga efektif menumbuhkan tanggung jawab sosial dan kemandirian yang selaras dengan prinsip Tri Kon Ki Hajar Dewantara. Simpulannya, model "integrasi kontekstual minoritas-sentris" ini merupakan strategi kurikulum yang sangat efektif. Model ini memperkuat karakter adaptif siswa tanpa melemahkan identitas religius mereka dan menghasilkan agen toleransi aktif. Implikasi penelitian ini menyarankan Kurikulum Berbasis Konteks Minoritas MA Kalifa Nusantara dapat dijadikan model percontohan (blueprint) bagi lembaga minoritas lain di Indonesia untuk mendorong partisipasi aktif dalam komunitas lokal.

Dian Setianingrum, Pramukti; Dwi Kusumaningrum, Istika; Khotimah, Anis; Kumalasari, Vita; Az-Zahro, Shafiyyaturrohmah

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anemia dan dismenore adalah masalah kesehatan yang umum dan saling berhubungan pada remaja putri, di mana prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi (22,7%) dan berisiko memperparah nyeri menstruasi yang mengganggu aktivitas. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cawas, Klaten, dengan sasaran siswi kelas XII, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka mengenai anemia dan dismenore, faktor risiko, tanda-gejala, serta strategi pencegahan melalui penyuluhan dan screening kesehatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, terbukti dari kenaikan rata-rata nilai tes dari 58,3 (pre-test) menjadi 82,7 (post-test), serta peningkatan proporsi siswi dengan pengetahuan baik dari 32% menjadi 85%, menunjukkan dampak positif edukasi tersebut terhadap pemahaman siswi.

Priandari, Rizka Intan; Firdos, Zahrul; Renjani, Khoriahsa Dwi; Listiana, Nur; Putri, Nurbita Almadira +3 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kegiatan pelatihan ecoprint ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,keterampilan, serta pemahaman siswa kelas V SD Negeri 01 Sambirata KecamatanCilongok, dalam memanfaatkan bahan alami pada bunga atau daun-daun yang dapatmengeluarkan warna. Dan juga mengembangkan kreativitas para siswa sehingga merekamenjadi kreatif dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan melaluimetode penyuluhan, melalui 3 tahap yakni: 1) Tahap perencanaan kebutuhan kegiatan,2) Pelaksanaan, dan 3) Presentasi hasil. Kegiatan pengabdian masyarakatdiimplementasikan kepada 43 siswa SD Negeri 01 Sambirata. Hasil dari kegiatanPengabdian kepada Masyarakat bahwasanya pelatihan ecoprint di Kecamatan Cilongokberjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan Partisipasi dan antusiame siswa SDNegeri 01 Sambirata Kecamatan Cilongok. Peneliti berharap Kegiatan kegiatan sepertiini ilmunya dapat di terapkan di kehidupan sehingga menimbulkan jiwa enterpreneursejak dini

Ni’matuzzakiyah, Evi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan, khususnya bagi santri di pondok pesantren yang menghadapi jadwal padat dan tuntutan akademik tinggi. Kajian ini mengusung tema “Belajar Mantap, Hidup Hebat” untuk menekankan bahwa pembelajaran yang konsisten dan berorientasi spiritual dapat mendorong keberhasilan baik dalam dimensi duniawi maupun ukhrawi. Motivasi dipahami melalui tiga ranah, yaitu intrinsik, ekstrinsik, dan religius, dengan dorongan agar santri mampu mengintegrasikan ketiganya sehingga motivasi belajar tidak hanya bersumber dari insentif eksternal, tetapi juga dari kesadaran diri dan niat yang tulus karena Allah SWT. Tantangan umum—seperti manajemen waktu, adaptasi dengan kehidupan kolektif, godaan teknologi, tekanan prestasi, serta masalah kesehatan fisik dan mental—dibahas bersama solusi praktis, termasuk penggunaan teknik Pomodoro sebagai strategi manajemen waktu yang efektif. Kajian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara usaha, doa, dan istiqamah dalam menuntut ilmu, dengan tujuan memberdayakan santri agar mampu mempertahankan motivasi, mengatasi hambatan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rinia Dewi, Iva; Nur cahyani, Arinda; Rahayu, Feri Kanti; Cahyani, Cici

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The community in Cibangkong Village, Pekuncen District, Banyumas Regency, still widely uses jamu (traditional herbal medicine) as part of their daily healthcare practices, often in combination with modern medical drugs. Limited understanding of the potential interactions between herbal and pharmaceutical medicines may pose health risks. This community service activity aimed to improve public knowledge and awareness regarding the dangers of drug–herb interactions through educational and interactive approaches. The implementation methods included health education sessions and group discussions. Participants of the activity were members of Muslimat NU 1 Pekuncen. The results showed a 60% improvement in community understanding, based on simple pre-test and post-test evaluations. The community also became more cautious and motivated to consult healthcare professionals before consuming jamu together with prescription medicines. This activity successfully increased public awareness about the safe and responsible use of both modern and traditional medicines.

Miranti, Indira Pipit; Indriyani, Nastiti Nur; Sari, Sindy kartika

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu wilayah prioritas intervensi stunting. Permasalahan stunting masih berkaitan erat dengan praktik pemberian ASI dan MPASI yang belum optimal, terutama rendahnya pengetahuan ibu mengenai kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang benar, serta pemberian MPASI sesuai usia dan kebutuhan gizi anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan berperan penting dalam pencegahan stunting karena mengandung nutrisi lengkap dan faktor imunologis. Penyimpanan ASI yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gizi dan bioaktivitasnya, khususnya pada ibu bekerja. Setelah usia enam bulan, pemberian MPASI yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, tekstur, dan kebersihan berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu terkait kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang tepat, serta praktik pemberian MPASI yang benar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pola asuh gizi keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Gununglurah.