Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 84

Analytics

syurrahmi, syurrahmi; Luberto, Purna

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Carpal Tunnel Syndrome adalah gangguan yang muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan. Masalah ini muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan.Saraf tersebut melintang melewati struktur pada pergelang an tangan yang berbentuk terowongan saraf median menyusut dan berpindah ke arah pergelangan tangan. Biasanya, sindrom karpal tunnel ini menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Pada tingkatan yang masih tergolong ringan, gejala dari sindrom carpal tunnel bisa diredakan dengan penggunaan splint pada pergelangan tangan, atau menghindari aktivitas tertentu terlebih dahulu.Apabila tekanan pada saraf median terus terjadi, saraf lama-kelamaan akan rusak dan gejala akan semakin parah. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pasien mungkin harus menjalani operasi untuk menghilangkan tekanan pada saraf median. Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi yang seringnya dialami oleh penggunaan komputer, kasir, tukang daging, petugas kebersihan, dan pekerja lainnya yang memungkinkan kedua tangan melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama. Home program merupakan program terapi yang dilakukan di rumah. Program ini bisa dilakukan oleh orangtua atau orangtua bersama terapis, yang penting harus dijalankan secara terpadu. Home program sangat beragam dan luas, bentuknya tidak formal. Namun, bisa lebih fleksibel dan “berbau rumahan”, belajar sambil bermain, belajar sambil berbicara, dan belajar sambil berkomunikasi. Walaupun sederhana, aktivitass ini besar artinya untuk meningkatkan kemampuan fungsional. Masyarakat Gasem Wulung Asri khususnya perkumpulan PKK sering mengeluhkan nyeri pada pergelangan tangan. Untuk mencegah terjadinya Carpal Tunnel Syndrome maka perlu diberikan pengetahuan tentang gejala-gelaja khususnya Home program dalam mencegah terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Target luaran berupa tercapainya pemberdayaan masyarakat dan meningkatnya kesadaran serta pengetahuan tentang Carpal Tunnel Syndrome, terbublikasinya hasil pengabdian masyarakat di jurnal nasional, serta media elektronik.

Damayanti Nababan; Friskila Sitanggang; Ezra limbong; Seventina novita; Zainal Sihombing

One of the problems in pastoral care is not understanding the spiritual needs and character of each congregation. A pastor acts as a parent and teacher for his congregation. In the process, a pastor of the congregation often does not reach the ultimate goal of his pastoral care, namely the maturity of the faith of his congregation with a sign of changing earthly characteristics into heavenly ones. This is because there is no brotherly love and the pastor does not fully understand the spirit of heresy that develops in the congregation and how to avoid this error that starts in the church. In line with this problem, this article seeks to provide ideas and explanations about the role of the pastor as a parent for his congregation in facing the end-time character crisis. The research method used in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach.

Damayanti Nababan; Friskila Sitanggang; Ezra limbong; Seventina novita; Zainal Sihombing

One of the problems in pastoral care is not understanding the spiritual needs and character of each congregation. A pastor acts as a parent and teacher for his congregation. In the process, a pastor of the congregation often does not reach the ultimate goal of his pastoral care, namely the maturity of the faith of his congregation with a sign of changing earthly characteristics into heavenly ones. This is because there is no brotherly love and the pastor does not fully understand the spirit of heresy that develops in the congregation and how to avoid this error that starts in the church. In line with this problem, this article seeks to provide ideas and explanations about the role of the pastor as a parent for his congregation in facing the end-time character crisis. The research method used in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach.

Titiek Idayanti; Kiftiyah Kiftiyah; Hartin Suidah; Riska Aprilia Wardani; Fajar Budiyanto +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Permasalahan pemenuhan kebutuhan gizi terutama kebutuhan gizi pada usia bayi, balita dan anak merupakan masalah klasik yang masih terjadi di dunia termasuk di Indonesia  Permasalahan ini merupakan kasus kompleks yang tetap terjadi meskipun beragam kebijakan / public policy telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Salah satu dampak dari kurang pemenuhan kebutuhan gizi pada usia bayi, balita dan anak dapat memicu terjadinya kejadian stunting baik pada usia bayi, balita dan anak.. Beberapa upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada bayi, balita dan anak serta memberikan edukasi kepada orangtua mengenai pola asuh dan pola makan yang benar. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mojoranu Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Materi kegiatan disampaikan melalui metode penyuluhan dan diskusi. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan telah terlaksana dengan baik. Materi yang disampaikan kepada peserta kegiatan dapat diterima dengan baik oleh peserta kegiatan yang dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan yang dimiliki peserta kegiatan tentang pengetahuan pola asuh dan pola makan yang benar.

Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan merupakan modal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara . Layanan Pendidikan Formal penganut kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa belum terpenuhi. Metodologi yang digunakan studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Siswa penganut kepercayaan yang tidak mendapat pelajaran Pendidikan Kepercayaan. Terdapat guru Pendidikan Kepercayaan akan tetapi proses pembelajaran belum didukung sarana prasarana. Keterlibatan orangtua siswa mencari guru Pendidikan Kepercayaan. Kesimpulannya problematika pendidikan formal bagi penganut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat teratasi apabila semua pihak dapat bekerjasama.

Norman Alfiat Talibo; Petronela Mamentu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan gadget pada anak sudah menjadi hal yang biasa, bahkan Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi pengguna gadget terbesar di Asia, Namun kecendurangan penggunaan gadget pada anak yang tidak tepat akan menjadikan anak kurang peduli dengan kesehatan dan teman-teman yang ada dilingkungan sekitarnya. perkembagan bahasa dan kemampuan  sosial anak Salah satu fase tumbuh kembang pada anak memiliki ciri dan tugas Perkembagan  seperti keterampilan Orangtua harus mempertimbangkan seperti motorik kasar dan motorik halus, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara pola asuh orangtua otoriter dan demokratis dengan lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekola di Kelurahan Mahawu Lingkungan VII Kota Manado. Metode  Desain penelitiian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Total Poupulasi dalam penelitian berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh populasi. ukur yang diigunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 05Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifakan sebesar (0,00<0,05) hasil penelitian ini menunukan bahwa didapati Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan yang diambil adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dan demokratis terhadap lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekolah. Diharapkan kepada para orang tua dapat menerapkan pola asuh yang demokratis terhadap anak mereka dalam penggunaan gadget.  

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Theresia Yulinda Araujo; Yustinus Joko Wahyu Yuniarto; Hartutik Hartutik

The role of parent at st. Benedictus gulf of Siak Estate is less serious than entertaining the Catholic faith in paiding. preparing children for the first communion. Often children who should be able to receive communion are, in fact, unable to accept it because parents are busy with their work or the child himself is not asking the parents to take the first communion preparation. Research aims to review the practical roles of parents with children, to know inhibitors and supportive factors and to know the steps to improving parenting. Research of qualitative methods with this descriptive approach scores the data trianulation. With the respondent's parents of the first communion candidate. Data collection techniques using interviews, and documentation, and observations. Research indicates that parents perform a child's side by taking part in the first communion study, inviting children to the celebration of the Eucharist and teaching reverence before and after receiving holy communion, and actively inviting children to join spiritual activities in the church, both in the ward and at home. The barriers that parents experience are sometimes forgetting to remind children follow communion study and the difficulty of teaching children to manage time between play and learning. Supporting factors of parents have teachers and catechism and the first communion handbook and facilitate transportation. Parish priest and caretaker of gere

Theresia Yulinda Araujo; Yustinus Joko Wahyu Yuniarto; Hartutik Hartutik

The role of parent at st. Benedictus gulf of Siak Estate is less serious than entertaining the Catholic faith in paiding. preparing children for the first communion. Often children who should be able to receive communion are, in fact, unable to accept it because parents are busy with their work or the child himself is not asking the parents to take the first communion preparation. Research aims to review the practical roles of parents with children, to know inhibitors and supportive factors and to know the steps to improving parenting. Research of qualitative methods with this descriptive approach scores the data trianulation. With the respondent's parents of the first communion candidate. Data collection techniques using interviews, and documentation, and observations. Research indicates that parents perform a child's side by taking part in the first communion study, inviting children to the celebration of the Eucharist and teaching reverence before and after receiving holy communion, and actively inviting children to join spiritual activities in the church, both in the ward and at home. The barriers that parents experience are sometimes forgetting to remind children follow communion study and the difficulty of teaching children to manage time between play and learning. Supporting factors of parents have teachers and catechism and the first communion handbook and facilitate transportation. Parish priest and caretaker of gere

Paramita, Purnomo Ratna

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pola komunikasi pada penerapan praktik meditasi di sekolah berbasis Buddhis di Banten. Sekolah berbasis Buddhis di Banten terdiri dari: Sekolah Dharma Putra, Sekolah Ariya Metta, Sekolah Atisa Dipamkara, Sekolah Jaya Manggala, Sekolah Bodhisatta, Sekolah Punna Karya, Sekolah Perguruan Buddhi, dan Ehipassiko School. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-komparatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen yang kemudian data dianalisis lintas situs menggunakan teknik Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik meditasi di sekolah berbasis Buddhis di Banten berdasar pada ajaran Buddha dengan tipe pola komunikasi pelengkapan (complementary relationship) dan jenis pola komunikasi interaksional dengan tujuan yang sama yakni membentuk karakter positif siswa sesuai harapan pemerintah, sekolah dan orangtua. Penelitian ini berimplikasi sebagai bukti upaya sekolah Buddhis dalam mensukseskan program penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah serta dapat menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan terkait pola komunikasi pada penerapan meditasi di sekolah-sekolah.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Pada ranah pendidikan, setiap sekolah mengharapkan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan bidang yang diampu. Kemampuan setiap pendidik tentunya berbeda-beda hal tersebut menarik untuk dikaji, khususnya di MI Kalifah Nusantara Denpasar. Peserta didik di MI tersebut sudah kuliafied dan mampu membimbing dan membina siswa-siswanya, namun masih terdapat beberapa siswa kurang aktif dan menurun dalam hasil belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, melalui kajian peran pendidik diharapkan dapat diketahui dan dijabarkan secara deskriftif kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Sehingga melalui analisis data berdasarkan teori-teori dan kajian terdahulu, diketahui bahwa peran pendidik sangat penting terhadap motivasi siswa melalui peningkatan kemampuan dan kinerja pendidik dengan mengikuti pelatihan, workshop, konseling siswa, dan pendekatan terhadap orangtua siswa.   AbstractIn the scope of education, every school expects to have quality human resources in accordance with the field being taught. The ability of each educator is certainly different, this is interesting to study, especially at MI Kalifah Nusantara Denpasar. The students are already educated and able to guide and nurture their students at MI, but there are some students who are less active and decline in student learning outcomes. Based on these conditions, aim of study in the role of educators, it is expected to be known and described in a qualitative descriptive manner through interviews and documentation. The data analysis based on theories and previous studies, it is known that the role of educators is very important to student motivation through improving the ability and performance of educators by participating in training, workshops, student counseling, and approaches to parents.

Rusmayani, Rusmayani; Atikah, Ummu

SMP Harapan Mulia adalah salah satu sekolah swasta di Kota Denpasar, sekolah ini memiliki program smart classroom yakni pembelajaran dengan menggunakan iPad dan Digital Books. Program ini diterapkan sebagai upaya adaptasi dengan perkembangan IT yang semakin pesat, program ini akan berhasil dan berdampak positif bagi diri siswa jika dibarengi dengan pola asuh yang baik dari orangtua sebagai bentuk kontrol. Berdasarkan latar belakang tersebut maka adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh iPad terhadap hasil belajar siswa, 2) Pengaruh pola asuh terhadap hasil belajar siswa dan 3) Pengaruh iPad dan pola asuh terhadap hasil belajar siswa di SMP Harapan Mulia Denpasar. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional, populasinya seluruh siswa kelas VII dan VIII dengan sampel 67 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai thit -0.186 < ttab 2,000 artinya variabel X1 tidak berpengaruh terhadap variabel Y 2) nilai thit 0.287 < ttab 2,000 artinya variabel X2 tidak berpengaruh terhadap variabel Y, 3) nilai Fhit 0.052 < Ftab 3,15 Artinya variabel X1 dan X2 secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel Y. Kontribusi variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y sebesar 0,2% sisanya 99.8% dipengaruhi oleh variebel lain yang tidak diteliti.   Abstract Harapan Mulia Junior High School is one of the private schools in Denpasar City, this school has a smart classroom program, namely learning using iPad and Digital Books. This program is implemented as an effort to adapt to the increasingly rapid development of IT, this program will be successful and have a positive impact on students if it is accompanied by good parenting from parents as a form of control. Based on this background, the objectives of this study are to determine: 1) The effect of iPad on student learning outcomes, 2) The effect of parenting on student learning outcomes and 3) The effect of iPad and parenting on student learning outcomes at Harapan Mulia Junior High School Denpasar. This research is a quantitative descriptive with a correlational approach, the population is all students of class VII and VIII with a sample of 67 students. Data collection techniques using questionnaires, documentation, and observation. The results showed that: 1) the value of thit -0.186 < ttab 2,000 means that the X1 variable has no effect on the Y variable 2) the thit value of 0.287 < ttab 2,000 means that the X2 variable has no effect on the Y variable, 3) the Fhit value of 0.052 < Ftab 3.15 It means variables X1 and X2 simultaneously have no effect on variable Y. The contribution of variables X1 and X2 to variable Y is 0.2%, the remaining 99.8% is influenced by other variables.

Muriyati Rokani; Andi Akifa Sudirman; Nur Ainnun K. Uba; Sri Yulianti Amara

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nutritional status is an expression of a state of balance in the form of certain variables or the manifestation of nutrition in the form of certain variables. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style and the level of parents’ economic income in improving the nutritional status of toddler during the COVID-19 pandemic in Barakati Village, Batudaa District, Gorontalo Regency. The research design used an analytical survey method with a cross sectional approach. the sampling technique uses purposive sampling. The results showed that there is a relationship between parenting style and the level of parents’ economic income during the COVID-19 pandemic with the nutritional status of toddler. The conclusion is that the majority of parents apply directive parenting with a low level of parental income, but this does not make parents’ attention to child nutrition neglected so that the average nutritional status of children is normal. Suggestions from this study are that parents can provide good parenting to children and pay attention to the nutritional status of children by utilizing food ingredients that are easily available but have good nutritional content.

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.

Amalia Nuruul Azizah; Alfi Muklis Kurniawan; Fina Oktaviani2

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.

Harry Stefanus; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  bertujuan  untuk  melihat  pentingnya  pendampingan  pastoral bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan mengetahui model pendampingan pastoral yang perlu diterapkan. Hal ini didasarkan pada sulitnya penerimaan oleh orang tua terhadap hadirnya Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan metode kepustakaan. Dengan bersumber pada buku, jurnal, kitab suci, dan dokumen Gereja, data siswa yang diambil dari salah satu sekolah luar biasa dan sumber lainnya yang mendukung penulisan ini. Berdasarkan hasil kajian penulis, disimpulkan bahwa peranan pendampingan pastoral terhadap orangtua anak berkebutuhan khusus sangat besar. Dengan pelayanan pastoral para orang tua mampu untuk menerima Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Pendampingan pastoral untuk orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus diharapkan menjadi tanggung jawab Gereja karena salah satu dari seluruh anggota Gereja ialah keluarga yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Pendampingan pastoral ini diharapkan mampu memberi   penguatan   kepada   orang   tua   serta   keluarga   dalam   merawat, membimbing, menuntun serta memenuhi keperluan Anak Berkebutuhan Khusus

Handini, Oktiana; Mustofa, Mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyampaian paparan materi  Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan  menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah secara bersama-sama dalam acara paparan materi dan tanya jawab interaktif hingga pada level penguasaan guru SD Kestalan Surakarta tentang Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik. Dengan Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta ini dimaksudkan agar mampu menumbuhkan atensi peserta didik, interaktif, komunikatif dan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran tematik Integratif di kelas. Sehingga dengan kondisi yang nyaman dan menyenangkan ini prestasi belajar peserta didik meningkat. Dengan meningkatnya prestasi belajar peserta didik secara otomatis akan meningkat pula peringkat sekolah tersebut. Sehingga terjalin hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik dan guru dengan orang tua peserta didik dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik menuju generasi emas. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru di SD Kestalan Surakarta, sejumlah  30 peserta yang terdiri dari  guru ,Kepala Sekolah beserta orang tua peserta didik sebagai perwakilan Komite Sekolah. Pelaksanaan pada hari Senin 15 Juli 2019 di ruang kelas SD Kestalan Surakarta dengan pola waktu pelaksanaan selama 6 jam, mulai pukul 8.00 wib hingga pukul 15.00 wib.  Luaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Memberikan dasar ilmiah bagi guru Sekolah Dasar dalam memahami hakikat komunikasi Antar Pribadi dalam pendidikan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. (2). Memberikan kejelasan secara teoritis dan pemahaman yang lebih baik tentang belajar, obyek belajar serta situasi dan kondisi belajar di Sekolah Dasar.(3). Memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelola pendidikan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar melalui komunikasi antar pribadi dalam pendidikan. (4). Menjalin hubungan komunikasi antara guru dari pihak sekol;ah dan orangtua peserta didik di  Sekolah Dasar agar terbentuk komunikasi integratif dalam pendidikan. Selanjutnya hasil pengabdian kepada masyarakat ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat dan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi dan ber ISSN.   Kata Kunci :   Komunikasi Antar Pribadi   Â

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.

Ofirianus Ofirianus; Henni Somantik; Felipus Nubatonis

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas Keluarga Kristen Adalah Lembaga Pertama dan Terutama Bagi Pendidikan Anak Di GKSI Jemaat “Moria” Empaong. Setiap anak terlahir perlu mendapat perlindungan dan pendidikan secukupnya. Karena itu, orangtua/keluarga perlu bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak agar mereka dapat bertumbuh dewasa dalam iman kepada Yesus. Pengawasan terhadap anak-anak amat penting sebagai wujud nyata tanggung jawab keluarga, baik dari segi pengenalan akan peran dalam diri generasi penerus maupun pada tingkat kepekaannya terhadap respons dari sang pemberi bimbingan khususnya orangtua di rumah sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Peranan keluarga dalam membekali seorang anak Kristen yang baru bertumbuh secara fisik maupun secara pengetahuan dan pengalaman hidup, maka seorang pendamping hendaknya dalam kesehariannya bersama-sama di rumah  untuk memberi bekal akan pendidikan Kristen sejak dini.