Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 80

Analytics

Dinda Ango; Harismayanti Harismayanti; Andi Nur Aina Sudirman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram yang bisa menyebabkan Asfiksia Neonatorum. Bayi dengan BBLR memiliki banyak risiko mengalami permasalahan pada sisrtem tubuh, karena kondisi tubuh yang tidak stabil. Kematian perinatal pada bayi BBLR adalah 8 kali lebih besar dari bayi normal. Prognosis bayi dengan BBLR akan lebih buruk bila berat badan semakin rendah. Kematian sering disebabkan karena komplikasi neonatal seperti asfiksia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi rujukan dan yang lahir di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe pada tiga bulan terakhir sebanyak 54 bayi dengan tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini ada 30 orang. Hasil penelitian uji analisis chi-square didapatkan nilai p-value < α 0,05, maka dapat disimpulkan hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.          

Kristine Dareda; Dian Pratiwi Iman

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Hipertensi merupakan satu dari penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian prematur di dunia. Dalam masa pandemi COVID-19, hipertensi muncul dengan cepat sebagai komorbiditas utama yang berpotensi terkait dengan peningkatan mortalitas Covid-19. Dukungan keluarga pada penderita hipertensi dapat meningkatkan kesehatan serta meningkatkan kepatuhan terhadap praktik perawatan diri yang terkait dengan manajemen kontrol tekanan darah. Ibu PKK merupakan tonggak yang utama dan memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga sehingga diharapkan dapat membuat anggota keluarganya hidup lebih sehat dan sejahtera. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu PKK tentang hipertensi, faktor risiko dan bahayanya. Serta memberikan pelatihan agar Ibu PKK dapat melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 28 Juni 2022, bertempat di Kantor Kelurahan Tewaan, Kec. Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.  Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ditutup dengan penyerahan tensimeter serta foto bersama antara pemateri dengan seluruh peserta dan perangkat kelurahan   Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan darah  

Indah Agustina; Alim Murtani

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Implementasi Prudential banking atau disebut juga dengan prinsip kehati-hatian dilakukan setiap bank dengan maksud dan tujuan untuk meminimalisir terjadinya risiko pembiayaan bermasalah dalam sistem pembiayaan bank yang terjadi dikemudian hari , risiko tersebut biasanya sering kali terjadi akibat dari nasabah maupun pihak bank sendiri yang lalai dalam menerapkan prinsip kehati-hatiannya. Apalagi dimasa pendemi covid-19 yang mengakibatkan sistem perekonomian dihampir seluruh dunia mengalami kemerosotan yang mengakibatkan banyaknya masyarakat khususnya negara kita Indonesia yang juga ikut terdampak dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup karena telah diterapkannya sistem social distance oleh pemerintah untuk mengurangi segala aktivitas dan menjaga jarak aman serta menghindari kerumunan agar tidak terjadi penyebaran virus covid-19 . Hal itu juga mengakibatkan banyaknya pekerja yang dirumahkan dan banyak pula para pelaku usaha yang terancam bangkrut dan kehilangan mata pencaharian mereka. Sehingga mengakibatkan sedikit banyaknya nasabah yang kesulitan dalam membayar kewajibannya kepada pihak bank. Fokus penelitian skripsi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi prudential banking principle yang diterapkan oleh pihak PT. Bank Sumut Syariah KCP Marelan Raya di Masa pendemi covid-19 pada sistem pembiayaannya, khususnya pembiayaan murabahah .    

Elfina Yulidar; Dini Rachmaniah; Hudari Hudari

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal. Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan masyarakat melalui seminar hipertensi dan deteksi dini faktor risiko, yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada penderita hipertensi. Penelitian ini bersifat korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah penderita hipertensi di Puskesmas Grogol sebanyak 54 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan hampir sebagian besar penderita hipertensi memiliki pengetahuan kurang (42,6%), sebagian besar penderita hipertensi memiliki perilaku pencegahan hipertensi dalam kategori baik (64,8%). Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencegahan hipertensi dengan hipertensi di Puskesmas Grogol 2022 (p value = 0,011, OR = 5,417). Peneliti menyarankan, pihak puskesmas meningkatkan kegiatan penyuluhan khususnya terhadap penderita hipertensi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi, sehingga dapat menjadi pengaruh positif terhadap perilaku pencegahan hipertensi berulang.                                                                                           

Umi Kalsum; Dwi Ghita

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan alami yang kaya akan nutrisi lengkap sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan komposisi yang seimbang. Menurut WHO (World Health Organization) dan UNICEF ASI adalah kebutuhan nutrisi yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan pertama tanpa ada makanan tambahan baik itu berbentuk cairan maupun lainnya. Manfaat ASI untuk ibu adalah mencegah risiko kanker payudara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberi informasi atau pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan ibu. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Flamboyan VI dengan menggunakan metode Ceramah dan Tanya jawab seputar tentang ASI kepada Kelompok sasaran. Sebanyak 25 responden (100%), diperoleh 90% responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Sosialisasi tentang ASI Eksklusif merupakan wujud dalam pemberian informasi kepada setiap ibu yang memiki bayi maupun calon ibu.    

Mariani, Mariani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kondisi kehamilan yang disertai dengan kecemasan akan berdampak terhadap menurunnya imunitas tubuh ibu hamil. Masa new normal  merupakan salah satu factor yang dapat menimbulkan stress pada ibu hamil, hal ini disebabkan karena ibu hamil dan janinnya merupakan populasi yang memiliki beresiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di masyarakat. Kesehatan psikososial Ibu saat hamil sangat menentukan kesehatannya saat persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. Ibu yang mengalami stres saat kehamilan dapat berakibat pada janin yang dikandungnya, dimana janin akan mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir dan bisa meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Sehingga, identifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi terhadap kecemasan yang terjadi pada saat masa new normal menjadi penting agar tenaga kesehatan dapat menyarankan intervensi psikologis dini dan pencegahan beberapa komplikasi terkait stres pada kehamilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu menurunkan kecemasan dan stress ibu hamil melalui penerapan manajemen Stres Non Farmakologis Pada Ibu Hamil di Desa Wangkal Wilayah Puskesmas Wangkal Probolinggo. Metode yang digunakan yaitu berupa pendidikan kesehatan yang laksanakan dengan 1 mitra yaitu Desa Wangkal wilayah Puskesmas Wangkal Kecematan Gading Kabupaten Probolinggo. Indikator keberhasilan program kemitraan masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pemahaman dan peran serta masyarakat (ibu hamil) dalam penerapan manajemen non farmakologis sehingga ibu hamil dapat menjaga Kesehatan psikososialnya dengan baik agar ibu dan janinnya dapat tumbuh dan perkembang dengan baik serta lahir  sehat dan selamat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu sebelum diberikan Pendidikan kesehatan 51% peserta belum memahami tentang penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 97% peserta mengerti dan memahami tentang pentingnya penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Diharapakan ibu hamil dapat melakukan manajemen stress secara mandiri sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stress yang dialami ibu selama kehamilan.   Kata Kunci : Manajemen Stres non Farmakologis, Ibu Hamil

Pangestu, Aditya; Pangestu, Aditya; Batara Daniel Bagana

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2022 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan teknologi memudahkan segala aktivitas masyarakat, salah satunya adalah berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan minat investasi generasi millennial di kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi millennial di kota Semarang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini adalah data primer dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan fasilitas online trading, minim modal dan persepsi risiko mempengaruhi minat investasi secara bersama-sama. Secara parsial fasilitas online trading dan persepsi risiko berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi, sedangkan modal minimal tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi.

Rafi’ah Rafi’ah; Iga Maliga; Ana Lestari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perawat selalu berhadapan langsung dengan bahaya sehingga risiko pekerjaannya sangatlah tinggi. Peran Perawat sangat di perlukan dalam suatu rumah sakit karena tenaga perawat sangatlah penting, yang berfokus pada menjaga, mengobati, memberi semangat, mengembalikan kesehatan yang optimal baik individu, keluarga dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko kesehatan dan keselamatan kerja pada perawat di rumah sakit. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di Rumah Sakit X yaitu Pada 26 Orang Perawat. Jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi (total sampling) yaitu berjumlah 26 orang. Penelitian ini menggunakan form isian identifikasi potensi bahaya yang disusun berdasarkan Job Description perawat. Hasil identifikasi risiko bahaya pada perawat bahaya yang teridentifikasi yang paling banyak dialami oleh perawat adalah bahaya Psikososial yaitu kelelahan kerja dan mengantuk (76,9%). Aktivitas mobilisasi dan perubahan posisi pasien risiko bahaya yang teridenfikasi pada responden adalah tangan tertimpa atau terjepit dan sakit punggung (69,2%). Risiko bahaya yang terindentifikasi untuk aktivitas pemasangan infus yaitu terkena cipratan atau cairan darah pasien dan tertusuk jarum (38,4%). Sehingga upaya pengendalian yang harus dilakukan yaitu dengan diberikan jam istirahat yang cukup, rotasi kerja, SOP kerja yang sesuai dan menyediaan APD yang sesuai dengan pekerjaan perawat agar terhindar dari kecekakaan kerja dan penyakit akibat kerja.  

Azhari, Nanang Khosim; Rahayu, Desi Ariyana

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia terbilang tinggi yaitu berada dalam rentang 50-92%, secara global. Kekambuhan sering terjaid akibat dari kurang pengetahuan dari keluarga terhadap masalah kejiwaan yang dialami oleh klien. Klien dan keluarga perlu mendeteksi secara dini fase prodromal yang terjadi pada klien agar potensial kambuh dapat ditangani. Faktor penyebab kekambuhan adalah ketidakpatuhan pengobatan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebesar 36,1 % tidak minum obat karena merasa sudah sehat dan 33,7% tidak rutin berobat ke fasilitas layanan kesehatan. Dukungan keluarga yang buruk juga memberi peluang terjadinya kekambuhan hingga enam kali lipat pada klien skizofrenia. Klien dengan episode kambuh berulang berisiko tinggi meningkatkan keparahan penyakit, fungsi sosial dan peningkatan risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan ODGJ agar mampu merawat sehingga angka kekambuhan dapat ditekan.

Dian Roshanti; Eriton , Eriton

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak. Angka kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi cukup memprihatinkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mencatat tahun 2021 angka kematian Ibu dan Bayi melonjak cukup tinggi sebanyak 47 kasus dikarenakan banyaknya ibu hamil yang meninggal karena terpapar virus covid-19, tahun 2020 berhasil ditekan menjadi 19 kasus, sebelumnya tahun 2019 berada pada angka 33 kasus per 1000 kelahiran hidup. Masalah ini menjadi perhatian penting Pemerintah Kabupaten Banyuwangi namun program OSOC ini menghilang begitu saja. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab hilangnya program OSOC ini di Banyuwangi. Dengan membangun pola pikir bernalar kritis milik Jurgen Habermas  agar mampu menyampaikan argumentasi secara komunikatif untuk menyajikan kesepakatan bersama atas fakta yang terjadi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Didapatkan hasil analisis yaitu Pertama pembatasan berskala besar membuat setiap aktivitas masyarakat termasuk proses pendampingan Ibu Hamil yang selama ini menggunakan metode tatap muka harus juga di batasi. Kedua, pendampingan menjadi tidak maksimal karena ketidakjelasan pembagian wilayah sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pendamping dan ibu hamil. Ketiga tidak adanya anggaran yang jelas dari pemerintah untuk proses pendampingan sehingga dirasa sangat memberatkan mahasiswa. Keempat, yang terpenting lagi yaitu program OSOC ini belum memiliki kebijakan publik yang jelas dan tertulis serta terarah.

Wahyu Tri Sudaryanto; Irfan Muhammad; Gemma Nurulfatiha Arianeputri; Amalia Carissa Ariyanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Menurut Shumway-Cook keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama saat posisi tegak. Seseorang yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan dapat disebut imbalance. Gangguan keseimbangan postural merupakan hal yang sering terjadi pada lansia. sehingga jika keseimbangan tidak dikontrol maka dapat meningkatkan resiko jatuh pada lansia (Rudi et al., 2019). Menurut Departemen RI (2012) prevalensi gangguan keseimbangan pada lansia di Indonesia yaitu 63,8 - 68,7%. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia dan mengurangi resiko jatuh pada lansia yang bisa diterapkan di komunitas. Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gangguan keseimbangan dan program latihan pada lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan yang bersifat tatap muka menggunakan media poster dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang gangguan keseimbangan dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi.  

Martha A. Patoding; Irja Tobawan Simbiak; Monita Yessy Beatrick

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ketahanan kota (resilient city) adalah konsep yang erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang dibangun diatas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sebagai bentuk kapasitas individu, masyarakat, dan sistem dari sebuah kota untuk bisa bertahan, beradaptasi, serta mengurangi dampak, dan dapat tumbuh terhadap tekanan dan guncangan besar yang dihadapi. Guncangan yang dihadapi pada Kota Jayapura yaitu bencana banjir, dimana bencana banjir sendiri merupakan siklus tahunan. Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, dalam hal ini diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang dihadapi. Upaya dalam menurunkan risiko terhadap bencana banjir dengan menggunakan konsep ketahanan kota (resilient city). Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yang digunakan untuk penyimpulan pendapat mengenai aspek dan indikator yang berkaitan dalam ketahanan Kota Jayapura terhadap bencana banjir. Metode kedua yaitu analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria indeks ketahanan kota yang diperlukan untuk Kota Jayapura menjadi tangguh terhadap bencana banjir. Hasil yang di dapat adalah Aspek Kesehatan, Aspek Sosial Demografi, Aspek Infrastruktur, Aspek Budaya Masyarakat (kebiasaan) dan aspek strategi. Hasil dari analisis Delphi dan kualitatif juga mendapatkan konsep ketahanan kota berdasarkan pendapat partisipan (key informants). Ketahanan Kota sendiri yaitu bagaimana merencanakan aspek mitigasi dan adaptasi dengan strategi yang dibutuhkan ialah pengendalian pemanfaatan ruang dalam hal pembangunan, yang disesuaikan dengan fungsi penggunaan lahan menurut Perda No 1 Tahun 2014. Visi dan strategi kota dalam ketahanan menghadapi bencana banjir  adalah dengan menerapkan  mitigasi seperti tanggul, pintu air, sumur resapan, biopori dan mengembangkan ruang terbuka hijau. sebagai pengendalian banjir serta memperhitungkan kapasitas pasca bencana. Dengan belajar dari bencana-bencana terdahulu yang sudah pernah terjadi di Kota Jayapura dan mengatur strategi yang terstruktur, terencana dan terpadu untuk Kota Jayapura dalam menghadapi bencana banjir.  

Aprianti, Rina; Rahmawati, Ida; Sulistiyaningsih, Dwi Putri; Giena, Vike Pebri; Wulan, Susilo +3 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

ABSTRAK Latar Belakang: Belum adanya obat dan juga terapi yang sesuai untuk menurunkan angka suspositif Covid-19, WHO merekomendasikan kepada seluruh penduduk di dunia untuk dapat mewaspadai penyebaran Covid-19 dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Sektor informal seperti kelompok nelayan pada daerah pesisir pantai berpotensi terjadi penyebaran virus Covid 19 dikarenakan beberapa aktifitas masyarakat setempat seperti pelelangan ikan, berlayar, serta berkumpul mebuat jala dan perahu. Tujuan: kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pencegahan dan mengurangi risiko terpapar virus Covid-19. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembagian masker dan penyuluhan kesehatan langsung pada masyarakat pesisir pantai khususnya kelompok nelayan. Masker yang diberikan adalah masker medis sekali pakai. Hasil: peran aktif para kelompok nelayan pada saat pelaksanaan kegiatan, tampak dari keinginan mereka menggunakan masker saat diberikan. Kesimpulan: diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat mengurangi penyebaran Covid-19 dan para kelompok nelayan lebih mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah demi pencegahan Covid-19.

Lilis Nofitasari; Dwi Rahayu

DHARMA EKONOMI 2022 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

Bank memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional, bank merupakan jantung perekonomian Nasional, hal ini di karenakan uang yang mengalir ke bank kemudian diedarkan kembali oleh bank ke sistem perekonomian untuk menjalankan kegiatan perekonomian. Semakin berkembangnya suatu bank akan di iringi oleh tantangan yang harus di hadapi oleh bank sebagai Lembaga keuangan yang berdasarkan kepercayaan (agent of trust). Salah satu tantangan dalam menghadapi persaingan bank adalah laporan kinerja keuangannya. Mengingat masyarakat akan menilai dan cenderung untuk memilih bank dengan laporan kinerja keuangan yang lebih baik dengan alasan tingkat risiko yang akan di hadapi akan lebih kecil.

Dendy Kurniawan; Dwi Setiawan; Robby Andika Kusumajaya

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2020 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat menggunakan e-money dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti menggunakan model technology acceptance model (TAM) yang berfokus pada Kegunaan yang Dirasakan, Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan, Risiko yang Dirasakan, dan terdapat variabel tambahan yaitu Sikap Pelanggan dan niat perilaku untuk menggunakan uang elektronik. Pengujian data empiris dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari 84 responden yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari kota kendal dan dari berbagai universitas, analisis reliabilitas, uji validitas dan analisis regresi berganda untuk melihat hubungan antara semua variabel. Hasil akhir menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi risiko, dan sikap pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap niat masyarakat menggunakan E-money.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Tria Friska; Yusuf Ariadi; Tantri Suryani +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap suatu penyakit menular maupun tidak memular. Salah satu penyakit yang rentan muncul pada usia lansia adalah osteoporosis. Masyarakat atau populasi osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan semakin cepat pada masa menopause. Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah  menopause  meningkatkan  risiko  terkena  osteoporosis.  Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita  sejak  masih  muda.  Tidak  dapat  dipungkiri  penyakit  osteoporosis  pada wanita ini dipengaruhi  oleh hormon estrogen.  Peran perawat dalam menangani masalah osteoporosis adalah dengan aktivitas fisik yaitu senam osteoporosis.    

Dwi Mulianda; Endro Haksara; Arum Kusuma Andini; Lulu Swastika; Martiyastuti Gandarini +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah perifer, serta penurunan kognitif. Tingkat kontrol tekanan darah tetap buruk dan jauh dari nilai memuaskan di seluruh dunia. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang terintegrasi antara perubahan gaya hidup, pengobatan, dan kontrol tekanan darah untuk menurunkan tekanan darah secara efektif. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu RW 02 Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan hipertensi. Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan tekanan darah dengan upaya pencegahan gaya hidup dan herbal. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah lansia yang hadir pada tanggal 15 Desember 2015 sebanyak  orang 54 ; Screening tekanan darah 27 orang (50 %) mengalami peningkatan tekanan darah; terdapat peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan gaya hidup dan herbal hipertensi. Lansia Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.    

Rama Noval Pratama; Anwar Effendi; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang khusus untuk perawatan gangguan mental serius. Rumah sakit jiwa sangat bervariasi dalam tujuan dan metode penyembuhan maupun perawatan. Rumah sakit jiwa kebanyakan menangani penderita kejiwaan mulai dari yang berisiko ringan sehingga hanya memerlukan jangka pendek adapula yang jangka panjang adalah penderita yang mengalamai risiko kejiwaan yang berat sampai rawat inap. Para pasien rumah sakit jiwa biasanya dikhususkan dalam segi perawatannya sebagai akibat dari gangguan psikologis, memerlukan bantuan rutin, perawatan khusus dan lingkungan yang terkendali serta memerlukan perawatan rehabilitasi. Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rumah Sakit Jiwa, dengan populasi sekitar 11,83 juta jiwa di Banten dan 7,1% populasi masyarakat di Provinsi Banten mengalami gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat. Penekanan konsep yang akan diterapkan pada Rumah Sakit Jiwa adalah Arsitektur Modern dan Healing Environmet sehingga bentuk yang ditampilkan menjadi lebih nyaman bagi pasien gangguan kejiwaan. Selain itu, modern mampu membawa membawa pesan secara tersirat untuk memberikan ke-khasan suatu bangunan dalam hal citra bangunan dan juga Healing Environment juga dapat memberi kesan pasien nyaman dan dapat merasakan kenyaman dalam penyajian suatu tatanan taman yang dapat memberikan unsur percepatan penyembuhan pasien.

Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kehamilan merupakan bagian dari proses maturasi perempuan yang memiliki berbagai risiko kesehatan. Kehamilan risiko tinggi menjadi faktor utama peningkatan AKI dan AKB di Indonesia. Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara terdapat mempunyai warga dengan kondisi hamil  risiko tinggi. Ibu memeriksakan kehamilannya di Puskesmas, namun pelayana yang diberikan masih sebatas Antenatal Care yang dilakukan rutin setiap bulannya. Karakteristik keluarga ibu hamil juga  tidak memahami cara perawatan sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan program pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan. Program tersebut berupa Kelompok Pendamping Kehamilan Resiko Tinggi (KP-KRT) berbasis  continuity of care untuk menurunkan resiko –resiko yang terjadi pada Ibu hamil. Methode pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu yaitu (1) Sosialisasi, (2) Peningkatan kompetensi, (3) Latihan ketrampilan atau pelaksanaan kegiatan, dan (4 ) Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari pelaksanaan PKM dapat teridentifikasi ibu hamil yang mengalami resiko tinggi, didirikannya rumah kehamilan sejahtera, meningkatkan kompetensi kader melalui pelatihan, dan terbentuknya alur rujukan ibu hamil resiko tinggi. Kesimpulan, pentingnya pendampingan pada ibu hamil untuk menurunkan resiko yang terjadi pada kehamilan. Saran, diperlukannya pemantauan dan follow up dari pemerintah khususnya puskesmas setempat untuk menjaga keberlangsungan dari program KP-KRT.

Maruanaya, Amelia; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2017 Universitas Stikubank

Konsumen memiliki risiko yang lebih besar daripada pelaku usaha, dengan kata lain hak-hak konsumen sangat rentan. Hal ini disebabkan karena posisi tawar konsumen yang lemah, maka hak-hak konsumen sangat riskan untuk dilanggar. Hal ini dikemukakan oleh Edmon Makarim pada buku hukum perlindungan konsumen.  Terhadap posisi konsumen tersebut, ia harus dilindungi oleh hukum, karena salah satu sifat, sekaligus tujuan hukum adalah memberikan perlindungan (pengayoman) kepada masyarakat. Perlindungan kepada masyarakat tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kepastian hukum yang menjadi hak konsumen. Dari latar belakang masalah diatas maka didapat perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :(1).Bagaimana kekuatan hukum putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)? (2). Apakah putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dapat dilaksanakan eksekusinya? (3). Adakah hambatan yang muncul saat pelaksanaan eksekusi? Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Dalam pendekatan yuridis, hukum dilihat sebagai norma atau das sollen, karena pendekatan yuridis merupakan suatu pendekatan yang mengacu pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Sedangkan pendekatan normatif dipergunakan untuk menganalisis hukum sebagai suatu perangkat aturan perundang-undangan yang bersifat normatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan dari hasil penelitian tersebut sebagai berikut : (1). Putusan BPSK yang diambil berdasarkan penyelesaian konsiliasi dan mediasi tidak memiliki kekuatan hukum. Sedangkan penyelesaian melalui arbitrase adalah yang memiliki kekuatan hukum.(2).Berdasarkan ketentuan Pasal 57 UUPK, pelaksanaan eksekusi putusan BPSK dilakukan dengan melalui penetapan putusan BPSK. BPSK tidak memiliki kekuasaan untuk melaksanakan eksekusi putusannya sendiri, sehingga diperlukan penetapan Pengadilan Negeri atas putusan arbitrase BPSK. (3).Hambatan yang muncul saat pelaksanaan eksekusi antara lain adalah BPSK berpendapat bahwa seharusnya konsumenlah yang mengajukan permohonan penetapan eksekusi kepada pengadilan negeri. Selain itu ada kerancuan dalam sisi aturan, dimana jika dalam permintaan pengesahan Pengadilan Negeri atas putusan arbitrase BPSK didapati adanya upaya hukum keberatan, maka Pasal3 UU No. 30 Tahun 1999 menyebutkan bahwa pengadilan negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase. Sementara pada Pasal 56 Ayat (2) UUPK membuka peluang pengajuan keberatan kepada pengadilan negeri terhadap putusan arbitrase yang dikeluarkan oleh BPSK. UU No . 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.