Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-67 of 67

Analytics

Lusiana, Veronica

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Menentukan potongan garis yang perlu atau tidak perlu digambar di daerah jendela dikenal dengan istilah clipping. Salah satu algoritma clipping diusulkan oleh Danny Cohen and Ivan Sutherland pada tahun 1967 yaitu algoritma Cohen-Sutherland. Algoritma ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat potongan garis yang digambar di dalam jendela dan sebaliknya akan menghilangkan potongan garis yang berada di luar jendela. Penggambaran obyek di jendela dapat menggunakan pendekatan dimensi dua atau dimensi tiga.Analisa dilakukan terhadap proses pemotongan garis (clipping) pada ruang dimensi tiga menggunakan algoritma Cohen-Sutherland. Disediakan contoh enam buah garis dengan letak titik ujung bervariasi seperti pada kode pembagian area Cohen-Sutherland. Ruang dimensi tiga, ruas garis, dan hasil pemotongan garis dalam ruang dimensi tiga digambarkan menggunakan perangkat lunak Processing. Pada pendekatan dimensi tiga, untuk pengujian pada titik awal dan titik akhir garis maka algoritma Cohen-Sutherland membagi sebanyak 27 macam wilayah. Masing-masing wilayah diberi kode yang unik.

Februariyanti, Herny; Wibisono, Setyawan

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Steganografi adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia di dalam pesan lain sehinggakeberadaan pesan rahasia tersebut tidak dapat diketahui. Steganografi sangat kontras dengan kriptografi.Jika kriptografi merahasiakan makna pesan sementara eksistensi pesan tetap ada, maka steganografimenutupi keberadaan pesan. Pesan rahasia yang disembunyikan dapat diekstraksi kembali persis samaseperti aslinya. Steganografi membutuhkan dua properti yaitu media penampung dan pesan rahasia. Mediapenampung yang umum digunakan adalah gambar, suara, video atau teks. Pesan yang disembunyikan dapatberupa sebuah artikel, gambar, daftar barang, kode program atau pesan lain.MPEG (Moving Picture Expert Group)-1 audio layer III atau yang lebih dikenal dengan MP3, adalahsalah satu dari pengkodean dalam digital audio dan juga merupakan format kompresi audio yang memilikisifat “menghilangkan”. Istilah menghilangkan yang dimaksud adalah kompresi audio ke dalam format mp3menghilangkan aspek-aspek yang tidak signifikan pada pendengaran manusia untuk mengurangi besarnyafile audio.Kompresi yang biasa dilakukan oleh mp3, tidak mempertahankan bentuk asli dari sinyal input.Melainkan yang dilakukan adalah menghilangkan suara-suara yang keberadaannya kurang/tidaksignifikan bagi sistem pendengaran manusia.Pada pembahasan ini akan dibahas teknik steganografi dalam MP3 secara umum dan secara khususmengacu pada software MP3Stego. MP3Stego adalah software yang dapat digunakan untukmeyembunyikan pesan dalam MP3. Produk ini dapat digunakan secara bebas, namun terdapat beberapakelemahan dari produk ini karena hanya merupakan program bebas yang belum disempurnakan.Keberadaan program ini ditujukan oleh pembuat hanya untuk membuktikan bahwa steganografi dalamMP3 dapat dilakukan.

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Kriptografi berasal dari kata crypto yang berarti rahasia dan graphy yang berarti tulisan. Jadikriptografi dapat diartikan sebagai tulisan rahasia. Secara istilah dapat didefinisikan sebagai studi tentangteknik-teknik matematika yang berhubungan dengan keamanan informasi.Playfair merupakan digraphs cipher, artinya setiap proses enkripsi dilakukan pada setiap dua huruf.Adapun tujuan yang akan di capai adalah membuat aplikasi untuk pengamanan pada file text denganmenggunakan metode Playfair yang dapat mendukung proses perlindungan data yang tidak mudahdicuri dan tidak mudah dipecahkan yang dapat digunakan sebagai keamanan pada data-data yang sangatpenting.

Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Suatu sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang menyamai kemampuan pengambilankeputusan dari seorang pakar. Suatu emulsi jauh lebih kuat daripada suatu simulasi yang hanyamembutuhkan sesuatu yang bersifat nyata dalam beberapa bidang atau hal. Knowledge dalam sistem pakarmungkin saja seorang ahli, atau knowledge yang umumnya terdapat dalam buku, majalah dan orang yangmempunyai knowledge tentang suatu bidang. Istilah  sistem pakar, sistem basis-pengetahuan (knowledge-base), atau sistem pakar basis-pengetahuan (knowledge-base) , sering digunkan dalam arti yang sama.

Murti, Hari

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Cybercrime / kejahatan dunia maya adalah istilah umum untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang ahli dalam bidang komputer / informatika merugikan orang atau sekelompok orang yang lain. Tindakan yang digolongkan terhadap cybercrime / kejahatan dunia maya adalah DoS, Hacking, menyebarkan / membuat virus, pencurian identitas dan lainnya. Dimana tindakan-tindakan tersebut memiliki pengaruh kerugian dan cara yang berbeda-beda bila seseorang ataupun sekelompok orang mengalami hal tersebut. Dan tindakan tersebut pada beberapa negara telah dapat diberikan hukumannya karena telah ada perundang-undangan yang mengatur mengenai cybercrime. Kata kunci : cybercrime, dos, hacking, fraud, carding

Sudarto, Singgih

Dinamik 2002 Universitas Stikubank

Keterbatasan kemampuan komputer berupa tidak dapat berfikir, bernalar dan belajar dari pengalaman yang pernah dilakukannya menimbulkan cabang baru dari teknologi inforrnasi. Bidang baru ini muncul untuk mengurangi keterbatasan yang ada pada komputer dengan istilah Artificial Intelligent. Ada 2 hal yang membedakan domain intelligent yang dapat diterapkan dalam bidang ini, yakni : berdasasrkan pada kemampuan seorsng ahli (expert system) atau berdasarkan pada proses belajar dari saraf otak manusia (artificial neural network). Pada jaringan saraf tiruan ada 2 paradigma yong seringkali digunahan/diterapkan dalam operasionalnya yaitu : hebian learning dan persepton

Kosasi, Sandi

Dinamik 2002 Universitas Stikubank

Teknologi informasi telah merubah kegiatan dari penanganan "Back of force processing" sampai pada upaya untuk meningkatkan "keunggulan bersaing" dan "keunggulan organisasional", Penerapan fOS (interorganizational systems) sebagai suatu jaringan informasi organisasi telah merubah bentuk organisasi menjadi lebih mendatar, ramping dan fleksibel, yang pada akhirnya beralih pada bentuk organisasi maya, Di samping kemudahan melakukan aliansi strategis, teknologi informasi juga menimbulkan dampak negatif bagi pemakainya, yang sering dikenal dengan istilah "Technostress". Hal ini terjadi sebagai akibat penggunaan alat-alat/mesin yang serba otomatis, yang pada akhirnya akan mereduksi kehidupan bersosialisasi antar pemakai system.