Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 741-760 of 769

Analytics

Agus Bahrudin

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Negara Indonesia mulai memasuki suatu masa emas berupa era bonus demografi yang mana    perlu ditindaklanjuti melalui serangkaian aksi-aksi kebijakan yang  mampu membawa manfaat yang optimal. Dari hasil proyeksi jumlah penduduk Kota Tegal bonus demografi berada pada tahun 2020 dengan rasio ketergantungan sebesar 50.42 %.dan tahun 2021 denan rasio ketergantungan sebesar 52.06 %. Kebijakan dan program yang dilakukan melalui pendidikan berkualitas, Program Generasi Berencana, pendidikan  kependudukan    untuk  mengubah  pola  pikir  masyarakat  dan  meningkatnya  kesadaran mengenai isu kependudukan, serta pendidikan keterampilan  sebagai jalur meningkatkan kualitas SDM unggul dan siap bekerja. Kebijakan ketenagakerjaan dikelola melalui pemberdayaan tenaga kerja dengan melatih wirausaha, akses permodalan dan pelatihan UMKM. Pengembangan usaha sektor informal lokal daerah, seperti pengembangan usaha-usaha kerajinan dan UMKM di Kota Tegal

Nursalim Nursalim

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat pengaruh globalisasi  yang  didukung  oleh  kemajuan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. Mengglobalnya Covid-19 telah membawa dampak pada kehidupan masyarakat, dunia usaha swasta, dan pemerintahan. Dampak pandemi Covid-19, khususnya bagi Birokrasi Pemda berupa munculnya permasalahan adanya kelemahan pada aspek kelembagaan dan perilaku aparatur birokrasi. Namun di samping itu juga terdapat tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi masalah yang muncul pasca pandemi. Dalam konteks tersebut, penanganan pandemi akan dapat diatasi dengan baik jika didukung oleh adanya good governance dan bikrokasi digital. Pendekatan reformasi kelembagaan dan perilaku birokrasi Pemda akan menjadi baik. Pendekatan reformasi kelembagaan Pemda baik perbaikan bentuk dan misi organisasi, regulasi (kebijakan), prosedur, metode, maupun mekanisme kerja pelayanan publik akan menjadikan birokrasi Pemda mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengatasi pandemi. Adapun   reformasi   melalui   perbaikan   perilaku   aparatur   birokrasi   (ASN)   baik   melalui pendidikan dan latihan, kebijakan renumerasi, pengembangan karier ataupun lainnya akan menjadikan birokrasi Pemda dapat menyelenggarakan pelayanan publik pasca pandemic Covid-19 dengan baik.

Antonia Mayaningtyas; Nursalim Nursalim

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) didirikan pada tahun 2004 sebagai sebuah inisiatif bersama antara Kepolisian Federal Australia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Tujuan JCLEC adalah untuk memberikan layanan kependidikan yang difokuskan pada bidang  Anti  Teror  dan  Kejahatan  Lintas  Negara.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis model pengembangan organisasi yang dilakukan oleh JCLEC dalam kapasitasnya membangun kerjasama multilateral dan untuk memberikan rekomendasi bagi masa depan JCLEC. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan analisis bagaimana organisasi JCLEC dibangun dan dikembangkan dengan memperhatikan kondisi internal dan masalah yang terjadi dalam organisasi tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa isu strategis, yaitu (1) Bagaimana JCLEC memberikan  pelayanan  terbaik  kepada  semua  stakeholder,  (2)  Ketidaksetaraan  SDM  antar  level dalam  struktur  organisasi,  (3)  Peran-peran  level  sub  manager  yang  belum  optimal,  (4)  JCLEC sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan banyak pihak, (5) Mempertahankan jaringan alumni dan prestasi, (6) Situasi pandemic Covid-19, (7) Persaingan NGO bersegmen sama, dan (8) Faktor politik antara pemerintah Indonesia dan Australia yang dapat mempengaruhi roda dan arah kebijakan JCLEC. Penelitian ini merekomendasikan JCLEC perlu mempertimbangkan pada upaya peningkatan kualitas pelayanan dari segi (1) pengembangan segi SDM atau personalia, (2) penempatan JCLEC secara strategis terhadap negara donor, (3) pengembangan dan pelaksanaan rencana pemasaran atau media komunikasi, (4) penguatan peran dewan pengawas dan dewan pembina JCLEC, dan (5) model daring dikembangkan untuk keberlanjutan JCLEC.

Mohammad Debby Rizani; Teguh Imam Rahayu

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kondisi persampahan Kota Mojokerto yang terdiri dari 2 kecamatan dan 18 kelurahan, pelayanan persampahan mencakup di 67% kelurahan, dengan kemampuan mengangkut 78,2% dari timbulan sampah kota sebesar 349 m3/hari dan dihasilkan dari 135.024   jiwa. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan metode diskriptif kualitatif. Pengambilan data dengan metode studi dokumen,diskusi kelompok terfokus, wawancara dan observasi  pada proses pengelolaan sampah. Kondisi pengelolaan sampah ditinjau dari aspek teknis operasional, kelembagaan, peraturan, pendanaan, peran serta masyarakat dengan mengacu pada teori dan analisis Strength, Weaknesess, Opportunity, dan Threath (SWOT). Pengelolaan sampah Pemerintah Kota Mojokerto dengan sistem kumpul-angkut-buang mengakibatkan timbulan sampah yang tidak terkendali di TPA serta biaya operasional tinggi, dilakukan uji coba pengurangan sampah dari sumber, pengolahan sampah skala kawasan dan skala kota tetapi belum memberikan hasil optimal, sampah  masuk  ke TPA  sebesar 273  m3 per hari.  Pemrosesan sampah di TPA dengan sistem control landill dan   laju timbulan sampah sebesar 1,6% pertahun dengan biaya pengelolaan sampah yang belum cost recovery.Pengembangan strategi pengelolaan sampah diprioritaskan pada optimalisasi pengurangan volume sampah dari sumber dengan melibatkan peran aktif masyarakat skala rumah tangga dan kawasan atau kelompok, peningkatan kualitas pengelolaan TPA sebagai tempat  pemrosesan  bukan  pembuangan,  peningkatan  cakupan  pelayanan  persampahan, peningkatan kerjasama dengan pihak swata,pengembangan sistem penghargaan dan sangsi, pemulihan biaya pengelolaan sampah, kerjasama regional dalam pengelolaan sampah, optimalisasi pemanfaatan  sarana  dan  prasarana  persampahan.  Strategi  bertumpu  pada  perubahan  pola  pikir untuk   mengelola   sampah   kota   bersama   antara   pemerintah   masyarakat   dan   swasta   dengan penerapan pengurangan, pemakaian kembali, daur ulang dan pembuangan yang aman bagi lingkungan.

Shonhaji, Akhmad

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah: bagaimana perencanaan, pengembangan dan implementasi  manajemen pendidikan karakter serta bagaimana implementasi kegiatan bisnis di SMKN 7 Kota Serang dan SMK Bismillah . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriftif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dalam upaya mendeskripsikan perencanaan dan pengembangan manajemen pendidikan karakter melalui kegiatan bisnis, dengan nara sumber dari unsur pejabat dan staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengembangan manajemen pendidikan karakter melalui kegiatan bisnis secara umum telah dilaksanakan dengan baik dan tahapan-tahapan yang dilakukan sesuai dengan aturan, dimulai dari tahapan perencanaan yang mencakup perumusan visi misi, penyusunan Strategi, kebijakan, penganggaran, dan prosedur. Tahapan Pengembangan mencakup penerapan budaya sekolah dan eksplorasi diri. Tahapan Impelementasi mencakup sistem rencana program dan kegiatan, penganggaran pelaksanaan dan pengawasan.  

Mukorobin Mukorobin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Profil Budaya Organisasi Indomart Genuk Demak saat ini (current) dan yang diharapkan (preferred) masih didominasi oleh tipe budaya hierarchy dan market dengan gap sebesar 3%, maka tidak dibutuhkan perubahan budaya organisasi yang signifikan. Namun jika dilihat lebih detail terhadap keenam dimensi, ada lima dimensi yang menunjukan gap lebih dari 5% sehingga memerlukan perubahan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan SDM pada perusahaan tersebut. Kelima dimensi tersebut adalah Kepemimpinan Organisasi, Pengelolaan Karyawan, Perekat Organisasi, Penekanan Strategis dan Kriteria Sukses.Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada Indomart Genuk Demak berdasarkan pada enam dimensi utama, yaitu : a). Kepemimpinan Organisasi : Menerapkan kepemimpinan organisasi yang lebih fleksible namun tidak juga melanggar aturan b). Pengelolaan Karyawan : melakukan pengelolaan karyawan yang lebih mengutamakan kerja sama tim, kesepakatan, partisipasi semua karyawan, lebih fokus pada pengelolaan intern perusahaan. c). Perekat Organisasi : mengurangi formalitas aturan aturan yang mendasari perekat organisasi. d. Penekanan Strategis : fokus pada internal perusahaan dan mengurangi fokus pada persaingan pasar e). Kriteria Sukses : menekankan kriteria sukses pada pengembangan SDM, kondisi internal perusahaan, kerja tim dan komitmen serta kepedulian akan sesama karyawan.Kata kunci: dampak, ritel modern, Indomart.

Nursalim Nursalim

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat pengaruh globalisasi  yang  didukung  oleh  kemajuan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. Mengglobalnya Covid-19 telah membawa dampak pada kehidupan masyarakat, dunia usaha swasta, dan pemerintahan. Dampak pandemi Covid-19, khususnya bagi Birokrasi Pemda berupa munculnya permasalahan adanya kelemahan pada aspek kelembagaan dan perilaku aparatur birokrasi. Namun di samping itu juga terdapat tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi masalah yang muncul pasca pandemi. Dalam konteks tersebut, penanganan pandemi akan dapat diatasi dengan baik jika didukung oleh adanya good governance dan bikrokasi digital. Pendekatan reformasi kelembagaan dan perilaku birokrasi Pemda akan menjadi baik. Pendekatan reformasi kelembagaan Pemda baik perbaikan bentuk dan misi organisasi, regulasi (kebijakan), prosedur, metode, maupun mekanisme kerja pelayanan publik akan menjadikan birokrasi Pemda mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengatasi pandemi. Adapun   reformasi   melalui   perbaikan   perilaku   aparatur   birokrasi   (ASN)   baik   melalui pendidikan dan latihan, kebijakan renumerasi, pengembangan karier ataupun lainnya akan menjadikan birokrasi Pemda dapat menyelenggarakan pelayanan publik pasca pandemic Covid-19 dengan baik.

Wiyono, Bambang Dibyo; Purwoko, Budi; Winingsih, Evi

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar matakuliah Manajemen Bimbingan dan Konseling berorientasi higher order thinking skills (HOTS) yang memenuhi kriteria akseptabilitas yakni aspek kegunaan, ketepatan, dan kelayakan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick Carey & Carey dengan sembilan tahapan yaitu: 1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran umum, 2) melakukan analisis pembelajaran, 3) melakukan analisis pebelajar dan konteks, 4) merumuskan tujuan pembelajaran khusus, 5) mengembangkan instrumen penilaian, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, 8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, 9) merevisi pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket penilaian akseptabilitas dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil pengembangan divalidasi oleh ahli isi, ahli media dan uji coba. Uji coba tersebut meliputi: 1) uji coba perorangan, 2) uji coba kelompok kecil, 3) uji coba lapangan. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matakuliah Manajemen Bimbingan dan Konseling memenuhi kriteria sangat baik dan memperoleh alternatif keputusan dipakai.

Y. Setyohadi Pratomo; Wahyu Wirasati

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan desa wisata berbasis   unggulan   lokal dan   potensi sosial budaya di   Jawa Tengah   menjadi pilihan kebijakan strategis dalam   percepatan pembangunan desa dan mengatasi  masalahan  desa, terutama penanggulangan kemiskinan, kapasitas pelaku usaha dan  pengelola desa wisata. Penelitian  ini  bertujuan  menggambarkan tentang  potensi  dan masalah serta peluang pengembangan Desa Widarapayung Wetan di Kecamatan Binangun memiliki potensi beragam menjadi desa wisata, baik potensi bahari, seni budaya, kuliner desa dan pembelajaran bagi desa tangguh bencana. Perlunya ditingkatkan promosi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan agar pengembangannya semakin menarik.

Agus Susanti

Jurnal Visi Manajemen 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Babershop by Ponco merupakan usaha dalam bidang menjual jasa potong rambut. Babershop by Ponco berdiri  sejak tahun 2003, berada di Perumahan Pondok Raden Patah Blok C I No. 1 – 2 RT. 04 RW. 03 Sayung Demak. Pemiliknya bernama Bapak Ponco Novian Mustoro, S.E., M.M. Persaingan dunia usaha semakin ketat, maka pelaku usaha harus bisa mempertahankan usaha dan dituntut untuk dapat menghadapi persaingan, dengan mengembangkan usaha supaya lebih maju dan lebih besar. Dalam menghadapi persaingan dan mengembangkan usaha dibutuhkan strategi untuk pengembangan usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan usaha Babershop by Ponco, mendeskripsikan keadaan lingkungan internal (kelebihan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman) Babershop by Ponco, menganalisis strategi pengembangan yang dapat diterapkan pada usaha Babershop by Ponco. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.

Henry Yuliamir; Enik Rahayu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kartikajaya Village is part of the Wonosari village area, before it became its own village known as Bleder. At that time it was still in the form of forests and swamps and was often used for TNI war games, especially Soldiers of the VII Military Command (now Kodam IV Dipenogero). Kartikajaya Village means the village is Resetement (Prokiamad) which is inhabited by retired TNI AD. It is one of the efforts. Located approximately 9 km from Kendal City, and approximately 10 km from the City of Patebon. Transportation that can be used is angkudes no. 3 and gig by day, and motorcycle taxi at night. When it was first formed this village was a local transmigration site for veterans of the war for independence, so that almost part of the population was retired soldiers. Now, along with the development of the region, the population of Kartika Jaya Village has begun to be heterogeneous in terms of livelihoods, from farmers, fishermen, factory workers, to private employees and civil servants. This research is a qualitative research. The data used in this study were obtained from interviews with Kartika Jaya residents and consumers and the results of the performance were analyzed to obtain a corrective action plan. In general, this study concludes that Kartika Jaya serves the market segment for young people and modern productive age and has a development plan that focuses on consumers (Customer oriented) and the voice of consumers who are very satisfied and satisfied with the performance of the marketing business produced by Kartika Jaya tourism.

Kurniawati, Kurniawati

ABSTRAK Sebagai langkah untuk mengoptimalisasi pengumpulan dana ZIS, dibutuhkan sebuah strategi untuk mempermudah donatur dalam menyalurkan dana zakat, infaq, dan sodaqoh. Sebagai sistem pembayaran nontunai yang praktis, Qris dijadikan media pengumpulan dana ZIS oleh BAZNAS Provinsi Bali dalam upaya meningkatkan minat para donatur. Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah strategi pengumpulan dana ZIS melalui sistem berbayar nontunai Qris dalam meningkatkan minat donatur di BAZNAS Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah sistem berbayar nontunai Qris mendukung strategi pengumpulan dana ZIS di BAZNAS Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah cara menyelesaikan faktor penghambat dari pengumpulan dana ZIS melalui sistem berbayar nontunai Qris di BAZNAS Provinsi Bali? Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi pengumpulan dana ZIS melalui sistem berbayar nontunai Qris dalam meningkatkan minat donatur di BAZNAS Provinsi Bali, (2) Untuk mengetahui Qris menjadi pendukung strategi pengumpulan dana ZIS di BAZNAS Provinsi Bali, (3) Untuk mengetahui penyelesaian dari faktor penghambat strategi pengumpulan dana ZIS melalui Qris. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan akan dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan fakta dan data dilapangan. Sumber data ialah sumber data primer dan sekunder melalui teknik pengumpulan data: (1) Observasi, (2) Wawancara, dan (3) Dokumentasi. Untuk menguju validitas keabsahan data: (1) Kekuatan pengamatan, (2) Triangulasi dan, (3) Referensi. Untuk teknik analisa data meliputi: (1) Reduksi data, (2) Penyajian data dan, (3) Simpulan atau verifikasi.. Hasil akhir dari penelitian ini adalah BAZNAS Provinsi Bali dalam menyebarkan Qr Code Qris melalui media offline milik mereka yaitu: Majalah dan brosur. Adapun yang melalui media online mereka lakukan pada: (1) Broadcast Whatsapp; (2) Instagram; (3) dan juga Facebook. Upaya BAZNAS Provinsi Bali dalam meningkatkan minat donatur yaitu dengan cara: (1) Membuat donatur nyaman dengan mendoakan mereka setelah berdonasi; (2) Membangun kepercayaan mereka melalui label BAZNAS sebagai lembaga pemerintah dan melakukan publikasi terhadap pelaporan keuangan mereka. Penulis berharap dengan adanya penelitian ini nantinya bisa menambah pustaka dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan.   ABSTRACTAs a step to optimize ZIS fundraising, a strategy is needed to make it easier for muzakki to distribute zakat, infaq, and sodaqoh funds. As a practical non-cash payment sistem, Qris has been used as a medium for collecting ZIS funds by BAZNAS Bali Province in an effort to increase the interest of donors. The fokus of this research is (1) How is the ZIS fundraising strategy through the Qris non-cash paid sistem in increasing the interest of donors in BAZNAS Bali Province? (2) How does the Qris cashless paid sistem support the ZIS fundraising strategy in BAZNAS Bali Province? (3) How how to solve the inhibiting factors of collecting ZIS funds through the Qris non-cash paid sistem at BAZNAS Bali Province? The objectives of this study are (1)To find out the strategy of collecting ZIS funds through the Qris non-cash paid sistem in increasing the interest of donors in BAZNAS Bali Province, (2) To find out Qris is a supporter of the ZIS fundraising strategy at BAZNAS Bali Province, (3) To determine the resolution of the inhibiting factors of the collection strategy ZIS funds via Qris. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. Informants will be selected using a purposive technique. Collecting data obtained based on facts and data in the field. Data sources are primary and secondary data sources through data collection techniques: (1) Observation, (2) Interview, and (3) Documentation. To validate the validity of the data: (1) The power of observation, (2) Triangulation and, (3) Reference. Data analysis techniques include: (1) data reduction, (2) data presentation and (3) conclusion or verification. The final results obtained in this study explain that BAZNAS Bali Province distributes Qr Code Qris through their offline media, namely: magazines and brochures. As for what they do through online media on: (1) Broadcast Whatsapp; (2) Instagram; (3) and also Facebook. The efforts of BAZNAS in Bali Province in increasing the interest of donors are by: (1) Making donors comfortable by praying for them after donating; (2) Build their trust through the BAZNAS label as a government agency and publish their financial reporting. The author hopes that this research will add libraries and tools for developing science.

Nina Mistriani; Ovia Widayanti Pratamaningtyas

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Grand Maerakaca atau sering disebut Puri Maerakaca merupakan salah satu bagian dari Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan Jawa Tengah (PRPP). Daya tarik wisata tersebut cukup menarik dan potensial di Kota Semarang, seperti spot mangrove viral sebagai tempat instagramable saat liburan. Puri Maerakaca adalah satu-satunya tempat wisata budaya dan edukasi yang menampilkan miniatur kota dan kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Meskipun demikian perlu adanya strategi pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan daya tarik wisata yang tepat untuk pengembangan daya tarik wisata Maerakaca. Penelitian ini pendekatan melalui strategi aspek penawaran dan permintaan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui wawancara yang terdiri dari wisatawan, ahli pariwisata, serta dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan daya tarik wisata melalui aspek penawaran pariwisata meliputi aspek daya Tarik, trasportasi, fasilitas, dan kelembagaan, sedangkan aspek permintaan pariwisata meliputi harga, pendapatan, sosial budaya, sosial politik, intensitas keluarga, harga barang substitusi, harga barang komplementer. Kedua aspek tersebut saling berkaitan dan berdampak pada kemampuan destinasi untuk mampu menarik wisatawan berkunjung.

Sugiyarti, Sri Riris; wijayati, hasna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.

Kusjuniati, Kusjuniati

ABSTRAK Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan lembaga yang berfungsi sebagai katalisator perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam skala nasional maupun internasional. KNEKS diamanatkan untuk turut mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah guna mendukung ketahanan ekonomi nasional. Tugas KNEKS yaitu mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional. KNEKS memiliki Strategi yaitu Penguatan ekonomi dan keuangan syariah, Penguatan Halal Value Chain, Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Penguatan Fatwa, Regulasi dan Tata Kelola.memperkuat penyediaan iklim usaha Industri Keuangan Syariah dan Industri Halal dengan adanya kepastian hukum, proses yang mudah dan tata kelola yang baik, Penguatan ekonomi digital. Memperkuat pelaku indistri halal dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan layanan digital baik pembiayaan, pemasaran dan kapasitas produksi melalui penyediaan halal market place, pembentukan incubator start-up dan sistem informasi terintegrasi untuk traceability produk halal, Penguatan Literasi SDM, Riset dan Pengembangan. Memperkuat kesadaran publik mengenai konsep ekonomi syariah menuju penyediaan SDM yang berkualitas dan berkompetensi tinggi untuk mampu bersaing dan berinovasi melalui riset dan pengembangan.   ABSTRACT The National Committee for Sharia Economics and Finance (KNEKS) is an institution that functions as a catalyst for economic and sharia financial development on a national and international scale. The KNEKS is mandated to help encourage the development of the economy and Islamic finance to support national economic resilience. The task of the KNEKS is to accelerate, expand and advance the development of Islamic economics and finance in order to strengthen national economic resilience. KNEKS has Strategies namely Strengthening Islamic economic and finance, Strengthening Halal Value Chain, Strengthening Micro and Small and Medium Enterprises (UMKM), Strengthening Fatwa, Regulations and Governance. Strengthening the provision of the business climate of the Sharia Finance Industry, Industry and Halal Industry with legal certainty, easy and good governance, Strengthening the digital economy. Strengthening halal industry players by utilizing and optimizing digital services in financing, marketing and production capacity through the provision of halal market places, the establishment of start-up incubators and integrated information systems for halal product traceability, Strengthening HR Literacy, Research and Development. Strengthening public awareness about the concept of Islamic economics towards the provision of high quality and highly competent human resources to be able to compete and innovate through research and development.

Pranoto Pranoto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Lembaga Pendidikan Profesi Perhotelan sebagai salah satu sumber tenaga kerja terampil, dituntut untuk selalu melakukan inovasi penyesuaian program belajar dan strategi pembelajaran sehingga menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan. Strategi pembelajaran bidang housekeeping yang diterapkan di LPP Graha Wisata Semarang adalah menggunakan strategi geladi karya. Strategi pembelajaran Geladi Karya, disusun untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan di bidang housekeeping, menyiapkan peserta didik dengan pola pikir dan kesiapan mental untuk menjadi seseorang  Integrated Housekeeper.  Langkah strategis ini adalah berupa pembelajaran melalui pembentukan pola pikir sebagai seorang housekeeper, pengembangan  product knowledge, dan pembentukan keterampilan melalui praktikum secara berulang-ulang. Penerapan strategi Geladi Karya menghasilkan peserta didik yang memiliki integritas terhadap bidang housekeeping, memiliki  kemampuan penyesuaian diri di lingkungan industri perhotelan dan mampu bersaing di bursa tenaga kerja baik yang sifatnya lokal maupun internasional. Kendala yang dihadapi yaitu masih munculnya anggapan bahwa housekeeping adalah pekerjaan yang tidak menjadi favorit dan tidak bergengsi di industri perhotelan, sehingga minat peserta didik tidak maksimal. Adapun faktor yang mendukung penerapan strategi ini adalah adanya kebebasan bagi Instruktur untuk mengembangkan bahan ajar dan strategi pembelajaran, serta kesiapan lembaga untuk menyediakan sarana-prasarana pembelajaran. Geladi Karya perlu ditindaklanjuti sebagai sebuah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih bagi peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasikan dalam diri seorang housekeeper.

Samtono Samtono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

. Menu makanan khas jawa ayam goreng sampai saat ini masih menjadi menu favorit untuk semua usia dan semua lapisan masyarakat jawa, ribuan orang setiap minggu merasakan ayam goreng di Bu Toha yang terletak di Desa Lopahit Tuntang Semarang. Saat ini pengembangan wisata kuliner merupakan jalur strategis penyangga ekonomi nasional lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data, depth interview, swot analisis dan observasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa informan atau nara sumber yang terseleksi atau terpilih khususnya para karyawan, pelanggan, dan pemilik warung makan. Hasil penelitian yang diperoleh melalui Analisis SWOT dilakukan berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, kemudian dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan fakor internal menunjukkan para konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh warung makan ayam goreng “Bu Toha”. Posisi warung makan ayam goreng “Bu Toha”. berdasarkan diagram  kortesius SWOT berada di kwadran I, artinya kuat dan berpeluang. Rekomendasinya adalah strategi yang diberikan progresif. Dalam rangka meningkatkan omzet pendapatan usahanya maka dapat menambah varians atau jenis menu yang disajikan konsumen serta mengembangkan usahanya dengan membuka anak perusahaan.

Saul M. Lanmai; Gianto Gianto; Simai Simai

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian, dengan menggunakan  metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru. Penelitian ini membahas tentang: Strategi Pengembangan Kedisiplinan Dalam   Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar Swasta Bina Setia Semaro Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak. Strategi pengembangan kedisiplinan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terhadap peserta didik. Strategi yang mesti dimiliki oleh para guru mata pelajaran umum dan guru PAK antara lain ceramah atau seminar, Tanya jawab, diskusi, dan lain-lain yang dibutuhkan agar para peserta didik merasa diperhatikan dan dipantau secara berkesinambungan dalam proses pembelajaran di kelas.

Hendro Prawiro; Bambang Dwiloka; Frida Purwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

This study aims to identify the characteristics and perceptions of tourists, internal and external factors that affect the development of the company and develop the company's development strategy. Strategy of Agro Tourism Development Kaligua was prepared based on descriptive analysis with analytical tool that is: descriptive analysis to identify tourists' characteristic and perception, SWOT analysis to identify internal and external factors influencing company development, and AHP to develop company development strategy. The result of identification of tourist characteristic that visited at Agro Tourism Kaligua Garden that is average tourist is dominated by young man with age <35 years amount 76% with income less than Rp 2.000.000 some 58%. Tourists judge Agro Tourism Kaligua has beautiful attractions, good facilities and positive institutional and promotional services, but affordability is still negative due to poor road quality and road guidance. Result of SWOT analysis, Agro Tourism Kaligua  has five strength factor with score 1.89, five weakness factor with score 1,3, five chance factor with score 1,88, and five threat factor with score 1,21. Having the position of corporate strategy in quadrant I with coordinates X of 0.57 and Y of 0.67 is on the SO position in the form of aggressive strategy that can create Agro Tourism Kaligua to use the strength and chances in determining company policy and develop development strategies to achieve the target profit in the future. The formulation of tourism development strategy of Kaligua Garden Estate is optimizing marketing, improving the quality of tourism, and developing tourism product. In general, Agro Tourism development strategy applied is the best with the status quo and followed by expansionary strategy. The main priority that must be done is to maintain the quality of tourism, especially improving the quality of service so that tourists can feel satisfied and comfortable tour at Agro Tourism Kebun Kaligua.

Nina Mistriani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Potential Attraction of Puri Mataram Sleman Yogyakarta Regency is a trending topic for tourists as a tourist destination in Sleman Regency with the cultural concept of Mataram kingdom. Located in Drono. Tridadi village, Sleman, Yogyakarta. The research is to find out the strategy for developing natural tourist attraction. This research is qualitative research, applying facts in the field. Attraction of Puri Mataram get attention of the Indonesian Vice President in managing through BUMDes Tridadi Makmur increasing the construction activities, additions and management of infrastructure facilities that are balanced with increasing quality of services provided, making Puri Mataram a natural tourist attraction as a leading tourist destination in Sleman Regenc. Methods of approaching tourism components 5A (Accessibility, Accommodations, Attraction, Activities Amenities). The conclusion of a quality and balanced development strategy pays attention to 3 main steps, namely short-term focused emphasis, medium term emphasizing consolidation and long-term focus on development.