SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 741-758 of 758

Analytics

Suliantoro, Adi; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2017 Universitas Stikubank

Menggunakan deposito sebagai agunan, atau jaminan kredit bank (Cash Collateral), masih jarang dilakukan. Umumnya, orang menggunakan aset berwujud sebagai barang jaminan, dan belum mengetahui bahwa deposito dan tabungan dapat dipakai sebagai jaminan kredit di Bank. Dalam perkembangannya, debitur dapat mengajukan pinjaman kredit pada bank dengan agunan deposito, namun bukan miliknya. Jadi yang diagunkan adalah deposito milik pihak ketiga apakah itu suami atau istri sendiri, maupun tidak menutup pihak ketiga lain seperti milik orang tua atau pihak lain. Dasar hukum yang digunakan terkait gadai deposito oleh pihak ketiga adalah Pasal terkait perikatan terutama Pasal 1320 KUHPer, Pasal terkait Gadai yaitu Pasal 1150 s/d 1160 KUHPer, Pasal penanggungan Utang Pasal 1820 s/d/ 1832 KUHPer,  UU No 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan dan UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen serta UU No 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jsa Keuangan. Secara teori Undang – Undang Perbankan, UU OJK, Undang – Undang Perlindungan Konsumen dan Kitab Undang – Undang Hukum Perdata memberikan perlindungan bagi deposan yang depositonya dijadikan agunan oleh pihak lain. Perlindungan Hukum yang diberikan menjadi tidak efektif karena pihak ketiga selaku pemilik deposito secara sadar dan tanpa paksaan bersedia untuk dilakukan pemblokiran dan pencairan deposito miliknya, apabila debitur wanprestasi, dengan membuat kuasa tidak dapat dicabut dan penandatanganan pada bagian belakang bilyet deposito miliknya. Dengan demikian deposan secara sadar telah melepaskan hak istimewanya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1832 KUHPer. Agar perjanjian (pokok dan tambahan) tidak Batal Demi Hukum karena melanggar ketentuan tentang Klausula Baku, maka pihak bank harus dapat memberikan penjelasan kepada konsumen (debitur maupun deposan) terkait resiko – resiko kredit yang dimaksud.

Sukur, Muji; Purwaningtyas, Purwaningtyas; Al Amin, Imam Husni

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Setiap rumah tangga perlu melakukan perencanan keuangan yang baik agar tujuan rumah tanggga jangka pendek dan jangka panjang dapat tercapai. Perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak dan lain- lain. Penghasilan kita perlu dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan juga kebutuhan di masa depan. Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Dengan demikian, rancangan aplikasi budgeting merupakan suatu alat yang membantu didalam pengendalian biaya rumah tangga karena dapat memberikan informasi bagi keluarga mengenai berhasilnya (efektivitas) setiap rencana.

Utomo, Agus Prasetyo; Murti, Hari

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Visi misi tahun 2020 untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia membutuhkan upaya nyatadari jajaran manajemen Universitas Stikubank untuk mewujudkanya, oleh karena itu perludiciptakan suatu kerjasama dari semua tingkat manajemen, dan stakeholder yang ada. Modelmanajemen kualitas Malcolm Baldrige Education Criteria for Performance Excellence(MBCfPE) mempunyai konsep dan prosedur yang menetapkan petunjuk dan kriteria yangmembantu perusahaan dalam mengevaluasi aktivitas perbaikan kualitas. Melalui pengukurankinerja dengan model MBCfPE ini, Universitas akan bisa melihat tingkat pencapaian di dalamproses menuju perguruan tinggi kelas dunia. Pengembangan sebuah model pre assessment bagiUniversitas diharapkan dapat membantu memberikan sebuah gambaran awal sejauh manakesiapan Universitas dalam menerapkan manajemen kinerja kelas dunia. Hasil olah datamenunjukkan bahwa manajemen kinerja Universitas secara umum hasilnya cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai score sebesar 668,55 dari skala 1000. Nilai ini menunjukkan bahwa upayayang dilakukan oleh manajemen Universitas untuk memberikan jaminan mutu pada masyarakatsudah cukup baik. Skor tersebut juga menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola yang dilakukanUniversitas cukup sistematis, efektif, dan responsive. Hasil-hasil yang mengacu padapersyaratan-persyaratan mahasiswa dan stakeholder lainya, pasar, dan proses operasional,menunjukkan kinerja dan keunggulan yang baik. Untuk perbaikan kinerja Universitas perludibuat solusi khusus untuk implementasi peningkatan kinerja dari tiap-tiap kategori yangdirasakan kurang nilainya. Sementara itu untuk kategori yang nilainya sudah cukup baik masihperlu untuk terus ditingkatkan. Universitas perlu membangun sistem manajemen kinerja yanglebih baik kedepanya agar visi misi dan tujuan-tujuan strategis dimasa yang akan datang bisatercapai secara efektif dan eisien.

Amin, Fathkul; Soelistijadi, R.; Priyambodo, Aji

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Semakin mudahnya bertransaksi akan membuat konsumen semakin menyenangi dan membuat konsumen merasa nyaman.  E-Commerce sebagai jembatan antara penjual dan pembeli agar kedua belah pihak diuntungkan dari banyak hal seperti waktu dan tempat bertemu.  Website Omah batik Semarangan dibuat sebagai media komunikasi antara produsen yang khusus membuat dan mengembangangkan Batik Semarangan.  Batik Semarangan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan batik dari daerah lain.  Website Omah Batik Semarangan membuat penjualan dan pembeli Batik Semarangan semakin mudah dan efektif dalam bertransaksi.  Kemudahan bertransaksi dengan menyediakan informasi secara online efektif meningkatkan pemasaran omah batik Semarangan.

Utomo, Agus Prasetyo; Murti, Hari; Rejeki, Rara Sri Artati

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Program studi perlu melakukan monitoring dan pengukuran secara terus-menerus  terhadap kinerjanya untuk memastikan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan.  Proses monitoring kinerja memerlukan data dan informasi yang diambil dari  seluruh bagian organisasi. Hasil monitoring kinerja selanjutnya akan disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, secara efisien dan efektif. Performance Dashboard merupakan alat untuk menyajikan informasi secara sekilas . Dashboard  menginformasikan  Key Performance Indicators (KPI) dengan menggunakan media penyajian yang efektif. KPI yang digunakan dalam pembangunan Performance Dasboard  program studi ini seluruhnya menggunakan instrumen dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) perguruan tinggi. Metodologi yang digunakan dapat diterapkan dengan baik pada studi kasus mengenai pembangunan dashboard untuk menunjang upaya penjaminan mutu program studi di lingkungan Universitas Stikubank Semarang. Penelitian ini lebih menitikberatkan bagaimana  aplikasi ini bisa memberikan kemudahan informasi terhadap  pengelola program studi, fakultas maupun pihak universitas terhadap capaian mutu dari program studi sarjana. Kata kunci : Performance Dashboard, Key Performance Indikator, Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi.

Retnowati, Retnowati

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Dalam penelitian ini, diasumsikan bahwa setiap organisasi mengeksploitasi penggunaanteknologi informasi secara berbeda-beda. Dengan demikian langkah awal sebelum merumuskan hipotesaakan dilakukan klasifikasi terhadap beberapa tipe organisasi, yaitu Inovator dan Eksploitor (IE),Kompetitor atau Pengadopsi Awal (KPA), Partisipan atau Pengikut Yang Efektif (PPE). Konsentrasi utamapenelitian ini terfokus pada beberapa isu masalah, antara lain: Tujuan dilakukannya aktifitas pengamatanlingkungan eksternal terhadap penggunaan teknologi informasi, Metode yang digunakan dalam aktifitaspengamatan lingkungan eksternal terhadap penggunaan teknologi informasi, Keberadaan unit khususpengamatan lingkungan eksternal terhadap penggunaan teknologi informasi , Tingkat intensitas pengamatanlingkunan eksternal terhadap penggunaan teknologi informasi, Sumber-sumber informasi yang digunakandalam pengamatan lingkungan eksternal terhadap penggunaan teknologi informasi , Tingkat dukunganmanajemen terhadap penggunaan teknologi informasi. Dari seluruh hipotesis yang telah dibangun sertahasil perhitungan analisa yang dibuat, dapat dikatakan bahwa secara umum dapat memenuhi dugaan sepertiyang didefinisikan sebelumnya, untuk ketiga tipe organisasi, yaitu: IE, KPA, PPE. Secara umum tipeorganisasi IE memiliki segala sesuatu yang lebih besar/baik jika dibandingkan dengan tipe KPA atau PPE,dalam hal melakukan aktifitas pengamatan secara kontinyu, memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi didalam melakukan aktifitas pengamatan, memiliki perhatian yang lebih besar dalam isu yang berkembanguntuk aktifitas pengamatan, menggunakan sumber informasi yang lebih banyak, menggunakan sumber-sumber informasi secara lebih sering, menempatkan sumber-sumber informasi sebagai sesuatu yang lebihpenting, memiliki tingkat dukungan yang lebih besar dari manajemen, memiliki tingkat reward yang lebihmemadai dari manajemen kepada para staf, memiliki keterkaitan yang lebih besar di dalam kebijakanmanajemen dengan strategi bisnisnya untuk penggunaan TI baru. Tipe organisasi IE tidak berbeda secarasignifikan dengan tipe KPA dan PPE di dalam pendanaan yang diberikan secara khusus untuk aktivitaspengamatan TI. Padahal, diharapkan bahwa tipe IE memiliki tingkat pendanaan yang lebih besardibandingkan dengan kedua tipe organisasi. Dengan demikian dugaan tersebut tidak terbukti. Tipeorganisasi IE tidak berbeda secara signifikan dengan tipe KPA dan PPE di dalam metode pengamatanuntuk aktifitas pengamatan TI. Padahal diharapkan bahwa tipe IE memiliki metode pengamatan yang lebihbanyak/besar dibandingkan dengan kedua tipe organisasi.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Kebutuhan media pembelajaran yang efektif  dan efisien tidak lagi hanya mengandalkan mediakonvensional seperti harus datang langsung ke tempat kelas mendengarkan guru dan menulis di papan tulis.Perkembangan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat mendukung systempembelajaran dengan system jarak jauh, baik yang dilakukan dengan menggunakan pembacaan arsipdokumen yang disimpan pada sebuah server jaringan atau web, maupun dilakukan dengan interaksilangsung (live-streaming) melalui jaringan on-line.Dalam perkembangannya pembelajaran live-streaming tidak hanya dapat dilakukan denganmenggunakan seperti model teleconference yang harus ada kesepakatan koneksi terlebih dahulu(handshaking connection). Model lain yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan CCTV live-streaming berbasis web dengan open source. Model ini akan lebih efisien dibanding dengan modelteleconference karena tanpa harus melakukan handshaking connection terlebih dahulu. Sehingga semuabrowser akan dianggap sebagai client, yang dapat mengakses secara langsung pada proses pembelajaranon-line live-streaming maupun dengan model dokumen multimedia melalui web. Hasil dari penelitian iniadalah alternatif model pembelajaran on-line yang bersifat live-streaming dengan memanfaatkan mediaweb server dengan sistem open source.

Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tingkat pelayanan jalan merupakan  suatu metode yang mungkin untuk memberikan batasan  – batasan ukuran untuk dapat menjawab pertanyaan apakah kondisi suatu ruas jalan yang ada saat ini masih memenuhi syarat untuk dilalui oleh volume maksimum lalu lintas /pemakai jalan yang ada saat ini dan peningkatannya hingga masa yang akan datang. Beberapa jalur di jaringan Jalan Utama wilayah memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan kemacetan lalulintas. Analisa kepadatan lalulintas dibutuhkan untuk mengetahui kepadatan lalulintas pada suatu jalan sehingga dapat diketahui kepadatan lalulintas di jalur utama jaringan jalan di wilayah kota Semarang. Analisa dilakukan untuk mengetahui apakah  kondisi suatu ruas jalan yang ada saat ini masih memenuhi syarat untuk dilalui oleh volume maksimum lalu lintas /pemakai jalan dengan cara mengetahui tingkat pelayanan jalan (LOS/Level Of Service).  Sistem Informasi Geografi digunakan sebagai sarana pendukung (alat Bantu) yang dapat mengoptimalkan sistem kerja, baik secara efektifitas waktu, dana, maupun tenaga. Hal ini disebabkan karena kemampuan dari Sistem Informasi Geografi yang dapat menggabungkan beberapa jenis data dan melakkan analisis spasial. Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi   dalam melakukan analisis tingkat pelayanan jalan bisa melibatkan banyak parameter, baik jenis parameter tersebut berupa numerik atau tabel maupun berupa spasial atau peta. 

Supriyanto, Aji

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) saat ini telah umum digunakan ditingkatsekolah termasuk SLTP. Kendala yang sering dihadapi dengan pembelajaran tersebut yaitu anggaran yangterbatas untuk melakukan pengadaan, pemeliharaan, dan peng-update-an perangkat hardware dan softwareberlisensi seperti produk Microsoft. Karena teknologi informasi berkembang dengan begitu pesatnya, makamau tidak mau harus diikuti dan hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Padahal anggaranyang tersedia sangat terbatas, terutama untuk pengadaan perangkat pembelajaran TIK. Beberapa vendormenawarkan solusi untuk mengatasi kendala biaya tersebut, diantaranya produk yang disebut denganNComputing. NComputing merupakan perangkat pengganti CPU sebagai terminal client yang dapatdigunakan secara multi user. Operasi teknologi ini mirip dengan model jaringan thin-client, namun tanpamenggunakan CPU. Ini artinya beban pengaksesan software akan menjadi tanggung jawab penuh padaserver/host. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji apakah dengan menggunakan teknologi NComputingini akan efektif digunakan untuk membangun laboratorium pembelajaran TIK disekolah SLTP. Hasil ujiefektifitas ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi sekolah terutama SLTP apabila akan menerapkanteknologi NComputing untuk pembelajaran TIK.

Saefurrohman, Saefurrohman

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Bergaul dalam dunia maya dengan bergabung dalam suatu milis, banyak membawa manfaat.Tidak hanya wawasan keilmuan kita yang makin berkembang, namun prospek perkembangan bisnis kitajuga layak diharapkan. Dengan banyak bergaul, aktif menyumbang ide dan pemikiran, tentunya denganetiket milis yang sesuai, jaringan rekan-rekan yang berpotensi sebagai mitra bisnis maupun klien, jugabertambah. Melalui aktif sumbang ide dan masukan di group milis, khususnya seputar topik yangbersinggungan dengan produk bisnis, kredibilitas serta image kita sebagai sang ahli pemecah solusi.Aktifitas dan keikutsertaan kita dalam sebuah media komunikasi, sumbang ide dan pemikiran yang adamembutuhkan sebuah media penyampai yang efektif dan mudah dikenal. Disinilah peran email denganbeberapa kelebihan seperti lebih murah dan lebih cepat sampai dibanding surat, tidak mengganggu sepertitelepon, dan tidak merepotkan seperti faks. Dengan email perbedaan lokasi dan wilayah waktu tidak begitumenjadi penghalang dalam berkomunikasi. Bahkan ada bukti menunjukkan bahwa email mengarahkanstruktur informasi menjadi egaliter, di mana semua orang sederajat. Patut disayangkan penggunakan email,banyak orang dirugikan karena tidak mengerti cara menyesuaikan gaya komunikasi di medium barutersebut.

Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi untuk membedakannya berdasarkan dari kartu mahasiswanya. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya saja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sedikit dan dalam waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Sehingga didapat permasalahan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa berteknologi radio frequency sebagai identitas mahasiswa dan dapat digunakan sebagai identifikasi dalam sistem informasi yang terintegrasi? Solusinya dengan merancang dan membangun suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa berteknologi radio frequency. Kartu tersebut sebagai identitas mahasiswa dan juga dapat digunakan sebagai identifikasi melalui media inputan dalam sistem informasi yang terintegrasi dengan menggunakan teknologi radio frequency.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemanfaatan penggunaan router Open Source sebagai router yang murah, handal, tepat guna yang dapat dikonfigurasi berdasarkan pada tingkat kebutuhan tanpa mengurangi efektifitas dankegunaannya merupakan salah satu alternatif tersendiri selain dapat mengurangi biaya operasional dalam pembelian software selain itu dapat menggunakan PC lama menjadi router yang mampu bersaing dengan router komersial lainnya. Perbandingan kedua router tersebut menunjukkan jumlah hasil tingkat kecepatandownstream dan upstream yang berbeda. Pada sisi Router Slackware lebih cepat bila dibandingkan dengan Router Mikrotik hal ini dibuktikan dengan hasil speed test dari sisi client yang telah ditest ke link internasional, kemudian dengan speedtest link IIX (local) dalam jaringan sesama provider kemudian speedtest ke server lain lintas provider menunjukkan tingkat hasil yang berbeda.

Februariyanti, Herny

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Guna lebih meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi yang berkenaan dengan penggunaan sotfware desain grafis, dalam menunjang pembuatan karya-karya desain grafis yang berbobotdan mempunyai nilai jual tinggi diperlukan suatu media yang mampu menyampaikan informasi yang mudah dipahami. Salah satu media informasi yang paling elektif adalah media visual dengan komputer base training dalam bentuk VCD yang dijalankan diatas perangkat komputer, dengan konsep multimedia,informasi yang ditampilkan secara efektif dan atraktif, sehingga penyerapan informasi oleh pengguna menjadi lebih baik. Permasalahan yang perlu diperhatikan : Capture desktop dan pengolahan video danPenggabungan hasil capture yang berupa animasi terpisah satu dengan yang lain. Menggunakan metodeprototyping untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dihasilkanperangkat lunak yang a) memberikan fasilitas auto run agar ketika CD di masukan kedalam CD room bisalangsung terbaca dan keluar dalam tampilan monitor. b) dilengkapi dengan cara penggunaan CD tutorial iniyang berupa tutorial dengan animasi dan ada suaranya agar mudah dipahami.c) dalam penggunaan CDtutorial ini tidak memerlukan software khusus untuk menjalankannya.

Utomo, Agus Prasetyo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Teknologi informasi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi perusahaan untuk membantu aktivitas-aktivitas yang ada di dalam perusahaan. Banyak cara yang bisa dilakukanperusahaan untuk menerapkan teknologi informasi yaitu, membeli, membangun sendiri, atau menyerahkan ke pihak lain untuk pengembangannya. Penerapan teknologi informasi melalui pengolahan data secara elektronis (Electronic Data Processing/EDP) mau tidak mau akan memberikan dampak terhadap prosesauditing dan sekaligus proses pengendalian intern perusahaan. Untuk memastikan bahwa pengendalian intern dalam proses pengolahan data secara elektronik (electronic data processing/EDP) telah dilakukan dengan baik dan benar maka perusahaan harus menjalankan fungsi audit terhadat sistem tersebut. Fungsiaudit dilakukan oleh seorang Auditor, baik itu Auditor internal maupun Auditor eksternal. Di dalam melakukan kegiatan audit, seorang auditor sudah memiliki standard kerja sendiri, dengan harapan seorang auditor mampu bertindak secara independent dan dapat dipercaya. Hasil audit dari auditor dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan sistem dan efektifitas terhadap pengendalian internal.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem informasi geografis adalah aplikasi desain komputer secara digital yang digunakan untuk mengambil, menyimpan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan informasi geografi. Analisa Spatial Penentuan Rute Efektif dengan ArcView Network Analyst digunakan untuk mendapatkan jalur yang efektif dari informasi yang berbentuk data-data spatial maupun non spatial yang berkaitan dengan jaringan jalan / transportasi. Tujuan dari analisa ini adalah mengolah data dari masukan, mendesain database spatial dan non spatial yang diperlukan untuk analisa penentuan rute terdekat, tercepat dan termurah. User interface memungkinkan pengguna untuk mengkombinasikan data-data dari area studi dan memodelkannya sehingga menghasilkan proses dalam membantu pengambilan keputusan. Hasil dari analisa menyediakan rekomendasi tentang jalur jaringan jalan / transportasi. Penentuan rute efektif dapat ditunjukkan dengan serangkaian tampilan yang dikoordinasikan dalam satu project network_analyst.Sistem ini mampu menentukan rute efektif dari tujuan yang diinginkan.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistim informasi spatial (GIS) sekarang sudah mulai digunakan pada berbagai bidang dengan tujuan untuk  memecahkan masalah yang ada. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memanagemen data supaya lebih  efektif dalam mendukung pengambilan keputusan secara optimum. Dalam hal ini, Address-Based Information System (AIS) adalah suatu hal penting bagi pemerintahan / negara untuk menyediakan beberapa layanan yang berharga kepada masyarakat. Sebab system ini dapat menghubungkan antara layer data geospatial yang merupakan  dasar suatu wilayah dengan data geospatial yang dapat secara langsung menunjukkan suatu lokasi objek tertentu. Sehingga, AIS dapat menghemat waktu maupun biaya pada institusi dan pemerintah untuk menentukan dan mencari suatu data alamat yang ada. Hubungan antara peta digital dan database alamat yang saling berhubungan merupakan komponen yang utama dari AIS. Pekerjaan awal yang harus dipersiapkan adalah penomoran alamat dan identifikasi dari sebuah alamat. Penggunaan layer peta seperti bangunan, jalan, dan wilayah daratan serta data-data yang menghubungkan antara layer itu dengan alamat harus ditunjukkan didalam AIS. Address Base Information System sangat penting untuk pencarian keruangan (query) dan analisys keruangan (analysis spatial). Sebab sistem ini adalah berbasis Peta (map-based), dan dapat digunakan secara efektif di segala bidang, seperti menganalisa keadaan darurat, pencarian lokasi tertentu, penentuan pajak hak milik, penentuan jarak terpendek dan lain sebagainya. Dalam penulisan ini, disajikan tentang bagaimana mendisain dan mengimplementasi suatu Address Base Information System (AIS). 

Sasongko, Jati; Wismarini, Th. Dwiati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Merancang dan memelihara aplikasi Web merupakan salah satu tantangan utama dalam industri perangkat lunak dari tahun 2000. Web Modeling Language (WebML), suatu pemodelan untuk menetapkan website yang kompleks ditingkatan konseptual. WebML memungkinkan uraian tingkat tinggi tentang  website di bawah dimensi orthogonal yang terpisah: isi datanya (structur model), halaman penyusunnya (compotition model), topologi dari relasi antar halaman (navigation model), tata letak dan persyaratan grafis untuk halaman yang dibuat (presentation model), dan pemilihan fitur untuk masing-masing isi (personalitation model). Semua konsep dari WebML dihubungkan dengan notasi grafis dan sintaksis XML. Spesifikasi WebML tidak terikat pada bahasa yang digunakan pada sisi-klien dalam mengirimkan aplikasi ke para pemakai, dan juga  platform yang digunakan pada sisi-server dalam memasukkan data ke site, tetapi dapat secara efektif digunakan untuk hasil implementasi halaman dalam pengaturan spesifikasi teknologi. WebML menjamin pendekatan model-driven pada pengembangan website, merupakan kunci utama dalam menggambarkan generasi CASE tool dalam membangun site yang kompleks, mendukung fitur tingkat lanjut seperti akses multi-device, personalisasi, dan manajemen evolusi.