Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 701-720 of 917

Analytics

Asniar Khumas; Ainun Mardiah Amran; Nur Agnes Devina; Nurul Azisah

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Membaca merupakan suatu tahap terpenting dalam proses pembelajaran bagi anak-anak saat memasuki usia sekolah. Literasi membaca yang dilaksanakan di Kampung Duri Kota Pare pare bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi, hambatan dan usaha yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan minat membaca serta membiasakan membaca buku pada anak-anak di Kampung Duri Kota Pare pare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini diambil dengan tujuan untuk dapat memberikan gambaran secara deskriptif terkait pengembangan kegiatan literasi dalam meningkatkan minat baca kepada anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7 – 12 tahun dan sedang menempuh sekolah dasar di Kampung Duri Kota Pare pare. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan setiap pekan. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kampung Duri, yaitu kosa kata meningkat, mengasah kemampuan menulis, meningkatkan keterampilan komunikasi, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Rusdiah, Rusdiah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab di SMAN 1 Mataraman. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan II siklus, didesain berdasarkan tahapan pembelajaran strategi STAD. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas XII Bahasa SMAN 1 Mataraman Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini terbukti hasil belajar sebelum menggunakan model ini hanya mencapai 65,5 saja dan setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) ini pada siklus I mencapai rata-rata 79,1 dan pada siklus II mencapai rata-rata 81,2. Begitu juga dengan prosentasi ketuntasan siswa mengalami peningkatan yang asalnya sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) 36,7% saja, menjadi 66,7% pada silklus I dan meningkat lagi menjadi 79,3% pada siklus II.  

Mahmud, Dini Rosyada; Mahmudi, Mahmudi; Sri Wahyuni; Herawati Susilo; Ratna Ekawati

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mendapatkan identifikasi permasalahan dan menjelaskan peristiwa ilmiah. Buku sebagai bahan ajar tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran,abad 21, namun buku masih banyak yang monoton akibatnya literasi sains rendah sehingga perlu dikembangkan buku Interaktif “Hai Si IPA”. Tujuan penulisan ini untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran terhadap  media pembelajaran buku digital interaktif yang dikembangkan untuk meningkatkan literasi sains pada kelas V Sekolah Dasar. Metode dalam penelitian ini jenis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan menganalisis semua artikel terkait penelitian yang serupa, observasi, wawancara, dan angket. Artikel yang dianalisis sebanyak 25 terdiri dari 10 jurnal internasional dan 15 jurnal nasional dari sinta 1 hingga 4, observasi, wawancara, dan angket. Berdasarkan penelitian artikel review diperoleh hasil bahwa media buku  dapat meningkatkan literasi sains peserta didik kelas V Sekolah Dasar.

Tiara Indriarti; Yazida Ichsan; Wahyu Sugiarto; Rahma Sabilla; Fuad Dirahman

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Seni merupakan sebuah karya yang mengandung nilai estetika, sedangkan seni tari merupakan suatu gerakan yang berirama dan salah satu bentuk dari ekspresi tubuh. Pendidikan Islam yaitu proses memanusiakan manusia agar menjadi hamba yang sebenar-benarnya menurut Al Quran dan Sunnah. Pendidikan Islam memandang seni sebagai suatu kebolehan dan tidak diharamkan, dengan syarat tidak melanggar apa yang telah dijelaskan dalam Al-Quran maupun Sunnah.  Penelitian ini mengkaji mengenai nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kesenian Tari Piring dan Lilin dengan menggunakan metode kualitatif, kajian literatur berupa studi pustaka. Adapun alasan peneliti perlu mengkaji mengenai nilai-nilai pendidikan Islam dalam kesenian Tari Piring dan Lilin adalah peneliti ingin lebih mengenalkan kesenian tradisional asli Indonesia yang ternyata dapat diaplikasikan dalam pembelajaran pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa seni Tari Piring dan Lilin dapat dijadikan sarana atau media bagi pendidikan Islam, melalui kajian filosofis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam kedua seni tari tersebut.  

Susiadi, Susiadi

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang termasuk dalam 3 mata pelajaran yang diujikan secara nasional harus memiliki daya tarik untuk dipelajari oleh siswa. Dan Teks Surat Tanggapan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pembelajaran bahasa menjadi kesulitan tersendiri bagi siswa karena kurangnya minat. Peneliti akan mengambil suatu tindakan kelas yang cocok untuk mengatasi masalah-masalah tersebut sebagai solusi untuk menjadikan para siswa aktif, termotivasi, dan semangat dalam proses belajar mengajar berikutnya. Penelitian tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI) dan kemampuan memahami serta menjelaskan Teks Surat Tanggapansiswa sebagai obyek penelitian. Berdasarkan paparan hasil penelitian dan pembahasan, dapat dirumuskan kesimpulan penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI) dapat meningkatkan kemampuan memahami dan menjelaskan dan meningkatkan prestasi belajar siswa di Kelas 4-C SD Negeri Ketabang I/288 Surabaya. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan terhadap kemampuan memahami dan menjelaskan siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya. Khususnya, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 4-C SD Negeri Ketabang I/288 sangat dibutuhkan model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI), di samping juga metode-metode lain. Efektifitas penerapan model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas 4-C SD Negeri Ketabang I/288 ditunjukkan melalui kenaikan rata-rata nilai post tes, kenaikan persentase ketuntasan klasikal dan kenaikan nilai observasi pada kemampuan memahami dan menjelaskan siswa.    

Silvi Febriani; Ati Rosmiati; Lusi Selvia Fitri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan metode Konstruktivistikdalam Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Pada Siswa..Kelas VIII..SMP Negeri 2 Kutacane Tahun Pembelajaran 2021/2022. Jumlah Sampel dalam penelitian ini siswa 28 yaitu kelas VIII Badar. Urutan dari kegiatan awal sampai dengan penutup merupakan metode penelitian pre-eksperiment dengan desain penelitian one group pretest posttest design. metode tersebut menggunakan desain penelitian dengan melakukan pretes, perlakuan, dan postes. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Melalui Metode Konstruktivistik Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kutacane Tahun Pembelajaran 2021/2022. Hal itu terbukti dari nilai rata-rata tes awal Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi siswa adalah sebesar 52.86 dengan standar deviasinya sebesar 6.60 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan nilai rata-ratanya sebesar 78.39 dengan standar deviasinya sebesar 4.83 Berdasarkan data hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengan Pertama  (SMP) sebesar 75, maka Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi untuk tes akhir siswa termasuk dalam Kemampuan baik. Selain itu, pada nilai tobservasi > ttabel yakni 16.26 > 2,052 maka dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis di atas diperoleh kesimpulan bahwa ada Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Melalui Metode Konstrukvistik Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kutacane Tahun Pembelajaran 2021/2022

Leli Nurdari; Lusi Selvia Fitri; M. Supratman

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran cooperative script terhadap keterampilan berbicara oleh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2021/2022. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kutacane yang berjumlah 100 siswa. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 yang berjumlah 24 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan one group preetest and posttest design dengan analisis data menggunakan uji “t”. Adapun data yang diperoleh nilai rata-rata tes awal keterampilan berbicara adalah sebesar 59,58 dan termasuk dalam kategori kurang, dengan standar deviansinya sebesar 6,27 dan mengalami peningkatan pada hasil tes akhirnya dengan nilai rata – rata 82,83 dengan standar diviansinya sebesar 2,5. Berdasarkan hasil nilai tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 3 Kutacane sebesar 70, maka kemampuan siswa dalam dalam keterampilan berbicara  untuk tes akhir siswa termasuk dalam kategori baik. Dari pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 16,30 dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikasi 5% adalah sebesar 2,064 dengan demikian thitung > ttabel atau 16,30 > 2,064 maka hipotesis diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penerapan metode cooperative script untuk meningkatkan keterampilan berbicara oleh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2021/2022.

Rizqi Tajuddin A. P; Arifatul Aningrum; Novia Afatal H

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Jumlah konflik setiap tahun semakin meningkat bahkan kalangan mahasiswa sebagai kalangan akademisi tak luput menghadapi konflik. Terdapat beberapa kasus konflik yang menyangkut mahasiswa dan tentunya diperlukan mata kuliah Manajemen Konflik sehingga mereka memiliki kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Jurnal ini bertujuan menganalisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Konflik Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Manajemen Konflik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember. Persepsi yang dianalisis terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Data yang didapat berasal dari observasi dan angket kepada 26 mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Hasil sebelum pembelajaran Manajemen konflik diperoleh data bahwa 73,1% responden memiliki persepsi negatif terhadap konflik, 88,5% responden membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan konflik, 61,5% kesulitan dalam menyelesaikan konfilik, dan 65,4% sering mengalah dalam menyelesaikan konflik. Terdapat perubahan persepsi setelah pembelajaran manajemen Konflik yang mengarah pada peningkatan positif yaitu 63% responden memiliki persepsi positif terhadap konflik, 77,8% responden membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik, 48,1% kesulitan dalam menyelesaikan konflik, dan 77,8% menghadapi konflik dengan mengalah. Saran bagi permasalahan tersebut yaitu metode pembelajaran Manajemen Konflik lebih menitik beratkan pada aspek afektif seperti bagaimana mengontrol emosi, menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan konflik, dan berlatih menggunakan metode problem solving. Permasalahan yang dihadapi responden dipengaruhi pula oleh aspek psikologis dan budaya dalam masyarakatnya.

Yani, Dwi; Susilo, Herawati; Ekawati, Ratna

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penelitian ini didasari dari studi pendahuluan buku tematik kelas II tema 1 Hidup Rukun   Kurikulum 2013 yang hanya memaparkan materi  Hidup Rukun  secara singkat dalam bentuk buku teks sehingga kurang praktis dan membosankan. Penelitian desain dan pengembangan ini bertujuan: 1) Menghasilkan sebuah media pembelajaran untuk Sekolah Dasar berupa  produk e-book untuk mata pelajaran Tema 1 Hidup Rukun kelas II dengan mengintegrasikan karakter Profil Pelajar  Pancasila; 2) Mengetahui kelayakan hasil uji produk e-book untuk mata pelajaran Tema 1 Hidup Rukun kelas II dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila; 3) Mengetahui respon guru dan siswa terhadap produk e-book untuk mata pelajaran Tema 1 Hidup Rukun kelas II dengan mengintegrasikan profil pelajar pancasila. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan D & D yang memiliki 2 tahapan, yakni: 1)  Design dan 2) Development; Subjek penelitian pada artikel ilmiah ini melibatkan beberapa ahli media, ahli materi hingga siswa Sekolah Dasar. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Media pembelajaran berupa flipbook dengan  materi Tema 1 Hidup Rukun kelas II dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila Sekolah dasar, yang didalamnya meliputi media visual; 2) Kualitas produk media yang telah dibuat menurut penilaian beberapa subjek dari mulai ahli media, ahli materi, hingga siswa termasuk ke dalam kategori layak dengan rincian: 1) uji ahli materi mendapatkan hasil 84%; 2) uji ahli media mendapatkan hasil 70,86% atau layak; 3) uji skala kecil oleh siswa  memperoleh hasil 66,67% atau layak; 4) uji skala besar oleh siswa memperoleh hasil 74,71% atau layak. Berdasarkan hasil uji kelayakan media oleh para subjek penelitian yang terlibat dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran flipbook materi Tematik kelas II tema Hidup Rukun dengan mengintegrasikan karakter Profil Pelajar Pancasila sudah layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas II Sekolah Dasar.

Dirga Walingkas; Jhon R. Wenas; Victor R. Sulangi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam pembelajaran matematika khususnya materi himpunan siswa sering melakukan berbagai kesalahan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal terkait materi himpunan. Jenis kesalahan yang difokuskan pada penelitian ini adalah kesalahan dalam memahami masalah, Menyusun rencana pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Penelitian itu tergolong penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi sebayak 20 siswa, dan diambil sampel 3 orang dan dijadikan sebagai subjek penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan Masalah pada pokok bahasan himpunan yaitu: (a) kesalahan dalam memahami masalah yaitu 60% (b) Kesalahan menyusun rencana yaitu 61% (c) kesalahan melaksanakan rencana yaitu 52% (d) Kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yang diperoleh 52%.

Titi Anjarini; Suyoto Suyoto

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Seluruh daerah Indonesia mengalami dampak dari covid-19 di semua sektor terutama sektor pendidikan. Pada saat ini telah memasuki pembelajaran pasca covid-19 yaitu new normal, yang memasuki pada pembelajaran secara tatap muka atau nomal serta tetap memadukannya dengan pembelajaran virtual / daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Penerapan Blended Learning, memiliki lima kunci proses, antara lain: Live-Event yakni mampu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan jadwal pembelajaran luring dengan daring. Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan pendidik agar peser terbiasa  dengan pembelajaran tatap muka dan tatap maya. Pendidik dapat mengemas dengan 2 cara  yaitu daring dan luring belum pendidik terlatih dalam menciptakan model pembelajaran yang melibatkan teknologi informasi secara tatap muka secara langsung dan tatap muka maya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui pelatihan dan angket. Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari. Hasil angket sebelum dilakukan pealtihan menunjukkan bahwa pemahaman peserta masih sangat kurang, sedangkan hasil angket setelah dilakukannya pelatihan menunjukkan pemahaman peserta sangat baik selama pelatihan. Dampak pelatihan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peserta yaitu 1) Pendidik dapat mengemas pembelajaran yang melibatkan teknologi informasi secara daring dan luring, 2) Pendidik menjadi terbiasa menerapkan model pembelajaran daring dan luring dengan baik.

Rindang Salsabila; Yayat Suharyat

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Tujuan dari pengabdian  ini yaitu untuk menerapkan metode pembelajaran Mind Mapping pada materi PAI di tingkat sekolah menengah. Metode penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif mengambil subjek 30 siswa kelas XI yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pemicu kebiasaan siswa menyukai hal yang selesai dalam berbagai aktivitas ternyata menjadi permasalahan bagi siswa saat meningkatkan daya kreatifitas pemikirannya sehingga berdampak pada kurangnya kreatifitas siswa dalam mengelola materi pembelajaran dan meningkatkan keaktifan siswa. Hasil penelitian ini menyajikan bahwa dengan metode mind mapping siswa mampu menuangkan kreatifitasnya dengan memahami materi pelajaran PAI sehingga proses nalar kreatifnya dapat meningkat. Metode tersebut sangat efektif dan menjadi rekomendasi untuk pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran PAI di dalam kelas.  

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.  

Titi Anjarini; Suyoto

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

proses pembelajaran saat guru menyajikan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah da belum inovatif , penjelasan guru kurang menarik, serta materi disajikan dengan melakukan praktik atau percobaan langsung namun kenyataan yang secara terjadi materi masih disajikan dengan metode penugasan yang hanya menggunakan ranah C1-C3, sedangkaan saat ini pada kurikulum merdeka pendidik dituntut untuk menyajikan perangkat pembelajaran yang lengkap yang di dalamnya ada berbasis proyek. 2)  Peserta didik lebih tertarik jika proses pembelajaran dilaksanakan dengan melakukan percobaan atau praktik langsung terutama di kelas IV khususnya pada mata pelajaran IPAS yaitu pada materi proses fotosistesis dan perubahan wujud zat. Tujuan penelitian ini: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek terintegrasi HOTS di Sekolah Dasar, 2) mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran berbasis proyek terintegrasi HOTS di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode angket yang ditujukan kepada ahli media, materi, praktisi dan respon peserta didik. Hasil dari pengembangan mendapatkan penilaian ahli media mendapatkan rata-rata 3,6. Hasil penilaian ahli materi mendapatkan rata-rata 3,6. Hasil penilaian dari praktisi mendapatkan rata-rata 3,7. Sehingga dari ketiga uji kevalidan tersebut dikategorikan sangat valid. Uji coba skala terbatas mendapatkan rata-rata 3,6 dan dikategorikan sangat praktis. Pada uji coba luas mendapatkan rata-rata 3,7 dan dikategorikan sangat praktis. Sehingga produk sudah memenuhi yaitu sangat valid dan sangat praktis

Ummul Khairina; Darul Ilmi; Khairuddin Khairuddin; Jasmienti Jasmienti

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan metode, media dan sumber belajar agar terciptanya situasi belajar yang efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Metode yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan papan tulis dan canva. Sember belajar yang digunakan oleh guru PAI SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah bahan ajar yang dibuat oleh guru PAI itu sendiri, LKS, dan buku paket yang dipinjam diperpustakaan. Adapun faktor pendukung kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki yaitu, sarana dan prasarana yang lengkap dari sekolah seperti sekolah menyediakan wifi, labor, infokus, dan mushala. Faktor penghambat kreativitas guru PAI adalah datang dari guru seperti,  bagaimana guru itu bertanggung jawab kepada peserta didiknya dan faktor penghambat kreativitas guru bisa juga dating dari siswa seperti kemampuan siwa yang berbeda-beda dalam menrima pembelajaran yang diajarakan oleh guru.

Gracia M. N. Otta

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

GEMBALA BANGSA ( Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Guru Sekolah Minggu ) merupakan sebuah kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai pengembangan pembelajaran kreatif dan inovatif guna meningkatkan minat belajar serta member pengalaman belajar bagi Guru Sekolah Minggu dan anak-anak Sekolah Minggu khususnya di wilayah pelayanan Klasis Semau Kabupaten Kupang – Nusa Tenggara Timur. Sebagai dasar pelaksanaan pengembangan pembelajaran, metode Total Physical Response (TPR) diaplikasikan melalui permainan dan lagu guna memperkaya kosa kata serta merespon dengan menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan latihan. Dalam kegiatan ini, permainan yang dilatih adalah Whisper-Race Game, Stations, River-Back Game, Take Game, dan Preposition Game. Seperti versi Indonesianya, Whisper-Race Game melatih keterampilan mendengarkan dan ketepatan dalam menyampaikan pesan. Stations adalah penamaan objek sekitar dan anak-anak Sekolah Minggu akan berlatih mencocokkan objek dengan nama yang ditentukan. Nama-nama disesuaikan dengan nama tokoh Alkitab versi bahasa Inggris. River-Back Game melatih keterampilan mendengarkan dan konsentrasi. Take Game juga melath keterapilan mendengarkan dan konsentrasi. Preposition Game dilatih sebagai bagian dari kegiatan ini karena anak-anak Sekolah Minggu juga merupakan pelajar pada Sekolah Menengah Pertama yang belajar materi ini di sekolah. Selain permainan, lagu-lagu Bahasa Inggris bertema Alkitabiah juga diajarkan seperti Deep and Wide (Panjang dan             Lebar), Good Is So Good (Allah itu Baik), Read Your Bible (Baca Kitab Suci Doa Tiap Hari) dan The B-I-B-L-E. Secara umum, dapat diterima dengan baik oleh para peserta Guru Sekolah Minggu. Diharapkan dapat membawa dampak positif di lingkungan belajar Sekolah Minggu. Kata kunci : pengabdian kepada masyarakat, sekolah minggu, respons fisik total

Gamar Al Haddar; Kristafia lou

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Bimbingan belajar dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa di Kelurahan Bukit Pinang RT 16, karena dapat membantu melengkapi apa yang dipelajari di sekolah. Hal ini dikarenakan pembelajaran di luar sekolah memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap motivasi belajar siswa. Tujuan pendidikan nonformal adalah untuk meningkatkan minat atau keinginan siswa untuk belajar. Dalam pendidikan nonformal, siswa didorong untuk belajar dengan berbagai cara, dari pendidikan formal pada umumnya. Pendidikan nonformal lebih santai dan memberi siswa ide atau cara baru untuk memahami konsep yang mungkin mereka perjuangkan dalam pendidikan formal, sekaligus lebih menyenangkan. Padahal, belajar dapat menjadi selingan yang menyenangkan bagi siswa, yang tidak hanya dituntut untuk mengingat informasi atau berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis Seorang siswa harus tertarik pada materi pelajaran untuk mempelajarinya lebih lanjut. Ini berarti mereka harus terlibat dalam materi, yang akan membantu mereka menemukan apa yang tidak mereka ketahui. Ada beberapa cara untuk membantu siswa belajar lebih kreatif, termasuk menggunakan metode pembelajaran yang mendorong mereka untuk lebih aktif dalam berpikir dan memecahkan masalah. Peneliti pengabdian ini di lakukan di kelurahan bukit pinang Rt 16, kegiatan bimbingan belajar ini di lakukan dengan memberikan penjelasan atau mengajar tentang berhitung, membaca dan mengulangi pelajaran yang di lajari oleh guru di sekolah. Dalam waktu 3 minggu mengadakan kegitan Bimbingan Belajar pada anak-anak di Kelurahan Bukit Pinang, dengan hasil yang baik dan harapan bisa membantu wawasan anak-anak, dengan mengetahui dan memahami kegiatan Bimbingan Belajar, bisa diterima di lingkungan masyarakat.

Arina Israni

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Based on the researcher's experience while teaching in Class IX.E SMP Negeri 3 Pasarkemis that some Class IX.E students did not follow the lesson well during Indonesian language lessons. The learning process is less effective due to the lack of student activity to read Indonesian language lesson material, the lack of student activity in expressing opinions during the lesson. Lack of student activity answering questions from the teacher. Lack of interest in students to take part in Indonesian language lessons. So that many students divert attention, such as chatting with their classmates, drawing, not enthusiastic when listening to the teacher explaining the lesson. This is caused by the teacher's model or way of explaining lessons that are too monotonous so that students pay less attention to the teacher during the lesson, and the learning process will not go well.

Linda Elvira Ndruru; Sugiyana Sugiyana; FR. Wuriningsih

The teaching and learning process is an ongoing interaction between teachers and students to acquire knowledge in accordance with learning objectives. Measuring the success of the teaching and learning process can be seen from the learning outcomes achieved by students. The purpose of this study was to determine whether the snowball throwing method was more effective in influencing student responsibility than the conventional method, the effect of the responsibility of students taught by the snowball throwing method on student achievement, and the effectiveness of using the snowball throwing method in improving student achievement. This type of research is quantitative with a True Experimental research design using a Pretest-Posttest Control Group Design. Data was collected by means of tests, observations, and documentation. After the data was collected, data analysis was carried out so that the average experimental class student responsibility was 3,25 higher than the control class average responsibility of 1,9 so that the snowball throwing method in the experimental class was more effective in influencing student responsibility. Student responsibility is very influential on student achievement of 83,0%. The use of the snowball throwing method was more effective in improving the learning achievement of fifth-graders at SD Kanisius Kurmosari Semarang in Catholic Religious Education subjects by 76,8497 or 76,8%. So, the use of the snowball throwing method is more effective in improving student learning outcomes.

Winda Soladari Bago; Yustinus Joko Wahyu Yuniarto; Andarweni Astuti

The problem in this study is that the low student learning outcomes are caused by several factors, one of which is the use of inappropriate methods, where the method used is still using conventional methods with the help of printed books, causing students' motivation to take part in religious education learning is low and students tend to be passive during teaching and learning process in the classroom. In addition to the learning method factor, the responsibility factor also affects learning outcomes where student learning responsibility also looks low. From the data obtained from the homeroom teacher of SD Kanisius Kurmosari Semarang, it was found that more than 50% or half of the number of students who did not reach the KKM, namely 80. This study aims to determine the differences in student responsibilities who are taught using the talking stick method and without using the talking stick method to fourth grade students at SD Kurmosari Semarang. And To find out the average learning outcomes in increasing the effectiveness of learning by using the talking stick method in fourth grade students at SD Kurmosari Semarang. The method used in this study is a quantitative method using experimental research. The design used in this research is True Experimental Design. The results showed that there was a difference in the average responsibility of the experimental class students who used the talking stick method and the control class without the talking stick method, there was a positive influence of responsibility on learning outcomes and there were differences in the average learning outcomes of the experimental and control classes as well as amplified by the N-Gain test.