Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 621-640 of 706

Analytics

Nurul Aisha Umayra; Rahmat Nofriyandri; Haris Dofest; Dwi Pratiwi Wulandari

Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Museum Adityawarman  merupakan museum yang berada di Padang, Sumatera Barat. Museum ini merupakan salah satu museum di Indonesia yang  memamerkan artefak dan benda-benda seni budaya Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh museum experience terhadap minat berkunjung kembali wisatawan di Museum Adityawarman. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian yang bersifat asosiatif kausal dengan menggunakan metode survei dengan data kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah  berkunjung ke Museum Adityawarman dengan sampel sebanyak 100 responden menggunakan teknik insidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner(angket) yang disusun berdasarkan skala likert. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 26.00 dan hasil analisis tersebut disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian adalah museum experience pada Museum Adityawarman dalam kategori sangat baik dengan persentase 75%. Minat Berkunjung Kembali wisatawan di Museum Adityawarman dalam kategori sangat baik dengan persentase 70%. Hasil uji T menunjukkan bahwa terdapat pengaruh museum experience terhadap minat berkunjung kembali wisatawan di Museum Adityawarman. Nilai Adj. R square sebesar 0,514 artinya variabel museum experience berpengaruh sebesar 51,4% terhadap minat berkunjung kembali di Museum Adityawarman dan 48,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya.  

Roy Hanafi; Hazzar Al Oktha Rahmatika; Salsabila Aprilia; Maria Yovita R Pandin

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif adalah untuk mengetahui penerapan digitalisasi akuntansi pada akuntansi UKM di Kecamatan Benowo Kota Surabaya, dan memahami pentingnya digitalisasi pada UKM. Karena  pemahaman dan penerapan digitalisasi akuntansi memudahkan UKM untuk mencatat atau menyajikan laporan keuangan dan menciptakan keunggulan kompetitif bagi UKM. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah UKM yang ada di Kecamatan Benowo Kota Surabaya, dan pengambilan sampel dilakukan dengan kuesioner sebanyak 10 UKM. Hasil survei menunjukkan bahwa masih ada beberapa UKM yang belum menerapkan sistem  akuntansi digital. karena kurangnya pemahaman terhadap informasi yang diterima untuk mengimplementasikan sistem. Namun, beberapa UKM telah berhasil menerapkan sistem digitalisasi akuntansi ini.  

Muhammad Zidan Al Aziz Rahmatullah; Resanda Putra Sulistiono; Ihtadat Alam Makarima Mainun; Fitri Destriani; Mayga Putri Shabella +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Financial bookkeeping in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in rural areas is crucial to effectively manage finances and improve the quality of financial reports. However, many MSMEs operators are reluctant to engage in financial bookkeeping due to perceiving it as a cumbersome process. Nizam Jaya is one of the MSMEs located in the Ngampungan Village, Bareng District, Jombang Regency, and it specializes in banana chips production. Nizam Jaya faces challenges in promoting their business through word-of-mouth and using traditional and manual bookkeeping methods. Hence, the students of the Community Service Program (KKN) Thematic 5 conducted a bookkeeping awareness campaign using an easily understandable approach for the villagers. The aim of this service is to assist Nizam Jaya in improving their bookkeeping practices, maintaining price stability, increasing sales, and introducing their banana chips product to the broader market.

Nurul Fitria; Ananda Regina Berlian; Rahmatul Ula Asshaumi; Lady Pretylia Iraynida Disha; Rahma Dwi Febryani +5 more

Language validation aims to determine the accuracy of the use of language in the module. It is intended that the information to be conveyed by the module can be conveyed clearly to the reader. This research was conducted to determine the language validity of the PBL (Problem Based Learning) physics module on vector material to find out how appropriate it was for X grade students in high school. The method used in this research was a qualitative descriptive research method. By using a research procedure that was calculating the validation results obtained, then providing the criteria and categories of the percentage of the results of the assessment of the validity value. From the results of this study, the overall value of language validation was obtained, namely 81.25% with a very decent category.

Adelia Hernalis Agustin; Dwi Sukma Donoriyanto

Jurnal Kendali Teknik dan Sains 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

AUTO2000 Basuki Rahmat is one of the branches dealer Toyota, which is located in the city of Surabaya, is engaged in services such as sales, maintenance, repair and supply of Toyota spare parts whose management is fully handled by the Astra Group. The company always strives to provide fast and accurate service, but customers spend quite a long time waiting because the car service process is relatively long. The long service time is caused by an unorganized operational system that causes waste (waste). Based on these problems, it is necessary to analyze Basuki Rahmat's car service services at AUTO2000 using the concept lean service by using the method value stream mapping, fishbone, and 5 whys. The research results obtained weight waste motion or transportation of 0.1481; waiting or delay of 0.1325; incorrect inventory of 0.1273; lack of customer’s focus of 0.1195; defect of 0.1065; duplication of 0.0935; overproduction of 0.0779; unclear communication of 0.0675; underutilized employees of 0.0675; And variation of 0.0597. Research recommendations that can be proposed to reduce waste including repairs layout, adding monitors on the service floor for matters of sending and receiving information, increasing the number of mechanics, making plans booking with different hours, making and applying the system tracking of the presence of the tool. Therefore, lead time the initial service service process of 170 minutes becomes lead time 128 minutes.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Hendra Maulana; Hakim Bima Ardimas Alam; Abd. Ghofar; Ilham Rahmatullah; Abyansyah Hayyu Sarwono +1 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Digital marketing can be a solution to solving problems that have been experienced by MSME actors, namely product marketing problems. Especially in Musir lor Village, Kec. Rejoso, Kab. Ngajuk, East Java Province, where there are several UMKM that have the potential to be developed to become more productive. However, the lack of understanding of digital marketing causes these UMKM to not develop further on a large scale. This is based on the results of observations and the implementation of location surveys in the village of Musir Lor which is a form of research method in the analysis of problems with Musir Lor UMKM owners, namely the lack of awareness of the residents of Musir Lor Village about the importance of Business Identification Numbers, as well as the lack of understanding in increasing business value. or the image of a product to support product quality improvement and increase the interest of potential consumers in an UMKM product. Some UMKM build businesses with minimal knowledge of UMKM business owners causing a lack of knowledge about product brands. Therefore, in branding or rebranding a product, it must be understood that an attractive, unique and easily recognized design is very important. Therefore, several alternative strategies that need to be considered in building a brand are logos that are appropriate to the line of business, banners and business stamps, more attractive and modern packaging designs. In this modern and technological era, it is certainly not far from operating digital applications that must be understood by UMKM business actors as a form of effort to increase the development of an UMKM, such as operating an online marketplace, social media and operating a financial management application to manage finances in a structured manner.

Dede Rahmatu Zahra; Fani Fauziah; Nurkomalasari; Henny Saraswati; Wahyu Hidayat

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The purpose of this study was to determine the quality of service related to customer satisfaction at the Serang branch of Bank BJB Syariah. This research is a quantitative research that focuses on testing hypotheses for bipolar data. Data collection techniques through questionnaires are used as a sampling method. To measure each test, the results of 55 main customers of the Serang Branch of the BJB Syariah bank were used which consisted of 22 questions. The results of hypothesis testing show that the quality of service perceived by priority customers of Bank BJB Syariah Serang Branch is very good, influencing customer satisfaction by 87%.    

Nabila Aulia Ayu Rahmatika; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Public services related to Population Administration are something that the Government must pay attention to its development considering that effective and efficient public services are one of the driving factors for governance, so that innovation is needed in improving the quality of public services. Kelurahan which is an administrative government unit which is only an extension of the city government. Gayungan Village is one of the Village Offices in Surabaya City that implements innovative electronic-based administrative services as a means of managing population administration. Klampid New Generation, which is an online-based application page that can be a solution to problems related to the complicated and lengthy process of managing population documents as a result of the poor performance of public services. In this study, an analysis of the level of effectiveness and efficiency of the use of KNG as a form of improving public services, especially in the Gayungan Village, Surabaya City, was carried out from the many requests submitted and an analysis of the performance of public services was also carried out based on the use of e-government. Using qualitative methods and direct observation based on existing services in the Gayungan Village within a period of four months. The results of this study are that Klampid New Generation as a population administration management service can be said to be successful in its implementation including effectiveness and efficiency in Gayungan Village.

Devina Zulia Rahmatin; Dea Naurotul Jannah; Dwi Nur Hidayati; Winnarti Ningsih; Tasya Febriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

The problems faced by MSMEs are usually caused by the lack of breadth of product marketing reach. MSMEs in Karangan Village, Bareng District, also have problems in terms of product marketing. It is based on less attractive marketing. MSME players also lack creativity in marketing development. The purpose of this activity is to increase the knowledge of MSME actors about the importance of digital media for marketing and also build product identity. The methods used in this community service activity are survey and observation, interview, discussion, and application. The results obtained from this community service activity are marketing assistance activities by utilizing digital media and assistance in making attractive logo and product packaging designs, providing knowledge to MSME actors about digital media that can be used in product marketing, and can improve brand identity.

Andri Qurniawan; Ahmad Nurhuda; Hamid Abdillah; Restu Dwi Cahya

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Variety is a variety of things, while identity is a sign of self-identification. With identity, we will be more easily recognized by others. Then when related to the word "Islam" is an identity of a variety of Islam that prioritizes substance. Islam itself has the meaning of peace, every Muslim is obliged to spread peace as a form and religious identity. Islam is not enough just to take the shahada, but a Muslim is obliged to uphold the value and essence of the shahada, uphold the teachings that are Rahmatan lil 'alamin as Allah Almighty sent the prophet Muhammad (peace be upon him) not except as mercy.

Fitriyani, Fitriyani; Haslinda Haslinda; Rahmatiah Rahmatiah

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the effect of using the Critical Incident active learning strategy on the learning outcomes of writing essays. This research was conducted at SD Negri 9 Sumanga. The population in this study were fifth grade students at SD Negri 9 Sumanga for the 2023/2024 academic year, which consisted of one class. The sampling technique in this study used the total side technique. The subjects in this study were fifth grade students consisting of 27 people, namely 10 boys and 17 girls. The research method used was an experiment with a one group pretest posttest research design.The results of this study based on calculations with 26 degrees of freedom, obtained t count = 5.0144 and t table = 2.056. The results of these calculations show that t count ≥ t table (5.0144 ≥ 2.056). So it can be concluded that there is an effect of using critical incident active learning strategies on the learning outcomes of fifth grade students at SD Negri 9 Sumanga, Liukang Tangaya District, Kab. Pangkajene and Islands.

Hermila A; Rahmat Taufik R.L Bau; Sri Ayu Ashari; Indra Farman; Romanda Hippy +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang inovasi pembelajaran berbasis E-learning bagi siswa-siswi SMA N 1 Pinogaluman dengan melalui kegiatan pelatihan penggunaan ClassRoom. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa, guru pamong, dengan metode implementasi pengabdian menggunakan metode ceramah, pertanyaan dan jawaban,  serta  simulasi.  Setelah  kegiatan  pelatihan  tersebut  semua  siswa  SMA  N  1Pinogaluman dapat memahami dan akan menggunakan google ClassRoom dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Moh. Amin; Robingun Suyud El Syam

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The research seeks to reveal the optimization of the soothing value of da'wah in the local cultural tradition of almsgiving for the people of Deroduwur, Wonosobo Regency. The results of the study show that the procession of the Alms Earth ceremony contains soothing da'wah values ​​consisting of four values; divine values, the values ​​of social or community education, the values ​​of moral education, as well as the values ​​of respect and obedience to leaders. These values ​​are instilled by religious leaders so that people understand almsgiving as part of the essence of Islam which has positive values ​​and is important to preserve. The implications of this research are the importance of comprehensive understanding of religion so that it can be dialogued with local culture. Understanding the essence of religion in culture requires further research. Research contributes to Islamic building that is rahmatan lil 'alamin.  

Ruhaya Asnawi; Rahmat Hidayat Djalil; Faradilla Miftah Suranata

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Choking is an emergency situation that frequently occurs in infants and toddlers and can potentially lead to death if not managed promptly and appropriately. Limited knowledge and skills of parents, particularly mothers, in providing first aid are among the factors that increase the risk of complications resulting from choking incidents in children. This study aimed to determine the effect of choking management education on mothers’ ability to handle choking incidents in children in Pinokalan Subdistrict, Ranowulu District, Bitung City. This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of 75 respondents, with a sample of 15 mothers who had children aged ≤ 3 years, selected using accidental sampling techniques. The intervention consisted of health education on choking management using standard operating procedure guidelines and structured health education sessions, while mothers’ abilities were assessed using an observation checklist. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the McNemar test with a significance level of α = 0.05. The results showed that prior to the educational intervention, most mothers had poor ability in managing choking incidents in children; however, after the intervention, there was a significant improvement in their abilities. The McNemar test yielded a p-value of 0.008, indicating a significant effect of choking management health education on mothers’ ability to manage choking incidents in children. These findings demonstrate that health education plays an important role in improving mothers’ preparedness and skills in dealing with pediatric emergencies. This study is expected to serve as a basis for the development of community-based health education programs as a promotive and preventive effort to reduce morbidity and mortality risks due to choking in children.

Nur Ikhsani Rahmatika; Intan Nabilla Ayuni; Nabila Azhara

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Asthma is a chronic disease that interferes with the airway due to inflammation and swelling of the walls in the airways so that becomes very sensitive to the entry of foreign objects which cause an overreaction. Based on data from the Ministry of Health for 2020, the number of asthma sufferers in Indonesia is 4.5% of the total population of Indonesia or as many as 12 million more. Meanwhile, based on Aceh Health Service in 2022, it was noted that Asthma sufferers in the Banda Aceh area has reached 11,534 cases. This study is a case report study with data obtained through autoanamnesis, physical examination, home visit to complete family data, psychosocial, and environmental data. Patient Mrs. NS, 51 years old, came with complaints of coughing and a runny nose for 3 days before coming to the Ulee Kareng Health Center, occasionally the patient coughed to the point of causing chest pain. The patient already has a history of asthma since elementary school. The application of family doctor services to asthma patients is necessary to prevent acute exacerbations and prevent the occurrence of asthma in the patient's family.

Resti Rahmatilah

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The purpose of making this journal is to find out the meaning of the lyrics of the song "Asmalibrasi" then the next goal is to find out what language styles or figure of speech are contained in the lyrics of the song "Asmalibrasi" and some of our goals, especially in this song, are devoted to teenagers who are in love.  tried to proceed to a more serious stage, namely marriage but the couple had doubts because of the many problems that arose but the couple was finally able to proceed to the marriage stage because by lowering their respective egos.  The theory we use is according to several well-known experts. The method we use in this journal is by listening to the song and reading the lyrics to the song.  The result of our analysis is that each lyric of the song “Asmalibrasi” contains many meanings that we must learn. Our recommendation is to be careful in choosing each partner, not because of the standard of society.

Rahmat Ismail; Agust A. Laya

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

People with gout arthritis complain of pain in the joints, toes, hands, knees and have never used lemongrass water to reduce joint pain and choose analgesic drugs as pain relief. Lemongrass plant contains essential oil that has chemical properties and pharmacological effects, namely a spicy and warm taste as an anti- inflammatory and relieving analgesic pain.. The purpose of this research was to find out the effect of lemongrass (cymbopogon citratus) on the reduction of gout arthritis pain in The Community In The 1st Winenet Village, Bitung. This research used a pre experimental method with one group pretest-posttest design. The population were residents who suffered from gout arthritis and who experienced joint pain. Sampling using a purposive sampling technique with the number of samples were 12 respondents using the Lamesho formula. The instruments used in this research were observation sheets and pain intensity scale measurement sheets using the Numeric Rating Scale (NRS). The collected data was processed by running the computer program be analyzed by a Wilcoxon Signed Rank test with the significance level α = 0,05.The results of this research indicated that there are differences in pain intensity before and after giving lemongrass, with a ρ value (0,001) < (0,05), meaning that there is an effect of giving lemongrass on reducing gout arthritis pain.The conclusion of this research is that lemongrass can be used as a non- pharmacological therapy to reduce pain in gout arthritis. It is expected that the result of this research will be useful in reducing pain in patients with gout arthritis and can be used as an additional reference for further research.    

Rahmat H. Djalil; Faradila Mifta Suranata; Nelfa Fitria Takahepis; Nelfa Fitria Takahepis

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Stroke is a clinical sign that develops due to a rapid disruption of brain function both focal and global due to rupture of blood vessels and blockages in blood vessels in the brain with symptoms lasting for 24 hours or more. Stroke can be categorized into several types, but in general stroke is divided into two types, namely hemorrhagic stroke and ischemic stroke The severity of stroke depends on which part has been damaged by disease.This research was conducted on families in hospitals. Rumkit R.W. TK II Mongosidi Manado, a population of respondents with a sample number of 37respondents, conducted the study in July to August. This type of research   is research   using analytical deskritive methods with sectional crosdesign. Sampling techniques use total sampling. Data collection using questionnaires. Furthermore, the data   collected, analyzed using the Chi-sqcuare test with a level of meaning (α) ≤ 0.05. Chi-sqcuarestatistical test results obtained a value of p = (a< 0.001). This means that there is a knowledge relationship with the handling of stroke patients that is significant between the relationship of knowledge with the handling of stroke patients in . Rumkit R.W. TK II Mongosidi Manado Conclusion of this study Knowledge relationship with the treatment of stroke patients in the study. Rumkit R.W. TK II Mongosidi Manado Advises the results of this study for developments in the field of nursing next.  

Rahmat Ismail; Agust A. Laya; Agust A. Laya

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Background of the study: The Excessive of uric acid levels can cause the sedimentation process of uric acid crystals it can cause the gout. The antioxidant in soursop leaves is effective to slowdown and also prevent the gout. The purpose of this study is to find out the effect of soursop leaf decoction on reducing uric acid levels in the work area at UPTD Adow Health Centre. The research method use the Quasy Experiment, with a one group pre-post test method . The samples in this study taken 15 respondents by the total sampling techniques. The research instruments use an uric acid level checking and observation sheets. Then the data collected processed by Friedman's Statistical Test. Findings , the friedman statistical test results obtained a p value = 0.001 with a significance of < 0.05. The conclusion is giving soursop leaf decoction is effective on reducing uric acid levels in the working area at UPTD Adow Health Centre. It is hoped the decoction of soursop leaf can be useful as alternative medicine to lower  the uric acid levels.