Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 601-620 of 765

Analytics

Muhammad Fauzan Effendi; Nuri Aslami

Journal of Management and Social Sciences 2023 CV. Aksara Global Akademia

This paper aims to find the point of influence of the transformational leadership style on the change management of an organization in the era of the industrial revolution 4.0. And the results obtained are that the transformational leadership style has a positive effect on the change management of an organization, with the characteristics of a leadership style that involves the charisma of a leader, is considered to be able to motivate employees to excel beyond expectations. In this case employees feel trust, admiration, respect for their leaders so that they are motivated to do more than what is expected of them. So that with this situation the change management designed by the leader will be realized for the benefit of the organization.

Mulia Indah Purwati; Efandri Agustian; Efandri Agustian

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2023 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

style and work motivation on employee performance at PT. ANGKASA PURA II JAMBI. The sample in this study are employees at PT. ANGKASA PURA II JAMBI The method used in this research is the quantitative method by performing multiple linear regression analysis. This research was conducted with quantitative methods. The data collection technique used is a questionnaire. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression using SPSS version 16 for windows.Leadership style partially has a significant effect on employee performance, partially work motivation also has a significant effect on employee performance. Leadership style and work motivation simultaneously affect employee performance.

Noviardi Fadilatul Rahman

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The figurative language style of the short story 11:11 in the Winged Dusk chapter is the main study in this article. The short story Senja Berwing chapter 11:11 presents inner contact between characters and imagination and contains many positive moral messages and messages of humanity using beautiful language so that it attracts readers to read it. The purpose of this study is to find out what figurative language style is used by the writer and what meaning he wants to convey to the reader. Data collection techniques used in this study were (1) reading techniques, (2) listening techniques, and (3) note-taking techniques. Data analysis techniques are (1) identification, (2) classification, (3) interpretation, (4) description. This research study is focused on the analysis of figurative language style in the short story Senja Berwing chapter 11:11 by Fiersa Besari. The results of the research show that the figurative language style used in the short story 11:11 chapter of the Winged Senja by Fiersa Besari is simile, personification, and allegory. The type of figurative language that is mostly used in the Winged Twilight Chapter is personification figurative language.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Risky Azizah; Revina Sinta Ananda; Andhita Risko Faristiana

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The era of globalization means an era where technology is experiencing rapid development. Developments that can be felt by people in various parts of the world are information and communication technology. The rapid development of this globalization era also has an impact on the rapid development of social media which has various advantages and different features. One of them is social media TikTok. The interest of teenagers in using social media TikTok has caused these teenagers to flock more and more to share important and unimportant things such as sharing the latest news with each other while things that are not important such as the occurrence of racism or blasphemy between humans to cases of bullying. Based on the background above, the author wants to discuss what are the impacts of social media TikTok on adolescent behavior in the era of globalization. Here the author uses a qualitative method which conducts a literature study of several journals.  

Jannah, Shitara Raudhotul; Khoirunnisa, Zulfa; Faristiana, Andhita Risko

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Fenomena Korean Wave atau hallyu telah menguasai dunia. Korean Wave atau Hallyu adalah budaya pop yang berasal dari negara ginseng. Korean wave merupakan salah satu contoh keberhasilan suatu negara mengembangkan budaya dan mampu memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan negara Istilah ini mengacu pada popularitas budaya pop Korea Selatan yang lebih luas di seluruh dunia. Salah satu yang sangat umum di berbagai belahan dunia adalah fashion style atau gaya busana korea. Busana Korea dinilai unik karena menampilkan warna cerah pada pakaian dan mudah menyatu dengan tubuh dan warna kulit Asia. Fashion Korea ada dan mempengaruhi pengikutnya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dari sini dapat disimpulkan bagaimana masalah ketergantungan gaya fashion Korea mempengaruhi perilaku penduduk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi pengaruh Korean Wave terhadap Fashion Style remaja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan menggunkaan media Googleform yang disebarkan kepada komunitas dance cover. Hasil analisis menunjukkan bahwa Korean Wave berpengaruh terhadap Fashion Style remaja di Indonesia.

Syupriadi Mujibu; Eka Patmasari; Andriani Andriani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine how much influence the leadership style of the Tempe village head has on community satisfaction at the Tempoe Village Office, Wajo Regency, using survey research, namely only a portion of the population is used as a sample. The population in this study were 174 people, then the Sloavin formula was used to determine the sample and to produce a sample of 64 people, the sample used was random sampling (simple random sample). Data collection techniques using observation, questionnaires and documentation. For data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis techniques and quantitative associative analysis techniques. The benefits of this research are practical and theoretical benefits, 1. The practical benefits of this research are: As an evaluation of leadership style and employee service satisfaction and as input for employees, 2. The theoretical benefits of this research are: it is hoped that it can be used as material for further study relevant and study material towards developing the concept of organizational climate and employee work ethic. The results showed that there was a positive influence of leadership on community satisfaction in the Tempe Village Office, Wajo Regency.

Sunu Setiawan Utama; Muhammad Syafiiq Kurniawan; Rahman Adib Destyawan; Edy Suryanto

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sastra sebagai bentuk seni memiliki peran penting dalam kehidupan budaya manusia. Puisi, sebagai salah satu bentuk sastra yang paling dihargai merupakan sarana ekspresi emosi, pemikiran, dan pengalaman manusia dengan bahasa yang indah dan kreatif. Puisi "Gugur Bunga" karya Pratiwi Yulia Saputri menjadi objek penelitian dalam kajian struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin yang ada di dalam puisi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan struktural, yang menganalisis elemen-elemen struktural dalam puisi. Penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat dan memuat hasil analisis secara deskiptif kualitatif. Penyajian data dilakukan secara objektif sesuai kenyataan dari hasil telaah dari objek yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan terdapat struktur fisik dan batin dalam puisi "Gugur Bunga". Struktur fisik puisi ini melibatkan unsur-unsur yakni: diksi, gaya bahasa, kata konkret, rima, dan tipografi. Struktur batin melibatkan tema, rasa, nada, dan amanat dalam puisi.

Zunia Norviana, Putri; Dewi Purwati, Panca

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The background for writing this is that based on the results of observations in class IV SDN Jatisari found problems including low reading interest due to the lack of availability of varied teaching resources for students. Then the learning model is still conventional. To overcome these problems, teachers can use the Flashcard-assisted Problem Based Learning model which can attract and facilitate student understanding both visually and in writing. The purpose of writing this is to describe the design of learning literacy, test the improvement of processes and results and find out the impact of implementing Problem Based Learning assisted by Flashcard media for fourth grade students at SDN Jatisari. Data collection techniques using tests, observation and documentation. The results of the percentage of students' independent literacy abilities show an average score of 85.25% (good) and critical reasoning abilities show a score of 86% (very good). For Pretest and Posttest learning outcomes there is an average increase of 19. The conclusion of this best practice is the design of learning literacy using Problem Based Learning assisted by Flashcards. The application of the Problem Based Learning model assisted by Flashcards is effective for the literacy skills of fourth grade students at SDN Jatisari Semarang. besides that this has an impact on writers, students, teachers and schools.

Ester Mariam Silaban; Achmad Yuhdi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to describe and explain the form of language style used in Andrea Hirata's Ordinary People novel, one of which is the personification style contained in Andrea Hirata's Ordinary People novel. The approach in this study uses descriptive qualitative with data as the source of the novel Ordinary People by Andrea Hirata. The data collection technique in this study used the observing and noting method. The listening method of this research was by reading the contents of the novel and then listening to Andrea Hirata's Ordinary People novel to find personification language styles. The note-taking technique in this study was used to record listening results, namely the personification style of language found in the novel Ordinary People in the form of personification language style. The results of the study show that there are 12 personification language style data in Andrea Hirata's Ordinary People novel.

Azzam Khalidy; Farid Ardyansyah

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

KSPPS BMT NU of East Java, which is a non-bank financial institution, has the task of gathering and channeling the financing, especially in Lenteng sub-district. As one of the institutions that has an important role in funding, the employees of KSPPS BMT NU East Java, Lenteng branch have duties and responsibilities, as well as the goal of each period to be able to gather or give funding to the community. Of course, it is not easy. Therefore, the leadership factor is very necessary to motivate the employees to carry out the tasks and responsibilities has been given. The purpose of this research is to analyze the styles of Islamic leadership applied and also to find out how the styles of leadership can improve the motivation of the employees of KSPP BMT NU East Java, Lenteng branch. This research used qualitative research methods. Data collection techniques used observation methods, interviews, and documentation. Based on the results of the research, the Islamic leadership style applied in KSPPS BMT NU East Java, Lenteng branch is a typology of the democratic leadership style. The style is quite good in improving the motivation of employees. It can be proved by the presence of a harmonious, open working environment as well as by giving good motivation and appreciation to the employees.

A.M.Hatuaon Sihite

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Large organisations have many different interests, so there is often a lack of understanding of tasks and missions. This study identified several issues, including the impact of current elder performance in GPP Sukadono Helvetia, the condition of elder support that does not meet performance standards, the influence of management on performance, and the impact of elder workload on performance became the main focus of this study. This research is descriptive-inferential, where there are functional relationships. If leadership (X) is systematically related to employee performance (Y), then future phenomena are likely to be predicted and the results may propose new or additional hypotheses that can be tested. This study wants to reveal that there is a significant contribution between leadership effectiveness (X) and employee performance (Y), to the empirical contribution of 27.3%. This shows that leadership plays an important role in overcoming all challenges in the organisation. Elder leadership plays an important role of 27.3% in the performance of GPP Sukadono Helvetia. Then, this study also found that the role of management in this area has not been optimal, resulting in ineffectiveness in achieving the desired performance, especially in promoting learning and improving congregational performance. This study suggests that the role of management in the future should be more aligned with the management and effectiveness of GPP Sukadono Helvetia. This will ensure that the work of GPP Sukadono Helvetia elders is not only focussed on programme activities but also that the programme contributes to the overall success of the organisation.      

Hannisa Azzahra; Rezeki Daifatun Hasanah; Shopiyyah Nazwa

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Budaya adalah suatu hal yang melekat pada diri manusia, manusa tidak dapat telepas dari sejarah karena manusia adalah penggerak dari kebudayaan. diindonesia memiliki ragam budaya yang tersebar di wilayah nya masing masing, salah satunya adalah wilayah provinsi sumatera utara khususnya kota medan memiliki beragam suku dan kebuayaan sehingga kota medan dijuluki sebagai kota multi etnis, ada banyak suku yang dianut oleh nasyarakat yang berada di sumatera utara, namun yang menjadi mayoritas nya adalah suku batak, namun sebelum datangnya modrenisasi suku melayu adalah suku asli dan mayoritas disumatera utara khususnya kota medan namun dengan adanya modrenisasi dan perkembangan budaya suku melayu mulai tersingkirkan hingga sampai saat ini ada banyak 7 hal unsur kebudayaan yang ada mulai dari bahasa, sistem teknologi, agama sistem organisasi, mata pencaharian, ilmu pengetahuan, religi dan kesenin seiring berkembangnya zaman. Dengan adanya modrenisasi memembuat kota medan menjadi kota yang multi etnis atau memiliki banyak kebudayaan, kebudayaan yang menjadi mayoritas dikota medan adalah etnis rumpun melayu yang memiliki banyak kebudayaan. Perubahan akibat dari modrenisasi ini dapat dilihat dri beberapa aspek yaitu aspek Pendidikan, tempat tinggal, pemerintaham dan gaya hidup. Ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya modrenisasi yaitu karena keberhasilan perusahaan perkebunan, adanya perjanjian politik dan karena adanya pembangunan kota medan. Perkembangan kota medan juga memiliki periode atau pembabakan waktu yaitu yang pertama periode sebelum datangnya bangsa eropa, periode kolonialisme bangsa eropa, periode penduduka jepang, dan periode kemerdekaan republic indonesia  

Dhany Asmara Hidayat; Osly Usman; Rizki Firdausi Rachmadania

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini dilakukan pada lembaga Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Utara dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan seseorang dalam memimpin suatu organisasi maupun lembaga pemerintahan dan mengetahui apakah tata cara implementasi gaya kepemimpinan demokratis tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak. Hasil analisis penelitian ini di susun dengan metode analisis deskriptif dengan hasil yang didapatkan melalui teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pada lembaga Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Utara belum berjalan dengan optimal dikarenakan pada saat dilakukannya gaya kepemimpinan demokratis masih terdapat kendala-kendala seperti miss-communication, pimpinan kurang optimal dalam melakukan gaya kepemimpinan demokratis dan kurang tepat dalam mengambil keputusan bersama. Dengan Adanya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi dan informasi untuk meningkatkan keterampilan seseorang dalam memimpin suatu organisasi ataupun lembaga dengan baik yang sesuai dengan lingkungan kerja dan juga para pegawainya.

Rina Hartati; Elyanti Rosmanidar; Yuliana Safitri

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

There are still many FEBI students UIN STS Jambi who do not understand Financial Literacy, so they often allocate their money for things that are not needed. Lifestyle patterns lead to consumptive behavior. Self-control is still relatively low so it is easy to be influenced to buy something that is not needed. Research objectives determine the effect of financial literacy, lifestyle and self-control on consumptive behavior in Islam. This research used quantitative research. Quantitative research method is a method based on philosophy that is used to research certain populations and samples, data collection uses research instruments, analysis is quantitative or statistical, with the aim of testing the hypotheses that have been set. Lifestyle influences consumptive behavior. But financial literacy and self-control have no effect on consumptive behavior, which means that even without financial literacy and self-control, students still behave consumptively. but simultaneously Financial Literacy, Lifestyle and Self-Control affect Consumptive Behavior. FEBI students UIN STS JAMBI are expected to improve their financial literacy, lifestyle and self-control so they can avoid consumptive behavior. Future researchers are expected to be able to use other variables besides Financial Literacy, Lifestyle and Self-Control to show other things that also influence the level of Consumptive Behavior.

Nova Gusmery; Febsri Susanti

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to find out and analyze the influence of organizational culture, leadership style, and self-confidence on the work commitment Employees of Department Education and Culture Padang City. This type of research is quantitative research. This study uses primary data obtained through distributing questionnaires to Employees of Department Education and Culture Padang City. The total population of this study was 117 people. Sampling in this study using total sampling technique. The number of samples in this study were 117 respondents. The data analysis technique used is multiple linear regression and t-statistic test. The research results show that, Organizational culture has a significant effect on the work commitment Employees of Department Education and Culture Padang City. Leadership style has a significant effect on the work commitment Employees of Department Education and Culture Padang City. Self-confidence variable has a significant effect on the work commitment Employees of Department Education and Culture Padang City. The work commitment is influenced by organizational culture, leadership style and self-confidence of 75.5%. While the remaining 24.5% is influenced by other factors not examined in this study, such as work environment, work motivation, work discipline, personality and so on.

Abdul Fajar; Mulyawan Safwandy Nugraha

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Abstract with "School Principal's Visionary Leadership Style in Improving Teacher Performance at Mts Ylpi Ibaadurrahman Sukabumi City". The main problems are: 1) What is the leadership style of the principal at Mts Ylpi Ibaadurrahman, Sukabumi City? 2) What are the implications for the performance of teaching staff at Mts Ylpi Ibaadurrahman, Sukabumi City? 3) How does the school principal transform the school's vision and mission in improving the quality of education at Mts Ylpi Ibaadurrahman, Sukabumi City? The research method used is a qualitative research method, data collection techniques used are through observation, interviews, and documentation. While the objectives to be achieved are to determine the leadership style of the visionary principal at Mts Ylpi Ibaadurrahman Sukabumi City and to find out the implications for the performance of educational staff at Mts Ylpi Ibaadurrahman Sukabumi City. The results of this study indicate that the principal's leadership style applied by the principal is generally responded to by good cooperation by his subordinates, who use a democratic-participatory leadership style. With this leadership that has an impact on educational staff because of democratic leadership the freedom to develop potential is enormous, good working relationships are established between superiors and subordinates, creating a comfortable work environment and understanding how important it is to invite all school parties to realize this vision in accordance with their duties and responsibilities. each. Thus the author can conclude that in this study principals are generally carried out with the cooperation of leaders and their members and how a leader motivates morale, fosters discipline, shows exemplary attitudes and behavior that school principal leadership in improving the performance of educational staff greatly contributes which is good for the progress of the quality of learning so that it can encourage the quality of education where the performance of educators and education staff is the key to success in the world of education. Research implication: The author suggests that the Principal maintains the main duties and functions of leadership that have been well developed, and continuously improves educational performance according to the needs of the institution and maintains time discipline and responsibility with each task as planned by the institution and prosper educators by carrying out assignments according to their respective pokies.  

Agung Pribadi; Dody Yanuar Suryo Wibowo

Kepemimpinan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, dan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui kinerja karyawan PT “X” Surabaya dan mengetahui gaya kepemimpinan PT “X” dalam meningkatkan kinerja karyawannya. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan dengan indikator: demokratis, militeristik, dan laissez faire. Variabel dependennya yaitu kinerja karyawan dengan indikator kualitas kerja, kemampuan dalam kerjasama, penggunaan waktu yang efisien, keterampilan dan kecakapan tugas, tanggung jawab terhadap tugas, dan inisiatif karyawan. Objek penelitian ini adalah karyawan di PT “X” Surabaya. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Sampel di penelitian ini berjumlah 70 orang karyawan PT “X” Surabaya. Jenis data di penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data di penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Vergiawan Aldrianto Putra; Hendra Afriwan

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Books are one of the media that provide various information and knowledge on each page. Picture storybooks are among the most popular media for children because they contain interesting illustrations. Most regions in Indonesia have folklores or legends that contain strong local cultural elements, one of which is the legend of Goa Putri. At this time the legend of Goa Putri is conveyed through the signboard in front of the entrance to the Goa Putri Destination which has faded due to weather factors. In addition, the legend of Goa Putri is still conveyed orally by parents to their children from generation to generation without any supporting media. So the need for visual communication media to convey the legend of Goa Putri in the form of Pictures Book as a medium of information that can increase knowledge about existing local cultures. Therefore, this design is used to get a design concept and create a picture story based on the visualization of the legend of the Goa Putri the Paper Cut Digital style that applies Shading, silhouette style, Perception of depth and detailing. The method used in the design of the Glass Box method and for data analysis using the 5W + 1H method. In this design, in addition to the picture book as the main media, there are supporting media presented in the form of E-Book media, Paper Cut Shadow Box, Poster, Tote Bag, Pouch, Sticker, and Bookmark.

Eliani Eliani; Lazarus Linarto; Albertus Purwaka; Patrisia Cuesdeyeni; Yetebing Yetebing +2 more

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

The purpose of this study is to describe the use of language styles contained in Kandayu Parawei. The problems to be explored in this study are (1) what comparative language style is found in Kandayu Parawei, (2) what repetition language style is found in Kandayu Parawei, (3) what affirmative language style is found in Kandayu Parawei. This study uses a descriptive method, namely the content analysis method, namely collecting data by investigating, examining the contents of a poem, and literature study, namely collecting data by listening and reading. The data in this study are primary and secondary data, the primary data is in the form of verses of the Kandayu Parawei poem from the Kandayu collection, while secondary data is obtained through books relevant to the research title and the internet. Data collection techniques were carried out by reading and listening, then studying the contents of a poem needed as research data. The results of this study are the style of language contained in Kandayu Parawei (1) comparative language style: 1) personification and 2) hyperbole. (2) affirmative language style: 1) repetition and (3) repetition language style: 1) alliteration 2) mesodiplosis. The most dominant language style used in Kandayu Parawei is the repetition language style.