Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 581-595 of 595

Analytics

Paul Tan Istandar

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan yang holistik dan berintegritas merupakan faktor krusial dalam membentuk masyarakat yang berkarakter unggul. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menyelaraskan pendidikan akademis dan moral dalam membangun masyarakat yang beretika dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, pendidikan akademis menekankan pada perkembangan intelektual individu, sementara pendidikan moral fokus pada pembentukan nilai-nilai etika dan moral yang kuat. Pengabdian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam menyelaraskan kedua aspek tersebut dan menawarkan solusi konkret untuk mengintegrasikan pendidikan akademis dan moral secara efektif.

Sri Mulyani; Edipeni Pramusinto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pembelajaran etika tata karma dimulai dari usia dini dengan cara yang mudah dikenalkan di tempat umum dimana masyarakat berkumpul baik dilingkunan RT ,sekolah sampai tempat tempat hiburan. Untuk mencapai tempat tersebut diperlukan  jasa angkutan atau tranportasi.Tranportasi bisa mengunakan milik pribadi atau tranportasi umum. Salah satunya tranportasi umum  yang ada di Semarang adalah Bus Rapid Transit ( BRT) Semarang. Di angkutan ini tempat berkumpulnya segala lapisan masyarakat yang menggunakan kendaran untuk mencapai tujuannya. didalam kendaraan ini ada suatu etikan dalam pergaualan yang harus ditaati dan dilaksanakan masyarakat untuk menjaga hubungan baik dan santun didalam masyarakat supaya tidak terjadi keteganan baik ditinjau dari masalah sosial maupun perbedadaan agama ,budaya yang berkambang di Indonesia. Etika tatakrama selalu dijaga oleh penupang maupun krun penyelengara BRT SEMARANG sehingan mengajarankan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang santun seling membentuh  baik hubungan antar sesame .juga mendidik generasi muda menjadi tranpil cekatan kreatip dan suka menolang  dan menghormati yang tua dan menyajai yang muda .Membisakan kerjasama yang baik antar penupan ,teluransi antran agama dan mencitain sesame manusia sehinga dari sini bisa ditanamkan cita Negara dan merasa memiliki Negara sehing membentuk generasi yang santun dan cinta tanah air.Disamping itu peraturan pemerintah dalam menyikapi keadaan sekaran BRT  Semarang berpegangan pada prinsip  aman bertranportasi umum di Semarang dalam upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar Negara tetap bisa berupaya menjalankan fungsidan aturan /etika  di New Normal ini.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

Karsiati Karsiati

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem informasi akuntansi, kecerdasan emosional, etika kerja, dan dukungan atasan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada Perusahaan Penerbitan di Kota Semaran. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada Perusahaan Penerbitan di Kota Semarang yang terlibat dalam menggunakan anggaran yang berjumlah 41 orang. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi tersebut dengan menggunakan metode sensus dikarenakan jumlah populasi sangat kecil. Penelitian dilakukan pada Februari 2021, data dikumpulkan menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.   Hasil penelitian   ini menunjukan bahwa  sistem informasi akuntansi, kecerdasan emosional, etika kerja, dan dukungan atasan mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

Fitnantyo Bimawan

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika, prosedur kerja, kualitas penyedia barang dan jasa, dan informasi kebutuhan barang dan jasa terhadap fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan swasta di Semarang. Metode penelitian kuantitatif dengan penyebaran kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan swasta di wilayah Semarang dengan jumlah sampel 45 orang yaitu seluruh karyawan bagian pembelian yang bekerja minimal 5 tahun. Teknik analisis yang dipakai adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah Etika pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa.. Prosedur kerja pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin tinggi tingkat prosedur kerja pengadaan barang dan jasa maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Kualitas penyedia barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Mereka beranggapan semua hal yang terjadi dalam proses pemilihan supplier di luar kendali mereka, dan orang yang mengendalikan adalah atasan, sehingga penurunan kualitas penyedia barang dan jasa, akan meningkatkan fraud dalam pengadaan barang dan jasa. Informasi kebutuhan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan  terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin banyak pihak yang terlibat maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Hal ini akan memudahkan para pegawai bagian pembelian mendapat penilaian kinerja yang baik dari perusahaan

Hasanah, Amalia; Ardini, Lilis

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2021 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

National income is from tax revenue. Every year the tax revenue target always increases, but since 2008, the target revenue has never been able to. In addition, the tax compliance of the taxpayers in the DJP performance report shows a low percentage, even though taxpayers are expected to increase state revenue. There are many taxpayers who tax taxes illegally. So the question arises about how taxpayers' ethics taxation. This article is a conceptual article that is conducted based on the author's ideas and opinions .  Keywords : ethics, taxation, tax compliance

Handayani, Resza Dian; Oktaviani, Rachmawati Meita

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2020 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This istudy iaims ito iexamine ithe ifactors ithat iinfluence ithe iperception iof iethics ion itax ievasion iin ithe iall iindividual itaxpayers iregistered iat ithe iSouth iSemarang iPrimary iTax iOffice ias imany ias i100 irespondents. iThe ivariables iused iin ithis istudy iare ithe iindependen ivariables, iThe idata iused iin ithis istudy iis ithe iprimary idata iby iusing iquestionnaires. iData ianalysis iin ithis iresearch iis iassisted iby iusing. iSPSS iprogram. iData ianalysis itechnique iused iis imultiple ilinear iregression. iThe iresult iof ithe iresearch ishows ithat isignificant iat ilevel i0,05. iThe iresults iof ithis istudy iindicate ithat ithere iis ino isignificant iinfluence ion ithe iprobability iof ifraud idetection ivariable ion ithe itaxpayer's iperception ivariable iregarding itax ievasion iethics, ithe iexistence iof ia isignificant ieffect iof ithe idiscrimination ivariable ion ithe itaxpayer's iperception ivariable iregarding itax ievasion iethics, ithe iexistence iof ia inegative iand isignificant iinfluence ion ithe itax iservice ivariable ion ithe ivariable. itaxpayers' iperceptions iof itax ievasion iethics. i Keywords: iTax ievasion, iDicrimination

Triwanto, Triwanto; Aryani, Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penggunaan media sosial dewasa ini tidak dapat dibendung lagi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak dapat dipungkiri media sosial juga banyak digunakan oleh kaum ibu. Penggunaan media sosial secara bijak akan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu kepada masyarakat perlu diberikan pengetahuan bahwa penggunaan media sosial yang keliru dapat berakibat yang merugikan bahkan dapat berurusan dengan hukum.Kata kunci       :           media sosial, etika, hukumÂ

Mellynia, Rizki; Trisiana, Anita; Viyani, Nike Nur; Safitri, Fidia; Handayani, Nita Tri +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penyakit coronavirus 2019 yang dikenal dengan nama COVID-19 melambangkan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu macam korona virus. Penyakit ini  menyebabkan wabah corona virus 2019–2020. Penderita COVID-19 akan merasakan gejala seperti panas, batuk kering, dan kesusahan bernapas. Sakit tenggorokan, flu, atau bersin-bersin makin renggang dijumpai.Pada pengidap yang paling sedikit, penyakit ini bisa berakhir pada pneunomia dan kegagalan multiorgan.Pencegahan agar tidak tertular korona virus ini kita dapat membersihkan tangan, etika batuk, menjahui komunikasi jarak dekat kepada orang sakit. Penyembuhan dapat dilakukan dengan pengobatan simtomatik dan suportif.Tujuan penelitian untuk mengetahui gejala apa saja yang terjadi, cara pencegahan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, yang merupakan penelitian deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dan pengembangan yang berdasarkan fakta yang memberikan gambaran umum tentang pembahasan. Hasil penelitian memberikan informasi tentang covid 19 kepada masyarakat, melakukan berbagai pencegahan agar tidak tertular penyakit tersebut dan menerapkan pola hidup sehat. Dalam persfektif Pendidikan Kewarganegaraan, hidup sehat merupakan salah satu jaminan konstitusi, yang merupakan bagian dari hak, maupun kewajiban warga negara.

Farida, Siti; Jamilah, Fitrotin; Khotib, Ahmad; Joni, Joni

ABSTRAKIntegrasi adalah penggabungan suatu hal agar menjadi satu kesatuan yang utuh dalam satu tujuan. Pada Globalisasi saat ini, pengembangan teknologi dan era revolusi industry 4.0, sebuah era baru yang menekankan pada pola digital economy,artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data, robotic. Dimana era 4.0 merupakan fenomena disruptive innovation. Istilah disruptive innovation dicetuskan pertama kali oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower; inovasi yang membantu menciptakan pasar baru yang mengubah konsep pekerjaan, struktur pekerjaan, dan kompetensi yang dibutuhkan dunia pekerjaan. Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekedar cara mengajar, tetapi jauh lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri. Pendidikan karakter bukan hal yang baru di Indonesia. Tokoh-tokoh pendidik Indonesia prakemerdekaan, seperti Kartini, Ki Hajar Dewantara, Soekarno Hatta, Moh Natsir sudah memulai apa yang dinamakan pendidikan karakter sebagai semangat pembentukan kepribadian dan identitas bangsa sesuai konteks dan situasi yang terjadi saat itu. Membangun dan mencetak karakter merupakan keprihatinan pokok para tokoh tersebut. Mereka menggagas sebuah bangsa yang memiliki sebuah identitas tersendiri. Ide dan gagasan itu mulai dari hasil pengembaraan dan perantauan mental para pemikir dan cendikiawan. Dari ide dan gagasan itu, muncullah semangat karakter kebangsaan yang harus diperjuangkan dengan perjuangan tanpa akhir sehingga muncullah Negara Indonesia saat ini. Ki Hajar Dewantara misalnya, telah mengajarkan pendidikan karakter melalui praktekpendidikan yang mengusung kompetensi alam murid, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan tuntunan. Cara mendidik seperti ini lebih dikenal dengan pendekatan among, yang lebih menyentuh pada tataran etika dan perilaku yang tidak terlepas dengan karakter seseorang. Membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan, mutlak dibutuhkan. Mulai diri sendiri, lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat dengan meneladani para tokoh tersebut.

Refani Refani; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to detetermine how important social media ethics in the life of the catholic family, as a maens to help outgoing Catholic family maintain the integraty of marriage in  the Parish  of Saint Paul Buntok. Through this study, it is hoped that Catholic families use social media well and wisely in the family life, and make social media as communication and catechetical suggestion in this modern era in order to cultivate the faith of others. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach. As for the research steps used are : conversations with informants, informant profiles, datermination of themes, reflection, implications, synthesis, prospects or possibilities that will occur. The results obtained through research conducted by the author found that families in the parish of  Saint Paul Buntok did not all know ethics in using social media. Through this reseach, the author also see that families in the parish of Saint Paul Buntok use social media in building good relations and communication

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas bases his political theory on the Aristotelian philosophy. Man is zoon politicon says Aristotle in his famous work the Politics. Politics in Thomas’ approach has a glorious purpose that is to create bonum commune. To realize this political program, the Angelic  Doctor  proposes  not  only  politics  in  true  sense  but  also  ethics.  Politics presupposes ethics. In modern society, maybe it would be meaningless if we perceive political reality which makes deep separation and distinction between politics and ethics. The result of this separation, in fact, is a disharmony of society. The disharmony of society in our analysis based on Thomistic political philosophy, derives from an absolut freedom in which man is understood in his ‘nature’ as an autonomistic person.

Sofha, Dewi; Utomo, St. Dwiarso

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Tax evasion could be seen as an ethical deed or not depends on several factors. They are among others: gender, religiosity and Love of Money (LoM). The goal of the current research is to examine the effect of gender, religiosity, and LoM towards tax evasion ethical perception. The population of the research is undergraduate (S1) accounting students of private universities in Semarang. The sample used in the researchcovers the undergraduate accounting students of Dian Nuswantoro University, Soegijapranata Catholic University, Sultan Agung Islamic University, State University of Semarang, and University of Muhammadiyah Semarang. The sampling technique used in the research is accidental sampling. As much as 100 questionnaires have been delivered to the chosen respondents and all of them are declared properly to use. The analysis results using Smart-Partial Least Squares (PLS) 3.0 model show that gender and religiosity have impact on tax evasion ethical perception, however LoM does not. The results of the research show that religiosity and LoM do not mediate the relationship between gender and tax evasion ethical perception.

Nurjanah, Irwanti Bunga; Kartika, Andi

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2018 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study examines the factors that affect the quality of audits at the existing KAP offices in the city of Semarang. This research was conducted in seven offices of KAP located in Semarang city by using auditor's analysis unit working in KAP office.The sampling method using Convenience sampling. The relationship or influence between variables is explained by using multiple linier regression analysis method and hypothesis test (t test). The results showed that the competence variables have a positive and significant impact on audit quality. The independence variable has a positive and significant influence on audit quality. The ethical variable of the auditor has a positive and significant influence on audit quality. The auditor experience variable has a positive and significant influence on audit quality. Professional skepticism audit variables have a positive and significant impact on audit quality,. The auditor's objectivity variable has a positive and significant influence on audit quality,. The auditor's integrity variable has a positive and significant influence on audit quality.  Keywords:  competence, independence, auditor ethics, auditor experience, professional skepticism of auditors, auditor objectivity, auditor integrity and audit quality.

Jananto, Arief

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi informasi yang saat ini sangat pesat ternyata menuntut adanya kesiapan dari penggunanya. Kemajuan yang terjadi tidak hanya berpengaruh pada bidang teknologi secara umum tetapi juga menyentuh hingga tatanan kehidupan sosial. Sebagai warga masyarakat yang berkesadaran sosial, setiap aktivitas manusia akan diarahkan oleh berbagai pengaruh yang pada akhirnya diharapkan dapat melakukan segala sesuatunya dengan benar secara moral, etika dan menurut hukum yang berlaku. Etika ternyata sangat dibutuhkan dalam penggunaan komputer.