Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 581-600 of 713

Analytics

Wahyu Kuntoro; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

  Pandemi yang terjadi pada tahun 2020 cukup berdampak pada perekonomian dunia, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat yang mengalami keterpurukan ekonomi baik dari sektor perdagangan, bisnis hingga sektor pariwisata merasakan dampak tersebut. Dampak menurunnya perekonomian juga sangat dirasakan oleh masyarakat di pedesaan.  Ditengah menurunnya kondisi ekonomi di masyarakat, kewirausahaan sosial diperlukan sebagai solusi untuk membangkitkan kembali kondisi ekonomi dan mengatasi masalah – masalah sosial di Indonesia terutama di pedesaan. Peningkatan ekonomi di pedesaan dapat dilakukan dengan hadirnya kewirausahaan sosial. Desa dengan potensi yang menarik dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat dengan diadakannya usaha berbasis desa wisata. Diperlukan peran masyarakat dan perhatian pemerintah guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis desa wisata. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dengan pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi tersebut adalah dengan melihat potensi yang ada pada desa dan dikembangkan menjadi desa wisata. Cangkringan sendiri memiliki ketujuh kriteria sesuai dengan peryataan Hadiwijoyo (2012). Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk terwujudnya Cangkringan menjadi desa wisata.  

Amalina Farhana; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pembangunan desa adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, mengembangkan sarana dan prasarana desa, mengembangkan potensi ekonomi desa, dan mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Desa Wukirsari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus Pemerintah Desa Wukirsari, di mana strategi pembangunan lebih diarahkan pada infrastruktur dan pembangunan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mencari hasil penelitian terdahulu melalui jurnal padamedia elektronik. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis sektor-sektor ekonomi potensial sebagai dan penunjang pertumbuhan ekonomi Desa Wukirsari. Peningkatan ekonomi di desa wukirsari tidak terlapas dari peran pemerintah daerah, pendirian koperasi dan promosi menjadi prioritas utama guna meningkatkan perekonomian masyarakat di desa wukirsari yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Untuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan dibutuhkan pemasaran yang luas guna meningkatkan harga jual komoditas. Untuk sektor wisata, desa wukirsari memiliki wisata alam yang cukup baik sehingga dibutuhkan peran pemerintah berupa pengenalan dan pemasaran ke daerah-daerah lain.

Yeli Amelia Angelina; Adianto Adianto

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Wisata Danau Rusa merupakan salah satu wisata yang dikembangkan oleh  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. Konsep collaborative governance sangat penting dalam penerapan kolaborasi pengembangan destinasi wisata karena dalam kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah saja, melainkan melibatkan masyarakat dan pokdarwis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan wisata danau rusa di Kabupaten Kampar dan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Purwanti yaitu: 1.Principled Engagement (Keterlibatan Prinsip), 2. Shared Motivation (Motivasi Bersama), 3. Capacity for Join action (Kapasitas Untuk Bergabung). Hasil dari penelitian ini adalah program pengembangan destinasi wisata yang sudah berjalan dengan baik karena dibuktikan dengan adanya keterlibatan prinsip yang baik, motivasi bersama yang sudah dipahami, dan keterlibatan prinsip yang telah dijalankan oleh pihak yang berkolaborasi. Adapun faktor penghambatnya yaitu faktor sumber daya manusia, faktor partisipasi masyarakat dan anggaran yang minim.    

Fitrah Rohmatika; Zaili Rusli

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Adapun yang menjadi latar belakangnya adalah penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Riau dan ambruknya perekonomian sektor pariwisata akibat pandemi covid-19 tahun 2020-2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Dinas Pariwisata Provinsi Riau dalam mengembangkan kepariwisataan agar kunjungan wisatawan meningkat di era pandemi covid-19 tahun 2020-2021 dan faktor pendukung pengembangan tersebut. Konsep teori yang digunakan peneliti adalah konsep pengembangan oleh Geoff Mulgan (2009: 05) ada lima tahapan, yaitu: tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana data deskriptif jawaban dari informan penelitian dan dianalisa oleh peneliti. Informan diambil dengan teknik snowball sampling yaitu teknik pengambilan sumber data yang pada awalnya jumlahnya sedikit kemudian menjadi membesar. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu pengembangan kepariwisataan di era pandemi covid-19 tahun 2020-2021 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau telah dilaksanakan dengan baik dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2021 sebanyak 94,96% dan peningkatan lama tinggal wisman sebanyak 65,64% dari kelumpuhan sektor pariwisata di era pandemi covid-19 tahun 2020    

Tetty Nur Intan Rifia

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui partisipasi pelaku UMKM di lokasi wisata Ciung Wanara kabupaten Ciamis dalam menumbuhkembangkan ekonomi kreatif pasca pandemi Covid 19. Penelitian dilakukan pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2022 kepada 25 pelaku UMKM. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diolah menggunakan observasi lapangan, wawancara dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM optimis dan yakin mampu bangkit Kembali dan dapat meningkatkan pendapatan usahanya. Pelaku UMKM perlu mengupgrade skill kemampuan dengan melakukan penguasaan digital marketing serta melengkapi legalitas ijin usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Strategi yang dilakukan antara laian membantu para Wirausahawan (pemilik warung) yang berada di dalam lingkungan tempat Wisata Ciung Wanara dengan membantu mereka dalam pembuatan Kartu NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk Legalitas usaha mereka. Selain itu memberikan pengajaran dalam hal Kewirausahaan (baik bagi mereka yang sudah menjadi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif & UMKM atau Wirausahawan) maupun bagi mereka yang baru akan memulai menjadi Wirausahawan. Lalu dengan memberikan pelatihan bagi semua Pelaku Usaha (Wirausahawan) yang ada di tempat Wisata Ciung Wanara berupa pembuatan Catatan Pengelolaan Keuangan untuk usaha yang sedang mereka jalankan  

Tika Riyanto; Dadang Mashur

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Desa Rantau Langsat yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep ekowisata dalam hal ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisa kan dengan upaya – upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi local dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap kultur atau budaya. Hal tersebut yang mendasari perbedaan antara konsep ekowisata dengan model wisata konvensional yang telah ada sebelumnya. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat dan factor – factor apa saja yang mempengaruhi strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat. Penelitian ini berlokasi di Desa Rantau Langsat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dalam mengembangan ekowisata di Desa Rantau Langsat masih memiliki banyak kendala, serta factor penghambat dalam mengembangkan ekowisata yaitu sumber daya (anggaran), sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat.  

Vriandi Hapsara; Calvin Daniel Prasetio; Vinsensius Ferrer Joeng

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pengolahan makanan dasar merupakan salah satu mata kuliah yang ada di program studi pengelolaan perhotelan fakultas pariwisata Universitas Pelita Harapan dimana pada proses pembelajarannya terdapat rotasi menu makanan dari berbagai daerah di mancanegara. Makanan Indonesia memiliki beragam bumbu khas dari setiap daerah di Indonesia. Di mulai dari Aceh sampai Papua. Makanan dari setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri dan membuat daya tarik sendiri bagi wisatawan. Beberapa diantaranya sudah mendunia dan menjadi incaran banyak wisatawan mancanegara. Makanan Indonesia menjadi salah satu rotasi makanan yang dipelajari pada mata kuliah ini. Pengimplementasian rotasi menu makanan Indonesia menjadi fokus dalam penelitian ini, dimana rotasi ini diperlukan dalam mata kuliah pengolahan makanan dasar. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan diikutsertakan uji panelis terbatas padarotasi menu makanan Indonesia yang telah dirancang dapat digunakan untuk bahan ajar mata kuliah pengolahan makanan dasar. Dihasilkannya rotasi menu makanan Indonesia yang baru, dapat menjadi panduan bahan ajar yang digunakan untuk tahun ajaran kedepannya.   

Emmelia Nadira Satiti

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar belakang penelitian ini adalah keistimewaan wisata keluarga di kawasan bukit sekipan Tawangmangu. Bukit Sekipan sendiri terletak di dataran tinggi dengan udara yang dingin dan dalam satu kawasan dilengkapi dengan banyak tempat wisata antara lain taman balekambang, kebun petik stroberi, hutan , dan restoran. Dengan adanya Villa di daerah sekipan, maka menambah daya Tarik wisatawan untuk singgah di derah tersebut hal tersebut secara langsung membuat minat berkunjung di daerah bukit sekipan meningkat. Menggunakan penelitian deskreptif kualitatif dengan  teknik pengumpulan data nya  mengunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun yang menjadi sampel dari penelitian ini adalah bagian pengembangan, staf pengelola Objek Wisata Villa, Pengunjung dan juga pemilik villa . setelah dilakukan penelitian di dapatkan hasil ditemukan yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan fasilitas wisata villa antara lain :1) Menata fasilitas parkir, toilet, resto dan jalan, hanya pada saat wisatawan ramai datang ke objek wisata villa. 2) Cara pengelola villa berikut dengan fasilitasnya. 3) Memberikan kemudahan bagi wisatwan untuk mengakses atau melakukan booking jarak jauh. Dengan demikian maka diharapkan minat wisata gathering ini akan meningkat.  

V. Nonot Yuliantoro; Juliana; Indriany Sartjie Tanakotta; Jennifer Aurelia Tanuwihardja; Rut Susanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pelatihan pembuatan dessert untuk masyarakat Desa Curug Wetan dilandasi oleh motivasi pengembangan kewirausahaan masyarakat desa. Dessert merupakan sesuatu yang terbilang baru sehingga dapat membuka peluang yang baru pula untuk dipasarkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa menyambut rencana perealisasian kawasan wisata di desa itu dengan membekali keterampilan kuliner. Metode yang sedianya akan digunakan dalam penelitian sekaligus pelatihan ini adalah metode ceramah, dialog interaktif atau tanya jawab. Selain tanya jawab para fasilitator pelatihan mendemonstrasikan secara langsung bahan yang akan dibuat. Metode lain yang dapat diterapkan dalam pelatihan adalah pembentukan kelompok dalam forum pelatihan. Hasil dari pelatihan dan penelitian ini adalah 1) peserta merasa proses pembuatan menu dessert yang diajarkan dalam pelatihan mudah untuk dikuasai. Hal ini menujukkan bahwa materi pelatihan dapat diterima dengan baik oleh peserta; 2) peserta memiliki ketertarikan terhadap ciri khas menu dan proses pembuatannya; 3) peserta telah menemukan sesuatu yang baru proses pelatihan yang didapatnya. merasakan manfaat dari proses pelatihan yang dilakukan oleh tim pelaksana; 4) materi yang diajarkan menarik dan mudah untuk dibuat bagi peserta; 5) peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya, peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya.

Alya Siti Kulsum; Marcela Isma Mardiana

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Tujuan artikel ini untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata alam yang ada di Kabupaten Majalengka tepatnya di Sukasri Kidul. Kabupaten Majalengka memiliki wisata alam yang bernama terasering Panyaweuyan. Wisata alam tersebut menyajikan panorama alam yang indah nan asri, dari gugusan bukit yang ditanami sayuran seperti daun bawang,bawang merah,selada dan lainya. Penelitian pada artikel ini mengunakan prosedur penelitian kualitatif mengacu kepada pengumpulan data,deskriptif dan membaca. Wisata alam ini dahulunya hanya sebuah bukit gundul yang digunakan sebagai lahan pertanian. Karena bentang alamnya yang curam, satu- satunya cara mengolahnya dengan membuat terasering. Asal mula terasering Panyaweuyan ini berawal dari sebuah gagasan kecil dari seorang petani bawang merah yang bernama Tatang, Tatang menjadi pengerak bagi para petani di daerahmya dengan mengembangkan sistem budidaya bawang dilahan miring dengan model konservasi terasering. Lahan tersebut kini dikenal dengan terasering Panyaweuyan bahkan, terasering tersebut telah di daftarkan ke badan pangan dunia atau food and agriculture organization (FAO) sebagai terasering terbaik di dunia untuk kawasan bawang merah. Pada tahun 2015 para petani di datangi oleh seorang fotografer yang berasal dari kecamatan Maja fatografer tersebut naik turun terasering sambil terus memotret para petani. Para petani belum mengetahui tujuan dari fotografer tersebut, fotografer tersebut datang ke terasering bertujuan untuk mengikuti lomba pameran foto lalu memenangkan lomba tersebut di Jakarta sejak saat itu wisata alam tersebut banyak dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara. fotografer tersebut sampai membuat tempat sampah dan toilet fotografer tersebutlah yang pada akhirnya membuat wisata alam terasering Panyaweuyan itu diketahui banyak orang.

Suprapto, Rhisa Aidilla; Salsabila, Rona Rafidah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Kawasan wisata pantai Pasir Putih merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Gresik, destinasi yang terletak di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kota Gresik ini memiliki lokasi yang strategis yaitu dekat dengan banyak destinasi wisata. Berdasarkan kondisi yang ada, Destinasi ini memiliki banyak potensi diantaranya memiliki panorama laut yang indah, jenis pasir putih dan lembut, serta ombak yang tenang sehingga cocok untuk mengembangkan objek wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung, serta keunggulan utama berupa sumber daya alam yang melimpah dan mendukung. Selain itu, terdapat beberapa permasalahan di lokasi yang memerlukan penataan ulang antara lain penataan parkir dan kemacetan yang disebabkan oleh pariwisata, infrastruktur yang kurang memadai, massa bangunan dan pemandangan di kawasan wisata yang kurang tertata dan tidak memiliki konsep. Zonasi yang berantakan dan beberapa area tidak memiliki fungsi khusus. Dengan potensi dan permasalahan yang ada, penerapan pendekatan Pariwisata Berkelanjutan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada dan menjadi wadah bagi segala rencana kegiatan yang fokus pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Dalegan, sosial budaya, dan lingkungan di kawasan wisata dan sekitarnya.

Yuni Fitriyani

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Tujuan penelitian ini dirancang untuk mengetahui asal usul berasalnya curug cijalu yang berada di Desa Cipancar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Tatar pasundan memang pantas dianggap tanah parahyangan, estetika yang dimilikinya memang pantas menjadikannya tempat tinggal   para yang kuasa (parahyangan). Kepingan estetika itu bisa dinikmati dicurug cijalu, subang. Curug cijalu ialah wisata yang memiliki dua curug yaitu curug putri serta curug cilemper. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif yang menyebutkan bagaimana keadaan atau aktivitas. Curug cijalu memiliki estetika dan  keasrian sebab pepohonannya  yang amat sangat rimbun serta hamparan kebun teh yang luas menjadikan curug cijalu semakin indah serta mampu membawa suasana wisatawan sangat ingin berlama-lama di curug cijalu. Akibat penelitian ini menunjukan bahwa curug cijalu dapat membuat daya tarik tersendiri untuk para wisatawan dikarenakan menurut sesepuh kampung wilayah Desa Cipancar banyak mengandung mitos – mitos yang ada di curug cijalu kota subang ini. Oleh karena itu curug cijalu banyak sekali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Menikmati sensasi menginap ditengah hutan ditemani gemuruh suara aliran air curug cijalu yang menghantam bebantuan. Kawasan curug cijalu dibuka semenjak 1 september 1984, menurut penduduk sekitar kurang lebih dahulu poly rakyat tionghoa yang berkunjung kesini untuk berdoa mereka berpikir curug cijalu ini artinya daerah mandinya para bidadari.

Raissa Shafa Argyanti; Syakilla Putri Syahrani

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Dalam pembelajaran tari tentunya kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satunya melalui lagu cangkurileung, dari lagu tersebut penari diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan kreativitas gerak melalui lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lagu cangkurileung yang digunakan pada pengembangan kesenian tari. Saung Angklung Udjo adalah salah satu destinasi yang rutin melaksanakan pertunjukan Kesenian Sunda. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seni pertunjukan Saung Angklung Udjo dilihat dari aspek nilai budaya pariwisata, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan Saung Angklung Udjo adalah seni pertunjukan kesenian khas Jawa Barat yang berlatar belakang budaya Sunda, seperti wayang golek, haleran, tari topeng, calung, angklung, dengan alat musik tradisional, seperti calung dan angklung. Seni pertunjukan tersebut, menggambarkan seni tradisional yang memiliki daya tarik wisata dengan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya, yaitu nilai kehidupan manusia, nilai hubungan manusia dengan alam sekitar, nilai manusia dari aspek waktu, nilai manusia dari makna kerja dan amal perbuatan, serta nilai hubungan manusia dengan manusia yang lain. Maka dapat disimpulkan jika penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pengembangan tari untuk meningkatkan kreativitas ini cocok dalam pembelajaran tari, serta stimulus diyakini dapat meningkatkan kreativitas para penari di Saung Angklung Udjo. Saung Aklung Udjo melakukan pertunjukan secara teratur serta mewariskan budaya sunda kepada anak-anak dengan mendidik mereka untuk menguasai seni tradisi sunda dan angklung secara gratis. Anak-anak tersebut akan tampil dalam pertunjukan, diberi honor sehingga diberi bantuan biaya sekolah. Saung Angklung Udjo di dirikan sebagai upaya untuk menyatukan kecintaan kepada anak-anak, seni tradisional, flora dan fauna, alam, serta lingkungan menjadi suatu harmoni, yang nyaman dilihat, didengar, dan dirasakan.  

Kameda Delen

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) sebagai tulang punggung pariwisata di Bali. Bali adalah salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, menyumbang 43% dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2016. MICE merupakan sektor penting bagi pariwisata karena dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif, menggunakan data dari tinjauan pustaka dan wawancara dengan stakeholder industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi untuk menjadi destinasi MICE utama di Indonesia. Untuk meningkatkan potensi MICE di Bali, pemerintah dan stakeholder industri perlu bekerja sama untuk mengatasi hambatan tersebut dan mengembangkan strategi untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi MICE.

Syifa Alifia Putri; Mercynda Tshania

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Ruang terbuka hijau yang dikenal dengan adalah suatu kawasan yang terbentang melintasi jalan setapak dan/atau kawasan yang dikelompokkan berdasarkan kenampakan yang bersifat terbuka dan ditanami tanaman baik buatan (ditanam dengan sengaja) maupun yang tumbuh secara alami. Kota Jakarta khusus nya Jakarta Selatan memiliki potensi yang besar untuk pemanfaatan ruang terbuka tersebut. Salah satu nya ialah Tebet Eco Park yang baru-baru ini ramai diperbincangkan. Tidak hanya sebagai taman pada umum nya, Tebet Eco Park menjadi sebuah destinasi wisata, baik untuk masyarakat Jakarta maupun luar Jakarta. Pemanfaatan ruang terbuka hijau ini, memiliki banyak makna. Dan juga sebagai rencana pemerintah untuk mejadikan Kota Jakarta sebagai Kota Sehat.

Arnold Yudi Nanlohy; Dimas Pura Dedityatama

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tourism is indeed something that many people like, but a limited budget is the main reason for people not to go on a tour. Backpacking is a trip to a place without carrying burdensome items or a suitcase, making it easier to travel from one destination to another. Karimunjawa is one of the tourist destinations favored by the Jepara Regency Government and the Central Java Provincial Government. Still beautiful and preserved nature Karimunjawa is the main attraction. According to Tourist Visit Statistics Data by TIC Jepara (Jepara Tourism Information Center), in 2018 the number of tourists who came to visit Karimunjawa was 137,835 people. With details of 129,679 domestic tourists, and 8,156 foreign tourists. (TIC Jepara, 2018). With this backpacker method, it is hoped that it can become an alternative cheap travel method to increase tourists in Karimun Jawa after the pandemic.

Gede Wirata; I Made Dwiantara; Made Kunayanti; Abdul Gafur Ramdhoni; Komang Agoes Udayana Putra

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

 Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak ragam. Terdapat beberapa sektor penting yang berada di Indonesia seperti Sektor pertanian, pendidikan, pembagunaan, objek wisata, dan lainnya. Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia menawarkan ragam jenis dan tempat wisata. Salah satunya Wisata “Alas Pala” Sangeh. Wisata ini merupakan salah satu tempat yang menyediakan objek wisata berupa pemandangan alam yang indah yang merupakan salah satu habitat kera atu monyet yang ada di Bali. Disisi lain sampah merupakan suatu masalah yang membutuhkan penanganan yang benar dan sungguh- sungguh untuk menjaga kelestarian wisata “Alas Pala” Sangeh. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat selaku pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan pengetahuan dalam pemilahan sampah yang dibuang di tempat wisata “Alas Pala” Sangeh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat dan pengelola tempat wisata serta pemberian tempat sampah yang tepat di lokasi ini serta kegiatan bersih-bersih . Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dan pengelola menjadi paham tentang pemilahan sehingga lingkungan “Alas Pala” Sangeh” tetap terjaga dengan baik.  

Anak Agung Gede Raka; Ni Luh Putu Trisna Ermawati; Ida Ayu Agung Nusantari; Cokorda Alit Surya Prabawa; Nurul Savika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan pariwisata adalah sebuah usaha pembangunan pada sektor pariwisata yang dilakukan untuk lebih meningkatkan daya tarik sehingga mampu menarik wisatawan yang lebih banyak untuk mengunjungi wisata tersebut. Kegiatan promosi dan rebranding yang baik dalam usaha pengembangan pariwisata akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, mendongkrak pendapatan daerah tersebut serta membantu peningkatan dan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata terfavorit serta menjadi daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Obyek Wisata Sangeh adalah salah satu destinasi wisata yang kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Namun seiring berjalannya waktu, Obyek Wisata Sangeh mengalami penurunan pengunjung yang disebabkan oleh adanya image bahwa Sangeh memiliki monyet yang galak dan kerap kali menyerang wisatawan yang berkunjung dengan mengambil barang milik wisatawan serta tidak adanya pengawasan yang ketat dari pengelola obyek wisata menyebabkan para wisatawan ragu untuk berkunjung. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan rebranding pada Obyek Wisata Sangeh. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam proses rebranding diantaranya yaitu, menjadikan Obyek Wisata Sangeh menjadi obyek wisata yang edukatif, meningkatkan keamanan bagi pengunjung serta dengan meningkatkan upaya promosi. Upaya- upaya pengembangan yang dilakukan oleh pihak pengelola dan pemerintah, akan mendorong dan mempermudah tercapainya proses rebranding yang berusaha diterapkan. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pengunjung yang menjadi tujuan dari rebranding pun dapat tercapai.    

Dilandra Karimatun Nisa; Tomi Hendra

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Adapun latar belakang penulis ini ialah objek wisata Pantai Air Manis merupakan destinasi wisata alam yang terkenal dengan sejarah batu Malin Kundang. Banyak sekali spot foto kekinian yang dikombinasikan dengan keindahan alam yang membuat wisatawan baik di dalam negeri maupun dari mancanegara berkunjung ke Pantai tersebut. Padahal destinasi wisata Pantai Air Manis tidak menyediakan pemandu wisata. Hal inilah menjadi menarik peneliti untuk meneliti bagaimana Strategi yang digunakan oleh PSM dalam mempertahankan eksistensinya serta bagaimana hambatannya?. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui tahap penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data. sehingga dapat mengetahui bagaimana strategi komunikasi PSM, faktor penghambat dalam menerapkan strategi komunikasi dalam mempertahankan eksistensi objek wisata Pantai Air Manis Kota Padang. Hasil penelitian yang penulis temukan menunjukan bahwa Strategi komunikasi Staff Humas PERUMDA PSM dalam mempertahankan eksistensi Pantai Air Manis Kota Padang yaitu menggunakan strategi komunikasi tidak lansung dengan pemanfaatan instagram seperti (postingan foto dan video, hashtag,waktu postingan dan angelshoot foto/video) dan juga Layanan Pengaduan Pengunjung. Selain itu, sarana kegiatan promosi yang digunakan oleh staff humas PERUMDA PSM Pantai Air Manis Kota Padang yaitu memasang spanduk di area yang strategis dan mudah di lihat, kegiatan promosi dari mulut ke mulut dan melaksanakan event-event.  Adapun faktor penghambat terdapat dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Sandra Maleachi; Gracia Kilisya Tasmalia; Madeline , Madeline; Nadya Valerie; Holly Felisa +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Laporan Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu PKK Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka. Permasalahan yang dihadapi  pada daerah PKM  yakni:  pertama,  minimnya pengetahuan anggota PKK terhadap manfaat biji Nangka karena  selama ini anggota PKK tidak pernah mengolahnya dan dianggap limbah. Kedua,   minimnya kemampuan peserta PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana sosial media. Laporan PKM ini menjelaskan solusi atas minimnya keterampilan dalam pemanfaatan biji Nangka sebagai diversifikasi pangan, pemberian materi pemanfaatan biji nangka untuk ide bekal usaha, memberikan pelatihan pembuatan produk untuk memanfaatkan biji nangka, dan membantu mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan perjanjian dengan Kepala Desa Wisata Bantaragung, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, membuat kartu resep, mempersiapkan alat dan bahan, dan mempersiapkan buah tangan untuk peserta. Jalannya kegiatan PkM sangat baik dan lancar sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.