Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 41-51 of 51

Analytics

Lussy Putri Khadijah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stres dan kecemasan adalah masalah psikologis yang umum ditemukan di masyarakat. Terapi musik adalah metode pengobatan yang menggunakan musik sebagai alat untuk mengurangi stres dan kecemasan. Beberapa teori telah diajukan sebagai dasar penggunaan terapi musik, seperti teori Gestalt dan teori kognitif-behavioral, yang menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu meredakan kecemasan dan stres dengan memanipulasi persepsi individu terhadap lingkungan sekitarnya dan mengubah pola pikir individu melalui pengalaman mendengarkan musik yang menenangkan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan terapi musik efektif mengurangi stres dan kecemasan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Abdul Gofir pada tahun 2017-2021 menemukan bahwa terapi musik berhasil menurunkan tekanan darah pada pasien stroke. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitas terapi musik secara lebih empiris dan memperjelas mekanisme yang terlibat dalam pengurangan stres dan kecemasan yang dilakukan oleh terapi musik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya terapi musik sebagai alternatif pengobatan yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan serta perlunya lebih banyak penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang efektivitas dan mekanisme terapi musik.  

Novitasari Novitasari; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Lansia yang tinggal di panti werdha merasa jauh dari keluarga dan harus beradaptasi dengan lingkungan panti, lansia yang tidak dapat beradaptasi menyebabkan masalah pada fungsi mental lansia seperti stres, upaya untuk mengurangi tingkat stres dengan terapi musik religi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik religi terhadap penurunan tingkat stress pada lansia di Panti Werdha LKS LU Beringin Hutuo Limboto. Desain penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dengan one group pre post test design. Sampel sejumlah 30 lansia di Panti Werdha LKS LU Beringin Hutuo Limboto yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat stres sebelum terapi musik religi adalah 18.87 dan rata-rata tingkat stres sesudah diberikan terapi musik religi adalah 11,13, hasil uji t-tes berpasangan diperoleh nilai p-value 0,000 (< α 0,05) artinya ada pengaruh terapi musik religi pada lansia di Panti Werdha LKS LU Beringin Hutuo Limboto. Musik religi dapat menekan pelepasan hormon stres yang menyebabkan lansia menjadi lebih rileks dan bahagia sehingga terjadi penurunan tingkat stres. Maka dari itu, ada pengaruh terapi musik religi pada lansia Panti Werdha LKS LU Beringin Hutuo Limboto.  

Anita Yunika Gobel; Firmawati Firmawati; Andi Akifa Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stres merupakan reaksi seseorang baik fisik maupun emosional apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Salah satu teknik non-farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan stres yaitu dengan terapi musik karena penggunaan terapi musik dapat mengaktifkan syaraf menjadi rileks sehingga dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi tenang dan perasaan menjadi nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat stres dimasa pandemi covid-19. Desain penelitian one group pre test and post test design menggunakan metode kuantitatif eksperimen. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan tingkat stres sebelum dilakukan terapi musik mayoritas stres sedang dan setelah dilakukan terapi musik berubah menjadi mayoritas stres ringan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah dilkukan terapi musik. Disarankan kepada masyarakat dapat menjadikan terapi ini sebagai alternatif untuk menurunkan tingkat stres di masa pandemi covid-19.    

Margiyati, Margiyati; Bahtiar Dwi Cahyo

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Masa remaja merupakan usia rentan karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki banyak idealisme, sehingga banyak remaja mengalami kecemasan dan kegelisahan yang cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dapat menjadi stresor baru bagi remaja karena dituntut untuk beradaptasi dengan permasalahan baru yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang bermanfaat untuk relaksasi sehingga kecemasan dapat menurun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang dipakai dalam studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria remaja usia 10-19 tahun, mengalami kecemasan sedang (10-14), serta dapat mendengar dengan baik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS 42, musik klasik dan pop, serta headphone. Terapi musik dilakukan selama 20 menit dalam 6 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan setelah terapi subyek I mengalami penurunan kecemasan skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 9 (kecemasan ringan) dan Subyek II mengalami penurunan kecemasan dari skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak mengalami cemas). Tingkat kemandirian kedua subyek meningkat dari tingkat kemandirian I menjadi III. Terapi musik disimpulkan menjadi teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan direkomendasikan untuk menurunkan kecemasan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Nur Sholiha Rositayani; Samuel Sebastian Tamba

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Adolescence is a period of transition or transition due to biological and psychological growth, development, and changes. Biological changes are marked by the growth and development of primary sex, while psychological changes are characterized by changes in attitudes, feelings, and emotions. This transitional period is dubbed a period full of storms and stress, because it causes emotional upheaval, anxiety, and discomfort because the teenager is required to adapt and accept all the changes that occur. The role of nurses that can be used is to provide complementary therapies, namely a combination of aromatherapy and music therapy in reducing anxiety during online learning. The method in this study is a quasi-experimental design with a pre-post test with control group. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 60 respondents. The treatment was given in 4 sessions for 4 weeks. The treatment given is a combination of aromatherapy and music therapy. The measuring instrument used is the RCMAS anxiety instrument. The results of this study showed the effect of giving a combination of aromatherapy and music therapy on adolescent anxiety levels during online learning during the covid-19 pandemic (p <0.05). The results of the study are recommended to be able to reduce anxiety in adolescents during online learning during the covid-19 period.    

Luluk Cahyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

A common disease experienced by the elderly is hypertension. Cases of hypertension in Demak are quite high, one of them is in Mranggen village. This reality proves that many people still ignore hypertension. Because there are sufferers who feel no symptoms and there are symptoms such as headaches, weakness, fatigue, shortness of breath and blurred vision. If not treated immediately it will cause complications such as kidney failure, stroke, coronary heart disease and retinopathy. It is of course important to make efforts to control blood pressure. A combination of non-pharmacological management of deep breathing exercise and religious music is one of the efforts that can be made. The purpose of this study was to describe the administration of a combination of deep breathing exercise and religious music therapy to the blood pressure of elderly hypertensive patients. This research uses descriptive case study research with a nursing care process approach.The number of samples is 2 respondents, with the criteria of elderly clients who have hypertension, clients who do not take medication during hypertension in order to determine the effectiveness of the action, clients who can communicate well, and clients who are willing to be respondents. Deep breathing exercises and religious music are carried out once a day for 3 days in 1 week with a duration of 15 minutes. Blood pressure measurement using a sphygmomanometer and stethoscope. Blood pressure measurements were taken before and after the procedure. The results showed that the blood pressure of respondent 1 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes, the blood pressure on the first day before receiving therapy was 160/70 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure became 150/60 mm Hg. In respondent 2 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes the blood pressure on the first day before receiving therapy was 179/80 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure was 156/70 mmHg .

Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Merci Grisen Latuihamallo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir. Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia, tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis, aspek psikologi, aspek sosial budaya dan aspek spiritual yang berpotensi memunculkan masalah kesehatan, dimana salah satunya adalah terjadinya kecemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik rohani Kristen terhadap tingkat kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dengan desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group. Tekhnik sampling total sampling didapatkan 30 responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan sop musik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan Pada Kelompok Kontrol didapatkan nilai p-value sebesar 0,115 atau p > 0,05 menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kecemasan pada Pre Test dan Post Test Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value 0,005 ini menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney nilai rata-rata didapatkan p = 0,000 atau p < 0,05 menunjukan ada pengaruh. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh terapi musik rohani kristen terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Inakaka Provinsi Maluku.

Sari, Novita Wulan; Anggarawati, Tuti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Peningkatan usia harapan hidup pada lansia mengindikasikan terjadinya masalah berbagai kesehatan, diantaranya masalah biologis, psikologis dan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan seorang lansia lebih rentan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan tidur . Gangguan tidur yang paling sering ditemukan pada lansia adalah  insomnia. Salah satu tindakan komplementer yang dapat dilakukan perawat untuk menangani insomnia adalah dengan terapi musik gamelan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh terapi musik gamelan terhadap derajat insomnia pada lansia. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=12) dan kontrol (n=12). Bentuk intervensi berupa pemberian terapi musik gamelan sebanyak 8 kali selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan adalah KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta-Insomnia Rating Scale). Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran derajat insomnia pada kelompok intervensi memiliki mean pre test 20 (derajat ringan) dan post test 18 (tidak ada keluhan insomnia). Hasil analisis dengan uji independent t pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,002 yang artinya ada perbedaan signifikan antara pre dan post test (p<?, ?=0,05). Hasil yang berbeda diperoleh pada kelompok kontrol yaitu nilai mean pre test 22 (insomnia ringan) dan post test 22 (insomnia ringan,) nilai p=0,310 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara derajat insomniai pre dan post test (p> ?, ?=0,05). Hasil penelitian membuktikan terapi musik gamelan berpengaruh terhadap penurunan derajat insomnia pada lansia. Saran : terapi musik gamelan digunakan sebagai intervensi keperawatan pada lansia yang mengalami insomnia.

Ns. Ainnur Rahmanti; Rani Pratiwi

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anxiety is a normal adaptive response to stress due to surgery. Anxiety caused by fear of pain, fear of physical changes and not functioning normally after surgery, one of the ways to overcome it is with relaxation and distraction techniques, namely with religious music therapy. The purpose of this case study was to describe the application of religious music therapy "Demi Masa" to decrease the anxiety level of preoperative patients with regional sub arachnoid anesthesia blocks in hospitals in the surgical room of RSUD K.R. Wongsonegoro Semarang. This study belongs to descriptive using a case study approach. Subjects in this study were appendicitis patients who would undergo surgery with sub-arachonoid block regional anesthesia, willing to be respondents aged 20-40 years, still cooperative, level of anxiety from mild 14 - 20 to moderate 21-27, like religious music, Muslim. Analysis of anxiety level was carried out descriptively and measured based on anxiety scale without rating scale for anxiety. The results of the analysis showed that there was a decrease in the level of anxiety after the intervention. In subject I moderate anxiety (score 25) became low anxiety (score 15) and low subject II anxiety (score 15) became no anxiety (score 9). In conclusion, this study recommends nurses can apply religious music therapy "Demi Masa" to reduce the patient's anxiety level preoperatively.

Kodir Kodir; Margiyati Margiyati; Tria Friska Ningrum; Dita Amalia

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Old age is a final stage in the span of human life. Health problems that are often found in the elderly, one of which is psychological disorders, namely anxiety, depression, readiness. These psychological disorders usually cause the emergence of sleep disorders, namely insomnia. Insomnia has an impact on physical effects, namely fatigue and muscle pain. The combination of progressive relaxation techniques and keroncong music is a non-pharmacological therapy given to clients by tensing certain muscles and then relaxing chili sauce accompanied by keroncong music. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of progressive relaxation therapy and keroncong music on insomnia in the elderly at the Setya Manunggal III Posyandu, Semarang Regency. This type of research is a quasi-experimental approach with a one group pre-post-test design without control approach. The population of the study was the active elderly who were registered at the Setya Manunggal III Posyandu Lansia as many as 33 elderly. The research sample was determined by purposive sampling by taking into account certain criteria, namely: 1) the elderly who were registered at the Setyamanunggal III Posyandu, 2) aged 60-74 years. 3) Does not experience limitations or paralysis of limbs 4) Likes keroncong music. The exclusion criteria set included: 1) Elderly people with dementia 2) Elderly people who received medication to help sleep/anti-depressants/sedatives 3) Elderly people with total hearing loss. Insomnia measuring instrument using the KSBPJ Questionnaire. The results showed that there was an effect of Combination of Progressive Relaxation Therapy and Keroncong Music on insomnia in the elderly with a t value of 16,142 > t table.

Eka Yuninda Lutfiani; Tuti Anggarawati

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depression is one form of psychiatric disorders in nature of feeling (affective or disorder) is characterized by melancholy, lethargy, feeling of no use, and despair. A nursing action that needs to be administered to patients with depression disorder with the provision of music therapy. Music therapy is a therapy that can improve the effects of analgesics, comfort effects that can reduce depression. Musik used with dangdut music fast rhythm. The purpose of this case study illustrates the changes in depression levels before and after the dangdut music therapy performed rapidly in the space Gatot Kaca RSJD Dr. Amino Gondhohutomo. This type of research is descriptive by using case study approach method. Subyek in this case study were two patients with mild to moderate depression, 18 to 20 years og age, and like dangdut music. Analysis was done descriptively and measured using an HRS-D scale assessment. The result of analysis after the music therapy dangdut fast rhythm for 4 times on subjects I and subjects II, showed that the occurrence of decreased depression rate with subjects I score 13 (mild depression) to 6 (normal) and subjects II 16 (moderate depression) to 12 (mild depression). Recommendations for nurse may continue nursing actions to lower dep levels.