SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 561-580 of 602

Analytics

Hasrini Hasrini; Pariati Pariati; Zulkarnain Zulkarnain; Amirah Maritsa; Zahrawi Astrie Ahkam

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Knowledge of how to maintain proper dental health will greatly Affects theincidence of dental caries, brushing and rinsing teeth - gargling is one of the behaviors to maintain oral hygiene. behavior based on correct knowledge will last longer than behavior that is not based on knowledge, an effort to increase knowledge is through health education. Online media is one of the educational media to increase knowledge of dental and oral health. The type of research in this study is a comparative analysis or "causal-comparative". The sampling technique which was used is the quota sampling based on 100 people in Puskesmas Minasa Upa as the research location.The research variable was the online media instagram in increasing knowledge of caries. The statistical analysis which was used is the T-test to show the relationship of Instagram in increasing the knowledge.The result shows that there is a role for education through online media in increasing the knowledge of cavities.  

Sukatmo Sukatmo

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Bahasa Indonesia adalah jati diri sekaligus identitas bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia memegang peranan penting pada semua aspek kehidupan. Saat ini adalah generasi milenial, masa adanya peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media dan teknologi digital. Hal tersebut berdampak pada perkembangan bahasa Indonesia, keadaan yang ada sekarang adalah fungsi bahasa Indonesia mulai digantikan atau tergeser oleh bahasa asing dan adanya perilaku yang cenderung menyelipkan istilah bahasa asing. Padahal padanan dalam bahasa Indonesianya ada, dikarenakan sikap yang menyakini bahwa akan terlihat modern, dan terpelajar dan dengan alasan mempermudah komunikasi di era milenial. Istilah generasi Milenial dewasa ini sedang viral, khususnya di media sosial. Netizen (warganet) sering menyebutnya dengan kids jaman now. Generasi ini hadir sebagai bentuk diferensiasi antara generasi zaman dulu yang eksis di tahun 90-an dengan generasi yang sedang eksis di zaman sekarang. Dari segia usia, bisa dikatakan generasi milenial adalah mereka yang saat ini berada pada rentang umur 15-30 tahun. Bahasa meliputi ungkapan, pengucapan kata, dan kontruksi yang telah dipakai dalam jangka waktu yang lama. Ungkapan, pilihan kata, dan konstruksi itu dipilih oleh penutur dari generasi yang berbeda dengan frekuensi yang berbeda pula. Bahkan, ada ada bagian bahasa lebih-lebih pada tataran leksikal dan sintaksis, yang dirasakan berbeda oleh para penutur yang “modern” dengan yang “kuno”.

Elita Tanujaya Julianto

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh strategi promosi melalui sosial media dan citra sebuah merek terhadap minat beli konsumen, pengaruh langsung media sosial serta minat beli terhadap keputusan pembelian konsumen, serta pengaruh secara tidak langsung media sosial terhadap keputusan pembelian sepatu lokal “Sepatu Compass” melalui minat beli konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei yang disebarkan secara online kepada 115 masyarakat yang berdomisili di Jabodetabek dan pernah melakukan pembelian Sepatu Compass. Metode penelitian yang digunakan yaitu Analisis Jalur. Hasil menunjukan bahwa strategi pemasaran media sosial berpengaruh terhadap minat beli konsumen Sepatu Compass, citra merek berpengaruh terhadap minat beli konsumen Sepatu Compass, minat beli berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Sepatu Compass, strategi pemasaran media sosial tidak berpengaruh  terhadap keputusan pembelian produk Sepatu Compass, citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Sepatu Compass, strategi pemasaran media sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui minat beli konsumen Sepatu Compass, dan citra merek tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian melalui minat beli konsumen Sepatu Compass.

Shohibul Hidayah; Rahmat Fadillah; Shidiq Abdul Basith; Yusuf Surya Fadillah; Komarudin, Komarudin +1 more

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam berkomunikasi diperlukan adanya interaksi. Interaksi merupakan sebuah bentuk timbal balik antar makhluk sosial untuk mengetahui pesan yang disampaikan. Berinteraksi tidak hanya saling berbicara saja melainkan bagaimana bisa menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Didalam islam, setiap perilaku atau perbuatan harus berlandaskan dengan tauhid, sehingga akan tercipta suatu hubungan interaksi sosial yang baik dan bermoral sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Interaksi bukan berarti dapat dilakukan dalam menyampaikan perkataan saja, tapi bagaimana bisa kita terapkan dalam kehidupan. Interaksi tidak akan terjadi apabila tanpa adanya pemicu atau sebab terjadinya interaksi sosial itu sendiri. Dalam berinteraksi tidak ada batasan baik itu suku, ras, agama, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya semua akan saling bernteraksi dan saling membutuhkan. Terlebih lagi berinteraksi bisa dengan menggunakan media sosial, tergantung bagaimana cara kita bisa memanfaatkan media sosial itu dengan sabaik-baiknya. Media sosial bisa menjadi bermanfaat apabila dipergunakan dengan baik dan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada sesuai dengan ajaran islam, namun media sosial juga bisa menjadi penghancur apabila tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Media sosial bisa kita gunakan untuk berinteraksi dari jarak jauh seperti menghubugi kerabat yang ada di kampung atau berinteraksi dengan orang-orang baru untuk menambah koneksi dan lain sebagainya.  

Veronika, Prima; Waluyo, Budi; Fitriana, Tya Resta

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The purpose of this community service activity is to implement language politeness by using Javanese uploads according to the right situation and context on social media. The methods used include expository, discussion, modeling and observation. The results of the service show that there are still many teenagers today who are reluctant to use Javanese to communicate in the virtual world and the real world. Some teenagers also still feel shy when invited to communicate using Javanese. The service team tried to invite participants to do hands-on practice using the modeling method. Participants are invited to interact using good and correct Javanese according to the level of speech and the interlocutor. The communication carried out is conveying information, opinions, suggestions, criticisms that are often done in the virtual world and the real world.

Intan Oktavia Barnasari; Lucyana Hendrika; Dyah Khairunisa Fadhillah; Nanda Ayu Lestari; Yayat Suharyat

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Jurnalisme islam  adalah suatu aktivitas dalam memberikan pesan berbentuk penyampaian untuk masyarakat lewat saluran media sosial. Platform digital atau biasa disebut media sosial diciptakan untuk memudahkan masyarakat atau publik untuk berkomunikasi dalam jarak jauh. Namun, karena penggunaan media sosial  terlalu  banyak  dan  sudah menjadi salah  satu kebutuhan masyarakat jadi menimbulkan masalah baru bagi masyarakat umum.Masyarakat sangat mudah dan cepat percaya pada suatu informasi tanpa melakukan pengecekan informasi yang diterima. Jurnalisme islam  menyampaikan beberapa objek  mengenai jurnalistik dalam era media sosial.                               

Ervina Arianita; Fatma Dwi Aini

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan di Indonesia. Bahasa Indonesia bertujuan untuk mempersatukan dan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi antarsuku daerah, karena di Indonesia memiliki banyak ragam bahasa yang berbeda. Oleh karena itu bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Bahasa juga merupakan alat penghubung bagi kita dalam kegiatan sehari-hari. Karena manusia termasuk makhluk sosial yang selalu berkomunikasi dengan makhluk sosial lainnya. Saat ini di era modern yang perkembangan teknologi informasinya sangat luas kita bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Dengan berbagai macam alat komunikasi saat ini yang bisa disampaikan melalui lisan maupun tulisan kita bisa berhubungan dengan orang lain. Dan dalam penggunaan bahasa untuk berkomunikasi secara tulisan di media sosial, kita memiliki tujuan yang berbeda - beda. Dengan komukasi kita dapat menyampaikan apa yang di rasakan, dipikirkan dan apa saja yang kita pandang agar dilihat oleh orang lain. Dalam pembahasan ini “Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Kalangan Muda di Media Sosial Instagram” banyak sekali pengguna di media sosial tidak menggunakan bahasa yang sesuai dengan  KBBI.   Tidak sedikit yang menimbulkan kesalahan arti dari bahasa tersebut. Tujuan dari pembuatan artikel ilmiah ini untuk menganalisa dan meneliti seberapa banyak masyarakat pengguna media sosial terutama di Intagram yang masih salah dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Salsa Fitri Noviani; Hernawati Hernawati

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada pembahasan ini yang melatarbelakangi kami tertarik untuk membuat penelitian ini karena bahasa yang digunakan di media sosial ini cenderung menggunakan kata-kata yang gaul dan tidak baku yang dipengaruhi oleh budaya, bahasa daerah, serta serapan bahasa dari media sosial lainnya, maka dari itu diadakannya penelitian ini agar memberikan informasi kepada orang-orang khususnya pada remaja untuk mulai menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Indonesia di media sosial. Data diperoleh dari status, cerita, maupun percakapan dikolom komentar pada twitter dan instagram yang diambil secara acak.

Lydia Karunia Susanti

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Pembatasan gerakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi tertekan sehingga masyarakat menahan belanjanya. Sektor UMKM mengalami dampak parah kemerosotan pendapatan dan omset. Ditemukan beberapa temuan sektor yang justru meraih keuntungan selama masa pandemi yakni sektor-sektor yang menerapkan pemasaran berbasis online menggunakan media sosial untuk tetap bisa berkomunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan pemasaran kepada konsumen. Instagram menjadi salah satu pilihan platform media sosial yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Hal tersebut dipandang menjadi peluang baik bagi UKM Heyho Barbeque yang bergerak dalam penyedia jasa kuliner untuk menjalankan strategi pemasaran online menggunakan media sosial Instagram dengan menyajikan konten pemasaran yang kreatif dan menarik bagi calon pembeli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara social media marketing content, brand awareness, yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan niat beli konsumen di masa Covid-19. Metode non random sampling dengan kuota menggunakan kuesioner, jumlah sampel sebanyak 76 responden mendasarkan skala Likert 7 poin. PLS digunakan untuk menguji signifikansi statistik koefisien jalur. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa social media marketing content berhubungan positif dengan customer behaviour dan niat beli konsumen di masa pandemi COVID-19.

Nadila Putri Saharani; Julia Indah Islami; Ella Nurul Fauzi; Citra Dewi Lestari; Amanda Maharani +1 more

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah satu jenis media sosial memiliki pengaruh yang lebih besar pada kehidupan umat Islam dan masyarakat saat ini. Sementara surat kabar, radio, televisi, telegram, dan alat sederhana lainnya digunakan di masa lalu untuk media sosial, teknologi modern telah menyederhanakan Hasil yang paling mengerikan adalah, sesuai dengan hukum, ajaran, dan norma agama yang berlaku, media sosial kemungkinan akan berkembang menjadi alat untuk memobilisasi berbagai ide yang sangat tidak relevan dan mengganggu tatanan kehidupan. Akibatnya, kita perlu mempelajari lebih lanjut batasan-batasan yang harus ditetapkan media sosial agar umat Islam dan masyarakat tidak semakin terjerumus ke dalam provokasi, ambiguitas, dan segala hal lain yang merusak moralitas dan opini publik.

Anastasia Romatua; Zaili Rusli

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Upaya DPMPTSP dalam meningkatkan investasi di Kota Dumai, (2) Strategi promosi investasi di Kota Dumai di masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Informan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Upaya DPMPTSP dalam meningkatkan investasi di Kota Dumai adalah dengan melakukan strategi dan inovasi dalam hal peningkatan kualitas perencanaan investasi, peningkatan kualitas iklim investasi, peningkatan kualitas kerja sama, peningkatan efektivitas promosi, peningkatan kualitas layanan serta peningkatan kualitas pengendalian pelaksanaan investasi (2) Strategi promosi investasi yang dilakukan DPMPTSP Dumai masa Pandemi Covid-19 adalah Image Marketing, Attraction Marketing, Infrastructure Marketing, People Marketing. Program terbaru selalu tayangkan perepisode di media sosial berupa instagram dan Youtube DPMPTSP.

Zenny Oktamia Rachman; Sonny Subroto Maheri; Beny Mahyudi Saputra

Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Meningkatnya perkembangan  Pendidikan di Indonesia, membuat persaingan bisnis di bidang Pendidikan semakin ketat, Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya peluang untuk mendirikan Lembaga Pendidikan sebagai wadah pembelajaran bagi setiap orang yang membutuhkan. Semakin banyak Lembaga Pendidikan yang berdiri menuntut manajemen lebih cerdik dalam menentukan strategi pemasaran agar dapat memenangkan persaingan yang dihadapi. Hal ini yang melatar belakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi promosi pemasaran yang diterapkan oleh Kind English Course. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan menggunakan tiga Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian yang sudah dilakukan penulis menunjukan bahwa strategi promosi pemasaran lembaga kursus Kind English Course adalah 1. Strategi pemasaran offline yaitu penyebaran brosur-brosur, pengajuan proposal ke lembaga-lembaga lain seperti sekolah dan dari mulut ke mulut (word of mouth). 2. Strategi pemasaran online yaitu dengan memanfaatkan media online yang ada seperti search engine yang meliputi google dan media sosial seperti instagram, facebook, Tik tok dan whatsapp. 3. Strategi pemasaran dengan word of mouth dan kualitas pelayanan dengan  membatasi jumlah murid dalam kelas di lembaga kursus Kind English Course dapat menambah konsumen di setiap tahunnnya.

Sagita, Gita; Raphael Wijaya, Zeffanya

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Pandemi covid-19 telah menghadirkan berbagai tantangan khususnya bagi pelaku UMKM. Pergeseran cara melakukan pemasaran offline ke online nampaknya memaksa UMKM untuk dapat mengikuti perubahan tersebut. Saat ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM baru sekitar delapan juta pelaku usaha atau 13% dari seluruh UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam bisnisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan digital marketing yang dilakukan oleh Bakmi Tando 07 dan apa kendala yang dihadapi saat menerapkan digital marketing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan observasi terhadap pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan digital marketing dilakukan dengan memposting produk di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan status Whatsaap. Selain itu juga membangun kemitraan dengan Go-Food, Grab-Food, dan Shopee-Food untuk menambah platform pemasaran produk secara digital dan kemudahan dalam pesan-antar makanan. Kendala yang dihadapi dalam menerapkan digital marketing adalah koneksi internet yang tidak stabil, keterlambatan dalam pengiriman, serta masalah internal karena kurangnya SDM akibat pesanan yang banyak karena promosi di media sosial.

Ito Marjuki Yuliyanto; Aris Toening Winarni

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

  Dampak Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh dunia tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat adalah kerentanan ekonomi, terutama kelompok miskin dan terpinggirkan. Prediksi sebuah studi menunjukkan bahwa angka kemiskinan akan meningkat akibat Covid-19 dan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi nasional. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang terjadi saat ini merupakan permasalahan dunia. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai Pandemi Global oleh WHO. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat pada program Gubernur Jawa Tengah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemerintah Jawa Tengah telah menguarkan program Jogo Tonggo dalam menangani wabah Covid-19, namun faktanya hingga saat ini permasalahan belum terselesaikan dengan baik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan peran serta masyarakat terhadab bahaya wabah Covid-19, sehingga dibutuhkan beberapa tindakan seperti peningkatan kualitas anggota Jogo Tonggo, adanya evaluasi dan pemilihan media sosial.

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Muhammad Fahreza Alfa Sina Mustof; Ahmad R. Pratama

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan COVID-19 pandemi di awal 2020, dan itu tiba di Indonesia pada Maret 2020. Tidak semua orang di dunia, termasuk Indonesia, memandang pandemi dalam cara yang sama. Menganalisis postingan Facebook Covid-19 adalah cara yang baik untuk mengukur opini publik tentang pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sentimen publik di Indonesia terkait wabah penyakit Covid19 dengan menganalisis reaksi terhadap Postingan Facebook, terutama yang berasal dari yang terverifikasi rekening pemerintah, yang akan dibandingkan dengan akun dari portal berita. Dengan bantuan CrowdTangle, 1211 postingan Facebook yang berisi kata "wabah covid-19" dari 10 pemerintah pejabat dan 10 portal berita dikumpulkan antara 21 Januari 2020, dan 21 Januari 2021, untuk ini belajar. Boxplot dan visualisasi cloud kata, sebagai serta uji statistik, digunakan untuk mengkonfirmasi sentimen yang berbeda dalam posting oleh berbagai jenis akun, serta reaksi publik yang berbeda. Postingan dari pejabat pemerintah, di sisi lain, cenderung menjadi lebih positif, sedangkan posting dari portal berita cenderung lebih negatif. Selanjutnya, posting oleh pejabat pemerintah cenderung menerima lebih positif reaksi, terlepas dari sentimen mereka, dibandingkan dengan posting oleh portal berita, yang menerima berbagai reaksi publik tergantung pada sentimen.

Neli Aprila Yunandi; Muhamad Dadih Hidayat; Diky Nurjaman; Ahmad Muiz Rahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa Besari. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi dan kritik sosial yang disampaikan Fiersa Besari dalam isi puisi yang dia ciptakan. Permalasahan sosial kian menjamur setelah bebasnya berekspresi lewat media sosial.Hal ini tentunya memberikan pengaruh terhadap anak muda milenial pada saat ini, yang lebih lama menghabiskan waktunya untuk bermain di media sosial ketimbang bermain dan berinteraksi langsung dengan orang-orang di  sekitarnya. Kritik membangun sangat penting untuk diberikan pada anak muda Milenial saat ini, untuk itu Fiersa Besari hadir dengan puisinya yang berjudul "Salahkan Melangkah" dengan gayanya yang cocok dengan anak muda milenial penulis pun tertarik untuk menganalisis kritik dan makna sosial yang ada di dalamnya karena sangat cocok dengan keadaan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah puisi karya fiersa besari yang berjudul "Salahkan Melangkah". kondisi dan kritik sosial dalam puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa besari menggambarkan secara jelas dan nyata permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat. Dalam isi puisinya itu, Fiersa tidak hanya menggambarkan keadaan sosial remaja saja tetapi permasalahan yang terjadi pada hampir seluruh kalangan masyarakat. Kritik dalam isi puisi Fiersa setidaknya dapat menjadi nasehat bagi semua kalangan masyarakat agar selalu menjaga dan mengontrol sikap dan perilaku diri kita semuanya.

Mohd. Yusuf DM; Vivi Yola; Destin Maiharani; Egi Dwi

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ketika berselancar di dunia digital, Anda perlu berhati-hati dengan rasa nyaman di media sosial. Cyber crime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena memanfaatkan teknologi internet. Sejalan dengan kemajuan teknologi infomasi, telah muncul beberapa kejahatan yang sering dipersesikan sebagai kejahatan yang dilakukan dalam ruang atau wilayah siber. Rusbagio Ishak, Kadit Serse Polda Jateng megatakan, cyber crime ini potensial meimbulkan kerugiann pada beberapa bidang: politik, ekonomi, social budaya. Cyber crime adalah berbagai macam akses ilegal terhadap suatu transmisi data. Dengan kata lain, kejahatan siber merupakan aktivitas yang tidak sah pada suatu sistem komputer atau masuk dalam kategori tindak kejahatan di dunia maya. Sasaran kejahatan siber ini adalah komputer yang terhubung ke jaringan internet. Cyber crime dilakukan dengan beragam tujuan. Mulai dari iseng mengetes kemampuan hacking, hingga kejahatan serius yang bisa merugikan korbannya secara finansial. Salah satu kejahatan siber yang marak terjadi di Indonesia adalah social engineering attack atau rekayasa sosial. Social engineering merupakan teknik manipulasi yang memanfaatkan kesalahan manusia untuk mendapatkan akses informasi pribadi atau data berharga.    

Era Purike; Astriana Baiti; Nur Azizah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Saat ini pengguna internet dan media sosial di Indonesia tumbuh pesat. Jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan media daring untuk mensosialisasikan beberapa kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sikap dari para pengguna media sosial terhadap komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui kanal media daring milik pemerintah maupun kanal berita media daring. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner penetlitian kepada pengguna media sosial yang berusia 17-60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,7% responden menyatakan informasi yang diberikan oleh pemerintah kadang-kadang memberikan perubahan sikap, sementara 36,4% responden menyatakan bahwa informasi yang disampaikan membawa perubahan sikap pada diri mereka, dan 15,9% menyatakan informasi yang disampaikan tidak merubah sikap apapun bagi mereka. Hal yang menarik lainnya adalah 91,4% responden menyatakan bahwa mereka mengikuti komunikasi politik pemerintah yang dibagikan di media daring maupun media sosial. Sedangkan sisanya (8,6%) menyatakan bahwa mereka tidak mengikuti informasi terkait kebijakan pemerintah yang dibagikan di media daring maupun media sosial. Namun responden menilai bahwa pemerintah belum dapat memaksimalkan komunikasi politik melalui media sosial yang dimiliki oleh pemerintah, dimana bahasa penyampaian informasi yang digunakan kurang sesuai dengan tingkat literasi pengguna media sosial, informasi yang disampaikan kurang menarik dan kurang informatif bagi pengguna media sosial, kurangnya unsur edukasi di informasi yang disampaikan oleh pemerintah dan minimnya saluran penyampain keluhan di media daring atau media sosial yang dimiliki oleh pemerintah.  Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi dari pemerintah untuk membenahi komunikasi yang dilakukan melalui media daring dan media sosial milik pemerintah.

Lia Siti Juleha; Anggar Riskinanto; Annisah Syairah; Aryana Dwi S; Oktaviani Puji Lestari +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan tahun ini berfokus dalam membantu masyarakat terutama generasi muda Indonesia pada usia 15-30 tahun untuk menyelesaikan permasalahan mengenai kesehatan mental. Adapun masalah-masalah itu dapat berupa depresi, trauma, stress, dan lain sebagainya. Dengan adanya pandemi covid - 19, program PKM dapat dilaksanakan dengan berbasis pada jaringan internet (internet-based). Kami berfokus pada 2 media sosial yang paling berpengaruh dengan pengguna usia 15-30 tahun terbanyak di wilayah Indonesia yaitu Twitter dan Instagram. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahap yang meliputi: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, serta tahap refleksi. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaksanaan kegiatan edukasi dan konseling kesehatan mental yang dilakukan menggunakan metode dua arah. Terdapat interaksi antara kelompok subjek sasaran promosi (mitra) dan penyuluh (psikolog klinis) sehingga muncul sikap aktif dan interaktif. MENFESS (Mental Health Confession) menyediakan suatu akun pengguna dimana para followers atau pengikutnya memiliki tempat untuk bercerita dan mengedukasi para komunitas yang peduli dengan kesehatan mentalnya.