Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 541-559 of 559

Analytics

A.H, Pranoto,; Yudhawati , Yudhawati; Putu .S, Ni Luh

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Stroke is a cardiovascular disease that is most commonly found in society, especially in Indonesia. Stroke sufferers need support from people around them, especially family, who are needed to serve sufferers so they don't lead to depression. Family support consists of information support, service support, instrumental support and emotional support so that it is hoped that the family can help the patient's needs so that the patient can lead to an independent direction. Method: This scientific paper uses a descriptive method with a quantitative approach using a measuring instrument in the form of a questionnaire. The population in this study was the elderly with stroke in the working area of ??the UPTD Kesmas I Gianyar with 36 samples. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Results: 10 respondents or 27.8% had good family support, 14 respondents or 38.9% had sufficient family support and finally 12 respondents or 33.3% had less family support. Conclusion: Most of the respondents received family support in the adequate range and were asked to provide greater support to improve the quality of life of the elderly. It is hoped that further researchers will be able to develop research related to family support elderly people with stroke at the  UPTD  Kesmas Sukawati I districts Gianyar  

Agustini, Ni Komang Putri; Putra, Kadek Agus Dwija

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: The world's elderly population reached 13.4% in 2013 and is predicted to increase to 25.3% in 2050. The prevalence of high uric acid levels in the elderly in Indonesia reaches 11.9%, high blood sugar levels reach 35.3. %, and high cholesterol levels as much as 10%. This study aims to determine the level of uric acid, blood sugar and cholesterol in the elderly. Methods: This study used a descriptive analytic design with a cross sectional approach. The research sample used was the elderly aged ? 60 years and over by using the simple random sampling technique in Banjar Dinas Kutuh Kelod, Kerambitan, Tabanan. Data collection was carried out from 7 to 8 June 2020 by means of face-to-face interviews using questionnaire guidelines for respondent characteristics data, and direct examination of uric acid, blood sugar and cholesterol levels using Easy Touch GCU. The data obtained were analyzed using the univariate spss application. Results: Based on univariate analysis, it was found that most of the respondents were 13.2% aged 60 and 69 years, 55.3% were female, 65.8% at the primary education level (SD), and 39.5% worked as farmers. In the bivariate analysis, it was found that most of the respondents or 55.3% had abnormal uric acid levels, 39.5% had abnormal blood sugar levels and 44.7% had abnormal cholesterol levels. Conclusion: Most of the respondents have abnormal uric acid levels while blood sugar and cholesterol are mostly still in the normal category. It is hoped that related parties will continue to carry out screening or early detection, especially in the elderly group, in order to reduce the incidence of non-communicable diseases (PTM) in the elderly.      

Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Oktasari Widiya AS; Peni Ika K; Rahmad Yuliyanto +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Posyandu lansia merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Tujuan umum dibentuknya Posyandu lansia secara garis besar untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Agar posyandu berjalan dengan baik maka perlu dukungan dari kader, kader diharapkan bisa menjadi agent of change. Peran kader sebagai agent of change, dalam upaya pembangunan dapat diwujudkan dengan memberikan dukungan berupa berbagi pelayanan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan darah, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) memberikan penyuluhan atau penyebarluasan informasi kesehatan, menggerakkan serta mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lansia karena itulah kader dituntut untuk memiliki kemampuan membina, menuntun serta didukung oleh keterampilan dan berpengalaman.    

Margiyati Margiyati; Novita Wulan sari; Mimin Indah Lestari; Anisa Sulistyaningtyas; Tria Friska Ningrum

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Proses  menua  menimbulkan  permasalahan  baik  secara  fisik,  biologis, mental maupun sosial ekonomi. Lansia merasa terbatas aktivitasnya, sering sakit, lingkungan kurang bersahabat, dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya dan ini menjadi tanda rendahnya kualitas hidup lanjut usia karena mereka tidak menikmati masa tuanya.  Hasil  survey menggunakan  Mini  Mental  Status  Exam (MMSE)  diperoleh  data  bahwa  lansia  sebanyak  45  orang  yang  terdaftar  di Posyandu Setya Manunggal III Dusun Lempuyangan Bulan Januari 2020 menunjukkan yang mengalami penurunan kognitif sedang sebanyak 13 orang, penurunan kognitif berat sebanyak 5 orang. Hasil wawancara dengan kader lansia didapatkan data yang banyak mengalami pikun dikarenakan lansia hanya di rumah tanpa  adanya  aktivitas  lain  karena  adanya  keterbatasan  mobilitas  fisik.  Kader sendiri  oleh  penanggunggjawab  BKL  (Bina  Keluarga  Lansia)  dari  kecamatan Bergas sudah diarahkan untuk memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga, baik itu bisa berupa permainan ataupun memberikan pelatihan kerajinan tangan, namun karena keterbatasan informasi, minimnya dana operasional, dan kurangnya kemampuan kader menjadikan program tersebut hanya wacana. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “ Penerapan Brain Gym, Puzzle Therapy, dan Handycraft Training  sebagai  Upaya  Meningkatkan  Kualitas  Hidup  Lansia  Dusun Lempuyangan, Gebugan, Kab.Semarang”.    

Kodir Kodir; Margiyati Margiyati; Tria Friska Ningrum; Dita Amalia

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Old age is a final stage in the span of human life. Health problems that are often found in the elderly, one of which is psychological disorders, namely anxiety, depression, readiness. These psychological disorders usually cause the emergence of sleep disorders, namely insomnia. Insomnia has an impact on physical effects, namely fatigue and muscle pain. The combination of progressive relaxation techniques and keroncong music is a non-pharmacological therapy given to clients by tensing certain muscles and then relaxing chili sauce accompanied by keroncong music. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of progressive relaxation therapy and keroncong music on insomnia in the elderly at the Setya Manunggal III Posyandu, Semarang Regency. This type of research is a quasi-experimental approach with a one group pre-post-test design without control approach. The population of the study was the active elderly who were registered at the Setya Manunggal III Posyandu Lansia as many as 33 elderly. The research sample was determined by purposive sampling by taking into account certain criteria, namely: 1) the elderly who were registered at the Setyamanunggal III Posyandu, 2) aged 60-74 years. 3) Does not experience limitations or paralysis of limbs 4) Likes keroncong music. The exclusion criteria set included: 1) Elderly people with dementia 2) Elderly people who received medication to help sleep/anti-depressants/sedatives 3) Elderly people with total hearing loss. Insomnia measuring instrument using the KSBPJ Questionnaire. The results showed that there was an effect of Combination of Progressive Relaxation Therapy and Keroncong Music on insomnia in the elderly with a t value of 16,142 > t table.

Asni Ayuba; Haslinda Damansya; Sintia K. Polapa; Sasmita Lauma

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia mengalami permasalahan terkait aspek penurunan fungsi fisik, biologis,psikologis, Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan termasuk kesehatannya. Salah satu dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi adalah dukungan sosial keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Desain penelitian Survey Analitik pendekatan Cross Sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Total Sampling sehingga didapatkan 58 Responden Instrumen yang digunakan adalah lembar Observasi dan Kuesioner. Hasil yang diperoleh menggunakan uji square didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti terdapat Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Bagi masyarakat terutama keluarga yang hidup dengan lansia agar dapat memperhatikan lansia dan berupaya untuk konsultasi masalah  kesehatan yang terjadi pada lansia kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani dengan tepat.

Rahmad Purwanto Widiyastomo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian  ini  mendekripsikan tentang  penjabaran  dan  konsistensi  kebijakan  antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan permasalahan tentang kesejahteraan lanjut usia.  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia sebagai batu penjuru kebijakan bagi daerah dan implementasinya di Kota Surakarta.  Pemerintah  Kota  Surakarta  berkomitmen  mewujudkan  lanjut  usia (dalam Bahasa   Jawa   disebut   Adi   Yuswo)   sebagai   aset   dan   potensi pembangunan   tetap kesejahteraan. Komitmen tersebut diwujudkan dalam regulasi kebijakan, kelembagaan, pemberdayaan dan partisipasi pemangku kepentingan pada umumnya. Penelitian ini menggunakan      data      sekunder,      menggambarkan      penjabaran      regulasi      dan pelaksanaan   program kesejahteraan lansia di Kota Surakarta. Peningkatan kesejahteraan lansia  merupakan  kerja  bersma perangkat  daerah  secara  lintas  perangkat  daaerah, menguatkan wadah lembaga dan partisipasi masyarakat di tingkat lokal.

Nurliah Nurliah; Rosmin Ilham; Annisa Febri Mohammad; Ivah Ruskianingsih

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

Salah satu pendekatan yang penting dalam pemenuhan kebutuhan lansia adalah aspek spiritual. Pentingnya aspek spiritual bagi lansia mempunyai tujuan yaitu dapat memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam berhubungan dengan diri sendiri, sesama, lingkungan dan hubungan dengan Tuhan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aspek spiritual dengan tingkat kualitas hidup lansia di LKS.LU Beringin Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 43 responden. Sampel penelitian ini 35 menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ada hubungan aspek spiritual dengan tingkat kualitas hidup lansia di LKS.LU Beringin Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Perlu meningkatkan lagi sarana dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan cara mengajak para lansia untuk datang berkunjung di posyandu agar dapat memeriksa kesehatan mereka dan melakukan mengikuti kegiatan spiritual yang ada agar bisa memperoleh dukungan spiritual baik dari diri sendiri, sesama, dan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.

Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

 Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.          

Nurul Rahmah Siregar

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

The purpose of training therapy and functional activities in the elderly is to increase understanding of how to do exercise therapy and increase functional activities in the elderly in Raya Kahean Village, Simalungun Regency. The implementation method carried out in this community service activity is by conducting two-way discussions or communication and by conducting demonstrations by strengthening the process of internalizing knowledge because of direct practice carried out to the community, especially the elderly. The activity plan carried out is by conducting surveys, analyzing the needs of the elderly, socializing exercise therapy programs and functional activities to the elderly, as well as carrying out exercise therapy programs and functional activities, as well as evaluating whether the program is able to improve the health of the elderly in Raya Kahean Village, Simalungun Regency

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.    

Dwi Mulianda; Endro Haksara; Arum Kusuma Andini; Lulu Swastika; Martiyastuti Gandarini +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah perifer, serta penurunan kognitif. Tingkat kontrol tekanan darah tetap buruk dan jauh dari nilai memuaskan di seluruh dunia. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang terintegrasi antara perubahan gaya hidup, pengobatan, dan kontrol tekanan darah untuk menurunkan tekanan darah secara efektif. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu RW 02 Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan hipertensi. Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan tekanan darah dengan upaya pencegahan gaya hidup dan herbal. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah lansia yang hadir pada tanggal 15 Desember 2015 sebanyak  orang 54 ; Screening tekanan darah 27 orang (50 %) mengalami peningkatan tekanan darah; terdapat peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan gaya hidup dan herbal hipertensi. Lansia Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.    

Novita Wulan Sari; Margiyati; Tria Friska; Yusuf Ariadi; Tantri Suryani +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap suatu penyakit menular maupun tidak memular. Salah satu penyakit yang rentan muncul pada usia lansia adalah osteoporosis. Masyarakat atau populasi osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan semakin cepat pada masa menopause. Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah  menopause  meningkatkan  risiko  terkena  osteoporosis.  Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita  sejak  masih  muda.  Tidak  dapat  dipungkiri  penyakit  osteoporosis  pada wanita ini dipengaruhi  oleh hormon estrogen.  Peran perawat dalam menangani masalah osteoporosis adalah dengan aktivitas fisik yaitu senam osteoporosis.    

Iskandar Simbala; Fadly Syamsudin; Stevanny Polontalo; Tias R. Nahu

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia sangat rentang terkena penyakit hipertensi. Penatalaksanaan secara nonfarmakologis yang dapat menurunkan hipertensi adalah tanaman herbal salah satunya bawang putih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Desain penelitian quasi eksperimen dengan pre test-post test with control group. Populasi semua lansia di Griya Lansia Jannati sebanyak 23 lansia dan  di Panti Sosial Tresna Werdha Beringin Hutuo sebanyak 140 lansia. Sampel berjumlah 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi tekanan darah, tensimeter air raksa, stetoskop dan SOP seduhan bawang putih serta menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian kelompok perlakuan rata-rata tekanan darah pre-test 152.50/90 mmHg dan post-test 128.75/80 mmHg, sedangkan kelompok kontrol rata-rata tekanan darah pre-test 148.13/81.88 mmHg dan  post-test 147.50/80.63 mmHg dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan ada pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran  lansia dapat menerapkan terapi ini dalam menurunkan tekanan darah dengan cara yang mudah dan lebih terjangkau.

Dwi Mulianda; Margiyati; Andre Dwi Susilo; Jeffri Riyan Mustakim; Nur Khasanah +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Peningkatan asam urat (hiperurisemia) didefinisikan sebagai peninggian kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl. Hiperurisemia perlu dilakukan penatalaksanaan untuk membatasi serangan akut, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi yang terkait dengan pengendapan kristal urat di jaringan, serta mencegah kecacatan fisik. Penatalaksaan hiperurisemia selain dapat diselesaikan secara farmakologis menggunakan obat-obatan, namun dapat juga dilakukan secara non farmakologis dengan melakukan senam ergonomis, serta manajemen nutrisi. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan peningkatan asam urat (hiperurisemia). Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan asam urat dengan obat-obatan, senam ergonomis, dan manajemen nutrisi signifikan berpengaruh terhadap penurunan asam urat dalam darah. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang yang hadir pada tanggal 10 Februari 2019 sebanyak 56 orang; Screening asam urat 16 orang (28,6 %) mengalami peningkatan asam urat, 33 orang (58,9 %) asam urat normal, dan 7 orang (12,5 %) asam urat low; terdapat peningkatan pengetahuan lansia   setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan peningkatan asam urat; terdapat peningkatan ketrampilan lansia   dalam melakukan senam ergonomic sebagai penatalaksanaan peningkatan asam urat; Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan peningkatan asam urat dalam kehidupan sehari-hari.      

Kodir Kodir; Margiyati Margiyati; Shania Nada; Rani Pratiwi

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

The increase in Life Expectancy (UHH) has an impact on the increase in the elderly population and the problems due to aging. One of them is the system for regulating blood sugar levels which is disrupted due to changes in the body composition of the elderly in the form of increased fat composition from the body 14% to 30%. Efforts to prevent the incidence of Diabetes Mellitus is to achieve good nutritional status with anthropometric measurements, namely the division of body weight in kg with height in meters squared expressed in body mass index or BMI. This study aims to analyze the relationship between BMI and blood sugar levels in the elderly at the Sabar Narimo Posyandu, Lempuyangan Hamlet, Gebugan Village, Bergas District, Semarang Regency. The research design used was descriptive observational with a cross sectional approach. The number of samples was 40 elderly who were taken by purposive sampling technique. The instrument used to measure BMI is a digital weight scale, and a microtoise that has been calibrated, while blood sugar levels are measured using a glucometer. Data were analyzed by Pearson Corellation test. The results of this study indicate the frequency distribution of blood sugar levels in the elderly at the Posyandu Sabar Narimo on average 139.92 mg/dl and an average BMI of 25.24 kg/m2. The results showed that BMI was related to the variable of blood sugar levels with a correlation coefficient (r) of 0.614 and a significance value (?) of 0.0234 then there is a relationship. The conclusion in this study is that there is a relationship between blood sugar and BMI in the elderly at the Sabar Narimo Posyandu, Lempuyangan Hamlet, Gebugan Village, Bergas District, Semarang Regency.

Ni Made Sri Muryani; Komang Agus Jerry Widyanata; I Wayan Warditha

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Aging is a process of disappearing slowly the ability of the network to repair, replace itself and maintain its normal structure and function. In an effort to improve the health of the elderly effectively, it needs to be supported by adequate human resource skills where one of them is an elderly Posyandu cadre. After training for elderly cadres and posyandu and elderly gymnastics, it is expected that the performance of the elderly posyandu cadres can be optimized so that they can provide better health services to the elderly. Method: This activity uses the Community Empowering approach with the method of lecturing, discussion and demonstration and this activity is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Result: The formation of elderly cadres, increasing knowledge of the elderly, elderly posyandu and the implementation of elderly gymnastics. Conclusion: Training of elderly posyandu cadres and elderly gymnastics has been carried out well in the form of selection of elderly cadres, implementation of elderly posyandu, andelderly gymnastics through the provision of materials and training for elderly posyandu. It is expected that Puskesmas officers will always supervise and evaluate the elderly posyandu activities in Guwang Village, so that the elderly was monitored for their health conditions.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Arya Adi Cahyono; Doni Eko Setiawan; Grenada Nabella Putri +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan pada lansia dengan umur di atas 60 tahun. Hipertensi terjadi dikarenakan kekakuan pada arteri hingga akhirnya tekanan darah cenderung tinggi. Populasi orang dewasa di dunia sekitar 25% terkena hipertensi  dan  akan  cenderung  meningkat  29% pada tahun  2025. Prevalensi hipertensi bahkan lebih tinggi di beberapa negara berkembang. Kurangnya kepedulian warga serta ketidakmauan lansia dalam memeriksakan tekanan   darahnya   membuat   sebagian   besar   lansia   tidak   menyadari   betapa pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara dini. Data pengkajian di RW XVIII Kelurahan Meteseh menunjukkan bahwa lansia di daerah tersebut kurang kesadaran dalam memeriksakan tekanan darahnya. Data laian menunjukkan bahwa beberapa lansia  di  wilayah  tersebut  masih  mengkonsumsi  makanan  tinggi  lemak,  asin, kurang aktivitas. Beberapa lansia juga mengalami obesitas serta stress. Intervensi keperawatan dilaksanakan untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas lansia di atas diantaranya melalui kegiatan “Kombinasi Self-Help Group (SHG) dan Self-Hypnosis dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.    

Muhammad Ary Sulaiman; Margiyati Margiyati

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hypertension is not infectious disease which occupy the third place in the region’s small-scale Clinics Rowosari Semarang. Less healthy lifestyles as well as stress lead to uncontrolled hypertension and cause various complicatio. Foot reflexiology message is one of complementary therapies with muscle compression techniques giving rise to a relaxing effect and the lower blood pressure. The purpose of this study  is illustrate the aplication of reflexiology message theraphy to lower blood preassurein hypertensive clients.The methods used in this research is a descriptive case study method with case study approach. The subject are 2 people with criteria of age 35-65 years old and suffering from hypertension grade I and II. Intervensions carried out in the form of foot reflexiology massage therapy 30-60  minutes for three days a row. The results of the case study shows that there is a decrease of blood preassure 160/90 mmHg  143/83 mmHg be on subject I and subject II 180/100 mmHg to 155/87 mmHg. Foot reflexiology message therapy is recomended as a nursing intervention in the client management of clients  with hypertension.