Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 5261-5280 of 5,364

Analytics

Yudisa Diaz Lutfi Sandi; Hamidatus Daris Saadah; Rini Komalawati

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Hypertension is a disease that causes high morbidity and is the main cause of death in almost all developing countries. The lack of information circulating in the community regarding the signs and symptoms of hypertension means that this disease is often referred to as a deadly silent killer without any symptoms as a warning to its victims. The prevalence of hypertension is increasing all the time while the condition of the health workers is limited, so it requires family participation in efforts to prevent hypertension and empower families so that the dangers of hypertension can be understood by the community.Aims: This community service activity is carried out by providing counseling to the community regarding knowledge and skills about preventing hypertension in families in Mencon, Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Method: that used was lectures, training, question and answer. Result: Through 14-days hypertension control program, activities carried out of counseling in the community, 3 times of early detection training and prevention of hypertension to the family, 2 times of low sodium salt distribution. Conclusion: Partners are able to find out hypertension prevention efforts, early detection and public health status in Mencon, Tawun Village, Kasreman District, Ngawi. 

Ni Made Nopita Wati; Ni Kadek Yuni Lestari; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Tri Rahyuning Lestari

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Improving the quality of life of Indonesian people can be done through educational efforts both at school and outside of school. The School Health Business (UKS) is a basic health business aimed at schools and is the duty of the public health center to achieve health and improve learning achievement of school children). One of the functions of the UKS is as a forum for providing early health education especially for school children. Method: Before the implementation of the activity, the number of students involved amounted to 40 people, while the selection of students based on grade 8 and grade 9 would be selected again after getting extension activities and transforming as a UKS cadre. Activity Methods Used (1) Lecture and Demonstration Methods to discuss General Knowledge about School Health Enterprises (UKS), the role and participation of students in UKS activities, Efforts to Encourage, (2) Learning Methods Used to Transfer Assistance or Skills from the Value System Owned resource person to students. As a guest speaker providing health examination exercises for special UKS cadre students consisting of general physical examination and vital signs (blood pressure, temperature, pulse and breathing). Results: The results of the data collection obtained for SMP did not have its own UKS room ,but it was still combined with the primary school room which was still in the same building. Schools do not have UKS cadres and have never done UKS program activities. The level of student knowledge related to UKS is also very low. Conclusion: the level of student knowledge after counseling was found as many as 36 (86%) people have good knowledge and 6 people (14%) have enough knowledge. This shows that the provision of counseling and training can increase student knowledge. Suggestions, for SatyaSai Junior High School and Denut 3 Public Health Center to make a policy about the importance of UKS and to continue the program to have UKS space and to form a UKS structure so that good student behavior is formed to increase PHBS in schools and to follow up 

Sugianto, Made Agus; Widyawati, Anak Agung Istri Agung

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Badung adalah dengan memberikan jaminan layanan kesehatan gratis program Krama Badung Sehat yang terintegrasi dengan kartu Indonesia Sehat yang di sebuat KBS-KIS. Maksud dari implementasi program Krama Badung Sehat adalah tercapai Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Badung. Pelaksanaan program Krama Badung Sehat di Kabupaten Badung dalam dua tahun menunjukan terjadinya peningkatan jumlah kepesertaan, pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan, jumlah kelompok program pengelolaan penyakit kronis dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Peningkatan ini sejalan tren peningkatan beberapa indicator kesejahteraan masyarakat seperti: Angka Harapan Hidup, Rata-Rata Lama Sekolah dan pengeluaran per kapita di Kabupaten Badung. Meningkatnya semua indikator secara parallel, maka dapat disimpulkan bahwa program Krama Badung Sehat memberikan dampak yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Badung. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung perlu mengoptimalkan implementasi program Krama Badung Sehat dengan meningkatkan peran sektor terkait, membangun system layanan kegawatdaruratan untuk ambulans desa serta meningkatkan layanan kesehatan  promotif   dan preventif bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Badung.

Direja, Ade Herman Surya; Ricardo, Deni; Keraman, Buyung

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental  dengan  rancangan  one  group  pretest  posttest. populasi dari penelitian ini adalah seluruh klien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu pada bulan Juni-Juli 2019. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil observasi langsung pada klien isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan: Dari 20 orang pasien sebelum latihan keterampilan sosialisasi didapatkan 12 orang (60,0%) dengan kemampuan interaksi kurang dan 8 orang (40,0%) dengan kemampuan interaksi sedang; Dari 20 orang pasien setelah latihan keterampilan sosialisasi didapatkan 4 orang (20,0%) dengan kemampuan interaksi kurang, 15 orang (75,0%) dengan kemampuan interaksi sedang dan 1 orang (5,0%) dengan kemampuan interaksi baik; Ada pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

Roudlotun Ni’mah; Vesti Dwi Cahyaningrum; Farida Isroani

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Gagasan dan realisasi kemandirian ekonomi nasional sampai kini masih jauh dari apa yang diharapkan. Indonesia sendiri terdiri atas kurang lebih 63 ribuan desa dengan sumber daya alam yang berlimpah dan beraneka ragam seperti pertambangan, pariwisata, kehutanan, pertanian, perkebunan dan sebagainya. Indonesia juga memiliki banyak sekali sumber daya manusia produktif yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Dari ribuan desa tersebut, tidak semua sumber daya yang ada terkelola dengan baik. Sedangkan untuk mencapai kemandirian ekonomi nasioal, harus dimulai dari peningkatan pembangunan ekonomi dan penguatan kemandirian ekonomi desa. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan ekonomi desa antara lain masyarakat kurang peka dalam menemukan potensi lokal dan masih lemahnya kemampuan pemberdayaan potensi lokal pendudukan khususnya di pedesaan. Sehingga, pendapatan warga yang minim menjadikan perekonominya bergantung pada bantuan dari pemerintah atau bantuan lainnya. Berangkat dari permasalahan di atas, maka diadakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajianan tas dari bahan plastik bekas, seperti bungkus kopi, bungkus sabun, bungkus snack, dan lainnya. Program ini diaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalah terkait. Kegiatannya dimulai dari sosialisasi pada ibu-ibu tentang pengadaan kegiatan pelatihan kerajinan tas. Setelah dilaksanan pelatihan, diadakan lomba kerajinan sebagai tindak lanjut agar ketrampilan yang telah diperoleh diasah kembali oleh warga yang mengikuti pelatihan. Selanjutnya dibentuk kelompok usaha agar ketrampilan tersebut dapat terakomodasi dengan baik dan dapat meningkatkan kreativitas bersama. Adanya kegiatan tersebut, kedepannya diharapkan ketrampilan yang telah warga pelajari dapat ditularkan ke warga lainnya serta akan ada peningkatan kemandirian ekonomi desa.

Nurul Rahmah Siregar

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

The purpose of training therapy and functional activities in the elderly is to increase understanding of how to do exercise therapy and increase functional activities in the elderly in Raya Kahean Village, Simalungun Regency. The implementation method carried out in this community service activity is by conducting two-way discussions or communication and by conducting demonstrations by strengthening the process of internalizing knowledge because of direct practice carried out to the community, especially the elderly. The activity plan carried out is by conducting surveys, analyzing the needs of the elderly, socializing exercise therapy programs and functional activities to the elderly, as well as carrying out exercise therapy programs and functional activities, as well as evaluating whether the program is able to improve the health of the elderly in Raya Kahean Village, Simalungun Regency

Alfi Muklis Kurniawan; Amalia Nurul Azizah; Diah Sofa Mutmainnah

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Pengguna Handphone mulai dari kalangan dewasa, usia remaja dan anak sekolah. Efek sinar biru dari handphone memiliki dampak buruk bagi kesehatan mata bila digunakan terlalu sering. Radiasi sinar tersebut dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Umumnya saat ini kita melihat banyak anak-anak yang kecanduan bermain handphone. Memang saat ini efek dari radiasi gelombang elektromagnetik dari handphone tidak terasa secara langsung. jika digunakan terus menerus dalam durasi yang lama menimbulkan masalah kesehatan misalnya gangguan mata. cara untuk mencegah risiko radiasi ini yaitu orang tua harus mengawasi anak ketika menggunakan handphone, memberikan bimbingan pada anak bagaimana menggunakan handphone yang benar. Misalnya dengan mengatur jarak pandang, tidak menggunakan dalam posisi tidur tidak dan mengatur durasi penggunaannya.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.    

Novita Wulan Sari; Margiyati; Tria Friska; Yusuf Ariadi; Tantri Suryani +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap suatu penyakit menular maupun tidak memular. Salah satu penyakit yang rentan muncul pada usia lansia adalah osteoporosis. Masyarakat atau populasi osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan semakin cepat pada masa menopause. Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah  menopause  meningkatkan  risiko  terkena  osteoporosis.  Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita  sejak  masih  muda.  Tidak  dapat  dipungkiri  penyakit  osteoporosis  pada wanita ini dipengaruhi  oleh hormon estrogen.  Peran perawat dalam menangani masalah osteoporosis adalah dengan aktivitas fisik yaitu senam osteoporosis.    

Haikal, Haikal; Supriyanto, Agung; Cholis, Nur; Imam Malik, Yoga; Setiyawan, Aris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Umbi merupakan jenis tumbuhan yang sering diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Dengan perkembangan jaman hingga saat ini, olahan ketela rambat semakin banyak, salah satunya adalah grubi. Kabupaten karanganyar tepatnya di tawangmangu banyak UMKM yang memproduksi grubi atau walangan. Pembuatan grubi dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan dirajang manual menggunakan pisau. Tujuan dari perancangan mesin ini adalah untuk menghasilkan desain mesin perajang grubi semi otomatis dengan pendorong pegas.Tahapan dalam perancangan mesin perajang grubi semi otomatis ini terdiri dari ide perancangan, pengumpulan data dan bahan, perancangan desain, perhitungan komponen, pemotongan, perakitan, pengujian dan analisa mesin. Hasil perhitungan mesin perajang grubi semi otomatis menunjukkan bahwa kapasitas perajangan berkisar 30 kg/jam. Mekanisme pencacah menggunakan insert cutter system sebagai media pencacah dengan dimensi pelat dudukan pisau 45x170x5 mm. Hasil perajangan yang optimal diperoleh antara 90% sampai 95% pada sudut mata pisau 3° dengan jumlah cutter  penyayat sebanyak 83 buah.

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang

Yuningsih, Neneng Yani; Saefulrahman, Iyep

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

In village development, the availability of accurate village profile data has an impact on its consistency policy direction.  However, there are some problems that are encountered to be able to update it including the quality of human resources, finance and infrastructure. Therefore, Community Service Program (PKM) activity is intended to provide knowledge about the importance of updating data in planning village development and helping the government update profile data and potential of their villages. The method used is training in updating basic data based on family data which is carried out by providing material and its implementation in the field. Community Service Program can be carried out according to the planned schedule, especially in the provision of training materials. Meanwhile, implementation of material in the training could not be carried out because it was constrained because lack of information technology. However, in general the Community Service Program in Neglasari Village was going well, marked by an increasing participant knowledge and an acceleration of online data updating assisted by students who were doing Community Service Program. Indirectly, this achievement at the same time show that the obstacles faced by Neglasari Village were not only on its human resources but rather on aspects of financial support and infrastructure. The actual presence from the government is needed to support the updating of the profile and potential data of this village because it is not only the village institution that requires it, but rather the central and regional governments.

Haryanto, Aris Tri; Dewi, Septiana Novita; Riyadi, Joko Sekti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ngasinan Etan Village is one of the villages located in Gebang Village. The livelihood as a small businessman from this village is very possible because of the very strategic location close to the Gebang traditional market and the traditional Pucuk padar. The increase in tofu production in Gebang village has positive and negative impacts, the positive impact is that it has increasingly increased the MSMEs of Gebang village and can improve the welfare of the community. The negative impact is the amount of tofu waste that is released, causing unpleasant odors. The main problem asked by these entrepreneurs is the accumulation of dense waste that often affects the environment which causes air pollution as it is delicious. With the consideration of the community specifically tofu entrepreneurs, and with the thought of solutions based on existing theories and research results, the first priority that needs to be done is to improve the management of solid waste management in tofu. Improvements to the tofu mill's solid waste management methods, by providing an understanding of how to manage tofu's basic waste into food products. Utilization of tofu waste can be done by drying and made with a variety of processed products that can be consumed by the community, for example, processed into tempe gembus, beef food, fish feed sources, nata de soya production, tofu waste as organic fertilizer, tofu waste, tofu waste to poultry feed and tofu pulp into processed crackers.Tofu, Gebang, Masaran, Sragen waste

Henry Yuliamir; Renny Aprilliyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Ekowisata adalah salah satu industri wisata yang makin berkembang. Salah satu kendala dalam manajemen ekowisata adalah bagaimana mencari keuntungan disamping tetap menjaga keaslian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat lokal. Salah satu keunikan ekowisata adalah bagaimana memberikan pengalaman unik berinteraksi langung dengan satwa Kera asli Indonesia. Penelitian ini menganalisa pengelolaan dan tantangan yang ditemukan di Goa Kreo, Desa Kandri, Gunungpati Semarang sebagai salah satu ekowisata yang mengandalkan keberlanjutan komunitas Kera jinak penunggu goa. Metode Penelitian ini Menggunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola Goa Kreo, petugas kebersihan, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui proses in-depth interview. Hasil temuan di lapangan adalah masih terbatasnya anggaran pakan kera dari pengelola Goa Kreo dan lemahnya pengawasan seperti bebasnya pengunjung yang memberi sembarang makananan dan minuman pada Kera yang menjadi nilai negatif dalam keberlanjutan komunitas Kera. Diharapkan dengan menerapkan strategi ekowisata yang benar, pengelola bisa memanfaatkan peluang yang ada seperti menjual produk pakan khusus kera pada pengunjung, sehingga kesehatan kera bisa lebih terjaga. Perlu dibuat event-event wisata unik untuk lebih menarik pengunjung.

Samtono Samtono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

. Menu makanan khas jawa ayam goreng sampai saat ini masih menjadi menu favorit untuk semua usia dan semua lapisan masyarakat jawa, ribuan orang setiap minggu merasakan ayam goreng di Bu Toha yang terletak di Desa Lopahit Tuntang Semarang. Saat ini pengembangan wisata kuliner merupakan jalur strategis penyangga ekonomi nasional lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data, depth interview, swot analisis dan observasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa informan atau nara sumber yang terseleksi atau terpilih khususnya para karyawan, pelanggan, dan pemilik warung makan. Hasil penelitian yang diperoleh melalui Analisis SWOT dilakukan berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, kemudian dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan fakor internal menunjukkan para konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh warung makan ayam goreng “Bu Toha”. Posisi warung makan ayam goreng “Bu Toha”. berdasarkan diagram  kortesius SWOT berada di kwadran I, artinya kuat dan berpeluang. Rekomendasinya adalah strategi yang diberikan progresif. Dalam rangka meningkatkan omzet pendapatan usahanya maka dapat menambah varians atau jenis menu yang disajikan konsumen serta mengembangkan usahanya dengan membuka anak perusahaan.

Widiastini, Luh Putu Widiastini; Karuniadi, I Gusti Agung Manik

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Childbirth is a physiological thing where there is a series of processes that end with the release of the conception by the mother. The labor process is identical with the pain that will be experienced. All women who give birth will experience pain during labor and statistically, labor pain cannot be tolerated by two out of three mothers. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Pranayama Yoga on First Stage Childbirth Pain. Methods: Pre-experimental research design with one group pretest posttest design. This research will be carried out for first-time active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. The sample that will be used in this study are all first-phase active mothers in Midwife Independent Practice in November-December 2018. Results: The results of this study are partly Most respondents experienced severe pain before being given Yoga Pranayama as many as 27 people (90%), and most respondents experienced moderate pain after being given yoga pranayama as many as 16 people (53.3%). The results of this study found that there was an influence of Pranayama Yoga on Active Stage I Stage Pain Pain with a value of p 0.00, indicating there was an influence of Pranayama Yoga on Phase I Active Stage Pain in Midwife Independent Practice with a value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of Yoga Pranayama on the Pain of the Active Phase I Labor. ABSTRAK Latar Belakang: Persalinan merupakan hal yang fisiologis dimana terjadi rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani. Seluruh wanita yang melahirkan akan mengalami nyeri selama proses persalinan dan secara statistik rasa nyeri persalinan tidak dapat ditoleransi oleh dua dari tiga orang ibu bersalin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I. Metode: Desain penelitian praeksperimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Ibu bersalin kala I Fase Aktif di Praktik Mandiri Bidan (PMB) pada bulan  November-Desember 2019. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah semua Ibu bersalin kala I Fase Aktif di PMB pada bulan  November-Desember 2019. Hasil: Hasil penelitian ini sebagian besar responden mengalami nyeri berats ebelum diberikan Yoga Pranayama yaitu sebanyak 27 orang (90%), dan sebagian besar responden mengalami mengalami nyeri sedang setelah diberikan yoga pranayama sebanyak 16 orang (53,3%). Hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif dengan nilai p 0,00, menunjukan ada pengaruh Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB denganp value 0.00 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan Yoga Pranayama terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif.

Irma M. Yahya; Kristine Dareda; Musdhalifa Kilian

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem sirkulasi.Seseorang dikatakan hipertensi apabila keadaan tekanan darah mengalami peningkatan diatas normal yaitu ? 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan atau ? 90 mmHg untuk tekanan diastolik secara terus-menerus. Penatalaksanaan dalam mengatasi hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi non farmakologis yang relatif praktis dan efisien yaitu saalah satunya dengan cara pemberian aromaterapi bunga mawar. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian dilakukan bersifat eksperimental menggunakan desain penelitian one group pretest-postest design. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 22 orang dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 untuk dianalisa menggunakan uji wilcoxon sign test. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum pemberian aroma terapi bunga mawar didapatkan rata-rata tekanan darah yaitu 151/90 mmHg. Setelah pemberian aroma terapi bunga mengalami penurunan rata-rata tekanan darah yaitu 136/81 mmHg. Data di uji dengan wilcoxon sign test. Dengan hasil nilai p value= 0,000 < ? = 0,05 dengan demikian H_0 ditolak dan H_aditerima.Artinya ada pengaruh pemberianaroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Saran agar penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi kepada mahasiswa tentang pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pasien hipertensi danjuga dapat dijadikan sebagai bahan bacaan maupun pembelajaran bagi mahasiswa.

Euis H. Hidayat; Sabirin B. Syukur; Rosmawati Thalib; Nikma A. Husain

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi sebagai perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Motivasi dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD. Otanaha Kota Gorontalo. Desain dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 perawat dengan pengambilam sampel menggunakan total sampling  sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan Chi square.  Dengan nilai p value 0,003 lebih kecil dari pada ? < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan ada Hubungan yang signifikan antara Motivasi dengan Kinerja Perawat di Rungan Rawat Inap RSUD. Otanaha Kota Gorontalo.

Lenny Ali; Andi Akifa Sudirman; Deys Anggriyani Dama; Rianti Mile

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan dan minuman yang mengandung zat gizi, Diberikan pada anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Banyak faktor yang mempengaruh ibu dalam pemberian MP-ASI salah satunya Pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas pulubla.  Metode penelitiaan menggunakan desain penelitian cross sectional, sampel  72 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan. Menggunakan teknik Purpossive sampling instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh adalah terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI didapatkan nilai P-value 0,000, Saran diharapkan Puskesmas Pulubala lebih meningkatkan program penyuluhan pada ibu-ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI pada anak. Dengan tujuan mengurangi pemberian makanan pada anak di usia dini atau kurang dari usia 6 bulan.

Ahmad Musyafa

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada di Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru .yang bertujuan Untuk mengetahui pengelolaan keuangan desa di Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru dan kesesuaian perencanaan pengelolaan keuangan desa di Desa Kebumen dengan perencanaan pengelolaan keuangan desa menurut Permendagri No. 113 Tahun 2014. Data penelitian diperoleh menggunakan metode penelitian hukum yang bersifat Normatif Empiris dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan yang terdiri dari Pengamatan, Wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Kebumen belum memenuhi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa dan belum mencapai tujuan dari    pada    pengelolaan    keuangan    itu    sendiri    dalam    proses    pelaksanaan pemerintahan desa. pada tahap Perencanaan, APBDesa yang disusun tidak menggambarkan kebutuhan desa. Pada Tahap Pelaksanaan, proses pelaksanaan kegiatan pembangunan desa rawan manipulasi, pada Tahap Penatausahaan, penyusunan laporan    pertanggungjawaban bendahara desa kurang transparan, pada  tahap  pelaporan,  laporan  keuangan  dana  desa belum   mengikuti standar akutansi keuangan, dan pada tahap Pertanggung jawaban, pertanggung jawaban APBD Desa kepada masyarakat tidak dilakukan.