Publication Search

72,427 articles from 666 journals · 2,111 citations tracked

Showing 501-520 of 565

Analytics

Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Faradilla Miftah Suranata

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

      Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik pada tingkat 140 mmHg atau lebih tinggi  dan diastolik pada tingkat 90 mmHg atau lebih yang didasarkan pada hasil nilai tiga kali pengukuran atau lebih pada waktu yang berkala (LeMone,     et al., 2016).  Hipertensi diketahui sebagai penyakit dengan tekanan darah tinggi yang banyak diderita oleh lanjut usia (lansia), sehingga pemantauan tekanan darah perlu dilakukan.  Posbindu  adalah wadah pelayanan kepada lansia  di masyarakat yang proses pementukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat   teruatam sebagai kader kesehatan yang dibentuk oleh tenaga kesehatan.  Permasalahan yang ditemukan di Desa Watudambo II yaitu kader kesehatan belum mengetahui bagaimana cara melakukan pengukuran tekanan darah. Berangkat dari permasalaha itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Watudambo dengan tujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dengan melakukan pelatihan    pengukuran tekanan darah yang bertujuan agar kader kesehatan dapat dengan mandiri melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter aneroid dan stetoskop. Peserta dalam pelatihan ini yaitu 20 orang kader kesehatan di Desa Watudambo II.  Hasil  dari pelatihan yang dilakukan  adalah kader kesehatan telah memahami pengendalian dan pencegahan serta mengetahui langkah-langkah pengukuran tekanan darah.

Rizkan Halalan Djafar; Amir Fatah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pemantauan tekanan darah merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia yang dilakukan para kader posyandu, Kader posyandu mempunyai potensi yang sangat besar karena kader sangat dekat dengan masyarakat, sehingga pasien dengan hipertensi menjadi lebih terkontrol tekanan darahnya. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan pengukuran tekanan darah dan pemanfaatan herbal untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan. Metode : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manajemen hipertensi yang terdiri dari gaya hidup sehat bebas hipertensi dan pemanfaatan TOGA untuk menurunkan tekanan darah. Hasil : masyarakat dapat melakukan pengukuran tekanan darah dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan tanaman obat hipertensi.

Sri Lasmawanti; Maria Haryanti Butarbutar; Maya Ardilla Siregar; Armili Santi

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang; Kemandirian merupakan hal atau keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa tergantung pada orang lain, atau suatu kemampuan dasar manusia dalam menjaga fungsi tubuh dan kehidupan yang harus dimiliki, mandiri juga dikatakan dapat merawat diri sendiri atau dapat melakukan tugas sehari – hari seperti makan, minum, mandi, berjalan, duduk, BAB, BAK dan bergerak. Tujuan; penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kesehatan fisik, pola tempat tinggal dan dukungan keluarga pada kemandirian lansia Di Desa Helvetia Tahun 2021. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur > 60 tahun yang berjumlah 60 responde. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 60 responden. Hasil; Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan Uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa nilai signifikan dengan Faktor kesehatan fisik p-value (0,000), Faktor pola tempat tinggal p-value (0,002), dan Faktor dukungan keluarga p-value (0,001). Hasil uji bivariat menunjukan bahwa ada hubungan faktor yang berhubungan dengan kemandirian pada lansia di Desa Helvetia Tahun 2021. Kesimpulan; dalam penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik ada hubungan faktor yang berhubungan dengan kemandirian pada Lansia Di Desa Helvetia Tahun 2021. Kepada lansia diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang faktor kesehatan fisik, faktor pola tempat tinggal dan faktor dukungan keluarga dengan kemandirian.

Margiyati Margiyati; Tria Friska Ningrum; Ainnur Rahmanti; Mimin Indah Lestari

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

The elderly are at risk of experiencing cognitive function disorders due to the aging process. Wapuwan Puzzle (Wayang Punakawan) is a game therapy that was developed to improve cognitive function by carrying elements of the art of wayang punakawan characters that are popular with the elderly. The purpose of this study was to analyze the influence of the Wapuwan Puzzle on the cognitive function of the elderly. The design of this study was a quasi-experimental with a pre-post design with a control group. The research sample was 38 elderly people using the total sampling technique at the Posyandu Setya Manunggal III. Research instrument using MMSE. Data analysis using Mann Whitney. The results showed that the gender characteristics of the majority of the respondents were female, the average age of the respondents was in the range of 60-74 years, and the education of the respondents was on average not attending school and completing elementary school. The MMSE score of the elderly who received the Wapuwan Puzzle increased significantly than the elderly who did not receive the Wapuwan Puzzle. The results of the Mann Whiteney test obtained a significance value of 0.000 (P value < 0.05) so that it was concluded that there was an effect of the application of the Wapuwan Puzzle on the increase in cognitive function in the elderly at the Setyamanunggal Posyandu III Lempuyangan Hamlet.

Pranata, A. A. Gede Raka Suta; Krisnayani, Ni Made Wina; Widyanata, Komang Agus Jerry; Daryaswanti, Putu Intan

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang : Masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia salah satunya adalah penyakit dimensia. Demensia merupakan kumpulan gejala neurodegeneratif yang timbul karena kelainan yang bersifat kronis dan progesif disertai dengan gangguan fungsi kognitif seperti kemampuan mengingat, proses berpikir, kalkulasi, kapasitas belajar, orientasi, bahasa, dan mengambil keputusan. Demensia terjadi karena sel saraf otak di bagian tertentu mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan saraf tubuh lainnya menjadi menurun. Dampak demensia terjadinya penurunan dalam daya ingat, kemampuan untuk mengingat waktu, mengenali orang, tempat dan benda. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang penyakit demensia Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan alat ukur kuesioner. Lokasi penelitian ini di Banjar Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, dengan jumlah sampel 77 orang lansia yang berusia lebih dari 45 tahun dengan teknik purposive sampling. Hasil : Karakteristik berdasrakan usia sebagian besar usia 60-74 tahun 55 responden (71,4%), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan 43 (55,8%), berdasarkan pekerjaan sebagian besar tidak bekerja 39 (50,6%), berdasarkan pendidikan sebagian besar SD 48 (62,3), hasil tingkat pengetahuan lansia tentang penyakit demensia yang diperoleh yaitu hasil pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 64 (83,1%). Simpulan : Tingkat pengetahuan lansia tentang penyakit demensia di Banjar Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang. Perlu penekanan pengetahuan pada pasien yang berlatar belakang pendidikan rendah dan yang tidak bekerja dan pada lansia tentang demensia.

Antara, I Made Yudi; Putra, Kadek Agus Dwija; Yudhawati, NLP. S; Putra, I Gede Yudiana

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Peningkatan jumlah lanjut usia membutuhkan penanganan yang serius, ini dikarenakan secara alamiah lansia mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi maupun mentalnya. Hasil penetitian yang dilakukan sebelumnya didapatkan hasil bahwa kebanyakan lansia mengalami depresi ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lanjut usia yang tinggal di desa Gumbrih, berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Status Perkawinan dan Tempat tinggal. Metode: Observasional yang bersifat deskriptif, untuk pengambilan datanya menggunakan kuisioner Geriatric Disstres Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan yang dilakukan selama 7 minggu. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian rata-rata berusia 60-69 tahun sebanyak 56,1%, Dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 51,5%, rata-rata berpendidikan terakhir SD (Sekolah Dasar) sebanyak 54,4%, sudah menikah yaitu sebanyak 80,1%, dan tinggal dengan keluarga sebanyak 94,2%. Pada penelitian diperoleh 71,3% yang normal/tidak depresi, 25.7% yang depresi ringan, 1,8%  mengalami depresi sedang dan 0.6% mengalami depresi berat. Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, Berjenis kelamin laki laki, berpendidikan sekolah dasar (SD) dan memiliki tingkat depresi normal (Tidak depresi).

Umi Hanik; Ambarwati Ambarwati

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Yoga can also stimulate the release of endorphin hormones, this hormone is produced by the body when relaxed/calm which functions as a natural sedative produced by the brain so that it can create a sense of comfort and increase endorphin levels in the body to reduce high blood pressure. Yoga is included in alternative forms of physical activity such as yoga exercise which can help achieve physical exercise levels so that the body becomes relaxed, this physical exercise is recommended for individuals, everyone including the elderly, teenagers and pregnant women can do yoga.    

Novita Wulan Sari; Margiyati; Ainnur Rizqiana D; Arni Ayuni; Bekti Setyaningsih +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kelompok lansia pada masa pandemic ini merupakan kelompok yang paling beresiko mengalami keparahan/morbiditas dan mortalitas akibat penyakit Covid-19. Hal ini dikarenakan pasien lansia (geriatric) umumnya memiliki berbagai komorbiditas, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit kencing manis, penyakit pernapasan kronik, hipertensi dan lain-lain. Lansia sebagai kelompok rentan tentu saja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat agar kesehatan dan kualitas hidup lansia selama masa pandemi Covid-19 dapat tetap terjaga seoptimal mungkin. Peran perawat dalam membantu dalam mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 pada lansia adalah dengan lansia tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan tetap menjaga jarak.  

Widya Ervianta; Lilik Sigit Wibisono; Fitratun Najizah; Auliya Rahma Putri; Panji Satria Wiguna

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The elderly are an age group that is prone to falls. The purpose of this service is to detect the risk of falling in the elderly and provide assistance in balance training as an effort to prevent the risk of falling in the elderly. Falls occur due to unintentional loss of balance resulting in failure of postural stability, or unexpected and sudden changes resulting in a position landing on the floor. Associated risk factors include current health status (living in the community, nursing home, hospital, frail or active state), diseases suffered (diabetes, hip fracture, stroke) and general changes related to aging (decreased balance, coordination, muscle strength, visual impairment, etc.). The output targets to be achieved are in the form of publications in accredited national journals and copyright for videos of community service activities. The method used is a fall risk detection examination using. Elderly gymnastics is a series of regular, directed, and planned movements carried out with the intention of improving the functional abilities of the body. Reporting from the Panti Rapih Hospital page, this activity is carried out regularly and with movements that are not too heavy.

Rahmad Purwanto W; Retno Mratihatani

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kesehatan lanjut usia yang telah dilaksanakan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kramas, Kota Semarang. Sebagai besar lanjut usia di gereja adalah  perempuan lanjut  usia  yang  masih  aktif melakukan kegiatan  domestic dan  usaha  ekonomi mikro/kecil. Berdasarkan rencana aksi peningkatan kesehatan lanjut usia dilaksanakan dengan data terpadu lanjut usia, pembentukan kelembagaan lanjut  usia,  peningkatan kapasitas kader kesehatan dan pelaksanaan cek kesehatan sebagai langkah promotif dan layanan dasar kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Tembalang. Dalam perkembangannnya upaya telah mendatangkan hasil dan mendapatkan apresiasi dari gereja dan masyarakat sekitar.

Luluk Cahyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

A common disease experienced by the elderly is hypertension. Cases of hypertension in Demak are quite high, one of them is in Mranggen village. This reality proves that many people still ignore hypertension. Because there are sufferers who feel no symptoms and there are symptoms such as headaches, weakness, fatigue, shortness of breath and blurred vision. If not treated immediately it will cause complications such as kidney failure, stroke, coronary heart disease and retinopathy. It is of course important to make efforts to control blood pressure. A combination of non-pharmacological management of deep breathing exercise and religious music is one of the efforts that can be made. The purpose of this study was to describe the administration of a combination of deep breathing exercise and religious music therapy to the blood pressure of elderly hypertensive patients. This research uses descriptive case study research with a nursing care process approach.The number of samples is 2 respondents, with the criteria of elderly clients who have hypertension, clients who do not take medication during hypertension in order to determine the effectiveness of the action, clients who can communicate well, and clients who are willing to be respondents. Deep breathing exercises and religious music are carried out once a day for 3 days in 1 week with a duration of 15 minutes. Blood pressure measurement using a sphygmomanometer and stethoscope. Blood pressure measurements were taken before and after the procedure. The results showed that the blood pressure of respondent 1 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes, the blood pressure on the first day before receiving therapy was 160/70 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure became 150/60 mm Hg. In respondent 2 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes the blood pressure on the first day before receiving therapy was 179/80 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure was 156/70 mmHg .

Epi Dusra

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases experienced by people with an increasing number of cases. and the purpose of this study was to describe the incidence of hypertension in the elderly in Hitu Village, Leihitu District, Central Maluku Regency. This study used a descriptive analytic research design, in which the researcher made direct observations on the respondents and distributed questionnaires using a descriptive approach to describe the incidence of hypertension in Hitu Village. The population in this study amounted to 23 respondents with the sampling technique that is total sampling and the samples found amounted to 23 respondents. Data analysis was carried out in the form of univariate analysis which was carried out using a computerized process and presented in the form of tables and narratives. The results of the study showed that many respondents were 60-65 years old, 34.8% In terms of gender, it was found that many respondents were women, totaling 17 respondents or with a percentage of 73.9%. In the last education respondents had the last education was SD as many as 18 respondents (78.3%). In the respondents who had a family history, that is, they did not have a family history of hypertension, as many as 13 respondents (56.5%). In terms of job characteristics, it can be seen that many respondents have jobs as IRT as many as 21 respondents (95.6%). It was concluded that the characteristics that best describe the incidence of hypertension in the elderly in this study were the respondent's gender, education and occupation.    

Erawati, Ambar Dwi; Rinayati; Sri Wahyuning

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

One problem that arises from the development of health is one of increasing dependents of the productive age community towards unproductive communities. The elderly group will experience a decrease in the degree of health both naturally or caused due to disease. There is a need for an elderly coaching program that starts from pralansia is very necessary to maintain productivity. In RW V, Kelurahan Bambankerep Posyandu Lansia has not yet been formed, but there are elderly gymnastic activities that are offered once a month. So that offered solutions for the formation of Lansia Posyandu cadres so that Lansia Posyandu can be sustainable. The output of this accompanimen is that the community can check themselves to detect degenerative diseases. After 2 months of mentoring, the Posyandu for the elderly is formed and cadres of the Posyandu for the elderly can detect early degenerative diseases. The elderly found in RW V 56.1% had excessive Mass index which is a risk of hypertension, heart disease, DM, PPOP, stroke. And 52.2% of the elderly have hypertension.

Happy Nurhayati; Suyanto Suyanto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Hypotension in the elderly is a common condition and requires special attention in health management. This community service program aims to improve patient understanding of hypotension management through education and practical training. The methods used include socialization, interactive counseling, and evaluation of patient understanding before and after education. The results showed an increase in patient understanding from 55% before education to 85% after education. In addition, there was a decrease in complaints of dizziness from 80% to 40% after the intervention. These findings indicate that health education plays an important role in increasing patient awareness and readiness in managing hypotension. This program is recommended to be implemented widely to improve the quality of life of elderly patients.

Happy Nurhayati; Suyanto Suyanto

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Hypotension in the elderly is a common condition and requires special attention in health management. This community service program aims to improve patient understanding of hypotension management through education and practical training. The methods used include socialization, interactive counseling, and evaluation of patient understanding before and after education. The results showed an increase in patient understanding from 55% before education to 85% after education. In addition, there was a decrease in complaints of dizziness from 80% to 40% after the intervention. These findings indicate that health education plays an important role in increasing patient awareness and readiness in managing hypotension. This program is recommended to be implemented widely to improve the quality of life of elderly patients.

Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Merci Grisen Latuihamallo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir. Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia, tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis, aspek psikologi, aspek sosial budaya dan aspek spiritual yang berpotensi memunculkan masalah kesehatan, dimana salah satunya adalah terjadinya kecemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik rohani Kristen terhadap tingkat kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dengan desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group. Tekhnik sampling total sampling didapatkan 30 responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan sop musik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan Pada Kelompok Kontrol didapatkan nilai p-value sebesar 0,115 atau p > 0,05 menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kecemasan pada Pre Test dan Post Test Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value 0,005 ini menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney nilai rata-rata didapatkan p = 0,000 atau p < 0,05 menunjukan ada pengaruh. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh terapi musik rohani kristen terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Inakaka Provinsi Maluku.

Rahmad Purwanto W; Retno Mratihatami

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to describe the improvement of elderly health that has been carried out at the Jawa Jawa Kramas Christian Church, Semarang City. Most of the elderly in the church are elderly women who are still active in domestic activities and micro/small economic businesses. Based on the action plan to improve the health of the elderly, it is carried out with integrated data on the elderly, the establishment of elderly institutions, capacity building for health cadres and the implementation of health checks as a promotive step and basic services to the Tembalang Community Health Center. In its development, efforts have brought results and have received appreciation from the church and the surrounding community.

Sari, Novita Wulan; Anggarawati, Tuti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas dimana telah mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Peningkatan usia yang dialami lansia mengakibatkan penyakit degenerative seperti hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi ataupun hipertensi ini menyebabkan aliran darah tidak lancar, maka diperlukan suatu tindakan penanganan salah satunya adalah senam lansia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh senam lansia terhadap derajat hipertensi pada lansia. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=12) dan kontrol (n=12). Bentuk intervensi berupa pemberian senam lansia sebanyak 8 kali selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter/sphygmomanometer air raksa atau jarum Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran derajat hipertensi pada kelompok intervensi memiliki mean pre test 156/95 dan post test 148/93. Hasil analisis dengan uji independent t pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,000 yang artinya ada perbedaan signifikan antara pre dan post test (p<?, ?=0,05). Hasil yang berbeda diperoleh pada kelompok kontrol yaitu nilai mean pre test 152/95 dan post test 152/95, nilai p=0,420 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara derajat hipertensi pre dan post test (p> ?, ?=0,05). Hasil penelitian membuktikan senam lansia berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Saran : senam lansia digunakan sebagai intervensi keperawatan pada lansia yang mengalami hipertensi.

Sari, Novita Wulan; Anggarawati, Tuti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Peningkatan usia harapan hidup pada lansia mengindikasikan terjadinya masalah berbagai kesehatan, diantaranya masalah biologis, psikologis dan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan seorang lansia lebih rentan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan tidur . Gangguan tidur yang paling sering ditemukan pada lansia adalah  insomnia. Salah satu tindakan komplementer yang dapat dilakukan perawat untuk menangani insomnia adalah dengan terapi musik gamelan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh terapi musik gamelan terhadap derajat insomnia pada lansia. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=12) dan kontrol (n=12). Bentuk intervensi berupa pemberian terapi musik gamelan sebanyak 8 kali selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan adalah KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta-Insomnia Rating Scale). Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran derajat insomnia pada kelompok intervensi memiliki mean pre test 20 (derajat ringan) dan post test 18 (tidak ada keluhan insomnia). Hasil analisis dengan uji independent t pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,002 yang artinya ada perbedaan signifikan antara pre dan post test (p<?, ?=0,05). Hasil yang berbeda diperoleh pada kelompok kontrol yaitu nilai mean pre test 22 (insomnia ringan) dan post test 22 (insomnia ringan,) nilai p=0,310 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara derajat insomniai pre dan post test (p> ?, ?=0,05). Hasil penelitian membuktikan terapi musik gamelan berpengaruh terhadap penurunan derajat insomnia pada lansia. Saran : terapi musik gamelan digunakan sebagai intervensi keperawatan pada lansia yang mengalami insomnia.

Silvia Dewi Mayasari Riu; Kristine Dareda

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

This increase in the elderly population makes the government need to formulate policies and programs aimed at elderly population groups so that they can play a role in building public health. One of the government policies is that health services are provided at health centers, such as providing good and quality services, giving priority to elderly people and providing safe and easily accessible facilities, providing support or guidance to the elderly and their families on an ongoing basis. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of health workers and the participation level of Posyandu for the elderly in Esandom one, Tombatu Timur District, Southeast Minahsa Regency. The study used a cross sectional analytic descriptive research method. The sample of respondents was 88 people using purposive sampling. Data collection using questionnaires and observation sheets. Analyzed with the chi square statistical test. The results of the study were 68 respondents (77.3%) with the highest age, 73 respondents (83.0%) had the highest education. Chi square test results obtained p value <? 0.05. The conclusion in this study is that there is a relationship between the role of health workers and the participation level of the Posyandu for the elderly in Esandom one, Tombatu Timur District, Southeast Minahsa Regency. Suggestions are expected that the Puskesmas can use this research as one of the bases in health promotion for the elderly.. Suggestions are expected that the Puskesmas can use this research as one of the bases in health promotion for the elderly.