Publication Search

74,029 articles from 718 journals · 2,111 citations tracked

Showing 481-500 of 526

Analytics

Agusta Ari Wibowo; Indra Kertati

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis relevansi reformasi birokasi dalam penyelenggaraan pelayanan public. Ruang lingkup administrasi publik termasuk semua ranah dan aktivitas pada yurisdiksi kebijakan publik. Administrasi publik yang makin berkembang sejak masa reformasi ditandai oleh perubahan pola pikir dari pola pikir sentralisasi menjadi pelibatan swasta dan kelompok masyarakat dalam pembangunan. Administrasi publik sangat berpengaruh pada tingkat implementasi kebijakan karena administrasi publik berguna untuk mencapai tujuan program yang telah ditentukan oleh pembuat kebijakan publik. Pencapaian penyelenggaraan administrasi publik yang berkualitas, ditandai dengan reformasi birokrasi. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penggunakan data sekunder. Beberapa sumber Pustaka dan teori menjadi pusat perhatian penting dalam analisis data sekunder. Hasil studi literatur, ditemukan bahwa salah satu ranah penting dalam administrasi publik adalah pelayanan publik. Meskipun belum sepenuhnya tercapai, namun kualitas elayanan public menjadi inti dalam penyelenggaraan tata Kelola pemerintahan yang baik. Reformasi birokrasi menjadi jalan terbaik untuk memperbaiki kualitas pelaynan public.

Ratih, Lilis Dewi; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di zaman sekarang ini setidaknya harus dapat dihadapi dengan pemahaman mengenai wawasan nusantara yang memadai sehingga rasa nasionalisme dapat terwujud dengan baik. Pemahaman mengenai wawasan nusantara menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara Indonesia sebagai dasar untuk menjaga persatuan Indonesia dan keutuhan NKRI. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana wawasan nusantara sebagai upaya membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana wawasan nusantara diperlukan sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman wawasan nusantara mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap warga negara di tengah-tengah era globalisasi.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.

Maulidya, Hilda Zulfi; Aprilia, Nani; Hanafi, Yahya

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur tentang model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa. Kajian literatur yang dilakukan bahwa model PBL (Problem based learning)  dapat meningkatkan kemampuan analisis. Penelitian studi literature menggunakan desain penelitian narrative review. Artikel ilmiah yang digunakan sebanyak 17 artikel yang berasal dari jurnal internasional, jurnal nasional. Kriteria validasi artikel ilmiah meliputi kriteria kredibilitas sumber, kualitas metodologi riset, kualitas penyajian data dan pembahasan, kecukupan data, kemutakhiran 10 tahun terakhir. Teknik penyajian data dalam bentuk tabel. Teknik analisis data berupa analisis kualitatif model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan bahwa model PBL  terutama yang dikombinasikan dengan mind map dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa sekolah menengah pada pembelajaran biologi. Sintaks model pembelajaran PBL yang dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa  meliputi mengorientasikan siswa pada masalah, membantu siswa untuk investigasi mandiri dan kelompok, menganalisis dan mengevaluasi proses.

Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kontroversi yang dominan pada dekade terakhir abad ke-20 ialah pertanyaan: “Apa yang komunitas internasional atau negara lain harus lakukan ketika sebuah negara tidak dapat atau tidak mau menghentikan pelanggaran HAM secara masif dan sistematis dalam wilayahnya (contohnya: penindasan sipil di Provinsi Kosovo pada tahun 1999)? Apakah komunitas internasional memiliki kewajiban moral untuk mengintervensi negara itu, yang memiliki kedaulatannya sendiri, melalui intervensi kemanusiaan (humanitarian intervention) untuk mengakhiri pembantaian itu?” Walaupun ada konsensus umum tentang pentingnya intervensi kemanusiaan, tetapi aksi militer ini banyak diperdebatkan dalam bidang moral, hukum, politik, filsafat di dunia internasional. Untuk membahas moralitas intervensi kemanusiaan, kita memerlukan teori “just war” karena “just war” memberikan kerangka terbaik untuk membahas argumen moral yang mendukung dan menentang intervensi kemanusiaan. Dalam teori “just war”, intervensi kemanusiaan hanya dapat dilakukan untuk alasan yang serius; harus ada “just cause” (alasan yang adil). Artikel sederhana ini mencoba mencari “just cause” bagi moralitas intervensi kemanusiaan menurut empat ahli teori perang dan perdamaian, yaitu: Paus Yohanes Paulus II, Konferensi Waligereja Katolik Amerika Serikat (USCCB), Komisi Internasional untuk Intervensi dan Kedaulatan Negara. (ICISS), dan Michael Walzer. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas mengambangkan teori metafisika partisipasi. Hal itu berakar dari suatu tradisi filsafat yang panjang dari filsafat Plato mengenai partisipasi Idea yang lebih rendah pada Idea yang lebih tinggi. Dalam tradisi filsafat Plato hal itu merupkan suatu filsafat dalam arti yang murni, tetapi Thomas Aquinas mengembangkan hal itu pada argumen-argumen teologis. Pada abad XVII seorang tokoh spiritual dari Spanyol, Yohanes Salib menggunakan dan mengembangkan ide ini dalam ajaran-ajaran spiritualnya yaitu persatuan antara jiwa dengan Allah. Persatuan ini disebut dengan persatuan transforman. Persatuan ini sebagai puncak dari kehidupan rohani seseorang adalah mungkin dalam hidup ini karena persatuan entitas yang lebih rendah, yaitu jiwa, dengan Allah. Artikel ini berusaha mendalami tradisi perkembangan ide partisipasi dari ide filosofis- metafisik kepada ide teologis, dan pada akhirnya pada ide spiritual.

Putra, Oka Ardiya; Trisiana, Anita; Safitri, Leni

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

HAM (Hak asasi manusia) adalah hak dasar yang sudah melekat pada diri manusia, yang wjaib untuk dihormati dan dilindungi secara hukum tidak bisa diganggu oleh seorangpun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingkah HAM dalam kehidupan bermasyarakat untuk menungjang kehidupan masyarakat yang lebih baik. Metode penelitian ini adalah menggunakan data primer dari sebuah buku, makalah, artikel dan sumber lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pemerintahan karena masyrakat memerlukan kesejahteraan untuk mencapai keharmonisan dan menjaga persatuan bangsa dan negara. Hak asasi manusia ( HAM ) yang secara jelas termuat dalam konstitusi Negara Republik Indonesia sebagai hak konstitusional yaitu perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhannya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ham adalah hak setiap individu yang harus dijaga dan dihormati oleh setiap orang. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang mengalami perkembangan secara nyata dan kompleks. Masyarakat menjadi tolak ukur dalam pemerintahan, pemerintah harus senantiasa menciptakan kesejahteraan kepada masyrakatnya karena setiap masyarakat perlu kesejahteraan untuk menyongsong kehidupannya. Ham dapat menyongsong kehidupan masyarakat dengan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat indonesia, maupun dalam bidang ekonomi, sosial ataupun budaya. Kata kunci : HAM ( Hak Asasi Manusia ), Masyarakat, Hak bidang ekomoni, sosial dan budaya

Leonarda Berkasa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mendeskripsikan pelaksanaan pastoral kunjungan keluarga sebagai upaya pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik. Melalui studi ini, diharapkan model pastoral kunjungan keluarga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan iman umat serta dapat membantu umat dalam mengatasi masalah hidup. Berdasarkan pengamatan penulis, keluarga Katolik mengalami sikap tanggungjawab yang semakin memudar terhadap nilai-nilai hidup kolektif dan kepentingan bersama. Individualisme juga telah membentuk pribadi mereka menjadi semakin tertutup bagi kepentingan sesama, serta semakin minimnya sikap solider. Disamping itu, keluarga Katolik juga menghadapi banyak tantangan berkenaan   dengan   kemajuan   teknologi   dan   arus   globalisasi   yang   telah melunturkan nilai-nilai luhur tradisional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan informasi melalui buku-buku, ensiklopedia, jurnal, artikel, dokumen, serta penelitian-penelitian yang relevan dengan judul ini. Hasil  dari  penelitian  ini,  disimpulkan  bahwa  perlunya     pastoral  kunjungan keluarga untuk pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik dewasa ini. Melalui pastoral   kunjungan   keluarga   ini,   keluarga-keluarga   Katolik   disapa   dan diperhatikan oleh Gereja. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat merasakan kasih dan perhatian Allah melalui orang yang mengujungi mereka, sehingga iman mereka semakin diteguhkan.

Zumrotus Sa'diyah; Farida Isroani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) upaya pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat; (2) kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan petugas Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat dan observasi. Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa ringkasan. Diantaranya: (1) upaya pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, menyediakan sarana dan prasarana, memperbarui koleksi buku secara berkala, memberikan layanan khusus untuk anak, desain ruangan yang nyaman, kerjasama dengan sekolah, menambah pustakawan yang bekerja di bidang pelayanan anak; (2) Kendala yang dihadapi pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, meja dan kursi terbatas, tempat bermain anak belum tersedia, kurangnya minat baca anak, ruang kegiatan anak kurang memadai, warna cat kamar kurang menarik, kurangnya petugas perpustakaan pada pelayanan anak.

Satria Evans Umboh; Kevin Yerykho Sitinjak

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Peran keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan anak, khususnya pada saat remaja. Peran orang tua bukan saja penting untuk menjaga perkembangan anak dari hal-hal negatif,  tetapi juga untuk membentuk kepribadian, kecerdasan inteligensi, emosi, serta spiritualnya agar menjadi manusia seutuhnya. Artikel ini membahas tentang pola asuh orang tua serta bagaimana Pendidikan Kristen di terapkan dalam keluarga. Hasil dari penelusuran artikel ini menegaskan bahwa pola asuh orang tua yang baik serta penerapan ajaran Kristiani di dalam keluarga berdampak positif bagi anak.

Purnengsih, Iis; Pratama, Dendi; Amzy, Nurulfatmi; Pramudita, Pandu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seiring era adaptasi kebiasaan baru (new normal) akibat pandemi Covid-19. pelaku industri kecil menengah (IKM) selain mengedepankan fungsi pada umumnya juga harus dapat memperhatikan desain produknya agar dapat mendukung penerapan protokol kesehatan. Sebab, dengan desain yang menarik, daya saing dan nilai jual produk diyakini akan meningkat karena itu desain produk IKM mulai dituntut untuk bisa mendukung implementasi protokol kesehatan. Tujuan artikel ini adalah merancang model desain kemasan untuk para IKM kerupuk mie Karadenan Bogor di era new normal. metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian berbasis praktik (Practice Based Research) dalam upaya mencari informasi, menganalisa data dan memecahkan permasalahan. Dengan komposisi elemen grafis, tipografi, ilustrasi yang epiks sehingga menghasilkan model desain kemasan kerupuk mie yang menarik dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Madalena Marseli

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu dari beberapa tema yang dibahas oleh Santo Paulus dalam surat-suratnya kepada berbagai jemaat yaitu mengenai kesatuan antara Kristus dan Gereja. Apa dasar dari hubungan kesatuan antara Kristus dan Gereja menurut Santo Paulus? Bagaimana Kristus dan Gereja tidak dapat dipisahkan? Mengapa Kristus menghendaki relasi yang utuh dengan Gereja-Nya? Artikel ini akan mencoba melihat dari berbagai perspektif: teologis, soteriologis dan eklesiologis dari tulisan Santo Paulus mengenai Gereja. Selain itu, akan dibahas pula sikap yang tepat untuk mencintai Kristus dan Gereja-Nya, serta sikap Gereja dalam menghadapi tantangan pada zaman ini dengan adanya penyebaran yang semakin meningkat dan luas dari pandemi covid-19.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pembacaan Dekonstruktif Derrida, sebagai salah satu kritikan atas tawaran kemapanan strukturalisme, menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menganalisis data riset kualitatif. Ketika berbicara tentang riset keagamaan, pembacaan dekonstruktif tidak dapat begitu saja meniadakan banalitas diskusi mengenai sifat apofatis realitas ilahi. Namun, ketika diskusi ditarik ke arah fenomena keagamaan, pembacaan dekonstruktif seperti ikan menemukan kolam yang tenang, tempat ia dapat berenang dengan bebas. Metodologi- metodologi studi keagamaan umum, seperti Fenomenologi, Fungsionalisme, dan Agama Terhayati menekankan kemungkinan untuk menarik dunia metafisis kepada realitas fenomenologis yang dapat diamati dan dipahami. Fenomena-fenomena tersebut, ketika dikaitkan dengan kaidah ruang dan waktu, akan selalu menghasilkan anomali. Keasingan dan penyimpangan dalam fenomena tidak perlu dimusuhi. Dalam pembacaan dekonstruktif, justru unsur pengejut dan pengesan unik dalam fenomena sering menjadi agen kuat untuk memahami suatu obyek pembacaan. Artikel ini bertujuan menunjukkan kedigjayaan pembacaan dekonstruktif sebagai sarana analisis data dalam suatu riset keagamaan. Pembacaan dekonstruktif ini dapat dipakai baik dalam riset kuantitatif maupun riset kualitatif, meskipun harus segera ditambahkan, bahwa riset kuantitatif memiliki handicap-nya tersendiri dalam riset keagamaan. Dalam fenomena keagamaan, jumlah tidak menentukan kebenaran. Justru lebih sering terjadi, fenomena yang unik atau menyimpang, entah itu dalam arti pribadi atau barang mati atau kejadian atau prediksi sekalipun, lebih ‘berkualitas’ dan lebih benar. Di sinilah ada konformasi antara riset kualitatif dan pembacaan dekonstruktif.

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk menegaskan kembali ajaran Gereja menyangkut kewajiban bapa pengakuan untuk menjaga rahasia pengakuan. Pertama-tama diuraikan secara singkat bagaimana hal ini berkembang dalam sejarah, khususnya kanon 21 dari Konsili Lateran IV (1215) dan Kodeks 1917. Pengetahuan tentang sejarah penting karena membantu kita memahami bagaimana tema ini berkembang dan menjadi dasar hukum Kodeks 1983. Kemudian dibahas tentang ketentuan normatif kan. 889, § 1 yang berbicara tentang rahasia pengakuan dan kewajiban bapa pengakuan menjaga rahasia tersebut. Rahasia pengakuan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan unsur esensial dari sakramen  tobat dan merupakan bagian dari hukum ilahi. Bapa pengakuan yang terbukti melanggar kewajiban ini akan dikenai sanksi ekskomunikasi otomatis atau hukuman lain yang diputuskan oleh otoritas gereja yang berwenang. Tantangan memang tidak ringan dewasa ini, khususnya di tempat di mana imam dipaksa untuk membuka rahasia pengakuan dalam kasus-kasus tertentu. Pemaksaan seperti ini harus dilawan karena merupakan pelanggaran terhadap kebebasan gereja dan kebebasan beragama. Perlawanan seperti ini merupakan sebuah keharusan, bila perlu sampai menumpahkan darah sekalipun.

Raden Sulistiyanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Artikel ilmiah ini ditulis untuk mengundang antara lain untuk mempelajari sejarah semarang, sambil bersenang-senang rekreasi. Artikel ilmiah ini ditulis dengan studi literatur dan metode wawancara. Hasil dari artikel ilmiah ini adalah, menjadi mengerti tentang sejarah kita, dan muncul dari nasionalisme kita, dan muncul dari sejarah conciusnes, sebagai panduan pendidikan perilaku dan karakter yang baik, dan kepribadian keluarga, kepribadian masyarakat, dan kepribadian bangsa. Rekreasi, tersedia dengan tur kota, mengunjungi situs sejarah di Semarang. Kota Semarang, memiliki banyak situs sejarah. Rekreasi di Situs Sejarah Semarang ini, tidak terlalu mahal. Ada, rekreasi keagamaan di Kuburan Syekh Jumadil Kubro, ada Schooll Building History, ada sejarah gedung pemerintah, ada sejarah food courner. Memiliki situs sejarah yang menyenangkan untuk rekreasi, akan muncul pengetahuan sejarah Semarang, munculnya nasionalisme, dan munculnya kesejarahan sejarah, dan munculnya karakter dan kepribadian Indonesia.

Irawan, Feri

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). untuk menganalisis partisipatif sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam 2011-2012; 2). untuk menganalisis kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Islamic Reporting Indeks 2011-2012; dan 3) dan untuk menganalisis berbagai kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam 2011-2012. Penelitian tingkat partisipasi sosial menggunakan analisis studi banding.Analisis kinerja sosial menggunakan analisis rasio dan tabel Islamic Social Reporting (ISR).Untuk membedakan kinerja sosial perbankan syariah Indonesia, menngunakan ANOVA satu arah. Analisis tingkat kesepakatan antara tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perbankan syariah dan analisis kinerja sosial bank Syariah yang tercantum dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Pengungkapan informasi Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia yang terkandung dalam Islamic Social Reporting Index 2011-2012 mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun dari ketiga objek tersebut yang melakukan sosialnya. Aktivitas sempurna (100%) berdasarkan model indeks ISR; 2) kinerja sosial Bank syar’i Indonesia telah meningkat pada 2011-2012. Bank Syariah Mandiri (BSM) memiliki tingkat kinerja sosial 81,58% pada 2011 dan meningkat menjadi 84,21% pada 2012. Bank Mega Syariah (BMS) memiliki tingkat kinerja sosial 76,32% pada 2011 dan meningkat menjadi 78,95% pada 2012. Bank Muamalat Indonesia (BMI) memiliki tingkat kinerja sosial 86,84% pada 2011 dan meningkat menjadi 89,47% pada 2012; 3) berdasarkan analisis kinerja sosial, terdapat perbedaan signifikan kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia.

Irmade, Oka; Widjanarko, Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan membuat media pembelajaran VideoScribe yang di aplikasikan dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Hasil dalam kegiatan ini adalah 8 guru telah dapat membuat media pembelajaran VideoScribe dan hasil ini sesuai target yaitu 100% dapat membuat media VideoScribe. Luaran yang dihasilkan berupa Produk media VideoScribe pada materi tertentu dan publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.

Supeni, Siti; Mialiawati, Inggis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengembangan kompetensi profesi guru dalam menunjang kualitas pembelajaran, salah satunya adalah melalui penulisan karya ilmiah yang inovatif dan kreatif, namun masih ada sebagian guru yang belum bisa melakukannya dengan optimal untuk memenuhi standar kompetensinya. Permasalahan tersebut dikarenakan belum terbiasanya guru melakukan kewajiban yang harus dilakukan secara rutin tentang peningkatan kualitas pembelajarannya serta belum adanya tuntutan yang harus dilakukannya, selain terpaksa karena memenuhi kewajiban dalam kenaikan pangkat. Tujuan dalam penulisan ini adalah peningkatan pemahaman guru SMP dan SD dalam melakukan penulisan karya ilmiah, yang berkaitan dengan pengembangan kualitas pembelajarannya melalui gagasan informatif dan kreatif dalam memenuhi kompetensi profesi guru. Metode dalam penulisan jurnal pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dilakukan oleh semua guru untuk menyusun karya ilmiah dalam bentuk artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Hasil yang dicapai adalah kemajuan (progress) pengabdian ini diukur dari: (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktif penulisan proposal dan karya ilmiah di akhir pelatihan dengan menerapkan nilai pre-test dan post test yang dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakter peserta didik melalui media tembang macapat pangkur pupu 2 serat wedhatama di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Peran guru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untuk mengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Pendidikan karakter juga dapat menumbuhkan kepribadian positif pada peserta didik untuk menghargai kearifan lokal daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanya sekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran. Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama media berbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang diharapkan adalah guru-guru SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar yang mengikuti kegiatan ini memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan karakter peserta didik sehingga dapat menuai prestasi yang baik. Selain itu juga dapat tersusun artikel ilmiah untuk dimuat dalam jurnal nasional ber ISSN. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari guru dan peserta didik SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalam menanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didik didekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur pupuh 2 serat wedhatama, maka pada diri mereka akan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.  Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Karakter, Media Tembang Macapat Pangkur          Pupuh 2 Serat Wedhatama.

Irwan, Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kontroversi yang dominan pada dekade terakhir abad ke-20 ialah pertanyaan: “Apa yang komunitas internasional atau negara lain harus lakukan ketika sebuah negara tidak dapat atau tidak mau menghentikan pelanggaran HAM secara masif dan sistematis dalam wilayahnya (contohnya: perang sipil di Liberia pada tahun 1990, penindasan suku Kurdi di Irak Utara sejak tahun 1990, penindasan sipil di Provinsi Kosovo pada tahun 1999)? Apakah komunitas internasional memiliki kewajiban moral untuk mengintervensi negara itu, yang memiliki kedaulatannya sendiri, melalui intervensi kemanusiaan (humanitarian intervention) untuk mengakhiri pembantaian itu?” Walaupun ada konsensus umum tentang pentingnya intervensi kemanusiaan, tetapi aksi militer ini banyak diperdebatkan dalam bidang moral, hukum, politik, filsafat di dunia internasional. Dalam bidang moral, artikel sederhana ini mencoba mencari dasar moral dari intervensi kemanusiaan menurut teori dari Hugo Grotius. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.