Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 461-480 of 565

Analytics

Lisa Ardiningtyas; Dyta Anggraeni

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Penyakit terbanyak pada lansia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019 adalah hipertensi (57,6%), artritis (51,9%), stroke (46,1%), masalah gigi dan mulut (19,1%), penyakit paru obstruktif menahun (8,6%) dan diabetes melitus (4,8%). Sementara itu dengan bertambahnya usia, gangguan fungsional akan meningkat dengan ditunjukkan terjadinya disabilitas. Dilaporkan bahwa disabilitas ringan yang diukur berdasarkan kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL) dialami sekitar 51% lansia, dengan distribusi prevalensi sekitar 51% pada usia 55-64 tahun dan 62% pada usia 65 ke atas; disabilitas berat dialami sekitar 7 % pada usia 55-64 tahun, 10% pada usia 65– 74 tahun, dan 22 % pada usia 75 tahun ke atas. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 15 Lansia di Kelurahan Paudean dan dilaksanakan. Instruktur dan narasumber dalam kegiatan ini adalah dosen S1 Kebidanan dan dosen S1 Gizi. Tahap persiapan dilakukan dengan survey tempat, analisis masalah dan penetapan masalah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaa penyuluhan adalah talk show dan pemeriksaan kesehatan kepada 15 lansia di Kelurahan Paudean dilanjutkan talkshow pemanfaatan bahan pangan sebagai alternatif pengobatan hipertensi. Evaluasi dilakukan dengan analisis hasil pre test dan post test. Hasil pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan para lansia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, kadar gula darah serta kadar asam urat dan dapat menjawab pertanyaan tentang bahan pangan yang dapat menurunkan tekanan darah.  Melihat keantusiasan dan manfaat yang didapat peserta maka sebaiknya penyuluhan ini ini dapat dilakukan di kelurahan-kelurahan lainnya yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan terkait untuk terus memperhatikan kesehatan lansia dengan mengaktifkan kegiatan posyandu lansia.

Nandri Sulistywati Tane; Hamna Vonny Lasanuddin; Harismayanti , Harismayanti

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Pada lanjut usia terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang berakibat timbulnya berbagai macam penyakit sehingga sangat penting memperbaiki gizi pada lansia, namun apabila lansia mengalami gizi lebih dapat menimbulkan penyakit lain seperti ghout artrithis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi dengan angka kejadian ghout artrithis pada lansia. Desain penelitian cross sectional dengan uji chi square. Jumlah sampel 38 orang, tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil analisis chi square menunjukan nilai p=0,000<0,05. Sehingga disimpulkan terdapat hubungan status gizi dengan angka kejadian ghout artrithis pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Saran diharapkan kepada keluarga agar memperhatikan pola makan dan mendukung lansia melakukan pemeriksaan rutin agar status gizi serta kesehatan lansia terpantau.      

Rapina Suci Sagalulu; Rona Febriyona; Andi Nur’Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menopause dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh hormon estrogen yang dapat melindungi wanita dari penyakit kardiovaskular salah satunya hipertensi. Kurangnya aktifitas fisik yang dilakukan oleh wanita menopause adalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan maupun kejadian tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh nilai p value (0.003) < α (0.05), jika p < α berarti hipotesis diterima. Statistic dan metode chi square hasil nilai p = (0.003) < = 0.05. yang berarti Ha diterima. Aktivitas Fisik berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Perlunya penelitian lanjutan dengan mengendalikan dengan meneliti faktor-faktor beresiko terjadinya hipertensi seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam, kualitas dan kuantitas tidur, stress serta faktor pemicunya sehingga diharapkan mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.  Demensia,Vitamin D,Lansia,Kognitif    

Ayuni Damayanti Putri; Ayuni Damayanti Putri; Izzatusholekha Izzatusholekha

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Public service is a form of realization of orderly government administration to make it easier for citizens, including marginalized groups of people such as the poor who are cared for by the state (one of them is neglected elderly) in fulfilling various complexities of daily needs. The government gives privileges to neglected elderly in population and health services because in the administrative process they cannot be equated with members of the public in general. The factor of dementia and neglect is an important highlight of special services. Type of this research is descriptive qualitative at the Institution owned by the Provincial Government of DKI Jakarta, Tresna Werdha Social Institution (PSTW) Budi Mulia 3. The results of this study indicate that the population and health services provided by PSTW BM 3 have fulfilled service facilities quite well in terms of Tangible, Dementia elderly get convenience in the process of obtaining a Population Identification Number (NIK) and KTP-El even though it is scheduled once a year. Reliability is quite good in terms of timeliness, Responsiveness The services provided are good, supported by the intensity of coordination, Assurance of data security is well maintained in privacy so that it is safe, and Emphaty for both Dukcapil and Jamkesda are ready 24 hours in receiving service requests from PSTW BM 3 with a follow-up process on work days.  

Charis Christiani; Agus Bahrudin; R Permadi Mulajaya

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The increase in the number of elderly population (elderly) in the city of Semarang, the increase in the elderly will bring problems due to the aging process which causes a risk of decreasing health status. The elderly will become the strength of a country if they are in a healthy, independent, active and productive condition. One solution to achieve this requires the optimal role of health cadres. As a religious institution, GKJ Jatingaleh Semarang has a service task, one of which is health care for the elderly. To support this service, the PPM FISIP UNTAG Semarang Team conducted PPM activities at the church. The purpose of the PPM activities is assisting in the formation of health cadres; provide medical examination services and provide medical equipment needed in examination activities. The method used is mentoring and practice of health checks. The results of these activities were the formation of a GKJ Jatingaleh health cadre team with 5 cadres as members; health checks have been carried out on 47 elderly residents of GKJ Jatingaleh; and delivery of medical equipment.

Sri Povintyawati Rahman; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di dunia karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah pada usia lansia awal. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan one group pre test post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan pada Uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,05,  hasil ini menujukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Pemberian senam yoga terhadap penderita hipertensi di usia lansia awal memiliki dampak besar terhadap penurunan tekanan darah karena senam yoga sendiri mengaktifkan hormone endorphin yang mampu mempengaruhi kinerja jantung sehingga tekanan darah menjadi stabil. Senam yoga dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sehingga lansia perlu melakukan senam yoga secara rutin untuk dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga kebiasaan yang dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah.  

Anggie Annisa Permatasari; Nannyk Widyaningrum; Dinda Cita Lolita; Chafifah Chusnul Chotimah

Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal 2023 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Each individual must have their own awareness and play an active role in practicing PHBS (Implementation of Clean and Healthy Living) in everyday life. All health behaviors are carried out with awareness so that family or family members can help themselves in the health sector and play a role in activities in the community. The main aim of the PHBS movement is to improve the quality of health through an awareness process which is the beginning of individual contributions in living clean and healthy daily life behavior. The general benefit of PHBS is that it increases people's awareness of wanting to live a clean and healthy life. This is so that people can prevent and overcome health problems. Apart from that, by implementing PHBS the community is able to create a healthy environment and improve the quality of life. This includes the elderly group (elderly). The elderly are an age group that has experienced decline in many aspects, namely physical, psychological and social. The existence of these limitations will greatly affect the ability/independence in implementing PHBS. The lives of aging seniors need to be managed well, emphasizing the concept of active aging, maintaining independence and quality of life in the last third of life.

Aprilya Sri Rachmayanti; Suhaera Suhaera; Ghalib Syukrillah Syahputra; Henny Rachdiati

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2023 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The aging process is a natural phenomenon experienced by every individual, characterized by physical and mental changes that affect the body's functions and capabilities. The speed of the aging process can vary between individuals due to the influence of hormones and other factors. Elderly is often thought of as a disease, whereas aging is actually a natural process of decreasing the body's resistance to external and internal stimuli. During aging, the elderly experience physical, mental and psychological changes. Efforts to improve the health of older adults with chronic diseases are made through the adoption of a healthy lifestyle. This includes regular exercise programs, a healthy diet by limiting salt, fat, and cholesterol intake, quitting smoking, avoiding alcoholic beverages and caffeine, managing emotional stress, and undergoing regular monthly health check-ups. With age, older adults are at risk of various diseases, decreased body functions, imbalances, and the risk of falls. These challenges often conflict with older adults' desire to remain independent and active. The mismatch between expectations and conditions can even lead to depression. Therefore, there is a need for special attention to the health and well-being of the elderly with chronic diseases to maintain their quality of life.

Mutia Putri Kalu; Rosmin Ilham; Andi Nur Aina Sudirman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kasus hipertensi paling banyak terjadi pada usia lansia karena proses penuaan yang mengakibatkan perubahan terhadap sistem kardiovaskuler sehingga terjadi penurunan kemampuan lansia dalam memenuhi aktivitasnya dan perawatannya secara mandiri sehingga diperlukan tugas keluarga sebagai sumber perawatan lansia. Tugas keluarga merawat lansia di bidang kesehatan terdiri atas lima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tugas perawatan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study, populasi lansia sebanyak 74 lansia, jumlah sampel 43 orang menggunakan teknik sampling secara purposive sampling dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh responden yang tugas perawatannya kurang mayoritas mengalami hipertensi sebanyak 14 responden (32,6%), tetapi ada 1 responden (2,3%) yang tidak mengalami hipertensi dan responden yang tugas perawatannya baik mayoritas tidak mengalami hipertensi sebanyak 26 responden (60,5%), namun ada 2 responden (4,7%) yang mengalami hipertensi. Hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value 0,000 α <0.05). Kesimpulan ada hubungan tugas perawatan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga.

Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman; Silvia Apriani Hida

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses menua menyebabkan kemunduran fungsi organ tubuh, kemunduran fisik dapat memicu timbulnya stres pada lanjut usia, pengelolaan stres membutuhkan terapi tambahan dengan melakukan terapi lingkungan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi lingkungan (berkebun) terhadap tingkat stres pada lansia di Panti Werdha Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Desain penelitian pra eksperimen dengan one group pretest postest design, populasi lansia yaitu seluruh lansia di Panti Griya Lansia Jannati berjumlah 23 lansia, jumlah sampel yang digunakan 15 orang dengan menggunakan teknik sampling secara purposive sampling dan uji statistik yang digunakan uji t-test berpasangan. Hasil penelitian diperoleh seluruh responden sebelum diberikan terapi lingkungan mengalami tingkat stres sedang sebanyak 15 responden (100%) dan sesudah diberikan terapi lingkungan seluruh responden tidak mengalami stres/normal sebanyak 15 responden (100%), hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000. Terapi lingkungan menyebabkan lansia menjadi lebih tenang akibatnya stres yang dialami berkurang daripada sebelum terapi ini dilakukan. Dapat disimpulkan terapi lingkungkan atau berkebun dapat menurunkan tingkat stres pada lansia.  

Nurlatifa Nurlatifa; Hamna Vonny Lasanuddin; Andi Nuraina Sudirman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Menua pada lanjut usia adalah suatu proses dimana setiap Manusia akan mengalami kemunduran baik fingsional dan struktur tubuh. Hipertensi  atau  yang  dikenal  dengan  tekanan  darah  tinggi  merupakan  salah  satu penyakit    tidak    menular    yang    berupa    gangguan    pada   sistem   sirkulasi. Aktivitas  fisik  merupakan  pergerakan  anggota  tubuh  yang  dapat  menyebabkan pengeluaran tenaga untuk pemeliharaan kesehatan fisik dan     mental,     serta mempertahankan  kualitas  hidup  agar  tetap  sehat  dan  bugar  sepanjang  hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup Pada Lansia. Desain penelitian menggunakan descriptif correlation dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 50 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan Aktivitas Fisik tertinggi yaitu Tinggi dengan jumlah 18 responden (36,6%), Aktivitas Fisik Sedang 17 responden dengan (34,0%), dan Aktivitas Fisik rendah 10 responden dengan (30,0%).. Sedangkan Kualitas Hidup tertinggi yaitu Baik dengan jumlah 18 responden (36,6%), Sedang 17 responden dengan (34,0%), Buruk denga jumlah 15 responden (30,0%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,002 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup pada lansia. Sehingga di anjurkan bagi lansia untuk bisa meningkatkan aktivitas fisik agar kualitas hidup lansia cenderung akan meningkat.  

Izrak Habu; Hamna Lasanuddin; Fadlly Syamsuddin

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kolesterol merupakan senyawa lemak atau lipid dalam darah dimana kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan simpanan pada pembulu darah. Kolesterol dapat menempel pada dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran pembuluh darah akibatnya penderita beresiko terkena penyakit jantung dan strok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus apel hijau (Granny Smith) terhadap kadar kolesterol. Metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest dan Postes. Sampel dalam penelitian ini yaitu lanjut usia (Lansia) diperoleh 15 responden menggunakan teknik Kuota Sampling. Hasil peneiltian menunjukan perbedaan nilai rata-rata kadar kolesterol sebelum yaitu, 256,93 mg/dl, sedangkan setelah menjadi 229,33 mg/dl, hasil analisis Uji Paired T Test di dapatkan nilai P-Value=0.000 dengan nilai α<0.05. Kesimpulan, terdapat pengaruh jus buah apel hijau (Granny Smith) yang diberikan kepada lanjut usia (lansia) dengan hiperkolesterol karena jus apel hijau (Granny Smith) memiliki kandungan pektin yang berfungsi untuk membatasi penyerapan kolesterol di dalam usus. Saran, kepada petugas puskesmas agar mensosialisasikan mengenai pentingnya mengomsumsi jus apel hijau (Granny Smith) untuk menurunkan kadar kolesterol darah.    

Indra Zachreini; Angie Delashynta Rianda

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Tinnitus is a symptom of an associated disease process, which may have a major impact on daily life. With an aging population worldwide, it is important to gain insight into the occurrence of tinnitus at an older age. Several studies have observed that variables such as alcohol or smoking are not significantly associated with tinnitus. Whereas in otic, sinonasal pathology, dizziness, hypertension or arteriosclerosis as a significant correlation. Imaging and activity measurement technology related to tinnitus in the ear, auditory nerve, and auditory canal of the brain. Although many therapeutic modalities have been applied, there is no consensus regarding effective therapeutic agents. Although medication does not necessarily relieve tinnitus, accurate diagnosis and treatment are important to reduce the disturbance associated with tinnitus and to prevent additional disability.

Anita Sriwaty Pardede

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perubahan demografi akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan lanjut usia (lansia) baik secara individu maupun dalam kaitannya dengan keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia harus diupayakan agar kelompok lansia tetap mempunyai kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjadi sumberdaya manusia yang optimal. Masalah gizi yang umum terjadi pada lansia selain kekurangan gizi juga kelebihan gizi  yang memacu timbulnya  penyakit degeneratif  seperti penyakit  jantung  koroner,  hipertensi,  diabetes  mellitus,  batu empedu, gout (reumatik), ginjal, sirosis hati dan kanker. Sehingga dengan peningkatan status gizi pada lansia diharapkan keadaan kesehatan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan (Dep.Kes. RI, 2000).             Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana variabel terikat (dependen) yaitu Status Gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik lansia (umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan tingkat pendapatan), perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan sebagai variabel bebas (independen). Penulis melakukan observasi atau pengukuran  pada  saat bersamaan dan wawancara food recall. Penelitian dilakukan di Wredha Rineksa daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok dengan jumlah 110 orang lansia. Pemilihan lokasi dengan alasan Wredha Rineksa merupakan rumah singgah (sekarang disebut Pos Pembinaan Terpadu). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah : Kuesioner tentang karakteristik lansia, perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan, Format Form Food Recall 24 jam, Alat ukur Tinggi Badan yaitu Microtoise dan Berat Badan dengan timbangan Seca Digital, KMS Lansia.             Hasil penelitian adalah : Sebagian besar (56,4%) lansia di Wredha Rineksa (WR) daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok berstatus gizi normal, dengan rata-rata IMT 23,5 kg/m² dengan nilai terendah 16 kg/m² dan tertinggi 32,8 kg/m², sedangkan status gizi lebih dengan IMT > 25 kg/m²  adalah  33,6% ; Karakteristik lansia umur > 60 tahun (59,1%), perempuan (73,6%), berstatus kawin (71,8%), berpendidikan menengah (50,9%), tidak bekerja (84,5%), dan tingkat pendapatan rendah  sebanyak 62,7%. Sebagian besar lansia tidak mempunyai kebiasaan merokok (91,8%), dan aktivitas fisik  dengan aktivitas sedang 37,3%. Asupan Konsumsi lansia di WR rata-rata kurang dari Angka Kecukupan Gizi, hanya asupan protein yang lebih dari AKG. Asupan rata-rata konsumsi energi pada laki-laki 87,73% dan perempuan 95,5% dari AKG ; rata-rata konsumsi karbohidrat pada laki-laki 89% dan perempuan 91% dari AKG ;  rata-rata konsumsi protein pada laki-laki 138% dan perempuan 131% dari AKG ;  rata-rata konsumsi lemak pada laki-laki 83,6% dan perempuan 77,8% dari AKG. Pada penelitian ini didapatkan  hubungan yang bermakna antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan asupan energi dengan status gizi.    

Rofingatul Hasanah; Wasisto Utomo; Musfardi Rustam

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara umum populasi lansia di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan mengalami peningkatan. Tingginya angka populasi lansia akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah penyakit hipertensi. Lansia penderita hipertensi seringkali mengeluh tidak dapat beraktivitas sehari-harinya karena tekanan darah naik. Aktivitas fisik sangat baik untuk kesehatan karena membuat tubuh tetap bugar dan sehat, terutama bagi lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga. Metode yang digunakan adalah kuantitaif denan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 responden lansia penderita hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengisi kuesioner aktivitas fisik yang berisi 8 pertanyaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 31 orang responden memiliki aktivitas fisik yang ringan (45,6%), kemudian sebanyak 26 orang responden memilki aktivitas fisik yang sedang (38,2%). Dan  sisanya sebanyak 11 orang responden memiliki aktivitas fisik yang berat (16,2%).  

Margiyati Margiyati; Setiawan, Agus

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

ABSTRAK Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis di mana nilai sistolik >140 mmHg dan nilai sistolik >90 mmHg.  Peraan perawat untuk mengatasi hipertensi dengan memberikan perawatan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu dari terapi non farmakologi  untuk menurunkan  tekanan darah tinggi pada lansia dengan hipertensi adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kasus. Subyek yang digunakan dua responden dengan kriteria lansia berusia 60-75 tahun, hipertensi grade I antara 140/90 mmHg sampai 159/99 mmHg, lansia tidak menjalani perawatan tirah baring, lansia yang bersedia menjadi responden dalam penelitian. Analisa studi kasus dilakukan secara deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil studi kasus menunjukkan perubahan penurunan yang signifikan dari terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, dibuktikan pada penurunan sistole dan diastole pada kedua subjek. Subjek I selama 6 hari  terjadi penurunan pada sistole sebanyak 7 mmHg dan diastole sebanyak 26 mmHg. Pada subjek II terjadi penurunan sistole sebanyak 10 mmHg dan diastole sebanyak 9 mmHg. Kesimpulan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi pada kedua subjek studi kasus yang cukup signifikan dalam menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif pada lansia yang mengalami hipertensi dan terapi relaksasi otot progresif direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Tingkat kemandirian pada kedua subjek mengalamai peningkatan yaitu dari tingkat kemandirian I menjadi tingkat kemandirian II karena lansia dapat memahami hipertensi pada lansia, memberikan dukungan saat terapi dan bersedia melanjutkan terapi relaksasi otot progresif secara mandiri.

Rahmawati, Andini; Eppy Setiyowati; Rizma Yuhana Defitri; Naadiyah Roebbi Musfirah; Putri Nur Fadilah +1 more

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan..pada seseorang yang biasanya ditandai.dengan peningkatan gula darah. Resilience digambarkan sebagai proses beradaptasi dengan baik dalam menghadapi sikap positif dan strategi yang efektif termasuk mengembangkan kesadaran diri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan self awareness pada lansia DM. Metode Penelitian menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan 33 subjek memenuhi..kriteria yaitu inklusi dan ekslusi pada lansia. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan.bahwa lansia dengan resiliensi sedang sebanyak 20 responden (60,6%), dan lansia dengan self awareness kurang sebanyak 25 responden (75,8%). Pada correlation ditemukan adanya hubungan antara resiliensi dengan self awareness dengan nilai p-value sebesar 0,016 (p < 0,05). Kesimpulan. Dengan demikian dapat disimpulan penelitian ini adanya hubungan resiliensi dengan self awareness, dimana semakin rendah tingkat resiliensi pada lansia, maka semakin.rendah juga self awareness yang dimiliki lansia dengan DM tersebut.

Urafidah, Sifa; Eppy Setiyowati; Ananda Yulistiya Kartini; Sitti Lathifatul Isniah; Riska Puspita Rahmawati +2 more

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seiring bertambahnya usia seseorang, kondisi fisiknya akan memburuk. Kecemasan dapat mengakibatkan perubahan pada kondisi fisik dan psikis. Tujuan Penelitiaan ini bertujuan menganalisis suatu hubungan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Metode penelitian menerapkan desain cross sectional. Populasi penelitian ialah lansia di Desa Klurak, Candi, Sidoarjo. Dengan menggunakan metode total sampling, jumlah sampel sebesar 33 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket Connor and Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dengan 5 indikator untuk mengukur resilience dan kuesioner  Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan 14 indikator penilaian untuk mengukur kecemasan. Hasil penelitian uji statistik p-value 0,018 dengan menggunakan uji Spearman, artinya terdapat hubungan signifikan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Kesimpulan, semakin baik resilience yang dimiliki oleh lansia dengan diabetes mellitus maka kecemasan akan semakin berkurang, begitu pula sebaliknya. Saran yang diharapkan kepada peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian yang lebih intensif pada lansia dengan jumlah sampel yang lebih besar, yang akan memperoleh hasil lebih signifikan dan dapat menjadi acuan teori dimasa mendatang

Fitriyah, Elly; Eppy Setiyowati; Caesario Dimas Aditya; Aprilia Nurika Putri; Lailil Ika Feby +2 more

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus (DM) ialah kadar gula darah mencapai angka yang melebihi batas normal. Resiliensi dapat diartikan sebagai proses keberhasilan agar penderita DM dapat beradaptasi dengan stress dan penyakitnya, sehingga perawat diri dalam penyakit tersebut menjadi baik. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana korelasi resiliensi terhadap self-care pada lansia dengan DM. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan observasi analitik terhadap 33 lansia, pengambilan sampel menggunakan total sampling, intrumen pada 2 variabel menggunakan kuesioner yang memiliki kriteria yang berbeda dalam menentukan tingkatan skor untuk menghitung besar penilaian responden terkait variabel tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi sedang sebesar 57,6%, sedangkan tingkat self-care buruk sebesar 63,6% terkait corelation ditemukan adanya hubungan antara resiliensi dengan self-care menggunakan besaran p value : 0.016(p < 0,05). Hasil penelitian yaitu  adanya tingkat ketahanan pada orang lanjut usia terkait dengan kualitas perawatan yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri; Dengan kata lain, kurang ketahanan dikaitkan dengan perawatan diri yang lebih baik.

Fauziyyah, Idda; Eppy Setiyowati; Erna Ni’matus Sa’diyyah; Novianti Fatimatus Zahro; Mutmainnah Mutmainnah +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus adalah kesehatan global, insiden, morbiditas, serta mortalitasnya lebih besar diantara lansia daripada yang lebih muda. Karena diabetes ialah penyakit kronis yang membutuhkan pergantian gaya hidup serta kepatuhan diet yang signifikan, dukungan sosial ialah faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan penderita dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis dukungan sosial dan kualitas hidup lansia penderita DM di daerah kerja Karangrejo Sawah Kelurahan Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan crosss-ectional. Pengambilan sampel sebanyak 32 lansia, menggunakan kuesioner Multidimensional Scale Of Perceived Social Supportdan Diabetes Quality of Life . Data yang terkumpul disebarluaskan oleh SPSS dan dianalisis pearson chi-square untuk membangun adanya hubungan dukungan sosial dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat dukungan sosial tinggi sebesar 59,4%, sedangkan tingkat kualitas  hidup sedang sebesar 59,4%, terkait correlation ditemukan adanya hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup dengan p value 0,06 (<0,05). Hasil penelitian yaitu terlihat bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada lanjut usia diabetes mellitus.