Publication Search

62,860 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 4601-4604 of 4,604

Analytics

Handayani U.N, Dewi; Soelistijadi, R.; Sunardi, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan sistem informasi berbasis computer yang digunakan secara dijital untuk menggambarkan dan menganalisa ciri-ciri geografi yang digambarkan pada permukaan bumi dan kejadian-kejadiannya. Sistem Informasi Geografi menghasilkan aspek data spasial dan data non spasial. Data geografi yang sudah terkomputerisasi berperan penting menemukan perubahan bagaimana menggunakan dan mengetahui informasi tentang bumi. Karakteristik utama sistem informasi geografi adalah kemampuan menganalisis sistem seperti analisa statistik dan overlay yang disebut analisa spasial yaitu dengan menambahkan dimensi ‘ruang (space)’ atau geografi. Analisa Spasial dilakukan dengan mengoverlay dua peta yang kemudian menghasilkan peta baru hasil analisis. Proses Analisa Spasial meliputi kegiatan membuat buffer disekitar titik (point), garis (line) dan area (polygon), menganalisis peta dengan titik, garis dan area dengan proses overlay mengunakan metode intersection, union, identitas, hapus, dan klip. Analisa proximity merupakan analisa geografis yang berbasis pada jarak antar layer menggunakan metode Shortest Path Trace, yaitu menganalisis untuk menemukan jarak terpendek dari dua lokasi menggunakan metode Flood Trace, yaitu mengetahui posisi jarak sebuah titik pada arah yang sama dalam radius tertentu.

Nugroho, Hieronimus Edhi

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang diselenggarakan oleh Universitas Stikubank. Meskipun saat ini kegiatan pembelajaran sudah dikomputerisasi, akan tetapi sistem yang digunakan masih belum memenuhi harapan pelaksana kegiatan. Di Universitas Stikubank, kegiatan pembelajaran meliputi lima sub kegiatan pokok : 1) Pendaftaran Rencana Studi Sementara; 2) Penetapan Rencana Studi Tetap; 3) Perkuliahan; 4) Ujian; 5) Hasil Penilaian Ujian. Kelima kegiatan tersebut terkait satu sama lain dan harus dilaksanakan secara berurutan. Salah satu perbedaan utama antara Sistem Rencana Studi di Universitas Stikubank dengan Perguruan T'inggi lain adalah di Universitas Stikubank, kegiatan pendaftaran rencana studi semester berikutnya berlangsung saat semester aktif belum berakhir sehingga menyebabkan ada dua buah data rencana studi pada satu semester berjalan, yaitu data rencana studi semester aktif dan data rencana studi semester berikutnya. Pada perguruan tinggi lain hal semacam ini tidak terjadi karena kegiatan pendaftaran rencana studi dilakukan setelah semester aktif selesai atau dengan kata lain setelah Kartu Hasil Studi dikeluarkan, dengan demikian untuk tiap semester hanya ada satu data rencana studi. Perbedaan ini menyebabkan diperlukannya strategi pengelolaan data secara khusus. Tujuan dari pendaftaran rencana studi semester berikutnya pada semester aktif adalah untuk mendapatkan secara faktual iumlah peserta mata kuliah sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih tepat. Dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan perkuliahan baik langsung atau ticlak langsung telah berhasil dikomputerisasi.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Resiko yang dihadapi oleh kebanyakan pengguna atau pemakai komputer sering kurang mendapatkan perhatian yang utama dalarn perlakuan antisipasi yang mungkin akan terjadi pada komputernya. Padahal perlakuan preventif atau pencegahan ini sangat penting sekali. Para pemakai komputer baru sadar dan baru melakukan perlakuan pengamanan secara represif setelah resiko teriadi dan menimbulkan akibatkan yang sangat merugikan baik pada dirinya secara langsung maupun secara tidak langsung. Para pengguna kurang begitu menyadari dan bahkan kurang peduli terhadap perlakuan system sekuritas terhadap komputernya, hal ini diakibatkan karena pengetahuan yang terbatas dari kebanyakan pemakai komputer. Untuk itu dalam penelitian ini perlu mengambil topik tentang aspek-aspek sekuritas pada system komputer. Hasil penelitian ini dapat melakukan identifikasi masalah sekuritas komputer, yaitu menentukan bagaimana komputer dapat rusak ditinjau dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengaruhnya terhadap pemakai (user), dan bagaimana langkah pencegahan sebelum terjadinya kerusakan, dan menentukan langkah penanggulangannya setelah terjadi kerusakan. Bentuk pengamanan tersebut dapat dilakukan dengan menentukan model tingkat pengamanan seperti melakukan kewaspadaan terhadap pemakai, pengamanan fisik baik fisik komputer maupun lingkungan yang terlibat. Setelah melakukan tindakan pengamanan fisik maka selanjutnya melakukan tindakaan pengamanan fungsi komputer. Ancaman yang sering dirasakan oleh pengguna komputer yang berhubungan langsung dengan keamanan data, aplikasi, dan system operasi adalah Virus komputer. Saat ini untuk proteksi data dari bentuk manipulasi data yang sedang berkembang adalah dengan cara metode enkripsi. Metode ini akan melakukan enkrip atau membual kode sandi tertentu dengan cara menyamarkan data.

Diartono, Dwi Agus; Nurhayati, Ida

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Kemaiuan teknologi informasi saat ini sangat cepat, dan berpengaruh pada semua aspek kehidupan haik aspek yang menguntungkan maupun aspek yang merugikan. Perubahan yang sangat cepat itu tentunya tidak berjalan dengan sendirinya, tetapi berkat niat dan keinginan untuk memanfaatksn adanya perubahan tersebut. Dalam penggunaan komputer seseorang selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhi keahliannya, faktor tersebut diantaranya adalah personality yang meliputi kecemasan dan sikap dalam menggunakan komputer. Kecernasan dan sikap itu akan berpengaruh pada keahlian seseorang dalam penggunaan komputer. Kecemasan ini dipengaruhi oleh sejauh mana teknologi informasi membantu tugas kita sehari-hari. Sikap adalah pernyataan evaluatif baik yang menguntungkan atau yang tak menguntungkan mengenai objek orang atau peristiwa. Sikap mencerminkan bagairnarra seseorang merasakan sesuatu. Sikap tidak sama dengan nilai, tapi keduanya dapat dihubungkan. Kesuksesan suatu teknologi informasi berkaitan erat dengan keahlian dari pemakai. Kecemasan terhadap penggunaan komputer berkorelasi negatif terhadap keahlian dalam penggunaan komputer. Semakin cemas seseorang terhadap penggunaan komputer maka semakin kurang keahliannya. Hal ini merupakan kebalikan dengan sikap, apabila seseorang bersikap menerima penggunaan komputer, maka akan mempertinggi keahliannnya dalam menggunakan komputer. Dalam penelitian ini ternyata sikap tidak mempengaruhi keahlian, hal ini tidak konsisten dengan hasil penelitian yang telah banyak dilakukan diluar negeri, ketidak konsistenan ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor budaya, dimana orang Indonesia tidak suka berterus terang akan keahlian yang dimiliki.