Publication Search

74,467 articles from 724 journals · 2,111 citations tracked

Showing 4281-4300 of 4,364

Analytics

Mustofa, Dimas Yeni; Sugiaryo, Sugiaryo; Supeni, Siti

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui bagaimana peran masyarakat dalam manguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan.2)Mengidentifikasi hambatan yang ditemui masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. 3)Untuk mengetahui pendekatan dan upaya yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data menggunakan data primer maupun data sekunder. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Peran masyarakat dalam menguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu tokoh masyarakat Desa Gondosuli sudah menghimbau mendaki merupakan kegiatan untuk mengenal alam bebas sehingga menimbulkan rasa cinta kepada alam yang menjadikan mereka pantang berbuat kerusakan dengan presentase 42,86% sangat memahami dan 14,28% kurang memahami.2) Faktor-faktor yang hambatan  masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu yaitu pendaki jail yang kurang sadar akan rasa tanggung jawab sesuai dalam kode*etik kepecinta alaman dengan presentase sebesar 42,86%, faktor ekonomi sebesar 28,57%, terbatas nya sumberdaya manusia dalam melaksanakan pengawasan secara langsung sebesar 28,57%.3)Upaya pendekatan yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu memberi dan menambah rambu-rambu peringatan, memperketat peraturan dalam pendakian, melakukan pengawasan rutin dengan besar presentase pemahaman sebesar 71,43% Sangat memahami dan 28,57% cukup memahami.Kata Kunci: Peran Masyarakat, Karakter Tanggung Jawab dan Peduli Lingkungan, Pendaki ABSTRACTThe research were aimed at: (1) to know how the role of community in strenghtening character of liability and care of environment in mountain climbing activity (2) identify obstacles that faced by community in strengthening character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019 (3) to know approach and efforts doing by community to strengthen character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019. The research method used wae qualitative descriptive, source of data used primary and secondary data. The subject og this research were people in gondosuli village tawangmangu subdistrict. The technique of collecting data used interview, observation, and documentation. Data validity technique used were source triangulation and method triangulation. The technique og analiysis data used was interactive analysis model. Based on finding, it can be concluded that (1) the role of community in strenghtening character of liability and care of environment from the public figure of gondosuli who has been explained that climbing in an activity to understand wild that initiate love feeling to nature which make them aware of doing damage with 42,86% in the level of very undwerstand, and 14,28% less of understanding. (2) The obstacles factor are ignorant climbers who are less aware og their liability based on the ethics regulation in 42,86%, economic factors 28,57%, limitation of human resources who directly supervise 28,57%. (3) efforts that has been done by community in strenghtening character of liability and care of environmentto lawu mountain climbers are giving and adding the warning signs, tightening climbing regulations, doing regular supervision with the level of understanding 71,43% very understanding and 28,57% qiute understand.Â

Harini, Setyasih; Widhiyoga, Ganjar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Female teachers of SMK Negeri 4 Surakarta have not been able to fill sustainable development, especially in increasing their professionalism in making scientific work. This work is very important in addition to measuring the success of learning as well as to improve the analytical skills of teachers in dealing with problems in the classroom. The problems faced by partners are: (1) lack of understanding and insight into the importance of other libraries that can be used to add teaching material in the teaching and learning process; (2) female teachers are not yet motivated to arrange scientific work as demands that must be met as professionals; (3) not many female teachers take advantage of opportunities and opportunities to develop themselves and increase their creativity as educators to support sustainable development practices; (4) there are still teachers who have not utilized the existence of mass media as partners that can be used to accommodate scientific work to meet the requirements as certified teachers. The targets of the Community Service are as follows: (1) socializing the importance of scientific work as a manifestation of professionalism; (2) holding a meeting to increase the motivation of female teachers in making work of innovation and creativity in order to improve the learning process; (3) provide training in the formulation of opinions based on scientific articles to be uploaded to online mass media. Outputs that can be given through community service are as follows: (1) report on the results of service; (2) making articles for scientific publications that are submitted to the journal of the results of the service; (3) submitting articles to mass media. The method of implementation is through socialization, training, mentoring and motivation. The results of the implementation of the activity showed the enthusiasm and great interest of the female teachers in the socialization and training of the preparation of scientific publications including articles produced to be published in print and online mass media.

Wartoyo, Sutoyo,

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sebagai seorang guru perlu memahami penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan upaya untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dilakukan oleh guru secara individu maupun kelompok yang dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : 1). Membantu para guru dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran; 2). Melatih para guru Sekolah dasar agar memiliki kemampuan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Target yang akan dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah 75 % dari sejumlah guru Sekolah Dasar di kecamatan Sukoharjo peserta diklat dapat melakukan penelitian tindakan kelas. Pengabdian kepada masyarakat ini sasarannya adalah para guru Sekolah Dasar di kecamatan Sukoharjo yang telah mengikuti diklat pada tingkat dasar sejumlah 50. Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Dinas pendidikan kecamatan Sukoharjo. Teknik yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi diskusi,  penugasan, pendampingan dan pembimbingan. Hasil  pengabdian masyarakat ini, menunjukkan bahwa : 1). Secara proses para guru mengikuti pelatihan secara baik, taat azas dan mempunyai motivasi yang tinggi; 2). Dari 50 guru yang mengikuti pelatihan penelitian tindakan kelas 35 guru dapat melakukan penelitian dengan benar. Sedangkan 15 guru sudah mampu menyususn proposal penelitian tetapi belum dapat melakukan penelitian dengan benar.

Widyastuti, Rosmala; Sunarni, Sunarni

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat dapat didukung dari berbagai aspek. Selain pendidikan dan ekonomi, peran pangan merupakan sumber kebutuhan dalam mencukupi kebutuhan. Program pengabdian ini dimaksudkan mempunyai tujuan mengoptimalisasi pekarangan rumah warga masyarakat dengan penanaman pangan lokal disekitar pekarangan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Pendampingan dan Pemberdayaan. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan yang terdiri dari satu minggu pelatihan praktek dan tiga minggu pendampingan. Hasil dari program pengabdian ini adalah perolehan pemahaman dari masyarakat yang sebelaumnya belum tahu menjadi faham. Pendampingan yang dilakukan menghasilkan kebiasaan warga dalam menanam tumbuhan disekitar pekarangan rumah. Dari yang hanya dahulunya dibaiarkan kini telah digunakan sebagai sumber kebun terdekat dari dapur. Selain dari itu melalui pengabdian ini juga telah memaksimalkan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman bahan obat dan jamu.

kusumaningtyas, lydia ersta; Koesdyantho, A. Roedy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Judul Pengabdian ini adalah “: Mengenal Multiple Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”Khalayak sasaran dalam program pengabdian ini adalah Masyarakat Non Produktif yaitu guru dan orang tua peserta didik TK Lakshmi 7 Surakarta. Mereka perlu diberi tambahan pengetahuan dikarenakan guru TK Lakshmi 7 tidak berlatar belakang S1 Pendidikan,  melainkan guru TK Lakshmi 7 hanya dari SMK,         Sedangkan Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Ceramah/penyuluhan, diskusi dan pelatihan..Sebagai evaluasinya dipergunakan angket dan observasi  untuk menjajaki cara mengimplementasi mereka dilapangan setelah ada penyuluhan.            Hasil dari pengabdian ini orang tua dan guru dapat memahami pentingnya Multiple Intelligence untuk mengembangkan bakat sdan minat anak. Sedangkan dari hasil penyebaran angket didapat hasil sebagai berikut  77,8% (21 Orang tua dan guru) dapat memahami Multiple Intelligence.Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pengabdian Mengenal Multip\Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”pada orang tua peserta didik dan guru TK Lakshmi 7 Turisari Surakarta berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pelatihan yang diikuti oleh 27 orang , 24 orang (88,89%)  diantaranya sdh memahmi baik teori maupun prakteknya sedangkan yang 3 orang (11,11%) kurang menguasai dikarenakan tidak rutin hadir dalam pertemuan

Prastianto, Rudi Walujo; Mustain, Mahmud; Pratikno, Herman; Handayanu, Handayanu; Miftakh D.S, Dwi Purnomo H, Zuhud Ubaidillah &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Inovasi teknologi untuk pendidikan mutlak dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0, karena teknologi digital dapat memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat di sektor pendidikan. Fleksibilitas, efektifitas dan efisiensi penggunaan teknologi yang tepat dapat menembus ruang dan waktu dalam menjembatani komunikasi antar para pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Penerapan sistem monitoring pembelajaran online sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Departemen Teknik Kelautan FTK-ITS dengan mitra sekolah Al Uswah Surabaya, menjadi solusi terhadap sistem yang masih konvensional yang kurang efektif dan efisien serta rentan terhadap ketidakakuratan akibat kesalahan manusia. Pada akhirnya, dengan sistem ini dapat memperbaiki pelayanan dan kinerja, sehingga efektivitas dan efisiensi proses tersebut meningkat. Parameter penting yang direkam menjadi database oleh sistem monitoring pembelajaran terkait kehadiran siswa, kehadiran guru dan durasi waktu proses belajar mengajar dapat dianalisis secara statistik deskriptif. Fitur sistem yang mampu diakses orang tua siswa, bahkan dapat menjadi media promosi untuk meningkatkan reputasi sekolah serta peran serta orang tua/wali siswa dalam mendukung kesuksesan kegiatan pendidikan. Sistem elektronik ini tidak akan memberikan hasil optimum jika tidak diiringi dengan perubahan pemahaman dan perbaikan budaya belajar mengajar guru, siswa, serta manajemen sekolah. Atau sebaliknya, dengan kehadiran sistem ini secara tidak langsung dapat memaksa untuk terjadinya perubahan budaya belajar-mengajar ke arah yang lebih baik secara bertahap. Dalam penelitian ini parameter penting terkait kegiatan proses belajar mengajar selanjutnya dianalisis untuk menemukan hubungan yang mendukung hipotesis terkait peningkatan budaya belajar mengajar dan reputasi sekolah melalui penggunaan sistem berbasis teknologi komunikasi dan informasi ini.

Hendri Rasminto

Jurnal Elektronika dan Komputer 2019 STEKOM PRESS

At present the information of schools in various fields of education in the Tugu sub-district is still incomplete that only covers the TK / RA and SD / MI levels so that the wider community has not been able to obtain information on the level of education at SMP / MTs, SMA / SMK / MA and Higher Education, and to get this information the public must come directly to the Semarang City Education Office to find the data needed. The public cannot know quickly if there is a change in data or if there is a construction of a new school because the information is only written on the sub-district bulletin board. Tugu sub-district is a sub-district in the city of Semarang, Central Java province. Tugu sub-district region is bordered by the Java sea in the north, in the east by West Semarang Sub- district, in the south by Ngalian sub-district, and in the west by Kendal district. Tugu sub-district has an area of ± 3.444,22 Ha hectares, consisting of 7 kelurahan, namely Jrakah, Tugurejo, Karanganyar, Randugarut, Mangkang Wetan, Mangunharjo and Mangkang Kulon [7] Various suggestions appear to help equip human work to be more efficient and productive, we need a system that can help the work needed by a web-based Geographic Information System. Geographic Information System is a computer-based system for processing data or information that has a geographical dimension [1]. The program used in research uses the PHP programming language, JAVA SCRIPT because this program can be run on a server and is quite reliable using a MySQL database. [3]

Yuni Astuti; Tuti Anggarawati; Revi Arysa Bagaskari; Nicky Galuh; M. Naafi’izko +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kanker serviks merupakan salah atau penyakit keganasan pada leher rahim atau serviks uteri dan terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tidak terkendali. Kanker serviks ini masih menjadi masalah kesehatan utama bagi wanita dan tingkat prevalensinya sangat tinggi di Indonesia. Di Kelurahan Meteseh bulan Januari-Sepetember 2018 terdapat kasus kanker serviks sebanyak 4 orang. Intervensi untuk mencegah terjadinya kanker ke stadium lanjut maka wanita usia subur perlu diberikan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. Wanita Usia subur diharapkan mau melaksanakan pemeriksaan IVA dan Paps Smear sehingga kanker serviks bisa dicegah sedini mungkin.      

Dwi Mulianda; Margiyati; Andre Dwi Susilo; Jeffri Riyan Mustakim; Nur Khasanah +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Peningkatan asam urat (hiperurisemia) didefinisikan sebagai peninggian kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl. Hiperurisemia perlu dilakukan penatalaksanaan untuk membatasi serangan akut, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi yang terkait dengan pengendapan kristal urat di jaringan, serta mencegah kecacatan fisik. Penatalaksaan hiperurisemia selain dapat diselesaikan secara farmakologis menggunakan obat-obatan, namun dapat juga dilakukan secara non farmakologis dengan melakukan senam ergonomis, serta manajemen nutrisi. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan peningkatan asam urat (hiperurisemia). Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan asam urat dengan obat-obatan, senam ergonomis, dan manajemen nutrisi signifikan berpengaruh terhadap penurunan asam urat dalam darah. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang yang hadir pada tanggal 10 Februari 2019 sebanyak 56 orang; Screening asam urat 16 orang (28,6 %) mengalami peningkatan asam urat, 33 orang (58,9 %) asam urat normal, dan 7 orang (12,5 %) asam urat low; terdapat peningkatan pengetahuan lansia   setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan peningkatan asam urat; terdapat peningkatan ketrampilan lansia   dalam melakukan senam ergonomic sebagai penatalaksanaan peningkatan asam urat; Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan peningkatan asam urat dalam kehidupan sehari-hari.      

Aris Puji Utami; Mariyatul Qiftiyah; Erna Eka Wijayanti

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Children’s sexual abuse was increasing at Tuban district. Data from the Social Service for Women Empowerment and Child Protection (Dinsos P3A), and NGOs in Tuban District recorded an increase in violence against children, especially victims of sexual abuse from 2013 to 2017, even after Regional Regulation (Perda) Number 13 of 2013 concerning Child Protection was implemented. The impact of cases of sexual violence on children is very severe because it can cause severe trauma, loss of self-confidence, victims will feel hate towards themselves to personality disorders as adults. Methods: One effort that is promoted as an action to prevent incidents of sexual violence against children is an educational workshop sexual abuse in children. The purpose of this community service activity is twofold, namely to increase understanding of sexual education in children and to increase children's awareness of acts of sexual violence, namely to fourth grade students at SDN Gesikharjo Palang Tuban. Result: The workshop was conducted by giving counseling to 86 students grade IV at SDN Gesikharjo Palang Tuban, followed by educational games using giant ladder snake media that have been modified to contain content on sexual education and sexual violence in each box with participants as the pieces to evaluate participants' awareness of sexual violence then closed with a child's self-reflection with a picture of himself to identify the possibility of violence in children. Conclusion: This activity succeeded in increasing the understanding and alertness of grade IV children at SDN Gesikharjo Palang Tuban and finding students who were victims of violence which were then treated by counselors from NGOs caring for children. Suggestions, the government and educational institutions need to launch a sexual education program and increase awareness of sexual violence against minors as an effort to prevent sexual violence against children.

Baiq Nurul Hidayati; Rias Pratiwi Safitri; Anna Layla Salfarina

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

The West Batu Layar village has good economic potential because along the coast has developed business activities in the tourism sector. The West Batu Layar village has development as a tourist area with negative effects wich increase the cases of exploitation children such as prostitutes, harassment and promiscuity. The foundation of Galang Anak Semesta (GAGAS) Mataram with the Down to Zero program organize training for children's rights, reproduction health, and prevention of Commercial Sexual Exploitation in Children (Eksploitasi Seksual Komersial pada Anak/ESKA). But, the medical treatment has not been maximally for prevention and handling of victims. The purpose of this activity is to counseling and training of child health cadres. Method: This activity uses the Community Empowering approach, which is approach activity through a member of the LPAD of West Batu Layar village. Evaluation of the activities is carried out by posttest directly and in writing to the participants present. Results: This activity have formed a team of health care with increasing of knowledge the participants after treatment more than 25%, so this activity can be said to be successful. Conclusion: The formation of health cadres caring for the exploitation of children in the village of batu layar barat amountes to 10 people, with the level of knowledge of participants increased by more than 25% after being carried out counselling for 3 days. It is expected that the formed of the health cadres of children can become health cadres for children who experience exploitation to apply the principle of healthy living.

Purwaningsih, Nining; Megaster, Teknik

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to determine the effect of Entrepreneurial Mindset, Adversity Question and Entrepreneurship Education on student entrepreneurial interest in the city of Tangerang. Entrepreneurship education is intended as a learning process to change students' attitudes and mindsets on entrepreneurial career choices. The sampling technique used is purposive sampling, Research respondents used were students from universities in the city of Tangerang. This research is included in quantitative research. The data source in this sztudy is primary data. The data is used by distributing questionnaires directly. The data analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM) analysis with the help of LISREL software. Research Results show that entrepreneurial mindset influences entrepreneurial interest with a correlation value of 0.63, which means that entrepreneurial mindset has a positive direction towards entrepreneurial interest. , adversity quotient influences entrepreneurial interest with a correlation value of 0.58, which means adversity quotient has a positive directional effect on entrepreneurial interest. entrepreneurship education has an effect on entrepreneurial interest with a correlation value of 0.66 which means that entrepreneurship education has a positive influence on entrepreneurial interest.

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Yusefina Yusi Nuris; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to understand, describe and analyze children faith education in families who marry in different churches. The focus of his research is the implementation of children faith education that has been carried out by parents of different Churches so far. Identifying the efforts of parents of different Churches, both Catholics and non-Catholics, in overcoming the faith education of their children. explain the form of children faith education given by parents of different Churches. Describe the implications of this study for an ecumenically married couple. In this study the method used is a qualitative method Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using interactive patterns with stages performed 1) gathering information from field data, 2) selecting information based on categories, 3) compiling information in the form of qualitative text and presented in a narrative text, 4) drawing conclusions. The study was conducted at the Cathedral Parish of Santa Maria Palangka Raya Parish. Informants interviewed numbered 8 people consisting of 5 parents who married in different churches and 3 children from couples who married in different churches.

Nurbeta Nurbeta; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The purpose of this thesis is to depart from the problems faced by Catholic adolescents, relating to the number of teenagers not active in activities in the Church, and falling into promiscuity. Departing from this issue, the need for the role of Catholic Religious Education to transfer the values of Faith to Catholic youth. Thesis entitled "Catholic Religion Education as a Media of Faith Communication for Youth in Saint Francis Benagin" aims to provide correct understanding to Catholic youth about the importance of Catholic Religion Education as a medium to translate Catholic Faith values so that Catholic youth can become adolescents with integrity , productive, competitive, innovative and has a good spirituality life. The method used in this research is qualitative method. Data obtained by observation, interviews and documentation. Research steps include, conversations with informants, informant profiles, reflection, synthesis, prospects or possibilities that will occur.

Bernardus Bani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The aim of this research is to know how far the ecology education for the parishoners in the region of St.Ana Maria, Simpang Naneng in St.Petrus  an& Paulus parish, Ampah. Ecological education can help people in maintaining and treating  the environment properly. This is  descriptive qualitative research. Data obtained by observation, interview methods and documentation. The research steps include conversations with informants, informant profiles, determining themes, reflections, implications, synthesis, prospects or possibilities that occur. Information  are pastoral officers, parish priests and some parishioners The results of the study showed that the parishioner’s ecological knowledge was still lacking. It is caused by the level of human resources and also the  limitation of reporting about ecological education  by pastoral officers to the parishioner. In particular, the  church can explain ecological education through catechesis for  people in the region of St. Ana Maria, Simpang Naneng, st.petrus  and Paulus parish, Ampah.

Anita Trisiana, Feri Agus Nugroho, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 26 Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktorapa saja yang dapat mendukung dan menghambat siswa dalam meningkatkan keterampilankewarganegaraan pada Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Untuk mengetahui upayamengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran PendidikanKewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah guru PendidikanKewarganegaran, kepala sekolah dan siswa, untuk memperoleh data mengenai pendidikankewarganegaraan dalam penguatan keterampilaan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dandokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraandi SMP Negeri 26 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan gurumenyusun perangkat pembelajaran, baik berupa silabus, RPP dan lembar penilaian siswa,selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagaimetode pembelajaran, misalnya ceramah bervariasikan tanya jawab, diskusi dan resitasi(penugasan). 2) Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Pelajaran Kewarganegaraanguna membentuk keterampilan kewarganegaraan yaitu adanya dukungan dari kepalasekolah yang mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan sekolah serta kompetensiguru PKn dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor yang menghambatsiswa dalam mengikuti Mata Pelajaran Kewarganegaraan yaitu terlalu banyak materi yangharus dikuasai oleh siswa, materi Pendidikan Kewarganegaraan terkesan overload,tumpang tindih, begitu banyak hal yang harus diajarkan dan dihafalkan oleh siswa,sehingga membebani siswa, keterbatasan metode dan media pembelajaran, latar belakangsiswa yang beraneka ragam, keterbatasan waktu dalam mengajar, kurangnya minat siswaterhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Upaya mengatasi hambatantersebut adalah setiap pertemuan diberikan informasi terbaru terkait persoalan yang sedangterjadi untuk menarik perhatian siswa agar lebih fokus dalam pembelajaran, menerapkanpembelajaran yang sifatnya non-akademik atau ekstrakulikuler seperti lewat kegiatanupacara, kegiatan kepramukaan, serta pemberian motivasi di setiap kegiatan pembelajaranguna menumbuhkan semangat dan minat siswa terhadap pembelajaran PendidikanKewarganegaraan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan

Anita Trisiana, Irmawati Pratiwi, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antarapendidikan karakter dengan sikap nasionalisme pada siswa kelas VII SMP N 1Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. 2). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasiantara sikap bela Negara dengan sikap nasionalisme pada siswa kelas VII SMP N 1Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. 3). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasiantara pendidikan karakter dan sikap bela Negara dengan sikap nasionalisme pada siswakelas VII SMP N 1 Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. SMP N 1 Colomadu terletakdi jalan Adi Sumarmo No. 51, Klolokan Rt 01/ Rw 01 Kelurahan Gawanan, KecamatanColomadu, Kota Karanganyar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasidalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran2018/2019 yang berjumlah 220 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian iniyaitu berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan teknik Proportional Random Sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasiproduct moment dankorelasi ganda.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1)Korelasi antara Pendidikan Karakter dengan Sikap Nasionalisme pada Siswa Kelas VIISMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa nilai rx1y = 0,944> r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa: “Terdapathubungan yang positif dan signifikan antara Pendidikan Karakter dengan SikapNasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri I Colomadu tahun pelajaran2018/2019” terbukti kebenarannya. 2) Korelasi antara Sikap Bela Negara dengan SikapNasionalisme pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019menunjukkan bahwa nilai rx2y = 0,989 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesisyang menyatakan bahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara SikapBela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri IColomadu tahun pelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya. 3) Korelasi antaraPendidikan Karakter dan Sikap Bela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada SiswaKelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa nilaiRx1x2y = 0,984 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakanbahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pendidikan Karakter danSikap Bela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri IColomadu tahun pelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sikap Bela Negara, Sikap Nasionalisme

Rispantyo, Anita Trisiana, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu perwujudan karakter masyarakatIndonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini menemukan desain pengembangan ModelPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter masyarakatIndonesia di era media digital dan Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakanpenelitian dan pengembangan yaitu untuk menguji validitas dan efektivitas produk. Penelitianini menggunakan model pengembangan prosedural. Prosedur model ADDIE yang diadaptasi(Analisis, Desain, Pengembangkan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil penelitianmenunjukkan sebagai berikut: Analisis, Desain, dan Pengembangan inovasi media digitaldapat mengadopsi media digital dan revolusi teknologi; yang Implementasinya adalahlangkah nyata untuk sistem pembelajaran yang dibuat; Evaluasinya adalah proses untukmelihat apakah sistem yang dibangun sesuai dengan harapan awal atau tidak, yaitu padamodel desain sistem pembelajaran ADDIE. Berdasarkan model pengembangan instruksionalADDIE, model ini diadopsi pada tahap pengembangan model pembelajaran PendidikanKewarganegaraan, dengan modifikasi bernama "MPC" (Modification of Project Citizen).Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Media Digital,Revolusi Industri 4.0

Sutoyo, Ayu Meindy Saputri, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui Ada Tidaknya Korelasiantara Pendidikan Karakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa Kelas VII SMPN 1Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri IColomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 220 siswa. Sampel yang digunakandalam penelitian ini yaitu berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dalampenelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknikpengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan uji korelasi product moment.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis datamengenai Korelasi antara Pendidikan Karakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa KelasVII SMPN 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 diperoleh nilai r hitung yaitu rxy =0,401 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa:“Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Korelasi antara PendidikanKarakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Colomadu TahunPelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Perilaku Religius