Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 4041-4060 of 4,279

Analytics

mustofa, mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pengelolaan kelas menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Djama’atul Ichwan menjadi sebuah bagian untuk mendukung keberhasilan pembelajaran. Optimalisasi Pembelajaran berbasis spasial menuju peningkatan kualitas pembelajaran ini akan berlangsung efektif didukung dengan Modul Pelatihan penyusunan bahan ajar. Penerbitan modul pembelajaran perlu disusun untuk mengetahui seberapa optimal pembelajaran dilakukan. Melalui Modul Pembelajaran berbasis spasial tentunya akan didapatkan panduan pelatihan  yang akurat yang membantu guru untuk pengelolaan pembelajaran dan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan mengikuti perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena rendahnya pemahaman spasial guru. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini tim mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Penyusunan modul  IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas dalam manajemen pembelajaran kepada guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta  sehingga peserta dapat menerapkan pola manajemen sekolah dalam efektif dan efisien dalam pengelolan lembaga pendidikan.Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini  ditujukan untuk Guru Kelas guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran berkaitan ketimpangan yang ada di era modern ini. Pelatihan ini akan membantu para Guru kelas dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan di guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: 1) persiapan, 2) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat pembelajaran berbasis spasial. Target luaran yang diharapkan adalah Guru kelas yang mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis spasial dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan  mengaplikasikannya sendiri pada proses kesehariannya, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat digunakan bersama bagi guru kelas. Diharapkan modul ini dapat didesiminasikan kepada guru kelas di wilayah lain. guru kelas yang mengikuti pelatihan pun dapat menyesuaikan sesuai dengan perkembangan pengetahuan terkini.katakunci : Pembelajaran IPS BerbasisSpasial, kualitaspembelajaran

Setiawan, M Hery Yuli; Sufa, Feri Faila

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabidan Kepada Masyarakat ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pendalaman kreativitas pendidik dalam pelaksanaan pembelajaan saintifik pada kurikulum 2013. Pengbdian ini sebagai tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang telah dilaksanakan  tentang peningkatan kreatifitas guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini didahului dengan koordinasi kepada pimpinan lembaga dan melakukan perjanjian kerja sama dalam berbagai bidang salah satunya pelatihan melalui pengabdian pada masyarakat ini.Pada kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RA Al Islam 3 Gebang, pengabdian ini menggunakan metode kolaboratif dengan melakukan pengalian informasi untuk mengetahuai pemahaman guru tentang kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Dilanjut dengan memberikan materi mengenai kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Kemudian mempraktekan kegiatan pembelajaran dengan pembelajaran santifik. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa seberapa luas penyebaran IPTEK yang telah diberikanHasil dari Pengabidan ini adalah peningkatan pemahaman guru tentang perlunya peningkatan kreativitas guru dalam melaskanakan pendekatan saintifik berbasis kurikulum 2013. Sehingga guru dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang kreatif, harapanya Iptek yang telah disampaikan dapat di sebarkan oleh mitra.Kata Kunci : Saintifik, Kreativitas guru.

Triastity, Rahayu; Susanti, Rina

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPKM) ini bertujuan agar supaya anggota karang taruna memiliki kemampuan manajemen wirausaha sehingga ada kelangsungan usaha, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah karang taruna di Kelurahan Manahan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode penyuluhan antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab. Rencana kegiatan penyuluhan dilakukan satu kali pertemuan, berupa pelatihan pemasaran online.Luaran dari kegiatan ini adalah Karang taruna mempunyai ketrampilan pemasaran online Transfer iptek yang diselenggarakan ini bertujuan agar karang taruna memiliki ketrampilan pemasaran online dan masuk proceeding Kata kunci : Pelatihan, pemasaran online, karang taruna.Â

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Sugiyarti, Sri Riris; wijayati, hasna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakter peserta didik melalui media tembang macapat pangkur pupu 2 serat wedhatama di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Peran guru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untuk mengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Pendidikan karakter juga dapat menumbuhkan kepribadian positif pada peserta didik untuk menghargai kearifan lokal daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanya sekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran. Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama media berbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang diharapkan adalah guru-guru SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar yang mengikuti kegiatan ini memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan karakter peserta didik sehingga dapat menuai prestasi yang baik. Selain itu juga dapat tersusun artikel ilmiah untuk dimuat dalam jurnal nasional ber ISSN. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari guru dan peserta didik SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalam menanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didik didekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur pupuh 2 serat wedhatama, maka pada diri mereka akan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.  Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Karakter, Media Tembang Macapat Pangkur          Pupuh 2 Serat Wedhatama.

susilowati, endang yuliana; Irpan, Irpan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas dan tidak terkontrol. Penyebaran isu hoax, ujaran kebenjian (hate speech), hingga perilaku bullying di media sosial semakin banyak terjadi. Kurangnya pemahaman akan konten media sosial yang terindikasi melanggar UU ITE serta kesadaran atas sanksi hukum penyalahgunaan informasi menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan yang bermitra dengan PKK Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangnyar. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Sosialisasi UU ITE terkait anti hoax, hate speech dan bullying menjadi solusi menuju pengguna media sosial sehat dan beretika. Melalui Kegiatan ini, mitra berbagi dan mendapat pemahaman mengenai konten dan sanksi hukum atas UU ITE. Melalui kegiatan pengabdian ini mitra telah  mampu mengetahui dan mengidentifikasi konten media sosial yang sehat dan bebas dari pelanggaran UU ITE. Keywords: Hoax, Hate Speech, Bullying, Media Sosial, UU ITE.

Triwanto, Triwanto; Aryani, Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penggunaan media sosial dewasa ini tidak dapat dibendung lagi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak dapat dipungkiri media sosial juga banyak digunakan oleh kaum ibu. Penggunaan media sosial secara bijak akan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu kepada masyarakat perlu diberikan pengetahuan bahwa penggunaan media sosial yang keliru dapat berakibat yang merugikan bahkan dapat berurusan dengan hukum.Kata kunci       :           media sosial, etika, hukumÂ

Niken Agita Hayuputri; Sumarwanto; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kalisyarat denganberbagai predikat. Memberdayakan mahasiswa dapat menjadi sebuah cara untuk mengalihkan para mahasiswa dari hal-hal kenakalan remaja yang bersifat negatif ke kegiatan yang lebih menggali potensi diri. Menanamkan Rasa Entrepreneur Sejati Kepada mahasiswa saat ini dipercaya sebagai generasi yang sulit untuk merasa puas. Gelanggang Mahasiswa sendiri akan menyediakan ruang aktivitas berserta fasilitas penunjangnya. Bangunan ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menampung berbagai komunitas mahasiswa dan remaja masyarakat Semarang seperti komunitas olahraga, seni dll. Bangunan Gelanggang Mahasiswa di Semarang merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang sesuai dengan kegemaran mahasiswa. Tujuan bangungan Gelanggang Mahasiswa adalah sebagai wadah atau tempat untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama mahasiswa agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif, dengan menggali potensi, minat serta bakat mereka dalam berbagai bidang olahraga, dan kebudayaan. Gelanggang Mahasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang biasa dialami para remaja dan mengalihkannya ke hal-hal positif, serta membangun kepribadian remaja Indonesia, khususnya Semarang menjadi pribadi yang baik dan mencerminkan ideologi bangsa yaitu Pancasila.

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ihsan Al Muzzammil; Djatmiko Waloejono; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Kabupaten Batang memiliki panjang pesisir pantai ± 38,75 km yang membentang pada enam wilayah administrasi kecamatan (Kecamatan Batang, Kandeman, Tulis, Subah, Limpung, dan Gringsing). Pantai yang dimiliki Kabupaten Batang diantaranya adalah Pantai Buntu, Pantai Kuripan, Pantai Pelabuhan Perikanan, Pantai Jodo, Pantai Celong, Pantai Depok, Pantai Sigandu, dan Pantai Ujung Negoro dan lain-lain. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Batang telah berkembang pesat seiring dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakatnya. Kondisi tersebut dapat dilihat dari banyaknya jenis sarana perbelanjaan yang ada baik dalam skala kecil maupun menengah seperti pertokoan, minimarket, pasar tradisional, pasar hewan. Pusat perbelanjaan dengan konsep Beachwalk adalah pusat perbelanjaan yang menerapkan konsep semi terbuka dengan memiliki bentuk berupa pedestrian mall, yaitu sebuah pusat perbelanjaan yang retail-retail dan fasilitas pendukungnya dihubungkan oleh pedestrian berupa koridor terbuka ataupun semi terbuka dan bebas dari kendaraan sehingga penataan bangunannya direncanakan mengelilingi area pedestrian, ditambah dengan pengolahan lansekap yang turut memanfaatkan panorama pantai dan lautan sebagai point utama sehingga menghasilkan suasana baru dalam hal berbelanja dan rekreasi bagi masyarakat. Penekanan desain Pusat Perbelanjaan dengan Konsep Beachwalk di Kabupaten Batang adalah dengan menerapkan konsep arsitektur tropis modern dengan olahan bentuk yang tidak monoton sebagai salah satu upaya untuk menciptakan citra bangunan yang rekreatif, entertaint, dan terbuka.

Lambacing, Musakkarul Mu'minim; Ferdiansyah, Ferdiansyah

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Dimasa pandemi COVID-19 saat ini diberlakukanlah peraturan di mana setiap orang wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing pada saat keluar rumah di Jakarta. Ini merupakan salah satu kebiasaan baru yang akan dibiasakan ke masyarakat oleh pemerintah. Pada lingkungan perusahaan yang sudah mulai beroperasi 50%, juga mewajibkan karyawannya menggunakan masker dan physical distancing saat di kantor. Agar kebiasaan disiplin menggunakan masker di tempat umum ini dapat berjalan dengan baik, maka dibuatlah New Normal COVID-19 Masker Detektor dengan Notifikasi Telegram berbasis Internet Of Things ini agar lingkungan seperti perusahaan dapat mendisiplinkan karyawannya untuk menggunakan masker sebelum masuk ke kantor. Sistem ini dibuat menggunakan Raspberry Pi sebagai otak utamanya, dengan menambahkan modul kamera dan juga sensor PIR, yang akan mendeteksi apakah orang tersebut menggunakan masker atau tidak. Kemudian akan dikirimkan pesan notifikasi telegram kepada keamanan setempat agar orang tersebut diperbolehkan masuk ke kantor jika sudah menggunakan masker. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan merumuskan masalah yang ada,kemudian merumuskan tujuan penelitian, melakukan studi literatur, melakukan perancangan sistem dan melakukan pengujian sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mendeteksi orang yang menggunakan masker dan notifikasi dapat dikirimkan ke keamanan melalui aplikasi telegram dengan baik.

Alexius Sunaryo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sepuluh Program Pokok Pendidikan dan atau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Item-itemnya sudah sangat operasional, tetapi benarkah sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, itulah yang menjadi latar belakang masalah penelitian ini. Sedangkan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi program ini dilaksanakan, apa hambatan dan solusi yang sudah dikerjakan. Melalui pendekatan metodologi “Area dan stratified random sampling”, untuk memilih sample wilayah penelitian dan purposive random sampling untuk menentukan distribusi sampling sebagai responden, dan penggunaan type penelitian “discriftive research” yang lebih menggambarkan/mendiskripsikan tentang “Pelaksanaan 10 Program PKK”. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara konsepsional apa yang di tuangkan dalam 10 Programan Pokok PKK, beserta definisi operasionalnya, sebenarnya dapat dilaksanakan secara baik dan benar, tetapi secara realitas sebagian besar program belum berjalan dengan tepat. Hal tersebut disebabkan jarang sekali sepuluh program pokok PKK tersebut dipahami secara profesional. Dengan demikian,  saran yang  menjadi syarat  mutlak  diperlukan   adalah Menejemen Program  Aksi  Nyata  yang dikelola secara khusus, dengan menggunakan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat   Secara  Profesional,  karena apa yang sudah dijawab dengan selalu dilakukan oleh PKK sebagai penyelenggara, masih   sangat lemah, karena Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan   juga belum menguasai subtansi materi dan subtansi Sepuluh Program Pokok Pendidikan dan atau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Item-itemnya sudah sangat operasional, tetapi benarkah sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, itulah yang menjadi latar belakang masalah penelitian ini. Sedangkan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi program ini dilaksanakan, apa hambatan dan solusi yang sudah dikerjakan. Melalui pendekatan metodologi “Area dan stratified random sampling”, untuk memilih sample wilayah penelitian dan purposive random sampling untuk menentukan distribusi sampling sebagai responden, dan penggunaan type penelitian “discriftive research” yang lebih menggambarkan/mendiskripsikan tentang “Pelaksanaan 10 Program PKK”. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara konsepsional apa yang di tuangkan dalam 10 Programan Pokok PKK, beserta definisi operasionalnya, sebenarnya dapat dilaksanakan secara baik dan benar, tetapi secara realitas sebagian besar program belum berjalan dengan tepat. Hal tersebut disebabkan jarang sekali sepuluh program pokok PKK tersebut dipahami secara profesional. Dengan demikian,  saran yang  menjadi syarat  mutlak  diperlukan   adalah Menejemen Program  Aksi  Nyata  yang dikelola secara khusus, dengan menggunakan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat   Secara  Profesional,  karena apa yang sudah dijawab dengan selalu dilakukan oleh PKK sebagai penyelenggara, masih   sangat lemah, karena Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan   juga belum menguasai subtansi materi dan subtansi methodologi pemberdayaan Masyarakat  karena belum pernah mendapatkan TOT secara profesional,  oleh konsultan   ahli  pendamping program pemberdayaan masyarakat. methodologi pemberdayaan Masyarakat  karena belum pernah mendapatkan TOT secara profesional,  oleh konsultan   ahli  pendamping program pemberdayaan masyarakat.

Rini Werdiningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kebijakan sistem zonasi dalam perspektif Masyarakat Pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Perspektif yang diangkat ialah perspektif masyarakat pendidikaan, meliputi pendidik dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan perspektif masyarakat tentang zonasi meliputi; perspektif   positif   yaitu   Sistem   zonasi   memudahkan   akses   laya nan   pendidikan, memeratakan kualitas sekolah, dan perspektif negatif yaitu system zonasi akan menurunkan kualitas sekolah, serta membatasi siswa dalam memilih sekolah, sehingga sistem zonasi berdampak pada motivasi belajar siswa.

Roy Try Putra; Bayu Rilo Pandoyo

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan partisipasi fasilitas olahraga di Stadion Yosonegoro, Kabupaten Magetan. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian pendekatan deskirptif kualitatif. Subyek yang diteliti adalah responden masyarakat yang beraktivitas olahraga di stadion Yosonegoro, Kabupaten Magetan sebanyak 50 orang. Metode: Teknik dalam pengumpulan setiap data menggunakan angket untuk mengetahui informasi. Penggunaaan teknik analisis data yang dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Penelitian ini menggambarkan atau memaparkan dampak pemanfaatan fasilitas olahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga di Stadion Yosonegoro, Kabupaten Magetan. Hasil: Mengacu pada penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil berikut ini: hasil penelitian ini menerangkan pemanfaatan fasilitas olahraga Distadion Yosonegoro Kabupaten Magetan kategori sangat tinggi persentase 0% sebanyak 0 orang, dengan kategori tinggi persentase 10% sebanyak 5 orang, dengan kategori rendah persentase 18% sebanyak 9 orang, dengan kategori sangat rendah persentase 74% sebanyak 38 orang. Adapaun partisipasi untuk beraktivitas olahraga di Stadion Yosonegoro Kabupaten Magetan hasilnya ialah kategori sangat tinggi persentase 0% sebanyak 0 orang, kategori tinggi persentase 0% sebanyak 0 orang, kategori rendah persentase 15% sebanyak 15 orang,  kategori sangat rendah persentase 70% sebanyak 35 orang. Simpulan: Perlu adanya program yang kreatif untuk memasyarakatkan olahraga secara kontinue agar masyarakat termotivasi dan berpartisipasi pada kegiatan olahraga sesuai dengan fasilitas olahraga yang disediakan oleh pemerintah kabupaten.    

Indra Kertati; Adhi Nur Setyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kualitas pelayanan publik menekankan tiga hal yaitu berlandaskan pada nilai-nilai bersama, preferensi individu sebagai modal sosial, dan menjadi jembatan antara keinginan individu dan sosial sebagai tujuan sosial kolektif. Oleh karena itu peran besar dari penyedia layanan untuk menyediakan sistem, prosedur, mekanisme, sumberdaya manusia dan sarana prasarana untuk menjamin kualitas layanan yang terbuka, mudah, murah dan berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi KMA Nomor 90 Tahun 2018 pada Kementerian Agama di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, menganalisis kualitas pelayanan publik pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan mendiskripsikan faktor - faktor yang mendukung dan menghambat implementasi. Hasil penelitian menunjukkan capaian implementasi KMA Nomor 90 Tahun 2018 terdapat 21 indikator yang sudah tercapai sesuai standar pelayanan dan ada 7 indikator yang belum tercapai. Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pada PTSP Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kategori sangat baik. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari beberapa unsur   pelayanan   antara   lain   unsur   maklumat   pelayanan,   penanganan   pengaduan masyarakat, kemudahan mencapai/jangkauan dari tempat tinggal dan waktu penyelesaian. Faktor-faktor yang mendukung dalam implementasi KMA adalah standar pelayanan penyelenggaraan, sebagian besar sudah memenuhi standar pelayanan pada KMA sedangkan yang menghambat adalah belum dibuatnya petunjuk pelaksanaan pelayanan, standar operasional prosedur, struktur organisasi, visi misi dan motto layanan serta penyediaan sarana bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Asni Ayuba; Haslinda Damansya; Sintia K. Polapa; Sasmita Lauma

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia mengalami permasalahan terkait aspek penurunan fungsi fisik, biologis,psikologis, Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan termasuk kesehatannya. Salah satu dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi adalah dukungan sosial keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Desain penelitian Survey Analitik pendekatan Cross Sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Total Sampling sehingga didapatkan 58 Responden Instrumen yang digunakan adalah lembar Observasi dan Kuesioner. Hasil yang diperoleh menggunakan uji square didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti terdapat Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Bagi masyarakat terutama keluarga yang hidup dengan lansia agar dapat memperhatikan lansia dan berupaya untuk konsultasi masalah  kesehatan yang terjadi pada lansia kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani dengan tepat.

Rahmad Purwanto Widiyastomo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian  ini  mendekripsikan tentang  penjabaran  dan  konsistensi  kebijakan  antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan permasalahan tentang kesejahteraan lanjut usia.  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia sebagai batu penjuru kebijakan bagi daerah dan implementasinya di Kota Surakarta.  Pemerintah  Kota  Surakarta  berkomitmen  mewujudkan  lanjut  usia (dalam Bahasa   Jawa   disebut   Adi   Yuswo)   sebagai   aset   dan   potensi pembangunan   tetap kesejahteraan. Komitmen tersebut diwujudkan dalam regulasi kebijakan, kelembagaan, pemberdayaan dan partisipasi pemangku kepentingan pada umumnya. Penelitian ini menggunakan      data      sekunder,      menggambarkan      penjabaran      regulasi      dan pelaksanaan   program kesejahteraan lansia di Kota Surakarta. Peningkatan kesejahteraan lansia  merupakan  kerja  bersma perangkat  daerah  secara  lintas  perangkat  daaerah, menguatkan wadah lembaga dan partisipasi masyarakat di tingkat lokal.

Shelomita Selamat

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Dialog antara iman gereja dengan tradisi dan budaya masyarakat lokal (baca: inkulturasi) sangat diperlukan demi tercapainya misi Gereja. Penelitian ini menyoroti praktek kremasi dan perlakuan atas abu jenazah salah satu bentuk inkulturasi yang umum dilakukan oleh para anggota gereja dewasa ini.  Praktek kremasi semakin meningkat dari tahun ke tahun di kalangan kaum beriman. Gereja mengijinkan praktek kremasi sejauh memenuhi syarat-syarat tertentu. Namun, pada prakteknya masih ada beberapa hal yang menjadi persoalan di kalangan kaum beriman, khususnya terkait dengan perlakuan atas abu jenazah. Sikap tegas dari Gereja mutlak diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan iman Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologis dan studi kepustakaan.