Publication Search

73,319 articles from 713 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-32 of 32

Analytics

Yosena Yosena; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro dalam kehidupan menggereja dan untuk menemukan akar permasalahan mengenai umat yang kurang militan dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Penelitian ini diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa umat kurang semangat dan kurang terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Stasi Santa Katarina Olung Muro Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Informan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 1 Ketua umat dan 9 umat. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militansi iman umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro sangat kurang karena kurangnya katekese, pembinaan dan pendampingan dari tenaga pastoral (katekis). Harapan yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan militansi iman umat Katolik dalam kehidupan menggereja yaitu diadakannya pendampingan, pembinaan dan katekese dari tenaga pastoral khususnya kepada umat Katolik di Stasi Santa Katarina Olung Muro.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.

Agustinus Jimi Baga; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran para katekis dalam berkatekese tentang ibadat sabda di Paroki Ampah, sebagai sarana yang dapat membantu  umat  untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Katolik di Paroki Santo  Petrus  dan  Paulus  Ampah.  Melalui studi  ini  diharapkan  agar  para ketekis semakin semangat dan aktif dalam membantu umat untuk mengembangkan pengetahuan iman mereka. Hasil yang didapat melalui penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis, ditemukan bahwa  Katekis  yang berada  di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah, memberikan   katekese   tentang ibadat sabda kepada umat. Melalui penelitian ini, penulis juga melihat bahwa  katekis yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah menggunakan menggunakan metode.

Kris Sandra Dewi Uba; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pelaksanaan katekese katekumenat sebagai media bagi pembinaan iman calon baptis di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Permasalahannya adalah sebagian umat yang telah dibaptis namun jarang ke Gereja. Kebiasaan umat Katolik di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean pergi ke Gereja hanya pada saat hari raya besar seperti Natal dan Paskah, sedangkan pada hari Minggu Biasa mereka jarang ke Gereja. Dalam  penelitian  ini,  peneliti  menggunakan  jenis kualitatif. Data yang diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yaitu menyajikan data dan menarik kesimpulan. Tempat pelaksanaan di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Dengan informan yang berjumlah 8 orang yang dikelompokkan menjadi dua yaitu katekumen dan petugas pastoral yaitu pastor paroki, 1 katekis dan 1 pembina sebagai simpatisan yang membantu katekis serta 5 orang katekumen yang telah menerima sakramen baptis.

Leonarda Berkasa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mendeskripsikan pelaksanaan pastoral kunjungan keluarga sebagai upaya pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik. Melalui studi ini, diharapkan model pastoral kunjungan keluarga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan iman umat serta dapat membantu umat dalam mengatasi masalah hidup. Berdasarkan pengamatan penulis, keluarga Katolik mengalami sikap tanggungjawab yang semakin memudar terhadap nilai-nilai hidup kolektif dan kepentingan bersama. Individualisme juga telah membentuk pribadi mereka menjadi semakin tertutup bagi kepentingan sesama, serta semakin minimnya sikap solider. Disamping itu, keluarga Katolik juga menghadapi banyak tantangan berkenaan   dengan   kemajuan   teknologi   dan   arus   globalisasi   yang   telah melunturkan nilai-nilai luhur tradisional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan informasi melalui buku-buku, ensiklopedia, jurnal, artikel, dokumen, serta penelitian-penelitian yang relevan dengan judul ini. Hasil  dari  penelitian  ini,  disimpulkan  bahwa  perlunya     pastoral  kunjungan keluarga untuk pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik dewasa ini. Melalui pastoral   kunjungan   keluarga   ini,   keluarga-keluarga   Katolik   disapa   dan diperhatikan oleh Gereja. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat merasakan kasih dan perhatian Allah melalui orang yang mengujungi mereka, sehingga iman mereka semakin diteguhkan.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Ardi Anggara; Paulina Maria; Timotius Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dominasi pola asuh, kendala yang dihadapi, dan cara yang dilakukan oleh orang tua dalam mengembangkan iman anak di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Permasalahan yang terjadi pada anak yang diduga karena lemahnya pola asuh orang tua. Hal-hal kecil tentang agama yang tidak secara benar ditanamkan oleh orang tua melalui pola asuh dapat menimbulkan permasalahan yang besar di kemudian hari. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tempat pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah.   dengan jumlah informan ada 13 orang yang terdiri dari pastor Paroki, Katekis, guru sekami, orang tua dan anak. Penelitian ini mengunakan teknik analisis data menggunakan model interaktif analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil  penelitian  ini  menyimpulkan  bahwa  di  Paroki  St.  Petrus  dan     Ampah Khususnya di Stasi Wuran, Kalamus dan Tampa lebih banyak umat yang menerapkan pola asuh permisif. Kendala yang dihadapi oleh umat di Paroki St. Petrus dan  Ampah tua  untuk mengembangkan  iman  anak  yaitu  kurangnya  daya  tarik  anak  terhadap kegiatan  iman,  pengetahuan  iman  orang tua  yang masih  kurang,  orang tua  yang kurang   aktif   dalam   kegiatan   iman   dan   pekerjaan   orang   tua.   Faktor-faktor permasalahan tersebut diatasi dengan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan gereja, memberikan pemahaman dan pengetahuan agama Katolik pada orang tua dan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas orang tua dan anak. Kontribusi pola asuh orang tua yang permissive membuka peluang bagi para pekerja   pastoral   dan   gereja   untuk   memberikan   cara-cara   yang   baik   bagi perkembangan iman anak-anak ditengah minimnya pengetahuan, kesibukan dan kurangnya dukungan orang tua.

Elia Katarina; Silvester Adinuhgra; P. Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam hidup menggereja. Manugal merupakan salah satu tradisi kebudayaan masyarakat Suku Dayak Siang yang sampai sekarang masih tetap dilaksanakan tanpa terkecuali termasuk yang beragama Katolik dan umat Katolik di stasi Santo Petrus Cangkang lebih tertarik mengikuti kegiatan manugal jika dibandingkan dengan hidup menggereja. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji tema skripsi relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam kehidupan menggereja. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terbagi atas 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya relevansi nilai-nilai positif budaya  manugal  dalam  kehidupan  menggereja,  yang  pertama  nilai  teologis terdapat dalam bentuk doa, yang kedua nilai sosiologis terdapat dalam kebersamaan, yang ketiga nilai estetika terdapat dalam bentuk barisan dan kangkurung. Melalui studi ini di harapkan adanya keseimbangan antara kegiatan manugal dengan hidup menggereja.

Fitria Fitria; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang melihat bahwa masih banyak umat Katolik yang belum memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan tepat. Hal ini nampak ketika umat masih ada yang tidak tahu kapan harus berdiri, duduk, membungkuk, berlutut. Penyebab ketidaktahuan dan ketidakpahaman  ini  berkaitan  dengan  kurangnya  katekese  tentang  tata  gerak liturgi. Maka, dengan tulisan ini, pemahaman umat Katolik mengenai tata gerak liturgi semakin meningkat. Skripsi ini ditulis dengan menggunakan metode kepustakaan. Penulis mengkaji  tema  ini  dengan  bersumber  pada  buku-buku,  jurnal,  skripsi  dan dokumen-dokumen resmi Gereja. Sebagai hasil kajian penulis, dapat disimpulkan bahwa salah satu bagian liturgi  yang perlu  diperhatikan  adalah  tata  gerak  liturgi.  Maka dari  itu,  umat diharapkan agar mampu memahami dan menerapkannya dengan baik dalam berliturgi. Salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman umat mengenai tata gerak  liturgi,  penulis  mengusulkan  penggunaan  model  katekese praktis  dalam penulisan  skripsi  ini.  selain  itu  penulis  juga  mengusulkan  tema  dan  program khusus untuk melaksanakan katekese tentang tata gerak liturgi. Melalui program dan tema model katekese praktis ini, umat diajak untuk memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan baik dan tepat sebagaimana mestinya. Selain itu, model katekese bentuk praktis ini sangat cocok diterapkan bagi umat di stasi- stasi, mengingat bahwa pelaksanaan katekese praktis ini tidak memakan waktu yang  lama,  dan  langsung  mengajak  umat  tidak  hanya  terbatas  pada  teori melainkan pada tindakan. Dengan demikian, umat dapat memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan mudah.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Patut diakui, pembahasan mengenai ajaran iman Gereja tentang Roh Kudus, masih kurang dalam Gereja Katolik. Karena itu, berdasarkan pembaruan hidup dan karya misi Gereja dalam Konsili Vatikan II, segenap umat beriman Kristiani merefleksikan kembali teologi tentang Roh Kudus. Dalam konteks ini, Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) memberikan kontribusi penting mengenai ajaran iman Gereja universal tentang Roh Kudus. Suatu refleksi pneumatologis yang mengalir dari sumber-sumber iman Gereja sesuai dengan situasi zaman modern ini. Itu berarti karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan yang berpuncak pada misteri Kristus dan Gereja mengungkapkan misteri Allah Tritunggal yang Mahakudus, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Krisdiana Krisdiana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan umat Katolikdalam Budaya Dayak Ngaju tentang Ritual Sangiang, bagaimana penghayatan dari masyarakat Dayak Ngaju beragama Katolik  terhadap sakramen pengurapan orang sakit, dan bagaimana perbandingan pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit dan ritual sangiang dalam budaya Dayak Ngaju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif.  Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis menggunakanMiles dan Huberman langkah-langkah yang digunakan melalui,  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat bersuku Dayak Ngaju mengetahui tentang ritual sangiang sebagai ritual penyembuhan yang ada dalam budaya. Dan umat mengetahui tentang sakramen pengurapan orang sakit yang ada dalam Gereja Katolik sebagai salah satu sakramen yang memohon agar orang yang sedang mengalami sakit dikuatkan agar mampu melewati segala penyakitnya berkat pertolongan Tuhan. Kesimpulan  ini adalah ritual sangiang memiliki dimensi sosial yang mengarahkan, dan  membawa orang untuk menyadari bahwa hidup bersama sangat diperlukan rasa kepedulian anatara satu dengan yang lain. Nilai yang terdapat dalam ritual sangiang adalah nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kehadiran Gereja dalam budaya tersebut merupakan pintu masuk untuk mewartakan tentang kerajaan Allah terutama memberikan katekse berkaitan dengan sakramen pengurapan orang sakit karena Allah sendirilah yang bekerja yang menyembuhkan terutama dalam ritual sangiang tersebut.

Maria Jeni Elsiana; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran dan tugas Dewan Pastoral Paroki dalam reksa pastoral Gereja dan pelayanan dalam Gereja Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi,  dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik analisa data. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga paroki dapat tumbuh dan berkembang, dengan harapan dapat membantu umat agar semakin aktif, terutama umat yang berada di stasi-stasi yang membutuhkan pelayanan dan kunjungan agar iman dan pengharapan mereka semakin bertumbuh dan berkembang untuk memperoleh suatu keselamatan yang kekal, sehingga dapat lebih memahami makna yang terkandung dalam ajaran Gereja Katolik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dewan pastoral paroki khususnya di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah sungguh sangat berperan dan dewan pastoral paroki benar-benar dibutuhkan di paroki terutama dalam reksa pastoral Gereja dan untuk membantu pastor paroki dalam tugas dan pelayanannya untuk melayani umat di paroki. Anggota DPP perlu mendapatkan pembekalan juga pengetahuan yang memadai, terutama dalam tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai anggota DPP, sehingga anggota DPP dapat menjalankan tugas dan perannya masing-masing dan bisa bertanggung jawab  atas tugas mereka terutama untuk membantu melayani umat dan juga paroki. Semua pihak diharapkan dapat mendukung DPP dalam menjalankan tugas dan pelayanannya terutama perannya dalam reksa pastoral Gereja di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah demi kemajuan dan perkembangan paroki. Selain itu Anggota DPP diharapkan dapat bekerja sama baik itu dengan umat dan juga pastor Paroki, agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.