Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 1,029

Analytics

Samosir, Triwira; Siregar, Tiara Anggrini; Clarissya Shatala Revi; Lubis, Nabila; Silaban, Putri Sari Margaret Julianty

Indonesia merupakan produsen padi terbesar di kawasan ASEAN dengan produksi mencapai 60,3 juta ton pada tahun 2025. Meskipun demikian, tingginya produksi tersebut belum mampu meningkatkan ekspor beras secara signifikan dan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan output pertanian belum tentu mencerminkan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah, jumlah petani, dan penyaluran pupuk bersubsidi terhadap produksi padi di Indonesia menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data cross section pada 10 provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah model memenuhi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dengan elastisitas sebesar 1,038743. Sebaliknya, jumlah petani berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan penyaluran pupuk bersubsidi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi padi lebih dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan lahan yang produktif dibandingkan penambahan tenaga kerja maupun subsidi input pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi padi memerlukan kebijakan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, perlindungan lahan pertanian produktif, serta penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Nababan, Christon; Simanjuntak, Joksan; Dini Situmorang; Reva Tessalonika; Stevan Bako +3 more

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengasuh dalam mengembangkan spiritualitas anak di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar melalui pendekatan attachment (kelekatan). Latar belakang masalah menunjukkan bahwa anak panti asuhan sering mengalami trauma, kesepian, dan krisis kepercayaan kepada Tuhan akibat ketidakhadiran orang tua kandung. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pimpinan dan pengasuh, serta pendekatan halus kepada anak-anak, penelitian ini mendasarkan analisis pada teori attachment John Bowlby dan konsep spiritualitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh berperan sebagai pengganti orang tua yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun kelekatan emosional yang aman (secure base) melalui pembagian tugas kekeluargaan, kegiatan ibadah rutin (pagi dan malam), serta pendampingan personal. Tantangan terbesar terjadi pada masa adaptasi anak baru yang sering menunjukkan perilaku menangis, menyendiri, dan keraguan spiritual. Pendekatan holistik dan konsisten berbasis kasih agape terbukti efektif menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, dan nilai religius anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pengasuh sebagai figur kelekatan sangat fundamental dalam pembentukan spiritualitas anak panti asuhan.

Ibrahim, Ibrahim; Angdri, Teddy

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah lanskap moral generasi muda secara signifikan. Platform digital membuka peluang besar bagi pembelajaran dan komunikasi, namun sekaligus menghadirkan tantangan moral serius seperti relativisme nilai, perundungan siber, kecanduan digital, dan melemahnya spiritualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam merespons tantangan moral generasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah literatur teologis, pastoral, dan pendidikan yang relevan dengan budaya digital dan pembentukan moral Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa gereja perlu mereposisi pelayanannya dengan mengintegrasikan refleksi teologis, literasi digital, dan pendekatan pastoral yang kontekstual. Gereja dipanggil bukan hanya sebagai penjaga moral, tetapi sebagai komunitas transformatif yang membimbing generasi muda untuk hidup secara etis, bertanggung jawab, dan beriman di ruang digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelayanan gereja yang adaptif dan kontekstual merupakan kunci dalam menghadapi tantangan moral di era digital.

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Kurnia Sari, Lintang Ayu; Magdalena Nany

Tax avoidance presents a unique challenge, as it is morally acceptable and does not violate the law, yet it is detrimental to the government. There are loopholes (grey areas) in the tax code that are exploited. To further examine the influence of factors including institutional ownership, audit committees, firm age, and debt (leverage) on tax avoidance, this study aims to gather data. The analysis uses multiple regression at a 5% significance level on data obtained from 177 of 59 consumer goods sector companies listed on the IDX for the 2022–2024 period. A partial and statistically significant relationship was found between fiscal policy and factors such as firm age, institutional ownership, audit committees, and leverage. Penghindaran pajak menghadirkan tantangan khusus, karena secara moral dapat diterima serta tidak pemerintah tidak melanggar hukum, namun merugikan pemerintah. Ada celah (grey area) dalam kode pajak yang dimanfaatkan. Guna mempelajari lebih lanjut berkaitan dengan berpengaruhnya faktor termasuk kepemilikan institusional, komite audit, firm age, serta utang (leverage) atas penghindaran pajak, penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan fakta. Analisis menggunakan regresi berganda pada tingkat signifikansi 5% pada data yang diperoleh sebanyak 177 dari 59 perusahaan sektor barang konsumsi terdaftar di BEI periodisasi 2022-2024. Ditemukan hubungan parsial serta sinifikan secara statistik kebijakan fiskal serta faktor seperti umur perusahaan, kepemilikan institusional, komite audit, serta leverage.

Farhan Maulana Arli; Diva Datul Isma

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The presence of Generation Z, who grew up entirely in the digital era, has triggered a fundamental transformation in Muslim religious practices, where social media has replaced conventional religious institutions as the primary source of religious information. This condition creates a paradox: Gen Z has become a generation that is highly religious online, yet is often disconnected from physical communities and traditional religious authorities. This study aims to analyze the character of Muslim Gen Z religiosity, identify its forming factors, and examine the impact of the digital era on their religiosity. This study employed a descriptive qualitative approach using a library research method. The findings indicate that Muslim Gen Z religiosity is characterized by personalization, flexibility, and digital spirituality, strongly influenced by social media. These characteristics are shaped by massive digital technology accessibility, the effectiveness of contextual Islamic preaching on platforms such as TikTok, as well as spiritual needs and social pressure from the digital environment. The digital era brings positive impacts in the form of increased accessibility and religious literacy, but also negative impacts including shallow religious understanding, vulnerability to information bias, and potential exposure to extreme ideologies. This study implies the importance of an integrated digital religious literacy strategy through critical thinking-based Islamic Religious Education curriculum reform, enhancement of educators' digital capacity, and cross-sector collaboration to strengthen Gen Z's moderate and reflective religious understanding.

Huliandro Di’Almon Pan

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the participation of the faithful in the Sacrament of Penance and to identify the pastoral challenges influencing its practice in the Vicariate of West Sulawesi, Archdiocese of Makassar. Theologically, the Sacrament of Penance serves as a means of reconciliation that restores the relationship between humanity, God, and the Church. However, in contemporary contexts, its practice encounters various social, psychological, and pastoral dynamics. This research employed a descriptive quantitative approach involving 267 respondents from four parishes through questionnaire distribution. The data were analyzed using percentage-based statistics to map participation frequency, spiritual motivation, level of understanding, post-sacramental experiences, and perceived obstacles. The findings indicate that although most respondents demonstrate strong theological understanding, sincere spiritual motivation, and positive spiritual experiences after receiving absolution, participation remains largely seasonal and periodic. The principal challenges include psychological factors such as shame and anxiety, structural limitations related to schedule and accessibility, and formative deficiencies such as insufficient ongoing catechesis. The study concludes that the primary issue is not a crisis of faith in the sacrament itself, but a gap between theological awareness and concrete practice, thus calling for more dialogical, communicative, and contextual pastoral renewal.

Hesti; Agus Syam; Mahmuddin; Sumiati Tahir; Muhammad Alfa Sikar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pembelajaran kewirausahaan, Locus of control, dan karakter wirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan minat berwirausaha mahasiswa sebagai upaya mencetak lulusan yang mandiri dan berdaya saing di tengah tingginya tantangan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan melibatkan 207 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, namun dengan tingkat pengaruh yang relatif kecil. Locus of control terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa terhadap kendali atas keberhasilan dirinya berperan penting dalam membentuk minat berwirausaha. Karakter wirausaha juga berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa. Secara simultan, pembelajaran kewirausahaan,  locus of control, dan karakter wirausaha berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yang mengindikasikan bahwa peningkatan minat berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran formal, tetapi juga oleh penguatan kepribadian dan karakter kewirausahaan mahasiswa.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Saskia Dea Astrina Situmeang; Zaskia Margaretha Komoyap; Putri Amiwati Harianja; Sinta Syabilla; Nabila Dwi Lestari +2 more

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Social media has become the primary source of information for society, but easy access is not accompanied by adequate digital literacy skills. this study aims to analyze the phenomenon of “asking before reading” as a challenge of literacy on social media. the method used is a literature study with secondary data from scientific journal references and screenshots of user comments on instagram, tiktok, and facebook showing behavior of asking questions without reading the caption first. the results show that the habit of asking before reading is triggered by instant culture, dominance of visual content, and low reading interest. the impacts are decreased critical thinking skills, increased risk of misunderstanding, and spread of unverified information. the conclusion of this study confirms that the phenomenon reflects low digital literacy in society. the proposed solutions are improving digital literacy by encouraging users to read post descriptions, the role of educational institutions in instilling critical thinking from an early age, and clearer content from content creators and platform managers.

Keisha Thalia Ardianto; Nur Isdah Idris

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study examines the phenomenon of fatherlessness in Indonesia and its relevance to Human security. Rather than limiting the concept to the physical absence of a father, this research highlights functional fatherlessnes s, where the father is present but does not perform his roles in caregiving, emotional support, and economic responsibility. Using a qualitative approach through literature review and conceptual analysis, this study explores how disruptions in family roles can generate broader social vulnerabilities. The findings indicate that fatherlessness is closely linked to various dimensions of human security, particularly personal, economic, and community security. The absence or dysfunction of paternal roles weakens the family as the primary unit of protection, potentially affecting individual well-being, social stability, and the overall quality of human resources. Furthermore, this study finds that existing state responses tend to be reactive and have not fully addressed the issue of functional fatherlessness as a structural social concern. Therefore, this research argues that fatherlessness should be understood not merely as a private family issue, but as a non-traditional security challenge that requires comprehensive policy attention to strengthen human security in Indonesia.

Yogi Arrohman; Khairil Hidayat; Herlini Puspika Sari

Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The era of digital disruption has brought significant changes to various aspects of life, including Islamic education. Islamic educational institutions face various challenges, such as limited digital literacy among educators, minimal use of technology in the learning process, disparities in access to digital infrastructure, and challenges in maintaining Islamic values ​​amidst the flow of information globalization. Furthermore, the changing character of students, who are increasingly familiar with technology, demands innovation in learning methods and media. This study aims to identify the various challenges facing Islamic educational institutions in the era of digital disruption and formulate relevant adaptation strategies. The method used is a literature review analyzing various related scientific sources. The results of the study indicate that possible adaptation strategies include improving educators' digital competencies, integrating technology into the curriculum, strengthening character based on Islamic values, and developing flexible and innovative digital-based learning systems. Thus, Islamic educational institutions are expected to survive and develop adaptively without losing their identity and core values.

Bertha Cristine Zebua; Asep Afaradi

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Technological developments have brought significant changes to various aspects of human life, including church life. These changes also impact intergenerational relationships within the congregation. This paper aims to examine the challenges faced by church leaders at GEKISIA Depok in serving Generation X, Millennials, and Generation Z, and to examine the relevance of the theological principle of Romans 12:2 in addressing these challenges. Ultimately, the author observes that differences in generational characteristics influence communication patterns, ministry models, and congregational expectations of church leadership. Therefore, church leaders in the digital age are required to be adaptive, transformative, and remain rooted in biblical values. Romans 12:2 serves as an important theological foundation for Christian leaders to experience a renewed mindset so they can serve according to God's will without being influenced by worldly patterns. Furthermore, the challenge of cross-generational leadership is not merely practical in nature, but also theological. Each generation brings different experiences, values, and perspectives in understanding faith and spirituality. Generation X tends to value institutional stability and loyalty, while Millennials are more oriented toward authentic experience and community. Generation Z, having grown up entirely in the digital age, communicates and expresses faith in ways that differ greatly from previous generations. In this context, church leaders are called to become bridges between generations, rather than simply following trends or rigidly preserving tradition.

Junarti Junarti; Hamdani Hamdani

Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi 2026 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

.This study aims to analyse the role of Financial Information Systems (FIS) in supporting risk management, decision-making, and organisational performance in the digital transformation era. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method to examine articles indexed in Scopus from 2016 to 2026. The PRISMA framework is used to ensure a systematic, transparent article selection process, resulting in the selection of 37 relevant articles for further analysis. The results of the study show that Financial Information Systems make a major contribution to improving financial transparency, operational efficiency, the quality of strategic decision-making, and organisational risk mitigation. In addition, the integration of emerging technologies such as Artificial Intelligence (AI), FinTech, big data analytics, and cloud computing further strengthens the effectiveness of financial information systems in modern organisations. This study contributes theoretically by mapping research trends and identifying research gaps, while providing practical benefits for organisations seeking to increase competitiveness through digital financial systems. For future research, it is recommended to develop a more predictive and intelligent Financial Information Systems model to address future business dynamics.

Jesica Cindini Br Sembiring; Monica Innanda Chiaralazzo; Intansakti Pius X

Berkat : Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The rapid advancement of information technology has reshaped modern society, in particular influencing how young individuals express their identities through fashion. The choice of clothing goes beyond mere practical functions, becoming a symbol of social status and values as young people attempt to adapt to rapidly changing trends, driven largely by digital platforms such as social media. These phenomena have simultaneously led to alarming waste production and environmental degradation, reflecting the mismatch between modern lifestyles and theological mandates on the management of creation. The fast-paced fashion industry, characterized by rapid production cycles and high consumerism, exacerbates the ecological crisis by generating large amounts of textile waste and contributing to detrimental practices in global supply chains. The study uses a qualitative approach, emphasizing literature research to analyze relevant literature and synthesize findings into meaningful discourse. Ultimately, it advocates a transformative catechesis that integrates ecological awareness into the formation of young people's faith, leveraging digital spaces to advocate for simplicity and community engagement in sustainable practices. The challenges faced in fostering this ecological awareness include the prevalence of a culture of instant gratification and the gap between knowledge and action, which hinders the alignment of belief with action. Theological reflection further emphasizes the spiritual implications of consumer behavior, placing ecological responsibility as a fundamental aspect of authentic expression of faith. Based on these insights, this paper underscores the importance for the Church to be proactively involved in the fight for ecological preservation, recognizing that true faith is manifested through tangible actions that honor the divine creation.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Irfan Swanto Yusni; M. Rizky Kurniawan; Mukhlisin Nata Hudin; Syarifuddin Syarifuddin; Ferralia Eka Putri

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The development of digital technology in the Society 5.0 era presents both challenges and opportunities in history teaching, particularly regarding teachers’ ability to integrate technology and adapt to changes in students’ learning styles. This study aims to analyse the challenges faced by teachers and the strategies employed in digital-based history teaching. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) employing the PRISMA approach, involving the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of scientific articles published between 2020 and 2025. From the selection process, 25 relevant articles were identified for qualitative descriptive analysis. The findings indicate that teachers’ digital literacy levels remain at a moderate level and are unevenly distributed, thereby affecting the sub-optimal integration of technology into teaching. Furthermore, changes in students’ learning styles which are increasingly technology-oriented require more interactive and contextual pedagogical innovations. On the other hand, the use of digital media has proven capable of enhancing student motivation and learning outcomes, although this is still hindered by limitations in infrastructure and teachers’ technical competencies. The abundance of historical information on the internet also poses challenges regarding the validity of sources, thus necessitating the strengthening of digital literacy and critical thinking. The implications of this research underscore the importance of the ongoing development of teachers’ digital skills, the improvement of educational facilities, and the implementation of innovative teaching models to ensure that history teaching becomes more relevant and effective, and is capable of fostering critical thinking skills in pupils in the digital age.

Desty Endrawati Subroto; Ismail Pahmi; Ratu Bilqis Nurhaida; Devi Nurviyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the application of artificial intelligence (AI) in learning to write scientific papers and its impact on the level of originality of students in the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) Semester VI at Bina Bangsa University. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, which was conducted through reference searches and interviews with 30 of the total 35 students. The results of the study indicate that AI is utilized functionally as an aid in the writing process, such as compiling outlines, paraphrasing, developing ideas, and reviewing writing. Based on the interview results, the use of AI platforms is dominated by Chat GPT at 50%, followed by Perplexity at 27%, and Gemini.ai at 23%. These findings indicate that students do not rely on a single platform, but rather utilize various technologies adaptively according to their needs. In terms of discussion, the use of AI has a positive impact in the form of improved writing quality, time efficiency, development of creative ideas, increased digital literacy, and the provision of instant feedback. However, there are also challenges that arise, such as the potential for decreased originality, dependence on AI, the risk of violating academic ethics, information bias, and data privacy issues. Therefore, AI should be used as a tool, not a substitute for students' critical thinking skills. This research emphasizes the importance of using AI wisely, critically, and responsibly so that students can produce original, high-quality, and integrated scientific work in the digital age.