Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-25 of 25

Analytics

Wiwik Handayani; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan iman anak yang diberikan orang tua dalam keluarga Katolik di Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Melalui studi ini diharapkan agar para orang tua dapat menyadari hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat mendampingi anak agar mencintai dan memperdalam pengetahuan tentang imannya. Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif    kualitatif.  Data  yang  diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni di stasi Santo Paulus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 Pastor Paroki, orang tua dan anak. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan iman anak dalam keluarga Katolik menunjukkan bahwa banyak orang tua memberikan pendidikan iman kepada  anak  itu  tentang  cara  berdoa,  memberikan  nasehat  dan  mengajarkan kepada anak supaya hidup baik. Peran orang tua dalam pendidikan iman anak yaitu dengan memberikan kasih sayang, mengingatkan anak untuk berbuat baik seperti mengajarkan anak untuk menghormati orang yang lebih tua dan sesama manusia, dan mengajarkan cara berdoa. Kegiatan pendidikan iman yang diberikan orang tua kepada anak dalam keluarga Katolik, seperti doa bersama, saat makan, doa pribadi sebelum tidur dan mengajarkan doa-doa pokok dalam Gereja Katolik Seperti Bapa Kami, Salam Maria, Aku Percaya dan Tanda Salib. Jadi pada intinya pola hidup, dan cara hidup orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak- anaknya, begitupula dengan kehidupan imannya, orang tua harus terlebih dahulu mengerti dan tau imannya.

Handri Geradus; Andreas Andreas

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di masa Pandemi setelah pemerintah mengumumkan PSBB semua sektor kegiatan dibatasi secara ketat, tidak hanya kantor-kantor, rumah makan dan toko yang tutup, namun juga tempat ibadah, terutama gereja. Semua umat Kristen di Indonesia mengikuti peraturan itu dengan beribadah  di rumah saja ataupun melalui Daring. Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Apalagi  ketika itu sudah memasuki Tri Hari Suci yang mengenang kesengsaraan  Tuhan Yesus yang didera, disalibkan dan wafat di kayu salib, sebelum akhirnya dipercaya bangkit dan dirayakan pada hari Paskah. Pada masa pandemi, sebagian gereja  memang  masih ada yang tetap dibuka untuk para jemaatnya terutama gereja yang anggota jemaat tidak lebih dari 30-40 orang, dengan protokol yang sangat ketat, yaitu  sebelum memasuki gereja di cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer, harus memakai masker, tidak bersalam-salaman, duduk berjarak kurang lebih 1 sampai 1.5 meter, dan ibadah dipersingkat hanya satu jam dan paling lama satu setengah  jam yang biasanya beribadah selama dua jam. Pada Pandemi di gereja POUK melaksanakan ibadah memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu ibadah secara daring yaitu dengan Live Streaming. Disinilah akan kelihatan apakah jemaat masih memiliki kesetiaan kepada Tuhan ketika ibadah dilaksanakan secara daring atau Live Streaming atau sebaliknya semakin jauh dari Tuhan.                                

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas mengambangkan teori metafisika partisipasi. Hal itu berakar dari suatu tradisi filsafat yang panjang dari filsafat Plato mengenai partisipasi Idea yang lebih rendah pada Idea yang lebih tinggi. Dalam tradisi filsafat Plato hal itu merupkan suatu filsafat dalam arti yang murni, tetapi Thomas Aquinas mengembangkan hal itu pada argumen-argumen teologis. Pada abad XVII seorang tokoh spiritual dari Spanyol, Yohanes Salib menggunakan dan mengembangkan ide ini dalam ajaran-ajaran spiritualnya yaitu persatuan antara jiwa dengan Allah. Persatuan ini disebut dengan persatuan transforman. Persatuan ini sebagai puncak dari kehidupan rohani seseorang adalah mungkin dalam hidup ini karena persatuan entitas yang lebih rendah, yaitu jiwa, dengan Allah. Artikel ini berusaha mendalami tradisi perkembangan ide partisipasi dari ide filosofis- metafisik kepada ide teologis, dan pada akhirnya pada ide spiritual.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Misteri salib Kristus yang menebus dan menyelamatkan semua manusia, dunia, dan alam semesta, kerap disalahmengerti oleh sebagian orang pada zaman mutakhir ini. Mereka mengklaim bahwa tangisan kematian Yesus di atas kayu salib dianggap sebagai ungkapan putus asa, kutukan dan penderitaan orang yang berdosa. Selain itu, mereka berpendapat bahwa dalam peristiwa salib, terjadi keterpisahan dalam misteri Allah Tritunggal. Tentu saja, pernyataan tersebut tidak benar. Sesungguhnya, Allah menyatakan cinta dan kerahiman-Nya yang sempurna dalam peristiwa salib bagi pembaruan hidup seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Shelomita Selamat

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Edith Stein melihat salib Kristus sebagai sebuah pengorbanan cinta Tuhan kepada manusia. Salib Kristus adalah satu-satunya kekuatan dan harapan bagi umat manusia. Edith Stein percaya bahwa benih salib berkembang dalam diri para pengikut Kristus. Oleh karena itu, adalah suatu keharusan bagi para pengikut Kristus untuk memanggul salib dan menghidupinya dalam hidup keseharian. Salib dan penderitaan yang dipenuhi dengan cinta Allah yang mendalam memiliki makna besar bagi umat manusia. Melalui salib dan penderitaan, Allah memurnikan manusia untuk berkembang ke arah kesempurnaan. Melalui salib dan penderitaan, manusia juga turut berpartisipasi dalam penderitaan Kristus. Salib dan penderitaan yang disatukan dengan penderitaan Kristus memiliki nilai penebusan. Pada akhirnya, salib dan penderitaan yang sungguh-sungguh diimani akan membawa manusia pada sukacita kebangkitan.