Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 107

Analytics

Yasyafa Prada Zein Giri Swana; Latifah Arifiyani

Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

In the following qualitative research, we identified the relationship of architectural styles based on Javanese Culture. The church displays a unique form of architectural acculturation from the church in general which adheres to the European Gothic style. Based on the results of the analysis, the aesthetics of the building combine the architectural style of Rome, namely wide-span buildings and flat domes with local Javanese architecture. The embodiment of Javanese culture is clearly seen in the interior in the form of reliefs and brick materials. The concept of space also puts Javanese architecture in the form of a courtyard without chairs like a Javanese Joglo house. The acculturation functions as an image of local culture so that it is maintained and makes the congregation feel comfortable and dissolve with the atmosphere of the place of worship. The presence of local cultural elements in the church building also shows respect for the values of traditional wisdom without losing the identity of Christianity itself. In addition, the combination of architecture shows that houses of worship can be designed as an inculturative space that is able to bridge the spiritual needs as well as the emotional needs of the congregation. Thus, the church building is not only a place of worship, but also a symbol of harmony between faith and culture in people's lives.

Fahrudin Ahmad; Roni Kartika Pramuyanti; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penutupan perlintasan kereta api Alastuo terhadap peningkatan volume kendaraan dan intensitas kebisingan di kawasan Fly Over Bangetayu, Kota Semarang. Fenomena ini mencerminkan tantangan tata kelola lalu lintas urban akibat perubahan infrastruktur transportasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini dilakukan melalui metode studi kasus di lokasi terdampak. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dokumentasi visual, serta pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter pada sembilan titik waktu berbeda selama tiga hari pengamatan. Partisipan meliputi warga sekitar, pengguna jalan, dan petugas lalu lintas. Hasil analisis tematik menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan volume kendaraan dan intensitas kebisingan, dengan nilai puncak kebisingan mencapai 93,6 dB pada sore hari. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan rute akibat intervensi kebijakan infrastruktur dapat menyebabkan beban akustik yang signifikan di jalur alternatif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang relasi spasial antara kebijakan lalu lintas dan degradasi lingkungan akustik. Implikasi teoretis mengarah pada integrasi studi kebisingan dalam perencanaan transportasi berkelanjutan, sementara implikasi praktis mencakup kebutuhan akan pengaturan lalu lintas yang adaptif serta mitigasi kebisingan melalui vegetasi, jalur alternatif, dan edukasi berkendara. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pendekatan interdisipliner untuk mengevaluasi dampak kebisingan terhadap kesehatan masyarakat secara langsung.

Azizah Kurnia Anggraini; Nada Hafiyah Klariesha; Indah Rizki Bethania Silitonga; Olivia Diva Nabila; Dian Alya Julianti

Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This study examines the Coldplay Gate phenomenon as a reflection of gender inequality and weak ethical relations in the workplace. The event, which began as a personal issue in the entertainment sphere, evolved into a public discourse because it revealed the vulnerability of women within organizational power structures. The workplace, which should uphold professionalism, instead demonstrates gender bias, subordination, and dysfunctional practices that undermine institutional integrity. This research employs a descriptive qualitative approach with a literature study as the main method. Data were collected from news articles, research reports, and official publications from both national and international institutions such as the World Bank Gender Data Portal (2024), Statistics Indonesia (BPS, 2024), the International Labour Organization (ILO), and Populix (2024). Data analysis was conducted using content analysis to identify key themes, including women’s subordination, abuse of power relations, and weak organizational ethics. The findings indicate that Coldplay Gate should not be understood merely as a personal scandal but as a reflection of unequal workplace structures. Empirical data reinforce this conclusion, such as women’s labor participation of only 55.41 percent, limited representation in strategic positions (15 percent of CEOs are women), and high levels of workplace discrimination (45 percent). These findings highlight the need for ethical awareness and gender sensitivity to be internalized within organizational culture. The study concludes that formal regulations must be accompanied by the development of a fair, safe, and inclusive professional culture, enabling workplaces to function as equal spaces for all individuals without barriers based on gender or power relations.

Westri Septiana Nainggolan; Elsa Karolina Damanik; Fatma Tresno Ingtyas; Laurena Ginting

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Relational bullying is a form of bullying that often occurs in the school environment and has a significant impact on the psychological and academic aspects of students. This research aims to analyze the influence of relational bullying on students’ interest in learning at various levels of education. The research method used is literature review by reviewing 11 relevant national journals indexed by Google Scoler, DOAJ and Sinta, which were published between 2018 and 2024. The results of the study show that relational bullying generally appears in the form of exclusion, spreading gossip, manipulation of social relationships, indirect mockery, and seniority behavior. The impacts caused include a decrease in academic confidence, increased anxiety and depression, loss of study concentration, and low student motivation and participation in class. This condition implies a decrease in learning achievement and student involvement in school activities. Based on the findings, it is concluded that relational bullying has a significant negative effect on students’ interest in learning. Therefore, prevention efforts are needed through the establishment of a positive school climate, strengthening the value of empathy, and the provision of sustainable counseling services to create a safe learning environment and support the development of students.

Alpina Siska; Calissta Audrie Salsabila; Feronika Sitriel Yaas; Niko Niko; Kusnadi Kusnadi +1 more

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study explores the intricate relationship between theology and philosophy within the framework of Christian apologetics and evangelism, aiming to understand and communicate faith in both rational and contextual ways. Theology, grounded in divine revelation, serves as the foundational source of truth, while philosophy offers critical and analytical tools to interpret, clarify, and logically articulate theological doctrines. Apologetics operates as a dynamic bridge between these disciplines, integrating rational discourse, ethical reflection, and spiritual conviction to defend and proclaim the Gospel effectively in an increasingly pluralistic and intellectually diverse society. This research employs a library-based qualitative approach utilizing descriptive and analytical methods to examine theological and philosophical literature from various academic perspectives. The findings demonstrate that theology, philosophy, and apologetics form an interdependent and complementary framework that not only strengthens evangelism but also enables Christians to present the Gospel message rationally, contextually, and meaningfully amidst the contemporary challenges of faith, culture, and reason.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Soumilena, Selfiana

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kode etik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan keteladanan teologis dalam praktik pendidikan di sekolah menengah. Guru PAK tidak hanya dipandang sebagai penyampai pengetahuan kognitif, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur terkini yang membahas etika profesi guru, teologi pendidikan, serta praktik pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAK terhadap kode etik masih bervariasi, mulai dari yang melihatnya sekadar aturan administratif hingga yang menafsirkannya sebagai panggilan iman dan tanggung jawab moral. Keteladanan teologis terbukti menjadi aspek penting dalam implementasi kode etik karena guru PAK dituntut untuk menunjukkan konsistensi antara ajaran iman dan perilaku nyata. Implementasi kode etik dalam praktik pendidikan terlihat dalam pengajaran, relasi interpersonal, dan kerja sama kelembagaan, meski menghadapi tantangan etis seperti dilema nilai, tekanan eksternal, serta pengaruh media digital. Temuan juga menegaskan bahwa kode etik dan keteladanan teologis guru PAK berperan signifikan dalam pendidikan karakter siswa, membentuk integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, integrasi antara kode etik profesional dan keteladanan teologis memungkinkan guru PAK menjadi agen transformasi moral dan spiritual yang relevan di tengah kompleksitas pendidikan modern. Penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi guru PAK agar mampu menghidupi kode etik dan menghadirkan teladan Kristiani dalam proses pendidikan.

Boby Andika Sinaga; Henri Naibaho

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study examines the role of the hula-hula authority within the Batak Toba kinship system, known as Dalihan na tolu, and its relevance to the theological understanding of blessings. In Batak tradition, hula-hula is viewed as "Debata na tarida" (the visible God) and is considered a source of blessings in various social and ritual contexts, especially through the practice of giving ulos. However, Christian doctrinal theology asserts that blessings are solely a gift from God, independent of any specific social structure or tradition. Using a qualitative research method through literature study, this paper explores the intersection and tension between Batak customs and Christian theology. The findings show that while the authority of hula-hula enriches the values of social harmony and kinship ethics, this understanding risks overshadowing the biblical truth that God is the sole source of blessings. Therefore, the church is called to reaffirm God's authority while also respecting cultural values. This study highlights the tension between tradition and theology, which should be addressed with wisdom to allow both to coexist harmoniously.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Aris Kurniyawan, Nanang; Yoga Pratama, Alfonsius

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Karya tulis ini, "MERAWAT RUMAH BERSAMA: INTEGRASI SPIRITUALITAS KRISTIANI DAN TEOLOGI EKOLOGIS LAUDATO SI' SEBAGAI PARADIGMA BARU BAGI KAUM AWAM," menyajikan argumen yang relevan dan vital untuk mengkontekstualisasikan panggilan universal Ensiklik Laudato Si' dalam realitas ekologis dan budaya akut di Kalimantan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA sebagai metode, penulisan karya tulis ini mengusulkan model tiga pilar yang jelas dan menjanjikan (liturgis, asketis, dan sosial) sebagai paradigma operasional baru bagi kaum awam. Karya tulis ini bertujuan untuk mengintegrasikan data granular tentang krisis sosio ekologis Kalimantan dan detail etnografis Dayak yang sangat kaya, memperkuat klaim empiris dengan bukti yang dapat diverifikasi, dan secara eksplisit mengartikulasikan kontribusi uniknya dalam lanskap teologi ekologis dan inkulturasi di Indonesia yang jauh lebih luas. Kerangka kerja ini berupaya memberdayakan aksi ekologis akar rumput dengan menjembatani teologi tingkat tinggi dengan praksis pastoral awam yang praktis, menggunakan kearifan lokal Dayak sebagai material arsitektural utama. Temuan dari karya tulis ini ialah menyintesiskan panggilan universal Laudato Si' dengan kearifan relasional masyarakat Dayak yang kaya, kerangka kerja ini menawarkan sebuah jalan bagi Gereja di Kalimantan untuk bergerak melampaui aktivitas-aktivitas yang terfragmentasi menuju sebuah misi ekologis yang terintegrasi, mendalam secara teologis, dan transformatif secara sosial, yang dipimpin oleh kaum awam.

Riyana Akhsani; Annisa Nur Husna; Nada Fatma; Yunifa Rihhadatul ‘Isyiyah; Ardhita Juliani Ardhani

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study examines Ahmad Mustain Nasoha’s thoughts on the relationship between the constitution and Islamic law (sharia) within the context of Indonesian citizenship. The interaction between religion and the state in Indonesia has always been a dynamic discourse, particularly in balancing Islamic values as the majority religion with the constitutional principles rooted in Pancasila and the 1945 Constitution. This research employs a qualitative method using a literature review approach to analyze Nasoha’s works and perspectives on integrating Islamic values into the legal and state systems. The findings reveal that, according to Nasoha, Islamic law should not be formalized in a legalistic manner but should function as a moral inspiration and social norm within national life. Through the perspective of legal syncretism, Islamic law, customary law, and national law can be harmonized to create an inclusive and just legal system. Pancasila serves as a meeting point that bridges religious and constitutional principles, allowing Muslims to practice Islamic teachings without conflicting with the constitution. Nasoha’s thought offers a moderate and contextual model of citizenship suitable for Indonesia’s pluralistic society.

Raissa Nabila Ardiani; Bonardo Marulitua Aritonang; Muhammad Ismail Alif

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study discusses teachers’ communication strategies in building interpersonal relationships with students at SDN Kartika Sejahtera 02. Effective communication is considered the main key to creating a safe, comfortable, and violence-free learning environment, enabling students to develop optimally. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, involving the principal, two teachers, and several students as informants. The findings reveal that teachers applied two-way empathetic communication strategies that emphasized openness and personal approaches tailored to students’ characteristics and emotional needs. In addition to verbal communication, teachers also employed nonverbal symbols such as facial expressions, eye contact, voice intonation, and educational touch, all of which fostered emotional closeness. These strategies were proven to increase students’ sense of safety, active participation, self-confidence, and trust, while also strengthening teacher–student relationships. In conclusion, appropriate interpersonal communication not only improves the learning climate and prevents conflict at school but also plays a vital role in shaping students’ positive character. These findings are expected to serve as a practical reference for developing teachers’ communication skills in elementary education.

Hatmoko, Haru; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Profesi guru dalam perspektif pendidikan modern dipahami bukan sekadar sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi moral, etika, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Kristen, peran guru semakin signifikan karena dipanggil untuk menghadirkan teladan Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya. Penelitian ini mengkaji relevansi keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:13–16 dengan praktik pendidikan guru agama Kristen di sekolah. Teks ini menampilkan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan, yang menjadi dasar teologis bagi peran guru Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis dan pendidikan, melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru-guru di SMA PGRI 22 Serpong. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, teladan guru Kristen berfungsi sebagai model nyata yang membentuk iman dan karakter siswa. Kedua, praktik mentoring dalam perspektif Alkitab menegaskan pentingnya relasi personal dalam pendidikan iman. Ketiga, keteladanan Yesus menampilkan dimensi servant leadership yang relevan bagi kepemimpinan guru Kristen. Keempat, integritas guru Kristen menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan karena konsistensi hidup lebih berpengaruh daripada sekadar instruksi verbal. Kelima, keteladanan Yesus tetap relevan di era modern karena mampu menuntun peserta didik menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan iman yang tangguh. Dengan demikian, guru agama Kristen dipanggil untuk melayani dengan kasih, rendah hati, dan penuh integritas, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.

Prihaten Maskhuliah; Aulia Salsabila Putri; Tita Mustikawati Selayar

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Relations in mathematics are a fundamental concept that describe the connection between two sets. This concept is crucial because it forms the foundation for understanding functions and various other mathematical topics. In everyday life, relations can be found in numerous real-world situations, such as the relationship between teachers and their students, sellers and buyers, or students and their exam scores. By understanding relations, students can see how elements from one set are linked to elements in another set based on specific rules. Unfortunately, many students still find it difficult to grasp the concept of relations because it is often taught in an abstract way, filled with mathematical symbols that are not connected to their real-life experiences. As a result, students may feel that the topic is irrelevant to their lives, leading to a lack of interest and poor comprehension. In fact, if taught contextually and practically, the concept of relations can serve as a key bridge to help students understand functions and their relevance in the real world. This article aims to explain the concept of relations through a more practical and relatable approach. For example, it can be illustrated by connecting students' names with their attendance numbers, or linking foods with their nutritional contents. Through these examples, students can see that relations are not just rigid parts of a math lesson but also reflect meaningful connections in everyday life. In this way, it is expected that students will gain a more comprehensive understanding of relations—not only mathematically but also in terms of practical application and functionality. A solid understanding of relations will make it easier for students to learn advanced concepts such as functions, mappings, and mathematical logic. Therefore, a learning approach that emphasizes contextual understanding is essential, so that students are not merely memorizing formulas but are also capable of applying the concept of relations in real-world situations.

Eka Yulia Sari; Titik Rahmawati; V.Reza Bayu Kurniawan3; Eka Yulia Sari; Titik Rahmawati +1 more

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Pendistribusian bantuan yang efisien menjadi tantangan utama dalam proses penyaluran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem cerdas yang mampu memetakan dan menyalurkan bantuan secara optimal dengan pendekatan algoritmik. Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan sistem dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML), perancangan struktur basis data relasional, dan perancangan algoritma penyaluran berdasarkan kriteria prioritas dan efisiensi logistik. UML digunakan untuk menggambarkan arsitektur sistem secara visual, meliputi use case, class, dan diagram aktivitas. Perancangan basis data dilakukan untuk memastikan integritas data dan kemudahan pengelolaan informasi bantuan, lokasi, dan kebutuhan penerima. Algoritma yang dikembangkan memanfaatkan pendekatan heuristik untuk menentukan rute penyaluran dan prioritas penerima berdasarkan parameter lokasi geografis. Hasil penelitian ini berupa prototipe model konseptual yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem cerdas berbasis teknologi untuk mendukung proses penyaluran bantuan yang adaptif dan responsif.

Edward Nimits Abraham

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2025 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

This study examines the impact of morningprayer on the spiritual growth of students at SMA Mahanaim Bekasi, focusing on cognitive, affective, and cognitive dimensions. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation involving 15 students and supporting informants. The findings reveal that morning prayer significantly enhances students' understanding of biblical values (cognitive), deepens their spiritual awareness (affective), and fosters behavioral changes such as self-control and empathy (cognitive), aligning with the fruits of the Spirit in Galatians 5:22-23. Challenges include formalistic participation and monotonous implementation, which may diminish transformative effects. Strategic recommendations include contextual devotional modules, active student involvement, and periodic evaluations. The study underscores morning prayer as a transformative spiritual discipline, contributing to holistic Christian character education in an era of globalization.

Dwi Praptiwi; Dian Nurul Fitra; Fatmawati Fatmawati

Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to analyze the relationship between hyponymy and hyperonymy in health articles published in Kompas.id from January to March 2025. The hyponymy-hyperonymy relationship is a relationship of meaning between general terms (hyperonyms) and specific terms (hyponyms) that plays an important role in arranging information hierarchically and systematically. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques of reading, listening, and taking notes. Data were analyzed by identifying words that have a relationship of meaning, classifying them into hyponymy-hyperonymy, and analyzing the function of their use in sentences. The results of the study show that the use of hyponymy and hyperonymy relationships in health articles helps clarify information, facilitates reader understanding, and builds text cohesion and coherence. This relationship is used both for generalization of meaning and specification of meaning in conveying health information to the wider community.