Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 617

Analytics

Mey Pasampe; Esrawati Ka’bi Sumussang; Arya Salo Pongtinggi

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The fleeting nature of human life constitutes a key theme in theological reflections within the Old Testament, particularly in the Book of Psalms in the Alkitab, which highlights human limitations and the inherent uncertainty of existence. Psalm 39:6–7 depicts human life as a transient shadow and emphasizes the futility of human efforts if they are not oriented toward God. This study seeks to explore the meaning of human transience in this passage and assess its theological significance for contemporary life. A qualitative approach with biblical hermeneutics is employed, considering historical, literary, and theological dimensions. The analysis indicates that the metaphor of the “shadow” illustrates human fragility, while the depiction of life’s futility critiques the human tendency to find purpose solely in worldly endeavors. Despite this, Psalm 39 ultimately directs readers toward hope in God, portraying Him as the ultimate source of true meaning. In a modern, materialistic context, this message continues to be relevant as a reminder of human dependency on God and the limitations of human life. Therefore, the transience of life does not signify the end of existential purpose but rather opens the way to deeper spiritual insight and the strengthening of faith.

Handayani, Nur Fitri; Venna Puspita Sari; Wingkolatin Wingkolatin

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

The moral crisis faced by the Indonesian nation is a serious challenge that can threaten the integrity and sustainability of the country's future. Phenomena such as corruption, intolerance, and weakening social integrity are clear evidence of the declining implementation of the noble values ​​contained in Pancasila. Pancasila Education has a strategic position in building national character and instilling moral values, especially in the younger generation. This article aims to examine the moral crisis in Indonesia and analyze the role of Pancasila Education in providing solutions to these problems. This study uses a literature research method to assess the relevance of Pancasila values ​​and the effectiveness of the implementation of Pancasila Education. The study results show that Pancasila values ​​such as religiosity, humanity, unity, democracy, and social justice have great potential in forming moral individuals. However, there are various challenges, including low student interest, lack of innovation in teaching, and the influence of globalization that can hinder the optimization of Pancasila Education. To overcome these obstacles, strategic steps are needed such as strengthening the curriculum, improving the quality of educators, and collaboration between families, schools, and the community. With maximum implementation, Pancasila Education can be the main key to rebuilding the nation's morality.

Nur Indriyani, Nastiti; Rinaldi, Elma Ertian; Rahma, Dila

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Keamanan makanan dan minuman remaja sangat penting untuk kesehatan mereka, terutama mengingat peningkatan konsumsi makanan siap saji dan minuman berpemanis. Ketidaktahuan tentang kandungan gula dan keasaman minuman dapat meningkatkan risiko penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. Melalui praktikum dan penyuluhan dasar literasi sains, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang makanan dan minuman yang aman untuk dikonsumsi. Di SMK Ma'arif NU 2 Ajibarang, kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktikum untuk mengidentifikasi gula menggunakan reaksi Fehling dan Benedict serta pengujian pH minuman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami konsep dasar keamanan pangan; mereka tahu bahwa minuman mengandung gula yang lebih sedikit; dan mereka tahu tingkat keasaman beberapa sampel minuman yang diuji. Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, dan SDG 12 tentang konsumsi yang bertanggung jawab, akan dilaksanakan melalui kegiatan ini. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan program Asta Cita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kesehatan dan sains terapan. Kegiatan ini diharapkan akan membantu siswa menjadi lebih cerdas dalam memilih makanan dan minuman yang sehat dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Hartati, Ineke Juni; Efvah, Efvah

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Rohani itu bisa dipakai dan diterapkan dalam Kelompok Sel. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder dilakukan dengan studi dokumentasi. Narasumber penelitian berjumlah 20 orang dengan rentang usia 29 tahun sampai dengan 65 tahun dalam Kelompok Sel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan rohani di kelompok sel telah membantu anggota untuk bertumbuh secara rohani dan menjaga stamina roh anggota. Selanjutnya, pembinaan rohani berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 4 : 23-31 dalam Kelompok Sel selanjutnya memunculkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 sangat relevan untuk diterapkan dalam kelompok sel. Melalui kesatuan dalam doa, keberanian untuk bersaksi, mengandalkan Tuhan dalam setiap tantangan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan, saling menguatkan, dan memiliki mental pemenang, kelompok sel menjadi tempat di mana setiap anggota dapat bertumbuh dalam iman, mengalami kuasa Tuhan, dan siap diutus untuk memberitakan Firman Tuhan kepada dunia. Sementara itu, pembinaan rohani dalam kelompok sel memberikan pengaruh signifikan terhadap keimanan dan tindakan anggota. Selain mendalami Firman Tuhan, kelompok sel mendorong penerapan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan antar sesama. Anggota diajarkan untuk mengampuni, mengasihi, dan menjaga hati, serta terbuka dalam memperbaiki hubungan yang rusak.

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Kartolo, Seraphine; Adriel, Nicholas; Paskah, Timotius Rievaldo; Armando, Luis; Sagiyono, Andhika Permana +2 more

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Faizah Nuswah; Syafiin Mansur

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The rapid development of modern science and technology has brought major transformations to various aspects of human life, including education, communication, economics, health, and social interaction. Nevertheless, this progress often creates a gap between scientific advancement and spiritual or moral values, particularly when viewed from an Islamic perspective. This study aims to analyze the relationship between modern science and Islamic teachings, while also exploring relevant forms of integration between the two in responding to contemporary life challenges. The research employs a qualitative approach through a comprehensive literature review of books, scientific journals, and other academic sources related to science and Islam. The findings indicate that Islam is fundamentally not opposed to science; instead, Islamic teachings encourage critical thinking, intellectual development, and the pursuit of knowledge for the benefit of humanity. Furthermore, the integration of scientific knowledge and Islamic values is considered essential in maintaining balance between technological progress, ethical responsibility, and human morality. Therefore, continuous and contextual efforts are needed to harmonize science and religion so that both can contribute optimally to the development of a more humane, ethical, and spiritually grounded civilization.

Shelahiya Nadhira; Laura Putrie Alika; Sri Mulyeni

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the dynamics of academic and social life of students at Universitas Nasional PASIM and identify the factors affecting the balance between these two aspects. Using a qualitative method with interviews as the data collection technique, this study reveals the role of the social environment, particularly peer interactions, in supporting motivation, academic achievement, and student well-being. The findings show that a conducive campus social environment, through interaction with peers, serves as a source of emotional support and information that can enhance motivation and academic performance. Conversely, a less supportive social environment can hinder focus and decrease students' enthusiasm for learning. Students also face challenges in balancing academic demands and social life due to the heavy schedule of classes, academic tasks, organizational activities, and social engagements. The research findings indicate that time management skills and prioritization are key factors in maintaining the balance between academics and social life. The inability to manage time effectively may lead to stress and academic burnout. Overall, the study emphasizes the importance of a supportive social environment and good self-management skills in fostering academic success and student well-being.

Hakim, Feri Khoirul; Putranti, Honorata Ratna Dwi; Mardiyono, Aris; Suprapti, Sri

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, kompensasi, dan work-life balance terhadap job embeddedness pada pekerja perempuan di Kawasan Industri Candi (KIC) Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 responden yang dipilih melalui teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap job embeddedness, sedangkan kompensasi dan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan terhadap job embeddedness. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih dominan dalam meningkatkan keterikatan karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan sistem kompensasi yang adil serta mendukung keseimbangan kehidupan kerja guna memperkuat job embeddedness karyawan.

Yohana Fransiska Sirait; Dina Octavia Siburian; Maysaroh Daulay; Theresia Siagian; Putri Sari Margaret Julianty Silaban

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

As the foundation and official ideology of the Indonesian state, Pancasila plays a crucial role in guiding the management of national affairs and the overall conduct of state life. The core principles of Pancasila divinity, humanism, unity, democracy, and social justice reflect the character, identity, and collective values of the diverse Indonesian people. The purpose of this study is to examine in depth the function of Pancasila as a state ideology and the significance of implementing its principles in contemporary and evolving society. Through the exploration and analysis of various scholarly sources, including books, academic journals, and official state documents, this research employs a qualitative approach using a literature review method. The findings indicate that Pancasila functions not only as the nation’s way of life but also as the philosophical foundation of the state and a unifying ideology within Indonesia’s heterogeneous society. Furthermore, the preservation of national identity, the strengthening of social cohesion and peace, and the ability to face the challenges of industrialization and globalization are highly dependent on the successful internalization of Pancasila’s values. Therefore, to achieve sustainable and inclusive national development, consistent and continuous efforts are required to enhance understanding, appreciation, and implementation of Pancasila’s values across all levels of society.

Nur Fila, Faricha; Hima, Faiqotul; Nur Hajijah, Dea Siti; Fikriyyah, Nazhifatul; Dian Efendi, Mutiara Karunia Safitri +2 more

Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Etos kerja dan kewirausahaan ialah aspek penting dalam membangun kesejahteraan individu dan masyarakat, namun dalam praktiknya belum sepenuhnya berlandaskan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep kerja dan kewirausahaan yang bersumber dari ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep etos kerja dan kewirausahaan berdasarkan tafsir al-Qur’an dan hadits Nabi sebagai landasan moral dan spiritual dalam aktivitas ekonomi. Studi ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui penelaahan berbagai literatur berupa buku tafsir, kitab hadits, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk menemukan nilai-nilai utama yang terkandung dalam ajaran Islam terkait aktivitas kerja dan usaha. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Islam menekankan nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, disiplin, serta orientasi keberkahan sebagai prinsip utama dalam bekerja dan berwirausaha. Kesimpulannya, etos kerja dan kewirausahaan dalam perspektif Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian materi, melainkan juga pada pembentukan akhlak mulia sekaligus kepatuhan kepada Allah sebagai tujuan utama kehidupan.

Hadi Karyono; Krismiyarsi; Mahmuda Pancawisma Febriharini; Kunarto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penyuluhan hukum ini bertujuan membangun kesadaran hukum melalui penguatan “konstitusi batin”, yaitu kesadaran nilai moral, etika, dan tanggung jawab dalam diri individu sebagai dasar berperilaku dalam kehidupan pribadi dan sosial. Bagi anak-anak dan remaja di panti sosial, kesadaran hukum tidak cukup hanya melalui pemahaman aturan, tetapi perlu ditumbuhkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penghargaan terhadap nilai-nilai Pancasila dan norma kehidupan bersama. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, kegiatan penyuluhan hukum oleh Fakultas Hukum UNTAG Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu Karanganyar ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa hukum hadir untuk melindungi, membimbing, dan menciptakan ketertiban serta keadilan. Dengan terbentuknya konstitusi batin yang kuat, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas, sadar hukum, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Nining Tunggal Sri Sunarti; Reni Tri Lestari

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Status gizi ibu dan anak merupakan indikator penting kesehatan masyarakat dan berperan besar dalam pencegahan anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan stunting. Rendahnya literasi gizi serta keterbatasan kemandirian ibu dalam melakukan deteksi dini status gizi masih menjadi tantangan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai gizi seimbang serta kemampuan deteksi dini status gizi ibu dan anak melalui edukasi berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui observasi awal dan pengembangan media edukasi digital. Pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan langsung, diskusi interaktif, serta pengenalan aplikasi edukasi gizi dan deteksi dini pertumbuhan anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini melibatkan 22 ibu sebagai peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta pada kategori pengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang setelah intervensi. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi gizi seimbang berbasis teknologi informasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi ibu dan berpotensi mendukung deteksi dini masalah gizi secara mandiri. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.

Adelliya Sabila Putri Purbaya; A. M. Akbar; Andas Budy

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna.

Aluysius Hendra Wijaya; Laurentius Prasetyo

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2026 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian ini mengkaji simbol air dalam Injil Yohanes sebagai bahasa wahyu yang mengungkapkan identitas ilahi Yesus dalam kerangka pneumatologi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kecenderungan studi sebelumnya yang menafsirkan simbol air secara parsial, baik sebagai simbol sakramental maupun metafora spiritual, tanpa melihat keterkaitannya secara menyeluruh dalam struktur naratif Injil Yohanes dan tradisi Yahudi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa simbol air merupakan struktur teologis yang mengintegrasikan kristologi, dan pneumatologi  Yohanes. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, melalui analisis teologis-intertekstual terhadap teks-teks Yohanes yang berkaitan dengan simbol air serta hubungannya dengan Perjanjian Lama dan tradisi Yahudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol air berkembang secara progresif dari makna literal menuju simbol kehidupan ilahi dan Roh Kudus, serta mencapai klimaks dalam peristiwa penyaliban sebagai pencurahan Roh dan kelahiran Gereja. Dengan demikian, air berfungsi sebagai medium pewahyuan yang tidak hanya menjelaskan karya keselamatan, tetapi juga mengungkapkan identitas Yesus sebagai sumber kehidupan ilahi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pneumatologi Yohanes pada dasarnya merupakan ekspresi kristologi dalam bahasa simbolik.

Isni Lailatul Magfiroh; Achmad Rizky Rifaldi Attamimi; Eka Wulan Ndari; Rizka Emilia Kirana; Umi Milatina Dziroh +1 more

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Organic waste is one of the major environmental problems caused by household activities. Improper waste management leads to environmental pollution and health risks. This community service activity aimed to educate and train the community in processing organic waste into ecoenzymes as a multifunctional and environmentally friendly product. The method used included socialization, training, and direct assistance to the community in producing ecoenzymes from fruit and vegetable waste through fermentation. The results showed that the community was able to understand the benefits and production process of ecoenzymes and began implementing them in daily life and agriculture. Ecoenzymes can be used as natural cleaning agents, plant fertilizers, and pest repellents. This activity contributes to reducing organic waste and improving environmental awareness and sustainable agriculture practices.

Hafizh Rafid Hardian; Reifan Mezquita Aziez; Anis Nada Khairin; Andriyani Andriyani; Raghib Filhaq

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study discusses the role of prayer in shaping character and daily ethics as one of the main pillars of Islamic teachings. Prayer is not merely a ritual act of worship but also serves as a means of spiritual and moral education and shapes the overall personality of Muslims. This study uses a literature review method by examining various sources such as books, journals, and scientific articles relevant to Google Scholar from 2020 to 2025, sourced from 20 Indonesian-language journals and 5 English-language journals. Based on this background, prayer plays an important role in instilling values of discipline, responsibility, sincerity, patience, and self-reflection, which contribute to the formation of an individual's character and integrity. In addition, prayer also serves as the foundation of social ethics by fostering honesty, justice, empathy, politeness, and solidarity in social interactions. There is also congregational prayer, which, when performed, can strengthen the values of togetherness, brotherhood, and social concern, which are the foundations of a harmonious social life. Research shows that consistent and solemn prayer practices can control desires, prevent immoral and evil deeds, and provide mental and spiritual balance for the practitioner. Thus, prayer is an important instrument in the moral and spiritual development of Muslims and is relevant in facing modern challenges such as stress and social ethical degradation.

Kuni Kyla Afifah; Khaila Dila Salwa; Daffa Al Dzaki; Andryani Andryani; Ayunda Larasati Sekarputri

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

In the contemporary era,many people have yet to fully comprehend or internalize the spiritual and social dimensions of prayer (shalat). As a result, shalat is often carried out merely as a routine obligation without deep reflection on its true purpose. In fact, shalat plays a significant role in shaping personal character and social behavior. This study employs a literature review approach by examining various sources, including books, academic journals, and educational articles that discuss the concept and significance of shalat as an act of worship. The findings indicate that a profound understanding of the inner meanings of shalat can foster self-awareness, self-control, and discipline. These values strongly contribute to the development of moral and ethical character. Furthermore, shalat reflects collective religiosity through its practices and procedures, symbolizing spiritual purification, reverence for God, and awareness of human limitations. Congregational prayer further emphasizes principles of unity, brotherhood, and equality, regardless of social status or background. In addition, shalat functions as a moral safeguard that prevents individuals from engaging in immoral and harmful actions. Therefore, shalat plays a crucial role not only in strengthening spiritual devotion but also in maintaining personal integrity and social harmony.

Rahma Dinda; Rahmatul Riza; Ridwal Trisoni; Muhamad Yahya

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This article discusses the concept of fitnah in Islam, focusing on its definition, forms, risks, and social impacts. Fitnah, referring to false accusations, deceit, and the spreading of misleading information, can pose a serious threat to individual integrity and social balance. The study employs a qualitative descriptive approach with a literature review from classical Islamic texts, Quranic verses, the teachings of the Prophet, and the latest scholarly articles from trusted sources. The findings indicate that fitnah is a significant moral and social violation that can lead to various issues, such as conflicts, defamation, social division, and the loss of trust within society. The study also emphasizes the importance of Islamic ethical principles in preventing and addressing fitnah, especially in the digital age, where information can spread rapidly and widely. The study concludes that preventing fitnah requires an increase in public literacy, more ethical communication, and adherence to Islamic values that emphasize honesty and caution in disseminating information. These efforts are expected to reduce the negative impact of fitnah in social life and foster a more harmonious society.