This study explores the concepts of salvation and forgiveness in Christian theology, with a focus on contemporary implications and challenges in the digital age. Through theological analysis, the concept of salvation is understood as God's gift that changes character, while forgiveness becomes a call to practice love in social interactions. Contemporary challenges, including relevance in the digital age and the impact of controversial content, are driving the adaptation of these values. Believers are expected to be agents of change in building an inclusive and tolerant society. Implications for everyday life include character transformation and the role of believers in overcoming digital conflicts. In conclusion, the concepts of salvation and forgiveness are not only a theological basis, but also a source of inspiration for forming positive behavior in the dynamics of the contemporary world.
Elijah's obedience is evident in his faithfulness to listen and obey God's commands. Through an understanding of the Biblical text, Elijah's obedience to God is analyzed in the context of perseverance, compliance, and complete trust in God's plan. This study also explores the relevance of Elijah's obedience for present-day believers. In a world filled with challenges and uncertainties, the lessons from Elijah's story provide inspiration about the importance of faith, obedience, and reliance on God. It offers a perspective that enriches how believers can lead their everyday lives with deep obedience to God's will, gaining strength and courage from their faith. This research reveals that Elijah's obedience reflects strong relevance for present-day believers, emphasizing the importance of strengthening the spiritual connection with God, following His will, and believing that obedience to Him brings blessings and protection. The practical implications of Elijah's obedience can encourage believers to deepen their faith, enhance their obedience, and broaden their perception of God's power and presence in everyday life.
Tujuan penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan penanaman cinta tanah air di Sanggar Ngandhong Cinawi Desa Klodran Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar; 2) Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan seni tari di Sanggar Ngandhong Cinawi Desa Klodran Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar; 3) Untuk mengetahui Penanaman cinta tanah air melalui seni tari di Sanggar Ngandhong Cinawi Desa Klodran Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.
Bentuk penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian ini menggunakan strategi studi kasus tunggal. Subjek dalam penelitian ini antara lain pemilik sanggar, pelatih sanggar, peserta tari, orang tua peserta tari. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknis data kegiatan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Pelaksanaan penanaman karakter cinta tanah air seni tari di Sanggar Ngandhong Cinawi melalui kegiatan menari dengan percaya diri dihadapan banyak orang, berdoa sebelum memulai kegiatan tari, mempelajari nilai-nilai budaya; 2) Pelaksanaan kegiatan seni tari di Sanggar Ngandhong Cinawi berupa latihan rutin yang diadakan setiap Sabtu pada pukul 16.00 dengan guru tari, materi tari yang sesuai, pelatihan dan evaluasi serta guru tari yang profesional. Kegiatan pembelajaran materi tari Anila Prahastha yang dipentaskan; 3) Penanaman cinta tanah air di Sanggar tari Ngandhong Cinawi melalui tari dapat menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan rasa cinta tanah air pada peserta tari, penanaman cinta tanah air berhasil ditanamkan pada seni tari memerlukan penentuan parameter melalui kegiatan seni tari yang menumbuhkan sikap mandiri, menjadi percaya diri dan menjalin hubungan sesama peserta tari, serta peserta tari merasakan keterkaitannya dengan budaya dan seni tradisional Indonesia.
Kata Kunci: Membangun, Nilai Karakter, Cinta Tanah Air, Seni Tari
Â
Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk Dampak kekerasan terhadap istri yang bersangkutan adalah: mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, mengalami rasa tidak berdaya, mengalami ketergantungan pada suami yang sudah menyiksa dirinya, mengalami stress pasca trauma, mengalami depresi, dan keinginan untuk bunuh diri. Dampak kekerasan terhadap pekerjaan si istri adalah kinerja menjadi buruk, lebih banyak waktu dihabiskan untuk mencari bantuan pada Psikolog ataupun Psikiater, dan merasa takut kehilangan pekerjaan. Dampaknya bagi anak adalah: kemungkinan kehidupan anak akan dibimbing dengan kekerasan, peluang terjadinya perilaku yang kejam pada anak-anak akan lebih tinggi, anak dapat mengalami depresi, dan anak berpotensi untuk melakukan kekerasan pada pasangannya apabila telah menikah karena anak mengimitasi perilaku dan cara memperlakukan orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang tuanya..
The Lord Jesus taught His disciples during the sermon on the Mount, it was his teaching about being someone who would care about what they were struggling with at that time, based on the Gospel of Matthew 5-7. In Bible dictionaries, almsgiving is a source of material support for the poor and destitute whom almost no one knows. When giving alms, don't know what your left hand is doing with your right hand, because giving alms is everyone's duty. So, giving alms means doing justice, because alms is not a voluntary gift from the rich to the poor, but a religious obligation.
Penelitian ini dilakukan karena strategi pemasaran yang perlu dikembangkan dalam perusahaan yang akan membuat nasabah semakin percaya dengan PT BPR NBP 32 Karawang, tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan minat nasabah dalam menentukan jenis produk tabungan.penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang di lakukan oleh penulis saat sesudah menjalani kerja praktik , lokus penelitian ini di beberapa pasar yang penulis kunjungi bertemu dengan nasabah BPR NBP 32 Karawang,informan dari penelitian ini adalah 4 nasabah laki-laki yang berada di pasar rengasdengklok , dan 3 nasabah perempuan yang berada di pasar karawang (Tuparev), 3 orang perempuan yang berada di pasar Johar. Data dikumpulkan melalui wawancara dan survey lapangan. penulis mengamati bahwa yang mempengaruhi nasabah dalam mengambil keputusan jenis tabungan yaitu salah satunya adalah suku bunga jenis tabungan tersebut. Selain itu kepercayaan nasabah kepada perusahaan salah satu kunci nasabah untuk menyimpan uang nya dikarena kan legalitas perusahaan yang sudah di awasi OJK sehingga nasabah merasa aman dalam menabung.Oleh karena itu nasabah menyimpan uang untuk dipergunakan sebagai modal usaha tanpa harus melakukan proses yang rumit saat pencairan. selain tabungan takesra ada pula tabungan pundi yang mana dipilih oleh nasabah sebagai tabungan berhadiah. Karena tabungan pundi ini memiliki undian mobil dan motor disetiap per enam bulan sekali. Sudah banyak sekali nasabah BPR karawang yang memenangkan undian tersebut. Oleh karena itu nasabah percaya dan tertarik untuk memilih tabungan pundi.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Di Indonesia, sebagian orang lebih percaya untuk menggunakan obat herbal, disamping harga yang relatif murah, obat herbal dianggap bersifat alami, sehingga bebas dari efek samping yang tidak diinginkan. Tanaman salam secara ilmiah mempunyai nama Latin Eugenia polyantha Wight dan memiliki nama ilmiah lain, yaitu Syzygium polyantha Wight. dan Eugenia lucidula Miq. Tanaman ini termasuk suku Myrtaceae. Tanaman salam merupakan salah satu contoh obat herbal yang dianggap efektif dalam pengobatan berbagai macam penyakit. Khasiat yang terkandung dalam daun salam mempunyai senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tanin, dan flavonoid. Dalam pengobatan, daun salam digunakan untuk pengobatan kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit maag (gastritis), diare dan kandungan kimianya mempunyai aktivitas sebagai obat asam urat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam dalam pengobatan berbagai macam penyakit, terkhusus hipertensi, dan asam urat. Dengan tulisan ini diharapkan daun salam bisa menjadi alternatif pengobatan dalam menurunkan kadar hiperteensi dan asam urat. Penelitian ini menggunakan Metode Literature Review dengan pencarian artikel dengan menggunakan search engine Google Scholar. Pencarian tersebut menghasilkan 23 makalah yang sesuai dengan judul penelitian, namun hanya 6 publikasi yang memenuhi persyaratan inklusi penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh pemberian rebusan danu salam terhadap penderita hipertensi dan asam urat.
This article discusses the teachings of the Lord Jesus about worry according to the Gospel of Matthew 6:25-34 and its reflections for believers in overcoming worry. Worry is a person,s implicit denial of the power and promises of God. The results of the research show that to overcome worry, believers must realize these three things, namely: One, that worry is useless. Two, worry only makes the situation worse for those who eperience it. Third, keep believing in God’s care for his people by proritizing God in everything. The research method used in writing this article is a qualitative method with an expository approach. The final conclusion of the author is The writer's final conclusion is that the teachings of Jesus in Matthew 6:25-34 are very useful in helping believers overcome anxiety.
Sacrificial offerings are something that cannot be separated from the beliefs of every believer. Christ willingly died on the cross to redeem His people. Therefore, how important the sacrifice of Jesus Christ is for humanity. For that, it is very important to understand the meaning of the sacrifice of penance. The meaning of the sin offering is an admission of guilt before God. the meaning of the sin offering must be known from the old and new testaments, namely the sin offering. The sin offering in the Old Testament was the sacrifice of a lamb to take away the sins of God's people. In the new covenant, the sin offering is Jesus Christ, who died on the cross as a sin offering in Ephesians 2:5-9. Therefore, it is very important for believers today to know and understand the true sacrifice and sin offering.
Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Itulah sebabnya Sproul menuliskan bahwa, iman dibangun di atas dasar alasan yang sudah dipikirkan dengan matang, koheren, konsisten, dan bukti empiris yang absah. Namun ada juga kelompok yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar alat untuk sampai kepada tujuan keselamatan itu sendiri. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan tentang pengertian iman secara umum, enjelaskan tentang kontribusi pengajaran dari perspektif Reformed mengenai keselamatan bagi pertumbuhan iman Kristen, menjelaskan apa apilkasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pandangan Agama Kristen mengenai iman adalah beriman kepada Yesus Kristus atau yang disebut orang yang beriman hanya kepada Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan. Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Iman yang menuju kepada Tuhan untuk mendapatkan keselamatan yang kekal melalui Yesus Kristus
Filsafat mengambil bagian penting dalam rasio manusia ribuan tahun yang lalu dalam sejarah manusia. Dalam perjalanan pelayanan rasul Paulus filsafat merupakan tantangan yang diperhadapkan dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat kolose. Mencampur baurkan filsafat yang kosong dan palsu terhadap ajaran rasul tentang yesus kristus adalah sebuah problematika iman yang harus segera dicegah supaya iman orang Kristen di kolose tidak tergoncangkan terhadap injil yesus kristus. Untuk menyelidiki permasalahan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese dan library research. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ajaran filsafat yang beredar pada masa Paulus ketika pelayanan di kolose, serta maknanya bagi orang percaya masa kini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan para ahli mengenai filsafat yang kosong dan palsu dalam jemaat kolose. Penelitian ini diharapkan mampu menyadarkan iman orang percaya terhadap ajaran filsafat yang beredar dizaman sekarang ini.
Dan Kejadian 12:1-9 memberikan penjelasan Panggilan Abraham adalah dasar dan penopang bangsa Israel dalam posisinya sebagai bangsa dan sebagai gereja. bersama Atas panggilan Abraham, bangsa dan gereja dapat bersatu dan seragam Artikel ini berfokus khusus pada sejarah satu orang, yaitu Abraham dan keturunannya. Tuhan tidak kehancuran ciptaannya. Tetapi Dia mulai bekerja dengan satu Umat pilihan-Nya dan umat yang Dia pilih untuk direformasi Di dalam dunia.[1] Kejadian 12:1-9 menjelaskan panggilan Abraham untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Di sana Tuhan melindungi dan memberkatinya. Kejadian 12:1-3 adalah berita panggilan Abraham dan janji Tuhan yang akan diterima Abraham. Kejadian 12:4-9 adalah jawaban atau respon Abraham terhadap panggilan Tuhan. Metode yang digunakan untuk menghimpun data bagi penulisan ini didasarkan pada penelitian perpustakaan dan metode deskriptif. Pada teks Kejadian 12 ini pemanggilan Allah kepada Abraham secara tiba tiba. Pemanggilan itu datang kepada Abraham tanpa petunjuk mengenai waktu, tempat, juga tidak ada keterangan lengkap tentang Abraham selain hanya silsilah singkat dan data keluarga dari ayat-ayat sebelumnya.
[1] Sandy Lane West, Handbook to the Bible (Bandung: Kalam Hidup, 2015), 144.
Skizofrenia dapat menimbulkan masalah harga diri rendah, harga diri rendah ini menyebabkan perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis, tidak ada harapan dan putus asa, untuk menurunan perasaan tersebut dapat diberikan terapi thought stopping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi thought stopping pada pasien dengan masalah harga diri rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango. Desain penelitian quasi eskperimen one group dengan jumlah sampel 30 orang menggunakan teknik sampling secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor harga diri rendah sebelum terapi thought stopping yaitu 3.87 dan setelah terapi thought stopping rata-rata skor harga diri rendah meningkat yaitu 7.93 dengan nilai p-value 0.000. Dapat disimpulkan ada pengaruh terapi thought stopping pada pasien dengan masalah harga diri rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango.
Konsep mengerjakan keselamatan itu sangatlah penting karena mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu berarti orang percaya lagi menghidupi iman, berjalan sebagai seorang pengikut Kristus, hidup sebagai seorang murid Kristus. Dan berbicara mengenai keselamatan, maka keselamatan merupakan inti berita injil. Karena keselamatan itu adalah anugerah Allah tanpa anugerah Allah maka manusia tidak akan mendapat keselamatan. Keselamatan mencakup seluruh aspek kehidupan kristiani, baik hubungan dengan Allah, maupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Tujuan penelitian ini ialah setiap orang percaya harus mengerjakan keselamatan selama di dunia ini supaya mendapatkan kehidupan yang kekal. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah mengerjakan keselamatan bukan kehendak orang percaya tetapi berdasarkan anugerah dan kehendak-Nya. Kesimpulan: keselamatan kekal mutlak dianugerahkan oleh Yesus Kristus kepada orang percaya yang terus-menerus setia melakukan perintah-Nya sampai mati. Mengerjakan keselamatan sebagai bukti cinta kasih orang percaya kepada Kristus Yesus.
Agama-agama yang ada di Indonesia memiliki kepercayaan masing-masing. Salah satunya agama Kristen yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang telah menebus dan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga kelompok Kristen yang tidak sependapat dengan pandangan tersebut seperti Saksi Yehuwa. Pengikut Saksi Yehuwa tidak percaya dengan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Kristen pada umumnya. Saksi Yehuwa memiliki cara pandang tersendiri tentang Tuhan bagi mereka hanya ada satu Tuhan yaitu Yehuwa dan Yesus bukanlah Tuhan atau penebus dosa umat manusia melainkan Yesus hanya ciptaan dan hanya menebus dosa Adam saja. Saksi Yehuwa yang dipelopori oleh Charles Taze Russell (pendiri Saksi Yehuwa) mulanya bernama Siswa-Siswa Alkitab yang telah ada sejak tahun 1931. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan Tuhan mana yang disembah oleh Saksi Yehuwa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil yang ditemukan ialah umat Kristen menyembah kepada Tuhan Yesus sebagai Allah yang hidup sedangkan Saksi Yehuwa menyembah pada Allah yang menebus Adam pada masa PL. Kesimpulan: Tuhan yang benar dan hidup yang telah berinkarnasi di dalam Yesus Kristus; yang harus disembah oleh Saksi Yehuwa dan orang Kristen pada umumnya bahkan orang-orang non-Kristen.
Surat Paulus kepada jemaat di Roma merupakan surat yang paling unik diantara surat-surat lainnya. Dari keunikan itu bermunculan polemik tentang pokok-pokok pengajaran yang ditulisnya kepada jemaat di Roma menjadi tema yang muktahir diantaranya ialah ‘kebenaran Allah, kebaikan Allah, kedaulatan Allah, kasih karunia (anugerah) Allah, dan hukum Allah.’ Kristus Yesus menjadi sentral pemberitaan merupakan kekuatan Injil tidak terbantahkan oleh siapapun. Kematian Kristus adalah alasan kuat dalam pemberitaannya sekalipun mereka sudah percaya baik dari golongan Yahudi maupun Yunani atau orang bersunat dan tidak bersunat bahkan hukum Taurat tidak dapat diperbandingkan dengan kematian Kristus yang memberi jaminan keselamatan hidup yang kekal. Tujuan penelitian ini ialah dibenarkan, diperdamaikan dan dimerdekakan oleh kematian Kristus Roma 5-8 karena inti berita yang khas sebagai dogma teologi bagi orang yang percaya kepada-Nya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi kualitatif dan analisis deskriptif serta pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ialah menarasikan tentang praktik apologetika karena diperhadapkan pada permasalahan pokok pengajaran iman kepada Yesus Kristus, melainkan umat manusia harus menyadari bahwa Kristus yang diutus oleh Bapa ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa sebab hanya Allah saja yang dapat menyelamatkan umat-Nya bukan manusia mencari keselamatan dengan berbagai cara yang ditempuhnya.
Berbelanja secara online lebih didorong oleh keinginan semata. tanpa memperhatikan apa kegunaan barang- barang yang dibeli. Ditambah lagi dengan adanya berbagai macam penawaran mulai dari gratis ongkir, potongan harga, dan bisa bayar ditempat. Sehingga mendorong mahasiswa untuk terus berbelanja tanpa memikirkan kegunaanya. Jika hal ini diabaikan maka akan berdampak pada keungan, sehingga pengeluran semakin banyak, uang yang seharusnya di tabung atau digunakan untuk kebutuhan mendatang habis begitu saja hanya untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Didalam Islam telah di ajarkan dalam berbelanja harus mengutamakan kebutuhan, bukan sekedar keinginan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumtif mahasiswa dalam berbelanja secara online yang ditinjau dari ekonomi Islam dan faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa FEBI IAIN Langsa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa. Informan penelitiain sebanyak 7 orang . Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknis analis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan melalui tahap pengumpulan data melalui tahap reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa dalam berbelanja secara online yang ditinjau dari ekonomi Islam yaitu membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi, munculnya penilain bahwa membeli produk dengan harga yang mahal akan menimbulkan percaya diri yang tinggi, membeli produk karena adanya diskon atau potongan harga (bukan atas dasar manfaat dan kegunaanya) dan membeli produk sejenis dengan merek yang berbeda. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku konsumtif karena faktor uang saku, faktor iklan dan faktor pertemanan.Perilaku berbelanja online seperti ini tidak sesuai lagi dengan konsumsi Ekonomi Islam.
Kata Kunci:
Model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang satu kelompok dengan memperhatikan keheterogenan kelompok, berkerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1 SMK Negeri 1 Koto Baru serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1, wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas XI Multi 1 serta dokumentasi seperti RPP. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengembangan yang diterapkan kurang sesuai dengan teori yang telah dijabarkan oleh Rusman seperti guru membagi kelompok dengan cara berhitung yang membuat kelompok kurang heterogen yang mana salah satu ciri khas kooperatif adalah kelompok yang berbentuk heterogen, lalu di dalam kelompok ada yang beranggota 6 orang yang disebab kan oleh kondisi atau jumlah siswa yang berlebih. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, setelah persentasi guru mengevaluasi dengan memberikan tugas latihan secara individu dan selesai mengerjakan latihan guru memberikan penjelasan materi yang masih diragukan lalu guru menutup pembelajaran. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, faktor penghambat yaitu saat penempatan kelompok membutuh kan lebih banyak waktu, siswa kurang serius dalam berdiskusi sehingga membuat anggota kelompok lain terganggu, dan ada juga siswa kurang percaya diri saat berdiskusi. Faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw yaitu memicu siswa lebih aktif serta bebas mengemukakan pendapat saat diskusi, meningkatkan daya ingat siswa, meningkatkan hasil belajar, membuat siswa lebih percaya diri, dan meningkatkan keterampilan kerja sama dalam kelompok saat berdiskusi.
Kekerasan didalam dunia Pendidikan sangatlah banyak dan suatu hal yang fakta yang sudah sering sekali terjadi di lingkungan Pendidikan atau sekolah. upaya pencegahan bullying pada siswa smpn 1 enam lingkung. Salah satu yang tampak yaitu pada permasalahan bullying terhadap remaja, banyknya remaja yang melakukan pembulian terhadap temannya contohnya anak-anak smpn 1 enam lingkung yaitu kelas lX(Sembilan) melakukan pembulian atau pemerasan kepada siswa kelas Vll (tujuh). Penelitian ini bertujuan untuk upaya pencegahan bullying pada siswa di Desa Sarang Gagak Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian peneliti memberikan pengetahuan tentang membangun karakter anak, peneliti juga memberikan penerangan atau penjelasan tentang sikap terbuka pada siswa agar siswa terbuka kepada guru dan orang tua, peneliti memberikan penjelasan mengenai menjalin persahabatan dan percaya diri agar siswa lebih percaya diri dan tidak terjadinya pembullying. menunjukkan bahwa perilaku bullying yang ditemukan di lokasi penelitian berupa bullying verbal dan bullying relasional. Upaya pencegahan bullying dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peran guru, siswa, serta orangtua.