Publication Search

59,140 articles from 466 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-25 of 25

Analytics

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Ernawati Hatuwe

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya dan merupakan sinyal yang membantu individu untuk bersiap mengambil tindakan menghadapi ancaman. Pengaruh bencana yang terjadi dalam kehidupan dapat membawa dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Tujuan penelitian mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi di Desa Kamarian Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling Purposive Sampling yang berjumlah 43 responden, Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi dengan uji statistic p=0,003<005, tidak ada hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan pada masyarakat  pengungsian pasca gempa bumi dengan uji statistic p=0,020 <0,05, dan hubungan antara pengetahuan  dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi uji statistic p=0,865>0,05.

Ahmad Hafidz; Djoko Darmawan; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak bisa diprediksi kapan dan dimana terjadinya yang disebabkan oleh alam, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan, kerugian harta benda, memakan korban jiwa dan bisa berdampak pada psikologis seseorang salah satunya yaitu bencana gempa bumi. Pusat Studi Gempa Bumi yang dimana bangunan tersebut bersifat edukasi dan pariwisata yang memberikan wawasan ilmu pengetahuan mengenai gempa bumi. Desain ini bertujuan sebagai bangunan yang mewadahi kegiatan pendidikan yang berhubungan dengan gempa bumi dan juga kebencanaan yang berada di Lombok, sekaligus menjadikan Pusat Studi yang berada di Nusa Tenggara Barat dan memiliki fungsi sebagai tempat pembelajaran mengenai gempa bumi dan juga kebencanaan, dari sudut pandang bisnis penampilan harus menarik dengan menawarkan kenyamanan pada masing-masing fasilitas yang ada. Penggunaan konsep Arsitektur Post-Modern pada desain menjadikan desain lebih menarik dan tidak monoton karena berbentuk tidak simetris yang mengambil dari bentuk dasar ombak dan mengambil dasar fasad dari kearifan lokal setempat yang menjadikan bagian fasad pada desain ini memiliki fasad yang lebih menarik karena unsur kebudayaan lokal setempat yang diaplikasikan pada desain Pusat Studi Gempa Bumi di Lombok. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Rahmanti, Ainnur; Anugrah Tegar L; Dita Ayu R; Damayanti A; Inka Nur S +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia merupakan negara yang secara geografis, demografis, sosioekonomis dan politis merupakan kawasan yang rawan bencana, dan juga perpotensi mengalami bencana alam, non alam dan sosial, seperti bencana: gempa bumi, banjir, letusan gunung api, kebakaran, tanah longsor, wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial, terorisme. Kejadian bencana akan mengakibatkan timbulnya kedarurtan, korban massal serta permasalahan kesehatan pada masyarakat, selain itu kejadian bencana juga mengakibatkan, rusaknya fasilitas umum, fasilitas kesehatan, terganggunya saluran komunikasi dan lain-lain yang akan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir besar melanda wilayah kota Semarang pada pekan pertama dan kedua Februari 2021. Banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu merendam setidaknya 43 titik pada 5-7 Februari lalu, demikian data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Selain banjir kiriman dan banjir lokal, banjir rob merendam sejumlah kawasan di Kota Semarang, seperti di Kelurahan Kaligawe (Kecamatan Gayamsari) dan wilayah di Kecamatan Genuk. Kondisi pandemic Covid-19 memperburuk dalam penanganan bencana yang terjadi.    

Dewi, Ratih Puspita; Handitcianawati, Wiwin; Hermawan, Roby

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gempabumi (earthquake) merupakan suatu fenomena alami yang terjadi pada kulit bumi berupa bergoncangnya atau bergetarnya bumi karena adanya pergerakan pada lapisan batuan secara tiba-tiba disebabkan karena lempeng tektonik. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (2010) menyebutkan bahwa perempuan dan anak pada umumnyamerupakan korban utama dalam bencana alam, hal ini dikarenakan korban yang tewas lebih tinggi pada perempuan dan anak perempuan, penyebabnya karena kendala budaya berupa mobilitas perempuan, kurangnya ketrampilan yang dimiliki perempuan dibandingkan dengan laki-laki, serta kekuatan fisik perempuan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalkan resiko jatuhnya korban perempuan dalam bencana gempabumi dengan upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi. Metode pelaksanaannya dengan melakukan sosialisasi  kesiapsiagaan  bencana  gempabumi  di  Pimpinan  Cabang  Nasyiatul  Aisyiyah Klaten Selatan. Target luaran dari kegiatan ini adalah (1) menumbuhkan kesadaran kepada kaum perempuan terhadap pentingnya pemahaman mitigasi bencana gempabumi baik sebelum,  saat  tanggap  darurat  maupun  pasca  bencana,  (2)  menumbuhkan  kewaspadaan bahwa bencana gempabumi dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kaum perempuan harus siap  bencana  kapan  saja  dan  dimana  saja,  dan  (3)  meningkatkan  kesiapsiagaan  kaumperempuan terhadap bencana gempabumi sehingga mengurangi resiko terjadinya korban bencana dari pihak perempuan.Kata kunci: gempabumi, perempuan, kesiapsiagaan