Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 21-32 of 32

Analytics

Rina Hidayati Pratiwi; Endang Sulistyaniningsih; Jumadi Jepri; Theressia Evy Nadeak; Laksita Nirmala Putri

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The low level of knowledge about the appropriate use of antibiotics causes the practice of irrational antibiotic use to increase. The aim of this community service is to provide education about understanding antibiotics and how to use them appropriately and rationally. The community service method is by providing education through group discussions, workshops and seminars to health workers, posyandu cadre mothers and the community around Ratujaya Village, Depok. The level of knowledge about antibiotic use was measured using a questionnaire, pretest and posttest. The results achieved by this community service after providing education on understanding antibiotics and their use to the community show that people who have good and sufficient knowledge about antibiotics are 88.57%, meaning that more people understand about antibiotics than those who don't. It can be concluded that the education on the use of antibiotics provided to the public can sufficiently increase public knowledge regarding antibiotics.  

Fauziah, Elsa; Eddy Suhardiana; Srie Rezeki Nur Endah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Respiratory tract infections are one of the causes of high mortality and morbidity in children, especially in children under the age of 5 years whose immune system is still susceptible to various diseases. The purpose of this study was to determine the rationality of giving antibiotics for acute respiratory tract infections (ARI) to toddlers at the Jamanis Health Center. The type of research used is descriptive research, the sampling method is purposive sampling and data collection is carried out retrospectively. Then data analysis was carried out and compared with references from MTBS guidelines. This research was conducted at the Jamanis Health Center when the research was conducted in March-May 2023. The population used in this study was all ARI patients at the Jamanis Health Center for the January-December 2022 period. Based on the data obtained, the number of medical records of ARI patients in toddlers at the Jamanis Health Center for the 2022 period is 1121 people. The results of the study of the most widely used antibiotic drug were amoxicillin with 82 cases (89.13%). The results of rationality of drug administration based on the criteria of Right diagnosis that is equal to 100% (Rational), Right indication that is equal to 65.21% (Not Rational), Right drug that is equal to 65.21% (Not Rational), Right patient that is equal to 100% (Rational), Right dose that is equal to 100% (Rational)

Husnani Husnani

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Infectious diseases are still an important public health problem, especially in developing countries. One of the mainstay drugs to overcome this problem is antibiotics. Bacterial resistance to antibiotics continues to increase throughout the world, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the average use of antibiotic eye drops for the period January to March 2021 at the Community Eye Health Center January to March 2021. The method in this research is a descriptive survey. The population in this study were all prescription data from January to March at the Community Eye Health Center. Results In January to March 2021 the average number of uses of the antibiotic Levofloxacin was 39.6. Polynel is 35. Bralifex is 34.

Intan Meilalita; Mulia Susanti

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Background: Diabetic ulcer is a complication of peripheral neuropathy in people with diabetes mellitus which often ends in disability or death. Proper handling of infection is closely related to the rational use of antibiotics to avoid the occurrence of resistance. The emergence of resistance to antibiotics has an effect on the risk of increasing infection status, increasing the length of stay in the hospital, the risk of amputation and even death. Objectives: This study aims to determine the type and percentage of bacteria present in diabetic ulcers and to test the sensitivity of antibiotics prescribed in diabetic patients with ulcers in the inpatient room of RSUD Kraton, Pekalongan Regency. Methods: The research model used was descriptive to describe the profile of bacteria and the sensitivity of antibiotics prescribed to bacterial findings from diabetic ulcer isolates in inpatients at Kraton Hospital, Pekalongan Regency. The research method was carried out by biochemical identification and sensitivity testing of the Kirby Bauer technique on 2 samples of diabetic patients with ulcer complications taken by total census during March-April 2022. Results: Staphylococcus aureus, Enterobacter aerogenes, Pseudomonas aeruginosa were found with a percentage of 50% each. The sensitivity test showed that Ampicillin was resistant to Staphylococcus aureus, Ciprofloxacin was resistant to Enterobacter aerogenes and intermediate to Pseudomonas aeruginosa. The percentage of effectiveness of Meropenem and Metronidazole antibiotics had the highest sensitivity values, namely 100%, 50% Ampicillin and 25% Ciprofloxacin. Conclusion: From the research that has been done, it can be concluded that Ampicillin is resistant to Staphylococcus aureus, Ciprofloxacin is resistant to Enterobacter aerugenes, Ciprofloxacin intermediate is resistant to Pseudomonas aeruginosa, Meropenem and Metronidazole are sensitive to the three bacterial findings namely Staphylococcus aureus, Enterobacter aerogenes, Pseudomonas aeruginosa

Monica Suryani; Manahan Situmorang; Steven Tandiono

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang insidensinya semakin meningkat. Indonesia menempati peringkat 4 di dunia setelah Amerika Serikat India dan China. Peningkatan kemakmuran di negara berkembang dan perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif salah satunya Diabetes Mellitus (DM). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat kepada masyarakat. Metode kegiatan ini melibatkan apoteker dan masyarakat di Taman Cadika, Kota Medan, Sumatera Utara.  Hasil dari kegiatan ini adalah Tim pengabdian masyarakat berharap agar masyarakat dapat mendapatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat serta cara mendapatkan, gunakan, menyimpan, dan membuang obat antibiotik yang benar, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan obat. Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Apoteker Kota Medan. Kegiatan ini berjalan dengan baik serta masyarakat dapat menerima pengetahuan tentang sosialisasi dan edukasi tentang diabetes mellitus dagusibu dalam meningkatkan rasionalitas penggunaan obat.    

Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di wilayah yang rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam. Banjir merupakan bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia dan berbagai kejadian banjir terbukti berdampak pada kehidupan manusia dan lingkunganya terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang antibiotik kepada masyarakat, sehingga penyakit dampak banjir khususnya diare dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Antibiotik. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Antibiotik. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) antibiotik.    

Aragibinafika Aragibinafika; Mohamad Mimbar Topik

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah peradangan sistemik akut yang melibatkan kulit, membran mukosa, epitel pernafasan dan pencernaan. Dalam banyak kasus, obat-obatan merupakan penyebab utama NET akan tetapi dapat juga disebabkan oleh infeksi dan faktor-faktor resiko lainnya. Membran mukosa (rongga mulut, konjungtiva dan anogenital) adalah bagian tubuh yang paling awal terlibat pada NET. Lebih dari 200 obat dari berbagai golongan berhubungan dengan terjadinya NET. Penggunaan obat-obatan yang memiliki resiko tinggi dan sering menyebabkan terjadinya NET seperti antigout (allopurinol), antiepilepsi (carbamazepine, fenitoin, fenobarbital, lamotrigin), antibiotik (kotrimoksazol dan sulfonamid lain, floroquinolone), anti inflamasi (sulfasalazine), anti-HIV (nevirapine), obat anti inflamasi golongan oxicam(meloxicam), dan analgesik (parasetamol). Pengobatan NET adalah pendekatan multidisiplin dan hingga kini belum ada panduan yang diakui secara internasional untuk terapinya.Tujuan dari studi kasus adalah membahas mengenai Nekrolisis epidermal toksikyang dipicu oleh obat penurun panas serta manajemen terapinya.

Lisna Agiara; Wizar Putri Mellaratna

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Drug eruption atau erupsi alergi obat merupakan bagian dari adverse drug eruption didefinisikan sebagai suatu respon terhadap obat yang dapat bersifat toksis, berbahaya, dan tidak diharapkan, dengan dosis normal yang digunakan sebagai profilaksis, diagnosis, dan terapi suatu penyakit. Angka kejadian erupsi alergi obat bervariasi antara 0% hingga 8%, dengan penyebab tersering yaitu antibiotik. Insidens erupsi obat alergi pada negara berkembang berkisar antara 1% hingga 3%. Artikel ini membahassuatu kasus pasien perempuan berusia 56 tahun datang dengan keluhan timbulnya bercak kemerahan disertai rasa gatal pada badan, tangan, dan kaki yang memberat sejak 1 minggu terakhir. Diketahui bahwa pasien sempat mengonsumsi antibiotik golongan penicillin (amoxicillin) untuk mengurangi keluhan batuk pilek yang sebelumnya dialami oleh pasien sekitar 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan status generalis didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang, kesadaran komposmentis, tanda-tanda vital dalam batas normal, dan pada wajah didapatkan pembengkakan (edeme). Status dermatologis didapatkan efloresensi primer berupa plak dan makula eritematosa (makulopapular) berbatas tidak tegas, disertai skuama kasar berwarna putih diatasnya. Pasien diterapi dengan pemberian kortikosteroid oral (dexamethasone), kortikosteroid topikal (desoximethasone), dan tambahan antihistamin oral (cetirizine). Pasien juga diedukasi untuk menghentikan konsumsi antibiotik yang dicurigai sebagai penyebab timbulnya keluhan pasien. Pasien menunjukkan perbaikan setelah 7 hari mendapatkan terapi.

Rahmat Ismail; Moh. Perdana M. Mo’o; Abulkhair Abdullah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

  Masyarakat di Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara cukup banyak, namun berbagai sarana kesehatan yang minim membuat masyarakat kurang memperhatikan cara menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Masalah ini muncul dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang obat masih sangat minim. Selama ini pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan sehingga penanganan terhadap masalah kesehatan dan pengobatan belum mendapat perhatian khusus. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pelatihan Dagusibu dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) kepada Masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Materi terkait penyimpanan obat menekankan terhadap perlunya memperhatikan aturan pakai dan cara penyimpanan obat yang tertera pada etiket.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara memahami tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat dan membuang obat, mengetahui perbedaan klasifikasi obat (obat bebas, bebas terbatas, obat keras) dan bagaimana cara serta dimana tempat legal yang memiliki izin untuk menjual obat-obat tersebut, dan mengetahui cara menggunakan antibiotik dengan cerdas

Utami Cahyaningtyas; Rini Werdiningsih

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis faktor lama penyembuhan kaki diabetes/ulkus diabetikum pada pasien DM Tipe 2. Ulkus kaki sebagai komplikasi dari diabetes melitus tipe 2 memberikan prevalensi pasien ulkus kaki diabetik (UKD) berkisar 41% dari populasi umumnya, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada manula. Sekitar 14-24% pasien UKD memerlukan amputasi dengan rekurensi 50% setelah tiga tahun. Sekitar 15% pasien diabetes mengalami tukak kaki dan 15-20% dari ini memerlukan amputasi. Amputasi kaki diabetik cenderung terjadi seiring dengan kenaikan tingkat kematian atau morbiditas dari waktu ke waktu. Untuk mengurangi tingkat amputasi pada pasien diabetes melitus tipe 2, perlu adanya penyembuhan dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dari beberapa buku dan jurnal. Didapatkan hasil bahwa penggunanaan antibiotik, faktor kebersihan ulkus kaki, faktor tingkat keparahan infeksi saat datang, dan faktor kondisi imunitas dan gizi pasien mempengaruhi lama penyembuhan pada pasien DM Tipe 2.

Risman Tunny; Cut Bidara Panita Umar; Sari Siompu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) seringkali hanya di buang, padahal pelepah pisang ambon memiliki antibakteri yang tinggi. Staphylococus aureus adalah salah satu gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococus aureus termasud bakteri yang banyak resistensi terhadap antibiotik. Tujuan.  Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder Tanin, Saponin, Flavanoid, Fenol, dan Alkaloid pada pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum). Untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak pelepah pisang ambon terhadap pertumbuhan Staphylococus aureus. Untuk mengetahui konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% ekstrak etanol pelepah pisang ambon yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus. Metodologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan empat varian konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% . Kontrol positif yang digunakan  adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah Aquades. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Hasil penelitian. Skrining fitokimia menunjukan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenol. Pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% pelepah pisang ambon terhadap Staphylococus aureus di tandai dengan terbentuknya zona hambat pada  konsentrasi 20% zona hambat 13 mm, konsentrasi 40% zona hambat 16 mm, konsentrasi 60% zona hambat 18 mm dan konsentrasi 100% zona hambat 20 mm. Kesimpulan. Pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus dengan konsentrasi yang efektif yaitu 100% degan zona hambat 20 mm dengan kategori sangat kuat.

Ira Pufaijah Ely; Cut Bidara Panita Umar; Wa Indarsi

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) digunakan sebagai anti bakteri, anti tumor, pencegah kanker, dan insektisida. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) memiliki senyawa kandungan metabolik sekunder yang memiliki aktifitas anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. jenis penelitian ini adalah eksperimental laboraturium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui daun cocor bebek asal Dusun Aira memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, flafanoid, alkaloid, tanin, steroid. Hasil pengujian aktifitas anti bakteri pada konsentrasi 20% menunjukan bahwa ekstrak daun cocor bebek dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionobacterium acnes 21 mm, kontrol positif antibiotik kloramfenikol menunjukan aktivitas antibakteri sebesar 32 mm, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki aktifitas sebagai antibakteri Propionobacterium acnes.