Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 361-380 of 459

Analytics

Rizki Ilman Mubaroqah; Iwit Prihatin; Muhamad Firdaus

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis pada materi relasi dan fungsi  yang mencapai tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan model rancangan pengembangan 4D, yang dimodifikasi menjadi 3D, yaitu define (definisi), design (perancangan), development (pengembangan), tanpa menggunakan tahap keempat yaitu disseminate (penyebaran), karena hal ini merujuk kepada tujuan awal dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan media yang valid, praktis dan efektif yang terdapat pada langkah  ketiga pengembangan  model ini yaitu development. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Sengah Temila dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket, dan soal pre-test post test. Berdasarkan hasil penelitian yang pertama adalah validasi aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning yaitu dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebesar 85,416% dalam kriteria sangat valid dengan kategori sangat baik. Yang kedua adalah nilai kepraktisan, dilihat dari nilai angket yang diisi guru dam siswa diperoleh persentase sebesar 83,93% dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya keefektifan, dilihat dari nilai rata-rata siswa dengan merujuk pada skala likert. Artinya, terdapat peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam kemampuan komunikasi matematis, sehingga aplikasi dompet pintar dikatogerikan efektif. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi dompet pintar berbasis strategi saintifik learning terhadap kemampuan komunikasi matematis pada materi relasi dan fungsi di SMPN 8 Sengah Temila tergolong valid, praktis, dan efektif untuk digunakan.    

Yakob Mailani; Mozes Lawalata

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Broken home families, which are characterized by the breakdown of parental relationships, can have a negative impact on children's development, including spiritual emptiness. In this context, the role of Christian religious teachers is important in filling the spiritual void of children from broken homes. This article aims to investigate the role of Christian religious teachers in filling the spiritual void of children from broken home families and the strategies that can be used to achieve this. In the introduction, the article explains the meaning of a broken home family and identifies its impact on the child's spiritual emptiness. Then, the article continues by discussing the role of Christian religious teachers in filling the spiritual void in children. Christian religious teachers not only serve as teachers, but also as a source of spiritual support and example for children. Furthermore, the article reviews strategies and approaches that can be used by Christian religious teachers in filling the spiritual void of children from broken home families. Relevant and interactive teaching methods, building emotional relationships with children, and efforts to cultivate spiritual awareness through reflection and meditation are some of the recommended strategies.Through case studies that include the real experiences of Christian religion teachers, this article provides inspiring examples illustrating how Christian religion teachers have succeeded in filling the spiritual void of children from broken homes and achieving effective results. In the implications and recommendations section, the article highlights the important role of Christian religious teachers in filling the spiritual void of children from broken home families and emphasizes the need for collaboration between teachers, families and communities in supporting children's spiritual development. In conclusion, this article concludes that the role of Christian religious teachers is very important in filling the spiritual void of children from broken home families. With the right approach, Christian religion teachers can provide the spiritual support children need, assisting them in acquiring a sense of meaning, identity, and spiritual well-being. This article provides useful insights and insights for educators, parents, and practitioners in Christian religious education that aim to support the spiritual development of children from broken home families.

Gita Sonia Simbolon; Glory Indira D. Purba

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang berkualitas dengan kategori valid, praktis, dan efektif, untuk menaikkan kemampuan memecahkan permasalahan matematika peserta didik pada materi program linear. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi bahan ajar interaktif, lembar validasi RPP, lembar validasi angket respon, lembar validasi tes kemampuan, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan siswa. Setelah bahan ajar interaktif, RPP, angket respon dan tes kemampuan dinyatakan valid oleh para ahli, tahap selanjutnya dilakukan uji coba lapangan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari aspek kevalidan menurut penilaian para ahli dengan rata-rata validitas bahan ajar interaktif yaitu 3,44 untuk validasi materi dan 3,49 untuk validasi media dengan kategori sangat layak serta rata-rata validitas RPP adalah 3,54 dengan kategori sangat layak, (2) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari kepraktisan dengan: a) hasil angket respon peserta didik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 80,46% dengan kategori sangat praktis; b) hasil angket respon pendidik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 90,47% dengan kategori sangat praktis; (3) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif melalui: a) aktivitas waktu pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang dikembangkan sama dengan waktu pembelajaran biasa, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di dalam RPP, (b) respon peserta didik terhadap produk pembelajaran positif, dan (c) ketuntasan belajar siswa secara klasikal 88,89%. Melalui uji Gain, tampak bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan menggunakan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual mengalami kenaikan sebesar 0,74 dengan kategori tinggi.  

Muya Syaroh Iwanda Lubis; Nurhayati Nurhayati; Budiman Purba

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Gender dan Kekerasan terhadap perempuan saling terkait. Gender dan ketidakadilan gender seringkali mewarnai berbagai relasi dan persoalan sosial berdasarkan isu gender. Indonesia sampai saat ini belum memiliki hukum yang secara tegas mengatur penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Adapun metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam mendukung realisasi kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan bedah kasus aktual, melaksanakan sosialisasi dan forum pembelajaran gender, melakukan kompetisi essay, membuat unit penanganan kekerasan berbasis gender dan melakukan Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini diharapkan bisa membuka wawasan sensitivitas dan praktek sosial dalam relasi gender yang berkeadilan sehingga berbagai bentuk ketidakadilan gender seperti streotip gender, subordinasi, peran rangkap tiga perempuan, marginalisasi dan kekerasan bisa diminimalisir untuk tidak akan terjadi lagi. Penyadaran ini diarahkan pada pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dari perspektif sosiologi dan hukum. Sekolah diharapkan bisa menjadi agen yang tanggap dan bisa menangani persoalan ketidakadilan dan kekerasan gender di sekolah. Demikian siswa SMP dan SMA Harapan 3 Deli Serdang diharapkan dapat membuat perubahan sosial sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dan melaksanakan zero tolerance terhadap tindakantindakan bullying dan kekerasan berbasis gender di sekolah maupun masyarakat sekitarnya.

Ani Daniyati; Ismy Bulqis Saputri; Ricken Wijaya; Siti Aqila Septiyani; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pembelajaran perantara untuk menyampaikan pesan berupa kognitif, afektif dan psikomotorik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kepustakaan Penelitian ini mempelajari dan mengkaji berbagai macam literatul kepustakaan mengenai referensi-referensi. Baik itu dalam bentuk buku, artikel, jurnal, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan pada jurnal ini. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan melalui berbagai saluran, seperti merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar yang efektif untuk menambah informasi baru pada diri siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam hal membantu murid atau peserta didik mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi dalam belajarnya, ada banyak unsur yang harus diperhatikan Jika proses pembelajaran berhasil bila guru dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal. Guru bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Masih banyak guru yang enggan untuk mengubah pemikirannya demi keberhasilan proses belajar mengajar.

Muhammad Azmi Khoirullah; Syahrul Rihmaul Hikam; Heny kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media smart card (kartu pintar) pada pembelajaran tematik di MI Maslakul Huda Gunungsari. Penelitiannya merupakan lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah Guru kelas IV dan Kepala Sekolah. Adapun teknik pengumpulan data melalu wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media smart card pada pembelajaran tematik dilakukan dengan permainan tepuk kartu dengan langkah-langkah yang telah ditentukan, adapun kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan media smart card ini adalah adanya keterbatasan waktu untuk menyiapkannya sehingga hanya digunakan untuk beberapa pembelajaran saja. Peran media smart card pada pembelajaran tematik adalah sebagai media yang dapat membuat siswa lebih aktif berinteraksi, membuat suasana kelas lebih kondusif, mempermudah guru dalam penyampaian materi, memudahkan siswa mengingat dan memahami materi, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat dikatakan implementasi media smart card sesuai dengan kemampuan.

Elmi Masfufah; Erna Sari; Asshofarul Munafi’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efektivitas proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh peran guru dalam pengelolaan kelas. Hal ini menantang bagi guru untuk mengelola kursus, keragaman kepribadian siswa, kebutuhan, dan gaya belajar. Dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dan efisien, sebuah kelas harus dikelola. Pengajar berusaha untuk menggunakan potensi kelas, memperhatikan siswa secara dekat, dan mengenal mereka satu per satu dalam mencegah munculnya perilaku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar. Pembelajaran sebagai proses memiliki strategi dengan pengelolaan kelas dalam upaya mengefektifkan pembelajaran. Pengajar berupaya menciptakan dan memelihara lingkungan dan kondisi pembelajaran yang t, ideal, dan membahagiakan guna menjamin proses pembelajaran yang efisien dan pembelajaran yang tujuan berhasil dipenuhi. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan teknik pengelolaan kelas yang meningkatkan hasil dan proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari perpustakaan dan bersifat deskriptif kualitatif. Menurut sejumlah penelitian yang telah efektif dalam mengevaluasi, tantangan utama pengajaran adalah mengelola persiapan, demonstrasi, dan pengelolaan proses dan hasil akhir untuk evaluasi diri. Namun, penting untuk ditekankan bahwa instruktur harus memahami model pembelajaran berbasis masalah untuk menerapkan teknik diskusi, presentasi, dan diskusi kelompok yang efisien di kelas.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Elsa Kaniawati; Meisya Edlina Mardani; Shania Nada Lestari; Ulan Nurmilah; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Evaluasi merupakan bagian penting dalam pengembangan media pembelajaran. Apapun jenis media yang dikembangkan perlu di evaluasi dan di nilai terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan secara luas. Jadi maksud dari pada evaluasi tersebut untuk mengetahui apakah media pembelajaran yang dikembangkan tersebut dapat mecapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Hal ini dikarena banyak orang yang berpendapat bahwa sekali mereka membuat media pembelajaran maka searatus persen ditangung baik. Oleh karena itu rumusan masalah secara singkat dari pada kajian ini adalah bagaiamana evaluasi media pembelajaran Mengacu pada permasalahn diatas, kajian ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi media pembelajaran sebagai saran dan prasana pembelajaran yang berkualitas. Metode deskriptif di definisikan sebagai metode yang digunakan untuk menggambar atau menganalisis sesuatu mengenai situasi atau kejadian yang ada.(Sugiyono,2021) Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh mana perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Adapun dalam proses evaluasi media pembelajaran di ukur dari dua aspek, yaitu Sistem pembelajaran hasil peserta didik di buktikan secara empiris Keberhasilan dan kefektifan proses belajar menunjukan bukti banyaknya sumbangan media atau media program. Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. ditentukanEvaluasi media pembelajaran adalah tahapan yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai bentuk komunikasi baik secara visual maupun audio visual. Dan upaya peningkatan pembelajaran yang efektif. Adapun dalam evaluasi pembelajaran ini memilik beberapa fungsi sebagaimana fungsi ini adalah bentuk peranan media dalam pembelajaran diantara nya yaitu : Selain memiliki fungsi media pembelajaran juga memiliki Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. Prosedur evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan terhadap media pembelajaran berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditentukan dalam evaluasi sumatif dan formatif.

Salsadilla Celina Rinaldi; Arbana Syamanta

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran guru dalam mengembangkan perilaku asertif pada peserta didik, metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode studi literatur dimana studi literatur merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah kajian teoritis dimana informasi atau data yang diperoleh dari browsing internet, jurnal ilmiah dan juga sumber lainnya yang relevan. Sebagai guru atau pendidik yang professional harus berperan dalam membentuk karakteristik pada peserta didik , dimana guru terlebih dahulu memahami karakter pada peserta didik, guru juga harus bertugas mendisiplinkan, memberikan tanggung jawab, mengajari berbicara yang baik, dan memberi bebas dalam mengeluarkan pendapat pada peserta didik. Makna dari perilaku asertif adalah menerapkan keberanian untuk secara jujur, dan terbuka menyatakan perasaan seperti perasaan suka atau tidak suka, perasaan nyaman atau tidak nyaman, perasaan bahagia atau tidak bahagia, kebutuhan dan keberanian untuk mengemukakan pikiran- pikiran seperti ide-ide pendapat dan argumentasi apa adanya. Berdasarkan kajian tersebut hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam hal mengungkapkan pendapat para peserta didik tidak langsung dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Peserta didik masih perlu diberikan pilihan untuk dapat menjawab. Guru dapat membuat kelompok-kelompok dalam pembelajaran agar peserta didik dapat berinteraksi satu sama lain, peserta didik bebas berpendapat dalam kelompok tersebut. Tetapi masih ada peserta didik yang hanya diam saja saat di dalam kelompok dan tidak mau mengeluarkan pendapat. berdasarkan data yang di diperoleh guru berperan banyak dalam membentuk afirmasi diri peserta didik.    

Nur Hidayatun; Ranti Fadhila Simatupang; Shofiyatul af-idah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sama seperti adab akhlak sudah hilang karena terkikis oleh zaman banyak dari pelajar yang tidak punya akhlak sama sekali padahal imlu adalah diatas akhlak. Rasulullah shollallahuَ ‘alaihiَwaَsallamaَ bersabda,َ “Bukan termasuk umatku yang tidak menghormati yang lebih tua dari kami dan tidak menyayangi yang lebih kecil dari kami serta tidak mengetahuiَhak orangَberilmu dariَ kami”. Adab seserorang sudah dilatih saat anak–anak nanti dewasa tinggal memperhalus. Zaman sekarang adab itu mulai hilang baik adab kedapa orang tua, orang lain dan guru itu semu pudar tertelan zaman. Banyak dari kalangan pelajar tidak mempunyai adab terutama pembeljaran online ini adab murid seperti hilang total, saat ditai guru atau dosen semua orang terdiam dan biasanya hanya satu yang menjawab, bahakan salam salam saja lama sekali untuk menjawab padahal menjawab salam itu wajib. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan merupakan jenis penelitian kualitatif. pengetahuan Islam tentang konsep akhlak dalam menuntut ilmu menurut hadis serta pengaruh zaman terhadap akhlak para peserta didik.      

Habib Maulana

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa kebutuhan awal peran parenting dalam pendidikan karakter sekolah dasar sebagai upaya strategi pembelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran dikelas. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus Kamboja Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan pada kegiatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Penggunaan teknik analisis data meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrumen dihasilkan data bahwa penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar tinggi. Keseluruhan guru sasaran penelitian berjumlah 18 orang. Selain menjalankan proses pembelajaran juga menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode yang membuat peserta didik merasakan mudah menerima pembelajarannya selain itu, menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter peserta didik. Adapun guru yang belum menerapakan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar dan yang belum pernah mengikuti pelatihan atau seminar penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar. Hasil penelitian ini berguna sebagai analisa awal peran parenting dalam pendidikan karakter disekolah dasar. Agar Guru dapat menerapkan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode, teknik, prosedur, serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan dalam menerapakan parenting pendidikan karakter pada pembelajaran. Dengan mengupayakan pengembangan kompetensi guru untuk mengelola sebuah kegiatan yang menarik dan mudah dalam kaitannya dengan proses pembentukan karakter peserta didik. Guru juga agar melibatkan peran orang tua dalam pelaksanaannpendidikan karakter karena keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter pada peserta didik

PIPIT IRAWATI

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dampak yang paling menonjol pada pandemi Covid-19 adalah penutupan sekolah dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring. Guru memberikan bahan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet. Guru hanya memberikan bahan pembelajaran melalui zoom padahal peran guru di sekolah bukan hanya memberikan bahan pembelajaran tetapi juga mengasah bakat minat anak. Setiap anak itu unik dengan kemampuan yang luar biasa untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya. Guru dalam mengembangkan bahan pembelajaran juga harus memperhatikan potensi anak.Tujuan dari jurnal non penelitian ini adalah peran guru untuk mengembangkan bakat minat siswa di sekolah. Memaksimalkan potensi anak berkaitan dengan bakat dan minat anak juga perlu berkolaborasi dengan orang tua untuk mewujudkan bakat tersebut.

Supartha, I Kadek Dwi Gandika; Pramawati, I Dewa Ayu Agung Tantri; Iskandar , Adi Panca Saputra; Andika, I Gede; Ariningsih, Kadek Ayu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Peningkatan kualitas pendidikan guru di bidang IT memegang peranan yang sangat penting, kemampuan guru sangat dituntut untuk mampu memberikan pelajaran disaat pandemi Covid-19 di Indonesia. Menyadari tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam menentukan keberhasilan proses belajar siswa, agar dalam menyampaikan pelajaran lebih efektif dan efisien dalam kondisi pandemi Covid-19 maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, melakukan observasi untuk mengetahui kondisi penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring pada mitra SDN 7 Kesiman Denpasar Timur. Selanjutnya pada akhir kegiatan pelatihan tim menyebarkan angket untuk mengukur dari 2 indikator yaitu pada indikator 1 penguasaan, penggunaan, dan Google Classroom sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 83% dan tidak bisa sebesar 17%. Dan indikator 2 video sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 87% dan tidak bisa sebesar 13%. Hasil tersebut menyatakan bahwa pelatihan yang dilakukan memperoleh respon yang baik dari para Guru di SD Negeri 7 Kesiman.

Durratus Sa’diyah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Lingkungan sekolah memiliki peranan penting dalam pembentukan moral pelajar terlebih lagi pada masa sekarang di mana kemajuan teknologi dan arus globalisasi memicu degradasi moral penerus bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan moral melalui permainan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menemukenali nilai-nilai dalam permainan tradisional yang dapat mengembangkan moral anak. Hasil kajian mengungkap dalam permainan tradisional terkandung nilai-nilai karakter yang teramat strategis bagi penanaman, pembentukan, atau penguatan jati diri anak. Maka dari itu, perkembangan moral diharapkan dapat lebih optimal melalui permainan tradisional yang dipantau oleh guru.

Sayyidati Maliha; Mahdia Arafah; Putri Malika Alya; Rizazah Putri Raudina; Emeliya Sukma Dara

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Menerapkan fasilitas sekolah adalah rencana manajemen untuk mengelola dan memelihara institusi pendidikan seperti sekolah, akademi dan perwalian multi-akademi dapat menjadi tugas yang berat. Namun, memiliki sistem manajemen fasilitas yang efektif seperti perangkat lunak manajemen fasilitas dan juga perangkat keras dapat memberikan beberapa keuntungan. Misalnya memperbaiki lingkungan belajar, meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah serta menunjang hasil pendidikan setiap siswa. Jika hampir 50% guru percaya bahwa tempat kerja mereka membahayakan kesejahteraan mereka, ada baiknya memikirkan bagaimana pengenalan tempat dan fasilitas komersial dapat membantu.

Afrina Afrina; Linda Yarni

Peran guru BK saat ini sangat diperlukan dalam membina karakter siswa baik dari dalam maupun dari luar pembelajaran setelah pendemi covid 19 ini. Untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada siswa didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Karakter siswa merupakan ciri khas suatu perilaku yang nampak dari diri seseorang, dari karakter tersebut dapat dilihat performa yang nampak seperti dalam belajar, berbuat, berkarya, atau sejenisnya.  Karakter merupakan bentuk kepribadian yang melekat pada diri seseorang. Karakter bisa dibentuk dan diperkuat melalui proses pendidikan yang dapat dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran guru BK dalam membina karakter siswa setelah pandemi covid 19 di MTsN 1 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan data didapat melalui observasi dan wawancara. Lokasi penelitian ini bertempat di MTsN 1 Pasaman. Dengan penelitian ini dapat diketahui peran guru BK dalam membina karakter siswa adalah dengan memberikan nasehat, memberikan contoh yang baik kepada siswa dan bekerja sama dengan guru-guru dan staf lain untuk saling membantu.

Cici Marshela; Linda Yarni

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi SMA N 1 Harau yang merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kecamatan Harau. Salah satu yang tampak oleh peneliti permasalahan di SMA N 1 Harau yaitu permasalahan media sosial. Media sosial ini sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Pada permasalahan ini tidak bisa siswa disalahkan dengan sepenuhnya karena pada zaman sekarang belajar banyak menggunakan Handphone atau media sosial. Ketidaksesuaian prestasi belajar siswa dengan gaya belajar seringkali disebabkan oleh media sosial. Hal itu tentu terjadi karena gaya belajar anak yang tidak sesuai dengan dirinya dan juga kurangnya pengawasan terhadap anak. Media sosial merupakan suatu perangkat alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan data internet. Media sosial sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Selain pengaruh negative pada prestasi belajar, media sosial ini juga bisa membantu siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi merupakan hasil dari belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran. Prestasi belajar dapat dihasilkan atau ditunjukkan melalui angka dan juga berupa hasil-hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Peran orang tua dalam prestasi belajar sangat diharapkan untuk membantu siswa dalam menggunakan media sosial.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar, media sosial, dampak negatif dan dampak positif, dan peran guru di sekolah terhadap dampak penggunaan media sosial.

Nurmala Hayati; Fadhilla Yusri

Kekerasan didalam dunia Pendidikan sangatlah banyak dan suatu hal yang fakta yang sudah sering sekali terjadi di lingkungan Pendidikan atau sekolah. upaya pencegahan bullying pada siswa smpn 1 enam lingkung. Salah satu yang tampak yaitu pada permasalahan bullying terhadap remaja, banyknya remaja yang melakukan pembulian terhadap temannya contohnya anak-anak smpn 1 enam lingkung yaitu kelas lX(Sembilan) melakukan pembulian atau pemerasan kepada siswa kelas Vll (tujuh). Penelitian ini bertujuan untuk upaya pencegahan bullying pada siswa di Desa Sarang Gagak Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian peneliti memberikan pengetahuan tentang membangun karakter anak, peneliti juga memberikan penerangan atau penjelasan tentang sikap terbuka pada siswa agar siswa terbuka kepada guru dan orang tua, peneliti memberikan penjelasan mengenai menjalin persahabatan dan percaya diri agar siswa lebih percaya diri dan tidak terjadinya pembullying. menunjukkan bahwa perilaku bullying yang ditemukan di lokasi penelitian berupa bullying verbal dan bullying relasional. Upaya pencegahan bullying dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peran guru, siswa, serta orangtua.

Faiza Maulida; Yeni Afrida

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kesalahan terbesar yang sering terjadi oleh siswa kelas XII ialah salah dalam memilih jurusan ke perguruan tinggi. Kesalahan ini membuat mereka tidak bersemangat menjalani proses perkuliahan yang sudah menjadi kewajiban mereka. Salah satu factor pemicu kesalahan pemilihan jurusan adalah karena mereka kurang atau tidak peka menyesuaikan jurusan yang tepat dengan kemampuan yang mereka miliki. Maka disinilah peran Guru BK apakah dapat melaksanakan layanan BK Komprehensif dengan tepat untuk membantu siswa dalam mengenali jurusan diperguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini akan melihat bagaimana Implementasi atau bentuk pelayanan BK komprehensif berjalan di MAN 2 Kota Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, dengan teknik analisis reduksi data.