Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 361-380 of 394

Analytics

Risman Tunny; Aulia Debby Pelu; Sultina Syari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Rumput laut atau alga (euceuma cottanii) telah dimanfaatkan penduduk pantai di Indonesia untuk bahan pangan dan obat-obatan. Negara kepulauan, Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya perairan dengan maksimal untuk di jadi suatu produk farmasi. ,mengandung senyawa biokimia sebagai metabolik sekunder salah satunya sebagai aktivitas antibakti, Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada Eucheuma Cottonii dapat menghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Metode yang di gunakan yaitu difusi sumuran dan metode in nova. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstraksi rumput laut hijau (euceuma cottanii) dilakukan dengan menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm. Maka dapat di Simpulkan bahwa Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm.

Yurisna, Vincentia Chandra; Nabila, Fitria Syehrin; Radhityaningtyas, Dara; Listyaningrum, Fauzia; Aini, Nur

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah salah satu flora khas yang berasal dari Ternate, Maluku dengan ciri kelopak bunga yang berwarna ungu, putih, merah muda, maupun biru. Bunga telang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional sebab memberikan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu, bunga telang juga sering diaplikasikan pada produk pangan sebagai pewarna alami. Bunga telang kaya akan komponen-komponen bioaktif, seperti flavonoid, tannin, dan antosianin. Potensi bunga telang sebagai zat anti bakteri disebabkan oleh keberadaan komponen bioaktif pada bunga telang yang memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas biologis mikroorganisme. Ekstrak bunga telang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus agalactiae, Escherichia coli, Aeromonas hydrophila, Aeromonas formicans, Bacillus cereus, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Proteus vulgaris. Ekstraksi bunga telang diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Metode maserasi mampu menghindari kerusakan senyawa-senyawa termolabil karena dilakukan pada temperatur rendah. Potensi bunga telang sebagai zat antimikroba banyak diterapkan di bidang pangan, baik dalam bentuk penambahan ekstrak pada produk pangan maupun mikrokapsul antosianin.

Lisa Potti; Amelia Niwele; Arni Mardiana Soulisa

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tanaman obat merupakan tanaman yang sangat popular yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, yang bila dikonsumsi akan meningkatkan kekebalan tubuh (immune system). Salah satu jenis tanaman yang berkhasiat obat adalah tanaman pepaya, mulai dari daun, buah hingga bijinya. Salah satu bagian dari pepaya yang ternyata juga memiliki khasiat sebagai bahan obat adalah kulit dari buah pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada di dalam kulit buah pepaya (carica papaya L.) Serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstral etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi selama 3 hari dan remaserasi selama 1 hari dengan pelarut etanol 96%. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode difusi agar sumuran digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Larutan dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 50% 100% dan 150% dalam b/v dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif aquadest. Pengamatan yang dilakukan untuk uji skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah pepaya asal Desa Negeri Lima mengandung senyawa tanin, alkaloid dan saponin. Hasil uji antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50% sampai dengan 150% dengan rata-rata diameter zona hambat 16,00 mm sampai dengan 21,50 mm dengan kategori kuat hingga sangat kuat. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak kulit buah pepaya (carica papaya L.) Mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Jayanti Djarami; Amelia Niwele; Nurul Sakinah Soamole

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman multi fungsional karena selain sebagai rempah, tanaman ini termasuk empat besar tanaman obat yang banyak digunakan diantaranya untuk: jamu gendong, industri kecil obat tradisional, industri obat tradisional, industri makanan/minuman dan bumbu . Selain itu, kandungan minyak atsiri jahe juga merupakan salah satu peluang usaha peningkatan nilai ekonomis jahe, berkembangnya agroindustri obat-obatan herbal dan kosmetik, menjadikan peluang pengembangan jahe sebagai salah satu bahan bakunya menjadi sangat terbuka. Balsem merupakan sediaan yang penggunaannya di oleskan kekulit dengan tangan dan memberikan rasa panas yang sulit hilang. bentuk sediaan balsam yang di oleskan dengan tangan ini di perlukan suatu inovasi yang memiliki sifat menghangatkan, menenangkan dan juga memiliki aroma yang menyegarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol jahe merah dan memformulasi sediaan balsam dari ekstrak etanol jahe merah . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dalam memformulasikan memformulasi sediaan balsam dari ekstrak etanol jahe merah dengan Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol jahe merah  mengandung senyawa metabolit sekunder: flavanoid, saponin, tannin dan fenolik. Uji organoleptis menunjukan berwarna coklat tua, berbau oleum menthea, bentuk semi padat, semuanya homogenitas, dengan pH 6, uji daya sebar 5 cm, uji daya kejat selama 6 detik. Kesimpulan menunjukan balsem jahe merah memenuhi persyaratan evaluasi sediaan balsem.

Ira Pufaijah Ely; Lukman La Bassy

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Fragrant pandanus is a type of monocot plant from the pandanaceae family. Fragrant pandan leaves have various ingredients and can be used as antibacterial ingredients and are safe to use, which have been known empirically by the Indonesian people. There are many benefits to the fragrant pandan leaf plant (Pandanus amaryllifolius Roxb), namely as an analgesic (toothache medicine) and antibacterial. The purpose of this study was to determine the chemical content, formulation and stability test in mouthwash preparations. In this study, the maceration method is used which is used to filter simplicia containing chemical components that are easily soluble in liquid. The results of this study indicate that in the phytochemical screening test there are chemical compounds which include flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins, which are thought to have contributed to bacterial activity. Research has also been carried out on the formulation and stability test of mouthwash preparations from the ethanol extract of pandan fragrant  leaves  (Pandanus  amaryllifolius roxb)  where  the  results  show  that  the  formulation  can  be  used  as mouthwash of fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius roxb) with different concentrations in formulation I. as much as 15.5%, in formulation II as much as 16.5%, and in formulation III 17.5%. And the physical quality test of the mouthwash includes an organoleptic test which has a distinctive smell of fragrant pandan leaves and menthol and the pH test has a stable pH of 5. The results obtained basically produce mouthwash with good physical quality.

Sali M. Papeti; Dewi Suharto

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pulmonary TB is an airborne infectious disease that mostly attacks the lungs. Knowledge is information that is captured by the five human senses, then developed through language and ways of thinking. Noncompliance and lack of understanding of the community in the use of drugs is one of the causes of therapy failure. Providing knowledge and understanding of patients in the use of drugs will have an impact on medication adherence and success in using drugs for therapy. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of pulmonary TB patients with adherence to taking anti-tuberculosis drugs at the Kombos Health Center Manado City. This study uses an analytical descriptive research design with a cross-sectional approach. The sampling technique in this study used a sampling technique using total sampling with a total of 42 respondents. The data collection technique was carried out using a questionnaire and using the Chi-Square test with a significance level of a = 0.05. The results of the study respondents had a low level of knowledge on medication adherence with a p value = 0.00, and had a low attitude towards medication adherence with a p value = 0.032. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of pulmonary TB patients with adherence to taking anti-tuberculosis drugs at the Kombos Health Center Manado City.

I Putu Arya Wijayantha; I Gede Yudiana Putra; I Gusti Ayu Ari Rasdini; I Nengah Sukanti

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Backgroud: Elderly is a most vulnerable to disease. Most elderly people have psychological disturbances due to the tension because it is not able to adapt to the changes experienced. One of the impacts caused by stress or emotional tension is sleep disturbance. To solve the emotional stress is needed relax condition or action that is pharmacologic and non-pharmacologic assisting elderly to fall a sleep. This study aims to determine the efforts made in meeting the needs of the elderly sleep. Methods: The method used in this study is structured interviews. Of 60 samples obtained through purposive sampling technique. The data was collected through questionnaires and interviews with the guidelines made by direct questioning of respondents and researchers have known for sure about what information will be obtained.Results: The results obtained after research are most forms of sleep problem in insomnia elderly (53,33%), most of the pharmacologic efforts in meeting the needs of the elderly sleep is taking the herbs (48,33%) and most of the effort in meeting the needs sleep non-pharmacologic elderly is a lifestyle change (48.33%). Conslusion: Based on these results, it is recommended to nurses or nursing staff to be able to make this research as a basis for thinking in meeting the needs of elderly and bed use and the pharmacological action suit non-pharmacologic sleep problems experienced by elderly.Keywords: Requirement of Sleep; Efforts; Elderly;   ABSTRAKLatar Belakang: Lansia merupakan suatu individu yang sangat rentan terkena penyakit. Sebagian besar lansia mengalami gangguan psikologis akibat ketegangan karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang dialami. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat stress atau ketegangan emosional adalah gangguan tidur. Untuk mengatasi ketegangan emosional dibutuhkan suatu terapi atau tindakan yaitu farmakologi dan nonfarmakologi yang membantu lansia untuk tertidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kegiatan wawancara terstruktur. Sampel berjumlah 60 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pedoman kuesioner dan dilakukan dengan tanya jawab langsung pada responden dan peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Hasil: Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian adalah sebagian besar bentuk masalah tidur lansia adalah insomnia (53,33%), sebagian besar upaya farmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah mengkonsumsi obat herbal (48,33%) dan sebagian besar upaya nonfarmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah merubah gaya hidup (48,33%). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada perawat ataupun petugas panti untuk dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar pemikiran dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia dan menggunakan tindakan farmakologi maupun nonfarmakologi sesuai masalah tidur yang dialami lansia.Kata Kunci: Kebutuhan Tidur; Upaya; Lansia.

Dina Afriani; Lisdayanti Simanjuntak; Petra Diansari Zega; Labora Br Manulang; Roida Sartika Dewi Simanullang +2 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Pulmonary TB is a major problem in the prevention and eradication of TB in the world. This study aims to determine the relationship between the role of the family and compliance with taking medication for elderly people suffering from pulmonary TB at the Adam Malik Haji Central General Hospital, Medan in 2021. This type of research is descriptive correlation with a cross sectional research design. The number of samples was 43 from April to June 2021. The research was conducted at RSUP. Human Rights at the MDR TB Polyclinic. Bivariate analysis used the chi-square test to determine the relationship between the role of the family and the role of nurses on medication compliance, while the multivariate analysis used medication compliance for elderly people suffering from multiple logistic pulmonary TB. Based on hypothesis testing using chi-square with a confidence level of 95%, it was found that there was a significant relationship between family role and medication adherence (p=0.01). There is a significant relationship between. Based on multivariate analysis, the variable that was most related to medication adherence in MDR TB sufferers was informational family support (p=0.01). The conclusion of this research is that there is a relationship between the supportive role of nurses and compliance with taking medication in TB sufferers.

Ni Kadek Ayu Patni Dewi; Ni Made Diah P Pendet; I Made Sukarja; Ni Made Wina Krisnayani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Introduction :Tubercolosis (TB) diseases is one of the most public health problems in Indonesia. Indonesia known as a the third highest of TB cases in the world after India and China. In 2010, the Ministry of Health In Indonesia reported that patient with TB in worldwide about 5,8 % cases was found in Indonesia. In Indonesia, TB drugs treatments called the OAT Program. The study about the interpersonal factors who can be related to the compliance of patient with TB determined how important the role of doctors and other health professionals to do verbal and non verbal communication with patients. The aim of this study was to describe complianced of patient with TB in OAT program at Sanjiwani general hospital, Gianyar. Method : This was observational descriptive study. Data were collected through questionnaires. The total of patient with TB who participated in this research were 78 collected by consecutive sampling technique. Result :Based on the research, the complianced of patient with TB in OAT program showed that 38 respondent (48,71%) had complianced with the OAT program and 40 respondent (51,28 %) didn’t have compliance with the OAT program. Conclusion :Most of the patient with TB in Sanjiwani general hospital didn’t have compliance with OAT program.Key words: Compliance; OAT program; Tubercolosis.

Rahmat Ismail; Windi Astuti; Dora Susetyaningdyah

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, menetapkan bahwa semua tenaga kefarmasian dalam melaksanakan tugas profesinya di puskesmas agar mengacu pada standar tersebut. Standar Pelayanan Kefarmasian ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian, dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis standar pelayanan kefarmasian di puskesmas wawonasa kota manado yang mengacu pada Standar Pelayanan Kefarmasian di puskesmas menurut peraturan menteri kesehatan No 74 Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara kepada apoteker penanggung jawab apotek di puskesmas wawonasa dan dilakukan analisis menggunakan metode Conteks, Input, Proses, dan Produk (CIPP). Dalam penelitian ini Standar I adalah pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dan standar II adalah pelayanan farmasi klinis. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa standar I dan II, masing-masing memiliki ketentuan yang belum terlaksana, untuk standar I ketentuan yang terlaksana sebesar 80% dan untuk standar II ketentuan yang terlaksana sebesar 72,72%, sehingga dapat dikategorikan bahwa pelaksanaan ketentuan untuk Standar I dan II oleh Puskesmas Wawonasa Kota Manado termasuk kategori sedang.  

Dina Afriani; Lisdayanti Simanjuntak; Petra Diansari Zega; Labora Br Manulang; Roida Sartika Dewi Simanullang +2 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pulmonary TB is a major problem in the prevention and eradication of TB in the world. This study aims to determine the relationship between the role of the family and compliance with taking medication for elderly people suffering from pulmonary TB at the Adam Malik Haji Central General Hospital, Medan in 2021. This type of research is descriptive correlation with a cross sectional research design. The number of samples was 43 from April to June 2021. The research was conducted at RSUP. Human Rights at the MDR TB Polyclinic. Bivariate analysis used the chi-square test to determine the relationship between the role of the family and the role of nurses on medication compliance, while the multivariate analysis used medication compliance for elderly people suffering from multiple logistic pulmonary TB. Based on hypothesis testing using chi-square with a confidence level of 95%, it was found that there was a significant relationship between family role and medication adherence (p=0.01). There is a significant relationship between. Based on multivariate analysis, the variable that was most related to medication adherence in MDR TB sufferers was informational family support (p=0.01). The conclusion of this research is that there is a relationship between the supportive role of nurses and compliance with taking medication in TB sufferers.

Febri isnawati; Alfi Muklis Kurniawan; Vian Nova Erika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman kaya manfaat dan mudah dibudidayakan. Budidaya TOGA merupakan salah satu alternatif cerdas di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang tanaman obat dan manfaatnya, serta dapat membudidayakan TOGA dengan baik. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan kepada masyarakat Dusun Besar, Desa Sidomulyo. Kegiatan budidaya ini diikuti oleh tiga keluarga mitra. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa semua peserta bisa membudidayakan TOGA dengan baik. Hal ini terbukti dari tanaman obat yang ditanam dirawat dengan baik dan mulai tumbuh tunas baru.

Astreawati, Puput

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Hypertension is a condition of increasing systolic blood pressure ≥140 mmHg and or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. According to information from the Pakuan Baru Village Puskesmas, hypertension is the second highest disease in Pakuan Baru Village in 2020. The purpose of this community service is to increase public knowledge of matters related to hypertension. The sample selection uses nonrandom sampling (purposive sampling) sampling technique and must meet the inclusion criteria, direct blood pressure examination, convey information about hypertension and provide pre-test and post-test as an evaluation of public knowledge. The results of the pre-test knowledge of the use of hypertension drugs in the community were obtained as good as 35%, namely (7 people), 5% enough (1 person) and poor 60% (12 people). The results of the post-test knowledge of the use of hypertension drugs in the community were obtained as good as 60%, namely (12 people), enough 35%, namely (7 people) and bad 5% (1 person). Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Menurut informasi dari Puskesmas Kelurahan Pakuan Baru, hipertensi merupakan penyakit tertinggin kedua di Kelurahan Pakuan Baru pada tahun 2020. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap hal- hal yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. Pemilihan sampel menggunakan metode teknik pengambilan sampel secara nonrandom sampling (purposive sampling) dan harus memenuhi kriteria inklusi, pemeriksaan secara langsung tekanan darah, penyampaian informasi tentang hipertensi serta pemberian pre-test dan post-test sebagai evaluasi dari pengetahuan masyarakat. Hasil pre-test pengetahuan penggunaan obat hipertensi pada masyarakat diperoleh baik sebanyak 35% yaitu (7 orang), cukup 5% yaitu (1 orang) dan buruk 60% (12 orang). Hasil post-test pengetahuan penggunaan obat hipertensi pada masyarakat diperoleh baik sebanyak 60% yaitu (12 orang), cukup 35% yaitu (7 orang) dan buruk 5% (1 orang).

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

Fatonah, Siti; Imron, Lukman Ahmad; Haryoso, P. Haryoso

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The pharmacy was established with the aim of being able to provide good pharmaceutical services to the community including being ready to provide drug consultation, supply of drugs and pharmaceutical supplies of good quality. Therefore, pharmacies need to innovate in carrying out promotional activities to provide information and attract people to want to buy and become loyal drug consumers. One of the factors influencing a pharmacy is that how the pharmacy can provide consumers to order drugs and receive goods easily, quickly, safely and comfortably. The Community Service Team of STIE AUB Surakarta wants to socialize and train and assist to create a drug consumer satisfaction model through improving the quality of order delivery to expand the drug market in large family pharmacies in Surakarta. The size of this Community Service activity can be seen from the output in the form of 1) Pharmacy survey in improving the quality of order delivery, 2) creation of order delivery models, 3) increased pharmacy market supply, 4) scientific articles. The problems that arise by partners are 1) the quality of drug order delivery has not been maximized, 2) there are no innovations in delivery models, 3) the market is still limited. The stages of the implementation of the service carried out by the team are socializing to the community in the process of ordering and sending drugs at pharmacies in Surakarta, training partners / pharmacies in creating order delivery models and training marketing management theories to partners in order to innovate wider markets. The results expected by the team are customer satisfaction and loyalty. The next stage is the evaluation of the results of quality delivery assistance, delivery models and expansion of the pharmacy market Keyword : Quality, Order Delivery Model, Market Share

Tuti Anggarawati; Nanang K.A; Khairun Nisa; Alfatihah H.A.F; Andi Widianto +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Prevalensi   diabetes   tipe 2   terkait   usia   lansia   sampai   tahun   2030 mengalami peningkatan tajam karena diprediksi lebih dari 82 juta populasi lansia di negara berkembang menderita diebetes. Tipe 2 merupakan bentuk penyakit yang sering di lansia dan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan karena terjadi komplikasi kronis. Tanda dan gejala diabetes pada lansia sering kali tidak jelas  dan  diagnosa  biasanya  terlambat.  Gejala  diabetes  dapat  muncul  tidak spesifik  dan  tidak  pasti,  seperti  keletihan,  inkontinensia  urin,  atau  perubahan status mental seperti depresi, konfusi, dan apatis. Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. Peningkatan kadar gula darah pada lansia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu fungsi pankreas dan sekresi insulin yang berkurang, perubahan karena lansia sendiri  yang berkaitan dengan resistensi insulin akibatnya kurangnya massa otot dan perubahan vaskuler, aktifitas fisik yang  berkurang,  banyak  makan  dan  kegemukan,  stress,  sering  menggunakan obat-obatan, dan adanya faktor keturunan. Stres memicu  reaksi  biokimia  tubuh melalui  2  jalur,  yaitu  neural  dan neuroendokrin. Reaksi pertama respon stres  yaitu  sekresi  sistem  saraf  simpatis untuk  mengeluarkan  norepinefrin  yang menyebabkan    peningkatan    frekuensi jantung. Kondisi ini menyebabkan glukosa darah meningkat guna sumber energi untuk perfusi.  Peningkatan hormon  stres yang diproduksi dapat  menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Kondisi yang rileks dapat mengembalikan kotra-regulasi  hormon  stres  dan  memungkinkan  tubuh  untuk  menggunakan insulin lebih efektif. Seseorang  yang  terkena  diabetes  akan  memerlukan  pengobatan  yang terus-menerus untuk  mengontrol  kadar gula  darah  dan  mencegah  komplikasi. Tapi ada pengobatan lain yang bisa dilakukan sendiri untuk membantu mencegah penyakit ini bertambah buruk. Stres yang tinggi yang dialami penderita dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian, sehingga dibutuhkan kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri   dengan memanajemen stress yang dialami.    

Kasih Purwantini; Vivi Kumalasari

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2021 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Inventory is a current asset that has a major role in the accounting cycle. Assyfa Farma Pharmacy is the business of an individual-owned dispensary that is developing in Mranggen District, Demak Regency. The problem faced by Assyfa Farma Pharmacy is that there is no minimum stock of goods because there is no warning that the stock will run out. The number of products that are almost entering the expiration date are on shelves and insecure data storage so that they have a very large risk of data being lost because it is stolen by irresponsible parties. This system will alert the user to the remaining stock of existing goods and the expiration date of the goods. The security of inventory processing data will be guaranteed with a password for users so that anyone cannot access the database. This inventory information system will be built with Microsoft Visual Basic 6.0 programming language, Microsoft SQL Server 2000 as database and multi user network using FEFO method as goods storage method.  

Artawan, I Kadek; N.M.P Rahayu

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Diabetes Mellitus is a significant cause of morbidity and mortality today. The risk of death on diabetes mellitus patients due to its complication is steadily increasing. A low level of knowledge about diabetes mellitus complications influences the behavior and prevention of further complications. A routine blood glucose control is an important prevention of diabetes mellitus complication, especially on patients with insulin therapy. Purpose:This descriptive study aimed to describe the knowledge about signs and symptoms of hypoglycemia among diabetes mellitus patients in the Public Health Centre of I East Denpasar. Methods: This was a descriptive study conducted in the Public Health Centre of I East Denpasar. There were 72 diabetes mellitus patients chosen by the purposive sampling technique that participated in this study. The Knowledge Attitude Practice (KAP) questionnaire employed to collect the participant's knowledge about hypoglycemia. Results: Statistical analysis showed that 69.4%, 25%, and 5.5% of participants were having a moderate, good, and poor level of knowledge, respectively. Conclusion: The majority of diabetes mellitus patients in the Public Health Center of I East Center Denpasar was having a moderate level of knowledge about the signs and symptoms of hypoglycemia (64.9%). ABSTRAK Latar Belakang :. Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan kecacatan dan kematian. Peningkatan angka kematian pada diabetes mellitus disebabkan pasien mengalami komplikasi karena pengetahuan pasien tentang Penyakit DM berdampak pada perilaku dan pola pencegahan komplikasi lanjutan, salah satu upaya penanganan yang dilakukan pasien DM adalah dengan pengendalian kadar glukosa darah secara rutin dan komplikasi Diabetes Mellitus yang menjalani terapi obat khususnya terapi insulin. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Pasien DM Tentang Tanda dan Gejala Hipoglikemi di Puskesmas I Denpasar Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif. Tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas 1 Denpasar Timur. Cara pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 72 orang dan cara pengumpulan data dengan pengisian kuesioner KAP (Knowledge Attitude Practice). Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar (69.4%), Baik (25%), Kurang (5.5%). Simpulan : Berdasarkan hasil dari gambaran pengetahuan pasien DM tentang tanda dan gejala hipoglikemi Puskesmas 1 Denpasar Timur memiliki tingkat pengetahuan Cukup sebesar (69.4%)

Sukma, Rakasyiwa Rewangga; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

September 13, 2019, the US Food and Drug Administration (FDA) and the European Medicine Agency (EMA) issued a warning through the official FDA website, that contaminants were found that were thought to trigger cancer. It is known that the contamination is an impurity or nitrosamine compound or commonly called N-Nitrosodimethylamine (NDMA) which is included in chemical contamination originating from chemical elements or compounds that can endanger human health. Symptoms that appear are the skin and the whites of the eyes turning yellow, fatigue, darker urine, and abdominal pain. Based on this, there is a problem that needs to be analyzed, namely how the law protects consumers from consuming these materials, especially in the city of Semarang, are there any obstacles in the effort to protect consumers from consuming drugs containing NDMA. The methodology used in this research is juridical normative with secondary data, which is analyzed by analytical descriptive. The results of the analysis, it is known that the state through various provisions has protected consumers from consuming hazardous materials, including those in Article 8 "Regarding actions that are prohibited for business actors; Law Number 36 of 2009 concerning Health Articles 98, 99, 104 & 106 "Regarding the Security and Use of Pharmaceutical Preparations and Medical Devices" AND Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia 101 / MENKES / PER / XI / 2008 concerning Drug Registration. That in this protection effort, the government c.q BPOM is experiencing internal and external obstacles. Internal constraints, namely limited human resources and still low external business actors to meet the requirements for good production methods, with relatively low legal sanctions.   Keywords: Consumer Protection, NDMA Drugs, BPOM

Lia Nurliana; Fifi Musfirowati; Achmad Machron Chaerulfallah; Trikawati Trikawati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Demam kadang dialami oleh ibu hamil, hanya saja dalam kondisi hamil dan menyusui ibu tidak boleh sembarangan dalam memilih obat terutama obat dipasaran dan warung yang sebagian besar dikombinasikan dengan zat aktif lain yang belum tentu aman buat kehamilan. Kondisi ini tentu menjadikan pengetahuan ibu hamil dan tindakan swamedikasi obat demam menjadi penting untuk didalami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan ibu ketika dalam masa kehamilan dan menyusui dalam penggunaan swamedikasi obat demam pada masyarakat pulomerak-Banten. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian Cross-Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat Banten selama 6 bulan yakni Februari-Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu hamil dan menyusui yang mengalami demam di masa kehamilan dan melihat tindakan swamedikasinya ketika demam sebanyak 100  orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dengan penggunakan teknik total sampling. Uji  hipotesis  dilakukan  menggunakan  uji  Chi  square dimana Nilai  P  dianggap bermakna apabila p< 0,05.Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 maka dapat dikatakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan swamedikasi terhadap obat demam semasa kehamilan. Hasil analisis penelitian ini diperoleh nilai OR = 16,667, artinya bahwa pengetahuan mempunyai peluang sebesar 16,667 kali untuk dapat memengaruhi tindakan swamedikasi obat demam dalam masa kehamilan. Kesimpulan penelitian  bahwa terdapat  hubungan Ibu hamil dan menyusui yang mengalami demam di masa kehamilan dan tindakan swamedikasinya ketika demam memiliki hubungan secara signifikan.