Publication Search

70,876 articles from 631 journals · 2,111 citations tracked

Showing 3401-3420 of 4,174

Analytics

Seri Mughni Sulubara; Amrizal Amrizal

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

For a Muslim, the body is a means of worshiping the Khaliq (Allah SWT), both worship that is hablu minan-nas and hablu mina-Allah. Al-Ghazali views the physical aspect as a means to achieve human goals, and a means to carry out religious obligations. The aim of this research is to find out the Islamic perspective on physical education. The research method used is library research. Therefore, this research was obtained from reading results sourced from articles, books, and websites that contain material relevant to this research. The findings in this study are that Islamic law regulates physical education with the aim of being able to get used to healthy living and discipline in maintaining cleanliness, eating patterns, dress patterns, activity patterns and resting as an effective method of maintaining physical health.

Ester Silitonga; Desmawati Gulo; Siska Simanungkalit; Emmi Silvia Herlina

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Education is a human right that everyone must have, without exception for children with special needs, especially children with autism. Usually the education that autistic children get is only in special schools (SLB), and the costs incurred for this education are not small but are much more expensive than the regular school system. The effect is that many autistic children cannot experience the world of education because of their parents' economic factors. This research summarizes several problems, namely "How is the implementation of educational services for children with autism at SLB C Santa Lucia Pematang Siantar? The research methodology used is a qualitative approach and then outlined in the descriptive method. Data collection was carried out by observation and direct interviews regarding the service activities carried out by SLB C Santa Lucia Pematang Siantar. Sources of information in this study amounted to 3 people, consisting of 3 men.

Muhammad Sufyan Rabbani; Anissa Nurul Chotimah; Jemima Fathima Pasha

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Equalizing education poses a significant challenge in achieving fair access and equitable opportunities for all students. In an effort to address educational disparities between regions, a zoning system has been implemented in the New Student Admission (PPDB) process. However, this policy has not been without controversy within society. This research aims to analyze the impact and polemics arising from the implementation of the zoning system in the PPDB. The focus of the study is to examine how the application of the zoning system has become a source of debate and controversy among the public. The research utilizes a literature review as the primary approach, collecting data from studies, scholarly articles, research reports, and official documents pertaining to the implementation of the zoning system in the PPDB. Data analysis will consider differing perspectives and arguments that arise in the context of implementing the zoning system. The findings of this research will illustrate the various controversies surrounding the application of the zoning system in the PPDB. This study aims to provide insights into the impact and controversies that arise from the implementation of the zoning system in the PPDB.

Debora Sinaga; Hotmaria Panjaitan; Emmi Silvia Herlina

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak berkebutuhan khusus usia dini yang ada di masyarakat belum semuanya mendapatkan layanan di pendidikan anak usia dini. Hal ini disebabkan karena keberadaan pendidikan anak usia dini.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Muhammad Fadhlillah Akbar; Diki Firmansyah

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Teori ini menjelaskan tentang adanya tingkat pengangguran dalam terhadap relevansi tingkat tengan kerja yang mengalami sebuah wacana dalam pemberdayaan masyarakat yang menimbulkan jumlah penduduk miskin terbanyak dalam mengatasi adanya pemberataskan kemiskinan dalam relevasi tenaga kerja ini sebagai tingkat pertumbuhan dalam membangun manusia dalam makro ekonomi yang cukup kuat selama lebih dari satu dekade ini secara berlahan telah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Namun, dengan kira-kira dua juta penduduk Indonesia yang tiap tahunnya terjun ke dunia kerja, adalah tantangan yang sangat besar buat pemerintah Indonesia untuk menstimulasi penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah; pengangguran muda (kebanyakan adalah mereka yang baru lulus kuliah) adalah salah satu kekhawatiran utama dan butuh adanya tindakan yang cepat. Dengan jumlah total penduduk di Indonesia dalam terjadinya permasalahan   perekonomian     menjadi     salah     satu permasalahan yang sensitif dalam kehidupan masyarakat,   karena   dengan   adanya   gangguan   dalam perekonomian  secara  otomatis  masyarakat  merasakan kesulitan   dalam   menjalankan   kehidupan   serta   akan berdampak  atau  memicu  permasalahan  lainnya,  seperti kesehatan,    sosial    dan    lain    sebagainya.    Dengan demikian,    masyarakat    memprioritaskan    memenuhi kebutuhan    primer    kemudian    kebutuhan    sekunder dengan  menggunakan  prinsip  berbasis  ilmu  ekonomi. Isu-isu penting (yang merupakan tanggung jawab pemerintah) adalah penguatan sumber daya manusia Indonesia (sumber daya manusia mengacu pada pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan seorang karyawan). Ini berarti bahwa investor lebih suka berinvestasi di negara lain (di mana kualitas pekerja lebih tinggi), sehingga menyebabkan hilangnya peluang dalam hal penciptaan lapangan kerja di Indonesia.  

Astuti, Mardiah; Herlina, Herlina; Ibrahim, Ibrahim; Juliana, Rina; Pardika, Rinto +1 more

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

In today's modernization era, it is very important for an institution to combine the values of Pancasila and the dimensions of Islamic education. Through this article we can find out the form of the critical paradigm of Pancasila and the factors that influence the crisis of Pancasila in the dimension of Islamic education and provide solutions to problems that may arise. This research method uses qualitative descriptive methods with a descriptive approach. Research informants consisted of three responders, namely students of Raden Fatah State Islamic University Palembang, the community around campus A UIN Raden Fatah Palembang, and finally students of other universities. Data were collected through observation and direct interviews. Data analysis is collected through qualitative descriptive, so that deep and accurate conclusions are obtained on the problems studied. The results of this study are first, That is the form or form of the Pancasila crisis paradigm which can be described as the Pancasila philosophy. Describe it as the philosophy of pancasila itself. Second, the factors that influence the critical paradigm of pancasila in the dimension of Islamic education are 1) The theme of evic educational democracy, 2) Multicultural culture, 3) Economy, 4) Mindset, 5) Pancasila values, 6) Education, 7) Social, and 8) Educational environment. Finally, the solution to maintain the sovereignty of the critical paradigm of Pancasila in the dimension of Islamic education, among others: improving the quality of efficiency of Islamic education, cultural approaches, internalizing education, implementing behaviors contained in the values of Pancasila.  

Putri, Friyanti Intan Ully; Krismiyati, Krismiyati

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak –  Masuknya Covid-19 dalam dunia pendidikan membuat calon guru dituntut untuk menguasai teknologi dan memiliki self-efficacy tinggi untuk menghadapi perubahan dengan melihat perbandingan pembelajaran  secara online dan kemudian kembali lagi ke pembelajaran tatap muka. Self-efficacy adalah keyakinan individu dalam menghadapi keadaan apapun. Sebagai calon guru sangat penting sekali untuk memahami,  menguasai dan memanfaatkan teknologi dengan memiliki self-efficacy tinggi agar bisa menyelesaikan masalah pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan  mengetahui bagaimana menghadapi masalah self-efficacy dalam perubahan penggunaan teknologi  pada masa pandemi dan setelah pandemi Covid-19, calon guru TIK Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta  Salatiga yang sedang  melaksanakan program praktikum mengajar. Penelitian ini memakai metode kualitatif dan mengumpulkan data melalui wawancara. Melibatkan 10 mahasiswa calon guru sebagai narasumber. Penelitian ini mengidentifikasikan 4 sumber self-efficacy yaitu; Mastery experiences, Experiances of others, Verbal persuasion, Psychological and Emotional influence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan empat sumber utama yang diteliti ini sangat mempengaruhi  dalam meningkatkan kepercayaan diri bagi calon guru TIK selama pandemi dan setelah pandemi. Akhirnya, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.

Salome Salome; Lisna Novalia

The spiritual crisis among Sunday school children has become a serious concern in the context of Christian religious education. This article examines the important role played by Christian religious education teachers in overcoming this crisis. In a modern context full of challenges, children often experience spiritual isolation, loss of religious values, and difficulty implementing Christian principles in everyday life. Christian religious education teachers have a responsibility to provide guidance and inspiration to these children. This article examines strategies and methods Christian religious education teachers can use to help Sunday school children overcome spiritual crises. Some of the strategies described include the use of interesting Bible stories, interactive and creative teaching, building empathetic relationships with students, and encouraging reflection and application of Christian values in everyday life. Christian religious education teachers must also be able to tactfully face children's questions and doubts, and develop a deep understanding of children's spiritual and developmental needs. Through their role, Christian religious education teachers can be role models and sources of inspiration for Sunday school children in strengthening their faith and dealing with spiritual crises. In carrying out their duties, teachers must have a strong commitment to the mission of Christian religious education and pay attention to the social and cultural changes that affect children's lives. This article aims to inform and motivate Christian religious education teachers in carrying out their roles more effectively and relevantly amidst the spiritual crisis of Sunday school children. Through collaborative efforts between the church, parents and the Christian community, it is hoped that Sunday school children can obtain a solid foundation of faith and be able to overcome the spiritual challenges they face in their lives.  

Salome Salome; Lisna Novalia

The spiritual crisis among Sunday school children has become a serious concern in the context of Christian religious education. This article examines the important role played by Christian religious education teachers in overcoming this crisis. In a modern context full of challenges, children often experience spiritual isolation, loss of religious values, and difficulty implementing Christian principles in everyday life. Christian religious education teachers have a responsibility to provide guidance and inspiration to these children. This article examines strategies and methods Christian religious education teachers can use to help Sunday school children overcome spiritual crises. Some of the strategies described include the use of interesting Bible stories, interactive and creative teaching, building empathetic relationships with students, and encouraging reflection and application of Christian values in everyday life. Christian religious education teachers must also be able to tactfully face children's questions and doubts, and develop a deep understanding of children's spiritual and developmental needs. Through their role, Christian religious education teachers can be role models and sources of inspiration for Sunday school children in strengthening their faith and dealing with spiritual crises. In carrying out their duties, teachers must have a strong commitment to the mission of Christian religious education and pay attention to the social and cultural changes that affect children's lives. This article aims to inform and motivate Christian religious education teachers in carrying out their roles more effectively and relevantly amidst the spiritual crisis of Sunday school children. Through collaborative efforts between the church, parents and the Christian community, it is hoped that Sunday school children can obtain a solid foundation of faith and be able to overcome the spiritual challenges they face in their lives.  

Nandang Budiman; Nurlaila Lathifa Kusumaningsih; Nadhia Aulia Nadhira

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Guru bimbingan dan konseling idealnya dilaksanakan oleh seorang professional yang memiliki latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Akan tetapi pada kenyataan, masih banyak dibeberapa sekolah pada khususnya, guru bimbingan dan konseling berlatar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling. Hal ini merupakan imbas dari kurangnya pasokan guru bimbingan dan konseling ke tiap-tiap jenjang pendidikan. Pemahaman akan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling di sekolah dengan mengisi kekosongan posisi tersebut dengan guru mata pelajaran lain tentu akan menjadi kurang efektif dalam pelaksanaan layanannya dan cenderung mengarah pada tugas yang seharusnya tidak dilakukan oleh bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, dan memahami tentang kode etik konseling, serta bagaiamana penerapan kode etika etik konseling selama memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap konselinya

Nur Lutfiana, Wike; Widhiyaningrum, Tial; Risko Faristiana, Andhita

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Mengetahui kenakalan remaja ataupun tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja Desa x Kabupaten Ngawi dan mendreskripsikan secara mendalam tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja di Desa x Kabupaten Ngawi. Sumber data diperoleh melalui dokumentasi maupun wawancara dengan masyarakat sekitar. Perilaku seks pranikah pada remaja merupakan suatu fenomena yang semakin marak terjadi, tak terkecuali di Desa x Kabupaten Ngawi. Faktor-faktor penyebab munculnya perilaku seks pranikah berdasarkan hasil penelitian diantaranya adalah 1) Kurangnya pengawasan keluarga terhadap anak 2) Pengaruh media yang semakin berkembang 3) Rendahnya pendidikan nilai agama.  Upaya pencegahan perilaku seks bebas dapat dilakukan dengan yang pertama yaitu melalui diri kita sendiri yang kedua yaitu melalui keluarga dan yang ketiga yaitu melalui lingkungan yang dimana kita harus bisa memilah anttar teman yang baik maupun teman yang buruk dalam berperilaku dan kita juga harus memiliki kegiatan diluar yang lebih baik semisal dalam sekolah kita mengikuti ekstrakulikuler.

Nurdina Hasanah; SalmidaSimaAini Siagian; Syafira Sahara Saleh

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The purpose of this research is to increase understanding of the implementation of inclusive education at SLB Melati Asyiyah, North Sumatra. This research is a quantitative descriptive research method. The research subjects for this study were randomly selected using a sampling technique called purposive sampling. Observations, interviews and documentation all contribute to the data collection methodology. School administration, school boards, special education teachers and students, and parents of students are important members of any special education project. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that the implementation of inclusive education at SLB Melati Asyiyah was successful. This is supported by data verification using standard scoring rubrics, empirical evidence obtained from observations, interviews, and written documentation showing that education administration at SLB Melati Asyiyah in West Sulawesi is divided into the areas of curriculum management, student administration, and finance. management. It is the teacher's responsibility to adapt teaching and student evaluation strategies to the needs of individual students. In addition, faculty management starts with the help of a faculty needs database, recruitment resources, and selection criteria. The international faculty's responsibilities emphasize cooperation and coordination. The management of resources and facilities is carried out through strategic planning which is informed by supply and demand analysis.

Salsabila Erliani; Ayu Putri Julia; Lilis Astika; Tamimi Mujahid; Rahmad Riadi Batubara +1 more

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

This article discusses the strategies or methods of school principals in improving the quality of education. Various ways are done so that the quality of education can be increased. So how to improve the quality of education in educational institutions? It is on this basis that this article was created in order to find out ways to improve the quality of education, starting from strategies, obstacles to solutions to overcome them. The research method used was in the form of an interview method in which data analysis techniques were used to describe each problem that triggered the students' lack of interest in reading. It can be concluded that improving the quality of education is quite a challenge for educational institutions. Because from there you can measure the level of educational stability in schools.

A.T. Hendrawijaya; Lutfi Ariefianto; Fuad Hasan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

It is necessary to build awareness to foster entrepreneurial motivation among the community at large, especially in the Study Group of Packages C citizens in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Studio (SKB). Given that motivation is one of the drivers of the growth and development of a person's entrepreneurial spirit, one of the most needed motivations is the desire to continue learning and adding skills. Therefore, in order for the learning community to improve their welfare, insight into entrepreneurship is needed, so that through counseling on entrepreneurial motivation, it is hoped that the learning community can foster an entrepreneurial spirit and develop creativity and innovation in entrepreneurship so that it can be used as a provision in their lives. This service activity was carried out at the Technical Implementation Unit of the Bondowoso Regency Learning Activity Center education office, which was located in the SKB Hall. The objectives of this community service are (1) to provide insight and knowledge about the importance of fostering entrepreneurial motivation; (2) to provide insight and knowledge about the importance of developing an entrepreneurial spirit; (3) to develop creativity and innovation in entrepreneurship. The methods used are lecture, question and answer and discussion methods. the results achieved by the service activities are the provision of insights and knowledge about the importance of entrepreneurship for learning citizens pursuing package C in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Center. Thus, through counseling, the learning community of pursuing package C is motivated to become entrepreneurs. Seeing the responses given by participants who are so positive and enthusiastic, shows that this activity is quite high and needs to be followed up with further activities, for that, it needs to be carried out periodically and continuously.

Mardiah Astuti; Herlina Herlina; Imelda Agustina; Annisa Winada; Muhammad Alfaizi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The article entitled Islamic education and character learning in the context of globalization was written with the aim of forming individuals to have good character and morality. Character education is needed in a person because with good character a good and moral person is created. Character learning of course will create a person's character based on what is learned, so that the character will stick in him and even form identity in the future. In the current era of modernization, character education can be carried out through Islamic-oriented learning, so that even though one lives in the era of globalization, one can still maintain Islamic values embedded in oneself. This research was conducted using two methods, namely qualitative research through questionnaires and literature studies by looking at previous studies whose theme is of course related to the title of this article.

Melinda Melinda; Patrisia Cuesdeyeni; Alifiah Nurachmana; Albertus Purwaka; Misnawati Misnawati

The purpose of this study was to describe the character education values of responsibility, curiosity, hard work, respect for achievement, social care, and friendship/communicativeness in Kam Ka-Wai's Big Brother film. This study uses a descriptive qualitative approach, in which the researcher records carefully and accurately the data in the form of words, sentences, pictures, and videos contained in the film. The use of a descriptive qualitative approach in this study aims to describe the values of character education, namely responsibility, curiosity, hard work, respect for achievement, social care and communicative/friendly in the Big Brother film. The value of responsibility character education in the film Big Brother consists of 4 data. The educational value of the character of curiosity in the Big Brother film consists of 5 data. The value of hard work character education in the film Big Brother consists of 7 data. The value of character education appreciating achievement in the Big Brother film consists of 4 data. The value of social care character education in the film Big Brother consists of 12 data. The value of friendly/communicative character education consists of 4 data.

Alika, Putri; Permata Sari, Ira; Adnawi, Iqbal

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada sebuah lembaga pendidikan, manajemen pembelajaran sangatlah penting. Maka dari itu manajemen suatu program pendidikan harus dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan manajemen program pendidikan kesetaraan paket A di PKBM Melati Cibeber Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen pendidikan diantaranya akteditasi yang belum diperbarui, kekurangan peserta didik hingga keterbatasan waktu warga belajar dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penyelesaian masalah yang didapatkan dengan mendeskripsikan keadaan objek berdasarkan fakta dilapangan dan dituliskan dalam bentuk kata-kata. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu ketua PKBM Melati dan data sekunder yaitu kepustakaan dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Miles yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Pendidikan kesetaraan paket A meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada masing-masing aspek manajemen tersebut dikatakan cukup baik dalam meningkatkan mutu manajemen Pendidikan dan manajemen pembelajaran.

Deka Igus Saputri; Maryono Maryono; Akhmad Khoiri

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The purpose of this study is to: 1. (Al Isro:110. 2. Determine the relevance of ethics education in worship. 3. To clarify the background of the concept of ethics education in contemporary worship."This study is a descriptive study, which means that questionnaires or literature searches were used to collect data. both primary and secondary data were used to gather study material. The Qur'an Karim and some of our commentary serve as the primary sources of knowledge. Books, newspapers, journals, internet media, and other materials that are relevant to the thesis subject serve as secondary data sources. The Al-Quran, the Tafsir, and other significant texts are employed as documents as part of the documentation data collecting approach. Textual information is analyzed using both content analysis and discourse analysis. The goal of content analysis is to make the book's contents clear. Discourse analysis, a different approach owing to the constraints of content analysis, studies the meaning of communications with an emphasis on covert (latent) meanings.The following conclusions may be drawn from the author's research findings: (1) Moral instruction in worship is regarded as one of the most crucial aspects of human existence, according to the interpretation of QS. Al-Isra verse 110.(2) The idea of character education in worship refers to human customs or conduct based on the course of action or rules established by Allah SWT.(3) Setting the idea of education at the forefront of growth or the contemporary morals or ethics of the millennial generation,  

Hadijaya, Yusuf; Abdillah, Fazli; Muliyani, Sri

Tulisan ini bertujuan buat mendeskripsikan optimalisasi budaya kerja guna tingkatkan mutu dalam suatu organisasi Pembelajaran. Yang mana Budaya kerja, ialah sekumpulan pola sikap yang menempel secara totalitas pada diri tiap orang dalam suatu organisasi. Buat Membangun budaya berarti wajib tingkatkan serta mempertahankan sisi- sisi positif, dan berupaya menyesuikan( habituating process) pola sikap tertentu supaya terbentuk sesuatu wujud baru yang lebih baik. Sebab Budaya kerja yang tercipta secara positif hendak berguna sebab tiap anggota dalam sesuatu organisasi memerlukan sumbang sarang, komentar apalagi kritik yang bertabiat meembangun dari ruang lingkup pekerjaannya demi kemajuan suatu organisasi, tetapi budaya kerja hendak berdampak kurang baik bila pegawai dalam sesuatu organisasi menghasilkan komentar yang berbeda, perihal ini disebabkan terdapatnya perbandingan tiap orang dalam menghasilkan komentar, tenaga serta pikirannya, sebab tiap orang memiliki keahlian serta kemampuan cocok dengan bidangnya tiap- tiap. Hingga dari itu budaya kerja yang baik di dalam organisasi sangat diperlukan supaya bisa menningkatkan mutu sesuatu organisasi tersebut spesialnya didalam Pembelajaran.