The problem discussed in this study is how the personality of Leo in the novel And the Rain Stops. This study aims to determine the inner conflicts related to personality in the novel Dan Hujan Pun Henti, by Farida Susanty using a literary psychology approach. This type of research is qualitative descriptive research. The source of this research data is the utterances and words contained in the novel Dan Hujan Pun Henti, by Farida Susanty. The data collection techniques used are reading, recording and analyzing. The results of this study stated that the main character Leo in the novel "And the Rain Stopped" by Farida Susanty experienced inner conflicts related to Sigmud Freud's psychoanalysis studies, namely: id, ego and superego. The id in the main character Leo is described that Leo does not know to distinguish between good and bad and he also seems to have lost his taste. The ego in Leo attempts to suppress Leo's id to be able to overcome it. The superego depicted by Leo is related to his feelings and seeks to cultivate a moral side to himself.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
ABSTRAK
Studi kasus ini berkaitan dengan siswa SMAS Budi Satria yang mengalami kehilangan motivasi diri terhadap karir dan pekerjaan di masa depan. Fenomena ini menjadi perhatian serius pihak sekolah, karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik dan psikologis para siswa tersebut. Kurangnya pemahaman tentang pilihan karir berarti bahwa siswa tersebut mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang berbagai pilihan karir yang tersedia di dunia nyata. Mereka mungkin tidak tahu apa yang mereka minati atau memiliki bakat khusus di bidang tertentu, sehingga sulit bagi mereka untuk menemukan motivasi dan tujuan dalam mempersiapkan masa depan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya motivasi diri siswa SMAS Budi Satria terhadap karir dan pekerjaan di masa depan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini, diharapkan sekolah dapat menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dan membantu mereka merencanakan masa depan yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMA Budi Satria masih sangat membutuhkan bimbingan perencanaan karir untuk masa depannya walaupun hanya sedikit permasalahan yang dihadapi siswa dalam memilih karir untuk masa depannya, namun pihak sekolah harus ekstra ekstra dalam memberikan pembinaan agar siswa di SMA Budi Satria dapat bersaing di masa depan. Karena negara ini juga akan sangat membutuhkan generasi muda untuk dapat meningkatkan potensi yang ada di negara ini agar kita semua dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis feminisme dari aspek psikologi dan aspek sosial yang terdapat di dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang digolongkan dalam penelitian dekskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama dengan cetakan kedua puluh empat pada tahun 2021. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik membaca dan memahami Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan untuk mengungkap jalan cerita dan maksud pengarang menuliskan cerita tersebut.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan ditemukan 129 data baik feminisme aspek psikologi maupun aspek sosial di dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Data feminisme aspek psikologi dan aspek sosialnya berfokus pada tokoh perempuan dalam novel ini, yaitu Dewi Ayu sebagai tokoh utama, Alamanda, Adinda, Maya Dewi dan Si Cantik. Aspek yang menonjol dari kedua aspek psikologi dan aspek sosial terdapat pada aspek psikologi khususnya pemikiran watak (tokoh) memiliki emosi, aksi, dan reaksi, sementara pada citarasa ditemukan di dalam faktor lingkungan, pembawaan dan dipengaruhi oleh umur pada setiap tokohnya, selain itu tekanan perasaan pada kelima tokoh ini juga ditemukan adanya frustasi yang melibatkan perasaan kekecewaan, kesedihan, kepiluan, dan penderitaan yang di alami setiap tokoh.
Literary works are artistic representations of actual human existence that do not aim to provide knowledge. One way to express people's lives is through sistra works. The novel Bibi Gill by Tere Liye is the data source for this research. Documentation is the data collection method used by researchers in this investigation. Three (3) methods were used in the data collection process using this documentation: literature review, reading strategies, and note taking. The results of the research showed that there was inner conflict experienced by the main character in the novel Bibi Gill. there are changes in the psychology of Bibi Gill as the main character which is influenced by other characters and the environment.
Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah terbesar dalam bidang kesehatan di dunia. Stroke ini juga dapat membuat pasien akan menjadi stres, merasa tidak berguna dan tidak ada gairah hidup namun dengan memiliki komitmen agama, dimana spiritual di percaya berperan penting dalam pencegahan penyakit, mengurangi penderitaan saat sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional digunakan dalam penelitian terhadap 62 responden. Spiritual diukur menggunakan SWBS (Spiritual Well Being Scale) 20 soal dan kualitas hidup menggunakan kuisioner Stroke specific quality of life (SSQOL-12 item). Hasil uji statistik pada kedua variabel didapatkan nilai significancy p (p-value) yaitu 0,000 dimana hasil tersebut < 0,05. Hasil dari penelitian ini di dapatkan data adanya hubungan spiritual dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Semakin baik tingkat spiritual, maka semakin baik juga tingkat kualitas hidup. Penderita stroke perlu melakukan pendekatan spiritual kepada Tuhan untuk meningkan kualitas hidup sehingga dapat memiliki pikiran yang tetap positif yang akan memberikan pengaruh yang baik bagi penyembuhan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan spiritual dengan kualitas hidup terhadap pasien stroke, mengingat sumber-sumber terkait ini masih terbatas dengan variabel – variabel lainnya seperti psikologis pasien.
Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah terbesar dalam bidang kesehatan di dunia. Stroke ini juga dapat membuat pasien akan menjadi stres, merasa tidak berguna dan tidak ada gairah hidup namun dengan memiliki komitmen agama, dimana spiritual di percaya berperan penting dalam pencegahan penyakit, mengurangi penderitaan saat sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional digunakan dalam penelitian terhadap 62 responden. Spiritual diukur menggunakan SWBS (Spiritual Well Being Scale) 20 soal dan kualitas hidup menggunakan kuisioner Stroke specific quality of life (SSQOL-12 item). Hasil uji statistik pada kedua variabel didapatkan nilai significancy p (p-value) yaitu 0,000 dimana hasil tersebut < 0,05. Hasil dari penelitian ini di dapatkan data adanya hubungan spiritual dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Semakin baik tingkat spiritual, maka semakin baik juga tingkat kualitas hidup. Penderita stroke perlu melakukan pendekatan spiritual kepada Tuhan untuk meningkan kualitas hidup sehingga dapat memiliki pikiran yang tetap positif yang akan memberikan pengaruh yang baik bagi penyembuhan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan spiritual dengan kualitas hidup terhadap pasien stroke, mengingat sumber-sumber terkait ini masih terbatas dengan variabel – variabel lainnya seperti psikologis pasien.
PT Djarum is a large cigarette company with a worldwide market share. It is interesting to study why one of Djarum 76's products can have a constant price under any circumstances. Through qualitative research with a phenomenological approach, the research shows: that the Djarum company is the producer of Djarum 76, it can achieve success because it is always consistent in its business so that it can lead its owner to become the richest person in Indonesia. Humans must cultivate the quality of their faith and piety consistently, then their life will be constant. God's help will come in a reciprocal relationship with the needs of a servant. Research implications, narrative experiences bring thought and faith to be consistent in life in various circumstances. Research is expected to contribute to the science of the psychology of Sufism
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tuturan ekspresif yang ditemukan pada novel Hubbu karya Mashuri. Novel Hubbu merupakan karya Mashuri yang memperoleh penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Novel Hubbu karya Mashuri menceritakan kehidupan Jarot yang digadang-gadang sebagai penerus pesantren warisan leluhurnya. Namun, ketika beranjak dewasa, Jarot dihadapkan dengan berbagai konflik psikologis, antara memilih mengemban tanggung jawab untuk memimpin pesantren warisan leluhur, cinta, dan kehidupan di luar pesantren yang didambakan. Novel Hubbu karya Mashuri memiliki bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Berdasarkan latarbelakang tersebut, rumusan masalahnya adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri? Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatf. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Hasil penelitian ini, ditemukan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif berupa tindak tutur meminta maaf, memuji, berterima kasih, mengeluh, memprotes, menyalahkan, mengkritik, marah, dan mengucapkan selamat. Fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan adalah mengungkapkan perasaan, mengisyaratkan maksud tertentu, dan memperhalus bahasa.
Penelitian dilatarbelakangi beberapa masalah, yaitu: 1) siswa belum mandiri dalam merencanakan karirnya, 2) siswa masih ragu terhadap karir yang dipilihnya, 3) siswa belum mengetahui syarat masuk ke perguruan tinggi, 4) siswa tidak dapat menentukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, sehingga masih banyak yang ingin berlatih untuk menyalurkan bakat yang mengarah ke karir yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok metode biblio-counseling terhadap perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Weleri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental design dengan model nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Weleri berjumlah 108 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 berjumlah 36 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan metode biblio-counseling terhadap perencanaan karir siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Weleri dengan pengaruh sebesar 64%. Hasil perencanaan karir siswa kelompok eksperimen, diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 86% dalam kategori sangat baik. Hasil perencanaan karir siswa kelompok kontrol, diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 84% dalam kategori sangat baik. Hal ini berarti bahwa siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman diri mengenai program studi dan dunia kerja dengan sangat baik. Siswa memiliki kepribadian dan nilai-nilai yang berkaitan dengan karir dengan sangat baik. Siswa mempunyai motivasi untuk mencari informasi tentang karir dengan sangat baik. Siswa mampu memilih pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dengan sangat baik. Siswa mampu memilih perguruan tinggi setelah sekolah dengan sangat baik. Siswa memiliki penalaran yang realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan pemahaman dunia kerja dengan sangat baik.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Pendidik Dalam Jabatan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendidik diwajibkan membuat RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan peluang yang cukup bagi prakarsa, kreaifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan dengan model Stephen Kemmis. Strategi Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik, dirancang dalam 3 (tiga) siklus. Hasil penelitian : 1). Terjadinya peningkatan komitmen pendidik-pendidik menyusun RPP inovatif, yaitu sebanyak 94% pendidik-pendidik mampu mencapai nilai 4,00-5,00 dalam skala 1-5, dan 2). Terjadinya peningkatan kemampuan pendidik-pendidik menyusun RPP Inovatif, yaitu sebanyak 88% pendidik mampu mencapai nilai 4,00-5,00 dalam skala 1-5. Kesimpulan penelitian ini, bahwa Strategi Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik dapat meningkatkan kinerja pendidik-pendidik menyusun RPP Inovatif.
Bencana merupakan peristiwa atau serangkaian peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian baik fisik, materi maupun psikologis yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan disebabkan oleh manusia. Tujuan dari sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat meminimalisisr resiko yang terjadi akibat bencana. Pre dan postes diberikan sebelum dan setelah pemaparan materi, digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan subjek terhadap kesiap siagaan bencana. Hasil kegiatan ini bahwa subjek mempu meningkatkan pengetahuan terkait kesiap siagaan bencana dalam menghadapi dampak/resiko bencana.
Fear of dental care is a common problem that can hinder people's access to optimal dental health services. In Panakkukang District, Makassar City, this phenomenon often causes delays or avoidance of dental care, which ultimately has the potential to worsen the community's dental and oral health conditions. This study aims to reduce fear of dental care through a comprehensive psychological approach and community education. This study aims to reduce fear of dental care through a comprehensive psychological approach and community education. The methods used in this study involve providing education to the community through dental health counseling, as well as the application of psychological techniques such as relaxation and desensitization techniques to help overcome fear. Education is delivered through socialization activities at various strategic points in Panakkukang District, while psychological techniques are applied in clinical situations and in community-based simulations. The results of the study showed that this approach significantly reduced the level of fear of dental care among the local community. Participants reported increased knowledge about the importance of dental care and decreased anxiety levels when having to undergo dental care procedures. In conclusion, the approach that combines community education with psychological interventions has proven effective in reducing fear of dental care in Panakkukang District, Makassar City. Therefore, it is recommended that similar programs be implemented in other areas to improve community access to better dental health services.
Pakar psikologi mengingatkan pentingnya untuk tidak meremehkan kesehatan mental atau depresi sejak dini karena dapat menyerang berbagai usia dan mampu memengaruhi kondisi psikis penyintasnya. Mulai dari menyalahkan orang lain, menyakiti diri sendiri, hingga menyebabkan keinginan bunuh diri, merupakan bahaya yang mengancam saat seseorang depresi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat perhitungan dengan metode fuzzy sugeno untuk mengukur tingkat depresi pada mahasiswa dan membuat sistem yang mempermudah pengguna untuk mengetahui tingkatan depresi yang dialaminya. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Negeri Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling. 60 responden yang terukur, terdapat 40% yang terindikasi tidak ada depresi/gangguan mood, 45% terindikasi depresi sedang, dan 15% terindikasi depresi berat. Hasil akurasi metode fuzzy sugeno yang dihitung menggunakan Mean Absolute Error (MAE) dengan memperoleh 5,36 yang artinya rata-rata kesalahan mendekati nilai sebenarnya.
Penelitian mengenai Model Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Tengah berawal dari data makin buruknya kondisi warga PMKS terutama di masa covid corona di tahun 2019. Kebutuhan untuk menghasilkan model penanganan berbeda di tiap daerah. Melalui FGD didiskusikan mengenai SWOT dan model penanganan PMKS. Kelemahan fakir miskin adalah sulit membebaskan dari budaya miskin serta senantiasa mempunyai ‘no freedom for poor’. Potensi anak balita terlantar adalah jika mereka ada di panti karena mereka lebih mudah dikontrol. Kendala anak balita terlantar adalah banyak yang belum terjangkau oleh layanan sosial anak. Kelemahan anak terlantar adalah berperilaku anormatif, acuh, pencuriga pada orang yang bukan dari kelompoknya dan susah diatur, liar, reaktif, sensitif dan bebas melakukan apa saja seperti seksualitas. Kelemahan lanjut usia adalah sedikitnya lapangan pekerjaan yang sesuai bagi lansia yang berpotensi secara fisik. Kendala gelandangan adalah adanya warga yang mengajak meng ’gepeng’ di kota. Potensi disabilitas adalah masih memiliki motivasi bertanggungjawab secara mandiri. Kelemahan anak jalanan adalah rentan terhadap eksploitasi ekonomi, kekerasan fisik, sosial dan seks. Model yang dipilih adalah model ‘self advocacy and empowering, model ‘Community Based Information Network’, dan model Public Partnership Centre . Proses penanganan PMKS dengan cara rehabilitasi, advokasi/konsultasi, bimbingan sosial dan psikologi sosial.
Abstrak: Penelitian artikel ini dilatarbelakangi banyaknya perempuan yang ikut berperan serta dalam pemenuhan nafkah keluarga poersoalan dari wanita karir sebetulnya tidak hanya terkaitt aspek normatif dari ajaran Islam semata, namun keberadaannya juga menyentuh dari bentuk aspek psikologis maupun sosiologis keluarga. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan, yakni untuk mengetahui tinjauan islam dalam hal wanita yang bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, dalam hal ini membantu perekonomian keluarga saat menghadapi persoalan-persoalan ditengah menurunnya ekonomi keluarga dengan tuntutan ekonomi untuk kebutuhan yang semankin meningkat. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dimana penelitian ini mengumpulkan beberapa literatur untuk menjadikannya referensi dalam penulisan artikel ini. Di dalam Hukum Islam juga tidak dilarang seorang perempuan dalam membantu suaminya saat mencari nafkah, namun mereka harus tetap ingat kepada kodratnya sebagai seorang perempuan atau istri bahwa, sebagai sebagai pendidik dari anak-anaknya dan perempuan dari suami agar terwujudnya suatu keluarga yang damai.
Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Hampir 1% penduduk didunia menderita skizofrenia selama hidup mereka. Dampak dari skizofrenia dapat mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas. Selain itu dampak yang muncul adalah Personal Hygiene yang Menurun pada pasien skizofrenia. Hal terjadi akibat ada perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk aktivitas perawatan diri menjadi menurun yang akan mempengaruhi kemandirian perawatan diri pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 57 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden dengan Komunikasi terapeutiknya baik yaitu berjumlah 36 responden (63,2%) dan komunikasi terapeutik Kurang berjumlah 21 responden (36,8%), Personal Hygiene baik berjumlah 12 responden (21,1%). cukup 21 responden (36,8%) dan Kurang 24 responden (41,1%%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,000(<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Sehingga dalam melakukan perawatan pada pasien skizofrenia dibutuhkan tingkat komunikasi terapeutik yang baik agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan pasien serta dapat memberikan pengaruh dan sugesti yang membuat keadaan pasien menjadi lebih baik dari segi psikologis
Antenatal Caree (Pemeriksaan Kehamilan) merupakan caraa pentingg untuk mendukung dan memonitoring kesehatann pada ibuu hamill serta mendeteksi kehamilan normal, ibui hamil sebaiknyaa dianjurkann mengunjungii bidan serta dokterr sedinii mungkinn semenjakk iaa merasakan dirinya hamil untuk mendapatkann pelayanann Antenatall Caree. Pada masalah kasus psikologis ibu hamil yang beratt perluu doronganu dan dukungan darii orang terdekat dalami keluarga. Karenaa pengaruh faktor psikologis kepada kehamilann merupakan ketidakmampuani pengasuhan kehamilani dan mempunyaii potensi melakukan tindakani yang membahayakani terhadap kehamilan. Penelitian inii bertujuani untuk mengetahuii hubungan antara karakteristik dukungani suami dengani kunjungan Antenatal Caree padai ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022.Pada jenis penelitian inii menggunakan penelitian analitikk dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sedangkan populasi penelitiann ini adalahi ibu hamil yang melakukani kunjungan Antental Caree di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes bulan Januari sampai Mei Tahun 2022 dengan sampel berjumlah 47 responden yang diambil secara random sampling. Pengumpulani data dilakukan dengan menggunakani data primeri dani sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar mendapatkan dukungan instrumental 33 responden (70%), dukungan informasional 45 responden (96%), dukungan emosional 42 responden (89%), dukungan penilaian 43 responden (91%), sedangkan Hubungan dukungan instrumental dengan kunjungani Antenatal Care pada ibu hamil sebagian besar responden 30 (63%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan instrumental dan sebagian kecil responden 4 (9%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan instrumental, Hubungan dukungan emosional dengan kunjungan Antenatal Caree pada ibu hamili sebagian besar responden 32 (68%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan emosional dan sebagian kecil responden 10 (21%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan emosional. Terdapat hubungan antara dukungan instrumental dan dukungan emosional dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagiani besar ibu hamili yang melakukani kunjungani Antental Care di Posyandu Desa Janegara mendapatkan dukungan dari suami baik dukungan instrumental dan dukungan emosional, dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensii khususnya bagi tenaga kesehatan sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat yang berkaitan dengan kunjungan Antental Care.
Pasien yang menjalani Hemodialisa mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalah psikologi yang timbul yakni kecemasan. Kecemasan yang timbul tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk pada kualitas hidup seseorang. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif dapat mengatasi kecemasan yakni terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Terapi Spiritual Murotal Al-Qur’an dan terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien Hemodialisa. Metode penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian Quasy Experimental dengan rancangan Pretest-Postest With Two Group Design. Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 30 responden yaitu 15 kelompok murottal Al-Qur’an dan 15 kelompok Dzikir. Hasil penelitian didapatkan skor kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir dengan masing-masing nilai p-value = < 0,000. Terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir secara statistik sama-sama mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara terapi murottal Al-Qur’an dan Terapi Dzikir. Akan tetapi secara klinis terapi dzikir lebih efektif dibandingkan terapi murottal Al-Qur’an. Maka dapat di simpulkan terdapat efektivitas terapi spiritual murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini di harapkan dapat menjadikan sebagai salah satu referensi terapi non farmakologi kepada pasien kecemasan yang menjalani terapi Hemodialisa.
Pada masa lanjut usia secara bertahap seseorang mengalami kemunduran, baik kemunduran fisik, mental, dan sosial. Salah satu masalah proses penuaan adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin adalah pengeluaran urin yang tidak terkendali pada waktu yang tidak terkendali dan tanpa melihat frekuensi maupun jumlahnya yang menimbulkan gangguan kesehatan, sosial, psikologi serta dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inkontinensia urin dengan kualitas tidur lansia di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh mayoritas lansia berada pada kategori inkontinensia ringan dengan kualitas tidur baik sejumlah 26 responden atau (52%), sedangkan tidak terdapat lansia mengalami kualitas tidur buruk. Pada kategori inkontinensia sedang terdapat 22 orang lansia atau (44%) mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan tidak terdapat lansia mengalami kualitas tidur baik, kemudia pada kategori inkontinensia berat dengan kualitas tidur buruk sejumlah 2 orang (4%). Hasil analisa statistic dengan metode chi square diperolah nilai p = (0.003) < = 0.05 yang berarti Ha diterima. Inkontinensia Urin berhubungan dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Lansia dapat mencegah kejadian inkontinensia urin dengan berbagai aktivitas dari aktivitas ringan hingga olahraga ringan seperti senam kegel yang secara langsung berpengaruh terhadap kualitas tidurnya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan lansia menjadi lebih baik.