Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 321-340 of 348

Analytics

Uswatun Insani; Rima Armala

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Labor is the occurrence of the opening and thinning of the cervix and fetus into the birth canal which this process can cause anxiety. This study aims to apply husband assistance to reduce the anxiety felt by mothers with the length of the labor process at Kardinah Hospital, Tegal City. This research is a descriptive research with a case study approach. Research subjects are clients with primigravida or pregnancy for the first time who experience anxiety during the delivery process. The results of the case study research with husband assistance to reduce anxiety using the HARS Scale in patient 1 with a score of 34 after husband assistance experienced a decrease in anxiety to 20 and in patient 2 who previously experienced it with a score of 33 after husband mentoring experienced a decrease in anxiety to 21. Patients with Anxiety when facing the length of the labor process requires assistance from the husband which aims to reduce the anxiety felt by the mother during the delivery process.    

Katarina Alusia; Lugreysia Lugreysia; Reny Intanaria; Siti Hawa Br Barus; Lelisa Putri Sion +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu masalah kesehatan global dan faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan ibu adalah Angka Kematian Ibu (AKI).  Di Indonesia rasio  AKI  sebesar  177  per  100.000 kelahiran hidup pada 2017. Studi kasus ini menggunakan desain observasional deskriptif yang menilai derajat atau tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester ketiga pada ibu Ny. S dengan hamil primigravida trimester ketiga di Klinik Bidan Sartikam Manurung pada 23 Februari sampai Maret 2020. Dimana subjek penelitian merupakan ibu hamil primigravida trimester ketiga. Masalah yang dialami Ny. S, ibu cemas terhadap kehamilannya dikarenakan menghadapi persalinannya. Asuhan kebidanan ibu hamil trimester tiga dengan kecemasan menghadapi persalinan, disarankan kepada Ny. S untuk tetap menjaga pola nurtisinya dengan mengkonsumsi makan makanan bergizi, minum banyak baik berupa susu maupun air putih (8-10 gelas/hari) atau 1 liter susu perhari untuk meningkatkan kekuatan ibu. Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. S Usia 33 tahun, G1P0A0  tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktek secara langsung dilapangan.    

Nanang Khosim Azhari; Tuti Anggarawati; Fitriana Noor S; Prestiyana A K

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

The prevalence of the disease caused by the corona virus is still increasing every day. On August 11, 2020, the World Health Organization (WHO) recorded 19,936,210 people infected with the corona virus and 732,499 people who died, the death rate reached 3.7% 4. In Indonesia, the number is still actively increasing every day, ranging from 1,000 people. every day in August 2020 and the total number of COVID-19 sufferers on August 11, 2020 was 128,776 people and 5,824 people died, an increase of 4.5% from the previous number 5. Central Java Province itself was ranked 4th out of all provinces in Indonesia with the number of patients with Cobid 19 as many as 11,423 people and those who died as many as 1,049 people. The city of Semarang is ranked 1st out of cities and regencies in Central Java Province with 661 sufferers

G.A.A, Adiari,; NLP.S, Yudhawati,; Muryani, N.M, Sri

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Anxiety in female residents is a concern experienced by the target citizens during their prison term.The impact of prolonged anxiety leads to mental disorders. Anxiety in female assisted citizens can be experienced by all the target citizens who are in prison, research conducted earlier in 2020 obtained 55.9% of female target citizens experience mild anxiety.  This study aims to find out the Picture of Anxiety Level in Women's Assisted Citizens in The Women's Society Class IIA Denpasar.   Method: Type of quantitative research with Cross Sectional approach. sampling with purposive sampling techniques with 115 respondents.   Results : Research conducted to 115 inmates at the Class IIA Denpasar Women's Society About anxiety levels classified as mild anxiety as many as 51 respondents (44.3%), based on adult age (26-45) as many as 75 respondents (65,65.3%), based on adult age (26-45) as many as 75 respondents (65,65 2%), based on the case of most narcotics as many as 97 respondents (84.3%), based on the length of time in prison that is 1-4 years as many as 53 respondents (46.1%), based on the last education of most high schools as many as 62 respondents (53, 9%) and marital status were mostly unmarried as many as 43 respondents (37.45%).   Conclusion: The level of anxiety of women-assisted citizens in the Class IIA Denpasar Women's Society is mild    

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Tuti Anggarawati; Yuni Astuti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Ada sebagian kondisi yang menyulitkan orang tua dalam menghadapi buah hati sehingga tanpa disadari mengatakan atau melaksanakan sesuatu yang tanpa disadari melakukan kekerasan pada anak yang bisa membahayakan atau melukai anak, biasanya tanpa alasan yang terang. Kejadian seperti inilah yang disebut kekerasan pada anak. Unsur- elemen yang mendorong terjadinya tindak kekerasan pada anak antara lain immaturitas/ketidakmatangan orang tua, kurangnya pengetahuan bagaimana menjadi orang tua, kemauan yang tak realistis kepada kecakapan dan perilaku anak, pengalaman negatif masa kecil dari orang tua, isolasi sosial, permasalahan rumah tangga, serta permasalahan obat-obat terlarang dan alkohol. Semua bentuk kekerasan pada anak secara lahiriah/jasmani terjadi saat orang tua frustrasi atau naik pitam, kemudian melaksanakan tindakan-tindakan agresif secara lahiriah, bisa berupa cubitan, pukulan, tendangan, menyulut dengan rokok, membakar, dan tindakan – tindakan lain yang bisa membahayakan si kecil. Sering penyiksaan lahiriah yakni hasil dari hukuman jasmani yang bertujuan menegakkan disiplin, yang tidak sesuai dengan usia si kecil. Banyak orang tua mau menjadi orang tua yang bagus, tapi lepas kendali dalam memecahkan perilaku sang anak. Penyiksaan emosi dengan  perbuatan merendahkan atau meremehkan   orang   lain   akan   mengganggu   pengerjaan   perkembangan   buah   hati selanjutnya. Dampaknya buah hati merasa tidak berharga untuk dicintai dan dikasihi, bayi tumbuh dalam kecemasan dan rasa tidak aman, lambat perkembangannya, atau alhasil mempunyai rasa percaya diri yang rendah. Bila berlangsung berulang-ulang dalam bentang waktu lama akan memunculkan cedera serius terhadap anak, dan meninggalkan bekas baik jasmani atau pun psikis, si kecil menjadi menarik diri, merasa tidak aman, sukar memaksimalkan trust kepada orang lain, perilaku merusak, dan sebagainya, seperti kurangnya rasa percaya diri,  kesusahan  membina  persahabatan,  perilaku  merusak  seperti  tiba-tiba  membakar barang atau berperilaku kejam terhadap binatang, beberapa mengerjakan agresi, menarik diri, penyalahgunaan obat dan alkohol, maupun kecenderungan bunuh diri. Agar anak terhindar dari kekerasan maka perlu upaya dari pemberdayaan masyarakat untuk terlibat secara aktif menurunkan angka kejadian kekerasan pada anak di saat pandemic covid. Edukasi tentang kekerasan pada anak dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga sehingga keluarga mampu berfungsi dengan baik dan mampu menciptakan keluarga yang sejahtera.  

Ernawati Hatuwe

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya dan merupakan sinyal yang membantu individu untuk bersiap mengambil tindakan menghadapi ancaman. Pengaruh bencana yang terjadi dalam kehidupan dapat membawa dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Tujuan penelitian mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi di Desa Kamarian Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling Purposive Sampling yang berjumlah 43 responden, Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi dengan uji statistic p=0,003<005, tidak ada hubungan antara usia dengan tingkat kecemasan pada masyarakat  pengungsian pasca gempa bumi dengan uji statistic p=0,020 <0,05, dan hubungan antara pengetahuan  dengan tingkat kecemasan pada masyarakat pengungsian pasca gempa bumi uji statistic p=0,865>0,05.

Robertus Surjoseto; Devy Sofyanty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penyakit kanker serviks merupakan penyakit kronis yang mempunyai dampak negatif terhadap fisik maupun psikologis. Dampak psikologis yang terjadi yaitu kecemasan dan depresi. Biasanya respon terhadap kenyataan, ancaman kehilangan dan kesakitan dalam bentuk manifestasi suasana cemas berkepanjangan yang menetap atau timbul sewaktu waktu, timbul pula gambaran diri yang buruk dan merasa kehilangan harapan. Kualitas hidup pasien kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti fisik, sosial dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kecemasan dan depresi terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks di Rumah Sakit dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 58 orang pasien di Rumah Sakit dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta,  pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kecemasan dan depresi mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker serviks. Dari hasil penelitian ini peneliti mencoba merancang intervensi konseling kelompok dan support group agar pasien memiliki sarana berbagi dan mendapatkan dukungan social

Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Merci Grisen Latuihamallo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir. Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia, tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis, aspek psikologi, aspek sosial budaya dan aspek spiritual yang berpotensi memunculkan masalah kesehatan, dimana salah satunya adalah terjadinya kecemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik rohani Kristen terhadap tingkat kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dengan desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group. Tekhnik sampling total sampling didapatkan 30 responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan sop musik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan Pada Kelompok Kontrol didapatkan nilai p-value sebesar 0,115 atau p > 0,05 menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kecemasan pada Pre Test dan Post Test Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value 0,005 ini menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney nilai rata-rata didapatkan p = 0,000 atau p < 0,05 menunjukan ada pengaruh. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh terapi musik rohani kristen terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Inakaka Provinsi Maluku.

Ummu Khalishah, Andriani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACT Background: Diet is aiming to lose weight can be done in various ways.During the adolescent anxiety problems against weight loss arising more happens than the other.The physical changes that occur in particular weight and body shape increases the risk of someone worrying about her weight. Purpose: This research was conducted aiming to know the behavior of young women about diet in SMA Negeri 5 Pekanbaru. Method: This research is quantitative type with anlitik design with coss sectional approach. This type of research is quantitative and deskriftif design. The population of this research as much as 444 people with 82 samples of respondents with the method of sampling Simple Random Sampling using univariate analysis.This research instrument using questionnaires and engineering research with primary data. Results: Based on the results of research that young women in SMA Negeri 5 Pekanbaru knowledgeable low as much as 42 respondents (51%), being negative as much as 43 respondents (52%), and the actions that go on a diet as much as 58 respondents (71%). Conclusion: For the respondent is expected to be more positive about the diet, and can do the diet properly and healthily.   Keywords: Behavior, Young Women, Diet   ABSTRAK Latar Belakang: Diet merupakan usaha yang bertujuan untuk menurunkan berat badan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada masa remaja masalah kecemasan terhadap berat badan timbul lebih banyak terjadi dibandingkan masa kehidupan lainnya. Perubahan fisik yang terjadi khususnya berat badan dan bentuk tubuh meningkatkan risiko seseorang mencemaskan berat badannya. Tujuan:  Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja putri tentang diet di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dan berdesain deskriftif. Populasi penelitian ini sebanyak 444 orang dengan sampel 82 responden dengan metode pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan menggunakan analisa univariat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan teknik penelitian ini dengan data primer. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa remaja putri di SMA Negeri 5 Pekanbaru berpengetahuan rendah sebanyak 42 responden  (51%), bersikap positif sebanyak 43 responden (52%), dan tindakan yang melakukan diet sebanyak 58 responden (71%). Kesimpulan: Bagi responden diharapkan dapat bersikap yang lebih positif mengenai diet, dan dapat melakukan diet dengan benar dan sehat.  Kata kunci      :  Perilaku, Remaja Putri, Diet  

Siti Rochmaedah

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Rasa cemas selama kehamilan khususnya pada periode trimester ketiga disebut dengan sindrom persalinan (childbirth syndrome), sindrom persalinan ini dapat berupa ketakutan akan proses persalinan dan bagaimana keadaan bayi yang akan dilahirkan dan hal ini lebih sering terjadi pada primigravida. Kecemasan yang dialami primigravida dapat dikurangi dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan hidroterapi. Salah satu bentuk hidroterapi yaitu rendam kaki dengan air hangat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu primigravida di Kecamatan Seram Utara Barat. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan desain one grup pretest posttest design. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 15 responden. Alat penelitian menggunakan lembar kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh hidroterapi terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu primigravida di Kecamatan Seram Utara Barat dengan p value 0,001 < 0,05. Kesimpulan: tekhnik hidroterapi (rendam kaki dengan air hangat) dapat mengurangi tingkat kecemasan primigravida dalam menghadapi persalinan di Kecamatan Seram Utara Barat.

Kristian, I Wayan Aryo Rumambi; Sumirta, I Nengah; Suarnata, I Ketut; Muryani, Ni Made Sri

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: The presence of schizophrenia in the family is a very heavy stressor that must be borne by the family. Families who have family members with schizophrenia can increase stress and family anxiety. The purpose of this study was to describe the level of anxiety of families with one of their family members suffering from schizophrenia at Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Method: This research is a quantitative research with descriptive research design with consecutive sampling technique, with a sample of 30 respondents. Results: Most of the families of schizophrenia patients experienced mild anxiety levels of 12 (40.0%) respondents, moderate anxiety as many as 11 (36.7%) respondents, severe anxiety as many as 6 (20.0%) respondents, and panic was experienced by 1 (3.3%) respondents. Conclusion: Most of the families of schizophrenic patients experience mild anxiety, as many as 12 with symptoms often feeling lethargic, muscle twitch, tremor, and often feeling short of breath.Key words: Family; Anxiety; Skizofrenia

Purnami, Ni Wayan; Rahayu, V.M.E Sri Purwadmi; Dira, I Ketut; Daryaswanti, Putu Intan

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Chronic kidney disease is a progressive and irreversible renal function disorder in which the body's ability to fail to maintain the metabolism and balance of fluids and electrolytes causes uremia. One medicine for the treatment of chronic kidney failure is hemodialysis therapy. Ironically, many patients undergoing hemodialysis experience anxiety. This study aims to determine the efforts to overcome the anxiety of chronic kidney failure in patients undergoing hemodialysis in the Hemodialysis Room of Sanglah Hospital, Denpasar. Method: The research design used was a descriptive analysis approach survey. The study sample used was kidney failure patients who experienced chronic hemodialysis anxiety and light using consecutive sampling technique. Data obtained in April 2012 by filling out a questionnaire about efforts to overcome data analysis anxiety in univariate. Results: Of the 40 respondents who underwent hemodialysis, there were 28 people (70%) experiencing moderate anxiety and 12 people (30%) experiencing mild anxiety. And to overcome anxiety is 27 people (67.50%) doing cognitive therapy and 13 people (32.50) doing relaxation techniques. Conclusions: Some efforts made such as cognitive therapy and relaxation techniques can reduce anxiety in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis.Keywords : Chronic Kidney Failur; Hemodialysis; Fear

NLP Arista Candra Dewi; Ni Made Sintha Pratiwi; Ni Luh Seri Astuti

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Anxiety is a feeling of discomfort, a feeling of fear caused by anticipation of danger. The impact of anxiety is bad for mother and fetus, so it needs to do intervention for resolving the anxiety. Pregnant gymnastics is one way to reduce anxiety in pregnant women. The purpose of this study knowing the effect of pregnancy exercise on the level of anxiety in prenatal mothers in the third trimester at the RSIA Cahaya Bunda Gerokgak Tabanan.Method: The desaign used the pre-experimental design of one pretest posttest group, the research subjects were prenatal mothers in the third trimester, with non probability sampling used a purposive sampling method. The research instrument with the HARS questionnaire. Statistical tests used the Wilcoxon Test, with a confidence level of 95% and p <0.05.Results: The results of the pretest were moderate anxiety of 63.3% and severe anxiety 36.7%, after the intervention, the results of the posttest score were mild anxiety (60.0%), no anxiety (36.7%) and moderate anxiety (3.3%). The Wilcoxon analysis test results get a value of ? = 0,000 and the value of ? is smaller than ? (5%) or 0.05, it means there is a significant effect of pregnancy exercise on the level of anxiety in prenatal mothers in the third trimester.Conclusion: There was a decrease in the level of anxiety before the intervention was given and after the intervention was given, so that there was the influence of pregnancy exercise on the anxiety level of prenatal pregnant women in the third trimester.Keywords: Anxiety leve;, Pregnant gymnastic; Prenatal in the third trimester

Ida Rahmawati; Fernalia Fernalia; Ani Safitria

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Surgery is an invasive procedure by making an incision due to certain indications. Patients who will undergo surgery tend to have high anxiety. Purpose: This study aims to determine the effect of music therapy on preoperative patient anxiety at RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Method: The study design used a pre-experimental design with one group pretest post test. The population in this study were all preoperative patients in the Flamboyan room of RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Samples in the study of pre-operative patients who were met during the study were 32 people. the sampling technique uses accidental sampling. Sample criteria include: preoperative patient major surgery. Data collection techniques using primary data in the form of preoperative questionnaires for anxiety measurement. Anxiety questionnaire that HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). The statistical test used is the t-test. Results: The results showed that p = 0,000 <0.05 was significant. There is a significant influence of musik therapy on surgery patient anxiety in Dr. M. Yunus Bengkulu. Conclusion: Musik therapy provides a relaxation response to the body so that it can reduce anxiety levels. It is hoped that nurses can provide modality therapies such as musik therapy to preoperative patients, in order to reduce anxiety that occurs during the operating room.Keywords: Anxiety; Classical musik therapy; Preoperativ

Dewa Ketut Saputra; Ni Made Sri Muryani; I Made Sukarja; Ni Made Wina Krisnayani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Stroke is a major cause of disability in adults, where four million Americans experience neurological deficits due to stroke, two-thirds of these deficits are moderate to severe. This disease has become a worldwide health problem and is increasingly important, with two-thirds of strokes now occurring in developing countries. Stroke sufferers themselves will experience a psychological response, namely anxiety because in addition to being a life threat, patients will feel anxious about their future. The purpose of this study was to determine the description of the level of anxiety in stroke patients in the Belibis Room of Wangaya Hospital Denpasar. Methode: The type of design used is descriptive design. Data collection was carried out by the researchers themselves using a standard questionnaire sheet, the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), with the number of respondents 30 people who were Stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar. Result: The results of this study indicate that the majority of stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar experienced moderate anxiety, namely as many as 17 (56.7%) respondents, mild anxiety as many as 6 (20%) respondents, severe anxiety as many as 6 (20%) respondents, panic 0%, and only 1 (3.3%) respondents who did not experience anxiety. Conclusion: Individuals who experience anxiety are mostly aged over 50 years, female sex, high school education, and have private jobs. It is expected that families can provide motivation and positive encouragement to patients.Keywords: Anxiety Level; Stroke Patients

Ns. Ainnur Rahmanti; Rani Pratiwi

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anxiety is a normal adaptive response to stress due to surgery. Anxiety caused by fear of pain, fear of physical changes and not functioning normally after surgery, one of the ways to overcome it is with relaxation and distraction techniques, namely with religious music therapy. The purpose of this case study was to describe the application of religious music therapy "Demi Masa" to decrease the anxiety level of preoperative patients with regional sub arachnoid anesthesia blocks in hospitals in the surgical room of RSUD K.R. Wongsonegoro Semarang. This study belongs to descriptive using a case study approach. Subjects in this study were appendicitis patients who would undergo surgery with sub-arachonoid block regional anesthesia, willing to be respondents aged 20-40 years, still cooperative, level of anxiety from mild 14 - 20 to moderate 21-27, like religious music, Muslim. Analysis of anxiety level was carried out descriptively and measured based on anxiety scale without rating scale for anxiety. The results of the analysis showed that there was a decrease in the level of anxiety after the intervention. In subject I moderate anxiety (score 25) became low anxiety (score 15) and low subject II anxiety (score 15) became no anxiety (score 9). In conclusion, this study recommends nurses can apply religious music therapy "Demi Masa" to reduce the patient's anxiety level preoperatively.

Ns. Erni Suprapti; Rika Desiana Lydia Sari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Preschoolers are children aged three to six years. Covid - 19 is a pandemic that is shaking the world right now. Due to the Covid - 19 pandemic, children cannot play with friends outside the home. Limited play space for children makes it easy for them to feel bored just to stay at home, causing children to become anxious. The purpose of this case study is to apply storytelling play therapy to reduce anxiety levels in preschool-aged children at home due to the covid-19 pandemic. The method of this case study is descriptive. The result of the case study is a decrease in anxiety score in subject I from 45 to 30 and subject II from 51 to 34. The conclusion of this case study shows that storytelling therapy is effective in reducing the anxiety level of preschool children. Suggestions for this case study are expected that parents can apply storytelling to reduce anxiety levels in children at home due to the Covid-19 pandemic.

Leny Ali; Nur Uyuun I. Biahimo; Rahmawati Ibrahim; Nazli Alamri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Online learning is carried out as a form of health protocol in order to inhibit the spread of the corona virus. The method is descriptive correlation type, cross sectional study approach. The populations were all the students in grades V and VI of SDN 2 Kota Barat, amounting to 66 people. With the Total Sampling technique. The results showed most of the school-age children at SDN 2 Kota Barat had a high category of online learning adaptation and experienced mild anxiety. The relationship between online learning adaptation and anxiety levels in school-age children during the pandemic at SDN 2 Kota Barat. Children who have been able to adapt well have also indirectly succeeded in reducing the anxiety they face during the teaching and learning process. It is recommended for nursing students not only to focus on studies related to health and nursing, but also to examine the world of education which of course is related to health problems