Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 321-331 of 331

Analytics

Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2018 Universitas Stikubank

Sistem deteksi RFID memiliki beberapa kelebihan untuk proses pengambilan data uniknya secaraotomatis atau pengenalannya terkait dengan obyek tertentu, dibandingkan dengan penggunaan sistemlainnya, sehingga kesempatan penelitian saat ini adalah mencoba untuk melakukan penambahan fiturterhadap sebuah penelitian sebelumnya sistem berbasis Arduino dengan menggunakan sensor frekuensiradio, berupa fitur pencacah. Implementasi peneltiian ini dengan menggunakan RFID RC522, yangmerupakan modul siap pakai dan kompatibel dengan Arduino UNO R3.Sistem pencacahan ini dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan masukan dari 2 tipe tag yaitusebuah kartu kosong dan sebuah gantungan kunci. Sistem diharapkan akan mampu memberikan deteksiterhadap ketiga masukan tag tersebut, dan divisualisasikan keluarannya berupa LED.Pada hasil realisasinya, sistem pencacah terhadap perangkat identifikasi frekuensi radio ini dapatdirakit dengan baik dengan beberapa perangkat library dari Arduino, yaitu AddicoreRFID.h, yang akandigunakan sebagai modul pengendali untuk perangkat RFID, dan SPI.h yang digunakan untuk melakukankomunikasi secara serial melalui port USB. Sistem pencacahan identifikasi dibentuk dengan menggunakanfungsi IF …, yang akan menentukan kriteria masukan tag dan memberikan batasan jumlah cacahan, namunhingga penelitian ini masih diperlukan fitur dengan kemampuan maksimal dalam menangani sejumlah datayang lebih besar.Sistem dasar ini telah mampu untuk memberikan hasil pencacahan identifikasi dari kedua tipe tagyaitu masing-masing adalah “BLANK MAN” dan “BLUE KEY”.

Kapti Rahayu Kuswanto, Niko Listiyo, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri. Asam Laktat (BAL) halofil yang mampu menghasilkan enzim proteolitik. Isolat yang diperoleh diidentifikasi awal untuk menentukan genus bakteri, sehingga didapatkan isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai kultur starter pada pembuatan kecap ikan lele.Dalam penelitian ini, kecap ikan lele dibuat dengan kadar garam 10% dan difermentasi selama 3, 5, dan 7 hari, dilakukan analisis total populasi BAL dengan cara ditumbuhkan pada medium deMann Rogosa Sharpe (MRS) yang telah ditambahkan CaCO3 1%, NaCl 7% dan Na Azida. Pengujian isolat BAL penghasil enzim proteolitik, dilakukan dengan cara menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Bakteri asam laktat yang tumbuh pada medium dengan kadar garam 7%, selanjutnya dilakukan skrining sifat penghasil enzim proteolitik, dengan menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Isolat yang diperoleh, dikarakterisasi menggunakan metode standar antara lain: uji morfologi sel, pengecatan Gram, uji katalase, uji produksi gas, uji pertumbuhan pada suhu, dan pH.Isolasi bakteri selama fermentasi kecap ikan lele, diperoleh isolat sebanyak 71 isolat bakteri penghasil asam. Namun berdasarkan uji konfirmasi hanya diperoleh 6 isolat BAL, dari 6 isolat tersebut dipilih 2 isolat BAL. Dengan melihat sifat-sifat karakterisitik fenotip yang muncul, berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, isolat diidentifikasi sebagai genus Pediococcus sp.Kata kunci: BAL halofil proteolitik, isolasi, identifikasi, kecap ikan lele

Prihandono, Agung

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Sistem yang dirancang pada kesempatan penelitian saat ini adalah mencoba untuk menlakukanpengamatan terhadap sebuah sistem berbasis Arduino dengan menggunakan sensor frekuensi radio.Implementasi peneltiian ini dengan menggunakan RFID RC522, yang merupakan modul siap pakai dankompatibel dengan Arduino UNO R3.Sistem dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan masukan dari 3 tipe tag yaitu sebuah kartukosong, sebuah gantungan kunci dan sebuah tag institusi peneliti. Sistem diharapkan akan mampumemberikan deteksi terhadap ketiga masukan tag tersebut, dan divisualisasikan keluarannya berupa LED.Pada kenyataannya sistem deteksi / identifikasi frekuensi radio ini dapat dirakit dengan baik denganbeberapa perangkat library dari Arduino, yaitu AddicoreRFID.h, yang akan digunakan sebagia modulpengendali untuk perangkat RFID, dan SPI.h yang digunakan untuk melakukan komunikasi secara serialmelalui port USB. Identifikasi dibentuk dengan menggunakan fungsi IF … else …., yang akan menentukankriteria masukan tag dan menghasilkan identitas berdasarkan nomor tag tersebut, namun hingga penelitianini diselesaikan masih belum teruji kemampuan maksimal dalam menangani sejumlah data yang lebihbesar.Sistem dasar ini telah mampu untuk memberikan hasil identifikasi dari ketiga tipe tag yaitu masingmasing adalah “UNISBANK MAN”, “BLANK MAN” dan “BLUE KEY”.

Sukur, Muji; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Permasalahan kependudukan sangatlah kompleks, padahal data kependudukan sangat penting untuk kebutuhan informasi yang berkenaan Demografi dan Kesejahteraan Penduduk. Penelitian ini bermaksud melakukan identifikasi, analisis, desain data kependudukan untuk implementasi sistem informasi demografi yang dapat digunakan dasar penghitungan dan pemberian informasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini didasarkan pada banyaknya desa/kelurahan yang masing melakukan pencatatan dan pelaporan kependudukan secara konvensional dan belum memiliki formula yang memudahkan pendataan penduduk untuk menghitung IPM. Untuk menghasilkan sistem yang baik dan memenuhi kebutuhan pengguna (user) maka penelitian ini menggunakan model pengembangan sistem siklus hidup (SDLC). Model analisis sistem menggunakan DFD, desain database menggunakan E-R Diagram. Model ini mempermudah dalam pengembangan dan memudahkan bagi user untuk memahami sistem yang akan dikembangkan. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam melakukan pendataan penduduk, pembentukan informasi demografi dan penghitungan IPM. Sehingga setiap desa atau kelurahan dan kecamatan dapat dengan segera mengetahui informasi perkembangan penduduk (demografi) dan tingkat kesejahteraan penduduk (IPM).   Kata Kunci : sistem informasi, penduduk, demografi, IPM

Sukur, Muji; Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Identifikasi potensi area perkebunan  dilakukan berdasarkan klasifikasi  dengan melakukan skoring berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman perkebunan. Rekomendasi pemilihan wilayah-wilayah di Kabupaten Semarang sesuai dengan kebutuhan dan karakterisik jenis-jenis tanaman perkebunan. Pemodelan  dengan berbantuan  Sistem Informasi Geografi menawarkan satu mekanisme untuk mengintegrasikan banyak skala data yang dikembangkan untuk tujuan penelitian pertanian. Kata kunci : generator model keputusan,potensi wilayah,sistem informasi geografi

Munawaroh, Siti; Sutanto, Felix Andreas

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pada masa sekarang semua orang, baik di Indonesia ataupun diseluruh dunia pasti membutuhkanuang untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, dengan kata lain peran uang sangat penting. Denganuang setiap orang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.Pada waktu seseorang membeli barang atau yang lainnya, yang membutuhkan transaksi uang tunai,kadang-kadang sering terjadi kekeliruan karena hampir samanya warna uang yang akan dibayarkan. Hal initentu akan merugikan orang pada waktu melakukan pembayaran suatu barangKekeliruan juga bisa saja terjadi di mana saja, seperti misalnya  pada waktu terjadi pembayaran tunaiyang menggunakan uang kertas, atau juga transaksi-transaksi lain yang membutuhkan identifikasi uangkertas secara cepat dan akurat, meskipun uang itu dikirim atau diterima pada waktu transaksi masih dalamkeadaaan acak atau tidak dikelompokkan terlebih dahulu.Pada idetifikasi uang kertas ini nanti yang akan dilakukan adalah tahap-tahap pengolahan sepertiperbaikan citra (enhancement), segmentasi dan pencocokan. Dengan adanya identifikasi uang kertas ini,diharapkan komputer dapat mengenali uang kertas, meskipun uang tersebut tidak dikelompok-kelompokkan atau acak.

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Sidik jari manusia ini merupakan bukti materi yang amat penting. Akurasi dalam melakukanidentifikasi bergantung pada reliabilitas ciri yang diambil dari citra sidik jari. Pada penelitian ini untukmenghasilkan ciri-ciri sidik jari digunakan metode pendekatan karakteristik fraktal. Pendekatan fraktaldipilih didasari pada pertimbangan bahwa struktur garis-garis sidik jari bersifat alami dan tidak teratur, danfraktal dikenal sebagai metode yang sangat cocok untuk keadaan alami dan tidak teratur tersebut. Adapuntahapan dalam mengolah data sidik jari  pada penelitian ini adalah akuisisi citra, preprocessing, ekstraksiciri, dan pencocokan. Akuisisi citra adalah tahap yang diawali dengan menangkap / mengambil gambarsidik jari dengan menggunakan scanner. Citra sidik jari yang diolah adalah citra grayscale dengan 256tingkat keabuan dan memiliki dimensi 320 x 320 pixel, dengan kerapatan gambar 300 dpi. Tahapanpreprocessing meliputi beberapa tahapan yaitu: normalisasi orientasi, segmentasi, perbaikan citra(enhancement), ekstraksi bukit dan penipisan. Ekstraksi ciri merupakan proses untuk menghasilkan cirisidik jari, yaitu dengan menggunakan metode fraktal (kode fraktal, dimensi fraktal dan derajatkekosongan). Pencocokan adalah proses untuk identifikasi sidik jari. Sistem pengolahan citra sidik jariyang telah dibuat untuk mendapatkan ekstraksi ciri ini telah dapat menentukan hasil identifikasi sidik jaridengan menghasilkan tiga ciri fraktal yaitu kode fraktal, dimensi fraktal dan derajat kekosongan.

Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi untuk membedakannya berdasarkan dari kartu mahasiswanya. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya saja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sedikit dan dalam waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Sehingga didapat permasalahan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa berteknologi radio frequency sebagai identitas mahasiswa dan dapat digunakan sebagai identifikasi dalam sistem informasi yang terintegrasi? Solusinya dengan merancang dan membangun suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa berteknologi radio frequency. Kartu tersebut sebagai identitas mahasiswa dan juga dapat digunakan sebagai identifikasi melalui media inputan dalam sistem informasi yang terintegrasi dengan menggunakan teknologi radio frequency.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistim informasi spatial (GIS) sekarang sudah mulai digunakan pada berbagai bidang dengan tujuan untuk  memecahkan masalah yang ada. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memanagemen data supaya lebih  efektif dalam mendukung pengambilan keputusan secara optimum. Dalam hal ini, Address-Based Information System (AIS) adalah suatu hal penting bagi pemerintahan / negara untuk menyediakan beberapa layanan yang berharga kepada masyarakat. Sebab system ini dapat menghubungkan antara layer data geospatial yang merupakan  dasar suatu wilayah dengan data geospatial yang dapat secara langsung menunjukkan suatu lokasi objek tertentu. Sehingga, AIS dapat menghemat waktu maupun biaya pada institusi dan pemerintah untuk menentukan dan mencari suatu data alamat yang ada. Hubungan antara peta digital dan database alamat yang saling berhubungan merupakan komponen yang utama dari AIS. Pekerjaan awal yang harus dipersiapkan adalah penomoran alamat dan identifikasi dari sebuah alamat. Penggunaan layer peta seperti bangunan, jalan, dan wilayah daratan serta data-data yang menghubungkan antara layer itu dengan alamat harus ditunjukkan didalam AIS. Address Base Information System sangat penting untuk pencarian keruangan (query) dan analisys keruangan (analysis spatial). Sebab sistem ini adalah berbasis Peta (map-based), dan dapat digunakan secara efektif di segala bidang, seperti menganalisa keadaan darurat, pencarian lokasi tertentu, penentuan pajak hak milik, penentuan jarak terpendek dan lain sebagainya. Dalam penulisan ini, disajikan tentang bagaimana mendisain dan mengimplementasi suatu Address Base Information System (AIS). 

Supriyanto, Aji

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Resiko yang dihadapi oleh kebanyakan pengguna atau pemakai komputer sering kurang mendapatkan perhatian yang utama dalarn perlakuan antisipasi yang mungkin akan terjadi pada komputernya. Padahal perlakuan preventif atau pencegahan ini sangat penting sekali. Para pemakai komputer baru sadar dan baru melakukan perlakuan pengamanan secara represif setelah resiko teriadi dan menimbulkan akibatkan yang sangat merugikan baik pada dirinya secara langsung maupun secara tidak langsung. Para pengguna kurang begitu menyadari dan bahkan kurang peduli terhadap perlakuan system sekuritas terhadap komputernya, hal ini diakibatkan karena pengetahuan yang terbatas dari kebanyakan pemakai komputer. Untuk itu dalam penelitian ini perlu mengambil topik tentang aspek-aspek sekuritas pada system komputer. Hasil penelitian ini dapat melakukan identifikasi masalah sekuritas komputer, yaitu menentukan bagaimana komputer dapat rusak ditinjau dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengaruhnya terhadap pemakai (user), dan bagaimana langkah pencegahan sebelum terjadinya kerusakan, dan menentukan langkah penanggulangannya setelah terjadi kerusakan. Bentuk pengamanan tersebut dapat dilakukan dengan menentukan model tingkat pengamanan seperti melakukan kewaspadaan terhadap pemakai, pengamanan fisik baik fisik komputer maupun lingkungan yang terlibat. Setelah melakukan tindakan pengamanan fisik maka selanjutnya melakukan tindakaan pengamanan fungsi komputer. Ancaman yang sering dirasakan oleh pengguna komputer yang berhubungan langsung dengan keamanan data, aplikasi, dan system operasi adalah Virus komputer. Saat ini untuk proteksi data dari bentuk manipulasi data yang sedang berkembang adalah dengan cara metode enkripsi. Metode ini akan melakukan enkrip atau membual kode sandi tertentu dengan cara menyamarkan data.