Publication Search

65,279 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 3301-3320 of 3,569

Analytics

Nur adila zulf; Siti khodijah

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

The purpose of this research is to find out what are the values contained in the traditional tedak siten (down the ground) traditions in Pematang Duku Timur village, Bengkalis sub- district, this research is a qualitative research that focuses on the values ​​contained in the traditional tedak traditions. siten. The source of this data came from religious leaders, the community and village midwives in the village of Pematang Duku Timur. Data collection techniques used interviews and documentation. data analysis includes data collection, data reduction, data display and conclusion verification. The results of his research are the values ​​contained in the tedak siten tradition in Pematang Duku Timur, Bengkalis sub- district, namely: the value of tolerance, the value, the value of strengthening silaturrahmi ties, the value of endeavor, the value of strengthening family relationships, the value of love for the Prophet, then the value of gratitude.

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Sihab Kurnia Hakim; Ihza Muhammad Ersyaf; Wildan Jovian Wahyu Tyas Saputra; Wahyu Nur Rafita +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Cultivating catfish is an activity that can be made a profession by  some people. As was done by  the East Java "Veteran" UPN KKN-T students, they analyzed catfish farming through the method of distributing questionnaires tocatfish farming business actors in Tanjungsari Village. Theytry to provide things that are more efficient in the context of catfish farming, students from the UPN try to share the knowledge they gain at the university to the village community where they do their service. One of the things that has been done to provide time efficiency for catfish cultivators is to provide an innovation called Budikdamber Autofedeer where this technology can be very helpful in terms of catfish farming. The results of the application of technology by UPN "Veteran" East Java KKN-T students can increase the income of people who are engaged in catfish farming because this technology can produce not only one crop but two yields in two different ways.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Makhdum Rosyidi Al’Alim; Meita Dwi Mukhlishotul Azizah; Andhita Risko Faristiana

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Changes in society will continue for as long as people interact with one another. The phenomenon of urbanization is one form of social change. This is because of geographical, biological, economic, and cultural factors, as well as shifts in social norms, influenced social change. Social change cannot be viewed solely from one perspective because it can result in shifts in numerous social society sectors. This indicates that social change will always occur within society as a whole. Naturally, this social change occurs not only as a result of the individuals who wish to change but also as a result of developments in various fields, particularly technology. Based on theories of social change, the author tries to describe the social changes that take place in society. The type research used is field research while the data collection thecnique is carried out by observation and interview. This research was conducted in Sampung village, Sampung district, Ponorogo Regency to know of the reason why people urbaniz and the impact of urbanization on social and environtmental origin. The result of this study concluded that, 1) the reason how people urbanizm because the economic case, geographical, population compesition, ideology, biological,  and new discoveries, 2) the impact of urbanization can improve the economic case and the spread of technology on the other hand it also results in a redaction in agricultural land and social tempest within the family.

Dyah Ayu Fatmawati; Aufa Izzuddin Baihaqi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Community empowerment programs play an important role in improving community welfare and economic empowerment. One form of this program is the collaboration between LMI and YBM PLN to develop a tempeh chips business in Keniten Village. The purpose of this research is to analyze the results and impact of community empowerment programs. This research was conducted using field research methods or field research. The results of the research show that this community empowerment program has succeeded in providing significant social and economic impacts for the people of Keniten Village. The community experienced an increase in income and economic welfare from the tempeh chips business. As a result, recommendations are made to expand market access, improve technicalities- develop more effective marketing strategies. In conclusion, the collaboration between LMI and YBM PLN in the community empowerment program in Keniten Village has had a positive impact on the development of the tempeh chips business and economic community empowerment.  

Bella Dwi Ari Puspita K; Renata Maulita Wijaya; Anita Eka Pratiwi; Afifah Yusfi Rahmalia; Maylizza Putri Dyansyah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) do not understand the importance of accountability, they have not been able to prepare financial reports based on financial accounting standards for micro, small and medium enterprises (SAK EMKM), and the use of digital technology in preparing financial reports has not been properly utilized by business actors. MSMEs. This community service activity aims to increase the perceptions of MSMEs in Cupak Village, Ngusikan District, Jombang Regency, East Java Province regarding the urgency of financial accountability for the business being carried out along with literacy in implementing SAK EMKM using digital, user-friendly accounting media. The method uses lectures, training and mentoring, the objects of community service activities are MSMEs actors in Cupak Village, Ngusikan District, Jombang Regency, East Java Province. The results achieved from this activity are increased understanding of the importance of business accountability and the implementation of financial records in accordance with SAK EMKM with user friendly digital accounting media. The mentoring fund training program makes MSMEs actors in Cupak Jombang understand the importance of accountability, this mentoring program makes MSMEs actors familiar with digital accounting information systems.

Mohamad Rijal Izzul Haq; Febriyanto Hermawan; Jason Marcelino Nugroho

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Green open space is a combination of several wide and wide spaces, green open space is also a place that is open in rural areas where there are plants, children's playgrounds, gajebo which have benefited people in rural areas directly or indirectly in a rural area. The green open space in the Bulurejo Village area has been managed by youths who form a community called My Lepen in utilizing the open land and then making it a green open space in fulfilling the interests of the people in Bulurejo Village. Green open space is a means of protecting plant ecosystems because nowadays green plants have been replaced by many residential buildings. it is very necessary to protect the ecosystem of green plants because green plants can make the environment beautiful and beautiful and for the convenience of the community.

Anandya Zalva Yunnafisah; Bowo Santoso

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The role of Corporate Social Responsibility (CSR) in improving community welfare is the focus of this research, which is influenced by the relationship between companies and communities that develop along with the development and civilization of society. This study aims to determine the role of Corporate Social Responsibility for community welfare in its implementation. The activity stages were designed for 1 day, preceded by coordination activities. The CSR program in the economic field for the community around PT Petrokimia Gresik is by distributing Ramadan groceries in 8 villages around PT Petrokimia Gresik, namely Kroman Village, Tlogopojok, Roomo, Lumpur, Sukorame, Karangpoh, Karangturi, and Ngipik.

Maspawati Maspawati; Bakri Bakri; Afdal Afdal

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine how big the Influence of Direct Village Fund Cash Assistance (BLT DD) on the Welfare of the People of Parenring Village, Lilirilau District, Soppeng Regency, using survey research, namely only a portion of the population is used as a sample. The population in this study were 71 people, then to determine the sample used the Yamane taro formula and produced a sample of 42 people, the sample used was random sampling (random sample). Data collection techniques using observation, questionnaires and documentation. For data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis techniques and quantitative associative analysis techniques. The results showed that there was a fairly strong influence between BLT DD on community welfare in Parenring Village, Lilirilau District, Soppeng Regency with a correlation value (R) of 0.511. This shows that the percentage contribution of the BLT DD variable to community welfare is 26.1%, while the remainder is 100% - 26.1% = 73.9% which is influenced or explained by other variables.

Syupriadi Mujibu; Eka Patmasari; Andriani Andriani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine how much influence the leadership style of the Tempe village head has on community satisfaction at the Tempoe Village Office, Wajo Regency, using survey research, namely only a portion of the population is used as a sample. The population in this study were 174 people, then the Sloavin formula was used to determine the sample and to produce a sample of 64 people, the sample used was random sampling (simple random sample). Data collection techniques using observation, questionnaires and documentation. For data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis techniques and quantitative associative analysis techniques. The benefits of this research are practical and theoretical benefits, 1. The practical benefits of this research are: As an evaluation of leadership style and employee service satisfaction and as input for employees, 2. The theoretical benefits of this research are: it is hoped that it can be used as material for further study relevant and study material towards developing the concept of organizational climate and employee work ethic. The results showed that there was a positive influence of leadership on community satisfaction in the Tempe Village Office, Wajo Regency.

Mu'tasim Billah; Achmad Rafinsyah; Adira Mawangga Putri; Ayu Oktavianingrum; If’idatur Rosyidah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

KKN MBKM Thematic is a community service activity formed by universities. This activity was carried out by students with the theme of entrepreneurship in Nglebak Village. The aim of this project is to provide wider opportunities for communities to develop their businesses in a more contemporary, efficient and inclusive manner. In addition, this project aims to increase students' knowledge and integrate it into the environment. This is to identify and solve problems faced by the 06 KKN-T MBKM group, such as creating digital marketing through Instagram social media which contains content about furniture products in an attractive appearance so that they are more easily recognized in the eyes of the wider community. To realize the development of the furniture business in this community service activity, group 06 KKN-T MBKM carried it out using detailed and gradual implementation methods starting from surveys, observations, and Focus Group Discussions (FGD). The steps taken to help digital marketing for MSMEs Furniture are starting with creating a business name, creating a product logo, creating an e-commerce account, and creating a social media account.

Putri Maulida; Muryani Muryani; Andhita Risko Faristiana

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. This study discusses the impact of the development of agricultural technology for the community which initially traditionally became more modern in Bukur Village, Jiwan District, Madiun Regency, East Java Province. Advances in agricultural technology have brought significant changes to society. The impacts of the changes can change the lifestyle and work of farmers. This study uses a qualitative method where researchers have the aim of analyzing the impact of agricultural technology on social change in society. Social change in society is not a result or product but a process. This process of change is of course the result of an agreement or joint decision taken by an individual or a community group. The decisions taken are of course in accordance with the wishes or expectations of the group so that social change can be realized. However, the application of technology does not always have a positive impact, sometimes there are negative things with several obstacles. Some of the obstacles encountered in the process of community empowerment using technology, one of which is secondary human needs that arise after their primary needs are met.  

Suharti Suharti; Nabila Putri Falaqiah; Ananda Wiliyan

SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to find out about the perception of street children soap operas on RCTI by the Community in the Koto Baru Village, West Pasaman. The initial problems with television shows, especially the soap opera "Street Children" which is currently so loved by some Indonesian people today, and also people in West Pasaman and its surroundings. it seems that these shows no longer provide positive benefits to society. which often featured scenes of fights between motorbike gangs, then also always presented scenes with arrogant, cunning, and evil characters. This of course can have the effect of changing people's bad behavior as well, due to the habit of watching these shows. By using descriptive research methods to study problems in society, as well as procedures in society and certain situations including relationships, activities, attitudes, views and ongoing processes and the influence of a phenomenon including the street children soap opera. The results of the study found that: in general, street children soap operas are very much liked by Indonesian people, this is because these shows have several important elements that are the center of public attention, namely artists, the characters of the soap opera players and also the big names of RCTI TV stations, as well as broadcast time it's still not late. RCTI's soap operas for street children still don't provide many positive benefits for the development of society, because they still don't highlight elements of education, then they always highlight bad or evil behavior, and also always highlight scenes of fights between motorbike gangs, so that they display more elements of violence in the show. Street children soap operas that focus on elements of entertainment for the community and audience and there are a few religious elements that can be seen in these shows.

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Dhewintha Kusuma Fachrani; Intan Febriana Samodro; Salsabilla Prabawati Hariyono; Zanetta Najlaa Putri Arfi +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

One of the problems that existed at the Rembang Village Office was due to the vacant land which was one of the obstacles, the UPNVJ Thematic Community Service students decided to use hydroponics as a planting medium to be developed because it did not require large areas of land, as well as the tools and materials needed to make hydroponics. easy to get and how to make it easy. Mustard greens are one of the easiest plants to grow using hydroponic growing media, so we decided to plant mustard greens because of its ease of cultivation. Compared to existing planting media, hydroponic growing media has better possibilities. So that the planting medium only needs to be fertilized, watered, and occasionally cleaned. In order for the Rembang Village Office to become an example of hydroponic planting for Rembang Village residents, UPNVJ Thematic KKN students established and planted using hydroponic planting materials to optimize this.

Aminuddin Aminuddin

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

This study aims to determine the strategies for empowering rural communities by developing village-owned enterprises through health services. This research uses descriptive qualitative research. Namely research conducted using a natural setting with the intention of interpreting a phenomenon that occurs and is carried out by involving various existing methods. Data collection techniques used through literature study or review of various sources or literature related to the problem under study. An independent village as part of the ideals of national development is hampered by various problems that arise in its realization. One of the most dominant things, namely in the economic sector and social sector. One effort that can alleviate health problems and empower rural communities is the establishment of a business institution called the Village-Owned Usha Agency (BUMDes). However, in the business activities carried out by BUMDes, various problems have arisen, namely (a) lack of community participation in BUMDes management; (b) the village government does not maximally empower the community to develop.

rahmayanti, sri

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Bulo Village, Panca Rijang District is one of the areas that has started to apply the farmer card policy, the problem that occurs is that there are still farmers who do not have farmer cards in Bulo Village, then there are still people who have farmer cards but are not yet active, so it needs to be activated independently. by farmers, the aim is to find out how the effectiveness of the farmer card program is in Bulo Village. The location of this research will be carried out in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. This study has two variables, the X variable, namely the Effectiveness of the Farmer's Card Program, and the Y variable, namely Community Welfare. Population and sample data analysis techniques that will be carried out using the SPSS program assistance. There are 86 respondents, 7 people who answer very well with a total percentage of 8.13%, respondents who answer well there are 17 people with a total percentage of 19.76%, respondents who answer less well there were 40 people with a total percentage of 46.51%, respondents who answered not well there were 10 people with a total percentage of 11.62%, and respondents who answered very badly there were 12 people with a total percentage of 13.95%. The average percentage obtained based on the table above is 58% in the "Not Good" category. The percentage value of the program effectiveness indicator in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency is 58% in the unfavorable category. The percentage value of the community welfare indicator in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, 64% were in the good category. The influence between program effectiveness and community welfare in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency was 45.2%, categorized as "Influential/Significant".

Ima Nur Rosyida; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

The construction in a country essentially to give the welfare live of society. The current growth in Indonesia has been achieved by one of the batik industrialization sectors. Batik becomes an industrial potential that can be developed as an form of creative economic growth and thus become a village development community empowerment activity. This inscription to know how effectively empowering societies are in rural development, especially in development at Kampoeng Batik Jetis. This study uses qualitative descriptive analysis method. The result indicated that the empowerment of communities taken are as follows 1) Skill, encompass education and training; 2) Market access, accessibility acquire raw materials and other supporting materials in improving the production processes, implicate UMKM exhibition to expand market access, and facilitate intellectual property rights; 3) Capital access, comprise capital facilitate.

Nugrah Gables Manery; Johan Pieter Elia Rumangun; Dita Ayudia Pratiwi; Harly Clifford Jonas Salmon; Armelia Febryanty Waas

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The low level of understanding of the community members in general regarding the provisions regarding fundamental rights attached to community members when involved in legal issues, the purpose of this legal counseling is to provide knowledge and understanding of the law, especially the provisions concerning the rights of community members when involved in legal issues. The method used in this legal counseling is the lecture and discussion method. The result of this legal counseling is to increase legal knowledge and awareness, legal counseling must be carried out periodically with additional material on law enforcement, both preventive and repressive.

Devina Zulia Rahmatin; Dea Naurotul Jannah; Dwi Nur Hidayati; Winnarti Ningsih; Tasya Febriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

The problems faced by MSMEs are usually caused by the lack of breadth of product marketing reach. MSMEs in Karangan Village, Bareng District, also have problems in terms of product marketing. It is based on less attractive marketing. MSME players also lack creativity in marketing development. The purpose of this activity is to increase the knowledge of MSME actors about the importance of digital media for marketing and also build product identity. The methods used in this community service activity are survey and observation, interview, discussion, and application. The results obtained from this community service activity are marketing assistance activities by utilizing digital media and assistance in making attractive logo and product packaging designs, providing knowledge to MSME actors about digital media that can be used in product marketing, and can improve brand identity.

Anis Kumalasari; Niken Eriana Azzahra Fauzi; Fayza Jasmine Oktsferly

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The fishing community in Kedungrejo Village, Muncar District, is close to the consumerist lifestyle. Each of the existing elements creates its own reflection, from skipper fishermen, labor fishermen to factory employees. In short, this research was conducted to describe the lifestyle that is formed in fishing communities, especially in Kedungrejo Village, Muncar District. This study uses a qualitative approach that explains the phenomenon descriptively using observation, interviews, and documentation. The research results obtained in this study indicate that the fishing community in Kedungrejo Village, Muncar District, has a consumptive lifestyle. This shows that the community buys products or luxury goods to maintain prestige in the surrounding environment. Moreover, they buy things based on their desires. The skipper fishing community, which is seen as being in the position of the upper social layer, will try to highlight the identity that is considered to have wealth and power. This study uses the theory of consumerism put forward by Jean Baudrillard which assumes collective individual identity based on commercial interests and not on utility. Just as society represents a need, consumerism makes individual/group behavior believe in the existence of a symbol of power in controlling a certain item.