Publication Search

70,516 articles from 611 journals · 1,760 citations tracked

Showing 3301-3320 of 3,435

Analytics

Dewi, Nurul Puspa; Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Pencucian pakaian dan layanan dry cleaning, yang saat ini dapat dijalankan di rumah atau melalui bisnis yang tersedia, menjadi semakin populer. Hal ini telah menyebabkan persaingan sengit di industri ini. Untuk mengatasi persaingan ini, diperlukan usaha untuk memperkenalkan dan mempromosikan layanan pencucian pakaian dengan menggunakan metode Customer Relationship Management (CRM). Tujuan utamanya adalah menarik lebih banyak pelanggan, menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada, serta efektif mengelola data pelanggan dan keuangan bisnis pencucian pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi yang menggunakan metode CRM untuk meningkatkan interaksi yang positif dan nyaman dengan pelanggan. Dalam pengembangan sistem ini, bahasa pemrograman seperti PHP dan HTML digunakan, dengan penggunaan database PostgreSQL dan framework Laravel. Hasilnya adalah sebuah sistem informasi yang kompatibel dengan penerapan metode CRM, memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mencari informasi tentang layanan pencucian pakaian. Saran dari penelitian ini adalah untuk terus meningkatkan penggunaan metode CRM agar interaksi dengan pelanggan dapat lebih aktif dan efektif.

Sanghati Sanghati; Yantimala Yantimala; Basmalah Harun; Nur Annisa Fitri; Ilyas Pobi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Acute Respiratory Tract Infection is an upper or lower respiratory tract disease that is usually contagious and can cause a wide spectrum of disease ranging from mild to severe and fatal infections, depending on the pathogen causing environmental factors and host factors. Transmission of acute respiratory infections is very dangerous, especially for babies and toddlers. It is necessary to reduce the incidence of transmission of acute respiratory infections as a form of prevention. Proper early recognition to detect symptoms of acute respiratory infections can be a way to prevent delays in treating the disease and prevent possible transmission. The method used is to provide counseling and training related to early detection of acute respiratory tract infections. After providing counseling to better understand the disease, one of the early detection methods chosen after recognizing the symptoms experienced is by counting the respiratory frequency. The results of implementing this community service include increasing knowledge to recognize and detect acute respiratory infections so that they can be treated immediately and appropriately.

Ahmad Zakiudin; Fitriyani Setiyaningsih

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

The puerperal period is also called the post partum or puerperium period, which is the time between the birth of the baby and the placenta leaving the uterus until the return of the reproductive organs to a normal state as before childbirth. The puerperium lasts six weeks. The purpose of this study was to determine the effect of oxytocin massage on breastfeeding in post partum mothers in the post maternal partum (PMP) room at Bumiayu Health Center, Brebes Regency 2021. The research method used is pre-experiment (experimental activity that aims to determine an effect that arises as a result of certain treatments) using one-group pretest-post test design, namely an experimental design that uses one group of subjects and takes measurements before and after treatment. on the subject. This design is to determine the effects before and after treatment. The analysis in this study used the t-test. From the results of statistical testing using the T-test, the significance value was 0.000 (p <0.05). So it can be concluded statistically Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that it can be concluded that there is an effect of oxytocin massage therapy on breastfeeding in post partum mothers at Bumiayu Health Center. In connection with the results of this study, it is hoped that post partum mothers with the help of their husbands or families at home can inform the surrounding community so that they can increase their knowledge and insight to apply oxytocin massage as a solution to overcome the problem of unsanitary breastfeeding.  

Adhe Lisna Gayuh Sasiwi; Nelawati Radjamuda

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Salah satu penyebab kematian ibu antara lain masih rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, rendahnya akses terhadap pelayanan kontrasepsi dan banyaknya pasangan usia subur (PUS) tidak mendapat pelayanan kontrasepsi, pada hal itu beresiko meningkatkan jumlah kematian ibu karena aborsi yang tidak aman (Budijanto, 2013).      Berdasarkan data wilayah kerja puskesmas Kombos pada tahun 2017 diketahui bahwa Jumlah peserta KB aktif berjumlah 3.711 (68,6%) dari total 5.408 Pasangan Usia Subur (PUS). Ini berarti masih ada 1.697 (31,4 %) PUS yang bukan merupakan peserta KB aktif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan masih tingginya PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos tahun 2017.       Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado pada  bulan Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah mono variable yaitu Faktor PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. Populasi dalam hal ini adalah semua PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 1697 peserta. Sampel dalam hal ini adalah sebagian PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 94 peserta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data ada penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekwensi. Faktor penyebab Pasangan Usia Subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado menunjukkan 19,1% ingin punya anak, 16,4 % takut efek samping, 15,3% tidak nyaman, 14,5% fertilitas (ingin banyak anak0, 14,5% tidak ingin, 9,2% masalah akses alat KB, 6,5% masalah kepercayaan/agama..    

Kristine Dareda; Berthalina H. Korah

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Berdasarkan data sekunder, penyakit hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Survey awal yang dilakukan di Puskesmas Wori bulan oktober ada 27 kasus hipertensi dan meningkat pada bulan November sebanyak 115 kasus hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan perilaku keluarga dalam program gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dengan penyakit hipertensi di Puskesmas Wori. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik bersifat Cros Sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi, selanjutnya diolah menggunakan SPSS dengan uji statistic Continuity Correction. Hasil dalam penelitian didapatkan nilai ρ = 0,001 dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05 artinya terdapat hubungan antara perilaku dalam pelaksanaan program germas dengan kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas Wori. Kesimpulan yaitu Sebagian besar lansia di Puskesmas Wori memiliki perilaku dalam pelaksanaan GERMAS yang kurang baik. Sebagian besar lansia di Puskesmas Wori memiliki penyakit hipertensi. Disarankan agar program Germas dapat ditingkatkan di Puskesmas Wori.    

Herbi Kriswanto; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas tentang pentingnya penggunaan media audio visual dalam menciptakan semangat belajar anak sekami. Penulis melihat bahwa banyak anak sekami  yang tidak bersemangat dalam mengikuti kegiatan sekami karena mereka merasa bosan dan tidak tertarik dengan apa yang dilihat, didengar, dan dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Teristimewa anak-anak  sekami  yang  berada  di  stasi-stasi  yang  terpencil  atau  jarang  ada kegiatan SEKAMI. Hal ini terlihat dari jumlah keaktifan anak sekami yang kurang aktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi pustaka yang menelaah tentang teori-teori media, teori audio visual, teori semangat belajar dan SEKAMI. Penelitian ini juga memberikan usulan program yang dapat digunakan oleh para Pembina sekami dalam pembinaan menggunkan media audio visual. Media merupakan alat bantu yang dapat digunakan seorang Pembina SEKAMI untuk menyampaikan materi pembinaan untuk anak SEKAMI. Media yang efektif dalam pembinaan iman ialah media audio visual. Media audio visual merupakan media yang memadukan unsur gambar dan suara. Penggunaan media audio visual dalam kegiatan SEKAMI dapat membantu anak SEKAMI untuk lebih mengenal peristiwa-peristiwa masa lampau dan dapat meningkatkan semangat belajar anak SEKAMI

Leonarda Berkasa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mendeskripsikan pelaksanaan pastoral kunjungan keluarga sebagai upaya pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik. Melalui studi ini, diharapkan model pastoral kunjungan keluarga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan iman umat serta dapat membantu umat dalam mengatasi masalah hidup. Berdasarkan pengamatan penulis, keluarga Katolik mengalami sikap tanggungjawab yang semakin memudar terhadap nilai-nilai hidup kolektif dan kepentingan bersama. Individualisme juga telah membentuk pribadi mereka menjadi semakin tertutup bagi kepentingan sesama, serta semakin minimnya sikap solider. Disamping itu, keluarga Katolik juga menghadapi banyak tantangan berkenaan   dengan   kemajuan   teknologi   dan   arus   globalisasi   yang   telah melunturkan nilai-nilai luhur tradisional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan informasi melalui buku-buku, ensiklopedia, jurnal, artikel, dokumen, serta penelitian-penelitian yang relevan dengan judul ini. Hasil  dari  penelitian  ini,  disimpulkan  bahwa  perlunya     pastoral  kunjungan keluarga untuk pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik dewasa ini. Melalui pastoral   kunjungan   keluarga   ini,   keluarga-keluarga   Katolik   disapa   dan diperhatikan oleh Gereja. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat merasakan kasih dan perhatian Allah melalui orang yang mengujungi mereka, sehingga iman mereka semakin diteguhkan.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Theresia Leda Mama; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis media audio visual yang dapat  memengaruhi  motivasi  belajar  peserta  didik  serta  manfaat  media  audio visual dalam pembelajaran. Hal ini didasarkan pada kurangnya motivasi belajar peserta didik  dalam  mengikuti  pembelajaran  yang ditandai  dengan  kurangnya perhatian atau konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan studi  pustaka  dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkaitan  dengan media audio visual dan motivasi belajar, serta mengumpulkan beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Untuk meningkatkan motivasi motivasi belajar peserta didik dapat dilakukan  dengan  penggunaan  media  belajar  dalam  pembelajaran.  Salah  satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran ialah media audio visual. Media audio visual merupakan media yang dapat menarik perhatian peserta didik sehingga dapat mengikuti  pembelajaran  dengan  baik,  dengan  minat  tersebut peserta didik dapat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Media audio visual yang digunakan dalam pembelajaran agama Katolik dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk terus belajar, serta dengan menggunakan media audio visual dalam pelajaran agama Katolik dapat membantu peserta didik untuk mengenal nilai-nilai rohani Katolik dan dapat membantu peserta didik untuk lebih menghayati serta dapat bertindak sesuai dengan nilai tersebut, selain itu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Zumrotus Sa'diyah; Farida Isroani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) upaya pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat; (2) kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan petugas Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat dan observasi. Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa ringkasan. Diantaranya: (1) upaya pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, menyediakan sarana dan prasarana, memperbarui koleksi buku secara berkala, memberikan layanan khusus untuk anak, desain ruangan yang nyaman, kerjasama dengan sekolah, menambah pustakawan yang bekerja di bidang pelayanan anak; (2) Kendala yang dihadapi pustakawan untuk meningkatkan minat baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat adalah, meja dan kursi terbatas, tempat bermain anak belum tersedia, kurangnya minat baca anak, ruang kegiatan anak kurang memadai, warna cat kamar kurang menarik, kurangnya petugas perpustakaan pada pelayanan anak.

Julian Andriani Putri

Jurnal Visi Manajemen 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan di Pusat Kuliner Pasar Semawis Semarang yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk, Harga dan Media Sosial Instagram Terhadap Keputusan Generasi Millenial Dalam Pembelian Produk Kuliner Tradisional di Pasar Semawis Semarang. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 80 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengelola, pemilik stand, dan pengunjung Pasar Semawis mengenai produk kuliner tradisional. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas serta uji persyaratan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produk, harga dan media sosial instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan generasi millennial dalam pembelian produk tradisional di Pasar Semawis Semarang.

Hartoyo Soehari

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang kemampuan sektor kepariwisataan sebagai unggulan penghasil devisa dan untuk  menjelaskan  beberapa tantangan yang kurang mendukung terhadap upaya pembangunannya. Studi menggunakan metode kualitatif. Teknik yang diterapkan adalah analisa dokumen bidang kepariwisataan, meliputi dokumen laporan hasil pembangunan kepariwisataan, buku pustaka, dan sumber data elektronik. Hasil studi mengungkapkan, bahwa pembangunan sektor kepariwisataan telah menunjukkan hasil yang baik sebagai penghasil devisa yang tinggi mengimbangi minyak. Di sisi lain, upaya pembangunan bidang kepariwisataan masih menemui banyak tantangan yang perlu disikapi Pemerintah, untuk meningkatkan  peran sektor kepariwisataan dalam andil memajukan Indonesia.  

Giena, Vike Pebri; Pawiliyah, Pawiliyah; Efrianto, Erwin

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Population. To realize healthy and quality elderly, health promotion must be carried out as early as possible, one of them through the formation and development of elderly posyandu groups. Purpose: This study aims to study the relationship of family support and the role of health volunteer with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, Karang Tinggi District, Bengkulu Tengah Regency. Methods: This research uses analytic survey design with cross sectional approach. The population in the study were all elderly people who participated in the Posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center as many as 53 people. Sampling in this study using a total sampling technique. Data collection in this study uses primary and secondary data. Data analysis was performed univariately and bivariately. Results: The results obtained: (1) There is a relationship of family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a moderate relationship category; (2) There is a relationship between the role of health volunteer and the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, with the category of moderate relationship; (3) There is a relationship between the role of health volunteer and family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a very close relationship category. Conclusion: The role of health volunteer and family support are factors related to the utilization of posyandu for the elderly. With the support from their families, the elderly tend to be more active in participating in posyandu activities for the elderly. Latar Belakang: Indonesia termasuk negara yang akan masuk ke penduduk struktur tua dengan persentase penduduk lansia mencapai 7,6% dari total penduduk. Untuk mewujudkan lansia sehat dan berkualitas, harus dilakukan pembinaan kesehatan sedini mungkin salah satu melalui pembentukan dan pembinaan kelompok posyandu lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dukungan keluarga dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding Kecamatan Karang Tinggi  Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain  survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia di wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Karangnanding sebanyak 53 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sedang;  Ada hubungan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding, dengan kategori hubungan sedang; Ada hubungan kategori peran kader sedang dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sangat erat. Simpulan: Peran Kader dan Dukungan keluarga adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dengan dukungan dari keluarga para lansia cenderung lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia.

Artawan, I Kadek; N.M.P Rahayu

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Diabetes Mellitus is a significant cause of morbidity and mortality today. The risk of death on diabetes mellitus patients due to its complication is steadily increasing. A low level of knowledge about diabetes mellitus complications influences the behavior and prevention of further complications. A routine blood glucose control is an important prevention of diabetes mellitus complication, especially on patients with insulin therapy. Purpose:This descriptive study aimed to describe the knowledge about signs and symptoms of hypoglycemia among diabetes mellitus patients in the Public Health Centre of I East Denpasar. Methods: This was a descriptive study conducted in the Public Health Centre of I East Denpasar. There were 72 diabetes mellitus patients chosen by the purposive sampling technique that participated in this study. The Knowledge Attitude Practice (KAP) questionnaire employed to collect the participant's knowledge about hypoglycemia. Results: Statistical analysis showed that 69.4%, 25%, and 5.5% of participants were having a moderate, good, and poor level of knowledge, respectively. Conclusion: The majority of diabetes mellitus patients in the Public Health Center of I East Center Denpasar was having a moderate level of knowledge about the signs and symptoms of hypoglycemia (64.9%). ABSTRAK Latar Belakang :. Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan kecacatan dan kematian. Peningkatan angka kematian pada diabetes mellitus disebabkan pasien mengalami komplikasi karena pengetahuan pasien tentang Penyakit DM berdampak pada perilaku dan pola pencegahan komplikasi lanjutan, salah satu upaya penanganan yang dilakukan pasien DM adalah dengan pengendalian kadar glukosa darah secara rutin dan komplikasi Diabetes Mellitus yang menjalani terapi obat khususnya terapi insulin. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Pasien DM Tentang Tanda dan Gejala Hipoglikemi di Puskesmas I Denpasar Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif. Tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas 1 Denpasar Timur. Cara pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 72 orang dan cara pengumpulan data dengan pengisian kuesioner KAP (Knowledge Attitude Practice). Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar (69.4%), Baik (25%), Kurang (5.5%). Simpulan : Berdasarkan hasil dari gambaran pengetahuan pasien DM tentang tanda dan gejala hipoglikemi Puskesmas 1 Denpasar Timur memiliki tingkat pengetahuan Cukup sebesar (69.4%)

Andriani, Andriani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Menarche in young women can cause anxiety. Many teenagers view menarche as a frightening thing, because menarche will cause discomfort, pain, dizziness and so on, Psychological symptoms to reject the physiological process. Anxiety is an excessive emotional reactivity, a dull depression, or a sensitive context, an emotional response. Purpose: The objective of the study was to understand the relationship of attitude knowledge and family support with the level of anxiety of adolescent girls. Methods: This research is quantitative type with anlitik design with coss sectional approach. The study was conducted in February - April 2018. The sample in this study was female teenager amounting to 25 people. The sampling technique used is simple random sampling. The study was conducted using primary data obtained from the questionnaire, and univariate and bivariate analysis using chi-square statistical test. Results: From the result of research analysis of knowledge relationship with anxiety level got 15 respondents who have high knowledge of 8 people (53,3%) with high level of anxiety and 7 people (46,70%) with low level of anxiety. 13 respondents were positive attitude 6 people (46,2%) with high level of anxiety and 7 people (53,8%) with low level of anxiety. of 14 respondents who received family support and 7 people (46.2%) with high anxiety level and 7 people (53.8%) with low anxiety level. Conclusion: Based on the results of the study found no relationship of knowledge with anxiety level with p value 0.742> ? 0.05, Based on the results of the study found no relation attitude with anxiety level with p value 0,529> ? 0.05, Based on the results obtained did not there is a relationship of family support with anxiety level with p value 0,495> ? 0,05. Latar Belakang: Menarche yaitu haid pertama kali pada remaja putri dapat menimbulkan kecemasan. Banyak remaja memandang menarche adalah hal yang menakutkan, karena menarche akan menimbulkan ketidaknyamanan, sakit, pusing dan sebagainya, Gejala psikologis untuk menolak proses fisiologis tersebut. Kecemasan  merupakan  reaktivitas  emosional  berlebihan, depresi  yang  tumpul,  atau  konteks  sensitif,  respon  emosional. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetuhui hubungan pengetahuan sikap dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja putri. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – April 2018. sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 25 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple Random sampling. Penelitian dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, dan analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Dari hasil analisis penelitian hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan didapatkan  15 responden yang berpengetahuan tinggi 8 orang (53,3%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (46,70%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. 13 responden yang sikap positif 6 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. dari 14 responden yang mendapat dukungan keluarga dan 7 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,742 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan sikap dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,529 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,495 > ? 0,05.

Sugianto, Made Agus

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: The Central Government and Local Governments including Badung Regency are facing the burden of communicable and non-communicable diseases which has not ended until now. Purpose: to find out the most priority diseases to be prevented and controlled in Badung Regency. Methods: This is a descriptive-analytic study using secondary data from monthly reports of outpatient visits and inpatients at the health center and the Mangusada Regional Hospital during 2014 - 2018. Besides, interviews were also conducted with respondents with a health education background. Results: The scoring results show Hypertension as the first ranked disease to be treated in Badung Regency with a score of 63.8. This disease is classified as a non-communicable disease group. The disease that is ranked second is HIV / AIDS which is an infectious disease with a score of 58.9, and the third rank is occupied by Diabetes Mellitus, which is also a non-communicable disease with a score of 58.7. Conclusion: Based on the results of the interview, hypertension is the most priority disease to be tackled in Badung Regency in 2019. The second and third priority diseases are respectively occupied by HIV / AIDS and Diabetes Mellitus. Latar belakang: Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah termasuk Kabupaten Badung menghadapi beban penyakit menular dan penyakit tidak menular yang tidak kunjung usai sampai dengan saat ini. Tujuan: untuk mengetahui penyakit yang paling prioritas untuk dicegah dan dikendalikan di Kabupaten Badung. Metode: adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan data sekunder laporan bulanan kunjungan pasien jalan dan pasien rawat inap di puskesmas serta RS Daerah Mangusada sepanjang tahun 2014 – 2018. Selain itu, juga dilakukan wawancara kepada responden dengan latar belakang pendidikan kesehatan.  Hasil: Hasil scoring menunjukan Hipertensi sebagai penyakit ranking pertama untuk ditangani di Kabupaten Badung dengan nilai score 63,8. Penyakit ini tergolong dalam kelompok penyakit tidak menular. Penyakit yang menduduki ranking kedua adalah HIV/AIDS yang merupakan penyakit menular dengan nilai score 58,9, dan ranking ketiga diduduki oleh penyakit Diabetes Melitus yang juga penyakit tidak menular dengan nilai score 58,7. Simpulan: Hipertensi merupakan penyakit yang paling prioritas untuk ditanggulangi di Kabupaten Badung pada tahun 2019. Penyakit kedua dan ketiga yang menjadi prioritas masing-masing ditempati oleh penyakit HIV/AIDS dan Diabetes Melitus.

Maria Sihombing; Brigita Pesik

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Keperibadian sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk seorang guru yang memiliki tanggung jawab dengan keperibadian tersebut dapat memberikan hal yang positif dalam kehidupan siswa. Titus 2:7 memberikan gambaran yang cukup jelas bagaimana seorang guru dapat bertanggung jawab dalam pekerjaannya sebagai pendidik dan pada akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survel, yaitu penelitian yang digunakan pada populasi skala besar maupun kecil. Hasil penelitian kepribadian guru pendidikan agama Kristen dengan prestasi belajar siswa berdasarkan Titus 2:7 dipengaruhi dan bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keperibadian guru berdasarkan Titus 2:7 dengan prestasi belajar siswa di pusat pengembangan anak 10 432 Merpati, dan berdasarkan hermenutik yang Titus 2:7 diketahui bahwa seorang guru harus bersungguh-sungguh dan berperan aktif dalam menjadikan dirinya contoh dan teladan bagi siswa, jujur dalam perkataan dan berintegritas dan dilakukan secara terhormat dan konsisten serta berkesinambungan

Delladari Mayefis; Suci Fitriani Sammulia; Aprilya Sri Racmayanti; Sri Hainil; Anjeli Firanka +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

The aging process in the elderly causes a decrease in glucose tolerance and basal metabolism, which affects blood sugar control. The activities and conditions of older adults influence their nutritional needs, which impact total calorie intake. Types of blood glucose level checks, including fasting, post-prandial, and others, are used to monitor elderly health conditions related to diabetes. Seniors are also susceptible to hypertension, which can cause serious complications such as stroke and heart disease. WHO notes the high prevalence of hypertension worldwide, emphasizing the importance of early detection and appropriate management to prevent adverse impacts on public health

Diana Dayaningsih; Diyan Pratama Sari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2021 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Diabetes mellitus type 2 is most often occurring and cause acute vascular diseases of vascular perifer and the loss of perifer blood circulation. One management of peripheral blood circulation in people with diabetes mellitus is to use diabetic feet spa therapy. The purpose of this case study is to describe the application of diabetic feet spa to peripheral blood circulation after and before therapy of diabetic feet spa. The type of the study belongs descriptive with a case study approach. The subjects of this study were two patients with type 2 diabetes mellitus, experienced mild peripheral blood circulation disorders who did not have ulcer wounds, and had the will and willing to follow a diabetic feet spa. Analysis of peripheral blood circulation was carried out descriptively and measured by the Ankle Brachial Index (ABI). The results of the case study showed that there was an increase in peripheral blood circulation subjects in both subjects, in subject I  from 0.83 (mild) to 0.92 (normal) and in subject II from 0.88 (mild) to 0.95 (normal) after being done therapy for diabetic feet spa. It is suggested to Puskesmas officers need to treat spa diabetics as one of the peripheral blood circulation management in patients with type 2 diabetes mellitus.

Siti Rochmaedah; Mira Waas; Yofa de Kock

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2021 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Diastasis rectus abdominis (DRA) merupakan kondisi dimana terjadi peregangan otot abdomen oleh karena proses kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya untuk mengembalikan keadaan normal dan meningkatkan kekuatan otot abdomen ibu serta mencegah terjadinya DRA pada ibu post partum yaitu dengan senam nifas. Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh senam nifas terhadap kejadian diastasis rectus abdominis. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu postpartum dan besar sampel yaitu 20 responden. Hasil: Diastasis rectus abdominis sebelum dilakukan senam nifas berkisar antara 4.30-5.75 cm sedangkan sesudah dilakukan senam nifas berkisar antara 4.15-5.50 cm. Hasil uji statistic menggunakan paired t-test diketahui ? value 0.001 dimana kurang dari ? 0.05, dimana terdapat perbedaan kejadian Diastasis rectus abdominis pada ibu sebelum dan sesudah dilakukan senam nifas.. Kesimpulan secara statistik terdapat pengaruh senam nifas terhadap kejadian Diastasis rectus abdominis pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Namrole.