SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 2881-2900 of 2,913

Analytics

Kusumaningtyas, Natasya; Januarista, Silfira Catur; Ferdiansyah, Nazha Alyandra; Yudi Utomo, Asep Purwo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pengkajian ini merupakan kegiatan meneliti cerpen yang berfokus pada bidang sintaksis yaitu mengenai klausa. Cerpen yang dianalisis adalah yaitu berjudul “Mata yang Enak Dipandang” Karya Ahmad Tohari yang sudah tersebar di sejumlah media cetak antara tahun 1983 dan 1997. Latar belakang dari penelitian ini adanya keberagaman dalam penggunaan klausa pada cerpen tersebut. Sebuah penelitian pasti mempunyai tujuan, tujuan dari penelitian ini yaitu mengklasifikasikan klausa pada cerpen berdasarkan tiga jenis klausa yaitu klausa verba, klausa nomina dan klausa adjektiva. Metode yang digunakan dalam menganalisis klausa adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu salah satu metode dalam penelitian yang disajikan dengan memberikan deskripsi dan analisis mengenai bahan yang di kaji, jurnal menjadi acuan utama dalam penelitian ini walaupun di dukung dengan beberapa referensi lain. Hasil dari penelitian berupa analisis klausa pada cerpen “Mata Yang Enak Dipandang” berdasarkan fungsi, kategori dan peran dalam cerpen tersebut. Klausa yang dianalisis yaitu klausa verba, klausa nomina dan klausa adjektiva. Dengan adanya analisis ini, diharapkan para pembaca lebih memahami mengenai klausa dan analisisnya, serta bermanfaat dalam memberikan ilmu pada bidang sintaksis mengenai klausa.

Yumni, Nabila Zata; Chaerunnissa; Hadana, Imtiyaza Nihlah; Arimbi, Saiska Dwi; Utomo, Asep Purwo Yudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian kalimat majemuk. Kalimat majemuk merupakan kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan suatu kata penghubung. Kalimat majemuk yang memiliki beberapa jenis tentu saja akan memperluas analisis pada penelitian ini. Jenis-jenis tersebut, yaitu majemuk setara, majemuk bertingkat, majemuk rapatan, majemuk perluasan dan majemuk campuran. Tujuan penelitian ini untuk memperluas tingkat intelektual pembaca dan penulis pada jenis kalimat majemuk yang terdapat pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi” karya Naning Pranoto. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yang termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena berusaha menjabarkan berdasarkan fakta yang ada sehingga menghasilkan paparan seperti apa adanya. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) kalimat majemuk setara lebih sering ditemukan, (2) kalimat majemuk yang ditemukan pada novelet tersebut lebih cenderung ditemui kalimat majemuk dua klausa. Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan pembaca mengenai kalimat majemuk dan pengklasifikasian kalimat majemuk pada novelet Wayang Tembang Cinta Para Dewi yang difokuskan pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi”.

Mericha Astri Hastuti; Tommi Yuniawan

Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra 2022 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Girilayu Village, Matesih District, Karanganyar Regency is one of the villages for hand-drawn batik craftsmen who still adhere to the heritage tradition. Girilayu written batik is rich in culture, which then contributes to the language treasury. The objectives of this study are (1) to describe the form of the lingual unit of Girilayu written batik in Karanganyar Regency; (2) identify the lexical meaning and cultural meaning in Girilayu batik in Karanganyar Regency. The theoretical approach used is ethnolinguistic studies and methodologically uses qualitative descriptive. Data collection uses listen and speak method. The data were analyzed using the agih method and the matching method. The results of data analysis are presented with formal and informal methods. From the results of this study, it was found that there were 68 findings of lingual units which were classified into 2 forms, namely word forms and phrase forms. The lingual units found in the form of words amounted to 34 data which were then divided into two forms, namely monomorphemic with 22 data and polymorphemic with 12 data. The form of phrases found a number of 33 lingual units.  

M Irvan Maulana S; Penulis Rovi Muhajjili; Hilmi Ilham S

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterpaduan antara unsur intrinsik cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” karya Badrul Munir dengan menggunakan metode analisis struktural yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, (2) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen, (a). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, (b). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (c). Nilai Sosial yang Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Alam, (d). Nilai Moral Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Diri. Cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” diteliti melalui langkah-langkah pengumpulan data; (1) membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” secara intensif, (2) menganalisis keterpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan mendeskripsikannya, kemudian (3) menganalisis unsur sosial yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita pendek dan mendeskripsikannya. Setelah melalui proses penelitian analisis struktural dan nilai-nilai sosial, berikut menunjukkan upaya Badrul Munir untuk mengkolaborasikan nilai-nilai intrinsik, ekstrinsik dan sosial dalam cerpen dengan baik dan bijak, yang menjadikan pesan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen dapat tersampaikan kepada seseorang yang membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun”.  

M. Zaki Alfriandi; Fitria Dwi Astuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol romantisisme pada salah satu puisi karya Heri Isnaini yang berjudul “Aku Membawa Angin”. Konsep romantisisme ini dilatarbelakangi oleh salah satu tokoh romantik dari Belanda yaitu Williem Kloos sebagai aliran filosofi atau konsep kesenian yang mengunggulkan perasaan, intuisi, dan imajinasi yang cenderung pada fenomena dan reaksi alam. Sumber data dalam penelitian ini adalah pada buku “Montase Sepilihan Sajak”. Dalam metodologi penelitiannya menggunakan metode deskriptif analisis dan bersifat kualitatif. Adapun prosedur langkah-langkah yang digunakan untuk pengumpulan data (1) membaca puisi tersebut, (2) mengidentifikasi nilai romantisme dalam puisi, (3) mencatat dan mendeskripsikan nilai romantisme puisi berdasarkan interpretasi dengan pendekatan semiotik yang digagas oleh Charles Sanders Peirce dan terakhir (4) menyusun hasil analisis. Hasil analisis puisi secara tekstual, simbol diksi angin dapat diartikan sebagai media pengirim pesan/perasaan yang diciptakan oleh Tuhan untuk membawa jiwa atau ingatan orang yang sedang kita pikirkan. Jika dikorelaskan dengan salah satu ciri romantisisme berkaitan dengan prinsip kembali ke alam sebagai ekspresi untuk mengemukakan perasaan romantik melalui lanskap imajinasi yang mengerucut pada reaksi-reaksi alam.  

Anggi Febrianti; Silva Caesarani Destiana; Moch Ichsan Nugraha

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini mendeskripsikan tentang majas dan citraan dalam puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stalistika, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik pustaka ini merupakan teknik cara memahami isi dari puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini, mencatat berbagai kata, frasa, dan kalimat yang mengandung majas dan juga citraan kedalam bentuk tulis lalu membaca puisi tersebut dengan teliti dan dipilih bagian puisi yang relevan untuk data yang akan dikaji. Sumber data berasal dari buku kumpulan puisi Montase Sepilihan Sajak karya Heri Isnaini. Pengolahan data dilakukan dengan mencari majas dan citraan yang terdapat dalam puisi puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari segi bahasanya, puisi ini memiliki kata-kata yang menggunakan makna denotasi dan makna konotasi dalam setiap lariknya. Selain itu, didalam puisi ini juga terdapat majas personifikasi. Citraan yang terdapat dalam puisi ini yaitu citraan visual(mata), citraan gerak, citraan meraba, citraan perasaan dan citraan pendengaran.

Nabillah Vebiyani; Elsa Novianti; Neng Tuti Novianty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas kajian stalistika dan pesan moral pada puisi “Sajak Putih” karya Sapardi Djoko Damono. Fokus pembahasan artikel ini memiliki ciri khas tersendiri yang diuraikan dalam diksi, citraan, majas dan pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Sajak Putih”, yang terbit perdana pada tahun 1967. Data yang diteliti di dalam puisi ini berupa kata, kalimat, dan wacana yang nantinya akan diteliti dari baris per baris, guna untuk mengetahui penggunaan diksi, citraan, majas dan pesan moral. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa puisi Sapardi Djoko Damono menggunakan diksi yang sederhana yang mudah dipahami dan komunikatif, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam dan tidak menghilangkan nilai – nilai estetika pada puisi tersebut. Penggunaan citraan membangkitkan imajinasi pembaca melalui ungkapan yang tidak langsung. Pesan yang disampaikan pada puisi tersebut berkaitan dengan hubungan pelajaran kehidupan manusia dan lingkungannya.

Wiendy RerefDianty; Dea Puspitasari; Astry Meirantic

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang kajian makna yang terkandung dalam puisi yang berjudul “ilusi” karya heri isnaini. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung disetiap kata pada puisi “ilusi”. Penelitian ini, merupakan penelitian deskriptif dengan metode analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan kajian makna yang terkandung dalam puisi “ilusi”. Metode analisis isi, yaitu dengan menggunakan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika digunakan untuk mengetahui bagaimana makna yang terkandung didalam puisi “ilusi” tersebut. Pendekatan semiotika merupakan pendekatan yang berhubungan dengan lapangan tanda yaitu pengertian suatu tanda. Dalam pengertian tanda ada dua yang difokuskan yaitu bentuk tanda biasa disebut dengan penanda, dengan prangko penandanya atau yang ditandai berdasarkan pemaparan terdahulu. Teknik pengumpilam data yang digunakan adalah teknik baca catat dan teknik analisis data. Setelah dilakukan analisis data diperoleh  Kesatu kumpulan puisi “ilusi” secara umum memuat Hasil penelitian semiotika pada puisi “Ilusi” dapat dilihat puisi tersebut menyatakan bahwa mata diibaratkan dengan ilusi diibaratkan dengan benda mati yang hidup. Makna yang terkandung dalam larik-larik tersebut didefinisikan sebagai yang kita lihat tidak sepenuhnya pasti, dalam tanah yang terlihat kosong saja mungkin terdapat suatu hal yang tidak kita tahu. Dan sepi tidak sama dengan kosong karena sepi adalah perasaan tersendiri yang muncul dalam jiwa seseorang, sedangkan kosong, ia adalah ilusi itu sendiri, tidak ada apa-apa, hanya ada udara yang jika bergerak kencang bisa berubah menjadi angin. Dari puisi “ilusi” dapat disimpulkan bahwa yang kita lihat belum tentu pasti.  

Yuni Asri Raharto; Siti Jenab Humayyah; Dini Alviani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas mengenai nilai yang  terdapat pada beberapa puisi dari buku antologi puisi yang berjudul Montase: Serpilihan Sajak karya Dr. Heri Isnaini, M.Hum. Pemilihan topik ini disebabkan ditemukannya nilai-nilai tersebut yang menarik untuk dibahas. Sebab nilai-nilai tersebut begitu penting untuk diingat sebagai pengingat pada kehidupan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka serta dokumen. Data-data yang digunakan adalah enam puisi dalam Antologi Puisi Montase berjudul “Sajak Ziarah 1”, “Sajak Ziarah 2”, “Laki-Laki yang Mencintai Tulang Rusuknya”, “Kepada Tuhan”, “Aku Tidak Akan Berhenti Mencari Mu”, dan “Warna”. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keenam puisi tersebut memiliki kesamaan mengenai religiusitas. Jika disambungkan, maknanya akan saling berkaitan antara satu puisi dengan puisi lainnya.

Zahrah Delia Permana; Muhammad Aji Syaputa; Jericho Setiawanc

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kajian strukturalisme puisi merupakan pengkajian puisi yang lebih menekankan telaah terhadap unsur pembangun puisi itu sendiri. Dalam hal ini, sebuah puisi dianggap sebagai sebuah kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, pengkajian puisi dengan teori strukturalisme merupakan pengkajian yang tidak melibatkan latar belakang penyair serta faktor lain yang turut memengaruhi penciptaan puisi tersebut. Pada pengkajian puisi “Aku Dan Senja”, aspek-aspek yang dibahas meliputi struktur lahir dan struktur batin dengan menggunakan pendekatan pragmatik, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Kedua struktur tersebut merupakan sebuah kesatuan yang harus seimbang. Hubungan antar keduanya begitu penting dalam penciptaan makna dan keindahan puisi “aku dan senja” dalam buku montase karya Heri Isnaini. Struktur lahir yang dikaji meliputi diksi, kata konkret, citraan, majas, versifikasi, dan tipografi, sedangkan struktur batinnya meliputi tema, rasa, nada, dan amanat. Puisi tersebut cenderung disajikan dengan sederhana, namun memiliki keindahan dan makna yang mendalam.  

Rifa Salsabila; Putri Mayang; Sri Silfiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini dengan pendekatan Stilistika. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis atau keindahan pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, karena bersifat mendeskripsikan. Gaya bahasa, diksi, majas, citraan karya sastra lahir dari sebuah pemikiran seseorang yang dihasilkan karena perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Karya sastra memiliki nilai estetis tertentu yang membuat karya tersebut terlihat indah bagi pembaca. Dalam puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini ini, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam sebuah puisi dengan tujuan untuk menunjukkan nilai estetis atau keindahan puisi tersebut.

Neli Aprila Yunandi; Muhamad Dadih Hidayat; Diky Nurjaman; Ahmad Muiz Rahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa Besari. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi dan kritik sosial yang disampaikan Fiersa Besari dalam isi puisi yang dia ciptakan. Permalasahan sosial kian menjamur setelah bebasnya berekspresi lewat media sosial.Hal ini tentunya memberikan pengaruh terhadap anak muda milenial pada saat ini, yang lebih lama menghabiskan waktunya untuk bermain di media sosial ketimbang bermain dan berinteraksi langsung dengan orang-orang di  sekitarnya. Kritik membangun sangat penting untuk diberikan pada anak muda Milenial saat ini, untuk itu Fiersa Besari hadir dengan puisinya yang berjudul "Salahkan Melangkah" dengan gayanya yang cocok dengan anak muda milenial penulis pun tertarik untuk menganalisis kritik dan makna sosial yang ada di dalamnya karena sangat cocok dengan keadaan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah puisi karya fiersa besari yang berjudul "Salahkan Melangkah". kondisi dan kritik sosial dalam puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa besari menggambarkan secara jelas dan nyata permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat. Dalam isi puisinya itu, Fiersa tidak hanya menggambarkan keadaan sosial remaja saja tetapi permasalahan yang terjadi pada hampir seluruh kalangan masyarakat. Kritik dalam isi puisi Fiersa setidaknya dapat menjadi nasehat bagi semua kalangan masyarakat agar selalu menjaga dan mengontrol sikap dan perilaku diri kita semuanya.

Ajeng Hadyian; Dipa Septya Nugraha; Siti Mawaddatul Fitriyyah

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  This research was conducted to examine a short story entitled "Nothing is crazy in this city" by Eka Kurniawan in an anthology of short stories entitled Love is not dead. In this short story study contains two study materials in it, namely the study of stylistics and structure in the short story "Nothing is crazy in this city". The stylistic study referred to according to Tuloli in Lafamane (2020) stylistics or stylistics in general talks about the use of a distinctive or special language, which is the hallmark of a writer, literary school, or also deviations from everyday language or from normal or normal language. standard, and so on. In this study, the short story contains aspects of the provisions of stylistic studies, such as sound style, sentence style, discourse slot gacor, figurative language and imagery. Then the short story has the stages of the short story as a coherent structure, including: Abstraction, orientation, complication, evaluation, resolution and code.

Najwa Fadilanitaa; Khofifah Indar F; Arneta Destria

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study discusses the use of diction, imagery, and figure of speech in the poem Aku Waiting for the Flower. The poem I Wait for Flowers is a poem that talks about someone who is waiting for someone they love very much. With beautiful poetry lines and contains very strong meanings and meanings. This study aims to: 1) Describe Diction 2) Explain imagery 3) Describe the figure of speech in the poem Aku Waiting Bunga. This research uses qualitative descriptive research. The data collection technique used is reading and note-taking technique and data analysis technique using descriptive analysis technique which includes description, classification, and analysis. The results of the research on the poem ''I am waiting for the flower'' have denotative and connotative diction, visual imagery, feeling imagery, and imagery. intellectual, as well as figure of speech personification and hyperbole  

Fika Fauziyah Z; Laela Sari; Prasanti Dwigita

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini pada buku Montase Sepilihan Sajak. Puisi tersebut dibahas menggunakan pendekatan stilistika, yakni dengan menganalisis gaya bahasa dan makna diksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menempatkan puisi sebagai data dan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini terdapat gaya bahasa atau majas Metafora, Hiperbola dan Personifikasi. Selain gaya bahasa pada puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini juga terdapat makna referensial, konotatif, denotatif dan kolokasi.

Asria Fera Nurnazilia; Humairah Zahrah Nasution; Rahmawati

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna dari puisi karya Sapardi Djoko Damono “Percakapan Malam Hujan” dengan menggunakan pendekatan mimetik. Penelitian ini juga menggunakan model penellitian kualitatif yang bersifat deksriptrif. Subjek data dari penelitan ini ialah karya sastra puisi dengan data hasil penelitian yang berupa sebuah kata-kata, kutipan, dan kalimat yang dianalisis maknanya dengan pendekatan mimetik. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini diawali dengan (1) membaca puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Percakapan Malam Hujan”; (2) mengumpulkan kata-kata, kalimat atau kutipan yang akan dianalisis; (3)  menganalisis data yang dikumpulkan tersebut dengan pendekatan mimetik; (4) menyajikan hasil data dalam bentuk dekriptif.

Noviardi Fadilatul Rahman; Anisa Fitriyani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karya sastra merupakan wujud dari hasil pemikiran manusia yang dapat menimbulkan rasa indah terhadap orang yang membacanya maupun yang merasakannya. Puisi adalah luapan ekspresi dari sebuah emosional jiwa manusia. Puisi mempunyai sifat unik, karena diciptakan melalui imajinasi serta berisi pengalaman terdalam dari pengarangnya yang dianalogikan kedalam bahasa yang indah. Kata-kata dalam puisi mungkin terlihat sederhana namun sukar diartikan, maknanyapun bahkan sangat luas. Untuk memahami makna puisi pembaca perlu mengaitkan puisi dengan riwayat pengarang, serta kondisi pengarang yang menjadi konteks penciptaan karya yang diciptakannya. Peneliti merasakan ada banyak diksi yang sukar untuk diuraikan, pertama puisi "Derai-Derai Cemara" mencerminkan kehidupan manusia dengan pohon cemara, hal tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini, sehingga peneliti akan membedah puisi “Derai – Derai Cemara” karya Chairil Anwar sebagai objek penelitian untuk mengetahui makna puisi yang disampaikan pengarang melalui pendekatan mimetik. Peneliti akan memaparkan puisi tersebut dengan pemahaman peneliti terhadap pendekatan mimetik. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui makna dari puisi “Derai – Derai Cemara” karya Chairil Anwar, serta untuk meningkatkan pemahaman konsep dari pendekatan mimetik. Tentunya penelitian ini akan meningkatkan kemampuan menganalisis puisi, memberikan pengalaman, serta menambah referensi untuk para pembaca jika mendapat kesulitan ketika menganalisis puisi.

Adhisty Zahrahni Adrianto

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Karya tulis ilmiah ini betujuan untuk menggali informasi tentang pariwisata yang terdapat di Provinsi Jawa Barat berdasarkan dengan sejarahnya atau berdasarkan dengan cerita rakyat yang ada. Dari sekian banyaknya tempat wisata yang terdapat di Provinsi Jawa Barat, beberapa dari mereka tidak banyak diketahui oleh wisatawan Indonesia maupun mancanegara. Maka dari itu pada karya tulis ilmiah ini membahas tentang salah satu tempat wisata yang terdapat di Provinsi Jawa Barat melalui sejarahnya dan cerita rakyat yang berasal dari Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan kaitan antara dongeng Nyai Anteh dengan Sungai Cicatih melalui sejarah dari Kerajaan Pakuan dan letak geografis ditemukannya peninggalan sejarah. Serta Sungai Cicatih yang sekaran dijadikan sebagai salah satu detinasi wisata alam di Kabupaten Sukabumi. Sungai Cicatih merupakan wisata alam yang sangat menarik dan menurut saya berpotensi menjadi tempat wisata kebanggaan Kabupaten Sukabumi.    

Fatimah Azzahra

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya potensi pariwisata bersejarah di Indonesia. Potensi pariwisata ini menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang memilih mengunjungi tempat wisata bersejarah. Wisata bersejarah disajikan dapat berupa bentuk bangunan bersejarah dan memiliki cerita tersendiri, salah satunya adalah bangunan Candi yang merupakan peninggalan ajaran Agama Hindu. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui sejarah lengkap tentang situs Candi Cangkuang, (2) menganalisis potensi pariwisata pada situs Candi Cangkuang di kota Garut dan (4) bagaimana upaya untuk melestarikan situs budaya Candi Cangkuang agar tetap lestari. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan historis. Metode sejarah digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Metode pendeketan historis ini digunakan untuk mencari informasi dengan menggunakan cara sistematis mengenai situs Candi Cangkuang di Kota Garut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa situs Candi Cangkuang memiliki potensi untuk lebih dikembangkan. Rancangan upaya pelestarian dan pengembangan meliputi beberapa rancangan, salah satunya dengan melakukan pemugaran pada situs Candi Cangkuang guna bertujuan mengembalikan keaslian bentuk Candi Cangkuang.    

Heri Isnaini; Yulia Herliani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas ideologi eksistensialisme pada puisi “Prologue” karya Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini yakni untuk menunjukkan konsep ideologi eksistensialisme yang dibangun melalui struktur puisi dan relasi makna pada puisi “Prologue”. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitik dengan memfokuskan pada data dan objek penelitian teks. Pembahasan ideologi eksistensialisme difokuskan pada aspek-aspek tanda yang terdapat pada puisi tersebut. Pada penelitian ini, ideologi eksistensialisme diejawantah berdasarkan relasi tanda yang muncul sebagai bagian dari representasi yang mewakili sesuatu yang lain. Tanda-tanda yang akan dianalisis mengacu penanda dan petanda. Representasi terhadap tanda ini akan merujuk pada makna eksistensialisme yang ada pada keseluruhan puisi. Selain itu, pembahasannya akan diperkuat dengan intertekstualitas, yakni keterkaitan puisi “prologue” dengan teks lain. Hasil penelitian ini menunjukkan struktur puisi, relasi tanda, tataran tanda, dan makna menunjukkan konsep ideologi eksistensialime mengarah pada konsep kesadaran manusia akan diri, lingkungan, dan Tuhannya. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan wacana atas konsep ideologi dalam puisi.