Publication Search

73,128 articles from 693 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2801-2820 of 2,856

Analytics

Teguh Iman Santoso; Muhammad Rozali; Riri Hanifa

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Tri Dharma of Higher Education requires lecturers to carry out research, teaching and community service. Therefore as a form of lecturer's moral responsibility to the community to improve knowledge through formal and non-formal education. Our team of lecturers will carry out community service in the form of making training on the internet in the form of webminars that are very suitable to reach audiences during this pandemic. The coaching material that will be delivered by the lecturer team includes the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO application for research for students and lecturers (S1, S2, S3). The purpose of this training is to introduce SEM (Structural Equation Modeling) Applications Generalized Structure Component Analyst and how to use and process data through the GSCA-PRO application. So far, students and lecturers are still patterned with a regression analysis, by studying SEM students and lecturers will have the freedom in making the research model. The benefit that can be taken from training on the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO Application for research for students and lecturers is that there are other options offered to students and lecturers in terms of doing research.

Novia Dea Puspita; Siti Suryani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Ratih kumala merupakan seorang wanita kelahiran 4 Juni 1980, Jakarta. Ia menjadi seorang penulis cerpen dan novel  dan mengeyam pendidikan di Fakultas Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Meskipun namanya asing didengar tetapi Ratih Kumala pernah mewakili Indonesia pada acara Beijing International Book Fair (BIBF) 2019 yang merupakan pameran buku terbesar di Asia. Selain itu Ratih Kumala juga merupakan penulis skenario, dan salah satu judul film nya yaitu Remember The Favorit. Peneliti memilih cerpen berjudul "Wanita Berwajah penyok" hasil karya Ratih Kumala yang sangat menarik untuk di bahas, karena isi dan cerpen tersebut sering terjadi pada khalayak masyarakat khususnya di jaman sekarang. Berbagai aspek kehidupan yang banyak menjadikan anak sebagai korban dan perbuatan dosa kedua orang tuanya, tentang seorang wanita yang dikucilkan oleh masyarakat dan lidak diinginkan oleh kedua orang tuanya, hidup sebatang kara disebuah gubuk kecil dengan keadaan tangan dan kaki yang di pasung, menjalani hari-hari dengan rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan nilai moral pada cerpen "Wanita Berwajah Penyok" karya Ratih Kumala, adapun unsur intrinsik tersebut yaitu, tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat. Nilai moral yang terkandung pada cerpen tersebut diantaranya, jangan melakukan hal yang dilarang oleh agama, berhati-hatilah dalam bertindak, jangan mengolok-olok dan membeda-bedakan manusia, sabar, dan ikhlas. Analisis penelilian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitalif. Langkah mengumpulkan data dalam Cerpen "Wanita Berwajah Penyok" Karya Ratih Kumala dengan cara (1) membaca cerpen secara intensif, lalu (2) menganalisis unsur intrinsik beserta deskripsinya dan (3) menyajikan data.

Vadilla Fitri Nesa; Winda Siti Nabila

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini mengkhususkan pada menganalisis cerpen Bangkit karya Alfred Pandie menggunakan pendekatan objektif untuk mendapatkan struktur dalam cerpen berupa unsur intrinsik yakni tema, sudut pandang, alur, latar, tokoh, penokohan, gaya bahasa, dan amanat dalam cerpen tersebut dan untuk mendapatkan nilai-nilai moral berupa tentang kehidupan yang ada dalam cerpen tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Adapun deskriptif kualitatif adalah sebuah penelitian yang dikhususkan untuk meneliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Yang hasilnya ada pada kualitas kata, kalimat dan maknanya tanpa membandingkan hasil penelitian ini dengan hasil penelitian yang lain. Sumber data yang diperoleh yakni dengan membaca secara teliti, kritis cerpen Bangkit karya Alfred Pandie. Berdasarkan hasil tema yang digunakan dalam cerpen yakni tentang kehidupan, bahwasanya dalam kehidupan kita tidak boleh untuk menyerah dan putus asa. Itu selaras dengan tokoh dalam cerpen yakni (Aku) yang mempunyai watak mudah putus asa, kurang bersyukur dan sering mengeluh.

Zahrah Delia Permana

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Dalam setiap peradaban dan kebudayaan manusia terdapat karya sastra hasil dari ejawantah nilai-nilai dalam masyarakat yang berfungsi sebagai pedoman untuk berperilaku, berdasarka moral ataupun nilai positif. Sebagai bagian dari seni, sastra memiliki keindahan di dalam bahasa yang menjadi bahan bakunya. Salah satu genre sastra yaitu puisi, puisi ialah perasaan penyair yang diungkapkan dalam pilihan kata yang cermat, serta mengandung rima dan irama. Berdasarkan pemaparan terdahulu, penulis tertarik untuk melakukan pengkajian yaitu menganalisis majas dan citraan pada puisi karya saini km yang berjudul “Priangan” dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Majas yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah majas alegori, metafora, dan aliterasi. Citraan yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah citraan penglihatan, pendegaran, dan perasa.

Misnawati Misnawati; Petrus Poerwadi; Alifiah Nurachmana; Alifiah Nurachmana; Syarah Veniaty +6 more

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to: (1) describe the sense of ekopuitika theory; (2) describe the working mechanism of ekopuitika theory; and (3) describe the application of the ekopuitika theory in the oral literature. The theory used in this research is  ekopuitika theory, ecology theory, and poetics theory. The data collecting technique or data collection process utilized in this research are as follows: (1) recording technique, either audio or audiovisual, (2) notes, (3) rooted interview, (4) literature study and documentation analysis. The finding of the research is (1) the meaning ekopuitika theory is literary theory/knowledge of poetry which is associated with the environment. (2) the working mechanism is started from analyzing the poetics theory which consists of: 1. Sound that includes: a) rima; (b) assonance; (c) alliteration; (d) anaphora; (e) efoni; (f) kakafoni; and (g) onomatopoeic. 2. Rime (metrum and rhythm) 3. Word includes: (a) vocabulary; (b) diction; (c) figurative language; (d) imagery; and (e) linguistic factors. 4. Phrase that includes: (a) nominal phrases; (b) verbal phrase; (c) the numeral phrase; (d) the adverb phrase; and (e) the prepositional phrase. 5. Sentence/array includes: (a) declarative sentences; (b) interrogative sentences; (c) the imperative sentence; and (d) the exclamatory sentence. 6. The discourse that includes: (a) cohesion and (b) coherence. The next how it works, is further analyzed once more with the ecology theory that includes: (a) the representation of nature: plant, animal, mountain, water, sea, land, air, sun, and sky; (b) the manifestation of the representation of behavior: traditional event (ritual), religion, knowledge, cosmology, language, myth, art, moral, and housing. After the ekopuitika theory applied in the oral literature there was a result that evidently for the representation of nature related to the plant and animal, while for the representation of the behavior associated with the traditional event (ritual) and language.

Kasih, Ekawahyu; Haryanto, Rudi; Panilih, Veronika Rayung

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Bank Century dari kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia), dana talangan atau baillout yang diindikasikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dan lembaga terkait serta hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang mengatakan ada penyelewengan sekitar 138,4 Triliun Rupian. Dalam sudut pandang moral dikatakan bahwa mengejar keuntungan merupakan hal yang wajar, asalkan tidak tercapai dengan merugikan pihak lain. Jadi, ada batasnya juga dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Dari hasil pembahasan dapat ditarik sebuah kesimpulan yang mengindikasikan bahwa pengucuran dana talangan atau baillout yang diberikan oleh Bank Indonesia pada awalnya merupakan sesuai dengan teori-teori etika dan prinsip keadilan baik keadilan menurut pandanganklasik ataupun keadilan menurut pandangan modern, namun pada penyalurannya terdapat fakta-fakta yang mengarah pada tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat Bank Indonesia dan pimpinan bank-bank umum. Sebagai saran sebaiknya para pejabat yang memangku jabatan dalam pemerintah baik itu dalam level eksekutif, yudikatif, ataupun legislatif menarik diri dari permasalahan yang mengarah pada judgment masyarakat umum, yang berasumsi pada tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme

Nurmila Nurmila; Muhammadong Muhammadong

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Studi ini bertujuan untuk mengindetifikasi dan menganalisis yang berkaitan dengan bagaimana tantangan pendidikan Islam di Masa Covid 19 di Indonesia pada umumnya dengan permasalahan apa tantangan pendidikan Isam di Masa Covid 19 dan bagaimana solusinya. Data diperoleh melalui studi kepustakaan kemudian di analisis berdasarkan fakta aktual yang terjadi di wilayah Indonesia p bahwa ada tiga hal yang menjadi tantangan pendidikan Islam pada masa Covid 19, yaitu kemajuan teknologi, dekadensi moral, dan kejenuhan dalam mengikuti pembelajaran. Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk dan membina pribadi peserta didik  yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Seiring dengan tujuan tersebut maka dalam praktiknya pembelajaran Pendidikan Islam menekankan pada transmisi nilai dan moralitas agama ke dalam perilaku dan tindakan peserta didik. Bukan hanya menyampaikan pengetahuan agama Islam tetapi juga menumbuhkan perilaku pada peserta didik yang didasari nilai-nilai agama Islam. Namun dengan  adanya  pandemi  virus  Covid-19  pembelajaran  tatap  muka  di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Kebijakan pemerintah mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring menimbulkan kendala  dalam   penekanan   dan   pembiasaan   nilai-nilai   ajaran Islam kedalam perilaku peserta didik.  

Puspita Ratri, Elisa; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi terjadi secara menyeluruh di seluruh negara tak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tentunya membawa tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, namun dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam segala hal, hendaknya dapat menjadi benteng dalam mempertahankan jati diri bangsa dan eksistensinya. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membahas tentang pentingnya Pancasila dalam menanamkan jiwa nasionalisme generasi muda di era globalisasi. Apabila semangat nasionalisme sudah tertanam dalam benak dan jiwa generasi muda sejak dini, maka hal tersebut akan membuat mereka lebih tangguh terhadap berbagai dampak negatif serta pergantian moral yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana pentingnya Pancasila sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara, khususnya generasi muda. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengimplementasian Pancasila mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda di tengah-tengah era globalisasi. Kata Kunci: Globalisasi, Pancasila, Nasionalisme, Generasi Muda

Ardiansyah Ardiansyah; Inang Raeni; Harfiani Harfiani; Asria Asria

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Strengthening spirituality in early childhood plays a crucial role in shaping character and moral values for the future. Baubau City, with its rich cultural heritage and strong Islamic traditions, offers a strategic context for implementing spiritual guidance programs for young learners. This Community Service Program (PKM) was conducted at TK Negeri Pembina Kokalukuna in Baubau to provide spiritual guidance for early childhood students. The program employed a storytelling approach, focusing on the exemplary life of the Prophet as a model for cultivating moral values. The findings indicate an improvement in children’s basic understanding of spiritual values, particularly in recognizing the sirah of the Prophet, including his historical legacy and virtuous character. The study recommends collaborative efforts among teachers, parents, and the wider community to strengthen children’s spirituality from an early age.

Fransiskus Janu Hamu

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

This community service report reviews the concept of Jesus' Chief Executive Officer (CEO) in the context of modern management and its relevance to young Catholics. Through research and literature studies, we investigate how management principles such as leadership, decision-making, empowerment, and service reflected in the teachings and actions of Jesus can be applied in the daily lives of young Catholics. In modern management, which is often oriented towards material success, involving Jesus as the example of chief executives provides an alternative view that reinforces spiritual and ethical values in their decision-making and work. Using modern management principles inspired by the teachings of Jesus can provide guidance and inspiration for young Catholics as they build careers and serve others. In this context, Jesus' leadership, which is based on service, empowerment, and love, becomes a relevant model for young Catholics who wish to integrate the values of the Catholic faith into their professional world. This report provides new insights into how young Catholics can apply management principles that are morally and spiritually meaningful, and support their personal development as responsible public servants.

Nabillah Vebiyani; Elsa Novianti; Neng Tuti Novianty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas kajian stalistika dan pesan moral pada puisi “Sajak Putih” karya Sapardi Djoko Damono. Fokus pembahasan artikel ini memiliki ciri khas tersendiri yang diuraikan dalam diksi, citraan, majas dan pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Sajak Putih”, yang terbit perdana pada tahun 1967. Data yang diteliti di dalam puisi ini berupa kata, kalimat, dan wacana yang nantinya akan diteliti dari baris per baris, guna untuk mengetahui penggunaan diksi, citraan, majas dan pesan moral. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa puisi Sapardi Djoko Damono menggunakan diksi yang sederhana yang mudah dipahami dan komunikatif, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam dan tidak menghilangkan nilai – nilai estetika pada puisi tersebut. Penggunaan citraan membangkitkan imajinasi pembaca melalui ungkapan yang tidak langsung. Pesan yang disampaikan pada puisi tersebut berkaitan dengan hubungan pelajaran kehidupan manusia dan lingkungannya.

M Irvan Maulana S; Penulis Rovi Muhajjili; Hilmi Ilham S

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterpaduan antara unsur intrinsik cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” karya Badrul Munir dengan menggunakan metode analisis struktural yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, (2) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen, (a). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, (b). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (c). Nilai Sosial yang Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Alam, (d). Nilai Moral Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Diri. Cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” diteliti melalui langkah-langkah pengumpulan data; (1) membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” secara intensif, (2) menganalisis keterpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan mendeskripsikannya, kemudian (3) menganalisis unsur sosial yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita pendek dan mendeskripsikannya. Setelah melalui proses penelitian analisis struktural dan nilai-nilai sosial, berikut menunjukkan upaya Badrul Munir untuk mengkolaborasikan nilai-nilai intrinsik, ekstrinsik dan sosial dalam cerpen dengan baik dan bijak, yang menjadikan pesan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen dapat tersampaikan kepada seseorang yang membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun”.  

Ginstyar Alfajri; Irfanda Siti Amaliya; Lula Mulyani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Puisi pendosa dan Indonesia adalah satu contoh sastra  yang menggambarkan perilaku manusia terhadap sebuah sifat yang memperlihatkan berbagai persoalandi dalamnya.Puisi ini penting dikaji mengingat terbatasnya kajian dan karya sastra berperspektif tentang sosial. Kajian ini sebagai bentuk pemanfaatan karya sastra dan langka untuk mengingatkan sifat manusia melalui pembentukan moral dan mengubah pola pikir manusia.  Puisi “ Pendosa ” merupakan sebuah puisi yang memiliki arti begitu dalam jika ditafsirkan pada krena didalamnya mengandung tentang amanat bahwa sebagai manusia jangan pernah melakukan hal yang keji dan terlarang . Heri Isnaini merupakan seorang sastrawan terkenal dengan karya-karya sastranya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Nilai religi dan Tingkah manusia pada buku Montase karya Heri Isnaini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian . Selain itu, pembahasan sajak ini akan memperhatikan relasi (hubungan-hubungan) di antara tanda-tanda yang muncul sehingga dapat menunjukkan tanda. Permasalahan dalam dosa bisa mengakibatkan tingkah laku pada manusia contoh pada lingkungan menjadi hal yang penting untuk dibicarakan. Jika berbicara tentang tingkah laku berarti berbicara tentang manusia karena tingkah laku yang menopang dan menjadi sifat pada kehidupan manusia.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Rozikin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan adanya kemajuan tehnologi sekarang ini banyak kejadian yang menimpa anak anak kita sebagai contoh banyak  Tindak Pidana Kekerasan atau ancaman kekerasan ,tipu muslihat, serangkaian kata bohong , memaksa atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan, ini sering terjadi di daerah daerah ,hampir di seluruh wilayah Indonesia  Hal ini karena kurangnya pemahaman hukum terhadap anak anak terutama hukum pidana dan Hukum perlindungan anak ,Anak anak kita tidak berfikir dengan meniru dan bergaya seperti yang ada di internet ,anak anak tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebenarnya melanggar hukum,,maka dengan adanya kejadian tersebut kita selaku orang tua harus waspada dan selalu memperhatikan anak anak kita dalam kehidupan sehari hari,Demikian karena dengan adanya kemajuan tehnologi, sebagaimana hubungan antara anak yang satu dengan yang lainnya sangat mudah dan cepat,apalagi dalam masa pandemi ini mereka anak anak kita tidak sekolah secara off line tetapi sekolahnya secara on line,dan banyak kesempatan untuk bermain hp dalam setiap harinya ,Kalau kita selaku orang tua tidak memperhatikan anak anaknya ,mereka bisa berhubungan dengan sembarang anak ,yang mengakibatkan moral dan etika anak anak kita rusak.Contohnya banyak kejadian yang orang tuanya bekerja di luar negeri ,anak anak mereka jadi tidak karuan dalam kelakuan dan moralnya ,banyak banyak anak anak yang dibawah umur dengan bebasnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri,mereka mulai dini atau kecil sudah di tinggal orang tuanya ,bekerja di luar negeri ,sehingga pengawasan anak anak tersebut terlalu bebas dan kurangnya perhatian.Ini terjadi karena kemajuan Tehnologi yang sangat pesat ,apa yang ada di seluruh dunia ini bisa kita ketahui baik itu yang sifatnya mendidik maupun yang merusak moral anak kita ,contoh yang merusak moral banyak disajikan film film porno di dalam akun hp ini, kalau yang sifatnya mendidik tidak menjadi masalah contohnya anak anak mengetahui kejadian dan berita berita di luar sana ,ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anak.Sehingga banyak kejadian kejadian yang menimpa anak anak kita , Karena kurangnya pengawasan , banyak juga anak anak kita terlibat narkoba ,maupun mengkonsumsi pil pil koplo, demikian juga minum minuman keras , mereka semua ini meniru gaya hidup di internet internet yang serba gelamor ,mereka belum berfikir kalau semua itu sebenarnya merusak masa depan diri mereka sendiri .Itulah kita selaku orang tua harus benar benar memperhatikan tingkah laku anak anak kita , agar jangan sampai anak anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang salah ,sehingga melanggar Undang undang perlindungan anak dan juga undang undang KUHP Karena Pandemi covid 19 yang tidak kunjung selesai sehingga anak anak kita belajar secara on line di rumah yang bisa mengakibatkan terlalu banyak waktu senggang untuk anak anak kita bermain HP ,sehingga pemikiran anak anak kita tersebut cenderung pengin mempraktekkan nseperti apa yang di lihat di HP ,yang mana apabila yang ndi lihat di HP tersebut mungkin yang mendidik ,anak kita akan menjadi lebih baik tetapi apabila yang dilihat di HP tersebut gambar gambar pornograpi maka akan membuat pelajaran kepada anak anak kita dan kelakuan yang pantas dilakukan oleh seorang anak yang usianya masih dibawah umur ,sehingga ini bisa merusak masa depan anak anak bangsa kita ,maka dalam hal ini kita selaku orang tua harus benar benar mengawasi dan betul betul memperhatikan anak anak kita biar jangan sampai melakukan hal hal yang tidak senonoh dan tidak anak anak kita melakukannya , sebagai contoh kejadian yang dilaporkan di unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) di Sat Reskrim Polres Kendal, Polda Jawa Tengah     Seorang Anak sampai melakukan perbuatan seperti itu karena disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua ,orang tua membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua ,sehingga setelah kejadian tersebut baru orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,Sebelum hal ini terjadi harus betul betul kita selaku orang tua kontrol kepada anak anak kita .lebih baik kita cerewet dari pada anak anak kita kebablasan.Karena Tehnologi sekarang ini sudah sangat maju apapun bisa dilihat dan dengar dari youtobe maupun instagram dan lainnya

Missi Missi; Ati Rosmiati

This study aims to analyze the Extrinsic Elements of the Selimut Dream Novel by R. Adrelas. The data source of this research is the novel Selimut Dream by R. Adrelas totaling 352 pages published by the publisher Scritto Books Publisher, first issue, 2018. This type of research is descriptive qualitative. The technique used is the listening technique, and the note-taking technique is reading repeatedly, grouping data, describing, analyzing, drawing conclusions, compiling analysis results, and reflecting. Based on the results of this study, it can be concluded that there are extrinsic elements in the novel Selimut Dream by R. Adrelas, among others: Religious values ​​consist of: faith, prayer, prayer. Moral values ​​consist of: responsibility, honesty, patience, sincerity, respect. Cultural values ​​consist of: Cultural values ​​in Pasundan Banten and Jakarta. Social values ​​consist of: affection, caring, helping, sharing.

Salsabila Andrina; Ranti Karlaili

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to investigate the impact of democratic parenting style, single parent resilience, school environment, and religious education on child character development. Through an exploratory approach, the research seeks to understand the intricate interplay between these factors and their effects on shaping children's character traits. The study employs purposive sampling to gather insights from diverse perspectives, including parents, educators, and religious leaders. Data analysis involves thematic coding to identify recurring patterns and themes within the narratives. Initial findings suggest that democratic parenting fosters independence and empathy in children, while single parent resilience contributes to resilience-building. Additionally, the school environment and religious education play significant roles in instilling moral values and ethical principles. These findings underscore the multifaceted nature of child character development and highlight the importance of considering various influences in nurturing well-rounded individuals.

Muhammad Ibnu Faruk Fauzi

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Habituation in education is very much needed because psychologically, students model more behavior or figures they idolize, including their teachers. Habituation is also no less important in learning activities. This is because any knowledge or behavior gained by habituation will be very difficult to change or eliminate it so that this method is very useful in educating children. Moral development activities for students are carried out at Dharma Wanita Sumberrejo Kindergarten through the habituation method of learning Islamic Religious Education (PAI). The research method used is a service method that describes the phenomenon that occurs as it is, data sources are obtained through school leaders, teachers and parents of children. The analysis is carried out with reference to the stages of tabulation, coding and giving meaning to the data. The results of the service show that the implementation of child moral development through the habituation method already contains the main teachings of Islam, namely Akidah (faith), Sharia (Islamic) and Akhlak (Ihsan). The method of habituation given by means of getting used to the behavior or moral attitude of the child repeatedly and continuously. In addition to the habituation carried out by teachers in schools, the role of parents is actually important for children's habituation in practicing Islamic teachings that have been taught through habituation in schools, but this role will not be maximized when parental involvement is not full on the development of children's behavior and morals.

Ismail Ismail; Hasruddin Dute; Moh. Ali Mahmudi; Muhamad Thoif; Muh. Abdul Mukti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the principal’s efforts in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura. PAI learning plays a significant role in shaping students’ faith, morals, and personality in accordance with Islamic teachings derived from the Qur'an and Hadith, as well as the exemplary conduct of the Prophet Muhammad SAW. In this context, the principal, as an educational leader, holds a strategic role in managing, guiding, and enhancing the performance of PAI teachers to ensure that the learning process is carried out effectively and contributes positively to students’ spiritual and character development.This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subjects of the study include the principal, PAI teachers, and students of SMP Hikmah Yapis Jayapura. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation to obtain comprehensive and contextual information regarding the implementation of PAI learning. The data analysis process was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure the validity and reliability of the findings, source and technique triangulation were applied.The results indicate that PAI learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura is not only conducted in the classroom through the delivery of materials related to aqidah, morals, fiqh, and the Qur'an and Hadith, but is also strengthened through various religious programs integrated into the school culture. The principal’s efforts to improve learning quality include conducting regular academic supervision, involving teachers in professional development programs, providing work motivation, and consistently monitoring the learning process. Additionally, religious activities such as Qur'an memorization programs, daily Qur'an recitation before lessons, and routine dhikr and salawat activities support the internalization of Islamic values.Supporting factors include the principal’s active leadership and professional experience, while inhibiting factors consist of limited infrastructure, administrative burdens, and varying levels of teacher competence. Overall, these efforts have contributed positively to improving the quality of PAI learning and fostering students’ character development.